Gudang Lagu
<<     1  [ 2 ]   3     >>

PENGANTAR CETAKAN KEDUA (7/9)

BUKU-BUKU SEJARAH DAN BUKU-BUKU HADIS

Sekarang kita kembali ke pokok pertama, kepada  mereka  yang aktif  dalam bidang pengetahuan agama Islam, yang mengkritik saya dengan cara lemah-lembut dan dengan cara yang baik itu. Mereka  mengatakan,  bahwa  saya tidak menuruti apa yang ada dalam buku-buku sejarah hidup Nabi  dan  kitab-kitab  hadis. Dalam  mengungkapkan  berbagai peristiwa saya tidak menempuh cara yang sudah ada.

PENGANTAR CETAKAN KEDUA (6/9)

PERTIMBANGAN MEREKA YANG AKTIF DALAM SOAL-SOAL ISLAM

Baiklah sekarang saya pindah kebahagian lain dalam  tinjauan ini.  Sesudah  cetakan  pertama  buku  ini  terbit, beberapa kalangan Islam yang aktif dalam  bidang  pengetahuan  agama, memberikan pula pendapatnya.
 
Menurut  hemat saya kecaman-kecaman rendah semacam ini, yang tak dapat diterima oleh ilmu pengetahuan, hendaknya tidakkan berulang  lagi.  Terhadap  kaum  Orientalis barangkali masih dapat dimaafkan, terutama atas tindakan mereka yang  sebelum itu  memang  sangat  berlebih-lebihan.  Mereka merasa, bahwa mereka  menulis  buat  orang-orang  Kristen  Eropa.   Dengan demikian pada waktu itu mereka telah menjalankan suatu tugas nasional atau tugas agama. Mereka  didorong  oleh  keyakinan mereka,  dengan  memperkosa  ilmu  pengetahuan  sebagai alat dalam melaksanakan tugasnya itu.

PENGANTAR CETAKAN KEDUA (5/9)

FITNAH SEKITAR AYAN

Baiklah kita kembali sekarang pada titik persoalan  terakhir dalam  sanggahan si Muslim Mesir itu. Dia menyebutkan, bahwa hasil penyelidikan kaum Orientalis  itu  menunjukkan,  bahwa Nabi  menderita  penyakit  ayan.  Gejala-gejala demikian itu tampak padanya ketika ia tidak  sadarkan  diri,  keringatnya mengucur dengan disertai kekejangan-kekejangan dan busa yang keluar dari mulutnya. Apabila ia  sudah  sadar  kembali,  ia lalu  membacakan apa yang dikatakannya wahyu Tuhan kepadanya itu - kepada orang-orang yang mempercayainya. Padahal  yang dikatakan wahyu itu tidak lain ialah akibat serangan-serangan ayan tersebut.

PENGANTAR CETAKAN KEDUA (4/9)

MUSHAF USMAN

"Karena  banyaknya  dan  jauhnya  perbedaan  itu,  ia merasa gelisah sekali. Ketika itu ia lalu meminta agar Usman  turun tangan.  "Supaya  jangan  ada  lagi orang berselisih tentang kitab  mereka  sendiri  seperti   orang-orang   Yahudi   dan Nasrani."   Khalifahpun  dapat  menerima  saran  itu.  Untuk menghindarkan bahaya, sekali lagi Zaid bin  Thabit  dimintai bantuannya  dengan  diperkuat  oleh tiga orang dari Quraisy. Naskah pertama yang ada di tangan Hafsha  lalu  dibawa,  dan cara  membaca yang berbeda-beda dari seluruh persekemakmuran Islam itupun dikemukakan, lalu  semuanya  diperiksa  kembali dengan  pengamatan  yang  luarbiasa,  untuk  kali  terakhir. Kalaupun Zaid berselisih juga dengan ketiga sahabatnya  dari Quraisy  itu,  ia  lebih condong pada suara mereka mengingat turunnya wahyu itu menurut logat Quraisy, meskipun dikatakan wahyu itu diturunkan dengan tujuh  dialek  Arab  yang bermacam-macam."

