|
|
Tulisan ini bukan merupakan sebuah cerita dari
sesuatu kejadian bermain seks, tapi merupakan cuplikan dari hasil
pembicaraan dengan teman-teman wanita yang saya kenal.
Percakapan ini melibatkan teman-teman wanita saya terdiri dari
mulai gadis remaja sampai dengan ibu rumah tangga, yang tempat kejadian
dan waktunya tidak bersamaan. Tentunya cuplikan yang saya tuliskan di
sini hanya yang mengandung topik masalah seksual saja. Banyak topik
yang menarik, yang saya pikir belum tentu semua lelaki mengetahuinya
sehingga saya coba untuk menyajikan dalam bentuk cuplikannya.
Hampir setiap lelaki yang pernah bersetubuh dengan saya selalu
melakukan hal yang keliru di dalam melakukan antisipasi ketika saya
mulai mencapai klimaks. Mereka selalu mempercepat goyangan dengan
begitu bernafsunya sehingga momen orgasme saya yang indah itu tidak
berbekas. Seharusnya lelaki itu mengerti dan tahu apa yang harus
dilakukannya apabila wanita mulai mencapai klimaks, yaitu memperlambat
goyangan pada sikap gerakan yang hampir diam, dan kemudian mulai
menggerakkan penisnya lagi secara perlahan-lahan sehingga gesekan penis
di dalam vagina akan terasa begitu menggelitik berbaur dengan rasa
klimaks yang baru saja tercapai sehingga kenikmatan yang saya peroleh,
saking nikmatnya, akan sulit untuk saya ungkapkan dengan kata-kata.
Sering terlintas dalam pikiran saya ternyata orgasme yang saya peroleh
melalui masturbasi jauh lebih nikmat dibandingkan dengan orgasme yang
diperoleh dari penis laki-laki semacam yang di atas karena dengan cara
masturbasi saya dapat merasakan kontraksi di dalam vagina dengan cara
mengurangi sentuhan atau gerakan tangan saya ketika saya akan mulai
klimaks", ungkap Leni seorang mahasiswi berumur 24 tahun.
"Pada umumnya setiap lelaki mengetahui bahwa payudara wanita adalah
daerah sensitif untuk meningkatkan gairah birahi wanita disamping
clitoris. Selain sensitif untuk meningkatkan gairah birahi juga
merupakan daerah yang rawan menerima rasa sakit. Kebetulan payudara
saya ukurannya termasuk ukuran besar, dan suami saya sangat senang
memainkan payudara saya baik sebelum maupun selama bersetubuh. Kalau
mengisap puting payudara saya, dia lakukan lama sekali dan kalau dia
sudah akan mencapai orgasme remasan-remasannya pada payudara saya
begitu liar sehingga rasa nikmat hilang menjadi rasa sakit yang
akibatnya saya selalu ingin segera mengakhiri acara persetubuhan ini.
Sudah sering saya katakan padanya bahwa kalau dia meremas-remas
payudara saya terlampau keras saya hanya merasakan rasa sakit bukan
rasa nikmat. Suami saya menjawab, bahwa hal itu pasti akan selalu
terjadi karena payudara kamu begitu besar dan sangat merangsang untuk
diremas dengan keras dan ekspresi wajah saya katanya kelihatan menyukai
hal tersebut. Padahal bagi hampir semua wanita, kalau puting payudara
ini dihisap atau dikulum terlampau lama maka puting payudara itu akan
menjadi keras dan sensitivitasnya menjadi berkurang. Waktu saya ngobrol
mengenai hal ini dengan teman saya yang kebetulan juga memiliki ukuran
payudara yang besar, diapun ternyata mempunyai masalah yang sama dengan
pacarnya, dan dia mengatakan kepada saya bahwa wanita yang memiliki
payudara besar akan lebih sering menderitanya dibandingkan dengan
kenikmatannya yang diperoleh oleh wanita yang hanya memiliki payudara
yang berukuran sedang. Karena mungkin saja dalam benak pikiran
laki-laki, tersimpan pikiran bahwa wanita dengan payudara yang
berukuran besar itu menyenangi perlakuan yang lebih untuk payudaranya
sehingga lelaki pasangan kita itu selalu dengan rakus dan kasar
mempermainkan payudara wanita yang berukuran besar. Pikiran semacam itu
salah sama sekali!
Terlepas dari besar kecilnya ukuran payudara wanita, perlakuan
yang lembut dan liar (bukan kasar) atas payudara itu akan memberikan
rangsangan yang luar biasa sekali, dan jauh dari rasa sakit .Akibat
dari hal ini, sudah lama saya jarang mencapai orgasme kalau bersetubuh
dengan suami saya, pelarian saya untuk mencapai orgasme adalah melalui
vibrator", ungkap Nina, seorang ibu rumah tangga berumur 31 tahun.
