|
|
Dari Bagian 1 Kemudian aku lepas semua pakaianku, lalu dengan kedua tanganku aku
membuka kaki Widya lebar-lebar ke kanan dan ke kiri sampai benar-benar
mengangkang dan terlihat benar vagina itu menjadi semakin siap saji.
Kemudian aku menancapkan batangku yang sedari tadi sudah tidak bisa
lagi diajak kompromi sedikit pun itu ke vaginanya. Mungkin karena
kesakitan saking sempitnya, dia berteriak memelas..
"Ammpuun Oom.. Aku jangan diperkosa!! Nanti kalo aku hamil gimanaa!! Pleeassee!!"
"Itu urusanmu!! Yang aku tahu, sekarang kita akan bersenang-senang sepuasnya OK!!"
Sepertinya gerakan kakinya mencoba menutupi vaginanya yang sudah
tertancap sepertiga batangku dan tampaknya vaginanya juga tidak mau
diajak kompromi malah juga mencoba menutupinya sehingga batangku jadi
terjepit. Aku yang menjadi agak jengkel lalu membuat kakinya lebih
mengangkang lagi lalu dengan ganas kucoba menembus keperawanan Widya
hingga dia pun berteriak keras sekali..
"Ooaahh!! Aahh!! Ampuunn Oom!! Sakiit.. Sakiit.. Aakkhh.. Mmaahh..
Iikkhh.. Ampuun oomm!! Aku bisa matii oomm!! Sakiitt!! Uoohh!!
Toloong!! Mamaa!! Maamaa!!"
Nampaknya jika Widya merasa kesakitan dia selalu berteriak
memanggil ibunya. Aku yang sudah telanjur basah begini terus
melanjutkannya saja dengan mencoba menerobos keperawanannya. Dan
akhirnya, crrtt.., aku merasa baru saja seperti ada yang sesuatu yang
sobek hingga Widya berteriak dan meronta sekuat tenaga.
Kulihat vaginanya dan ternyata benar, darah segar mengalir dengan
derasnya. Aku cepat-cepat mengambil CD-nya untuk melap darah vaginanya
agar tidak mengotori spreiku. Kulihat juga mulut Widya yang terbuka
sangat lebar meronta-ronta dan tampak sangat menderita dengan kedua
tangan yang masih terikat erat di belakang dan pakaiannya yang mulai
acak-acakan, apalagi ditambah dengan sepatu sport dan kaus kaki
putihnya hingga semakin merangsangku untuk berbuat lebih ganas.
Kemudian aku menggenjotnya lagi dan kali ini dengan tanpa ampun
lagi karena aku sudah benar-benar kesetanan. Kugenjot vagina Widya yang
mulai licin itu dengan semakin ganas. Tetapi kupikir ini masih terlalu
sulit dilakukan, tetapi peduli setan, aku terus menggenjotnya semakin
ganas dengan genjotan liarku, sampai-sampai suaranya terdengar, clep,
clepp, clepp.., sementara Widya hanya bisa mengerang kesakitan.
Begitu seterusnya sampai suara teriakannya lebih serak dari yang
sebelumnya, dan ternyata air mata Widya yang menangis tersedu-sedu
semenjak tadi belum habis juga malah semakin deras sehingga membasahi
payudaranya. Sambil menggenjotnya, aku menjilati air mata Widya itu,
lalu aku mengulum mulutnya yang semenjak tadi menganga itu sampai dia
sulit untuk bernapas sampai akhirnya, crott.. Spermaku kukeluarkan di
rahim gadis SMA kelas 1 yang malang itu. Aku pun lalu berkelojotan
kenikmatan.
Entah mengapa, mungkin karena Widya kelelahan lari sewaktu berolah
raga tadi, ditambah dengan rontaan-rontaannya yang hebat dan payudara
dan vaginanya yang kuhisap habis-habisan hingga membuatnya pingsan
seperti orang mati saja. Mungkin karena tubuh Widya menindih kedua
tangannya sendiri yang terikat ketat di belakang hingga membuat buah
dadanya jadi membubung ke atas. Aku jadi bernafsu lagi melihatnya
hingga aku mengerjainya kembali selagi dia pingsan. Kuhisap-hisap
sambil sedikit kugigit dan menariknya ke atas saking gemasnya hingga
akibatnya kedua payudaranya kini jadi memerah, tetapi aku tidak
mempedulikannya sama sekali.
Kulihat jam tanganku, waktu telah menunjukkan pukul 12:05 WIB,
berarti aku tadi telah mengerjainya selama 4 jam, wajar jika dia
sekarang pingsan, mungkin juga pada jam ini Widya sudah seharusnya
pulang sekolah karena ini adalah hari Jumat, tapi peduli apa aku.
