|
|
Sambungan dari bagian 01 Setelah puas dengan payudaraku, aku mengambil posisi tengkurap, sambil
begitu tangan kananku menarik kaki anjingku sampai dia mendekat dan
akhirnya kupegang kemaluan anjingku dan mengarahkannya ke duburku, dan
dengan animal instinct-nya,
anjingku memainkan batang kemaluannya di dalam duburku. "Aaahh..
hhmmpph.. aahh", masuk, keluar, masuk, keluar, "Aaahh". Kedua kaki
depannya bertumpu pada punggungku. Kocokannya cepat sekali, kemaluannya
menggesek-gesek dinding lubang pantatku dengan gerakan yang cepat,
rasanya, "Aah.. aahh.. aahh.." Aku tidak sabar lagi, aku ingin
merasakan batang kemaluan anjingku di liang kemaluanku.
Aku memang sudah tidak perawan. Gara-gara godaan yang kulakukan
terhadap para tukang becak di dekat rumahku, aku diperkosa oleh mereka.
Aku disuruh melayani nafsu mereka yang sudah tidak terbendung lagi.
Waktu itu mereka berlima, sedang menunggu pelanggan mereka di
persimpangan jalan dekat rumahku. Pada saat itu aku sengaja memakai
kaos tipis berwarna putih, dan seperti biasa aku tidak memakai BH,
sehingga putingku terlihat menonjol dan warnanya terlihat samar-samar
dari balik kaos. Jarak antara rumah dengan persimpangan jalan itu tidak
begitu jauh, dan kebetulan saat itu keadaan di sekitarnya memang sedang
sepi. Aku setengah berlari menghampiri mereka. Payudaraku tentu saja
tidak bisa diam, dan bergelantungan ke segala arah. Setelah berada di
dekat mereka, aku meminta salah seorang dari mereka untuk mengantarkan
aku ke toko kecil dekat rumahku, sebenarnya hal ini hanya kujadikan
alasan.
Waktu naik becak, aku sengaja naik dengan posisi agak membungkuk
menghadap ke tukang becak itu, sehingga sebagian payudara besarku
kelihatan menggantung, baru kemudian aku berputar untuk duduk. Setelah
sampai aku membeli sesuatu, kemudian naik lagi ke becak dan memintanya
untuk mengantarkan aku pulang. Jalan menuju rumahku memang jelek,
banyak lubangnya, sehingga becaknya bergoyang-goyang, ini membuat
payudaraku juga bergoyang-goyang. Kami pulang melewati para tukang
becak yang dari tadi menunggu pelanggan, dan mungkin karena melihat
payudaraku yang bergoyang-goyang itu membuat mereka tidak dapat menahan
nafsu. Kulihat mereka mengikuti. Beberapa rumah di dekat rumahku memang
rumah kosong, sehingga keadaan di sekitar rumahku memang sepi sekali.
Setelah sampai, aku turun dan membayar tukang becak itu. Baru saja aku
berbalik, mulutku sudah disekap dari belakang, dan payudaraku diremas
dengan kasar. Orang yang menyekapku itu mengancamku untuk tetap diam,
kalau tidak aku akan dibunuhnya. Aku menurut saja, karena takut dengan
ancamannya. Aku dibawanya masuk ke rumah kosong di sebelah rumahku.
Ternyata setelah kulihat, dia adalah tukang becak yang tadi, dan
dia ternyata tidak sendiri, keempat temannya juga bersamanya, mereka
masih sibuk memasukkan becak-becak mereka ke halaman rumah kosong itu.
Setelah selesai, mereka menyusul masuk. Tanpa berkata apa-apa, mereka
semua membuka celananya. Kemaluan mereka semua berwarna coklat gelap,
dengan urat-urat di sekelilingnya. Melihat itu aku menjadi takut
sekali, tetapi aku tidak berani melawan, karena takut dibunuh. Mereka
semua maju ke arahku dan menyuruhku untuk membuka semua bajuku,
kuturuti kemauan mereka dengan sangat terpaksa.
"Ayo! Emut kontolku!" kata salah seorang dari mereka. Dengan agak
ragu-ragu dan takut kumasukkan kemaluannya ke mulutku. Kepalaku
dipegang dan digerakkan maju mundur. "Ayo! Kayak ngemut permen gitu
loh, kalo enggak tak bunuh kamu!" bentaknya. Aku menjadi semakin takut,
dan menuruti kemauannya. Kukulum batang kemaluannya seperti kemauannya
dengan kedua tangannya masih di kepalaku. Beberapa saat setelah itu
kurasakan cairan kental dengan rasa yang sangat aneh keluar dari
kemaluannya. Ingin rasanya aku muntah, tetapi apa daya, kedua tangannya
memegang erat kepalaku. "Ayo, jangan muntah!" Dengan perasaan jijik
kutelan spermanya sampai habis. Hal ini berlangsung sampai kelima
tukang becak itu mengeluarkan spermanya di mulutku, dan semua sperma
yang keluar di mulutku, kutelan habis semuanya. Lama-kelamaan aku
menikmati hal ini.
