|
|
Aku seorang laki-laki yang masih menganggur. Umurku 30 tahun, sebut saja namaku Zen (bukan nama sebenarnya). Begini ceritaku..
Setiap pagi di SMA itu selalu diadakan mata pelajaran Olahraga dan
Kesehatan. Seperti lazimnya SMA yang lain, setiap mengadakannya pasti
sebelumnya disertai pemanasan terlebih dahulu, dan pemanasan yang
dimaksud di sini adalah lari pagi. Setiap kali siswi-siswi itu lari aku
ajak menumpang di mobilku yang pickup itu (jadi muat banyak penumpang)
dan mereka tidak pernah menolak bahkan mereka senang.
Lalu timbullah pikiran kotorku. Aku tahu bahwa ada cewek yang
menurutku lumayan sporty, cantik, manis dan juga montok dibandingkan
teman-temannya yang lain. Sebut saja Widya (bukan nama sebenarnya).
Widya lumayan tinggi untuk gadis seumurnya, kulitnya bisa dikatakan
sawo matang, tapi benar-benar terang dan keputih-putihan. Yang aku tahu
Widya masih duduk di kelas 1 di SMA itu.
Aku benar-benar tidak tahan melihat penampilannya yang sporty dan
seksi setiap kali dia kelelahan lari dengan jarak yang lumayan jauh
itu, dia tampak sangat seksi dengan seragam kaus yang agak ketat, serta
bagian bawahnya celana pendek sexy yang agak ketat juga. Aku melihat
dengan penuh nafsu keringat yang membasahi menghiasi tubuhnya yang
indah itu hingga terlihat agak tembus pandang.
Singkat cerita Widya aku bisiki, agar pada hari Jumat nanti yang
merupakan jadwal kelas Widya untuk berolah raga, dia sengaja berlari
sendiri jauh dari teman-temannya yang lain dengan alasan nanti akan
kubelikan es sirup dan juga untuk mengerjai teman-temannya agar iri
melihatnya naik mobil sambil meminum es sirup. Widya setuju saja karena
dia pikir mungkin dengan begitu dia akan dapat mengerjai teman-temannya
yang lain (padahal diam-diam aku yang akan mengerjainya habis-habisan).
Sehari sebelum hari H, aku menyiapkan tempat dan peralatan untuk
siswi lugu ini di antaranya minuman energi, obat tidur, tali pramuka
secukupnya, lakban, dan spons beserta sprei untuk kasur. Mobil
pickup-ku pun sebelumnya aku persiapkan sedemikian rupa sehingga ruang
tengah benar-benar pas untuk spons beserta spreinya.
Hari Jumat pun tiba. Pada pukul 05:30 WIB pun aku berangkat dari
rumah dan menunggu mangsa yang satu ini. Kebetulan aku sudah mengetahui
nomor HP-nya, sehingga aku tinggal missed call dia dari kejuhan dan dia
langsung paham maksudku (agar dia tidak lupa dengan janjinya). Acara
lari sudah dimulai dan tepat seperti dugaanku dia sudah berlari dengan
mengurangi kecepatan untuk menjauh dari teman-temannya yang lain
(tetapi larinya menurutku sudah telanjur terlalu jauh sekitar 1 km,
mungkin ini dimaksudkannya untuk menghindari pengawasan gurunya dari
belakang) dan dia juga sudah melihat mobilku dari kejauhan.
Aku langsung menghampiri dan mengajaknya masuk ke mobilku. Dia pun
masuk ke mobilku tanpa basa-basi. Lalu aku memberinya es sirup yang
telah kujanjikan kepadanya (yang tentunya sudah kuberi obat tidur
secukupnya). Dia bahkan hanya melihat teman-temannya di depan yang
mendahuluinya dan sama sekali tidak melihat ke belakang jika ada spon
bersprei di sana, diapun saking hausnya langsung meneguk es sirup yang
aku sebelumnya sudah campur dengan obat tidur tadi.
Dia benar-benar sudah keringatan karena kelelahan lari hingga
semakin merangsangku untuk segera melumatnya. Keringatnya pun sudah
tercetak di bajunya. Dia ingin agar aku segera mempercepat mobil dan
menghampiri teman-temannya untuk menggoda mereka, tapi aku menolaknya
dengan alasan bahwa aku akan mengisi bensin dulu. Widya menurutinya
karena di dekat sekolahnya memang ada tukang bensin pinggir jalan
(sambil aku menunggu obat tidurnya bereaksi). Walau bensin mobilku
sebenarnya belum habis tapi aku terpaksa menuju ke tukang bensin itu
juga.
