|
|
Kata Seks Bebas sebenarnya dibuat agar jelas
bahwa semua penganutnya bebas memilih pasangannya dengan bebas, bisa
berganti-ganti pasangan kapan pun mereka mau, tanpa terikat hubungan
perkawinan. Jelas bahwa hubungan macam itu masih tabu di Indonesia,
walaupun mulai biasa di kota-kota besar di Indonesia. Tapi pernahkah
anda berpikir bahwa ada makna lain yang bisa kita ambil dari kata Seks
Bebas itu sendiri. Bukankah itu bisa berarti hubungan seks yang bebas,
bebas dari perasaan-perasaan yang akan membebani bila kita melakukannya
dalam sebuah keterikatan, entah keterikatan pernikahan atau keterikatan
dalam hal cinta secara umum. Bahwa Seks Bebas berarti anda bisa
melakukannya dengan seseorang yang anda suka, dan orang tersebut juga
mau, lalu bisa mengobrol keesokan harinya tanpa ada perasaan bersalah
dan rasa terikat yang biasa akan terjadi dari hubungan seks yang
"biasa".
Dari hubungan seks yang "biasa" biasanya anda bahkan akan terikat
oleh rasa tanggung jawab terhadap lawan jenis anda, apalagi bila anda
adalah kaum Adam, di mana sekarang masih dianggap bahwa dalam sebuah
hubungan seks yang tidak terduga pasti ada unsur pemaksaan dari kaum
lelaki di dalamnya. Bukankah kita merasa takut bila suatu saat rekan
seks kita akan menuntut pertanggungjawaban dari ikatan yang kita buat
secara tidak sengaja dari hubungan seks tersebut? Karena itulah seks
bebas, bisa saya artikan sebagai seks yang bebas dari rasa-rasa
tanggung jawab tersebut, atau dengan kata lain yang lebih jelas, bahwa
seks bebas itu dilakukan dengan segala kenikmatan dan keindahan seks
itu sendiri tanpa dibebani oleh omong kosong-omong kosong tentang
cinta, tanggung-jawab, dan tanpa segala intrik-intrik yang digunakan
oleh rekan kita untuk mengikat kita.
Mungkin anda bertanya, bahwa dari definisi saya di atas berarti
saya lebih mempersempit lagi definisi seks bebas dari definisi yang
dianut pada umumnya. Di mana definisi pada umumnya adalah hubungan seks
yang di lakukan pranikah, atau premarital sex, saya persempit lagi
menjadi hubungan seks yang hanya sekali-sekali saja, yang menghilangkan
segala bentuk dominasi lain di luar seks itu sendiri, sehingga seks itu
hanya menjadi sebuah kegiatan penyaluran nafsu antar dua orang
berlawanan jenis atau sejenis. Memang itulah tujuan saya, untuk membuat
definisi baru tentang seks, seks yang Bebas. Itu berarti saya tidak
mengkategorikan pasangan-pasangan muda yang tinggal bersama dalam
cinta, namun belum menikah, tidak termasuk dalam kategori saya sebagai
penganut seks bebas? Atau seorang gadis yang rela menyerahkan
keperawanannya pada pacarnya yang juga masih perjaka sebagai pelaku
praktek seks bebas? Atau seorang pria yang menyalurkan nafsunya dengan
membayar sejumlah uang kepada pelacur jalanan?Tidak. Saya tegaskan
sekali lagi, mereka TIDAK termasuk dalam kategori pelaku seks bebas.
Akan saya jelaskan alasannya.
Living Together bukan berarti bebas, karena secara teknis mereka
itu menikah, walaupun tanpa upacara. Tanggung jawab mereka besar,
mereka harus menahan diri untuk tidak berselingkuh, rasa takut mereka
juga besar bila mereka memutuskan untuk tidak mempunyai anak, ketakutan
bahwa suatu saat sang perempuan akan hamil tiba-tiba, juga rasa tidak
nyaman karena mereka harus bersetubuh dengan alat-alat kontrasepsi,
sekalipun hanya tinggal menelan pil KB , tetap saja sang perempuan
takut tubuhnya akan melar akibat penggunaan pil KB tersebut. Jadi anda
mengerti bukan? Kumpul kebo bukanlah sebuah praktik seks bebas, karena
begitu banyak hal yang menginterupsi seks dalam praktek kumpul kebo
seperti yang sudah saya ungkapkan di atas: rasa tanggung jawab, rasa
takut akan kehamilan, rasa khawatir akan perselingkuhan, dll. Seperti
saya katakan, kumpul kebo adalah sebuah pernikahan. Yang membedakannya
adalah bahwa ia tidak menggunakan upacara, dan yang lebih penting,
proses perceraiannya akan jauh lebih mudah (karena itu banyak pasangan
yang menganutnya).
