Gudang Lagu
Sumber Lainnya
 [ 1 ]  

Seorang pendaki Inggris David Sharp mengalami kematian secara perlahan di atas Everest pada bulan Mei lalu. Ketika ia terbaring menuju maut, sekitar 40 orang pendaki berjalan melewatinya. Benarkah ambisi untuk menaklukan puncak dunia telah menghilangkan sisi kemanusiaan? Peter Gillman dari The Sunday Time Magazine mencoba investigasi.

Barangkali aku seorang anjing. Barangkali aku seorang babi tapi aku memakai seragam. Kau tidak akan pernah tahu siapa diriku sebenarnya.

Di hadapanku duduk wanita itu. Rambutnya dicat merah. Coklat sebetulnya. Tapi orang-orang menyebutnya merah. Padahal merah punya arti lain bagiku. Sudah bertahun-tahun aku dicekoki pikiran bahwa orang-orang merah (komunis) adalah orang-orang yang berbahaya.

Perceraian yang terjadi di antara dua pasangan suami-istri memiliki alasan bermacam-macam. Ada yang karena salah satunya ketahuan selingkuh, ketakcocokan paham dan prinsip, adanya pihak orang tua yang terlalu ikut campur urusan rumah tangga dan lainnya.

Bagi orang lain, Mas Har (samaran,red) dianggapnya sebagai lelaki yang ganteng, baik, dan tegas. Namun bagiku, dia tak lebih dari seorang lelaki yang telah membuat hatiku tersiksa begitu lama.

Tak sedikitpun yang terbersik untuk menyakiti Kak Dian (samaran) kakak kandungku sendiri. Aku hanya tak kuasa melawan godaan seks dari Mas Ferry (samaran), suaminya, sehingga kami terlibat hubungan seksual yang begitu jauh. Kakak Ipar ku itu telah merenggut kegadisanku. Dan aku menjadi terbuai dan tergoda oleh Ipar ku yang perkasa itu.

 

Rasa sepi yang menderaku setelah ditinggal setahun, rupanya membuatku kembali berharap pada mantan suami. Jika kini kita kembali bersatu, salahkah itu?

Perjodohan kadang membawa petaka. Begitu juga halnya denganku. Oleh orang tua, aku dijodohkan dengan seorang pria yang tidak kekenali. Memang sih, dari segi materi, semua kebutuhanku tercukupi.. Namun, keluarga yang bahagia kan bukan cuma diukur dari materi ?

Cerita ini aku utarakan sebagai pembelajaran untuk anda. Aku kira dengan menikahi Lili (samaran) semua perbuatan buruk dan tidak dewasa yang kulakukan selama ini bisa kutinggalkan. Sebaliknya, wanita itu membuat segalanya bertambah hancur.

 

Siapa sih yang tidak kesal bila memiliki suami yang tak bertanggung jawab dan tidak dewasa. Itulah yang aku alami sekarang. Bahar (nama samaran), suamiku, sudah lima bulan tidak pulang ke rumah. Itu pun tidak memberikan nafkah lahir maupun bathin. Beruntung, aku memiliki warung kecil-kecilan di halaman rumah sehingga bisa menghidupi kedua anakku yang masih kecil.

Entah apa yang salah dari perkawinan kami. Setelah kutahu kalau suamiku punya WIL (wanita idaman lain), akupun nekat membalasnya dengan memelihara seorang lelaki untuk dijadikan teman selingkuh.

Harta kedua orang tua ku yang begitu melimpah ternyata tidak memberi berkah buatku. Semuanya ku habiskan begitu saja dijalan yang tidak benar. Kini, hanya menangis yang bisa aku lakukan ketika segala yang dulu kupunyai itu telah habis.

Aku menikah dengan Yuli memang modal nekat semata. Karena cinta tak lagi kami bendung. Akhirnya, satu-satunya jalan untuk tetap menyatu adalah kawin lari.

Derita batin yang dialami istriku, dibawanya hingga akhir hayat. Sungguh tak ada yang paling kusesali kecuali rasa berdosa akan semua kelakuanku.
Pembaca, sebut saja aku Gali (samaran). Aku menikah dengan Dea (samaran) tahun 2002 lalu, dan kini telah dikaruniai seorang anak.

Narkoba dan kehidupan malam selama hampir 2 tahun membuat semua cita-citaku lebur. Harta orang tua kuhabiskan hanya untuk barang haram dan menikmati kebebasan. Kini, dugem (dunia gemerlap) telah mengirimku ke panti rehabilitasi.

Sudah bukan rahasia lagi kalau suamiku itu sudah beberapa kali berurusan dengan tokoh masyarakat karena dituduh mengganggu istri orang. Bahkan, pernah dia diarak ke kantor lurah karena ketahuan lagi ehm-ehman dengan wanita muda yang ditinggal merantau suaminya.

Perselingkuhan yang terjadi antara istriku dengan Farid (samaran), sahabatku sendiri betul-betul sebuah pukulan berat bagiku. Trauma yang berkepanjangan dan tidak berkesudahan masih kurasakan hingga hari ini.

Berikut ini ada cerita ku bersama seorang pelacur yang tidak bisa kulupakan selamanya.

RUMAH TANGGAkU memang benar-benar berantakan. Bayangkan, dulu kami yang terbilang kaya dengan memiliki sejumlah usaha. Tapi, kini usaha itu bangkrut satu per satu. Tinggallah aku tinggal bersama ayah dan ibu tiriku, Bahkan, mobil pun telah dijual.

Suami saya punya penyakit gula, ada darah tinggi, suka mengeluh, suka lemas. Saya minta suami saya memakai kalung biofir, dia menyatakan bahwa semenjak memakai kalung bio, lebih segar, lebih bersemangat. Sekarang kalung bio tidak pernah lepas dari leher suami saya, kecuali saat mandi.

Nama saya Djuhdi Adam (usia 66 tahun), tinggal di Koja, Jakarta Utara. Saya adalah pensiunan pegawai Perum Pelindo II Jakarta. Saya juga menjabat sebagai Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kotamadya Jakarta Utara.

 [ 1 ]  

 

atom feed entries rss feed entries Valid XHTML 1.0 Transitional
Copyright © 2008 sumbercerita.com - Kumpulan Cerita Terpopuler
Dengan beraktivitas di website kami berarti anda setuju dengan Kebijaksanaan Privasi serta Syarat Persetujuan
eXTReMe Tracker