|
|
Cerita saya ini hanyalah fiktif belaka, bila
ada kesamaan, itu hanyalah kebetulan. Pada saat itu, aku sedang
mengendarai motor di jalan Soekarno-Hatta. Aku tidak memakai helm
karena aku terburu-buru pergi ke tempat pacarku. Apesnya, aku dicegat
sama polisi. Polisi itu naik mobil, tiba-tiba memotong jalanku, aku
kaget hampir saja kutabrak mobil polisi itu. Aku rem motorku, karena
terjadi hentakkan, jadi tubuhku hilang keseimbangan lalu aku jatuh dari
motorku. Aku terguling-guling di jalan. Tapi syukurlah hanya lecet
biasa.
Pada saat aku masih dalam keadaan telungkup, aku lihat pintu mobil
polisi itu terbuka. Tapi anehnya, aku sepertinya kok melihat kaki
seorang wanita. Kakinya yang putih mulus dan indah itu kini berada
tepat di wajahku, kutegakkan kepalaku. Betapa kagetnya aku, mataku
seperti melihat "hutan belantara" di antara kedua kaki yang jenjang itu. Setelah kuperhatikan baik-baik,
ternyata dia seorang polisi wanita, pangkatnya Letnan Dua dan di dada
kirinya tertulis namanya, LILIS. Dia sangat cantik dan ohh.., body-nya
mirip gitar Spanyol.
Aku jadi bengong, dan, "Plaakk..!" sebuah tamparan mendarat di pipiku.
"Hei, apa yang Kamu lihat..? Ayo sekarang serahkan SIM dan STNK cepet..!" bentaknya.
Aku jadi kaget dan segera kuambil dompetku, lalu kuambil SIM dan
STNK, lalu kuserahkan padanya. Sementara dia melihat suratku, aku
pandangi lagi dia ohh.., betapa cantik polisi cewek ini. Aku duga
umurnya paling masih sekitar 25 tahun, seumur dengan kakakku.
Samar-samar di dalam mobil ada cewek satu lagi, dia seumur dengannya
tetapi pangkatnya lebih rendah, kalau tidak salah sersan dua. Kakinya
putih tetapi tidak semulus polwan yang tadi.
Lalu tanpa kusadari, Letnan Lilis mengambil sesuatu dari dalam
mobil, dia berjalan menuju hidung mobil, lalu dia membungkukkan
badannya untuk menulis sesuatu. Pada posisi nungging, aku lihat lagi
body-nya yang wuih selangit deh.. Tanpa kusadari, "adik kecilku" membengkak perlahan.
Setelah itu dia tegakkan badannya, terus berkata, "Eee.. saudara Sony,
Anda Kami tilang karena Anda tidak memakai helm dan ngebut. Sidang akan
dilaksanakan besok lusa. Jangan lupa Anda harus hadir di persidangan
besok. Oke..?"
"Tapi Bu, besok lusa Saya tidak bisa hadir, soalnya pada hari itu
Saya harus mengantar pacar yang akan diwisuda. Jadi Saya minta tolong
sama Ibu, bagaimana dech baiknya agar persoalan ini selesai..?"
Lalu dia bilang, "Do you have some money..?"
"Aduh, maaf sekali Bu, Saya sama sekali tidak membawa uang sepeser pun." jawabku.
"Baiklah, kalau gitu SIM-mu Aku tahan untuk sementara, tapi nanti
malam Kamu harus pergi ke rumah Saya. Dan ingat..! Kamu harus datang
sendiri. Oke..? Ini alamatku. Jangan lupa lho, Aku tunggu jam 19:00."
Dia pergi sambil mengerdipkan matanya kepadaku. Aku kaget, tetapi happy banget, pokoknya senang dech.
Aku sampai di rumahnya sekitar jam 19:00 dan langsung mengetuk
pintu pagarnya yang sudah terkunci. Tidak lama kemudian, Ibu Lilis
muncul dari dalam dan sudah tahu aku akan datang malam itu.
"Ayo Son.., masuk. Aku sudah lama nunggu lho, sampai basah dan bau keringat pantatku duduk terus dari tadi.." sapanya.
"Akkhh.. Ibu bisa saja.." jawabku.
"Sorry.., pintunya sudah digembok, soalnya Aku tinggal sendiri, jadi harus hati-hati." sambutnya.
"Oh.., jadi Ibu belum menikah too..? Sayang lho..! Wanita secantik Ibu ini belum menikah.." kataku merayu.
"Aaa.. Kamu merayu ya..?" tanyanya.
"Enggak kok Bu, Saya berkata begitu karena memang kenyataannya
begitu. Coba Ibu pikir, Ibu sudah mapan hidupnya, cantik luar-dalam,
dan sebagainya dech.." jelasku.
"Ehhkk.. Aku cantik luar-dalam, apa maksud Kamu, Aku cantik luar-dalam..?" tanyanya lagi.
"Waduh.., gimana ya, malu Aku jadinya..?" jawabku.