Berikutnya saya akan menjelaskan masalah yang kedua, mengapa
hubungan seks antar sang perjaka dan sang perawan yang belum diikat
tali pernikahan, tidak saya kategorikan sebagai sebuah praktek seks
bebas. Mungkin anda sudah bisa menduga jawabannya. Di manapun,
dibelahan dunia manapun, orang tentu ingin mengingat saat pertamanya.
Karena itu hubungan seks antara seorang perawan dan seorang perjaka,
atau antara perawan dan non perjaka, atau sebaliknya, tentu akan
diiringi dengan pertanyaan-pertanyaan sbb: Apakah dia orang yang tepat?
Apakah ini akan menyakitkan? Apakah ini mengerikan? Apakah hubungan
seks ini akan nikmat? Apakah dia akan bertahan lama? Apakah benar dia
masih perawan? Apakah benar kemaluannya sepanjang kata teman-temanku?
Apakah aku akan terus berpacaran dengannya sampai ke jenjang
pernikahan? Apakah aku akan hamil? Apakah aku dapat memuaskannya? dan
pertanyaan-pertanyaan konyol lainnya yang akan mengganggu jalannya
hubungan seks itu sendiri.
Mungkin ada beberapa orang yang pertanyaannya muncul setelah mereka
berhubungan seks, sebelum mulai berhubungan, pada saat foreplay, atau
bahkan pada saat tengah-tengah persetubuhan. Semuanya itu menganggu,
mengganggu kemurnian seks itu sendiri. Bahkan pertanyaan-pertanyaan ini
juga bisa menggangu pasangan-pasangan yang baru menikah dan akan
melakukan malam pertamanya, tapi bukan itu yang akan saya bahas di
sini. Jelas bahwa first time sex itu bukan seks yang bebas, melainkan
seks yang penuh dengan pertanyaan, penuh dengan keragu-raguan, penuh
dengan ketidakpastian, dan sekali lagi saya tekankan, hal-hal seperti
itu menginterupsi kemurnian seks.Masalah ketiga, yaitu praktek
prostitusi. Apakah termasuk dalam praktek seks bebas? Tidak. Mengapa?
Sebagian besar dari anda pasti bertanya-tanya. Mungkin menurut anda hal
ini tidak masuk akal, karena dalam praktek prostitusi seorang pelanggan
sudah menunaikan tanggung jawabnya dengan cara membayar, dan dengan
demikian dia dapat melakukan seks sebebas-bebasnya tanpa beban. Tapi
bagaimana jika kita lihat dari sudut pandang si pelacur. Kemungkinannya
kecil sekali pelacur tersebut akan menikmatinya seperti sang pelanggan
menikmatinya. Mungkin karena pelanggan tersebut terlalu tidak menarik
sehingga tidak merangsangnya, bisa juga karena pelacur tersebut sudah
bekerja seharian sehingga moodnya berkurang, atau bisa juga karena ia
sudah terlalu terbiasa dengan persetubuhan sehingga ia tidak lagi
menikmatinya. Kita lihat tidak ada hubungan suka sama suka di sini. Di
sini hanya ada hubungan antara pelanggan dan penjual, sang penguasa
dengan bawahan, the dominator and the dominated. Hanya itu saja yang
terjadi. Seks yang hanya dinikmati oleh satu pihak saja bukanlah murni
seks. Mungkin ia akan menjadi murni seks di satu pihak namun hanya akan
menjadi sampah, kesakitan, dan rasa jijik dari pihak satunya.
Seks melibatkan dua pihak -atau bisa juga lebih dari dua pihak-
agar menjadi seks yang murni. Hal ini sama saja dengan pemerkosaan,
hanya saja pihak yang diperkosa sudah menyerahkan dirinya untuk
diperkosa. Dan apakah pemerkosaan itu termasuk dalam praktek seks
bebas? Jelas tidak! Fucking No! Itu tindak kriminal terhadap jiwa dan
raga yang diperkosa, juga pelecehan terhadap arti seks itu sendiri.
Pemerkosaan seakan-akan meletakkan hubungan seks di urutan terbawah,
setelah necrophilia dan zoophilia. Sama sekali tidak ada keindahan seks
di dalamnya, dan malah mengakibatkan penderitaan di pihak lainnya.
