|
|
Sambungan dari bagian 01 Pengalaman mimpiku yang kedua kalinya tidak kuceritakan kepada suamiku
karena aku merasa malu mempunyai imajinasi seksual semacam itu. Akan
tetapi selanjutnya mimpiku itu semakin sering muncul terutama apabila
suamiku tidak berada di tempat dan aku tidur sendirian. Bahkan dalam
pengalaman mimpiku belakangan ini aku merasa hal itu bukan lagi suatu
mimpi, karena aku yakin dan sadar pada waktu itu aku belum tertidur
mengingat waktu baru saja menunjukkan pukul sepuluh malam. Aku sedang
bergolek di tempat tidur dan telah memakai baju tidurku tanpa BH. Dalam
keadaan seperti itu, entah bagaimana mulanya tiba-tiba saja aku
merasakan adanya suatu rangsangan birahi yang hebat dalam diriku
kemudian disusul pada bagian liang kewanitaanku kurasakan berdenyut
sedemikian rupa seperti ada sesuatu yang menerobos ke dalamnya. Rasanya
persis sekali seperti rasa alat kejantanan seorang laki-laki ketika
memasuki liang senggamaku.
Selanjutnya aku pun merasakan ada sesuatu yang bergerak dalam liang
kenikmatanku membuat suatu gerakan mundur maju yang teratur sebagaimana
lazim yang dilakukan oleh orang yang sedang bersanggama. Anehnya
apabila sudah demikian, aku menjadi tidak sadarkan diri dan tenggelam
dalam suatu keadaan histeris yang luar biasa. Kemudian di luar
kesadaranku itu aku terus mengikuti gerakan tersebut sambil
menggoyang-goyangkan pinggulku sampai akhirnya aku merasakan orgasme
yang hebat dan hal itu dapat terjadi sampai berkali-kali. Anehnya pula
ketika aku terbangun di pagi hari, kudapati juga diriku tertidur tidak
tanpa BH saja namun juga aku tidak mengenakan celana dalam.
Setelah mengalami beberapa kali kejadian tersebut, aku bertambah
heran bercampur dengan rasa khawatir. Oleh karena itu apabila suamiku
tidak berada di tempat aku meminta salah seorang pembantuku untuk
menemaniku tidur. Dia tidur di lantai dengan menggelar kasur sedangkan
aku di tempatku seperti biasa. Pada mulanya keadaannya biasa-biasa
saja, tidak pernah terjadi hal-hal yang aneh maupun lainnya, akan
tetapi setelah beberapa malam pembantuku tidur bersamaku, pada suatu
pagi pembantuku yang kebetulan telah berumur bercerita.
"Neng, semalam Bibi takut sekali", katanya.
"Kenapa Bi?" kataku mulai curiga.
"Begini Neng, semalam itu Bibi rasanya tidak dapat tidur. Dada Bibi
sesak sekali dan tidak bisa bernafas. Ketika Bibi bangun rupanya ada
bayangan yang sedang menindih tubuh Bibi. Bayangan itu besar sekali dan
rasanya dia ngomong kepada Bibi agar tidak tidur di situ lagi karena
mengganggu hubungan suami istri. Terus Bibi tanya.. mengganggu
suami-istri siapa, kan saya bukan istri di situ! Dia tidak menjawab
Neng, tapi dada Bibi terus didudukinya sehingga rasanya tidak dapat
bernafas. Mulanya Bibi kira Bibi mimpi, tapi kok rasanya tidak karena
Bibi betul-betul tidak dapat bernafas, terus Bibi baca-baca ayat
seadanya sampai bayangan itu pergi."
"Ih ngeri sekali Bi", kataku menutup-nutupi ketakutannya.
"Begini Neng, Bibi kira sebaiknya Neng tanya orang pinter saja,
siapa tau ada yang mau mengganggu. Maklumlah Bapak kan orang penting di
sini", kata pembantuku selanjutnya.