"Pacar saya kalau bersetubuh tidak pernah bisa lama atau menunggu
saya dalam mencapai orgasme. Tapi saya tetap bisa puas dan akhirnya
mencapai orgasme dengan kualitas orgasme yang dapat membuat saya
benar-benar puas. Yang dia lakukan apabila dia sudah klimaks adalah
mencabut penisnya dari vaginaku, dan segera dia memasukkan dua jari
tangannya, yaitu jari telunjuk dan jari manis, ke dalam vaginaku dan
menggosok dengan gerakan memutar secara perlahan clit-ku dengan
jempolnya. Kemudian dia menggantikan peran jempol tersebut dengan
lidahnya untuk berputar-putar di atas clit-ku sambil jari-jarinya
digerakan keluar masuk menggesek bagian dalam vaginaku. Dengan apa yang
dia lakukan, saya tidak pernah dapat bertahan lama, klimaks dengan
kenikmatan yang sensasional", ungkap Hesti, seorang sekretaris berumur
23 tahun.
"Sulit mendapatkan laki-laki, apakah dia bujangan atau sudah
married yang menguasai 'The Art of Sex', ujar Lina. Setiap Lina mau
mencapai orgasme akibat foreplay yang dilakukan oleh si laki-laki tanpa
sadar biasanya Lina suka nyerocos ngomong ngelantur seperti teriak,
"aadduuh.., Lina hampir keluar" atau "Ohh.., Lina nggak tahan lagi",
dan yang semacamnya. Mendengar erangan Lina semacam itu setiap
laki-laki yang bersetubuh sama Lina pasti langsung menancapkan penisnya
sekaligus dengan tekanan yang keras sekali ke vagina Lina. laki-laki
itu sebenarnya harus tahu bahwa bagaimanapun wanita mengerang dan
memohon untuk disetubuhi tapi kalau penis itu ditancapkan dengan cara
seperti itu akan menimbulkan rasa sakit dan langsung menurunkan rasa
gairah yang tadinya sudah begitu tinggi. Biasanya begitu masuk, karena
akibat erangan Lina, si laki-laki langsung menyetubuhi Lina dengan
gerakan yang cepat. Tapi karena cara masuknya seperti tadi di atas,
dimana akibatnya gairah Lina sendiri agak menurun karena masih menahan
rasa pedih yang belum hilang, bukannya Lina yang orgasme malahan
menjadi sebaliknya.
Seharusnya si laki-laki tahu bahwa kalau wanita sudah memohon
untuk di setubuhi, masukkan penisnya secara 'gentle', tekan perlahan
tapi lakukan sedalam mungkin, kemudian setubuhi wanita itu dengan
gerakan yang teratur tetapi tidak terlalu cepat. Kalau si laki-laki
melakukan seperti itu, akan terasa sekali sama Lina bagaimana kepala
penis membuka bibir vagina Lina untuk berusaha masuk ke vagina Lina dan
otomatis lubang vagina akan membesar dan vagina bertambah basah
sehingga dengan mudah dan nikmat penis itu akan masuk semuanya ke dalam
vagina Lina, dan yang pasti tidak lama kemudian Lina pasti orgasme. Hal
ini baru satu kali Lina alami dari delapan laki-laki yang pernah
bersetubuh dengan Lina", ungkap Lina, seorang asisten front office
manajer sebuah hotel berbintang di Bandung berumur 25 tahun.
"Lelaki dewasa itu menurut saya adalah manusia yang kadang-kadang
sering bersikap bodoh dan menyakitkan, tetapi mereka sama sekali tidak
menyadarinya. Salah satu ungkapan kebodohan dan sikap laki-laki yang
menyakitkan itu aku peroleh dari pacarku sendiri. Dan dia sendiri sama
sekali tidak menyadarinya. Kejadiannya sewaktu aku masih berumur 18
tahun dimana pacarku waktu itu berumur 25 dan sudah bekerja. Masa
pacaranku pada waktu itu memasuki usia 2 tahun, dan di suatu malam
akhirnya pertahananku jebol juga, keperawananku berhasil diambilnya.
