BAGIAN KEDELAPAN: DARI PEMBATALAN PIAGAM SAMPAI KEPADA ISRA' (3/3)
Muhammad Husain Haekal
Demikian cerita Dermenghem tentang Isra' dan Mi'raj. Kitapun dapat melihat, apa yang diceritakannya itu memang tersebar luas dalam buku-buku sejarah hidup Nabi, sekalipun akan kita lihat juga bahwa semua itu berbeda-beda. Di sana-sini dilebihi atau dikurangi.
BAGIAN KEDELAPAN: DARI PEMBATALAN PIAGAM SAMPAI KEPADA ISRA' (2/3)
Muhammad Husain Haekal
Terasing seorang diri, ia pergi ke Ta'if,2 dengan tiada orang yang mengetahuinya. Ia pergi ingin mendapatkan dukungan dan suaka dari Thaqif terhadap masyarakatnya sendiri, dengan harapan merekapun akan dapat menerima Islam. Tetapi ternyata mereka juga menolaknya secara kejam sekali. Kalaupun sudah begitu, ia masih mengharapkan mereka jangan memberitahukan kedatangannya minta pertolongan itu, supaya jangan ia disoraki oleh masyarakatnya sendiri. Tetapi permintaannya itupun tidak didengar. Bahkan mereka menghasut orang-orang pandir agar bersorak-sorai dan memakinya.
BAGIAN KEDELAPAN: DARI PEMBATALAN PIAGAM SAMPAI KEPADA ISRA' (1/3)
Muhammad Husain Haekal
Muslimin lari dari Mekah ke celah-celah gunung - Tidak bergaul dengan orang kecuali dalam bulan-bulan suci Zuhair dan kawan-kawannya membatalkan piagam -Abu Talib dan Khadijah wafat - Gangguan Quraisy kepada Muhammad - Kepergian Muhammad ke Ta'if dan penolakan Thaqif - Isra' dan Mi'raj.
BAGIAN KETUJUH: PERBUATAN-PERBUATAN QURAISY YANG KEJI (3/3)
Muhammad Husain Haekal
Diluar itu, untuk mencapai tingkat pengertian yang lebih tinggi, orang sudah dibutakan oleh harta benda duniawi, oleh kenikmatan hidup sejenak yang dirasakannya. Untuk kepentingan duniawi itu, untuk memburu saat sejenak itu, mereka berperang dan bertempur. Tak ada sesuatu yang akan dapat menghambat mereka menancapkan kuku dan gigi mereka ke batang leher kebenaran, kebaikan dan pengertian moral yang tinggi itu. Lalu, kesempurnaan yang paling suci artinya itu oleh mereka akan diinjak-injak di bawah telapak kaki yang sudah kotor.
BAGIAN KETUJUH: PERBUATAN-PERBUATAN QURAISY YANG KEJI (2/3)
Muhammad Husain Haekal
Bilamana kemudian ia kembali lagi kepada masyarakatnya sendiri diajaknya mereka itu menerima Islam. Merekapun ada yang segera menerima, tapi ada juga yang masih lambat-lambat. Dalam pada itu, beberapa tahun berikutnya sebagian besar mereka sudah pula menerima Islam. Setelah pembebasan Mekah dan sesudah susunan politik dengan bentuk tertentu sudah mulai terarah, merekapun menggabungkan diri kepada Nabi.
BAGIAN KETUJUH: PERBUATAN-PERBUATAN QURAISY YANG KEJI (1/3)
Muhammad Husain Haekal
Umar mengumumkan keislamannya dan Muslimin beribadat di Ka'bah - Piagam pemboikotan - Daya-upaya Quraisy memerangi Muhammad - Alat propaganda bahasa yang mempesonakan - Jabr orang Nasrani - Terpengaruhnya Quraisy pada ajakan yang baru - At-Tufail ad-Dausi - Delegasi Nasrani - Kekuatiran-kekuatiran Quraisy: persaingan, kehilangan kedudukan di Mekah, hari kebangkitan.