"Saya pikir betul juga Bi, akan tetapi saya tidak tahu siapa yang bisa begitu", kataku.
"Nanti Bibi coba tanya guru spiritual Bibi, siapa tahu dia bisa",
kata pembantuku yang memang telah agak berumur dan orang asli daerah
itu.
Setelah beberapa waktu pembantuku membawa ibu guru spiritualnya
yang kebetulan juga penduduk asli daerah itu. Setelah dia merenung dan
mulutnya komat-kamit, dia berkata bahwa gangguan itu datang dari bangsa
jin. Akan tetapi dia tidak tahu jin dari mana karena dia tidak kuat
untuk berkomunikasi dengan jin tersebut. Dia menyarankan agar aku
meminta tolong kepada seorang ahli kebatinan yang agak kuat. Dia kenal
seorang ahli kebatinan yang biasa menolong orang sakit yang terkena
gangguan mahluk halus, terutama para ibu rumah tangga yang mempunyai
masalah dengan suaminya.
Demikianlah pada suatu sore ahli kebatinan yang bernama Pak Zein,
datang ke rumahku. Kebetulan pada saat itu suamiku sedang tidak berada
di tempat karena dinas ke Jakarta. Ketika aku menemui Pak Zein
tersebut, aku agak kecele. Karena pada mulanya aku bayangkan akan
bertemu dengan seorang tua yang keriput, berambut penuh uban dan
mungkin berjenggot putih serta memakai sorban di kepalanya sebagaimana
ahli-ahli kebatinan yang pernah kulihat di layar putih. Akan tetapi
rupanya bayanganku amat berbeda sekali. Pak Zein orangnya masih muda
berumur kira-kira tiga puluh tahun dan berpenampilan seperti pemuda
masa kini.
Pada saat itu dia memakai celana jeans dengan kemeja kotak-kotak
sehingga penampilannya jauh sekali dari penampilan seorang ahli
kebatinan. Melihat penampilannya itu aku menjadi agak ragu-ragu
walaupun dari wajahnya tercermin bahwa dia itu seorang yang terpelajar
dan cerdas. Untuk tidak membuatnya tersinggung kuajak bicara juga dan
berbasa-basi menceritakan soal bayangan yang dilihat oleh pembantuku.
Aku tidak menceritakan masalah mimpiku itu sama sekali. Hal itu juga
aku lakukan baik kepada pembantuku maupun kepada ibu guru spiritual
pada waktu dia membantuku dahulu.
Setelah selesai kuceritakan pengalaman pembantuku, Pak Zein terpekur sejenak kemudian dia mulai berkata kepadaku.
"Bu, setelah saya kontrol secara batin akhirnya saya dapat juga
berkomunikasi dengan bayangan itu. Bayangan itu sebenarnya memang
sebangsa makhluk jin. Jin itu dahulu merupakan peliharaan seseorang
akan tetapi sekarang sudah dilepas karena mempunyai kelakuan yang tidak
senonoh sehingga kini dia berkeliaran tanpa tuan", katanya.
"Jadi maksud Bapak bayangan itu memang benar-benar ada?" tanyaku agak ketir-ketir.
"Betul Bu, jin tersebut berada di sekitar sini dan sering melewati
rumah Ibu setiap hari Rabu malam Kamis", balasnya menerangkan.
Aku agak merenung sejenak. Aku ingat-ingat setiap kejadian mimpiku
itu memang selalu bertepatan pada setiap hari Rabu malam Kamis. Kini
aku mulai agak yakin akan kemampuan Pak Zein. Oleh karena itu dengan
agak antusias aku mulai gencar bertanya.
"Persisnya dia ada di mana Pak?" aku bertanya.
"Dia sekarang tidak mempunyai tempat, karena diusir oleh tuannya yang dahulu memeliharanya."
"Oo ya.. jadi jin juga bisa dipelihara..? Barangkali enak juga ya
Pak! Mungkin bisa disuruh-suruh.. cuci piring atau apa saja", kataku
menyeletuk.