"Kamu nggak perlu malu-malu mengatakannya, Kamu ingin SIM Kamu
kembali nggak..?" ancamnya."Eee.. sekarang gini aja, Kamu udah punya
pacar khan..? Sekarang Saya tanya, kenapa Kamu memilih dia jadi pacar
Kamu..?" tanyanya lagi.
"Eee.. jujur aja Bu, dia itu orangnya cantik, baik, setia dan cinta sama Saya, that's all.."
"Kalau seumpama Kamu disuruh milih antara Saya dan pacar Kamu, Kamu
pilih Saya atau pacar Kamu sekarang..? Bandingkan aja dari segi fisik, Oke.. Saya atau Dia..?" tanyanya memojokkanku.
"Eee.. Anu.. anu.. ee..," aku dibuat bingung tidak karuan.
"Ayo.. jawab aja..! Kalau Kamu tidak jawab, SIM Kamu tidak kukembalikan lho..!" ancamnya lagi.
"Waduhh.., gimana ya..? Ehmm.., baiklah, Saya akan jawab sejujurnya. Saya tetap akan memilih pacar Saya sekarang." jawabku.
"Wow.., kalau begitu dia lebih cantik dan semok dong dari Saya..?" jawabnya lirih.
"Eee.. bukan begitu Bu, Saya memilih pacar Saya walaupun Dia sebetulnya
kalah cantik dari Ibu, dan segalanya dech..!" jawabku. "Akhh.. yang
benar, jadi Aku lebih cantik dan semok dari Dia..?" tanyanya lagi.
"Jujur saja.., ya.. ya.. ya.." jawabku mantap.
"Ohh.., Aku jadi tersanjung dan terpikat dengan jawabanmu tadi..,"
katanya girang, "Wah.. jadi lupa Aku, Kamu nonton TV aja dulu di ruang
tengah, Aku mau ambil SIM Kamu di kamar.., Oke..?" pintanya.
Lalu aku menuju ke ruang tengah, kuputar TV. Secara tidak sengaja,
aku melihat tumpukan VCD. Aku tertarik, lalu kulihat tumpukan VCD itu,
lalu, ohh astaga, ternyata tumpukan VCD itu semuanya film "XX", aku
terkejut sekali melihat tumpukan film "XX" itu. Sebelum aku melihat
satu-persatu, terdengar bunyi pintu dibuka. Lalu, ohh, aku terkejut
lagi, Ibu Lilis keluar dari kamarnya hanya menggenakan daster pink
transparan, di balik dasternya itu, bentuk payudaranya terlihat jelas,
terlebih lagi puting susunya yang menyembul bak gunung Semeru.
Begitu ia keluar, mataku nyaris copot karena melotot, melihat tubuh Ibu Lilis. Dia membiarkan rambut panjangnya tergerai bebas.
"Kenapa..? Ayo duduk dulu..! Ini SIM Kamu.. Aku kembalikan.." katanya.
Wajahku merah karena malu, karena Ibu Lilis tersenyum saat pandanganku terarah ke buah dadanya.
"SIM Kamu, Aku kembalikan, tapi Kamu harus menolong Saya..!"
Ibu Lilis merapatkan duduknya di karpet ke tubuhku, aku jadi panas dingin dibuatnya.
"Sonn..?" tegurnya ditengah-tengah keheninganku.
"Ada apa Bu..?" tubuhku bergetar ketika tangan Ibu Lilis
merangkulku, sementara tangannya yang lain mengusap-usap daerah
"XX"-ku. "Tolong Ibu Lilis ya..? Dan janji, Kamu harus janji untuk
merahasiakan hal ini, kalau tidak aku DOR Kamu..!" pintanya manja.
"Tapi.. Saya.., anu.., ee.."
"Kenapa..? Ooo.. Kamu takut sama pacar Kamu ya..?" katanya manja.
Wajahku langsung saja merah mendengar perkataan Ibu Lilis, "Iya Bu.." kataku lagi.
"Sekarang Kamu pilih disidang atau pacar Kamu..?" ancamnya.
Dia kemudian duduk di pangkuanku. Bibir kami berdua kemudian saling
berpagutan. Ibu Lilis yang agresif karena haus akan kehangatan dan aku
yang menurut saja, langsung bereaksi ketika tubuh hangat Ibu Lilis
menekan ke dadaku. Aku bisa merasakan puting susu Ibu Lilis yang
mengeras. Lidah Ibu Lilis menjelajahi mulutku, mencari lidahku untuk
kemudian saling berpagutan bagai ular. Setelah puas, Ibu Lilis kemudian
berdiri di depanku yang dari tadi masih melongo, karena tidak percaya
pada apa yang sedang terjadi. Satu demi satu pakaiannya berjatuhan ke
lantai. Tubuhnya yang polos tanpa sehelai bnenangpun seakan akan
menantang untuk diberi kehangatan olehku.
"Lepaskan pakaiannmu Sonn..!" Ibu Lilis berkata sambil merebahkan dirinya di karpet.
Rambut panjangnya tergerai bagai sutera ditindihi tubuhnya.