Sejarah Hidup Muhammad : Bagian Keenam - Cerita Gharaniq (5/5)
Muhammad Husain Haekal
Jadi orang yang sudah dikenal sejak kecil hingga tuanya begitu jujur, bagaimana orang akan percaya bahwa ia mengatakan sesuatu yang tidak dikatakan oleh Allah, ia akan takut kepada orang dan bukan kepada Allah! Hal ini tidak mungkin. Mereka yang sudah mempelajari jiwanya yang begitu kuat, begitu cemerlang, jiwa yang begitu membenteng mempertahankan kebenaran dan tidak pula pernah mencari muka dalam soal apapun, akan mengetahui ketidak mungkinan cerita itu. Betapa kita melihat Muhammad berkata: Kalau Quraisy meletakkan matahari di sebelah kanannya, dan meletakkan bulan di sebelah kirinya dengan maksud supaya ia melepaskan tugasnya, akan mati sekalipun dia tidak akan melakukan hal
itu - bagaimana pula akan mengatakan sesuatu yang tidak diwahyukan Allah kepadanya, dan mengatakan itu untuk meruntuhkan sendi agama yang oleh karenanya ia diutus Allah sebagai petunjuk dan berita gembira bagi seluruh umat manusia!
Sejarah Hidup Muhammad : Bagian Keenam - Cerita Gharaniq (4/5)
Muhammad Husain Haekal
Sedang bunyi ayat-ayat "Dan tiada seorang rasul dan seorang nabi yang Kami utus sebelum kauÉ" sama sekali tak ada hubungannya dengan cerita gharaniq itu. Apalagi yang menyebutkan bahwa Tuhan telah menghapuskan gangguan yang dimasukkan setan dan akan menjadikan godaan bagi mereka yang berpenyakit dalam hatinya dan berhati batu; kemudian Allah menguatkan keterangan-keteranganNya. Dan Allah Maha mengetahui dan Bijaksana.
Sejarah Hidup Muhammad : Bagian Keenam - Cerita Gharaniq (3/5)
Muhammad Husain Haekal
Disinilah pihak Quraisy menyadari, bahwa penderitaan yang dialami Muhammad dan sahabat-sahabatnya, hampir-hampir menimbulkan perang saudara, yang akibat-akibatnya tidak akan dapat dibayangkan, dan siapa pula yang akan binasa. Ada orang-orang dari kabilah-kabilah Quraisy dan dari keluarga-keluarga bangsawannya yang sudah menerima Islam, mereka akan lalu berontak bila siapa saja dari kabilahnya itu ada yang terbunuh sekalipun orang itu berlainan agama. Jadi, dalam memerangi Muhammad ini, mereka harus memempuh suatu cara yang tidak akan membawa akibat yang begitu berbahaya. Di samping itu supaya cara ini dapat pula disepakati oleh Quraisy mereka mengadakan genjatan senjata
dengan pihak Muslimin, sehingga dengan demikian tiada seorangpun dari mereka itu yang boleh diganggu.
Sejarah Hidup Muhammad : Bagian Keenam - Cerita Gharaniq (2/5)
Muhammad Husain Haekal
Orientalis-orientalis bertahan pada cerita ini - Pegangan mereka dalam hal ini - Lemahnya pegangan tersebut
"Ketika
itulah mereka mengambil engkau menjadi kawan mereka. Dan kalaupun tidak
Kami tabahkan hatimu, niscaya engkau hampir cenderung juga kepada
mereka barang sedikit. Dalam hal ini, akan Kami timpakan kepadamu
hukuman berlipat ganda, dalam hidup dan mati. Selanjutnya engkau tiada
akan mempunyai penolong menghadapi Kami." (Qur'an 17:73-75)
Dengan
begitu kembali ia memburuk-burukkan dewa-dewa Quraisy itu, dan
Quraisypun kembali lagi memusuhinya dan mengganggu sahabat-sahabatnya.
Demikianlah
cerita gharaniq ini, yang bukan seorang saja dari penulis-penulis
biografi Nabi yang menceritakannya, demikian juga ahli-ahli tafsir
turut menyebutkan, dan tidak sedikit pula kalangan Orientalis yang
memang sudah sekian lama mau bertahan. Jelas sekali dalam cerita ini
ada kontradiksi. Dengan sedikit pengamatan saja hal ini sudah dapat
digugurkan.
