|
|
Dari bagian 2 Martin membalas ciumanku sambil memegang buah dadaku. Telapak tangannya
sedingin es. Rupanya dia mulai on. Aku merasa putingku geli sekali.
Kubiarkan dia menjilati putingku sambil meremas-remas buah dadaku.
Martin sungguh berpengalaman! Entah apa ini karena pengaruh inex
ataukah memang Martin yang hebat. Dia bisa menimbulkan sensasi yang
luar biasa hanya dengan merangsang buah dadaku. Apalagi ketika
tangannya turun melewati perutku dan mengelus bulu kemaluanku. Rasanya
tubuhku bergetar hebat. Aku jadi lupa diri. Kurasakan jemarinya yang
besar itu mulai meraba daerah klitorisku dan membelah bibir vaginaku.
Tanpa terduga, Martin membisiki aku, "Kata Ling kamu masih perawan ya?"
Aku terkejut mendengar perkataannya dan secara reflex menjauhinya.
Lalu Martin tertawa dan menggoda agar aku tidak kuatir. Martin
menceritakan kalau Ling sudah memperingati semua cowoq di kelompok ini
agar jangan sampai ada yang berani menodai diriku. Bila sampai terjadi,
Ling akan mengajakku meninggalkan kelompok ini. Martin mengatakan
padaku bahwa dirinya juga tidak tega untuk memperdaya seorang ceweq
semuda aku. Dia mengaku hanya ML pada ceweq yang memang benar-benar
ingin. Bukan pada ceweq yang terbawa suasana gembira seperti aku.
Aku jadi agak lega mendengar perkataan Martin yang terkesan
'bijaksana' itu. Memang aku masih sangat muda dibandingkan dirinya.
Tiba-tiba aku sadar kalau aku telanjang bulat dihadapan Martin yang
masih 'berpakaian'. Aku membalikkan tubuhku seraya menutupi buah
dadaku. Mendadak aku merasa malu. Apa memang aku terbawa suasana
sehingga melakukan tindakan seperti ini tanpa merasa malu sedikit pun?
Bahkan aku mungkin akan membiarkan Martin menyetubuhi aku bila keadaan
tadi dibiarkan. Wah, akal sehatku mulai terganggu nih!
Kemudian Martin memelukku dari belakang dan menciumi leher dan
belakang telingaku. Aku jadi mulai terangsang lagi. Habis ciumannya
benar-benar luar biasa! Begitu lembut dan menggairahkan. Dia menjilati
punggungku dari atas sampai bawah. Bahkan kedua pantatkupun dijilati
olehnya. Aku makin terangsang ketika tangannya menyusup kebalik
tanganku dan memegang kedua payudaraku. Aku merasakan kenikmatan yang
menghanyutkan. Ciuman dan remasan pada buah dadaku membuat diriku
melayang-layang.
Martin ingin membuatku orgasme rupanya! Dia meraba-raba dan
menggelitik vaginaku dengan pola gerakan yang aneh namun menghanyutkan.
Aku merasa geli sampai tubuhku mengejang-ngejang. Dibanding Martin,
Andrew kalah jauh. Martin bisa menggelitik vaginaku sambil mulutnya
menciumi puting susuku bergantian. Benar-benar luar biasa!
Lalu Martin minta ijin mencium vaginaku. Tentu saja aku mengijinkan
dengan senang hati. Aku duduk di atas wastafel dan kubuka kakiku
lebar-lebar. Martin tampak kagum melihat posisiku saat ini. Matanya
bersinar-sinar nakal. Dia melihati aku terus menerus dari atas ke bawah
sampai aku merasa risih. Aku berpura-pura mengatupkan kakiku dan
menutupi kemaluanku dengan telapak tanganku. Dengan cepat Martin
mencegah dan mulai mendekatkan mulutnya pada vaginaku. Hatiku
berdebar-debar menantikan serangannya. Sedetik kemudian aku melenguh
panjang sekali. Martin benar-benar hebat! Sangat hebat! Andrew tidak
ada apa-apanya! Lidahnya menari-nari menjelajahi seluruh permukaan
kemaluanku disertai kombinasi sedotan mulutnya yang kuat. Berbagai cara
oral seks yang pernah kulihat di film BF dipraktekan pada kemaluanku.
Membuat diriku tak berdaya menghadapi serangannya.
