|
|
Sambungan dari bagian 02 Akhirnya dengan suatu gerakan dan tekanan yang cepat, Tarzan mendorong
pantatnya ke depan dengan kuat, sehingga batang kemaluannya yang telah
terjepit diantara bibir kemaluanku yang memang telah basah kuyup dan
licin itu, akhirnya terdorong masuk dengan kuat dan terbenam ke dalam
kemaluanku, diikuti dengan jeritan panjang kepedihan yang keluar dari
mulutku. "Aaduuhh!" sempat terlintas di dalam otakku, "Ooohh gila..
betapa besarnya!" kepalaku tertengadah ke atas dengan mata yang melotot
serta mulut yang terbuka megap-megap kehabisan udara serta kedua
tanganku mencengkeram dengan kuat pada kasur. Akan tetapi Tarzan, tanpa
memberikan kesempatan padaku untuk berpikir dan menyadari keadaan yang
sedang terjadi, dengan cepat mulai memompa batang kemaluannya dengan
gerakan-gerakan yang buas, tanpa mengenal kasihan pada nyonyanya yang
baru pertama kali ini menerima batang kemaluan yang sedemikian besarnya
dalam kemaluannya.
Batang kemaluannya dengan cepat keluar masuk mengaduk-aduk lubang
kemaluanku tanpa mempedulikan betapa besar batang kemaluannya
dibandingkan dengan daya tampung kemaluanku, setiap gerakan masuk
batang kemaluannya, terasa keseluruhan bibir kemaluan dan klitorisku
tertekan masuk ke dalam, di mana klitorisku terjepit dan tergesek
dengan batang batang kemaluannya, sehingga menimbulkan perasaan geli
dan nikmat yang tak terlukiskan yang belum pernah kualami selama ini
dan pada waktu batang kemaluannya ditarik keluar, terasa seluruh bagian
dalam kemaluanku seakan-akan tertarik keluar menempel dan mengikuti
batang kemaluannya, sehingga badanku bergerak terdorong ke belakang,
dimana sebelum aku sempat menyadarinya batang kemaluannya telah
mendorong maju lagi dan menerobos masuk dengan cepat ke dalam lubang
senggamaku, menimbulkan sensasi yang sukar dilukiskan dengan kata-kata,
aku benar-benar terbuai dan karena posisiku yang sedang bertumpu pada
kasur tempat tidur, maka kedua buah dadaku yang tergantung
bergerak-gerak terayun-ayun ke depan ke belakang mengikuti dorongan dan
tarikan batang kemaluan Tarzan pada kemaluanku.
"Ooohh.. ini tak mungkin terjadi!" pikirku setengah sadar. "Aku
sedang disetubuhi oleh seekor anjing? gila!" sementara persetubuhan
liar itu terus berlangsung, desiran darahku terasa mengalir semakin
cepat, pikiran warasku perlahan-lahan menghilang kalah oleh kenikmatan
yang sedang melanda tubuhku, perasaanku seakan-akan terasa
melayang-layang di awan-awan dan dari bagian bawah badanku terasa
mengalir suatu perasaan mengelitik yang menjalar ke seluruh bagian
badanku, membuat perasaan nikmat yang terasa sangat fantastis, membuat
mataku terbeliak dan terputar-putar akibat pengaruh batang kemaluan
Tarzan yang dahsyat mengaduk-aduk seluruh yang sensitif pada bagian
dalam kemaluanku tanpa ada yang tersisa, keseluruhan bagian yang bisa
menimbulkan kenikmatan dari dinding dalam kemaluanku tak lolos dari
sentuhan, tekanan, gesekan dan sodokan kepala dan batang kemaluan
Tarzan yang benar-benar besar itu, rasanya paling kurang dua kali
besarnya dari batang kemaluannya Mas Ferry dan cara gerakan bagian
belakang anjing herder tersebut bergerak memompakan batang kemaluannya
keluar masuk ke dalam kemaluanku, benar-benar sangat cepat, membuatku
tak sempat mengambil nafas ataupun menyadari apa yang terjadi, hanya
rasa geli-geli nikmat yang menyelubungi seluruh perasaanku, membuat
secara perlahan-lahan aku tidak dapat mengendalikan diriku lagi.
