Di sebuah negara di Eropa Timur, di sebuah kota, seorang Balerina,
sedang berlatih keras mempersiapkan diri untuk audisi balerina idol di
negaranya. Balerina muda yang bernama Eva ini berlatih dengan penuh
semangat. Hingga ketika tiba hari audisi…..
Eva menanti-nanti cemas giliran dia untuk tampil audisi. Beberapa
penari lain sudah mulai tampil memperagakan kemahiran masing-masing di
depan pelatih balet kenamaan yang bernama Vladimir. Eva sudah lama
menantikan hal ini, tampil di depan pelatih balet kenamaan
internasional, dia sudah mengidamkan untuk menjadi murid balet dari
pelatih terkenal ini, Vladimir….
“Dan peserta berikutnya…kita panggilkan Eva….” terdengar suara panitia
memanggil nama Eva untuk tampil ke atas panggung audisi memperagakan
tarian baletnya..
Dan Eva pun bergerak maju ke depan. Setelah membungkuk hormat pada
si pelatih kenamaan, Eva mulai memperagakan tarian baletnya… Satu
jurus, dua jurus, tiga jurus….
Tiba-tiba si pelatih kenamaan bangkit berdiri dan berjalan
meninggalkan meja nya dan berjalan masuk ke ruang belakang.. Eva si
penari balet, meliat si pelatih kenamaan tadi masuk ke ruang belakang,
menjadi kecewa. Dia merasa kecewa, baru memperagakan sedikit tarian
baletnya, si pelatih sudah meninggalkan ruangan.
Air mata menitik di pipi Eva, dia merasa si pelatih kecewa dengan
tarian dia sehingga meninggalkan ruang audisi. Eva dengan air mata
bergegas meninggalkan ruang audisi, dia merasakan harapan dan
impian-impian dia kabur untuk menjadi penari balet terkenal pupus sudah…
Selang beberapa tahun kemudian….
Ketika Eva sedang berjalan-jalan di kotanya dengan kedua putrinya, ada suara yang menyapanya…
“Anda Eva bukan?” kata suara tadi
Eva mencari sumber suara, ketika dia menemukan sumber suara, dia
terkejut sekali. Ternyata Vladimir si pelatih balet kenamaan, juri
audisi balet yang pernah dia ikuti.
“Iya, saya Eva,”jawab Eva singkat. Eva teringat kekecewaan yang dia
alami dulu beberapa tahun yang silam, ketika si Vladimir pelatih
kenamaan ini meninggalkan dia pada saat dia baru saja tampil di audisi.
Pada saat itu Eva mau menampilkan seluruh keahlian dia di bidang
balerina, namun baru tiga jurus, si pelatih dan sekaligus juri audisi
meninggalkannya..
“Kenapa sdri Eva tidak melanjutkan karir balerina?” tanya Vladimir.
“Saya dulu mencari-cari sdri Eva beberapa kali, saya melihat potensi
yang besar sekali ada pada diri sdri. Saya ingin sekali mendapatkan
seseorang yang bisa saya jadikan juara balerina terkenal dari sdri Eva.
Waktu itu saya hanya melihat sedikit saja tarian sdri, saya sudah tau
bahwa sdri betul-betul punya bakat yang luar biasa, saya mau memberikan
kartu nama saya pada sdri Eva agar bisa menghubungi saya sesudah audisi
untuk pelatihan selanjutnya, namun kartu nama saya di saku saya waktu
itu habis, sehingga saya terpaksa bergegas ke belakang, ke ruangan saya
untuk mengambil kartu nama lagi untuk sdri, namun ketika saya kembali
ke ruangan audisi, saya tidak menjumpai sdri Eva lagi.”jelas Vladimir,
si pelatih tari ini…
Mendengar penjelasan ini, Eva merasakan penyesalan yang dalam. Dia dulu ternyata salah anggapan..
HIKMAH
Cerita hikmah berikut menggambarkan bahwa kita tidak boleh terlalu
cepat menyerah, tidak boleh juga berpikiran negatif.. Si Eva berpikir
negatif merasa si pelatih meninggalkan dia pada saat audisi padahal si
pelatih bermaksud sebaliknya..