|
|
Sambungan dari bagian 02 Tentang Masturbasi dan Orgasme Sejak berpacaran dan bercumbu dengan Abang, aku mulai seringkali merasa
gairah seksualku meningkat. Aku sering merasa ingin dipeluk, dicumbu
dan melakukan kontak seksual dengan Abang. Aku seringkali berpikir
bercumbu dengan Abang dan aku bermasturbasi. Banyak cara bermasturbasi,
Abang mengajariku berbagai macam cara bermasturbasi, tapi aku lebih
senang memeluk bantal guling, dengan aku berada di atas guling, aku
menggerak-gerakkan pinggulku menggesekkan klitoris pada bantal guling
sampai orgasme. Posisi seperti menunggang kuda ini memang amat sering
membuatku orgasme. Hampir 90% orgasmeku, baik masturbasi maupun kontak
seksual dengan Abang aku dapatkan dengan posisi seperti ini. Posisi ini
memang memungkinkan aku menentukan sendiri daerah mana yang lebih enak
digesekkan, dan seberapa besar gesekan yang pas.
Dalam bermasturbasi, aku selalu membayangkan Abang di bawah, dan
aku berada di atasnya. Aku juga pernah mencoba menggunakan shower air
hangat, rasanya menyenangkan dan mengasyikan, tapi tekanan air aku
anggap masih kurang pas buatku, aku tidak dapat orgasme dengan
menggunakan teknik pancuran ini. Aku juga tidak suka menggunakan
tangan, karena kurang nyaman bila memegang daerah klitoris.
Aku menyesal baru mengetahui masturbasi setelah mengenal Abang.
Karena jika aku sudah mengenal masturbasi sejak dulu, tentunya aku
lebih dulu merasakan kenikmatan ini. Saat ini, aku terus melakukannya
bila kangen dengan Abang, hasratku meninggi. Apalagi aku dan Abang
berada di lain kota, maka masturbasi memang jalan keluar yang terbaik
untuk melepas keinginan seksualku. Terkadang aku menjadi sangat
terangsang bila Abang mengatakan di telepon bahwa batang kemaluannya
sedang ereksi, atau Abang sedang merayu-rayuku. Setelah meneleponku,
aku mulai merangsang klitorisku dengan menggesek-gesekkan daerah
kelaminku ke bantal guling.
Tidak seperti wanita lain yang kubaca di literatur atau buku-buku,
aku adalah wanita yang cepat sekali mendapat orgasme. Dengan Abang, aku
hampir selalu orgasme, apalagi dengan posisi aku berada di atas. Aku
selalu merasakan puncak kenikmatan seksual yang amat sangat
menyenangkan bila kontak seksual dengan posisi ini. Dalam satu kali
melakukan kontak seksual ataupun masturbasi, aku hanya bisa orgasme
satu kali. Sulit sekali untuk mendapatkan orgasme yang kedua apalagi
ketiga. Aku harus menunggu lama sekali, biasanya melakukan aktivitas
dulu baru bisa orgasme lagi. Itupun hanya satu kali. Tetapi bagiku ini
bukan suatu masalah. Aku sudah cukup beruntung dapat menikmati
kenikmatan surgawi yang luar biasa hampir di setiap kontak seksual.
Aku tidak dapat membayangkan wanita lain yang tidak pernah
mengalami orgasme, aku tidak dapat membayangkan kehidupan seksual
mereka yang kurang menyenangkan. Bagiku orgasme adalah sangat penting.
Ada hal penting yang menggoda diriku, bahwa aku tidak pernah
mengeluarkan cairan saat orgasme. Memang kemaluanku terasa basah bila
terangsang, akan tetapi tidak pernah mengeluarkan cairan seperti
layaknya Abang mengeluarkan sperma saat ejakulasi. Namun aku selalu
merasakan kepuasan yang luar biasa saat aku orgasme. Menurut Abang hal
itu biasa pada wanita, bahkan menurut Abang, pacar-pacarnya dulu juga
tidak pernah ejakulasi ketika orgasme.
Hal lain yang aku sering lakukan adalah bahwa memang aku seringkali
tidak membutuhkan atau tidak menginginkan orgasme pada setiap kontak
seksual, terkadang aku hanya ingin melayani Abang. Hal ini tampaknya
sulit dimengerti oleh Abang. Abang seringkali memaksakan diri agar aku
mengalami orgasme setiap melakukan kontak seksual. Padahal, terkadang
aku sangat puas hanya dengan melayani Abang, bukan kepuasan seksual,
tapi kepuasan psikologis dapat melayani dan memberikan kepuasan surgawi kepada pasangan yang amat kusayangi.