Aku mulai menyadari akan hebatnya kenikmatan yang sedang
menyelubungi seluruh sudut-sudut yang paling dalam di relung tubuhku
akibat sodokan-sodokan batang kemaluan seekor anjing dalam kemaluanku
dan membuatku sangat terkejut, "Aaahh.. tidak! setan sedang mencoba
kesetiaanku saat ini! Ini sesuatu hal yang sangat tidak wajar! ini
benar-benar salah! tapi ohh salah? Aahh.. sshh aku seharusnya tidak
menyerah pada cengkeraman tangan-tangan setan!" tiba-tiba aku merasakan
sesuatu yang besar, benar-benar besar sedang mulai memaksa masuk ke
dalam kemaluanku, memaksa bibir kemaluanku membuka sebesar-besarnya,
rasanya sampai sebatas kemampuan yang bisa ditolerir.
Aku menoleh ke arah cermin untuk melihat apa yang sedang memaksa
masuk ke dalam kemaluanku itu dan.., "Aaaduuhh.. gila.. ini benar-benar
gila!" keluhku, terlihat bagian pangkal batang kemaluan Tarzan
sepanjang kurang lebih 5 cm membengkak, membentuk seperti bola dan
bagian tersebut sedang mulai dipaksakan masuk, menekan bibir-bibir
kemaluan dan secara perlahan-lahan menerobos masuk ke dalam lubang
kemaluanku. "'Ooohh.. aampun.. jangan Tarzan.. aku akan mati kalau
engkau memaksakan benda itu masuk ke dalamku!" keluhku memelas tak
berdaya seakan-akan Tarzan akan mengerti, akan tetapi sia-sia saja,
dengan mata melotot aku melihat benda tersebut mulai menghilang ke
dalam kemaluanku dan terasa seperti bagian bawahku akan terbelah dua,
kepalaku tertengadah ke atas dan mataku terbalik ke belakang sehingga
bagian putihnya saja yang kelihatan, dan sekujur badanku mengejang,
bongkahan tersebut terus menerobos masuk ke dalam lubang sorgaku,
sampai akhirnya seluruh lubang kenikmatanku dipenuhi oleh kepala,
batang kemaluan dan bongkahan pada pangkal batang kemaluan anjing
tersebut. Oh.. benar-benar terasa sesak dan penuh lubang kemaluanku
oleh seluruh batang kemaluan Tarzan.
Dalam keadaan itu Tarzan terus melanjutkan menekan-nekan pantatnya
dengan cepat, membuat badanku ikut bergerak-gerak karena batang
kemaluannya telah terganjal di dalam lubang kemaluanku akibat bongkahan
pada pangkal batang kemaluannya. Pantat anjing tersebut terus
bergerak-gerak dengan liarnya, sambil mulutnya dengan lidahnya yang
terjulur keluar sehingga air liurnya menetes ke pundakku yang ditutupi
handuk, terengah-engah, mendengus-dengus dan menggeram-geram dengan
keras, hal ini mengakibatkan batang kemaluannya dan bongkahan tersebut
mengesek-gesek pada dinding-dinding kemaluanku yang sudah sangat
kencang dan sensitif, yang menimbulkan perasaan geli dan nikmat
sehingga kepalaku tergeleng-geleng ke kiri dan ke kanan dengan tak
terkendali dan dengan tak sadar pantatku kutekan ke belakang merespon
perasaan nikmat yang diberikan oleh Tarzan, yang tak pernah kualami
selama ini.
"Ooohh.. tidak.." pikirku, "Aku tak pantas mengalami ini.. aku
bukan seorang maniak seks! Aku selama ini tidak pernah beselingkuh
dengan siapa pun.. ta.taapii.. sekarang.. oohh seekor anjing? aduuhh!