Kemudian aku diperintahkan untuk bertumpu pada kedua tangan dan
kakiku. Di bawahku diselipkan sebuah meja panjang yang kaki-kakinya
pendek, yang ada di dekat kami. Sebelum aku bertumpu pada kedua tangan
dan kakiku, seorang tukang becak sudah dalam posisi telentang di atas
meja itu. Dia memasukkan batang kemaluannya ke dalam liang kemaluanku
dengan paksa. Untuk pertama kalinya liang kemaluanku dimasuki oleh
kemaluan laki-laki, kemaluan seorang tukang becak. Pertama rasanya
memang sakit, perih, tetapi beberapa saat setelah digesek-gesek terus
oleh batang kemaluannya, aku mulai dapat merasakan kenikmatan itu.
Seorang tukang becak lagi dengan posisi bertumpu pada lututnya sudah
berada di depanku dan memintaku untuk mengulum kemaluannya. Dari
belakang, seorang tukang becak dengan posisi yang juga bertumpu pada
lututnya, menyodokkan kemaluannya ke dalam anusku. Sementara dua tukang
becak lainnya meremas-remas kedua payudaraku dengan sangat kasar.
Kemaluan kedua tukang becak yang dimasukkan ke dalam liang kemaluan dan
anusku bergerak keluar masuk dengan kasarnya. Karena merasakan
nikmatnya kedua batang kemaluan mereka, aku semakin menikmati kemaluan
tukang becak yang sedang kukulum.
Aku semakin agresif, kukulum kemaluannya dengan gerakan yang cepat,
maju, mundur, maju, mundur. Sampai-sampai tukang becak yang kemaluannya
kukulum menjambak rambutku, dan tangannya ikut menggerakkan kepalaku.
Pada saat yang bersamaan, ketiga tukang becak yang memainkan
kemaluannya di tubuhku berhenti, kelihatannya mereka sudah mau keluar.
Aku disuruh duduk di lantai, kemudian aku disuruh membuka mulutku.
Mereka bertiga memintaku untuk mengocok kemaluan mereka secara
bergantian tepat di depan mulutku. Dua tukang becak yang lain sedang
sibuk menghisap puting payudaraku, tiap orang menguasai satu dari
sepasang payudaraku. Sambil menghisap, mereka meremas-remas payudara
yang mereka kuasai dengan kedua tangannya, seperti seorang bayi yang
sangat kehausan.
Sesaat kemudian sperma ketiga tukang becak tadi keluar, muncrat ke
dalam mulutku, dan sebagian lagi muncrat ke wajahku. Tanpa diperintah,
kutelan sperma mereka. Sekarang gantian dua tukang becak yang tadi
menghisap puting susuku, memaksaku untuk menghisap batang kemaluan
mereka berdua secara bergantian. Seperti seorang anak kecil yang kalau
makan es berlepotan, aku yang berlepotan sperma di wajahku mengulum
kemaluan mereka berdua secara bergantian dengan agresif. Sambil
kukocok, kuhisap-hisap batang kemaluan mereka dengan hisapan yang kuat.
Sebentar saja mereka kelihatan sudah tidak kuat, melihat itu kubuka
mulutku lebar-lebar, kemudian kukocok dengan cepat kedua kemaluan
mereka di depan mulutku. "Crut.. crut.. crut.. crut.." sperma mereka
masuk ke dalam mulutku. Langsung saja kutelan habis. Kujilat sisa-sisa
sperma yang masih menempel di sekitar mulutku.
Mungkin karena mereka melihatku sangat menikmati perkosaan ini,
mereka menjadi tenang. Mau apa lagi, karena tidak bisa melakukan
apa-apa, lebih baik kunikmati saja perbuatan mereka itu. Salah satu
dari mereka kemudian berkata, "Mbak, jangan bilang siapa-siapa, ya?"
aku hanya mengangguk sebagai tanda 'ya'. Kemudian mereka berlima keluar
dari rumah kosong itu dengan tenangnya, dan meninggalkan aku di rumah
kosong itu masih dalam keadaan telanjang bulat. Terus terang saja aku
masih belum puas, tetapi ya mau apa lagi. Kupakai lagi baju dan
celanaku, kemudian aku pulang.
