Gudang Lagu
Sumber Lainnya

Bagi yang tidak suka cerita yang agak “kinky” (fetish story), lebih baik tidak membacanya, daripada ntar dibaca trus langsung dirating jelek ;P…

Hai namaku iko, umurku 20 tahun dan aku mahasiswa teknik di suatu universitas di Medan. Dalam hal sex, aku mempunyai kesukaan yang agak menyimpang. Aku hanya menyukai wanita yang jauh lebih tua, dan aku sangat menyukai bagian pantat. Mungkin kesukaanku dengan wanita yang lebih tua disebabkan pengalaman pertamaku dengan pembantuku. Begini ceritanya…

Waktu itu aku masih kelas 6 sd dan berumur 11 tahun. Orangtuaku jarang dirumah. Biasanya mereka pulang larut malam. Dan dari pulang sekolah, aku hanya ditemenin pembantuku.

Suatu hari, pembantuku yang sudah lama bekerja di rumahku berhenti, karena ingin mengurus orangtuanya.
Dan 2 hari berikutnya, sudah ada pembantu baru dirumahku. Aku terkejut sewaktu melihat dia karena aku gak tahu kalo orangtuaku sudah memanggil pembantu yang baru.

Dia memiliki paras yang manis, dan tubuh yang agak mungil. Yah bisa dibilang mirip dengan Widi Ab three. Usianya 25 tahun. dia juga sangat baik dan ramah, sehingga sebentar saja kami sudah akrab. Padahal aku tuh pemalu dan susah deket dengan orang baru.

Awalnya aku gak pernah mikir yang macem2 tentang dia. Cuma sekedar seneng ngeliat wajahnya yang manis. Namun, stelah 2 minggu bekerja dirumahku, aku mulai memperhatikan yang lain, khususnya di bagian pantatnya. Walaupun pantatnya tidak terlalu montok, tapi sangat pas ukurannya dengan tubuhnya, bulat dan menantang. Dan yang lebih mengusik pikiranku yang masih lugu itu adlah, dia sering kelihatan celana dalamnya. Entah lagi nyapu, nonton tv dll. Sewaktu pertama kali melihatnya aku langsung terdiam dan wajahku memerah dan terasa amat panas. Waktu itu dia lagi nonton tv. Entah sengaja atau gak, dia duduk menyamping sambil menaikkan kakinya ke sofa tempat kami lagi duduk. Dan tentu saja celana dalamnya terlihat dengan jelas, dan perhatianku langsung tertuju ke celana dalamnya.

Sejak itu aku selalu deket-deket dia, sambil berusaha melihat celana dalamnya, dan entah kenapa celana dalamnya semakin sering kelihatan dan dia gak pernah mempertanyakan kenapa aku selalu deket2 dia kalau dia lagi nyapu, ataupun lagi nonton acara yang gak pernah kusuka.

Walaupun begitu aku gak pernah melakukan apapun secara langsung ke dia. Paling hanya ngintip dia mandi atau menciumi celana dalamnya (dia gak mencuci sendiri pakaian kotornya, jadi semua pakaian kotornya dimasukkan ke tong cucian di kamar mandi). Dan aku paling senang mencium di bagian dimana celana dalam tersebut menutupi anusnya. Aku selalu membayangkan menjilati anusnya sampai kedalam2nya.

Pada suatu hari, orangtuaku menginap di rumah nenekku, karena nenekku lagi sakit. Jadi dirumah hanya tinggal kami berdua. Malamnya aku gak bisa tidur karena tadi siang aku nonton film horor. Jadi aku ke kamar dia mau minta ditemenin. Lalu kuketuk pintunya, “kak, adek takut sendirian dikamar, adek boleh masuk gak?” Lalu dia menjawab “yaudah bentar kakak buka pintunya” Lalu ketika dia membuka pintu, aku kaget dan gak percaya, dia hanya memakai singlet tipis dan celana dalam bewarna krem. Segitu kagetnya sampe bengong aku melihat celana dalamnya. Dan entah kenapa dia cuma berdiri di depan pintu seolah membiarkan aku melihat celana dalamnya. Setelah semenit berdidri di depan pintu akhirnya dia ngomong “dek, mau masuk gak?” sambil tersenyum manis seolah2 dia gak tau aku melihat ke arah celana dalamnya.

