|
|
Pria Rangsangan pada pria dimulai dari pandangan. Pria mengalami stimulus/rangsangan karena melihat sesuatu yang sensual
dan erotis dari lawan jenisnya, baik itu berupa image/penglihatan,
maupun gerakan yang menimbulkan imajinasi bagi seorang pria. Jadi yang
mulai bekerja adalah syaraf penglihatan. Rangsangan pada pria ditandai
dengan ereksi pada Penis yang menegang akibat dari aliran darah yang
berjalan cepat dan dihambat oleh beberapa pembuluh darah fleksibel pada
penis, sehingga dia dapat berfungsi sebagai katup yang menghambat
aliran darah dan berakibat tekanan darah pada penis mengalami kenaikan
yang cukup besar, sehingga penis terkesan menegang akibat tekanan darah
di lokal penis, juga nampak memerah.
Wanita Rangsangan pada wanita dimulai dari sentuhan. Wanita mengalami stimulus karena sentuhan, jadi yang mulai bekerja
adalah syaraf perabaan(kulit). Sentuhan dan rabaan yang halus pada
bagian-bagian tertentu (payudara, klitoris, bawah telinga dan
sebagainya dari wanita akan menimbulkan rangsangan yang hebat pada
wanita. Sama seperti pria, tekanan darah akan meningkat tetapi tidak
menimbulkan tekanan lokal tetapi hampir ke seluruh tubuh, sehingga
rangsangan dirasakan hampir sekujur tubuh. Tekanan lokal meningkat
hanya sedikit pada puting payudara dan pada bibir vagina, sehingga
puting akan mengeras, dan pada vagina akan berubah warnanya menjadi
merah seperti membara akibat tekanan darah merangsang kelenjar untuk
memproduksi cairan pada vagina, sehingga akan terkesan memerah dan
lembab.
Waria Rangsangan pada Waria adalah kombinasi dari keduanya. Pada
hakekatnya waria adalah pria, sehingga stimulus masih dimulai dari
pandangan dan ditambah dari sentuhan. Sentuhan akan berperan pada waria
apabila waria telah memiliki kelebihan hormon estrogen, sehingga
mempengaruhi metabolisme tubuh yang secara fisik ditandai dengan
pembesaran payudara, pembesaran pada pinggul dan sebagainya. Pembesaran
pada payudara akan diikuti pada pembesaran pada puting payudara.
Sedangkan puting yang besar mempunyai sel-sel stimulator (sensor)
perasa yang makin banyak berlipat-lipat jumlahnya, sehingga menimbulkan
efek rangsangan yang sangat besar dibandingkan pada pria.
Jadi pada waria selain dia dapat merasakan rangsangan yang
diakibatkan oleh pandangan mata, juga rangsangan akibat pada sentuhan
seperti yang dirasakan oleh wanita. Waria merasakan stimulus/rangsangan
dari penglihatan akan mempengaruhi ereksi pada penisnya, jadi
rangsangannya tidak akan terasa sampai ke sekujur tubuh, tetapi
rangsangan yang didapat akibat dari sentuhan yang sensual akan
mengakibatkan selain ereksi pada penis juga akan merasakan rangsangan
sampai sekujur tubuh seakan akan mulai dari ujung kuku sampai ujung
rambut.
Sentuhan yang sensual pada payudara akan menyebabkan rangsangan
sperti masuk ke dalam dada dan tulang belakang, persis seperti yang
dirasakan oleh wanita apabila terangsang. Pengaruh tersebut diduga dari
hasil kerja hormon estrogen yang berlebih, sehingga mempengaruhi
pekerjaan kelenjar-kelenjar seperti pada wanita kecuali pada vagina,
karena waria tidak memiliki vagina. Meskipun pada sebagian waria sudah
melakukan operasi kelamin, tetapi tetap vagina milik waria tidak
memiliki kelenjar seperti pada wanita, karena vagina pada waria adalah
penis yang dimodifikasi sedemikian rupa sehingga bentuknya seperti
vagina.