PENGANTAR CETAKAN KEDUA (3/9)

QUR'AN TIDAK DIUBAH-UBAH

Ia percaya sekali kepada kaum Orientalis dan kepada pendapat mereka. Memang ada segolongan  Orientalis  yang beranggapan seperti  yang  dikutipnya  itu.  Tetapi  anggapan mereka ini menunjukkan, bahwa mereka terdorong oleh maksud-maksud  yang tak  ada  hubumgannya dengan ilmu pengetahuan. Hal ini sudah bukan rahasia lagi. Sebagai bukti,  cukup  apa  yang  mereka katakan,  bahwa  versi  "Dan  membawa  berita gembira dengan kedatangan seorang rasul  sesudahku,  namanya  Ahmad,"  yang tersebut   dalam   Surah  "Ash-Shaf"  (61)  ayat  6,  adalah ditambahkan sesudah Nabi wafat untuk  dijadikan  bukti  atas kenabian  Muhammad  dan  Risalahnya dari  Kitab-kitab  Suci sebelum Qur'an.

PENGANTAR CETAKAN KEDUA (2/9)

PEMBELA-PEMBELA ORIENTALIS

Yang  mula-mula  saya  terima sebagai sanggahan ialah adanya sebuah karangan yang disampaikan kepada  saya  oleh  seorang penulis  bangsa  Mesir  yang  menyebutkan,  bahwa itu adalah sebuah   terjemahan   bahasa   Arab   dari   artikel    yang dikirimkannya ke sebuah majalah Orientalis berbahasa Jerman, sebagai kritik atas buku ini. Artikel ini tidak saya siarkan dalam  surat-surat kabar berbahasa Arab, karena isinya hanya berupa kecaman-kecaman yang tidak berdasar. Oleh karena  itu terserah  kepada  penulisnya jika mau menyiarkannya sendiri. Saya rasa nama orang itupun  tidak  perlu  disebutkan  dalam pengantar ini dengan keyakinan bahwa dia sudah akan mengenal identitasnya sendiri sesudah membaca sanggahannya itu dimuat di  sini.  Artikel  itu  ringkasnya ialah bahwa penyelidikan yang saya lakukan tentang  peri  hidup  Muhammad  ini  bukan suatu  penyelidikan  ilmiah  dalam  arti  modern, sebab saya hanya berpegang pada sumber berbahasa Arab saja, tidak  pada penyelidikan-penyelidikan  kaum  Orientalis  sebangsa  Weil, Goldziher, Noldeke dan yang lain; bukan mengambil dari hasil penyelidikan  mereka,  dan  karena  saya  menganggap  Qur'an sebagai dokumentasi  sejarah  yang  sudah  tidak  diragukan, padahal  studi  Orientalis-orientalis  itu menunjukkan bahwa Qur'an sudah diubah dan diganti-ganti setelah Nabi wafat dan pada  permulaan sejarah Islam, dan bahwa nama Nabipun pernah diganti.

PENGANTAR CETAKAN KEDUA (1/9)
 
Pembela-pembela Orientalis; Sebab-sebab  kesalahan Orientalis; Buku biografi penulis-penulis Islam sebagai pegangan; Orientalis dan ketentuan-ketentuan agama; Qur'an tidak diubah-ubah; Pendapat  Muir; Penulisan Qur'an  pada zaman Nabi; Bila berselisih kembali kepada Nabi; Pengumpulan Qur'an langkah  pertama; Mushaf  Usman; Persatuan Islam zaman Usman; Mushaf Usman cermat dan lengkap; Cara yang sebenarnya dalam mengadakan penyelidikan; Fitnah sekitar ayan; Kembali kepada ilmu pengetahuan; Kadang ilmu yang tidak cukup; Menyerang Muhammad karena gagal menyerang ajarannya; Pertimbangan mereka yang aktif dalam soal-soal Islam; Selawat  kepada Nabi; Menangkis kecaman; Buku-buku sejarah dan buku-buku hadis; Kontradiksi; Faktor waktu, ketika cerita itu ditulis; Pengaruh pertentangan politik dalam dunia Islam; Penghimpunan hadis; Kriterium yang sebenarnya tentang Hadis; Penghimpunan hadis pada masa Ma'mun; Cerita-cerita tidak masuk akal dan tidak ilmiah; Qur'an dan mujizat; Mujizat terbesar; Iman menurut pemuka-pemuka Islam; Orang-orang mukmin pada masa Nabi; Gharaniq dan Tabuk; Metoda saya dalam penyelidikan ini; Penyelidikan-penyelidikan Orientalis; Kaum Muslimin dan penyelidikan.