"Ayoo.. cepat dong..! Aku udah gatel nich.. ohh.." Ibu Lilis mendesah tidak sabar.
Aku kemudian berlutut di sampingnya. Aku bingung dan tidak tahu apa yang harus dilakukan, karena malu.
"Sonn.. letakkan tanganmu di dadaku, ayo ohh..!" pintanya lagi.
Dengan gemetar aku meletakkan tanganku di dada Ibu Lilis yang turun
naik. Tanganku kemudian dibimbing untuk meremas-remas payudara Ibu
Lilis yang super montok itu.
"Oohh.. enakk.., ohh.. remas pelan-pelan, rasakan putingnya menegang.." desahnya.
Dengan semangat aku melakukan apa yang dia katakan.
Lama-lama aku jadi tidak tahan, lalu, "Ibu.. boleh Saya hisap susu Ibu..?"
Ibu Lilis tersenyum mendengar pertanyaanku, dia berkata sambil menunduk, "Boleh Sayang.. lakukan apa yang Kamu suka.."
Tubuh Lilis menegang ketika merasakan jilatan dan hisapan mulutku yang sekarang mulai garang itu di susunya.
"Oohh.. jilat terus Sonn..! Ohh.." desah Ibu Lilis sambil tangannya mendekap erat kepalaku ke payudaranya.
Aku lama-lama semakin buas menjilati puting susunya, mulutnya tanpa
kusadari menimbulkan bunyi yang nyaring. Hisapanku semakin keras,
bahkan tanpa kusadari, aku menggigit-gigit ringan putingnya yang ohh.
"Mmm.. nakal Kamu.." Ibu Lilis tersenyum merasakan tingkahku yang semakin "Jozz" itu.
Lalu aku duduk di antara kedua kaki Ibu Lilis yang telah terbuka
lebar, sepertinya sudah siap tempur. Ibu Lilis kemudian menyandarkan
punggungnya pada dinding di belakangya.
"Ayo, sekarang Kamu rasakan memekku..!" ia membimbing telunjukku memasuki liang senggamanya.
"Hangat, lembab, sempit sekali Bu.." kataku sambil mengucek kedalaman liang kenikmatannya. "Sekarang jilat 'kontol kecil'-ku..!" katanya.
Pelan-pelan lidahku mulai menjilat klitoris yang mulai menyembul tinggi sekali itu.
"Terus.. oohh.. ya.. jilat.. jilat. Terus.. ohh.." Ibu Lilis
menggerinjal-gerinjal keenakan ketika kelentitnya dijilat oleh mulutku
yang mulai asyik dengan tugasnya.
"Gimana.., enak ya Bu..?" aku tersenyum sambil terus menjilat.
"Oohh.. Soonn.." tubuh Ibu Lilis telah basah oleh peluh, pikirannya
serasa di awang-awang, sementara bibirnya merintih-rintih keenakan.
Lidahku semakin berani mempermainkan kelentit Ibu Lilis yang makin
bergelora dirangsang birahi. Nafasnya yang semakin memburu pertanda
pertahanannya akan segera jebol. Dan aku akan unggul 1-0, ee.. emangnya
main bola.
Lalu, "Oooaahh.. Soonn..!"
Tangan Ibu Lilis mencengkeram pundakku yang kokoh bagaikan tembok
raksasa di China, sementara tubuhnya menegang dan otot-otot
kewanitaannya mulai menegang, dan muncratlah 'lahar'Ibu Lilis di mulutku. Matanya terpejam sesaat, menikmati kenikmatan yang telah kuberikan.
Bersambung ke bagian 02
| Title | Author | Views |
| Panti Pijat Plus |
Adik Hakim |
44,865 |
| Berawal dari Mengintip |
Joko Susilo |
41,524 |
| Pijat Gairah |
duamilk@yahoo.com |
41,509 |
| Maaf Bu..., Maaf! 01 |
mh_asnawi@hotmail.com |
40,420 |
| Maaf Bu..., Maaf! 02 |
mh_asnawi@hotmail.com |
36,267 |
| Misteri Ilmu Pelet Nguyup Pejuh |
abdurohmany@yahoo.com |
28,740 |
| Tetanggaku |
Agus Sumitro |
28,116 |
| Terapi Nikmat |
M. Hakim |
26,289 |
| Misteri Sebuah Lubang |
penis_besar2001@yahoo.com |
24,478 |
| Aku Malu Kalau Dibegitukan - 1 |
lick_tickle@yahoo.com |
24,398 |
| Pengalaman Pertamaku dengan Nina |
a.pujakesuma@gmail.com |
24,228 |
| Pemijat Submissive |
ilba_w@yahoo.com |
23,224 |
| Ilmu Pelet Tingkat Tinggi - 1 |
rudiono_2004@yahoo.com |
21,893 |
| Pengalamanku Di KKN |
Putra Hakim |
21,616 |
| Sexualitasku Sebagai Wanita Lajang |
t4ri@hush.com |
20,444 |
|
|
|
|
|
|
|