|
|
Sambungan dari bagian 01 Mas Ferry masih mengerang hebat dengan tubuhnya bergetar-getar
kenikmatan dan aku gigit pentil dadanya, sambil kucakar punggungnya
untuk menahan kenikmatan yang tiada taranya ini. Kuangkat pantatku
pelan-pelan dan masih kulihat sisa-sisa ketegangan di batang kemaluan
Mas Ferry. Setelah itu kami pun terkulai lemas dan tidur sambil batang
kemaluan Mas Ferry masih menancap di memekku. Begitulah hampir selama 2
minggu kami melakukan hubungan seks dan tiba saatnya ketika Mas Ferry
harus berlayar karena masa cutinya sudah habis. Aku mengantar kepergian
suamiku sampai di pelabuhan. Demikian sejak itu, aku harus membiasakan
hidupku dengan jadwal tugas Mas Ferry selang seling pergi bertugas di
Riq dan tinggal di darat, di mana keadaan ini kami jalani hampir 5
(lima) tahun sampai sekarang.
Pada saat ini Mas Ferry sedang bertugas di Riq, sudah hampir 2
minggu aku ditinggal Mas Ferry, besok Mas Ferry akan kembali ke rumah
dan tinggal selama 1 minggu, sudah terbayang dalam benakku, hari-hari
mendatang selama 1 minggu, dimana kami berdua akan berenang dalam madu
kenikmatan untuk memuaskan hasrat pemenuhan kebutuhan seksual kami yang
mengalami puasa selama 2 minggu. Dengan jadwal tugas Mas Ferry seperti
ini, maka hubungan seks kami selalu saja menggebu-gebu, disebabkan
setiap kali kami harus berpuasa selama 2 minggu untuk bertemu dan
saling memuaskan selama 1 minggu. Membayangkan hari esok dan bagaimana
gumulan Mas Ferry, benar-benar telah membuatku sangat terangsang,
memang setiap kepergian Mas Fery, aku benar-benar bertahan untuk tidak
menyalurkan keinginan seksku yang tinggi dengan lelaki lain, karena aku
benar-benar hanya berkeinginan memberikan tubuh dan gairahku pada Mas
Ferry seorang.
Menjelang sore hari, setelah menyediakan makan malam di atas meja,
yang pada saat ini harus kusiapkan sendiri, sebab Mbok Minah, pembantu
setiaku sedang pulang kampung, karena mendadak ada keluarga dekatnya di
kampung yang sakit berat. Aku memberi makan Tarzan anjing herder kami
itu. Telah hampir satu bulan Tarzan tinggal bersama kami, setelah
tuannya yang lama kembali ke Italy. Setelah selesai memberi makan
Tarzan, aku mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi untuk mandi.
Letak kamar mandi tempat aku mandi, nyambung dengan kamar tidur kami.
Setelah selesai mandi, aku mengeringkan tubuhku dan dengan hanya
membungkus tubuhku dengan handuk mandi, aku membuka pintu kamar mandi
dan masuk ke dalam kamar tidur. Di dalam kamar tidur terlihat Tarzan
sedang tiduran di sudut kamar, rupanya dia telah selesai makan dan
masuk ke kamarku untuk tiduran, memang dia senang tidur di dalam kamar
kami yang lantainya dilapisi karpet tebal dan udaranya dingin oleh AC.
Dengan masih dililit handuk, aku duduk di depan meja rias untuk
mengeringkan dan bersisir rambut.
Pada saat itu Tarzan mendadak bangkit dari tidurannya dan berjalan
mondar mandir di dalam ruangan kamar dengan lidahnya terjulur keluar
sambil hidungnya mendengus-dengus, terlihat malam ini Tarzan agak
gelisah, tidak seperti biasa yang selalu tenang tidur di sudut kamar,
malam ini dia mondar mandir dan sekali-sekali matanya yang hitam
kecoklatan melihat ke arahku yang sedang duduk menyisir rambut. Melihat
Tarzan seperti itu, kupikir lebih baik menyuruh Tarzan ke dapur karena
mungkin dia sedang kehausan, jadi aku bangkit berdiri dan berjalan
menuju pintu sambil berkata, "Tarzan! ayoo.. keluar!" pada saat aku
melintas di depan Tarzan, tiba-tiba tanpa aba-aba, kedua kaki depan
Tarzan menggapai dan dengan bertumpu pada kedua kaki belakangnya, kedua
kaki depan Tarzan menekan bagian punggungku, aku mencoba berbalik dan
karena beratnya badan Tarzan, aku terhuyung-huyung dan jatuh telentang
di lantai yang dilapisi karpet tebal. Kedua kaki terpentang lebar,
sehingga handuk yang tadinya menutupi bagian bawahku terbuka, yang
mengakibatkan bagian bawahku terbuka polos di mana kemaluanku dan
bagian pahaku yang putih mulus masih agak basah karena belum sempat
kukeringi dengan betul.