Keperawanan dan Hubungan Seksual Aku selalu berusaha menjaga keperawananku. Aku berprinsip bahwa aku
tidak ingin melakukan hubungan seksual sebelum menikah. Aku ingin
memberikan kesucianku kepada suamiku. Keinginanku hanya setengah
terkabul. Memang yang memerawaniku adalah Abang, akan tetapi sebelum
pernikahan, kira-kira 5 minggu sebelum pernikahan kami. Saat itu kami
sedang melakukan petting seperti biasa. Sebelum petting kami berdiskusi
tentang malam pengantin kami, keperawanan dan impian kami dalam
menikmati malam pertama. Aku menceritakan ketakutanku menghadapi malam
pertama. Aku tidak dapat membayangkan batang kemaluan Abang (yang
menurut ukuranku besar) akan memasuki kewanitaanku yang sangat kecil.
Aku juga membayangkan kalau batang kemaluan Abang yang keras memasuki
lubang kewanitaanku, tentunya menyakitkan.
Aku banyak mendengar dari teman-teman kuliah yang sudah menikah,
atau dari pengalaman orang lain bahwa hubungan seksual pertama kali
akan menyakitkan, ada yang sampai tidak bisa berjalan, sakit selama
satu bulan, dan lain-lain. Ketakutan itu begitu menghantui diriku. Di
satu sisi, aku memang amat ingin merasakan hubungan seksual yang
menurut banyak orang begitu nikmat, akan tetapi aku takut untuk
melakukan yang pertama. Jika Abang bertanya kepadaku, apakah aku ingin
melakukan hubungan seksual di malam pertama atau tidak, aku bingung.
Aku sempat mengatakan sebetulnya aku ingin sudah tidak perawan saat
malam pertama, agar aku dapat menikmatinya tanpa sakit.
Rupanya Abang salam paham dengan pernyataanku ini. Maka pada malam
itu, ketika petting, Abang bertanya apakah batang kemaluannya boleh
dimasukkan. Aku saat itu ragu-ragu, antara ingin dan tidak. Aku tidak
mengatakan apa-apa, tapi tidak lama setelah batang kemaluan Abang
menggesek-gesek kemaluanku dari luar, aku merasakan sesuatu yang
memasuki lubang kewanitaanku. Agak nyeri, dan aku tahu bahwa Abang
telah memasukkan batang kemaluannya ke dalam liang kewanitaanku.
"Abang..! Jangan Abang.." Bisikku saat itu, Abang seolah tidak
mendengar dan aku merasakan batang kemaluannya semakin dalam masuk ke
dalam liang senggamaku seiring dengan gerakan pinggul Abang. Aku
menolak Abang, saat itu kuputuskan aku tidak ingin melakukannya dahulu,
dan aku merasakan sakit pada lubang kewanitaanku.
Karena aku mendorongnya, aku merasakan batang kemaluannya tercabut
dari liang kewanitaanku. Agak nyeri, ada perasaan seperti benda yang
memaksa masuk, dan ada sensasi seperti (maaf) saat kotoran yang keluar
di saat buang air besar, tapi sensasi ini di lubang kewanitaanku. Abang
tetap memeluk, dan saat itu bersamaan dengan orgasmenya. Aku merasa
lega, karena bersamaan dengan Abang orgasme. Aku pun memeluknya dengan
erat.
Setelah Abang melepaskan diri, karena ingin membersihkan tumpahan
sperma di kasur, aku melihat ada tetesan darah di paha dan rambut
kemaluanku, dan juga di sprei bersama tumpahan sperma Abang. Saat itu
aku berpikir bahwa aku dapat haid, karena memang sudah saatnya aku
datang bulan. Rangsangan seksual tentunya membantu keluarnya darah,
pikirku. Segera Aku membersihkan noda darah di sprei dan di sekitar
kemaluanku dengan tissue, Kemaluan Abang juga aku bersihkan dengan
tissue. Saat itu masih terasa sensasi adanya barang yang masuk di
kemaluanku walaupun sudah tidak ada apa-apa lagi.
Setelah bersih-bersih, dan menghabiskan waktu, sore hari aku
memeriksa pembalut wanitaku. Ternyata tidak ada lagi darah keluar.
