|
|
Sambungan dari bagian 01 "Sum.. kalau kamu sudah selesai membersihkan kaca jendela, mandi dulu,
kemudian siapkan makanan yang kubeli tadi." kataku setelah menyusun
rencanaku.
"Iya Mas.." sahutnya sambil tetap membersihkan kaca jendela yang tinggal sedikit lagi.
Sesaat kemudian Sum masuk ke kamarnya, dan tampaknya dia bingung
mendapatkan tasnya kosong, lalu memanggil diriku sambil membawa
t-shirt, rok pendek, celana dalam yang seksi dan handuk.
"Mas.. Baju Sum kemana..?" tanyanya.
"Oh.. bajumu itu tidak baik untuk dipakai di kota, Mas akan malu
kalau nanti ada teman-teman Mas kesini.., jadi Sum pakai saja baju yang
sudah Mas belikan untukmu ya..?"
"Tapi..?" nampaknya Sum ragu-ragu untuk melanjutkan kata-katanya.
"Tapi apa Sum..?"
"Kutangnya mana..?"
"Wah Sum.. kamu kan masih kecil.., tidak perlu kamu menggunakan
kutang itu, kutang itu pun sudah jelek sekali, dan itu akan menghalangi
pertumbuhan buah dadamu.., sudahlah kamu pakai saja kaos yang kubelikan
tadi." kataku mencoba menjelaskan.
"Tapi Sum malu Mas.., nanti akan kelihatan.." jawabnya malu.
"Iya tidak Sum, justru akan kelihatan indah sekali kalau tubuhmu
hanya dibalut dengan kaos yang kubelikan, percayalah..! Coba saja ya..?
Dan kamu ganti baju yang sekarang kamu pakai, mungkin sudah bau
keringat."
Akhirnya walau dengan berat hati, Sum masuk ke kamar mandi dengan membawa t-shirt serta rok pendeknya.
Tidak lupa aku menjelaskan kepada Sum bagaimana caranya menggunakan
shower dan bermandi dengan air hangat, karena memang kamar mandiku
tidak memakai bak mandi. Setelah dia mengerti, aku tinggalkan dirinya.
Begitu Sum masuk kamar mandi, bergegas aku pun masuk kamar tidurku
untuk siap-siap melihat pemandangan yang menggairahkan. Kubuka bajuku
sehingga aku telanjang bulat, dan aku mulai membuka lemari gantungku.
Dan pemandangan di depan mataku membuatku terpana, jantungku
berdebar-debar saat Sum mulai membuka rok terusannya, sehingga dia
hanya memakai kutang kecil dan celana dalam murahan. Libidoku mulai
menaik, aku terangsang dengan pemandangan di hadapanku. Sesaat kemudian
Sum membungkuk untuk membuka celana dalamnya, dan aku melengguh ketika
Sum akhirnya membuka kutang kecilnya, dalam keadaan telanjang bulat
tanpa sehelai benangpun.
Kulihat tubuh Sum begitu padat berisi, tubuh seorang gadis yang
baru tumbuh, buah dadanya masih belum menonjol betul, hanya segenggam
telapak tangan saja. Seperti bayanganku, puting susunya masih belum
begitu besar, berwarna merah muda kontras dengan warna kulit tubuhnya
yang kuning langsat, namun itu justru sangat menggairahkan diriku.
Perutnya rata, namun saat kulihat di bagian bawah perutnya, ugh..,
nampak bagian itu agak menonjol keluar, agak gemuk sedikit. Dan yang
membuatku semakin berdebar dan bernafsu, kemaluan Sum belum lagi
ditumbuhi oleh bulu, masih mulus, hanya ada beberapa lembar bulu, itu
pun masih bulu yang halus.
Pemandangan di depan mataku membuatku semakin melambung tinggi
dalam nafsuku, tanganku mulaimemainkan penisku yang sudah
berdenyut-denyut dan bereaksi sejak tadi. Secara perlahan aku mulai
mengocok penisku dengan tangan kananku, sementara tangan kiriku mulai
membelai-belai sekujur tubuhku mulai dari perut dan berakhir di puting
susuku. Aku semakin menggelinjang saat jari jemariku memainkan puting
susuku, sensasi yang luar biasa mulai menerpaku. Tidak puas dengan
keadaan itu, aku mengambil penis karet dari lemari bajuku yang
berukuran tidak terlalu besar yang kubeli saat aku pergi ke luar
negeri. Sengaja aku memilih yang berukuran tidak terlalu besar yang
berdiameter hanya 2 cm, kulumuri dengan baby oil, dan kuletakkan di
tempat dudukku. Penis karet yang kubeli itu dapat diletakkan dengan
kondisi berdiri mengacung ke atas, karena bagian bawahnya dilengkapi
dengan semacam piringan.