Sejarah Hidup Muhammad : Bagian Keenam - Cerita Gharaniq 1 (1/5)
Muhammad Husain Haekal
Kembalinya mereka yang hijrah ke Abisinia - Gharaniq yang luhur
KAUM Muslimin yang hijrah ke Abisinia tinggal selama tiga bulan di sana. Sementara itu Umar ibn'l-Khattab sudah pula masuk Islam. Setelah para pengungsi ini mengetahui bahwa pihak Quraisy sudah mulai surut dari mengganggu Muhammad dan pengikut-pengikutnya - setelah Umar masuk Islam - menurut sebuah sumber, banyak diantara mereka itu yang kembali, dan sumber lain mengatakan semua mereka itu kembali ke Mekah. Tetapi setelah mereka sampai di Mekah, ternyata pihak Quraisy kembali menyiksa kaum Muslimin, bahkan lebih keras
lagi dari pada yang pernah dialami kaum pengungsi itu dulu. Sebahagian mereka ada yang kembali ke Abisinia, ada pula yang memasuki Mekah atau di dekat-dekatnya dengan sembunyi-sembunyi. Konon katanya, bahwa mereka yang kembali itu membawa pula sejumlah kaum Muslimin dan mereka ini tinggal di Abisinia sampai sesudah Hijrah dan sesudah keadaan Muslimin di Medinah jadi lebih stabil.
BAGIAN KELIMA - MUHAMMAD DARI MASA KERASULAN SAMPAI ISLAMNYA UMAR (4/4)
Muhammad Husain Haekal
Kedua orang utusan itu ialah 'Amr bin'l-'Ash dan Abdullah bin Abi
Rabi'a. Kepada Najasyi dan kepada para pembesar istana mereka
mempersembahkan hadiah-hadiah dengan maksud supaya mereka sudi
mengembalikan orang-orang yang hijrah dari Mekah itu kepada mereka.
"Paduka Raja," kata mereka, "mereka datang ke negeri paduka ini
adalah budak-budak kami yang tidak punya malu. Mereka meninggalkan
agama bangsanya dan tidak pula menganut agama paduka; mereka membawa
agama yang mereka ciptakan sendiri, yang tidak kami kenal dan tidak
juga paduka. Kami diutus kepada paduka oleh pemimpin-pemimpin
masyarakat mereka, oleh orang-orang tua, paman mereka dan keluarga
mereka sendiri, supaya paduka sudi mengembalikan orang-orang itu kepada
mereka. Mereka lebih mengetahui betapa orang-orang itu mencemarkan dan
memaki-maki."
BAGIAN KELIMA - MUHAMMAD DARI MASA KERASULAN SAMPAI ISLAMNYA UMAR (3/4)
Muhammad Husain Haekal
Sikap dan kata-kata kemenakannya itu oleh Abu Talib disampaikan kepada
Banu Hasyim dan Banu al-Muttalib. Pembicaranya tentang Muhammad itu
terpengaruh oleh suasana yang dilihat dan dirasakannya ketika itu. Dimintanya supaya Muhammad dilindungi dari tindakan Quraisy. Mereka
semua menerima usul ini, kecuali Abu Lahab. Terang-terangan ia
menyatakan permusuhannya. Ia menggabungkan diri pada pihak lawan
mereka. Permintaan mereka supaya ia dilindungi itu sudah tentu karena
terpengaruh oleh fanatisma golongan dan permusuhan lama antara Banu
Hasyim dan Banu Umayya. Tetapi bukan fanatisma itu saya yang mendorong
Quraisy bersikap demikian. Ajarannya itu sungguh berbahaya bagi
kepercayaan yang biasa dilakukan oleh leluhur mereka. Kedudukan
Muhammad di tengah-tengah mereka, pendiriannya yang teguh serta
ajarannya pada kebaikan supaya orang hanya menyembah Zat Yang Tunggal,
yang pada waktu itu memang sudah meluas juga di kalangan
kabilah-kabilah Arab, bahwa agama Allah itu bukanlah seperti yang ada
pada mereka sekarang, membuat mereka dapat membenarkan juga sikap
kemenakan mereka itu, Muhammad, dalam menyatakan pendiriannya, seperti
yang pernah dilakukan oleh Umayya b. Abi'sh-Shalt dan Waraqa b. Naufal
dan yang lain.