Tapii.. oohh.. enaaknya.. aghh.. akuu.. tak dapat menahan ini.. agghh..
betapa.. nikmaatnya!" Akhirnya aku tidak dapat mengendalikan diriku,
rasa bersalahku kalah oleh kenikmatan yang sedang melanda seluruh
tubuhku dari perasaan nikmat yang diberikan Tarzan padaku, dengan tak
sadar lagi aku mengguman, "Ooohh.. enaakk.. aaggh! teruuss.. puasin
aku.. Tarzan!" aku benar-benar sekarang telah menjadi seekor anjing
betina, betinanya Tarzan tapi aku tidak mempedulikan lagi, pokoknya
pada saat ini aku benar-benar telah ditaklukkan oleh Tarzan. Pada saat
ini yang kuinginkan adalah disetubuhi oleh Tarzan, biarlah aku jadi
bahan permainan Tarzan, aku tidak peduli lagi, benar-benar suatu
kenikmatan yang liar sedang merasukku.
Agghh.. biarlah aku disebut apa saja, aku tidak peduli lagi, aku
adalah seorang perempuan jalang, seorang perempuan jalang yang keenakan
diperkosa dan disetubuhi oleh seekor anjing herder besar, herder dengan
alat kejantanannya yang dahsyat, panjang, keras dan besar. Aku
memandang ke bawah antara kedua kakiku yang terpentang dan terlihat
bibir kemaluanku yang terpentang lebar dengan batang kemaluan yang
besar dari herder tersebut terbenam di sela-sela rambut hitam keriting
kemaluanku. Melihat pemandangan itu, tiba-tiba suatu perasaan
kenikmatan yang dahsyat melandaku, yang membuat badanku bergetar dengan
hebat dan aku mengalami orgasmeku yang pertama yang benar-benar
dahsyat, suatu kenikmatan yang tak pernah kualami selama ini.
"Ooohh.. yaa Ooohh.. puasin aku Tarzan! Ooohh.. setubuhi aku dengan
batang kemaluanmu yang besar! agghh!" terasa cairan hangat terus keluar
dari dalam tubuhku, membasahi rongga-rongga di dalam lubang kemaluanku.
"Aaagghh.. oohh.. benar-benar nikmat!" keluhku, terasa badanku
melayang-layang, suatu kenikmatan yang tak terlukiskan. "Aaagghh!"
gerakanku yang liar pada saat mengalami orgasme itu agaknya membuat
Tarzan merasa nikmat juga, disebabkan otot-otot kemaluanku
berdenyut-denyut dengan kuat menjepit batang kemaluannya, mungkin
pikirnya ini adalah betina terhebat yang pernah dinikmatinya, hangat..
sempit dan sangat liar, batang kemaluan Tarzan yang besar itu mulai
membengkak, sementara gerakan-gerakan tekanannya makin cepat saja,
kelihatan Tarzan sedang akan mengalami orgasme, gerakan-gerakan yang
liar dari Tarzan ini menimbulkan perasaan ngilu dan nikmat pada bagian
dalam kemaluanku, membuatku kehilangan kontrol dan menimbulkan perasaan
gila dalam diriku, pantatku kugerak-gerakkan ke kiri dan ke kanan
dengan liar mengimbangi gerakan sodokan Tarzan yang makin cepat saja.
"Ooohh.. aaduuh.. aaghh!" lenguhan panjang keluar dari mulutku
mengimbangi orgasme kedua yang melandaku. Badanku meliuk-liuk dan
bergetar dengan hebat, kepalaku tertengadah ke atas dengan mulut yang
terbuka dan kedua tanganku mencengkeram kasur dengan kuat sedangkan
kedua otot-otot paha mengejang dengan hebat dan kedua mataku terbeliak
dengan bagian putihnya yang kelihatan sementara otot-otot dalam
kemaluanku terus berdenyut-denyut dan hal ini juga menimbulkan perasaan
nikmat pada Tarzan yang mengakibatkan dia juga mengalami orgasme dan
terasa cairan hangat dan kental yang keluar dari batang kejantanannya,
rasanya lebih hangat dan lebih kental dari punya Mas Ferry.