Tak lama kemudian aku orgasme. Aku terengah-engah dan menyandarkan
diriku pada dinding kamar mandi. Tubuhku lemas sekali rasanya. Martin
menggodaku dengan bertanya bagaimana rasanya orgasme. Aku tertegun
sejenak mendengar pertanyaannya. Kemudian aku baru sadar kalau Martin
tidak tahu aku sering peting dengan Andrew sampai orgasme. Dipikirnya
ini pertama kali aku orgasme. Wah, Martin tampak sudah menunggu jawaban
yang memuaskan dariku. Agar tidak mengecewakan Martin yang sudah
berbangga hati dan berwajah 'pongah' dihadapanku, aku memuji-muji
kehebatannya dalam memuaskan aku. Hihihi.
Kemudian Martin menggendongku dari meja wastafel. Tak kusangka
Martin membawaku masuk ke dalam ruangan lagi! Padahal aku masih
telanjang bulat! Aku meronta-ronta minta diturunkan. Namun Martin tetap
menggendongku masuk sambil tertawa-tawa. Sialan Martin! Ada Sandy dan
Ling di dalam. Mereka akan melihatku telanjang! Aku memalingkan wajah
dan kusembunyikan dileher Martin. Aku merasa malu sekali! Namun aku
juga merasa tegang. Tegang ingin tahu bagaimana reaksi Sandy melihat
tubuhku yang telanjang ini.
Martin tertawa menyadari aku menyembunyikan wajah di lehernya. Dia
masih menggendongku saat berkata untuk melihat Ling dan Sandy. Aku
menengok kearah tempat duduk mereka dan terkejut melihat mereka. Ya
ampun, Sandy dan Ling sedang ML di sofa! Meskipun lampu diredupkan,
namun aku masih dapat melihat perbuatan mereka. Sandy duduk
bertelanjang dada dengan celana sedikit melorot. Sedangkan Ling, dalam
keadaan bertelanjang bulat dia menduduki penis Sandy sambil
menggoyang-goyangkan pinggulnya naik turun. Ling memejamkan mata sambil
mendesah desah dengan keras. Sandy yang pandangannya ke arah kami
tersenyum sambil mengacungkan jempolnya. Ling kemudian menoleh dan
tersenyum sekilas pada kami, lalu kembali meneruskan gerakan
pinggulnya.
Aku masih takjub melihat mereka yang bertindak seliar itu. Aku tak
dapat mencegah mataku untuk melihat mereka terus. Aku belum pernah
melihat orang ML secara nyata dihadapanku. Apalagi ini temanku sendiri.
Aku jadi makin penasaran bagaimana rasanya kalau penis dimasukan ke
vaginaku. Seenak itukah? Ling tampak merasakan kenikmatan yang luar
biasa! Ling bahkan tidak merasa malu dilihat oleh kami sedang
bersenggama.
Beberapa saat kemudian kudengar Ling orgasme dan disusul oleh
Sandy. Aku lihat Ling lemas dan ambruk di pangkuan Sandy. Sandy pun
juga merasa lemas dan goyangannya melambat kemudian terhenti sama
sekali. Mereka berpelukan dan saling menggoda. Lalu tertawa cekikikan
dan berciuman panjang. Mereka terlihat bahagiaa.. sekali. Membuat aku
makin penasaran.
Martin menurunkan aku di sofa kemudian memberikan T-shirtnya untuk
kupakai. Aku memakai T-shirtnya tanpa menggunakan bra dan celana
dalamku. Aku pikir supaya mudah bila Martin ingin peting lagi. Lalu dia
memberiku segelas kratingdaeng dingin. Badanku terasa segar saat
minuman dingin itu membasahi tenggorokanku. Kemudian badanku sudah
kembali bersemangat. Bahkan jauh lebih bersemangat dari yang tadi. Aku
rasa aku mulai on. Martin mengajakku bangkit dan mulai goyang bersama.
Martin sudah mulai tampak kencang. Aku pun juga mulai kencang.
Lagu-lagu house music koleksi Sandy benar-benar hebat dan lengkap.
Bahkan lagu terbaru favoritku I Hide U juga dimilikinya!
Ruangan yang semula sangat dingin berubah jadi panas. Meski aku
berdiri tepat di bawah AC, aku tetap merasa kepanasan. Keningku mulai
berpeluh. Aku rasa aku lebih kencang dari biasanya. Aku menggoyangkan
kepala dan tubuhku sekeras mungkin sampai Martin takut aku salah urat.
Mungkin benar mitos yang beredar bahwa triping jadi lebih enak setelah
orgasme.