"Maaf Bu.. maaf, jin ini agak nakal, dia diusir berhubung suka
berbuat hal yang tidak senonoh dengan istri tuannya dan sifat itu
rupanya sudah merupakan pembawaan jin itu sejak kecil."
"Perbuatan tidak senonoh yang bagaimana?" tanyaku.
"Maaf Bu.. kalau saya berkata terus terang. Jin itu suka menzinahi istri tuannya."
Mendengar keterangan Pak Zein tersebut kini aku menjadi agak
terkejut. Jadi selama ini aku telah dizinahi oleh jin sampai
berkali-kali.
"Jadi hal yang dialami si Bibi itu sebenarnya bukan pokok
masalahnya", katanya selanjutnya, "Ketika saya tanya lagi masalah yang
sebenarnya itu apa, jin itu menjawab bahwa dia merasa terganggu dengan
adanya si Bibi di situ karena dia tidak bisa melepaskan hasratnya.
Ketika saya tanya lebih jauh lagi hasrat apa dan kepada siapa, dia
menjawab sebenarnya selama ini.. dan sekali lagi.. maaf ya Bu.. katanya
sebenarnya selama itu dia telah sering melakukan hubungan suami-istri
dengan Ibu sendiri."
Aku benar-benar terkejut ketika mendengar pendapatnya. Aku kini
menjadi lebih yakin bahwa Pak Zein itu memang seorang ahli kebatinan
yang pandai dan dia dapat melihat hal yang tidak diketahuinya
sebelumnya secara benar. Karena masalah mimpiku itu tidak pernah
kuceritakan kepada siapa-siapa, kecuali kepada suamiku dan itu juga
hanya sekali pada saat permulaan aku merasa bermimpi.
"Secara terus terang memang sebetulnya saya sudah beberapa kali
bermimpi melakukan hubungan suami-istri dengan seseorang.. tapi hal
yang saya alami itu saya kira bukan apa-apa melainkan hanya sebuah
mimpi saja. Saya tidak tahu bahwa hal itu ada hubungannya dengan jin.
Jadi kalau memang betul begitu, bagaimana bisa terjadi dan mengapa jin
itu memilih saya", kataku.
"Begini Bu, hal itu dapat terjadi karena jin adalah juga mahluk
yang hidup bersama-sama dengan kita menghuni planet bumi ini. Bahkan
kehadiran jin jauh lebih dulu daripada manusia, tetapi dia hidup di
alam dua dimensi, tidak seperti kita manusia yang hidup dalam alam tiga
dimensi. Oleh karena itu sifat zatnya dapat berubah bentuknya sebagai
apa saja sesuai dengan ruang dan waktu. Jin itu juga mempunyai
komunitas sosial, berkeluarga dan bermasyarakat. Dia juga mempunyai
ukuran batas umur, hanya bedanya dengan manusia usia jin sangat panjang
sekali. Apabila jin yang dikatakan sudah dewasa dia kira-kira berumur
tiga ratusan tahun. Sebagai mahluk, jin juga terkena hukum dan
kewajiban sebagaimana manusia, karena mereka memiliki akal, nafsu dan
kehendak yang bebas. Jadi jin juga mempunyai sifat-sifat maupun selera
seperti manusia demikian juga selera birahinya."
"Maksud Bapak..?" kataku agak heran.
"Seperti yang saya katakan pada permulaan tadi, jin itu dari kecil
memang sudah mempunyai sifat yang jelek. Dia suka sekali kepada
perempuan. Akan tetapi dia tidak bisa melakukan hal itu semaunya
terhadap kaumnya sendiri, karena di situ dia akan mendapat sanksi dari
pimpinan komunitasnya. Kebetulan dia dipelihara oleh manusia sejak
kecil, maka menjelang dewasa dia tidak dapat menahan diri lagi dan
mulai keluar sifat jeleknya. Mula-mula dia berzinah dengan istri
tuannya dan hal itu menjadikan dia ketagihan sehingga dia terus mencari
wanita-wanita yang bersuami yang dapat diajak berzinah."