Setelah masuk kekamarnya, jantungku semakin berdegup kencang. dia menyuruhku untuk tiduran aja di tempat tidurnya. Dan ketika dia naik ke tempat tidur juga, lagi2 aku kaget karena dia ngambil posisi terbalik denganku sehingga kepalaku sejajar dengan pantatnya. Ketika aku membalikkan badan, pantatnya terlihat jelas dan amat dekat dengan wajahku. sehingga akupun semakin gelisah, tak kuat untuk mewujudkan fantasiku mencium pantatnya. Tadinya aku pikir dia bakal menyuruhku membalikkan badan begitu dia tahu aku mengahadap pantatnya. Tp rupanya dia cuma bilang “Loh adek kok belum tidur? Jangan kelamaan tidurnya dek.” Dan dia tersenyum lagi dengan manisnya.

Aku gak berani menyentuhnya, aku hanya berani sedikit mendekatkan wajahku dengan pantatnya. Dan ntah disengaja atau tidak, pantatnya semakin mundur kebelakang ke arah wajahku, dan langsung menempel di wajahku. Kupun melayang merasakan hangatnya pantatnya di wajahku dan aromanya dihidungku. aku tau dia masih bangun karena aku mendengar dia membalikkan halaman majalah yang sedang dibacanya. Ternyata tak ada reaksi apa2, dan pantatnya tetap menempel di wajahku. Begitupun aku hanya diam tak bergerak menikmati aroma pantatnya. Kadang aku menggerakkan wajahku namun masih tetap nempel di pantatnya. Namun setelah beberapa lama, aku mulai ceroboh dan langsung menciumi pantat dia dengan nafsu. Dan aku baru sadar setelah dia memangggil..

“Adeek, kok pantat kakak diciumin??” walaupun begitu aku gak sadar kalo dia gak berusaha menjauhkan pantatnya. Namun aku langsung duduk sambil menundukkan wajahku, dia pun akhirnya duduk juga..





Article Directory: http://www.sumbercerita.com


Cerita-cerita Lainnya dari Kategori - HOME --> Cerita Dewasa --> Eksibisi
TitleAuthorViews
Pesona Birahi Minah Joko Susilo 65,165
Nikmatnya Ngentot di Ruang Kesehatan nakal_pangeran@yahoo.co.id 50,385
Tubuh Tante Reni Ahmad Ibrahim 45,867
Pelajaran Sex Untuk Anak Tetangga Yoga AP 45,377
Kenikmatan di Bis Kota Ali FN 44,800
Pertunjukan Untuk Keponakanku Angga 32,751
Pameran di Panti Pijat Prostitusi 30,427
Di Atas Panggung Joko Susilo 30,033
Di Tengah Hujan Deras 01 M. Hakim 30,003
Pertama Kali Aku Masturbasi M. Hakim 29,179
Gelora di Bukit Tandus - 1 djagalabilowo@yahoo.com 23,129
Nikmatnya Mempertontonkan Onaniku Mas Hoo 22,334
Gadis Eksibisionis, 4th mitania2003@yahoo.co.uk 21,889
Pengalaman Tinggal di Keluarga Italy Pecinta Wanita 19,936
Gadis Eksibisionis, 1st mitania2003@yahoo.co.uk 19,147

 

atom feed entries rss feed entries Valid XHTML 1.0 Transitional
Copyright © 2008 sumbercerita.com - Kumpulan Cerita Terpopuler
Dengan beraktivitas di website kami berarti anda setuju dengan Kebijaksanaan Privasi serta Syarat Persetujuan
eXTReMe Tracker