Kemudian Ling dan Sandy menyusul kami. Ling masih belum mengenakan
pakaiannya sama sekali. Alasannya karena panas. Sandy dan Martin
tertawa mengejek dan menggoda Ling. Sebab menurut mereka kalau hanya
mereka bertiga biasanya Ling memang suka striptease. Aku agak salah
tingkah ketika Sandy melihati tubuhku dengan pandangan nakal. Ada
perasaan senang berdesir di hati saat Sandy memuji kecantikan wajahku
dan keindahan tubuhku. Martin rupanya segera tanggap dan mengajak Sandy
bertukar tempat.
Kini Sandy berada tepat dihadapanku. Aku agak sungkan karena belum
pernah berpasangan dengan Sandy. Aku tersenyum semanis mungkin padanya
untuk menghilangkan kekakuan. Lalu dia bertepuk tangan menyemangatiku
agar aku menari semakin hot. Secara tak sadar aku menaikkan kedua
tanganku dan memejamkan mata. Begitu mataku terbuka, aku sadar kalau
Sandy sedang berjongkok dihadapanku sambil melihati kemaluanku yang
tidak tertutup apa-apa. Rupanya T-shirt Martin terangkat ketika aku
mengangkat kedua tanganku.
Aku menjerit gemas melihat tingkahnya dan mulai mengejarnya. Sandy
bangkit menghindari seranganku sambil tertawa-tawa. Suasana jadi cair
seketika. Lalu Sandy memelukku agar aku tenang dan menghentikan
seranganku padanya. Ternyata itu hanya akal-akalannya. Setelah aku
sedikit tenang dalam pelukannya, Sandy meremas pantatku yang telanjang
sampai aku menjerit lagi. Sialan benar! Sandy memang suka melecehkan
aku. Habis aku digodanya malam itu. Aku memeluknya dengan sayang dan
mencium kedua pipinya.
Aku masih agak sungkan pada Martin dan Ling kalau aku terlalu mesra
pada Sandy. Bagaimana pun juga Sandy biasanya selalu bersama Ling,
sedangkan Martin bersamaku. Namun begitu aku tahu Ling dan Martin malah
sudah berciuman dan saling meremas-remas, aku jadi tidak merasa risih
lagi. Aku jadi tidak berpikir apa-apa. Sambil triping, kupeluk tubuh
Sandy dan kuciumi leher, pipi dan bibirnya. Sandy membalas sambil
memelukku dengan mesra. Malam itu partner tripingku adalah Sandy.
Sempat kulihat Martin dan Ling masuk ke kamar mandi. Aku tahu
mereka pasti melakukan 'itu' didalam. Namun aku tidak merasa cemburu.
Bahkan aku sempat berpikir toh aku beruntung tidak perlu memuaskan
Martin yang berarti kehilangan keperawananku. Egois juga aku ya?
Malam itu kami triping sampai jam 6 pagi. Aku habis dua setengah
tablet inex plus beberapa shoot minuman. Ling teler berat di sofa. Dia
minum terlalu banyak sampai badannya panas dan wajahnya merah.
Sedangkan Martin masih sibuk menghabiskan minumannya sambil mengoceh
tak karuan. Aku membantu Sandy mengenakan pakaian Ling yang tercecer
dimana-mana. Sandy terlihat paling sadar diantara kami. Dia memang
tidak terlalu suka minum. Akhirnya tinggal aku dan Sandy yang tidak
bisa tidur sampai jam sepuluh pagi. Kami tidur-tiduran di kamar Sandy
sambil ngobrol sampai akhirnya terlelap.
Itu terakhir kali aku triping sampai aku menulis cerita ini.
Sungguh suatu perubahan baru dalam hidupku. Perubahan yang sangat
mendadak. Rasanya sebulan yang lalu aku masih belum mengenal narkoba.
Saat aku menulis ini, aku sudah triping kira-kira lima belas kali.
Benar kata Ling, kita bukannya ketagihan inex seperti yang ditakutkan,
namun ketagihan perasaan senang seperti itu lagi. Kesenangan saat
berpesta bersama teman-teman dalam VIP room. Melihat tingkah laku
teman-teman Ling yang lucu-lucu.
Perubahan yang paling menyolok adalah, aku jadi suka mengoleksi
lagu-lagu house music. Beberapa kali aku ke pasar atom untuk berburu
koleksi CD house music terbaru. Mamaku sempat bertanya, namun kuberi
alasan untuk latihan aerobicku. Jadi mama tidak curiga lagi. Gaya
berpakaianku juga berubah jadi makin modis dan seksi. Soalnya malu dong
kalau ke KW diskotik menggunakan busana yang 'biasa-biasa' saja. Di
sana tempat berkumpulnya anak muda Surabaya yang keren-keren. Kalau aku
tidak tampil super trendy, bisa kalah pamor dong.