Tarzan dengan cepat berjalan ke arahku yang sedang telentang di
lantai dan sekarang berdiri diantara kedua kakiku yang terbuka lebar
itu. Dengan cepat kepalanya telah berada diantara pangkal pahaku dan
tiba-tiba terasa lidahnya yang kasar dan basah itu mulai menjilati
pahaku, hal ini menimbulkan perasaan yang sangat geli. Aku mencoba
menarik badanku ke atas untuk menghindari jilatan lidahnya pada pahaku,
akan tetapi terdengar suara geraman keluar dari mulutnya dan dengan
masih terus menjilat pahaku. Tarzan menunjukan gigi-giginya yang
runcing, yang membuatku sangat ketakutan sehingga badanku terdiam
dengan kaku. Kedua mataku melotot dengan ngeri melihat ke arah anjing
herder tersebut yang kepalanya berada diantara kedua pahaku. Jilatannya
makin naik ke atas dan tiba-tiba badanku menjadi kejang ketika lidahnya
yang kasar itu terasa menjilat belahan bibir kemaluanku dari bawah
terus naik ke atas dan akhirnya badanku terasa meriang ketika lidahnya
yang besar basah dan kasar itu menyentuh klitorisku dan meggesek dengan
suatu jilatan yang panjang, yang membuatku terasa terbang
melayang-layang bagaikan layang-layang putus ditiup angin.
"Aduuhh!" tak terasa keluar keluhan panjang dari mulutku. Badanku
terus bergetar-getar seperti orang kena setrum dan mataku terus melotot
melihat kearah lidah Tarzan yang bolak balik menyapu belahan bibir
kemaluanku dan dengan tak sadar kedua pahaku makin terbuka lebar,
memberikan peluang yang makin besar pada lidah Tarzan bermain-main pada
belahan kemaluanku. Dengan tak dapat kutahan lagi, cairan pelumas mulai
membanjiri keluar dari dalam kemaluanku dan bau serta rasa dari cairan
ini makin membuat Tarzan makin giat memainkan lidahnya terus menyapu
dari bawah ke atas, mulai dari permukaan lubang anusku naik terus
menyapu belahan bibir kemaluanku sampai pada puncaknya yaitu pada
klitorisku. Ohh.. dengan cepat kemaluanku menjadi basah kuyup oleh
cairan nafsu yang keluar terus menerus dari dalam kemaluanku. Sejenak
aku seakan-akan lupa akan diriku, terbawa oleh nafsu birahi yang
melandaku..akan tetapi pada saat berikut aku sadar akan situasi yang
menimpaku.
"Aduuhh benar-benar gila ini, aku terbuai oleh nafsu karena
sentuhan seekor anjing.. aahh.. tidak.. tidak bisa ini terjadi!",
dengan cepat aku menarik badanku dan mencoba bergulir membalik badanku
untuk bisa meloloskan diri dari Tarzan. Dengan membalik badanku,
sekarang aku merangkak dengan kedua tangan dan lututku dan rupanya ini
suatu gerakan yang salah yang berakibat sangat sangat fatal bagiku,
karena dengan tiba-tiba terasa sesuatu beban yang berat menimpa
punggungku dan ketika masih dalam keadaan merangkak itu aku menoleh
kepalaku ke belakang, terlihat Tarzan dengan kedua kaki depannya telah
menekan punggungku dan kuku-kuku kaki depannya nyangkut pada handuk
yang melilit badanku, badannya yang berat itu menekan badanku. Untung
badanku dililit handuk tebal, kalau tidak pasti punggungku luka-luka
terkena cakaran kuku Tarzan yang tajam dan kuat itu.