Aku turun tetapi bukannya membeli bensin (karena memang masih
penuh) tetapi malah membeli koran yang aku baca-baca sebentar di luar
mobil. Lalu aku membayar koran itu dan kemudian masuk kembali ke mobil.
Aku dapati Widya sudah tertidur pulas, tapi rupanya dia masih sempat
membuang bungkus es itu keluar mobil agar tidak mengotori lantai
mobilku. Untung saja kepalanya tidak terantuk benda keras di depannya
atau barang yang lain karena dia menempatkan tubuhnya di antara kursi
depan dan pintu di sudut.
Aku pikir anak ini sudah tidak bisa berbuat apa-apa hingga langsung
saja aku telentangkan dia di tempat yang sudah aku persiapkan
sebelumnya. Hal pertama yang harus aku lakukan adalah menyumpal
mulutnya dengan lakban agar dia tidak bisa berteriak ketika tersadar
nanti. Aku mulai menjalankan mobilku dengan kencang ke tempat yang
benar-benar sepi dari keramaian dan agak rindang. Beruntung dia belum
bangun. Aku pun melanjutkan dengan menelanjanginya, melepas pakaiannya
satu persatu. Aku melihat tubuhnya benar-benar seksi untuk gadis
seusianya dan kulitnya yang sawo matang namun agak keputih-putihan itu
benar benar mulus juga mengkilat mungkin karena terlalu lelah lari
tadi.
Kuteruskan membuka BH-nya dan aku melihat pemandangan dua gunung
yang lumayan montok untuk gadis seusianya, payudaranya benar-benar
kencang. Lalu aku teruskan untuk membuka CD-nya yang putih tipis itu
dan aku mendapatkan pemandangan yang sungguh indah, sebuah vagina
mungil dengan dihiasi bulu-bulu lembut yang tidak terlalu lebat. Batang
kemaluanku sudah mulai tidak bisa diajak berkompromi, maka aku
cepat-cepat membuka seluruh pakaiannya kecuali sepatu sportnya yang
berkaus kaki putih itu karena aku pikir dengan begitu dia akan terlihat
benar-benar cantik dan sangat merangsang untuk dinikmati. Lalu aku
cepat-cepat mengikatnya dengan tali pramuka yang telah kupersiapkan
sebelumnya.
Aku ikat kedua tangannya di belakang punggung dengan ikatan yang
sangat rapat hingga kedua tangannya menyiku. HP miliknya kuletakkan di
kursi depan karena takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Lalu
terakhir aku memotretnya habis-habisan dengan HP berkameraku. Kupotret
seluruh tubuhnya dari depan, lalu aku balikkan tubuhnya kemudian
memotretnya dari belakang. Untuk sementara tugasku kali ini sudah
selesai dan aku tinggal menunggunya sadar, tetapi dia belum sadar juga,
padahal obat tidur yang kuberikan tidak terlalu banyak. Ah peduli apa,
pikirku. Walau dia belum sadar juga tidak ada salahnya jika dicicil
sedikit.
Aku mulai dari kedua payudaranya yang sejak tadi seakan
menghipnotisku untuk terus menatapnya. Aku mulai menghisapnya dengan
kasar, dan rasanya benar-benar lezat. Aku terus menghisap dan menjilati
keduanya sambil sesekali aku gigit saking gemasnya. Dan sewaktu aku
mengerjai kedua payudaranya dia sedikit demi sedikit mulai tersadar.
Kemudian aku melihat ke arah jam tanganku yang menunjukkan pukul 08:15
WIB, berarti dia tadi tertidur sekitar 1 jam lebih.
Mata Widya langsung terbelalak keheranan karena begitu bangun dia
langsung mendapatkan dirinya terikat tanpa pakaian di dalam mobil. Dia
mencoba berteriak ketika dia mendapatkan dirinya dalam keadaan seperti
itu, tapi itu semua sama sekali hanya membuang-buang tenaganya saja
karena aku sudah menutup mulutnya dengan lakban.
"Eemmhh..!! Emmhh.. Mm.. Mmhh..!", Widya mencoba bersuara.
"Kamu tenang aja Wid.. Gak ada yang bakalan denger meski kamu
berteriak sekencang apa pun, mulutmu itu sudah kubungkam dengan lakban
dan di sini benar-benar sepi, paling paling yang mendengarmu cuma
kambing sama ayam aja.. Ha.. Ha.., jadi sebaiknya simpan tenagamu dan
nikmati saja apa yang akan terjadi sama kamu. Simpan tenagamu ya
sayang.. Tugasmu masih banyak dan sama sekali belum dimulai", ujarku.