"Tapi seperti saya tanya tadi.. mengapa hal itu terjadi pada diri saya?" kataku selanjutnya.
"Pertama-tama mungkin penampilan Ibu sesuai dengan seleranya.
Seperti yang saya katakan tadi, jin itu juga mempunyai selera birahi
seperti manusia. Dia suka juga kepada wanita yang cantik dan
berpenampilan seksi."
Mendengar kata-kata Pak Zein itu aku menjadi agak tersipu-sipu.
Kukira kata-katanya itu benar sekali karena boleh dikatakan parasku
memang cantik dan bentuk tubuhku juga agak seksi. Buah dadaku masih
terlihat segar dan kecang dengan ukuran yang agak besar sehingga sering
membuat laki-laki berselera untuk menjamahnya.
"Akan tetapi hasrat jin kepada wanita yang tergolong mahluk
manusia, tidak akan begitu saja kesampaian secara gampang", kata Pak
Zein selanjutnya, "Karena jin itu juga terikat dengan kaidah-kaidah
hukum alam, dimana dia tidak dapat melakukan sesuatu sekehendaknya
saja. Oleh karena itu ada kondisi-kondisi yang harus dipenuhinya
sehingga dia dapat mencapai hasratnya. Salah satunya adalah biasanya
wanita yang dizinahi oleh jin tersebut adalah wanita yang emosinya agak
labil sehingga dia tidak mempunyai kekuatan batin. Kondisi lainnya
adalah.. dan ini biasanya yang paling dominan.. jin tertarik kepada
para wanita yang telah melanggar kesuciannya, karena bagi wanita itu
sudah tidak ada pagar lagi yang membatasi dirinya sehingga dengan mudah
jin itu masuk ke dalam pikiran dan jasmaninya."
Aku agak terhenyak ketika mendengar penjelasan Pak Zein itu.
Tiba-tiba saja dalam diriku berkecamuk berbagai perasaan, yaitu antara
perasaan malu, takut dan penyesalan.
"Sekali lagi maaf Bu.." katanya selanjutnya, "Kalau tidak salah
penglihatan saya, barangkali Ibu dahulu pernah berhubungan dengan
laki-laki lain selain suami Ibu? Kalau boleh.. hal ini yang pertama
sekali saya harus tahu?" dia bertanya.
"Eh.. eh.. memangnya kenapa Pak?" kataku agak gugup ketika
mendengar permintaan tersebut. Aku heran mengapa dia tahu akan
penyelewenganku dan hal itu bukan terjadi di sini melainkan nun jauh di
sana di kota Jakarta. Sangat sukar sekali aku menjawab pertanyaannya
itu karena hal itu berarti suamiku akan mengetahui penyelewenganku
dahulu.
"Hal ini penting saya pastikan untuk pengobatan Ibu nanti. Karena
apabila memang hal itu pernah terjadi maka dapat dipastikan masih ada
sisa-sisa air mani laki-laki lain yang tertanam dalam tubuh Ibu dan itu
telah menjadi satu dengan darah daging Ibu. Sisa-sisa air mani dari
laki-laki lain yang bukan suami Ibu itulah yang mengundang jin sehingga
dia berhasrat untuk menzinahi Ibu karena sisa-sisa air mani itu
memudahkan dia untuk melangsungkan hasratnya. Seperti juga istri dari
orang yang memelihara jin itu. Dia pernah menyeleweng dengan lelaki
lain sehingga jin itu berhasrat minta bagian. Karena dengan adanya
sisa-sisa air mani lelaki lain di tubuhnya jin itu sudah mendapatkan
kondisi untuk dengan mudah melakukan hajatnya sebagai suami-istri
kepada wanita itu."