Aku memutuskan untuk beristirahat dulu sambil minum minuman
berenergi yang sudah aku persiapkan dari rumah untuk memulihkan
energiku yang sudah lumayan habis dan untuk mempersiapkan diri pada
action berikutnya. Karena tali pramuka yang kubawa tidak cuma satu, aku
pun mempersiapkan tali pramuka baru yang masih berbentuk gulungan rapi,
putih mengkilat, sangat ketat, lumayan besar dan panjang karena yang
aku beli adalah tali pramuka berkualitas istimewa, tapi bukannya aku
akan menggunakan tali pramuka yang baru itu untuk mengikatnya lebih
jauh lagi, melainkan aku menggunakannya sebagai tanda jika dia sudah
tersadar nantinya, pasti dia akan meronta. Caranya adalah kumasukkan
tali pramuka yang masih berbentuk gulungan itu ke dalam vaginanya
dalam-dalam. Memang ini agak sulit kulakukan, mungkin karena ukuran
vaginanya yang terlalu kecil itu, jadi terpaksa aku memuntir-muntirnya
dulu sampai akhirnya masuk walaupun ujungnya masih terlihat sedikit,
mungkin ini memang sudah mentok, pikirku.
Untuk sementara aku beristirahat dan mencoba untuk tidur di samping
Widya. Aku tidak perlu khawatir dengan hal-hal yang tidak diinginkan,
karena tempat itu benar-benar sepi dan berada di bawah pohon besar yang
rindang, lagipula tangan Widya sudah terikat tidak berdaya, dan apabila
Widya terbangun atau tersadar nanti dia pasti akan meronta kesakitan
karena vaginanya yang telah aku jejali dengan tali pramuka yang masih
tergulung itu.
Lalu aku tertidur pulas di samping Widya. Aku tertidur sampai
seperti orang mati saja sehingga sewaktu Widya tersadar duluan, aku
hanya mendengar erangannya sambil memanggil-manggil mamanya. Aku pikir
aku masih dalam keadaan bermimpi saat mendengar suara siapa itu. Dan
setelah aku terbangun, aku baru sadar bahwa itu adalah suara Widya yang
meronta kesakitan karena tali pramuka yang menyumpal vaginanya. Aku
cepat-cepat melihat jam tanganku, dan jam menunjukkan telah pukul 15:10
WIB, berarti aku dan Widya tadi telah tertidur sekitar 3 jam.
"Aakkhh!! Eengghh!! Mmamaa!! Ahaakkhh!! Mamaa!!"
"Tenang aja Wid, di sini nggak ada yang bakalan denger apalagi Mama
kamu, jadi simpan saja tenagamu karena tugasmu belum selesai".
Karena tenagaku sudah pulih, aku segera saja menuju target yang
belum pernah kujamah dari tadi yaitu anusnya. Sebelumnya aku harus
membuat tubuh Widya tertelungkup di kursi paling belakang, tapi kakinya
tetap berada di bawah yaitu di spons bersprei itu. Tapi sayangnya sudut
atau siku kursi mobilku yang paling belakang kurang pas seperti yang
kuharapkan untuk posisi doggy style, yaitu kepala Widya yang
tertelungkup sudah mentok ke kursi padahal vaginanya belum menyentuh
ujung atau siku kursi sehingga kupikir ini pasti tidak akan seperti
yang kuharapkan.
Maka kuangkat kepala Widya tengadah, sehingga muka Widya sekarang
menghimpit rapat pada sandaran kursi, sampai-sampai erangannya
terbungkam oleh sandaran kursi di mobilku, untungnya semua jok kursi di
mobilku telah kubelikan yang berkualitas bagus sehingga benar-benar
empuk. Dan akhirnya posisinya telah kurasa pas untuk melakukan posisi
doggy style. Setelah mendapatkan posisi yang tepat, pertama aku
menjilati dan menusuk-nusuk anus Widya dengan lidahku dengan ganasnya
dan rasanya benar-benar nikmat sekali.
"Aduuhh!! Aahh!! Nghaa!! Aduduuhh!! Aakkhh!!"
Aku sama sekali tidak tahu mengapa Widya tampak menderita sekali,
padahal aku belum melakukan apa-apa, hanya sebatas menjilati sambil
menusuk-nusuk anus Widya dengan lidahku. Dan aku baru teringat bahwa
ternyata penyebabnya adalah gulungan tali pramuka yang masih bersarang
di vagina Widya. Ah peduli apa aku, justru dengan dia meronta-ronta
seperti itu akan membuat nafsuku semakin meledak, jadi aku biarkan saja
tali pramuka yang masih tergulung rapi dan ketat itu bersarang di
vaginanya.