Usai dia memerawaniku, dia bertanya kepadaku, "Apakah aku masih sakit
dan apakah aku menyesal telah melakukannya". Pertanyaan ini terasa
buatku sangat menyakitkan dan di mataku rasanya dia menjadi sangat
bodoh sekali dengan melontarkan pertanyaan semacam itu. Karena, kalau
aku jawab bahwa aku menyesal telah melakukannya, dia sudah pasti tidak
dapat berbuat apa-apa karena keperawananku sudah robek. Sama saja
sewaktu penisnya masih belum dapat menembus keperawananku dia sempat
bertanya, "Apakah aku merasa sakit?", tapi tanpa menunggu jawabanku
tetap saja dia melakukannya. Seharusnya dia sebagai pacarku dan juga
bagi laki-laki serta laki-laki lainnya yang telah berhasil merenggut
keperawanan pacarnya tidak usah bertanya semacam itu, tapi cukup dengan
memeluk dan mengatakan bahwa dia sangat mencintaiku dan akan
bertanggung jawab atas segala akibat dari apa yang telah kita lakukan
berdua", ungkap Ika, seorang mahasiswi berumur 21 tahun.
"Meskipun sempat ragu-ragu karena takut merasa sakit, tapi Desi
pernah minta pacar Desi untuk mencoba menyetubuhi anus Desi. Pacar Desi
mengerti gelagat bahwa meskipun itu keinginan Desi sendiri tapi dia
tahu bahwa sebenarnya Desi masih ragu-ragu untuk melakukannya. Tapi
ternyata pacar Desi bisa menyetubuhi anus Desi hampir tanpa
meninggalkan rasa pedih sedikitpun, malah sebaliknya, Desi memperoleh
kepuasan yang luar biasa sekali. Pertama yang dia lakukan adalah
memberi pelicin (vaseline) di penisnya dan juga di sekitar maupun di
lubang anus Desi. Setelah penisnya berada di posisi bibir anus Desi dia
sama sekali tidak melakukan tekanan, tapi justru dia yang menyuruh Desi
mendorong pantat Desi ke belakang sehingga kontrol untuk mengatasi rasa
sakit sepenuhnya ada pada Desi. Dengan perlahan-lahan, kadang-kadang
berhenti dulu kalau terasa sedikit pedih, penis pacarku itu akhirnya
masuk semua ke dalam anus Desi.
Tanpa rasa pedih atau sakit yang berlebihan seluruh batang penis
pacarku telah tertanam di dalam anus Desi, yang ada hanya rasa nikmat.
Dengan tangannya dia meraih vibrator yang telah disiapkan, dan
dibenamkannya vibrator tersebut ke vagina Desi. Pacar Desi tetap diam
tidak melakukan gerakan, dan gelinya gelitikan vibrator di dalam vagina
Desi mulai membuat Desi bergerak, setiap gerakan Desi melawan vibrator
menimbulkan gerak balik terhadap pantat Desi, dan otomatis anus Desi
bergerak naik turun menggesek penis pacar Desi. Adegan ini tidak
bertahan lama karena Desi tidak mampu untuk menahan rasa nikmat yang
Desi alami. Desi mencapai orgasme yang menurut Desi, belum pernah Desi
rasakan sebelumnya. Ternyata kalau laki-laki itu mengerti soal
persetubuhan, banyak cara yang dapat diberikannya untuk memuaskan
wanita. Dengan pengalaman itu, Desi makin sayang sama dia dan tidak
pernah punya pikiran untuk mencoba penis yang lain selain penis pacar
Desi", ungkap Desi seorang foto model berumur 23 tahun.
"Suami Hani termasuk suami yang termasuk cepat klimaks, sehingga
Hani sering sekali kecewa. Setelah dia klimaks, dia malah tidak ada
usaha sedikitpun untuk melakukan sesuatu agar Hani dapat juga mencapai
kepuasan kalau bersetubuh dengan dia. Pada suatu malam, dia mengajak
Hani bersetubuh dan tentunya sebagai istri Hani selalu siap untuk
melayaninya. Diluar kebiasaannya, malam itu dia kuat sekali
bersetubuhnya, Hani jadi bertanya-tanya, bagaimana mungkin suami Hani
dalam soal bersetubuh dapat berubah begitu drastis menjadi laki-laki
yang perkasa, padahal selama dua tahun usia perkawinan kita, paling
lama dia hanya mampu bertahan 3-5 menit saja. Malam itu beberapa kali
Hani mencapai orgasme.