"Ya Pak.." jawabku dengan suara yang tersendat, "Memang saya pernah
khilaf dahulu, saya pernah tidur dengan laki-laki lain, tapi tolong
Pak.. suami saya sampai kini tidak tahu."
"Baik Bu, saya akan memegang amanat ini, karena sudah menjadi
sumpah saya waktu menerima ilmu ini dari guru saya bahwa saya tidak
boleh menceritakan apa-apa kepada siapa pun mengenai masalah orang yang
saya obati. Selanjutnya hal yang kedua yang saya perlu tahu, apakah
waktu jin tersebut menzinahi ibu dia telah mengeluarkan air mani?"
"Saya rasa tidak pernah Pak..?" jawabku.
"Bagus kalau begitu, karena hal itu memang jarang sekali terjadi.
Itulah bedanya antara jin dengan manusia. Apabila manusia begitu
bersenggama dia akan mengeluarkan air mani, akan tetapi jin tidak.
Karena umur jin relatif lebih panjang dari manusia maka hanya pada
waktu-waktu tertentu saja dia bisa mengeluarkan air mani. Apabila dia
mengeluarkan air mani hari ini misalnya, maka biasanya tahun depan dia
baru bisa mengeluarkan lagi. Apabila jin itu mengeluarkan air mani di
rahim manusia dan membenihkan janin maka orang itu akan mengalami
penderitaan yang hebat, karena rahim manusia sesungguhnya bukan untuk
anak jin, jadi rahim manusia secara normal tidak akan tahan mengandung
anak jin. Apabila tidak ditolong oleh jin itu sendiri atau dengan kata
lain apabila jin itu tidak mau bertanggung jawab atas kehamilan yang
dibuatnya, maka wanita yang mengandung anak jin tersebut akan menderita
bahkan bisa-bisa dapat meninggal dunia. Dalam ilmu kedokteran kasus ini
biasanya diduga sebagai penyakit kanker rahim atau sejenis dengan itu,
akan tetapi menurut saya sebenarnya bukan disebabkan oleh hal itu
melainkan dikarenakan wanita itu tidak tahan mengandung anak jin
sehingga rahimnya pecah."
Aku semakin terkejut ketika mendengar kata-kata Pak Zein itu.
Pikiranku segera bekerja keras mengingat-ingat keseluruhan kejadian
yang kualami dalam mimpiku itu. Aku mengingat-ingat apakah selama itu
jin tersebut pernah mengeluarkan air mani di rahimku. Tetapi aku merasa
yakin bahwa selama aku dizinahi jin itu aku tidak pernah merasakan
adanya air mani yang masuk ke dalam rahimku. Hal ini benar-benar dapat
kuyakini. Karena walaupun hubungan itu kurasakan seperti mimpi, akan
tetapi selama itu aku tetap dapat merasakan secara nyata adanya
rabaan-rabaan di bagian tubuhku yang menimbulkan gairah birahiku serta
aku juga dapat merasakan bagaimana alat kejantanan jin tersebut
memasuki liang kewanitaanku. Demikian juga aku dapat merasakan betapa
hangat dan istimewanya ukuran alat kejantanannya ketika memasuki
tubuhku sehingga aku benar-benar terhanyut dalam gairah birahi yang
hebat sampai aku mengalami orgasme berkali-kali.
"Hal yang ketiga yang perlu saya ketahui lagi.." katanya
selanjutnya, "..adalah nama laki-laki yang pernah tidur dengan Ibu
selain suami ibu sendiri. Ini sekali lagi maaf Bu.. bukan saya ingin
mengada-ada, tapi memang perlu untuk pengobatan."
Aku terdiam saja ketika mendengar permintaan ini. Hatiku ragu untuk menyebutkan nama karena aku khawatir dia akan kenal.