Tentu saja kata-kata saya barusan tidak akan berlaku bila yang
diperkosa ternyata belakangan menikmatinya. Juga kata-kata saya
sebelumnya lagi tidak akan berlaku bila pelacur tersebut menikmati
pelanggannya, yang sedemikian tampannya sehingga ia tidak harus
berpura-pura mencapai orgasme, atau sedemikian cantiknya sehingga ia
tidak usah mengkonsumsi viagra lebih dulu. Memang praktek prostitusi
bisa juga dikategorikan sebagai seks yang bebas, tapi itu hanya
kemungkinan kecil. Saya pribadi tidak akan menganjurkan anda untuk
terlibat dalam praktek prostitusi -baik sebagai pelanggan atau penjual-
jika anda memang mencari hubungan seks yang murni. Tapi jika anda tidak
tertarik dengan pure sex, tidak ada salahnya untuk terlibat.
Dari pernyataan-pernyataan saya di atas, kita bisa ambil beberapa
poin penting untuk mengkategorikan apakah sebuah hubungan seks itu
murni atau tidak.
1. Ikatan yang terjadi hanya pada saat persetubuhan, dan ikatan tersebut sirna setelah selesai berhubungan seks.
2. Hubungan seks tersebut harus tanpa syarat, tidak boleh ada maksud tertentu di dalamnya.
3. Tidak ada perbedaan kekuasaan di dalamnya. Tidak ada pendominasian dari pihak lain, semuanya rata.
4. Tidak ada ketakutan dan keragu-raguan di dalamnya, hanya murni keindahan seks itu sendiri.
Sekarang setelah anda mendapat garis besar dari tulisan saya, anda
mungkin bertanya-tanya apa yang terjadi dengan perasaan cinta yang
selalu dilibatkan dalam sebuah hubungan seks, ke mana rasa sayang yang
selalu mengiringi sebuah persetubuhan, ke mana rasa saling memiliki
yang selalu mendorong terjadinya sebuah hubungan intim. Dari kata-kata
saya di atas anda mungkin sudah menyimpulkan bahwa hubungan seks yang
murni menurut saya berarti hanya fisik tanpa melibatkan perasaan.
Tidak. Saya tidak bermaksud begitu. Saya tidak mencoba untuk bersikap
romantis sekarang, tapi saya juga percaya akan adanya perasaan-perasaan
cinta di dalam seks. Lalu mengapa saya menulis topik yang sedemikian
kejam di atas, seakan-akan saya mendiskreditkan cinta itu sendiri,
seakan-akan saya mendewakan seks tanpa cinta, seakan-akan seks itu
hanya penetrasi penis dengan vagina, oral seks, anal seks, dan
variasi-variasi seks lainnya. Akan saya jelaskan mengapa.
Menurut saya cinta dan seks adalah dua hal yang terpisah. Bisa
dinikmati sebagai satu kesatuan yang utuh, tapi lebih banyak dinikmati
sendiri-sendiri dengan caranya sendiri-sendiri. Sepertinya cinta itu
adalah krim coklat, sementara seks adalah coklat batang. Anda bisa
mencelupkan coklat tersebut ke dalam krim coklat dan memakannya, atau
memakannya sendiri-sendiri dan tetap menimbulkan perasaan nikmat. Anda
pasti bisa menikmati hubungan seks saja tanpa cinta, atau anda bisa
melakukannya dengan pacar anda dan tenggelam dalam lautan cinta, atau
anda bisa juga menikmati rasa cinta itu sendiri tanpa seks, merasakan
indahnya disayangi dan dipercayai, menikmati rasa memiliki dan rasa
tergantung pada orang lain. Itu semua terserah anda.
Seks bisa dimasuki unsur cinta di dalamnya dan bisa jadi akan lebih
indah, tapi toh seks itu sendiri tanpa cinta tak akan apa-apa. Tapi
tentu saja, sekali lagi saya tegaskan seks dengan cinta tidak termasuk
dalam kategori seks bebas. Tidak boleh ada ikatan dalam seks bebas,
sedangkan jika anda melakukannya dengan cinta berarti terjadi ikatan di
dalamnya yang akan terbawa bahkan sesudah anda selesai berhubungan
seks. Anda tidak bisa berpura-pura anda mencintai seseorang ketika anda
bersetubuh dengan orang lain, lalu setelah selesai cinta itu hilang
dengan sendirinya. Itu hanyalah nafsu yang berkamuflase sebagai cinta,
dan jika ini yang terjadi, maka ini tetap termasuk seks bebas. Tapi
jika setelah anda melakukan sebuah hubungan seks anda ingin berbaring
di sampingnya untuk selamanya, bila anda tetap ingin di sana memandangi
wajahnya yang bagi anda seperti seorang dewi, bila anda ingin mengobrol
dengannya sampai subuh dan berbagi isi hati dengannya, atau bila anda
ingin waktu berhenti saat itu juga agar anda dapat menikmati saat indah
ini selamanya, dan juga rasa ketakutan akan kehilangan pasangan anda
yang amat sangat, maka anda tidak melakukan seks yang bebas dan seks
anda jelas tidak murni. Seks anda telah terkontaminasi oleh sebuah
perasaan yang disebut cinta. Dan jika hubungan seks anda tercemari oleh
cinta, satu saja kata dari saya: Selamat! Anda mungkin telah
memenangkan undian berhadiah dari dewa cinta yang berhadiah pasangan
seumur hidup, pasangan di mana anda akan bisa berbagi seluruh rahasia
anda tanpa takut akan dikhianati olehnya, pasangan di mana anda akan
menghabiskan hari tua anda bersamanya, pasangan yang akan ikut
menikmati keindahan dunia ini sepenuhnya bersama anda, dan ikut
mengutuk kebobrokan dunia bersama anda.