Sesampainya di rumah aku langsung mandi. Sambil mandi aku
membayangkan bagaimana rasanya kalau bercinta dengan anjing, karena
kebetulan waktu itu ada tiga ekor anjing di rumahku, dan semuanya dari
jenis anjing yang bertubuh besar. Belum selesai aku mandi, aku langsung
keluar dengan keadaan telanjang bulat, aku tenang saja, karena kedua
orang pembantuku seperti biasanya sedang menjaga toko dari pagi sampai
sore. Aku berjalan menuju halaman samping, tempat dimana ketiga ekor
anjingku berada. Dag-dig-dug, jantungku berdegup dengan kencang,
seiring dengan nafsuku yang semakin memuncak. Kuhampiri mereka,
kurangkul dan kubelai-belai tubuh mereka secara bergantian.
Pelan-pelan aku mendekat ke anjing yang paling besar badannya,
kuelus-elus, kemudian aku mulai memegang kemaluannya. Kupijat-pijat
sampai kemaluannya tegang, warnanya membuatku semakin terangsang.
Pelan-pelan mulai kukulum kemaluannya, karena nafsuku yang sangat
besar, aku sama sekali tidak merasa jijik. Kukulum kemaluannya dengan
posisi bertumpu pada kedua tangan dan kakiku, dengan pantat yang
sengaja kudongakkan ke atas, aku berpikir mungkin dengan begitu anjing
yang lainnya mau menyodok entah itu anus atau liang kemaluanku, aku
tidak peduli. Eh, benar, di saat aku keenakan menghisap, aku merasa ada
yang menjilat-jilat kemaluanku, "Aaahh.." rasanya nikmat, sesaat
kemudian kurasakan ada batang kemaluan yang menyodok liang kemaluanku.
Dengan gerakannya yang khas, dia mainkan kemaluannyanya di liang
kemaluanku. Wah, aku menjadi semakin lupa daratan. Entah berapa kali
secara bergantian mereka memasukkan kemaluannya ke liang kemaluanku,
demikian juga mulutku, semua sperma yang keluar dari kemaluan anjingku
waktu kuhisap-hisap, kutelan sampai habis. Permainan kali itu, yang
kulakukan dengan ketiga ekor anjingku itu membuat aku puas sekali.
Wah, kalau aku ingat peristiwa itu rasanya aku pingin lagi.
Bayangkan, mulut, lubang kemaluan dan anusku dimasuki oleh batang
kemaluan para tukang becak, ditambah lagi dengan payudaraku yang mereka
'siksa', dan kemudian aku bercinta dengan ketiga ekor anjingku. Wah,
sensasi yang kurasakan waktu itu luar biasa, aku benar-benar
menikmatinya. Entahlah, mungkin aku mengalami sedikit gangguan,
sehingga hal yang tidak wajar dapat membuatku merasa ketagihan. Tetapi
memang rasanya luar biasa nikmat (kalau tidak percaya, coba sendiri,
nanti kan tahu rasanya).
Tetapi aku rasa tidak cuma aku yang mempunyai masalah seperti itu.
Kalau ada dari kalian yang punya masalah yang sama, tolong kirim email
pada saya, mungkin kita bisa saling curhat.
TAMAT
| Title | Author | Views |
| Parjo dan Anjing Dobermanku |
vanny.sexy@yahoo.com |
42,057 |
| Maniak Hewan 01 |
m_dl40@hotmail.com |
35,784 |
| Pondok Terpencil |
Wika Erlangga |
32,386 |
| Kamar 64 |
Kissmeplz@plasa.com |
29,495 |
| Aku Korban Birahi Anjingku 03 |
bidakara@tupac.com |
28,181 |
| Aku Korban Birahi Anjingku 02 |
bidakara@tupac.com |
26,781 |
| Aku Dipuaskan Hewan Asuhanku |
deknas@yahoo.com |
26,741 |
| Nikmatnya Vagina Si Betina |
anis_bonkah@telkom.net |
25,159 |
| Sensasiku |
deknas@yahoo.com |
23,013 |
| Aku Korban Birahi Anjingku 01 |
bidakara@tupac.com |
20,262 |
| Aku Korban Pleki |
diva_clt@yahoo.com |
16,958 |
| Kencan Dengan Bruno |
dewi_l@yahoo.com |
16,421 |
| Tak Ada Perempuan, Kambing Dan Ayam Pun Jadi |
pasamoan_sophia@yahoo.com |
16,173 |
| Polly, Pengganti Kekasihku |
florence_kim@hotmail.com |
16,151 |
| Moci, Simpanse Tersayang |
ugra21id@yahoo.com |
15,736 |
|
|
|
|
|
|
|