BAGIAN KELIMA - MUHAMMAD DARI MASA KERASULAN SAMPAI ISLAMNYA UMAR (2/4)
Muhammad Husain Haekal
Ia minta waktu akan berunding dengan ayahnya lebih dulu. Semalaman itu
ia merasa gelisah. Tetapi besoknya ia memberi tahukan kepada
suami-isteri itu, bahwa ia akan mengikuti mereka berdua, tidak perlu
minta pendapat Abu Talib. "Tuhan menjadikan saya tanpa saya perlu
berunding dengan Abu Talib. Apa gunanya saya harus berunding dengan dia
untuk menyembah Allah."
BAGIAN KELIMA - MUHAMMAD DARI MASA KERASULAN SAMPAI ISLAMNYA UMAR (1/4)
Muhammad Husain Haekal
Percakapan Khadijah dengan Waraqa b. Naufal - Wahyu terhenti - Islamnya Abu Bakr - Muslimin yang mula-mula - Ajakan Muhammad kepada keluarganya - Quraisy menghasut penyair-penyairnya terhadap Muhammad - Muhammad menista dewa-dewa Quraisy - Utusan Quraisy kepada Abu Talib - Kedudukan Muhammad terhadap pamannya - Quraisy menyiksa kaum Muslimin - Kaum Muslimin hijrah ke Abisinia - Islamnya Umar.
BAGIAN KEEMPAT: MUHAMMAD DARI PERKAWINAN SAMPAI MASA KERASULANNYA (2/2)
Muhammad Husain Haekal
Kehidupan Muhammad dalam usia demikian itu ternyata tenteram adanya. Kalau tidak karena kehilangan kedua anaknya itu tentu itulah hidup yang sungguh nikmat dirasakan bersama Khadijah, yang setia dan penuh kasih, hidup sebagai ayah-bunda yang bahagia dan rela. Oleh karena itu wajar sekali apabila Muhammad membiarkan dirinya berjalan sesuai dengan bawaannya, bawaan berpikir dan bermenung, dengan mendengarkan percakapan masyarakatnya tentang berhala-berhala, serta apa pula yang dikatakan orang-orang Nasrani dan Yahudi tentang diri mereka itu. Ia berpikir dan merenungkan. Di kalangan masyarakatnya dialah orang yang paling banyak berpikir dan merenung.
BAGIAN KEEMPAT: MUHAMMAD DARI PERKAWINAN SAMPAI MASA KERASULANNYA (1/2)
Muhammad Husain Haekal
Perawakan dan sifat-sifat Muhammad - Penduduk Mekah membangun Ka'bah - Putusan Muhammad tentang Hajar Aswad - Pemikir-pemikir Quraisy dan paganisma - Putera-puteri Muhammad - Kematian putera-puterinya - Perkawinan putera-puterinya - Kecenderungan Muhammad menyendiri - Menjauhi dosa ke Gua Hira'- Mimpi Hakiki - Wahyu pertama.
BAGIAN KETIGA: MUHAMMAD DARI KELAHIRAN SAMPAI PERKAWINANNYA (3/3)
Muhammad Husain Haekal
Juga
orang berselisih pendapat mengenai tugas yang dipegang Muhammad
dalam perang itu. Ada yang mengatakan tugasnya mengumpulkan
anak-anak panah yang datang dari pihak Hawazin lalu di berikan
kepada paman-pamannya untuk dibalikkan kembali kepada pihak lawan.