Anda mungkin telah memperoleh apa yang banyak dicari orang saat
ini, yaitu belahan jiwa anda, tulang rusuk anda yang hilang, sumbat
untuk menutup lubang-lubang di hati anda. Tapi itu semua hanya mungkin.
Anda mungkin menemukan cinta sejati anda saat itu atau mungkin juga
anda hanya terbawa perasaan saat itu. Dan jika anda termasuk yang
kedua, itu tentu akan sangat menyakitkan. Semakin tinggi anda
dilambungkan oleh cinta, akan semakin sakit ketika anda jatuh, tetapi
jika anda bisa mengendalikan ketinggian anda, anda juga akan bisa
menebak ke mana anda akan jatuh. Tetapi percayalah bahwa it's worth to
try, patut untuk dijalani. Minumlah air cinta ini sampai anda mabuk,
dan anda akan tidur dan bermimpi indah, lalu bangun dengan segala
keindahan dunia menyertai anda atau jika anda tidak beruntung, anda
akan bangun dengan penuh kesengsaraan dan sakit kepala yang
berkepanjangan. Minumlah air cinta beberapa gelas saja sampai setengah
mabuk, dan anda akan tetap terjaga dan tetap bisa menikmati keindahan
cinta atau anda akan tertidur dan kehilangan cinta tersebut. Minumlah
nol gelas air cinta, dan anda terhindar dari rasa sakit atau anda
merugi karenanya. Terserah anda mau pilih yang mana, tapi yang saya
coba tekankan di sini adalah bahwa every action has its consequences,
dan selama anda berani mengambil resikonya, it's gonna be okay.
Sekarang setelah anda melihat sisi yang lain, anda pasti merasa
bahwa tulisan saya di atas adalah tanpa makna, tanpa poin-poin yang
jelas, tanpa tujuan, tanpa korelasi antara kata-kata yang satu dan yang
lainnya, tanpa ide yang jelas, hanya sekedar rangkaian kata-kata yang
tersambung secara acak tanpa urutan. Saya memang hanya menulis sampah
di sini, tanpa ada maksud untuk menyinggung kalangan-kalangan tertentu,
entah dari kalangan religius, kaum politikus atau kaum homoseksual dan
lesbian. Saya terbuka untuk segala macam masukan dari anda semua,
kritik, saran, dan caci-maki. Saya bukan orang yang berkepala batu dan
saya terbuka untuk segala macam perubahan. Terima kasih.
SEKIAN
| Title | Author | Views |
| Pengalaman Seorang Istri 01 |
tumbuhlagi@yahoo.com |
76,798 |
| Masturbasi Dan Anal Seks |
alvin_sakura@yahoo.com |
74,379 |
| Pijat Clitoris - 1 |
deknas@yahoo.com |
43,906 |
| Rangsangan dan Orgasme |
katon_sh@yahoo.com |
36,766 |
| Tentang Ereksi dan Ukuran Penis |
tedi_brawijaya@yahoo.com |
35,649 |
| Teknik Membuat Wanita Multi Orgasme |
Cerita Erotis |
31,943 |
| Pengalaman Seorang Istri 03 |
tumbuhlagi@yahoo.com |
30,668 |
| G-Spot (Zone 'X' Wanita) |
Artikel Sex |
28,491 |
| Pengakuan Wanita |
Artikel Sex |
27,782 |
| Pengalaman Seorang Istri 02 |
tumbuhlagi@yahoo.com |
27,052 |
| Panduan Mainan Nikmat |
Artikel Sex |
21,304 |
| 10 Mitos vs Fakta Tentang Seks - 1 |
apineraka666@yahoo.com |
18,798 |
| Bangkitnya Gairah dan Kenikmatan |
Artikel Sex |
16,447 |
| Panduan Permainan Belakang |
Artikel Sex |
14,976 |
| Posisi Enam Sembilan |
roxane@operamail.com |
13,495 |
|
|
|
|
|
|
|