"Jangan takut Bu, percayalah saya tidak akan mencampuri urusan
rumah tangga Ibu, sekali lagi saya katakan bahwa saya tidak boleh
mengatakannya kepada siapa-siapa apalagi kepada suami Ibu mengenai hal
dari orang yang saya tolong, karena apabila saya lakukan itu, maka ilmu
saya akan luntur dan saya akan mendapatkan balasan sesuai sumpah saya
pada saat saya menerima ilmu ini dari guru saya", katanya seolah-olah
membaca pikiranku.
Dengan suara yang agak perlahan aku menyebutkan nama temanku yang
dahulu pernah mengajakku tidur bersama dan melakukan hubungan
suami-istri.
"Begini Bu, saya harus menyiapkan bahan-bahannya dahulu dan baru
kira-kira tiga hari lagi saya akan kemari. Ibu mesti saya sucikan
dengan berlimau. Kemudian saya akan menaruh penangkal di badan ibu agar
jin tersebut tidak lagi mendatangi Ibu", katanya selanjutnya.
"Maksud Bapak saya harus berlimau, jadi saya harus mandi?" aku bertanya dengan agak ragu-ragu.
"Betul Bu, tapi tentu saja tidak telanjang bulat, Ibu nanti bisa
pakai kain putih yang sudah saya persiapkan sebagai petilasan. Hanya
saja yang penting seluruh badan Ibu harus tersiram air limau tersebut.
Selanjutnya untuk memasang penangkal di badan ibu, saya mohon maaf dan
keihlasan Ibu, karena saya harus masukkan sesuatu melalui aurat ibu,
karena di situlah pangkal soalnya. Di samping itu saya harus mengambil
sisa-sisa air mani dari lelaki itu yang kini sudah menyatu dengan darah
daging Ibu", katanya.
Aku tidak dapat berkomentar apa-apa lagi sehingga aku hanya
mengiyakan saja apa yang dikatakan olehnya. Karena aku sungguh merasa
sangat takut sekali akan akibat bersenggama dengan jin itu walaupun
pada mulanya hal itu aku mau biarkan saja karena aku merasa telah
mendapatkan suatu kenikmatan seksual yang sangat hebat sekali.
"Ada satu hal lagi Pak..", kataku, "Apakah tidak bisa dilakukan
segera, jadi tidak menunggu sampai tiga hari", kataku selanjutnya,
karena aku khawatir suamiku dua hari lagi akan pulang dan aku tidak mau
dia mengetahui masalahku, apalagi dengan cara dimandikan segala.
"Tidak bisa Bu, karena itu termasuk hitungan hari untuk berpuasa", jawabnya.
Bersambung ke bagian 03
| Title | Author | Views |
| Panti Pijat Plus |
Adik Hakim |
44,823 |
| Berawal dari Mengintip |
Joko Susilo |
41,510 |
| Pijat Gairah |
duamilk@yahoo.com |
41,496 |
| Maaf Bu..., Maaf! 01 |
mh_asnawi@hotmail.com |
40,411 |
| Gara-gara Ditilang Polwan 01 |
SonKen@Lovemail.com |
29,302 |
| Misteri Ilmu Pelet Nguyup Pejuh |
abdurohmany@yahoo.com |
28,729 |
| Tetanggaku |
Agus Sumitro |
28,113 |
| Terapi Nikmat |
M. Hakim |
26,283 |
| Misteri Sebuah Lubang |
penis_besar2001@yahoo.com |
24,476 |
| Aku Malu Kalau Dibegitukan - 1 |
lick_tickle@yahoo.com |
24,393 |
| Pengalaman Pertamaku dengan Nina |
a.pujakesuma@gmail.com |
24,225 |
| Pemijat Submissive |
ilba_w@yahoo.com |
23,220 |
| Ilmu Pelet Tingkat Tinggi - 1 |
rudiono_2004@yahoo.com |
21,887 |
| Pengalamanku Di KKN |
Putra Hakim |
21,613 |
| Sexualitasku Sebagai Wanita Lajang |
t4ri@hush.com |
20,439 |
|
|
|
|
|
|
|