Saat ini aku masih senang-senangnya. Dalam seminggu aku bisa tiga
sampai empat kali ke diskotik. Ada tiga tempat favoritku. Hari Sabtu
pasti di KW diskotik, hari Minggu siang BO diskotik, kemudian K
diskotik untuk hari-hari biasa.
Aku dan Ling tidak selalu triping bersama kelompok Sandy. Kadang
kami ke KW diskotik bersama teman-teman sekolah Ling. Tapi tidak di VIP
room. Melainkan di Hall berbaur bersama pengunjung lain yang rata-rata
masih ABG. Ramai sekali memang. Tapi asyik. Kalau pas lagunya enak,
semua akan mengangkat tangan dan berteriak bersama. Lalu goyang lagi.
Wih, pokoknya seru habis! Apalagi bisa ngeceng sama cowoq-cowoq keren
yang lagi triping. Mereka biasanya suka mengajak kenalan pada ceweq
yang goyangnya keras. Dari KW aku jadi punya banyak kenalan baru.
Sekarang aku punya banyak teman sehingga tidak kesepian lagi.
Kalau di BO diskotik, kami pergi bersama geng ceweq Ling yang tidak
boleh keluar malam. Kami ke sana jam tiga sore, pulangnya jam sembilan
malam. Sebenarnya aku kurang senang di sana meski pengunjungnya
kebanyakan seusiaku. Soalnya tempatnya terlalu kecil dan kamar mandinya
jorok.
K diskotik adalah tempat favorit kelompok Sandy. Kalau di K
diskotik, aku malas berbaur dengan pengunjung lain. Sebab yang kesana
rata-rata sudah dewasa. Bahkan ada yang sudah agak tua! Paling-paling
aku hanya triping di dalam VIP room dan tidak ke mana-mana. Sebab aku
pernah bertemu teman papaku disana waktu aku jalan-jalan ke Hallnya.
Untung dia tidak melihatku. Kalau papaku tahu aku disana bisa gawat!
Malah Martin dengan santainya nyeletuk, bisa-bisa papaku juga sedang
bersenang-senang di sana. Waduh, itu lebih gawat lagi!
Ling berjanji akan mengajakku ke Jakarta saat liburan akhir tahun
ini. Aku akan diajak ke M diskotik. Diskotik paling ngetop di Jakarta.
Aku pasti kagum melihat cowoq-cowoq keren disana. Ling sudah pernah
kesana sekali saat menghadiri pesta pernikahan temannya. Dan dia
benar-benar tidak bisa melupakan kehebatannya. Baik kehebatan
suasananya, kemegahannya, audionya maupun pengunjungnya. Jadi, bikin
penasaran saja.
Yang agak kusesali, aku jadi suka membohongi orang tuaku untuk
pergi ke tempat-tempat dugem. Selama ini aku selalu memberi alasan
menginap dirumah Ling. Aku tak tahu apakah bisa terus berbohong seperti
ini. Jujur saja aku sungguh sangaat menikmati 'hobi' baruku ini. Namun
kadang kala hati kecilku berontak ingin agar aku berhenti atau paling
tidak mengurangi. Entahlah kita lihat saja kelanjutannya..
E N D
| Title | Author | Views |
| Panti Pijat Plus |
Adik Hakim |
44,826 |
| Berawal dari Mengintip |
Joko Susilo |
41,511 |
| Pijat Gairah |
duamilk@yahoo.com |
41,496 |
| Maaf Bu..., Maaf! 01 |
mh_asnawi@hotmail.com |
40,412 |
| Maaf Bu..., Maaf! 02 |
mh_asnawi@hotmail.com |
36,263 |
| Gara-gara Ditilang Polwan 01 |
SonKen@Lovemail.com |
29,302 |
| Misteri Ilmu Pelet Nguyup Pejuh |
abdurohmany@yahoo.com |
28,729 |
| Tetanggaku |
Agus Sumitro |
28,113 |
| Terapi Nikmat |
M. Hakim |
26,283 |
| Misteri Sebuah Lubang |
penis_besar2001@yahoo.com |
24,476 |
| Aku Malu Kalau Dibegitukan - 1 |
lick_tickle@yahoo.com |
24,393 |
| Pengalaman Pertamaku dengan Nina |
a.pujakesuma@gmail.com |
24,225 |
| Pemijat Submissive |
ilba_w@yahoo.com |
23,220 |
| Ilmu Pelet Tingkat Tinggi - 1 |
rudiono_2004@yahoo.com |
21,887 |
| Pengalamanku Di KKN |
Putra Hakim |
21,613 |
|
|
|
|
|
|
|