Aku mulai menempatkan diriku dengan anusku tepat di atas penis
karet itu, sementara tangan kananku masih terus memempermainkan penisku
dan tangan kiriku tetap mempermainkan puting susuku, kiri dan kanan.
Aku mulai mendesah saat penis karet di tempat dudukku mulai menyentuh
anusku, terasa bergetar menimbulkan perasaan yang sulit kuceritakan.
"Sshh.. ahh.."
Sementara di kamar mandi, Sum mulai dengan menyalakan shower, dan
air yang mengalir mulai membasahi rambutnya. Lalu perlahan-lahan
tangannya mulai membersihkan dirinya dengan sabun mandi, dan aku
semakin larut dalam nafsuku saat tangannya mulai membersihkan ketiaknya
yang belum lagi ditumbuhi bulu. Aku semakin menggelinjang dipenuhi oleh
rasa nikmat di sekujur tubuhku. Sum mulai menggosok-gosok buah dadanya
dengan cairan sabun di tangannya. Matanyaterpejam saat tangannya mulai
meremas-remas buah dadanya sendiri. Entah karena rasa nikmat yang
dirasakannya atau memang hanya kebiasaannya. Yang jelas pemandangan itu
membuatku semakin menggila dalam nafsuku. Sum masih asyik
menggosok-gosok buah dadanya tanpa menyadari bahwa aku sedang menikmati
tubuhnya yang ranum dan menggairahkan itu dari sebelah kamar.
Nafsuku semakin memuncak saat kulihat Sum mengambil shower dan
mulai membersihkan kemaluannya. Dengan tangan kanannya, diarahkan air
yang memancur dari shower itu tepat ke arah kemaluannya. Tangan kirinya
mulai menggosok-gosok kemaluannya dengan cairan sabun. Nampak Sum
sepertinya menikmati apa yang sedang dilakukannya. Bibirnya yang
seperti gendewa itu mulai terbuka, dan yang lebih membuatku berdebar adalah saat Sum
mulai menggosok-gosokan shower itu langsung ke bibir kemaluannya,
rupanya semburan air dari shower itu menimbulkan sensasi seks dalam
dirinya yang selama ini belum pernah dia rasakan, terlebih lagi saat
shower itu menyentuh kelentitnya yang masih sebesar kacang.
Sum terjengkit kenikmatan.., Sum mulai menyandarkan tubuhnya di
dinding berhadapan dengan One way mirror di kamarku, sehingga semakin
jelas aku dapat melihat pemandangan yang menggairahkan itu. Tubuhnya
melengkung ke belakang, dan tangan kirinya mulai meraba-raba buah
dadanya sambil sekali-sekali meremasnya. Aku tidak dapat membayangkan
bahwasanya Sum gadis yang lugu yang baru saja datang dari desa dapat
melakukan hal itu. Mungkin sensasi itu baru ditemukannya saat dia mulai
menikmati guyuran air hangat dari shower yang selama ini belum pernah
dia alami.
Kocokan tangan kanan di penisku mulai kulakukan semakin cepat, dan
tidak henti-hentinya aku memilin puting susuku kiri dan kanan. Aku
semakin bergairah saat penis karet di tempat dudukku mulai memasuki
lorong kenikmatan di anusku. Otot di sekitar anusku mulai bereaksi
mengejut dan mengembang. Dan saat aku menurunkan tubuhku, penis karet
itu masuk semakin dalam, gairahku memuncak. Dan ketika seluruh penis
karet sepanjang 12 cm itu menghunjam bagian belakang tubuhku, aku
melengking, "Aaahh..!" baru kali ini aku merasakan hal itu, karena
biasanya memang hanya sebatas ujungnya saja yang kumasukkan ke dalam
anusku, hanya untuk menambah rasa nikmat saat aku beronani. Kugoyangkan
pantatku sedimikian rupa sehingga aku dapat merasakan penis karet itu
berputar di dalamnya, sungguh menimbulkan rasa nikmat yang tiada
taranya, dan tanganku tetap bermain dengan penis dan puting susuku.
Kulihat Sum mulai mempermainkan puting buah dadanya yang mengeras
dengan jarinya sambil sesekali meremas buah dadanya. Sementara dengan
tangan kanannya, shower itu tetap digesek-gesekkan ke kelentitnya.