Yang lain lagi berpendapat, bahwa dia sendiri yang ikut
melemparkan panah. Tetapi, selama peperangan tersebut telah berlangsung
sampai empat tahun, maka kebenaran kedua pendapat itu dapat saja
diterima. Mungkin pada mulanya ia mengumpulkan anak-anak panah itu
untuk pamannya dan kemudian dia sendiripun ikut melemparkan.
Beberapa tahun sesudah kenabiannya Rasulullah menyebutkan tentang
Perang Fijar itu dengan berkata: "Aku mengikutinya bersama dengan
paman-pamanku, juga ikut melemparkan panah dalam perang itu; sebab
aku tidak suka kalau tidak juga aku ikut melaksanakan."
BAGIAN KETIGA: MUHAMMAD DARI KELAHIRAN SAMPAI PERKAWINANNYA (2/3)
Muhammad Husain Haekal
Baik
kaum Orientalis maupun beberapa kalangan kaum Muslimin sendiri tidak
merasa puas dengan cerita dua malaikat ini dan menganggap sumber
itu lemah sekali. Yang melihat kedua laki-laki (malaikat) dalam
cerita penulis-penulis sejarah itu hanya anak-anak yang baru dua
tahun lebih sedikit umurnya. Begitu juga umur Muhammad waktu itu. Akan
tetapi sumber-sumber itu sependapat bahwa Muhammad tinggal di
tengah-tengah Keluarga Sa'd itu sampai mencapai usia lima tahun.
Andaikata peristiwa itu terjadi ketika ia berusia dua setengah
tahun, dan ketika itu Halimah dan suaminya mengembalikannya kepada
ibunya, tentulah terdapat kontradiksi dalam dua sumber cerita itu yang
tak dapat diterima. Oleh karena itu beberapa penulis berpendapat,
bahwa ia kembali dengan Halimah itu untuk ketiga kalinya.
BAGIAN KETIGA: MUHAMMAD DARI KELAHIRAN SAMPAI PERKAWINANNYA (1/3)
Muhammad Husain Haekal
Perkawinan
Abdullah dengan Aminah - Abdullah wafat - Muhammad lahir disusukan oleh
Keluarga Sa'd - Kisah dua malaikat - Lima tahun selama tinggal di
pedalaman - Aminah wafat - Di bawah asuhan Abd'l-Muttalib -
Abd'l-Muttalib wafat - Di bawah asuhan Abu Talib - Pergi ke Suria dalam
usia dua belas tahun- Perang Fijar - Menggembala kambing - Ke Suria
membawa dagangan Khadijah - Perkawinannya dengan Khadijah
BAGIAN KEDUA: MEKAH, KA'BAH DAN QURAISY (4/4)
Muhammad Husain Haekal
Malam gelap gelita tatkala mereka memikirkan akan meninggalkan kota
itu dan di mana pula akan tinggal. Malam itulah
Abd'l-Muttalib pergi dengan beberapa orang Quraisy, berkumpul
sekeliling pintu Ka'bah. Dia bermohon, mereka pun bermohon minta
bantuan berhala-berhala terhadap agresor yang akan menghancurkan
Baitullah itu.
BAGIAN KEDUA: MEKAH, KA'BAH DAN QURAISY (3/4)
Muhammad Husain Haekal
Seperti
ayahnya, Abd'd-Dar juga telah memegang pimpinan Ka'bah dan kemudian
diteruskan oleh anak-anaknya. Akan tetapi anak-anak Abd Manaf
sebenarnya mempunyai kedudukan yang lebih baik dan terpandang juga
di kalangan masyarakatnya. Oleh karena itu, anak-anak Abd
Manaf, yaitu Hasyim, Abd Syams, Muttalib dan Naufal sepakat akan
mengambil pimpinan yang ada di tangan sepupu-sepupu mereka itu.
Tetapi pihak Quraisy berselisih pendapat: yang satu membela satu
golongan yang lain membela golongan yang lain lagi.