Dua hari kemudian kita bersetubuh lagi, sewaktu pemanasan Hani
hisap penisnya, terasa bau dan sedikit pedas rasa penisnya di mulut
Hani. Mulut Hani terasa tidak nyaman sama sekali dan birahi Hani
langsung turun drastis. Teka-teki yang ada di benak Hani terjawab
sudah, ternyata penis suami Hani sebelum bersetubuh telah diolesi
dengan semacam obat yang mampu menimbulkan rasa kebal. Malam itu,
meskipun dia mampu bertahan lebih dari 30 menit, Hani tetap tidak dapat
mencapai orgasme, vagina Hani sampai pedih menahan gesekan penisnya,
karena cairan vagina Hani sudah mengering tetapi dia masih saja
menyetubuhi Hani. Pemakaian obat semacam itu sangat mengganggu pikiran
Hani, dan semakin lama dia menyetubuhi Hani, semakin terasa bahwa
vagina Hani bukan sedang dimasukin penisnya tetapi merasa sedang
ditusuk-tusuk oleh sebuah benda mati. Hani tidak ada gairah lagi,
karena Hani punya perasaan bahwa apapun tingkah dan gaya Hani
bersetubuh tidak akan ada artinya kalau yang dihadapi adalah penis yang
tidak mempunyai rasa sensitifitas, hanya akan membuat Hani lelah tidak
berujung saja.
Malam itu, acara bersetubuh kita terasa buat Hani sebagai sebuah
siksaan, berakhir dengan meninggalkan kesan sangat buruk terhadap penis
suami Hani. Perlu untuk diketahui oleh para lelaki, bahwa pemakaian
obat semacam itu belum tentu akan mampu menghasilkan orgasme yang indah
bagi pasangannya, contohnya seperti apa yang aku alami dengan suamiku
sendiri. Lebih baik meminta saran dokter atau yang memang ahli di dalam
bidang seksual untuk berkonsultasi bagaimana caranya untuk mengatasi
masalah ejakulasi dini yang kalian hadapi", ungkap Hani seorang ibu
rumah tangga berusia 38 tahun.
"Pada umur 17 tahun, Winda diperawanin oleh pacar Winda, pada waktu
itu umur dia adalah 22 tahun. Sedikit rasa sakit yang Winda alami
adalah sewaktu unjung penis pacar Winda menekan untuk berusaha masuk ke
vagina Winda. Setelah ujung penisnya berhasil masuk, pacar Winda tidak
kesulitan untuk menekan masuk seluruh batang penisnya ke vagina Winda
tanpa menimbulkan rasa sakit sedikitpun di vagina Winda. Gerakan dan
goyangan Winda muncul secara tidak terkontrol akibat rasa nikmat
merasakan goyangannya. Setelah selesai kita bersetubuh, beberapa saat
pacar Winda termenung seolah-olah memikirkan sesuatu. Akhirnya dia
berkata bahwa dia merasa heran bahwa Winda tidak menjerit dan tidak
mengeluarkan setitik daraHPun sewaktu diperawanin malah menurutnya
Winda bergoyang liar menikmatinya. Winda merasa sakit hati dan sedih
sekali dituduh bahwa Winda sudah biasa bersetubuh, padahal itu adalah
yang pertama kalinya Winda bersetubuh.
Winda jelaskan kepada pacar Winda bahwa kejadian bersetubuh yang
tadi itu adalah yang pertama buat Winda. Tapi kelihatannya pacar Winda
tidak begitu mempercayainya. Padahal Winda sendiri tidak yakin dan
tidak tahu kalau dia itu masih benar-benar jejaka dalam artian belum
pernah bersetubuh sama sekali sebelumnya. Sejak kejadian itu pacar
Winda makin aneh kelakuannya, dan akhirnya hubungan kita putus.
Meskipun hati Winda begitu sedih dan sulit untuk menerimanya, tetapi
akhirnya Winda justru merasa bersyukur putus hubungan dengan dia.
Karena dari sikapnya tersebut Winda dapat mengambil sebuah kesimpulan
bahwa dia tidak sepenuhnya mencintai Winda. Dia hanya mencintai selaput
dara Winda tetapi tidak mencintai Winda secara keseluruhan. Lelaki
semacam pacar Winda ini sebaiknya dijauhi oleh para wanita. Lelaki
semacam ini egonya sangat tinggi, sehingga kalaupun dipaksakan terus
untuk menjadi pacar atau suami kelakuannya kelak hanya akan membuat
kita sebagai wanita tersiksa batin saja. Kalau seorang laki-laki
betul-betul tulus mencintai seorang wanita, tentunya dia akan mencintai
wanita tersebut secara keseluruhannya. Apalagi dalam hal ini Winda
telah menjelaskan kepadanya bahwa dia adalah laki-laki yang pertama
bersetubuh Winda", ungkap Winda, seorang wanita yang baru lulus SMU
berumur 18 tahun.