Widya menatapku dengan ketakutan, matanya memerah dan wajahnya jadi
semakin pucat. Tapi dia tidak menghiraukan ucapanku tadi, dan dia
meronta semakin kuat.
"Eemmhh..!! Em..!! Mmhh..!! Mm!! Hmmhh..!!" Karena ucapanku tidak
diindahkannya, aku langsung mengobok-obok vaginanya dengan kasar sambil
mengancamnya..
"Ayo!! Teriak lebih keras lagi!! Dengan begitu aku bisa lebih kasar lagi menghadapimu! Tugasmu masih banyak tahu!!"
Dia dengan sangat ketakutan mengangguk sambil mengucurkan air mata
banyak sekali, lalu dia menangis tersedu-sedu mungkin karena vaginanya
terasa sangat kesakitan ketika kuperlakukan dengan kasar tadi. Aku pun
melanjutkan dengan menjilati vaginanya yang telah aku obok-obok dengan
tangan tadi sambil menghisap-hisap dengan ganasnya serta
kucolok-colokkan lidahku di liang senggamanya. Rasanya benar-benar
nikmat sekali, belum pernah aku merasakan hal yang seperti ini
sebelumnya. Widya hanya bisa menangis dan mengucurkan air mata. Aku
jadi semakin terangsang untuk berbuat lebih ganas lagi. Tapi
lama-kelamaan aku jadi ingin tahu apa yang akan diucapkannya sedari
tadi dan aku membisikinya..
"Aku mau membuka lakban yang menutupi mulutmu asal kamu janji tidak
akan berteriak, kalo coba-coba teriak aku janji akan membuatmu lebih
menderita lagi!! Tahu!!" Nampaknya Widya merasa tidak bisa berbuat
banyak lagi hingga dia hanya bisa mengangguk saja.
Breet.., setelah aku membukanya, dia segera memaki-makiku..
"Om bener-bener bajingan!! Anjing kamu!! Kenapa Om perlakukan aku
seperti ini!! Bajingaann!! Anjiing!!" Aku yang tidak terima mendapat
makian yang seperti itu hingga langsung menamparnya!! Plaak!! Kemudian
Widya membalasku dengan teriakan minta tolong.
"Toloong!! Toloong!! Toolong!!" Aku membiarkannya untuk
membuktikan bahwa di sana memang tidak ada seorang pun yang dapat
mendengarnya.
"Nah, teriak lebih keras lagi!! Ayo!! Kita lihat siapa yang dapat mendengarmu!!"
Setelah lama sekali minta tolong sampai suaranya parau (mungkin
karena kelelahan) dan tidak menghasilkan apa pun, akhirnya Widya hanya
bisa menangis tersedu-sedu dengan suara yang serak kemudian dia
berkata..
"Oomm.. Tolong lepaskan aku.. Pleeassse.. Apa salahku?? Kenapa aku diperlakukan seperti ini??"
"Kesalahanmu adalah karena berani-beraninya kamu tampil merangsang
di depanku selama ini ha.. ha.. ha.. Kamu tadi ngatain aku anjing kan!?
Kita lihat sekarang siapa anjing yang sebenarnya!! Lihat dan rasakan
saja!!"
Ke Bagian 2
| Title | Author | Views |
| Perkosaan Rani Mahkota Sari |
Rani Sister |
378,494 |
| Nikmatnya Lubang-lubang Tetanggaku |
forum_pas@yahoo.com |
252,210 |
| Pemerkosaan Terhadap Sesama ABG |
cucumama2000@yahoo.com |
232,555 |
| Pesta Perawan |
Jeki Velani |
188,101 |
| Diperkosa Maling Bejat |
David Sebua |
186,571 |
| Memperkosa Seorang Istri Setia 01 |
boby5555@usa.net |
147,589 |
| Nikmatnya Diperkosa |
rnurhadhi@yahoo.com |
135,452 |
| Tragedi Malam Pengantin - 01 |
cupcupwaowao@yahoo.com |
117,736 |
| Mosaik Para Istri Yang Diperkosa - 2 |
Rusliani |
82,300 |
| Tak Berdaya |
sonic_blueus@yahoo.com |
81,416 |
| Tragedi Malam Pengantin - 02 |
cupcupwaowao@yahoo.com |
77,762 |
| Para Pemerkosa yang Brutal 02 |
tommy_axl@yahoo.com |
76,368 |
| Riska |
thomas_liem_2003@yahoo.com |
74,546 |
| Terjebak Permainan |
askepecun@yahoo.com |
69,796 |
| Derita Seorang Anggota Polwan 01 |
henychrist@yahoo.com |
68,095 |
|
|
|
|
|
|
|