BAGIAN KEDUA: MEKAH, KA'BAH DAN QURAISY (2/4)
Muhammad Husain Haekal
Cerita
ini diambil dari sejarah yang hampir merupakan konsensus dalam
garis besarnya tentang kepergian Ibrahim dan Ismail ke Mekah,
meskipun terdapat perbedaan dalam detail. Dan yang memajukan kritik
atas peristiwa secara mendetail itu berpendapat, bahwa Hajar dan
Ismail telah pergi ke lembah yang sekarang terletak Mekah itu dan bahwa
di tempat itu terdapat mata air yang ditempati oleh kabilah
Jurhum. Hajar disambut dengan senang hati oleh mereka ketika ia
datang bersama Ibrahim dan anaknya ke tempat itu. Sesudah Ismail
besar ia kawin dengan wanita Jurhum dan mempunyai beberapa orang anak.
Dari percampuran perkawinan antara Ismail dengan unsur-unsur
Ibrani-Mesir di satu pihak dan unsur Arab di pihak lain,
menyebabkan keturunannya itu membawa sifat-sifat Arab, Ibrani dan
Mesir. Mengenai sumber yang mengatakan tentang Hajar yang kebingungan
setelah melihat air yang habis menyerap serta tentang usahanya
berlari tujuh kali dari Shafa dan Marwa dan tentang sumur Zamzam dan
bagaimana air menyembur, oleh mereka masih diragukan.
BAGIAN KEDUA: MEKAH, KA'BAH DAN QURAISY (1/4)
Muhammad Husain Haekal
Letak
Mekah - Ibrahim dan Ismail - Kisah penyembelihan dan penebusan - Zamzam
- Perkawinan Ismail dengan Jurhum - Pembangunan Ka'bah - Mekah di bawah
Jurhum - Qushay dan anak-anaknya - Mekah di tangan Qushay - Hasyim dan
Abdul Muttalib - Tugas-tugas duniawi dan agama di Mekah - Berhaji ke
Mekah - Kisah Abraha dan gajah - Abdullah bin Abdul Muttalib - Kisah
penebusannya.
BAGIAN PERTAMA: ARAB PRA-ISLAM (4/4)
Muhammad Husain Haekal
Orang-orang
Yahudi di negeri-negeri Arab merupakan kaum imigran yang besar,
kebanyakan mereka tinggal di Yaman dan Yathrib. Di samping itu
kemudian agama Majusi (Mazdaisma) Persia tegak menghadapi arus
kekuatan Kristen supaya tidak sampai menyeberangi Furat (Euphrates)
ke Persia, dan kekuatan moril demikian itu didukung oleh keadaan
paganisma di mana saja ia berada. Jatuhnya Rumawi dan hilangnya
kekuasaan yang di tangannya, ialah sesudah pindahnya pusat peradaban
dunia itu ke Bizantium.
BAGIAN PERTAMA: ARAB PRA-ISLAM (3/4)
Muhammad Husain Haekal
Setelah
surat Kaisar sampai ke tangan Najasyi, ia mengirimkan bersama orang
Yaman itu - yang membawa surat - sepasukan tentara di bawah
pimpinan Aryat (Harith) dan Abraha al-Asyram salah seorang
prajuritnya. Aryat menyerbu Kerajaan Yaman atas nama penguasa Abisinia.
Ia memerintah Yaman ini sampai ia dibunuh oleh Abraha yang
kemudian menggantikan kedudukannya. Abraha inilah yang memimpin
pasukan gajah, dan dia yang kemudian menyerbu Mekah guna
menghancurkan Ka'bah tetapi gagal, seperti yang akan terlihat nanti
dalam pasal berikut.
BAGIAN PERTAMA: ARAB PRA-ISLAM (2/4)
Muhammad Husain Haekal
Kedua
kekuatan yang sekarang sedang berhadap-hadapan itu ialah: kekuatan
Kristen dan kekuatan Majusi, kekuatan Barat berhadapan dengan
kekuatan Timur. Bersamaan dengan itu kekuasaan-kekuasaan kecil yang
berada dibawah pengaruh kedua kekuatan itu, pada awal abad keenam
berada di sekitar jazirah Arab. Kedua kekuatan itu masing-masing
mempunyai hasrat ekspansi dan penjajahan. Pemuka-pemuka kedua
agama itu masing-masing berusaha sekuat tenaga akan menyebarkan
agamanya ke atas kepercayaan agama lain yang sudah dianutnya.