Orgasme Pada Pria Pria mengalami orgasme akibat jumlah sperma dalam kelenjar testis
mengalami peningkatan jumlah yang sangat besar. Orgasme pada pria
ditandai dengan menyemburnya sperma dari penis yang keluar secara
bergelombang (berdenyut-denyut) sesuai dengan tekanan darah.
Pengeluaran sperma diakibatkan oleh stimulus yang kuat, sehingga otak
pada pria mendorong bagianbagian tubuh untuk membantu
menggosok-gosokkan kepala penis sehingga terjadi peningkatan tekanan
pada kelenjar testis sampai suatu keadaan seperti katup yang dibuka.
Jadi setelah tekanan sperma cukup besar, katup dibuka sehingga sperma
menyembur.
Setelah sperma menyembur habis, maka akan mempengaruhi pembuluh
darah pada penis yang kemudian mulai membuka, sehingga katup pembuluh
darah ikut terbuka dan darah yang mengalir pada penis kembali normal
dan penis akan semakin melemah dan terkulai. Pria merasakan orgasme
terasa puas setelah sperma menyembur keluar dan habis. Tetapi yang
dirasakan Pria adalah denyutan hanya pada sekitar penis, tidak pada
sekujur tubuh. Biasanya pria berkelojotan seperti sekarat tetapi yang
dirasakan adalah pada sekitar penis, buah kemaluan dan sekitar perut.
Orgasme Pada Wanita Wanita mengalami orgasme akibat rangsangan yang hebat dan terasa di
sekujur tubuh. Puncak sensitifitas rangsangan ada pada klitoris dan
puting payudara. Pada waktu menjelang orgasme, datangnya stimulus pada
klitoris datang seperti gelombang yang silih berganti, sehingga wanita
akan berteriak-teriak karena kenikmatan yang dirasakan. Perasaannya
kadang sedikit berkurang atau bahkan kadang menghilang dan timbul lagi,
terutama pada saat berhubungan sex dengan pria. Akibatnya, apabila
pasangan pria tidak pandai membaca situasi dan mengandalikan permainan,
akan berakibat pria sudah mengalami orgasme tetapi wanitanya belum, dan
tentu saja akan menimbulkan kekecewaan pada wanita. Tetapi apabila
wanita telah mencapai orgasme rasanya kenikmatan itu sangat luar biasa,
seakan akan terbang menembus awan dan membelah langit, karena pada saat
wanita mengalami orgasme hampir semua syaraf yang bekerja pada tubuh
wanita berdenyut secara serempak, termasuk syaraf pada otak kecil yang
mempengaruhi keseimbangan tubuh, demikian juga syaraf syaraf pada
tulang belakang ikut berdenyut sehingga sekujur tubuh terasa seperti
terbang ke awang awang.
Secara kasat mata wanita yang sedang orgasme akan bereaksi seperti
mencakar, memeluk erat-erat pasangan sex-nya, bahkan menggigit dan
berteriak. Orgasme pada wanita ditandai dengan keluarnya cairan bening
berasa agak asin dari dalam vagina secara bergelombang sesuai denyut
jantung sedemikian rupa seperti terkencing-kencing, walaupun jumlahnya
tidak sebanyak air kencing tetapi cukup untuk membuat kain sprei
sedikit basah. Sayang sekali tidak semua wanita dapat merasakan orgasme
pada saat berhubungan sex. Berdasarkan survey, wanita yang mengalami
orgasme pada saat berhubungan sex hany 15%. Sedangkan pada pria hampir
100%, karena ada juga pria yang tidak dapat mengeluarkan sperma
meskipun sudah berhubungan berjam-jam, sehingga dapat dikategorikan
sebagai pria yang tidak orgasme.