Oh, air mani Tarzan serasa dipompakan, tak henti-hentinya ke dalam
kemaluanku, rasanya langsung ke dalam kandunganku. Dalam menikmati
orgasmeku, aku dapat merasakan semburan-semburan cairan kental hangat
yang kuat, tak putus-putusnya dari air maninya Tarzan dan hal ini makin
memberikan perasaan nikmat yang hebat. Tarzan terus memompakan benihnya
ke dalam kandunganku terus menerus hampir selama 1 menit, mengosongkan
air maninya yang tersimpan cukup lama, karena selama ini dia tidak
pernah bersetubuh dengan anjing betina.
Menjelang sesaat akhirnya aku menjadi agak tenang dan tiba-tiba aku
kembali menyadari sedang berada dimana dan apa yang sedang terjadi
padaku dengan anjing herderku, aku mencoba bergerak keluar dari bawah
badan Tarzan, sambil menyuruh Tarzan mencabut batang kemaluannya yang
masih terbenam dalam kemaluanku, akan tetapi aku benar-benar shock
ketika merasakan Tarzan melepaskan kedua kaki depannya dari punggungku
dan memutar badannya membelakangiku, sehingga sekarang bagian pantat
kami bertolak belakang, akan tetapi batang kemaluannya yang besar dan
panjang itu tetap terbenam dan terkunci dengan rapat di dalam lubang
kemaluanku. Rupanya bagian pangkal dari batang kemaluannya yang
membesar itu terganjel pada bagian dalam bibir kemaluanku, sehingga
batang kemaluannya tidak dapat lepas dari dalam kemaluanku. Aku
mengeluh, "Ooohh.. gila.. apa yang sedang terjadi ini?! punyanya
terganjel di dalamku.. Aaagghh.. ini benar-benar hukuman buatku, karena
membiarkan seekor anjing menyetubuhiku!"
Tiba-tiba Tarzan berjalan maju sehingga aku terseret ke belakang
mengikutinya dan sekarang aku merangkak di atas karpet, sehingga aku
sekarang benar-benar seperti seekor anjing betina yang sedang
disetubuhi oleh jantannya dan harus berjalan mundur mengikuti ke mana
akan dibawa oleh jantannya. Aku mencoba bertahan akan tetapi kemaluanku
terasa ngilu. Untung Tarzan berhenti berjalan dan aku dapat
mengistirahatkan kepalaku dengan menundukkan dan meletakkan kepalaku
pada karpet dengan perasaan tak menentu, sedangkan pantatku tetap
tertungging ke atas karena tertarik oleh batang kemaluannya Tarzan yang
masih terbenam dengan ketat dalam lubang kemaluanku.
Sambil merenung, aku mempertimbangkan akibat dari kecerobohanku itu
yang telah membiarkan seekor anjing mengerjaiku dan akibatnya ini
sekarang aku tertelungkup di lantai setengah merangkak dengan kedua
tangan dan lututku, di mana kemaluanku dipenuhi dengan batang kemaluan
seekor anjing. "Aaagghh.. bagaimana kalau Mas Ferry melihat keadaanku
ini? Melihat istri tercintanya menghianatinya dan beselingkuh dengan..
yaahh.. dengan seekor anjing, tidak lebih dari itu!, sedang merangkak
dengan kedua tangan dan lututnya dan batang kemaluan yang besar.. yang
dua kali lebih besar dari punyanya sedang terbenam di dalam kemaluan
yang sempit.. oohh.. aaggh" memikirkan hal itu membuatku, entah
bagaimana mendadak membuat badanku serasa panas dan darahku serasa
mengalir dengan cepat disertai nafsu birahiku yang mendadak meningkat
dan akhirnya badanku mulai bergetar dan aku mengalami orgasme lagi.
"Ooohh.. aduuhh!" kemaluanku benar-benar sudah sangat sensitif,
terasa agak ngilu sehingga setiap gerakan yang dibuat oleh Tarzan
mengakibatkan badanku tergetar dan pantatku terangkat-angkat.