Padahal biasanya pendarahan di hari pertama lumayan banyak. Aku
menyampaikan hal ini ke Abang. Abang hanya terdiam, dan dia mengatakan
bahwa ada kemungkinan aku sudah tidak perawan lagi.
Aneh, aku tidak merasa menyesal, sedih, atau apapun. Aku hanya
berpikiran bahwa kalaupun itu adalah darah perawanku, aku tidak
menyesal karena aku berikan kepada Abang, yang saat itu sudah kuanggap
sebagai suami (karena tinggal 5 minggu lagi kami akan menikah). Aku
hanya khawatir bahwa darah tersebut bukan karena sobeknya selaput dara,
akan tetapi karena gangguan dalam rahimku. Pikiran ini terus menghantui
diriku sampai seminggu setelah itu. Untungnya Abang bisa meyakinkanku
bahwa bukan kelainan, akan tetapi akibat sobeknya selaput
keperawananku. Kami sepakat bahwa akan kita lihat pada malam pertama.
Jika ternyata aku tidak berdarah lagi, berarti itu adalah akibat
sobeknya selaput dara, akan tetapi bila berdarah, ada kemungkinan dari
sebab lain. Kami sangat berdebar menunggu hari H. Sampai hari H, kami
tidak pernah melakukan lagi, bahkan petting pun jarang kami lakukan.
Selain sibuk, aktifitas seksual kami lakukan hanya dengan melakukan
petting saja.
Tidak terasa, hari yang ditunggu tiba. Acara pernikahan berlangsung
lancar. Aku begitu terharu, begitu juga Abang. Malam pertama kami
lewatkan di sebuah hotel. Kami merasa senang sekali, saat mandi, kami
mandi berdua, saling menyabuni satu sama lain, begitu menyenangkan.
Saat itu juga kami saling mencukur bulu kelamin satu sama lain sampai
benar-benar mulus (namun kami berdua sepakat bahwa kami tidak akan
mencukur lagi sampai mulus karena amat sangat tidak nyaman ketika
rambut-rambut itu tumbuh kembali).
Setelah acara dengan keluarga terdekat selesai dan kami kembali ke
hotel, Aku langsung memeluk Abang, mencium pipinya. Berjuta perasaanku
saat itu, senang, takut, terharu, lelah, namun ada hal yang amat
kusukai, bahwa akhirnya kami berdua bisa menikah dan menjadi
suami-isteri. Aku memaksa Abang untuk melakukan malam pertama kami malam itu, semula Abang mengalah dan tidak ingin aku terpaksa
karena lelah. Tapi aku memaksa karena aku tidak ingin suamiku tidak
merasakan malam pertama, yang ditunggu-tunggu. Abang kemudian
mencumbuku, setelah batang kemaluannya tegak sempurna dan sangat keras
(hasil latihannya sebelum menikah membuat batang kemaluannya keras luar
biasa. Aku sempat takut tapi terkagum-kagum).
Sebelum memasukkan batang kemaluannya, aku menuangkan sedikit baby
oil ke lubang kenikmatanku, dan aku juga menuangkannya di batang
kemaluan Abang (baby oil ini ide Abang, supaya aku tidak merasa sakit
saat pertama kali berhubungan seksual, karena menurut Abang, sakit atau
tidak tergantung dari lubrikasi lubang kemaluan). Aku menutup mataku,
dan berdebar, sangat takut. Berjuta perasaan ada dalam pikiranku, namun
aku berusaha tetap tampak tenang. Tidak lama kemudian, aku merasakan
batang kemaluan Abang menyentuh bibir kemaluanku. Dimain-mainkannya
ujung batang kemaluan di bibir kewanitaanku. Aku menjadi semakin
senewen. Saat itu Abang terus menciumi pipi, leher, kuping sambil terus
memainkan ujung batang kemaluan di bibir kemaluanku. Aku menjadi
bernafsu, dan mulai mengulum bibir Abang.
Tidak lama kemudian, aku merasakan kemaluanku terasa sedikit panas,
dan penuh saat batang kemaluan Abang memasuki lubang kemaluanku. Aku
tersentak, ingin rasanya mendorong Abang. Untung tidak aku lakukan, aku
malah memeluknya keras. Namun aku tidak dapat menahan rintihanku. Aku
hampir menangis ketika Abang berhenti melakukannya dan berkata ingin
mencabut kalau aku merasa sakit (Abang begitu perhatian dan sayang
padaku, sampai-sampai Abang mau berhenti melakukan kenikmatan malam
pertama untukku). Aku begitu terharu, dan aku memintanya untuk
meneruskannya. Aku tidak dapat menikmati malam pertamaku. Sakit, dan
ada sensasi seperti saat membuang air di kemaluanku saat batang
kemaluan Abang keluar masuk. Aku tidak orgasme selama dua malam, tapi
aku sangat puas.