Aku mencoba merangkak maju dan berpegang pada tepi tempat tidur
untuk mencoba berdiri, akan tetapi tiba-tiba Tarzan menekan badannya
yang beratnya hampir 60 Kg itu sehingga posisiku yang sudah setengah
berlutut, karena beratnya badan Tarzan, akhirnya aku tersungkur ke
tempat tidur dengan posisi berlutut di pinggir tempat tidur dan separuh
badanku tertelungkup di atas tempat tidur, di mana badan Tarzan menidih
badanku. Kedua kaki belakang Tarzan bertumpu di lantai diantara kedua
pahaku yang agak terkangkang dan karena posisi badanku yang
tertelungkup itu, maka handuk yang melilit dan menutupi badanku agak
terangkat ke atas, sehingga bagian pantat aku ke bawah terbuka dengan
lebar. Badan anjing herder tersebut terasa berat menidih badanku.
Karena kuku kaki depannya tersangkut pada handuk, maka kedua kaki
belakangnya mendorong ke depan, sehingga terasa pantatku tertekan oleh
kedua paha berbulu dari anjing tersebut.
Dalam usaha melepaskan kedua kakinya yang tersangkut pada handuk,
badan Tarzan bergerak-gerak di atas punggungku dan tanpa dapat
dihindari bagian bawah perut Tarzan tergesek-gesek pada belahan
pantatku yang tidak tertutup handuk. Aduh gila ini, sekarang aku
benar-benar terjebak dalam posisi yang sulit. "Tarzan! ayoo! turun!"
aku mencoba menghardik anjing tersebut, kedua tanganku tidak dapat
digerakkan karena terhimpit diantara badanku dan kedua kaki depan
Tarzan.
Tiba-tiba aku merasakan ada suatu benda kenyal, bulat panas
terhimpit pada belahan pantatku dan tiba-tiba aku menyadari akan bahaya
yang akan menimpaku, anjing herder tersebut rupanya sudah mulai
terangsang dengan tergesek-geseknya batang kemaluannya pada belahan
kenyal pantatku. "Ayoo.. Tarsan.. stop! turun dari punggungku.. ayoo!"
dengan panik aku mencoba menyuruhnya turun dari punggungku, akan tetapi
seruanku itu tidak dipedulikan oleh Tarzan, malahan sekarang terasa
gerakan-gerakan mencucuk benda tersebut pada pantatku mula-mula
perlahan dan semakin lama semakin gencar saja. Aku menoleh ke kanan, ke
arah kaca besar lemari yang persis berada di samping kanan tempat
tidur, terlihat batang kemaluan anjing herder tersebut telah keluar
dari pembungkusnya dan terlihat batang kemaluannya yang berupa daging
merah bulat dengan ujungnya berbentuk agak meruncing sedang
mencocol-cocol bagian pantatku akibat gerakan pantat anjing tersebut
yang makin cepat saja. Mulut anjing tersebut setengah terbuka dan
lidahnya terjulur keluar dan terdengar dengusan keluar dari hidungnya.
Rupanya anjing herder tersebut telah sangat terangsang dan sekarang dia
sedang berusaha memperkosaku.
Aku benar-benar menjadi panik, bagaimana tidak, aku dalam posisi
terjepit dan sedang akan disetubuhi oleh seekor anjing herder yang
kelihatan sedang kesetanan oleh nafsu birahinya. Oh.. memang sudah
hampir 2 minggu aku tidak berhubungan seks dan sejak siang aku berada
dalam keadaan bernafsu membayangkan besok Mas Ferry akan kembali dan
kita akan menikmati permainan seks yang seru sepanjang 1 minggu
kedepan, akan tetapi.. disetubuhi oleh seekor anjing herder?
benar-benar tidak terbayangkan selama ini olehku.
Tanpa kusadari sodokan-sodokan batang kemaluan Tarzan semakin
gencar saja, sehingga aku yang melihat gerakan pantat anjing tersebut
melalui cermin, benar-benar terpesona karena gerakan tekanan-tekanan ke
depan pantatnya benar-benar sangat cepat dan gencar, terasa sekarang
serangan-serangan kepala batang kemaluan anjing tersebut mulai
menimbulkan perasaan geli pada belahan pantat aku dan kadang-kadang
ujung batang kemaluannya menyentuh dengan cepat lubang anusku,
menimbulkan perasaan geli yang amat sangat. Terlihat kedua kaki
belakangnya melangkah ke depan, sehingga sekarang kedua paha anjing
tersebut memepeti kedua paha belakangku dan gerakan tekanan dan
cocolan-cocolan kepala batang kemaluannya mulai terarah menyentuh bibir
kemaluanku, aku menjadi bertambah panik, disamping perasaanku yang
mulai terasa tidak menentu, karena sodokan-sodokan kepala batang
kemaluan Tarzan tersebut menimbulkan perasaan geli dan .. harus kuakui
enak juga dan mulai membangkitkan kembali nafsu birahiku yang tertunda
tadi.