Kadang-kadang Tarzan berjalan maju dan dengan terpaksa aku harus
merangkak mundur mengikutinya, benar-benar seperti sepasang anjing
jantan dan betina yang lagi bersetubuh. Keadaan ini berlangsung kurang
lebih setengah jam dan tiba-tiba terasa bagian yang membengkak pada
pangkal batang kemaluannya mulai mengecil dan.., "Bleepp.." diikuti
dengan tercabutnya batang kemaluan Tarzan dari dalam kemaluanku. Tarzan
berjalan ke sudut ruangan sambil menjilat-jilat batang kemaluannya yang
berlepotan air maninya dan aku tertelungkup lemas di atas karpet
sementara dari kemaluanku mengalir keluar air mani Tarzan yang sangat
banyak memenuhi lubang kemaluanku. Dalam posisi ini aku tertidur dengan
nyenyaknya.
Keesokan harinya aku terbangun dengan tubuh yang masih terasa lemas
dan terasa tulang-tulangku seakan-akan lepas dari sendi-sendinya, akan
tetapi perasaanku terasa sangat lega. Setelah mandi dan membersikan
seluruh tubuhku, terutama bagian bawahku yang berlepotan air mani yang
telah mengering, aku merasa perut keroncongan dan sangat lapar, rupanya
kejadian semalam benar-benar menguras seluruh tenagaku. Aku mengambil
makanan yang tersedia di dalam lemari es dan setelah membagikan
sebagian dengan Tarzan, kami berdua menikmati makan yang ada dengan
lahap. Rupanya Tarzan sudah sangat lapar juga setelah semalam
menghabiskan seluruh persediaan air maninya yang ada.
Pada saat sedang makan itu akan mencoba memikirkan apa yang telah
terjadi semalam dan bagaimana cara Tarzan yang dengan cepat bisa
menguasai dan mengerjaiku, seakan-akan dia sudah benar-benar terlatih
untuk itu dan tiba-tiba kusadari, sepertinya dia sudah sering melakukan
ini sebelumnya, tak salah lagi rupanya dia sudah berpengalaman dan
sering melakukannya dengan nyonya Italy-nya dulu, itu sebabnya dia
menyerang dan menyetubuhiku, karena sudah cukup lama puasa sejak nyonya
Italy-nya pergi lebih sebulan lalu. Apakah ini merupakan malapetaka
bagiku atau apa?, bingung aku memikirkannya.
Menjelang sore hari Mas Ferry tiba di rumah dan sambil menciumku,
Mas Ferry bertanya padaku, "Halo sayang.. tentu kau sudah sangat rindu
padaku yahh! Ntar lagi aku akan puasin kamu sayang!" aku hanya
tersenyum tersipu-sipu saja sambil melirik ke arah Tarzan yang sedang
memandang kami berdua dengan matanya yang bulat coklat itu.
TAMAT
| Title | Author | Views |
| Parjo dan Anjing Dobermanku |
vanny.sexy@yahoo.com |
42,065 |
| Maniak Hewan 01 |
m_dl40@hotmail.com |
35,799 |
| Pondok Terpencil |
Wika Erlangga |
32,388 |
| Kamar 64 |
Kissmeplz@plasa.com |
29,496 |
| Aku Korban Birahi Anjingku 02 |
bidakara@tupac.com |
26,786 |
| Aku Dipuaskan Hewan Asuhanku |
deknas@yahoo.com |
26,755 |
| Nikmatnya Vagina Si Betina |
anis_bonkah@telkom.net |
25,160 |
| Sensasiku |
deknas@yahoo.com |
23,018 |
| Aku Korban Birahi Anjingku 01 |
bidakara@tupac.com |
20,263 |
| Maniak Hewan 02 |
m_dl40@hotmail.com |
18,026 |
| Aku Korban Pleki |
diva_clt@yahoo.com |
16,959 |
| Kencan Dengan Bruno |
dewi_l@yahoo.com |
16,425 |
| Tak Ada Perempuan, Kambing Dan Ayam Pun Jadi |
pasamoan_sophia@yahoo.com |
16,174 |
| Polly, Pengganti Kekasihku |
florence_kim@hotmail.com |
16,152 |
| Moci, Simpanse Tersayang |
ugra21id@yahoo.com |
15,737 |
|
|
|
|
|
|
|