PRAKATA (6/6)

KONSULTASI YANG TEPAT

Setelah  agak jauh saya mengadakan penyelidikan, tampak oleh saya   adanya  konsultasi   yang  tepat  sekali  disampaikan kepada  saya  dari  beberapa pihak, lebih-lebih lagi -dengan sendirinya- dari kalangan guru-guru besar dan  pemuka-pemuka agama.  Dan  bantuan  paling  besar  saya  terima ialah dari Perpustakaan (Nasional) Mesir dan para pejabatnya yang telah mengulurkan  tangan  memberikan bermacam-macam bantuan, yang sebagai   penghargaan   tidak   cukuplah   rasanya    ucapan terimakasih   saya  ini.  Memadai  juga  kiranya  bila  saya sebutkan, bahwa Tuan 'Abd'r-Rahim  Mahmud,  Korektor  bagian Lektur pada Perpustakaan, tidak jarang pula membebaskan saya dari harus pergi sendiri ke perpustakaan  serta  meminjamkan buku-buku  yang  saya  kehendaki disertai sikap ramah-tamah, baik oleh Direktur atau pejabat-pejabat tinggi lainnya  yang bertugas.  Juga  perlu saya sebutkan, bahwa setiap kali sayamengunjungi perpustakaan itu sehubungan dengan  penyelidikan yang  perlu  saya lakukan, selalu saya menerima layanan yang begitu baik sekali, baik dari pejabat  tinggi  atau  pejabat
bawahan,  baik  yang saya kenal atau yang tidak saya kenal.

PRAKATA (5/6)

ILMU DAN LITERATUR BARAT

Pemuda-pemuda  itu  telah  menghindarkan diri dari pemikiran tentang agama-agama itu semuanya, juga tentang risalah Islam dan  pembawanya.  Lebih-lebih lagi mereka menghindarkan diri itu karena ilmu pengetahuan positif dan filsafat positivisma yang  mereka  lihat  mengatakan  bahwa masalah-masalah agama berada di luar logika dan tidak masuk  ke  dalam  lingkungan pemikiran  ilmiah,  dan  segala yang berhubungan dengan itu, dalam bentuk pemikiran metafisika  juga  sama  sekali  tidak termasuk dalam metoda ilmiah. Kemudian mereka melihat adanya pemisahan yang begitu jelas  dan  tajam  antara  gereja  dan negara  di  Barat,  serta  melihat  negara-negara yang sudah menentukan dalam undang-undang dasarnya, bahwa kepala negara adalah  pelindung  Protestan  atau  Katolik, atau menentukan bahwa agama negara yang resmi adalah Kristen, dengan  maksud supaya  dengan  demikian  hari-hari  besar  yang berhubungan dengan itu tidak bertambah  banyak.  Bertambah  kuat  mereka bertahan  dalam pemikiran ilmiah dan segala yang berhubungan dengan itu, perhatian merekapun akan  bertambah  besar  pula terhadap masalah-masalah filsafat, ilmu dan budaya.

PRAKATA (4/6)

SEBAB PERMUSUHAN ISLAM-KRISTEN

Atas semua itu harus  kita  selidiki  sebab-sebab  timbulnya permusuhan  sengit  dan  peperangan yang begitu dahsyat yang telah dimulai oleh pihak Kristen terhadap Islam itu. Menurut hemat   kita,  kurangnya  pengetahuan  pihak  Barat  tentang hakekat Islam dan sejarah Nabi  adalah  sebab  pertama  yang menimbulkan  permusuhan itu. Kurangnya pengetahuan ini sudah tentu  merupakan  sebab-sebab  timbulnya  sikap kaku dan fanatisma  yang  paling  berat dan rumit. Seabad demi seabad kurangnya  pengetahuan  demikian  ini  makin  bertimbun  dan kemudian ia menjelma menjadi patung-patung dan berhala-berhala dalam jiwa generasi berikutnya,  yang  untuk menghilangkannya  tentu  memerlukan suatu kekuatan jiwa yang besar, seperti pada mula lahirnya kekuatan Islam dulu.