Tanpa pikir panjang aku langsung mengambil posisi untuk
mengerjainya lagi. Pertama-tama aku menancapkan sepertiga batangku dulu
di anusnya. Karena anus Widya benar-benar kecil maka ini akan cukup
sulit, pikirku. Tiba-tiba terdengar rontaan Widya meskipun kurang jelas
karena terbekap jok mobil.
"Ampuun oomm!! Mau diapakan aku!! Jangan di situ Oom!! Aku bisa mati!! Ampuun!! Ampuun!! Jangan Omm!!"
Tanpa peduli sedikit pun dengan apa yang diucapkan Widya, aku mulai
kembali mencoba menerobos anus Widya. Kumasukkan (meskipun hanya bisa
sepertiga yang masuk), kemudian aku keluarkan lagi, dan terus kulakukan
itu sampai anus Widya menjadi sedikit licin dan longgar. Karena
akhirnya aku agak jengkel dan bosan untuk menunggu lebih lama lagi,
maka kuterobos saja liang anus Widya dengan sekuat tenaga. Slackk!!
Scrrct!!
"Uuookkhh!! Khaakkhh!! Ahhgghh!!", jerit Widya.
Widya tampak benar-benar menderita, dan aku juga sudah merasakan
ada sesuatu yang sobek, maka aku teliti anusnya untuk memastikannya dan
ternyata benar, darah segar sudah mengucur deras dari liang anusnya.
Aku kembali mengambil CD-nya untuk membersihkan darah dari anusnya.
Darahnya benar-benar banyak, mungkin karena liang anusnya terlalu
kecil. Dan setelah aku memastikan liang anus Widya telah terasa licin
dan mulai nikmat untuk digarap, langsung saja kugenjot dia dengan
sodokan-sodokanku yang ganas. Widya hanya bisa menangis tersedu-sedu
dan memohon untuk segera dipulangkan ke rumahnya karena mungkin orang
tuanya sekarang sudah mulai mencemaskan anak gadisnya yang belum pulang
dari sekolah.
"Enngghh.. Enngghh.. Mngghh.. Enhgh.. Oom.. Sudah oomm.. Aku
mohoon.. Aku pengen pulaang.. Aku pengen pulang Oom.. Heenngghh..
Engghh.."
Mendengar rintihannya yang terdengar serak dan sangat menderita itu
menyebabkan birahiku justru semakin meledak, dan aku menggenjot anusnya
dengan lebih ganas lagi hingga akhirnya aku menyemburkan spermaku di
dalam anus Widya. Aku tahu Widya pasti sangat menderita sekali karena
selain dia baru saja kusodomi habis-habisan, juga tali pramuka yang
masih bersarang di vaginanya, dan juga tali pramuka yang mengikat kedua
tangannya di belakang (sampai kedua tangannya berbentuk siku) akan
menambah siksaan yang harus dijalaninya demi memuaskan nafsu bejatku.
Ke Bagian 3
| Title | Author | Views |
| Perkosaan Rani Mahkota Sari |
Rani Sister |
378,494 |
| Nikmatnya Lubang-lubang Tetanggaku |
forum_pas@yahoo.com |
252,210 |
| Pemerkosaan Terhadap Sesama ABG |
cucumama2000@yahoo.com |
232,556 |
| Pesta Perawan |
Jeki Velani |
188,101 |
| Diperkosa Maling Bejat |
David Sebua |
186,571 |
| Memperkosa Seorang Istri Setia 01 |
boby5555@usa.net |
147,589 |
| Nikmatnya Diperkosa |
rnurhadhi@yahoo.com |
135,452 |
| Tragedi Malam Pengantin - 01 |
cupcupwaowao@yahoo.com |
117,736 |
| Mosaik Para Istri Yang Diperkosa - 2 |
Rusliani |
82,301 |
| Tak Berdaya |
sonic_blueus@yahoo.com |
81,416 |
| Tragedi Malam Pengantin - 02 |
cupcupwaowao@yahoo.com |
77,762 |
| Para Pemerkosa yang Brutal 02 |
tommy_axl@yahoo.com |
76,368 |
| Riska |
thomas_liem_2003@yahoo.com |
74,546 |
| Terjebak Permainan |
askepecun@yahoo.com |
69,796 |
| Derita Seorang Anggota Polwan 01 |
henychrist@yahoo.com |
68,095 |
|
|
|
|
|
|
|