Orgasme Pada Waria Sebagaimana pada rangsangan, waria adalah pada hakikatnya pria
tetapi tubuhnya sudah dipengaruhi hormon estrogen secara berlebih,
sehingga orgasme pada waria akan seperti pria yang secara fisik
mengalami pengeluaran sperma dari penisnya. Biasanya waktu untuk
mencapai orgasme lebih panjang dibandingkan pada saat dia masih pria
murni. Karena waria memiliki organ-organ tubuh wanita seperti payudara,
puting susu dan kelenjar metabolisme di dalam tubuhnya, maka orgasme
pada waria akan terasa seperti wanita.
Pada saat menjelang orgasme, waria akan mengalami seperti yang
dirasakan oleh wanita, karena semua syaraf dalam tubuhnya akan
berdenyut secara serempak, juga syaraf otak kecil dan tulang belakang,
sehingga membuat kondisi seperti terbang. Hal ini tidak dirasakan oleh
pria dan waria yang belum memiliki payudara, karena payudara adalah
tanda fisik bahwa hormon estrogen dalam tubuh waria telah bekerja dan
berfungsi sebagaimana mestinya. Orgasme pada waria ditandai dengan
menyemburnya sperma pada penis, tetapi waria akan merasakan terbang dan
mencakar lawan bermainnya seperti layaknya wanita.
Penulis belum dapat menceritakan orgasme yang dirasakan oleh waria
yang telah dioperasi kelamin (Post-Operasi), karena belum ada teman
waria yang sudah operasi yang dapat memberikan referensi. Sedangkan
penulis adalah seorang waria yang belum operasi, sehingga dapat
memberikan referensi baik mulai masih menjadi pria dan setelah menjadi
waria.
Kesimpulan Jadi dapat dipakai sebagai kesimpulan awal, bahwa kenikmatan
orgasme yang tertinggi adalah waria (karena merasakan kombinasi
kenikmatan pria dan wanita), dan waria hampir selalu berhasil orgasme
baik dalam kegiatan sex maupun masturbasi.
Sedangkan urutan kedua adalah wanita, karena wanita mengalami
orgasme di sekujur tubuhnya dan dapat berulang beberapa kali dalam satu
kegiatan (hubungan sex ataupun masturbasi), meskipun hanya 15% wanita
yang dapat mengalami orgasme pada saat hubungan sex.
Sedangkan urutan terakhir adalah pada pria, karena hanya merasakan
kenikmatan orgasme hanya pada seputaran penis, tidak pada sekujur tubuh
dan tidak terbang. Dan kenikmatan orgasme hanya sekali dalam satu
kegiatan (hubungan sex dan masturbasi).
SEKIAN
| Title | Author | Views |
| Pengalaman Seorang Istri 01 |
tumbuhlagi@yahoo.com |
66,341 |
| Masturbasi Dan Anal Seks |
alvin_sakura@yahoo.com |
60,679 |
| Pijat Clitoris - 1 |
deknas@yahoo.com |
39,228 |
| Tentang Ereksi dan Ukuran Penis |
tedi_brawijaya@yahoo.com |
33,616 |
| Teknik Membuat Wanita Multi Orgasme |
Cerita Erotis |
29,607 |
| Pengalaman Seorang Istri 03 |
tumbuhlagi@yahoo.com |
27,810 |
| G-Spot (Zone 'X' Wanita) |
Artikel Sex |
26,697 |
| Pengalaman Seorang Istri 02 |
tumbuhlagi@yahoo.com |
25,215 |
| Pengakuan Wanita |
Artikel Sex |
24,370 |
| Panduan Mainan Nikmat |
Artikel Sex |
19,754 |
| 10 Mitos vs Fakta Tentang Seks - 1 |
apineraka666@yahoo.com |
17,616 |
| Bangkitnya Gairah dan Kenikmatan |
Artikel Sex |
15,105 |
| Panduan Permainan Belakang |
Artikel Sex |
14,015 |
| Posisi Enam Sembilan |
roxane@operamail.com |
12,555 |
| Andai Aku Tahu |
friends_jkt@yahoo.com |
10,586 |
|
|
|
|
|
|
|