Tiba-tiba tubuh Sum melengkung ke depan, dan kulihat kedua pahanya
menjepit shower dan tubuhnya bergetar. Ah.., dia orgasme. Bayangkan..,
gadis lugu dari desa berumur 14 tahun melakukan masturbasi sampai
orgasme di kamar mandiku, sementara di sebelah kamar, aku menikmatinya
sambil beronani juga. Kupercepat dan kupercepat kocokan tanganku di
penisku, sampai akhirnya aku merasakan ada sesuatu yang akan meletup
dan meledak dari dalam tubuhku. Dan akhirnya, "Cret.. cret.. cret.." 7
kali semburan kurasakan air maniku tertumpah dari saluran penisku
menyembur membasahi tempat dudukku dan pahaku, yang
menimbulkankenikmatan yang tiada taranya, disertai dengan otot anusku
yang mengejut memilin penis karet yang ada di dalamnya. Aku terduduk
lemas sambil tetap melihat Sum yang mulai mengeringkan tubuhnya dengan
handuk.
Agh.. aku membayangkan betapa nikmatnya kalau aku dapat menggumuli
tubuh Sum yang masih ranum itu, namun aku masih mempunyai rencana lain,
aku akan meletakkan penis karetku di kamar mandi suatu saat nanti. Dan
aku mengharapkan dapat menikmati pemandangan yang lebih menggairahkan
lagi saat aku membayangkan Sum akan bermain-main dengan penis karet
itu.
Cepat-cepat kubereskan tempat dudukku, aku terjengkit dengan rasa
nikmat saat kutarik penis karet dari anusku. Kubersihkan air maniku
dengan tissue, dan saat aku keluar dari kamarku, kuterpana dan gairahku
muncul kembali ketika melihat Sum dengan rambut yang tergerai tersisir
rapi memakai t-shirt dan rok pendek yang kubelikan. Tubuhnya yang padat
berisi, dengan buah dadanya yang baru tumbuh, tercetak dengan jelas
pada t-shirt yang ketat, nampak puting susunya masih mengeras,
menimbulkan pemandangan yang menggairahkan bagi diriku.
"Gimana mandinya Sum.., enak..? Sudah segar kan..? Ayo atur makan, kita makan, aku sudah lapar..!"
"Iya Mas.., segar, terima kasih.."
"Wow.., kamu cantik sekali dengan baju barumu Sum, pasti banyak laki-laki yang menginginkanmu.."
"Aah Mas bisa saja.." katanya tersipa dan Sum tertunduk malu.
Saat kutulis cerita ini, aku masih dengan keadaan telanjang bulat
sambil mempermainkan penisku, sementara Sum sedang mempersiapkan makan
siang untukku, tentunya dengan tubuhnya yang terbalut t-shirt yang
ketat dan rok yang pendek sebatas paha. Sesekali kutengok dia, dari
one-way mirror di kamar kerjaku, dan pemandangan yang paling kusuka
adalah saat dia harus membungkuk, aku bisa melihat celana dalam yang
seksi, berbentuk segitiga kecil membelah buah pantatnya, menerus ke
depan ke arah bibir kemaluannya.
Ada komentar dan idea..? Supaya aku bisa melanjutkan apa yang harus kulakukan dengan Sum, supaya hidupku lebih bergairah lagi.
TAMAT
| Title | Author | Views |
| Nikmatnya Mengintip |
Prostitusi |
122,216 |
| Nikmatnya Ngocok Bareng |
M. Hakim |
67,561 |
| Pengalaman Pertama Bermasturbasi |
Jayus |
55,742 |
| Sum, Pembantuku yang Lugu 01 |
budi_hertanto@yahoo.com |
55,008 |
| Kenikmatan Jepitan 'Susu' Lydia |
Otong |
49,448 |
| sex solo masturbasi |
Joko Susilo |
46,397 |
| Aku, Celana Dalam dan Bra |
Herman AB |
37,793 |
| Vita: Masturbasi Pertamaku |
Wika Erlangga |
37,741 |
| Aku Menjadi Obyek Masturbasi |
Rintang Bramantya |
37,696 |
| Pengalamanku Beronani |
Kuntilanak |
35,203 |
| Pijatan Mbak Tun |
David Sebua |
31,578 |
| Mandi Nikmat |
Kuntilanak |
31,546 |
| Self Service |
vagina2000id@yahoo.com |
31,062 |
| Celahku Onaniku |
Joko Susilo |
29,187 |
| Celana Dalam Bude Murni - 1 |
Hendro Kartiko |
28,289 |
|
|
|
|
|
|
|