Dari malam pertama aku tahu bahwa selaput daraku sudah sobek 5
minggu sebelum pernikahan. Rasa sakit, sepertinya bukan karena sobeknya
selaput dara, akan tetapi karena belum terbiasanya lubang kewanitaanku
menerima batang kemaluan dan lubrikasi yang kurang.
Hari ketiga, ketika sudah kesekian kalinya kami melakukan hubungan
badan, aku mendapatkan orgasme pertamaku yang aku dapat saat melakukan
hubungan seksual. Seperti biasa, aku mencapai kenikmatan luar biasa
tersebut dengan posisiku di atas. Ada sensasi yang sangat berbeda
ketika aku orgasme dengan adanya batang kemaluan yang masih berada
dalam liang senggamaku, luar biasa. Sejak saat itu, aku sudah mulai
menyukai, amat menyukai, bahkan tergila-gila melakukan hubungan seksual
dengan Abang. Begitu menyenangkan dan nikmat sekali. Aku pun lama-lama
dapat berhubungan seksual tanpa harus menggunakan baby oil. Saat ini
sudah beberapa posisi yang kami coba. Dari semua posisi, aku sangat
menyukai dua posisi Missionary: Abang di atas dan memelukku, atau aku
di atas dan memeluk Abang dari atas. Posisi terakhir ini yang pasti
membuatku orgasme.
Hasil latihan Abang memperkeras batang kemaluannya dan menahan
orgasme membuatku sangat tergila-gila untuk selalu melakukan hubungan
seksual. Saat aku tidak bersama Abang, biasanya aku bermasturbasi dan
membayangkan saat batang kemaluan Abang memasuki lubang kewanitaanku.
Sungguh, menurutku tidak ada hal lain yang amat menyenangkan diriku
saat aku orgasme ketika melakukan hubungan seksual dengan Abang.
Latihan Keggel yang kujalani ternyata dapat membantuku mencapai orgasme
dan juga menurut Abang menambah nikmat hubungan seksual ketika aku
melakukan kontraksi otot-otot yang aku latih dengan latihan Keggel.
Aku saat ini merasa bahwa aku adalah wanita paling bahagia di
dunia, karena aku mempunyai suami yang baik, pengertian, sabar, dapat
memenuhi nafsu seksualku yang tidak pernah padam, dan aku termasuk di
antara sedikit wanita yang pernah dan sering mengalami orgasme ketika
berhubungan seksual. Oleh karena itu, bila anda ingin bertanya, berbagi
pengalaman, ingin tips-tips, kritik dan lainnya, silakan Anda
menghubungi saya atau suami saya melalui e-mail. Kami berdua akan
sangat senang berkomunikasi dengan Anda semua. Semoga tulisan ini dapat
berguna.
TAMAT
| Title | Author | Views |
| Pengalaman Seorang Istri 01 |
tumbuhlagi@yahoo.com |
66,347 |
| Masturbasi Dan Anal Seks |
alvin_sakura@yahoo.com |
60,691 |
| Pijat Clitoris - 1 |
deknas@yahoo.com |
39,231 |
| Rangsangan dan Orgasme |
katon_sh@yahoo.com |
33,885 |
| Tentang Ereksi dan Ukuran Penis |
tedi_brawijaya@yahoo.com |
33,619 |
| Teknik Membuat Wanita Multi Orgasme |
Cerita Erotis |
29,607 |
| G-Spot (Zone 'X' Wanita) |
Artikel Sex |
26,703 |
| Pengalaman Seorang Istri 02 |
tumbuhlagi@yahoo.com |
25,216 |
| Pengakuan Wanita |
Artikel Sex |
24,371 |
| Panduan Mainan Nikmat |
Artikel Sex |
19,756 |
| 10 Mitos vs Fakta Tentang Seks - 1 |
apineraka666@yahoo.com |
17,616 |
| Bangkitnya Gairah dan Kenikmatan |
Artikel Sex |
15,105 |
| Panduan Permainan Belakang |
Artikel Sex |
14,016 |
| Posisi Enam Sembilan |
roxane@operamail.com |
12,555 |
| Andai Aku Tahu |
friends_jkt@yahoo.com |
10,586 |
|
|
|
|
|
|
|