PRAKATA (3/6)

MASALAH PENYALIBAN AL-MASIH

Masalah lain yang menimbulkan perbedaan pendapat  Islam  dan Nasrani,  dan  menjadi puncak perdebatan antara dua golongan itu pada masa  Nabi,  ialah  masalah  penyaliban  Isa  untuk menebus dosa orang dengan darahnya. Secara tegas Quran telah membantah bahwa orang-orang  Yahudi  membunuh  dan  menyalib Isa.  "Dan  perkataan  mereka  bahwa:  kami  telah  membunuh Almasih Isa anak Mariam - Utusan Allah. Tetapi mereka  tidak membunuhnya   dan   tidak   menyalibnya,   melainkan  begitu terbayang pada mereka.  Dan  mereka  yang  masih  berselisih pendapat  tentang  itu  sebenarnya masih ragu, sebab tak ada pengetahuan mereka tentang itu, selain berdasarkan prasangka saja,  dan  merekapun  tidak yakin telah membunuhnya. Bahkan Allah telah mengangkatnya kepadaNya.  Maha  Mulia  Kekuasaan Allah dan Bijaksana." (QS, 4:157-148)

PRAKATA (2/6)

DASAR-DASAR YANG SEDERHANA DALAM KEDUA AGAMA

Kemudian kita melihat kedua  agama  ini  mempunyai  konsepsi tentang hidup dan akhlak yang dapat dikatakan sama. Keduanya memandang manusia dan awal  mula  penjadiannya  sama:  Allah menciptakan  Adam  dan  Hawa  dan keduanya ditempatkan dalam surga, kemudian diwahyukan jangan mereka mendengarkan godaan setan.  Tetapi mereka makan juga (buah) dari pohon itu, maka merekapun keluar dari  surga.  Setan  yang  tak  mau  tunduk kepada  Adam,  adalah  musuh mereka - sebagaimana diwahyukan Allah kepada  Muhammad  -  dan  yang  tidak  mau  menyucikan kalimat  Allah, menurut kitab-kitab SUCI kaum Nasrani. Setan memperdayakan Hawa dan membujuknya.  Lalu  Hawapun  membujuk Adam  dan  keduanya  sama-sama  makan  dari Pohon Abadi itu. Karena itu, maka tampaklah  aurat  mereka.  Merekapun  minta ampun  kepada  Tuhan  dan  Tuhan mengirimkan mereka ke bumi, yang  akan  jadi  saling  bermusuhan  di   antara   sebagian keturunan mereka, dan yang akan diperdayakan setan, sehingga akan ada golongan yang sesat dan ada pula yang akan  melawan kehancuran itu.

PRAKATA (1/6)

Lingkungan kekuasaan Islam yang pertama; Islam dan Nasrani;  Kaum  Muslimin  dan  Isa; Orang-orang Kristen yang fanatik dan  Muhammad; Dasar-dasar  yang  sederhana  dalam  kedua agama; Perbedaan Tauhid  dan  Trinitas;  Kaum  Nasrani mengajak  Nabi  berdebat; Masalah penyaliban Almasih;  Rumawi  dan  kaum  Muslimin; Penulis-penulis  Kristen  dan  Muhammad;  Sebab permusuhan Islam-Kristen; Kristen  tidak sesuai dengan  watak  Barat; Penjajahan dan propaganda anti Islam; Islam dan apa yang terjadi dengan umat  Islam; Sikap jumud di kalangan pemuda; Ilmu dan literatur Barat; Usaha-usaha modernisasi  dunia  Islam; Misi penginjil dan golongan yang berpikiran beku; Terpikir  akan menulis  buku  ini; Qur'an sumber yang paling otentik; Konsultasi yang tepat; Dalam batas-batas  biografi, tidak lebih; Penyelidikan berguna bagi seluruh umat manusia.

KATA PERKENALAN

 
Oleh almarhum Syaikh Muhammad Mustafa al-Maraghi
(Rektor Magnificus Universitas Al-Azhar)
 
SEJAK manusia berada di permukaan bumi  ini,  hasratnya  ingin mengetahui  segala  hukum  dan  kodrat  alam  yang terdapat di sekitarnya, besar  sekali.  Makin  dalam  ia  meneliti,  makin tampak  kepadanya  kebesaran  alam  itu, melebihi yang semula.
Kelemahan dirinya makin tampak pula dan keangkuhannyapun makin berkurang.

 

S E J A R A H    H I D U P    M U H A M M A D


oleh MUHAMMAD HUSAIN HAEKAL
diterjemahkan dari bahasa Arab oleh Ali Audah
Penerbit PUSTAKA JAYA
Jln. Kramat II, No. 31 A, Jakarta Pusat
Cetakan Kelima, 1980
Seri PUSTAKA ISLAM No.1

 

Ada yang pernah jatuh cinta? Masak iya ga ada? Kalau anda merasa ga pernah. Anda harus ke psikolog ato psikiater. Karena ada yang tidak normal dengan diri anda. Ada sesuatu yang salah mungkin.