Sungguhpun demikian jazirah itu tetap seperti sebuah oasis yang
kekar tak sampai terjamah oleh peperangan, kecuali pada beberapa
tempat di bagian pinggir saja, juga tak sampai terjamah oleh
penyebaran agama-agama Masehi atau Majusi, kecuali sebagian kecil
saja pada beberapa kabilah. Gejala demikian ini dalam sejarah
kadang tampak aneh kalau tidak kita lihat letak dan iklim jazirah
itu serta pengaruh keduanya terhadap kehidupan penduduknya, dalam
aneka macam perbedaan dan persamaan serta kecenderungan hidup mereka
masing-masing.
BAGIAN PERTAMA: ARAB PRA-ISLAM (1/4)
Muhammad Husain Haekal
Sumber
peradaban pertama - Agama Yahudi dan Kristen - Sekta-sekta Kristen dan
Pertentangannya - Majusi Persia di jazirah Arab - Jalan-jalan kafilah -
Yaman dan peradabannya - Sebabnya Jazirah bertahan pada paganisma.
PENYELIDIKAN
mengenai sejarah peradaban manusia dan dari mana pula asal-usulnya,
sebenarnya masih ada hubungannya dengan zaman kita sekarang ini.
Penyelidikan demikian sudah lama menetapkan, bahwa sumber
peradaban itu sejak lebih dari enam ribu tahun yang lalu adalah
Mesir. Zaman sebelum itu dimasukkan orang kedalam kategori
pra-sejarah. Oleh karena itu sukar sekali akan sampai kepada suatu
penemuan yang ilmiah. Sarjana-sarjana ahli purbakala
(arkelogi) kini kembali mengadakan penggalian-penggalian di Irak
dan Suria dengan maksud mempelajari soal-soal peradaban Asiria
dan Funisia serta menentukan zaman permulaan daripada kedua
macam peradaban itu: adakah ia mendahului peradaban Mesir masa
Firaun dan sekaligus mempengaruhinya, ataukah ia menyusul masa itu dan
terpengaruh karenanya?
PENGANTAR CETAKAN KEDUA (8/9)
GHARANIQ DAN TABUK
Lalu apa yang terdapat dalam buku riwayat hidup Nabi dan hadis
tentang mujizat itu kadang berbeda-beda pula. Sekalipun
menurut buku-buku hadis sudah dipastikan benar tapi kadang masih
merupakan sasaran kritik juga. Masalah gharaniq misalnya, dalam
pengantar ini ada juga kita sebutkan sepintas lalu, dan akan kita
sebutkan lagi lebih terperinci dalam teks nanti. Cerita membelah dada
juga sudah berbeda-beda sebagaimana diceritakan oleh Halima inang
pengasuh Nabi kepada ibunya; begitu juga mengenai waktu terjadinya
sehubungan dengan usia Muhammad.
PENGANTAR CETAKAN KEDUA (8/9)
CERITA-CERITA TIDAK MASUK AKAL DAN TIDAK ILMIAH
Yang aneh lagi dalam hal ini ialah apa yang diceritakan oleh Ibn 'Asakir dari Abu Sa'd Isma'il bin Muthanna
al-Astrabadhi.
Tatkala ia sedang berkhutbah di Damsyik, salah seorang yang hadir
bertanya tentang hadis Nabi yang berbunyi: "Saya gudang ilmu dan Ali
pintunya" Ismail menekur sebentar, lalu diangkatnya kepalanya seraya
katanya: "Ya, tak ada yang mengetahui hadis ini dari Nabi, kecuali
yang hidup pada masa permulaan Islam. Akan tetapi Nabi berkata:
"Saya gudang ilmu, Abu Bakr fondasinya, Umar dindingnya, Usman
atapnya dan Ali pintunya." Dengan demikian para hadirin puas
rasanya. Tetapi ketika diminta kepadanya supaya menerangkan sanadnya,
ia merasa gusar sekali karena memang tidak mampu.