"Usia perkawinanku sekarang telah memasuki tahun ketujuh dan aku
sendiri sekarang berumur 35 tahun. Hubungan seksual tadinya berjalan
normal dan memuaskan bagi diri dan suamiku, tetapi dalam 5 bulan
terakhir ini aku hampir tidak pernah lagi dapat mencapai orgasme.
Mungkin hal ini disebabkan oleh rasa jenuh dan bosan akibat dari acara
bersetubuh yang selalu monoton kurang variasi, karena suamiku tidak
memiliki inisiatif untuk lebih menghidupkan lagi acara persetubuhan
kita. Tanpa direncanakan aku terlibat penyelewangan dengan teman
suamiku. Dari penampilan wajah maupun postur fisiknya dia jauh di bawah
suamiku, tapi kalau dia bersetubuh aku, dia dapat memberikan apa yang
aku tidak peroleh dari suami sendiri. Dengan telaten dan sabar dia
menuntunku untuk melakukan apa saja yang aku sukai selama bersetubuh.
Hasilnya, aku sangat tergantung sekali kepada dia dalam hal bersetubuh,
dan dia tergantung padaku dalam hal materi. Buatku tidak menjadi
masalah. Materi aku dapat minta dengan mudah kepada suamiku. Penis dia
sendiri ukurannya lebih kecil dari suamiku, tapi cara dia menuntun aku
untuk mencapai orgasme luar biasa sekali, tidak jarang aku dapat
mencapai orgasme lebih dari tiga kali dalam satu kali acara bersetubuh
dengan dia.
Dampak lainnya, setiap aku bersetubuh dengan suamiku sendiri aku
dapat kembali mencapai orgasme, hal ini disebabkan karena akau selalu
membayangkan goyangan dia selama akau bersetubuh dengan suamiku. Buat
para lelaki/suami jadikanlah pengalamanku ini untuk menjaga agar
pacar/istri itu tidak mencari penis lain dengan jalan selalu berusaha
untuk memahami keinginan wanita dalam hal bersetubuh. Wanita sulit
untuk mengutarakan keinginannya yang macam-macam dalam hal bersetubuh
karena rasa malu dan takut kalau dicap yang tidak-tidak. Tawaran dan
inisiatif melakukan variasi baru dalam hal bersetubuh sebaiknya datang
terlebih dahulu dari pihak laki-laki. Kalau hanya sekedar memasukkan
penis ke dalam vagina, aku kira hampir semua lelaki tidak perlu
belajar, secara alami pasti bisa. Yang perlu dipelajari oleh para
lelaki adalah bagaimana caranya agar selalu dapat memberikan suasana
dan variasi baru pada setiap kesempatan bersetubuh, dimana
variasi-variasi tersebut juga dapat diterima oleh pasangannya sehingga
acara bersetubuh tersebut tetap diliputi rasa gairah, tidak monoton dan
membosankan untuk dilakukan", ungkap Eli, seorang ibu rumah tangga
berumur 35 tahun.
Semoga artikel ini menambah pengetahuan bagi laki-laki bagaimana
cara memuaskan wanita yang kita cintai, sehingga wanita tersebut tambah
cinta pada kita dan tidak akan pernah berpaling kepada laki-laki lain.
TAMAT
| Title | Author | Views |
| Pengalaman Seorang Istri 01 |
tumbuhlagi@yahoo.com |
66,327 |
| Masturbasi Dan Anal Seks |
alvin_sakura@yahoo.com |
60,669 |
| Pijat Clitoris - 1 |
deknas@yahoo.com |
39,221 |
| Rangsangan dan Orgasme |
katon_sh@yahoo.com |
33,881 |
| Tentang Ereksi dan Ukuran Penis |
tedi_brawijaya@yahoo.com |
33,616 |
| Teknik Membuat Wanita Multi Orgasme |
Cerita Erotis |
29,605 |
| Pengalaman Seorang Istri 03 |
tumbuhlagi@yahoo.com |
27,810 |
| G-Spot (Zone 'X' Wanita) |
Artikel Sex |
26,692 |
| Pengalaman Seorang Istri 02 |
tumbuhlagi@yahoo.com |
25,215 |
| Panduan Mainan Nikmat |
Artikel Sex |
19,753 |
| 10 Mitos vs Fakta Tentang Seks - 1 |
apineraka666@yahoo.com |
17,615 |
| Bangkitnya Gairah dan Kenikmatan |
Artikel Sex |
15,102 |
| Panduan Permainan Belakang |
Artikel Sex |
14,015 |
| Posisi Enam Sembilan |
roxane@operamail.com |
12,554 |
| Andai Aku Tahu |
friends_jkt@yahoo.com |
10,586 |
|
|
|
|
|
|
|