Pernahkah kita bertanya apa tujuan hidup kita. Lalu apa jawabannya. Jika jawaban itu terasa jelas dan kuat. Maka berbahagialah. Anda termasuk orang yang memiliki tujuan jelas. Dan anda berada satu langkah meraih kesuksesan. Tapi jika masih bingung. Berarti anda harus mulai memperjelas tujuan hidup anda. Karena orang yang tidak punya tujuan hidup, kurang memiliki arah jelas. Arah yang pasti. Yang akan membuatnya fokus pada apa yang diraihnya.

Seorang trainer pernah melakukan hal yang menakjubkan. Dia mengibaskan uang 100.000. Menawarkan kepada peserta seminar. “Siapa mau?” Serentak banyak yang mengacung. Ya iyalah. Seratus ribu gitu loh. Sapa yang ga mau. Nah, setelah itu trainer itu melakukan gerakan senam. Senam jari. Meremas-remas dengan lembut dan pasti uang seratus ribu. Sampai uang tersebut kusut. Kembali dia menawarkan. Masih banyak yang mengacung.

Sekelompok anak orang-orang berkulit putih bermain balon. Lalu mereka melepaskan balon itu. Terbanglah balon itu tanpa tahu kemana akan turun. Semakin lama semakin jauh. Hingga akhirnya tidak terlihat lagi. Anak-anak itu pun pergi. Dan menghilang pula dalam pandangan mata.

Kita pasti pernah ngerasaain sumpek. Kita merasa hidup ini ngebosenin. Hidup ini sepertinya penuh masalah. Tidak habis dimakan waktu. Mengejar kita hingga akhir hayat. Apa benar hidup itu seruwet itu? Ibarat benang, kita ini sebenernya yang bikin ruwet. Bukan masalah-masalahnya atau apanya.

Pesta adalah acara yang penuh kesenangan dan ekspresi kebahagiaan. Begitu juga ramadhan. Di bulan yang suci ini kita mendapat undangan dari Allah SWT. Kita diajak untuk mencicipi hidangan-Nya. Hidangan terbaik di Dunia. Hidangan yang tidak bisa disuguhkan oleh selain Dia. Bahkan Allah memberikan “door prize” bagi siapa saja  yang memenuhi undangan-Nya. Yang melaksanakan aturan-Nya dengan sebaik-baiknya. (Moga-moga kita termasuk di dalamnya. Amin) Namun, pesta ini wajib dihadiri.

Bagaimanakah maksud hadits : “Bacakanlah surat yasin terhadap orang yang akan mati di antara kalian”?

Bocah kecil itu menemui ayahnya yang payah karena kerja. Sebab, dari pagi hingga sore, ia mengontrol berbagai proyek dan kontraknya. Ia tidak punya waktu untuk diam di rumah selain untuk makan dan tidur.

Sebagai pemandi mayat selama 13 tahun di Saudi Arabia ia belum pernah melihat pemandangan seperti ini. Ketika ia membuka selimut yang menutupi mayat tersebut ia seketika pingsan. Beberapa wanita datang berusaha menyadarkannya, setelah ia sadar Fulanah segera menemui ibu si mayat tersebut dan bertanya, wahai ukhti seumur hidupku aku belum pernah melihat kondisi jasad yang demikian, aku melihat jasad putrimu dalam keadaan menari (berjoget) apa yang dilakukan putrimu di masa hidupnya??

Kesibukan di dunia kerja hampir empat tahun belakangan mewarnai hari-hariku. “Wanita karier” inilah predikat yang kusandang sekarang. Ditahun pertama bekerja aku sangat bahagia karena aku sudah dapat mewujudkan keinginan orang tua menjadi seorang pegawai yang sudah ber-SK (PNS). Di satu sisi aku sangat menikmati pekerjaan ini karena aku bisa memprakrikkan langsung ke pasien ilmu kesehatan yang kupelajari waktu sekolah. Di sisi lain rutinitas yang kujalani hari demi hari sebagai tenaga paramedis di sebuah instansi kesehatan milik pemerintah, kadang membuatku jenih dan bosan.

<<     1  [ 2 ]   3     >>

 

atom feed entries rss feed entries Valid XHTML 1.0 Transitional
Copyright © 2008 sumbercerita.com - Kumpulan Cerita Terpopuler
Dengan beraktivitas di website kami berarti anda setuju dengan Kebijaksanaan Privasi serta Syarat Persetujuan
eXTReMe Tracker