Ketika aku berpaling lagi ke kaca, terlihat sekarang batang
kemaluan anjing herder tersebut sudah keluar sepenuhnya dari bagian
pembungkusnya dan sudah mulai membesar secara perlahan-lahan,
centimeter demi centimeter terlihat gumpalan daging merah tersebut
membesar sehingga tak lama kemudian terlihat batang kemaluan herder
tersebut berupa sebatang daging merah, bulat panjang mencapai kurang
lebih 25 cm dengan lingkaran kurang lebih 4 cm. Oh.. mungkin sebesar
lingkaran tanganku, benar-benar sangat mengerikan melihat batang
kemaluan yang sangat besar itu mencuat dengan tegang di bawah perut
anjing herder yang berbulu itu.
Degup jantungku terasa memukul dengan kencang, aku mencoba berontak
untuk meloloskan diri dari bawah tekanan kedua kaki depan Tarzan, akan
tetapi mendadak gerakanku terhenti dengan tiba-tiba dan tubuhku menjadi
kaku ketika, "Gggeerr..!" terdengar geraman yang keluar dari mulut
Tarzan dan terasa kedua kaki depannya makin mencengkeram dengan kuat
pada handuk yang menutupi punggungku, serta tekanan badannya pada
punggungku terasa semakin berat.
Tiba-tiba mataku terbelalak dan tubuhku menjadi kaku tegang ketika
merasakan kepala batang kemaluan yang dahsyat dari anjing tersebut
menyentuh dengan tepat belahan bibir kemaluanku, "Ooohh.. oohh.. aku
akan disetubuhi oleh seekor anjing!" keluhku terengah-engah. Aku
semakin terengah-engah ketika merasakan kepala batang kemaluan herder
tersebut terasa terjepit diantara kedua bibir kemaluanku dan terasa
mulai menekan untuk mencari jalan masuk ke dalam. "Ooohh.. benar-benar
Tarzan akan segera membuatku sebagai anjing betinanya!" Tarzan, ketika
merasakan batang kemaluannya dijepit sesuatu yang lembut tapi kenyal,
segera bereaksi dengan cepat dan mulai memompa batang kemaluannya
dengan asyik untuk segera menerobos masuk benda yang menjepit batang
kemaluannya itu, sambil mengeram setiap kali aku mencoba bergerak
menghindar.
Bersambung ke bagian 03
| Title | Author | Views |
| Parjo dan Anjing Dobermanku |
vanny.sexy@yahoo.com |
42,066 |
| Maniak Hewan 01 |
m_dl40@hotmail.com |
35,799 |
| Pondok Terpencil |
Wika Erlangga |
32,388 |
| Kamar 64 |
Kissmeplz@plasa.com |
29,496 |
| Aku Korban Birahi Anjingku 03 |
bidakara@tupac.com |
28,194 |
| Aku Dipuaskan Hewan Asuhanku |
deknas@yahoo.com |
26,755 |
| Nikmatnya Vagina Si Betina |
anis_bonkah@telkom.net |
25,160 |
| Sensasiku |
deknas@yahoo.com |
23,018 |
| Aku Korban Birahi Anjingku 01 |
bidakara@tupac.com |
20,263 |
| Maniak Hewan 02 |
m_dl40@hotmail.com |
18,026 |
| Aku Korban Pleki |
diva_clt@yahoo.com |
16,959 |
| Kencan Dengan Bruno |
dewi_l@yahoo.com |
16,425 |
| Tak Ada Perempuan, Kambing Dan Ayam Pun Jadi |
pasamoan_sophia@yahoo.com |
16,174 |
| Polly, Pengganti Kekasihku |
florence_kim@hotmail.com |
16,152 |
| Moci, Simpanse Tersayang |
ugra21id@yahoo.com |
15,737 |
|
|
|
|
|
|
|