|
|
Kesibukan di dunia kerja hampir empat tahun belakangan mewarnai
hari-hariku. “Wanita karier” inilah predikat yang kusandang sekarang.
Ditahun pertama bekerja aku sangat bahagia karena aku sudah dapat
mewujudkan keinginan orang tua menjadi seorang pegawai yang sudah
ber-SK (PNS). Di satu sisi aku sangat menikmati pekerjaan ini karena
aku bisa memprakrikkan langsung ke pasien ilmu kesehatan yang
kupelajari waktu sekolah. Di sisi lain rutinitas yang kujalani hari
demi hari sebagai tenaga paramedis di sebuah instansi kesehatan milik
pemerintah, kadang membuatku jenih dan bosan.
Sebagai pemandi mayat selama 13 tahun di Saudi Arabia ia belum pernah
melihat pemandangan seperti ini. Ketika ia membuka selimut yang
menutupi mayat tersebut ia seketika pingsan. Beberapa wanita datang
berusaha menyadarkannya, setelah ia sadar Fulanah segera menemui ibu si
mayat tersebut dan bertanya, wahai ukhti seumur hidupku aku belum
pernah melihat kondisi jasad yang demikian, aku melihat jasad putrimu
dalam keadaan menari (berjoget) apa yang dilakukan putrimu di masa
hidupnya??
“Afwan (maaf) Ukhti[1], semoga ini tidak melukai Anti [2] dan keluarga Anti . Ana [3] pikir sudah saatnya Ana memberi keputusan tentang “proses” kita. Ya…, seperti yang Anti ketahui bahwa selama ini Ana telah berusaha melobi orang tua dengan beragam cara mulai dari memahamkan konsep nikah “versi” kita, memperkenalkan Anti pada mereka hingga melibatkan orang yang paling ayah percaya untuk membujuk ayah agar mengizinkan Ana untuk menikahi Anti .”
|