|
|
Dari Bagian 2 Sambil beristirahat sebentar aku kembali membaringkan tubuh Widya yang
sudah bermandi peluh itu hingga tampak mengkilap ke spons bersprei itu.
Widya tidak henti-hentinya menangis, air matanya juga tidak
henti-hentinya keluar. Tiba-tiba terdengar HP Widya berbunyi. Setelah
aku lihat identitas pemanggilnya ternyata bertuliskan "Mama". Wah, aku
pikir Mama-nya Widya sudah mecemaskan anaknya yang belum pulang juga
dari sekolahnya. Aku kemudian memperlihatkan kepada Widya siapa orang
yang mencoba menghubunginya. Segera saja mata Widya terbelalak saat
mengetahui bahwa itu adalah Mama-nya hingga Widya berteriak sekuat
tenaga.
"Maamaa!! Maammaa!! Tooloong aku Maa!! Maamaa!!"
Widya berteriak keras sekali berharap aku mau menyambungkan telepon
untuknya, tetapi yang aku lakukan adalah justru memutuskan sambungan
telepon itu di hadapannya.
"Bangsaatt!! Anjiing!! Bajingaann kamuu!! Bangsaat kamu!! Anjiing!!", maki Widya, lalu Widya kembali menangis.
"Ennghh.. Heennggh.. Kenapa kamu tega melakukan ini? Itu Mamakuu.. Heenggh.. Aku pengen pulaanng!! Mamaa!!"
Bukannya aku kasihan terhadap Widya, aku malah mereply SMS ke
Mama-nya yang berisikan, "Ma aku lagi bersenang-senang jadi jangan
ganggu aku ya!!" Sebelum aku mengirimkan SMS itu ka Mama-nya aku
perlihatkan dulu isi SMS itu kepada Widya hingga kembali ia memakiku.
"Kamu bener-bener menjijikkan!! Terkutuk kamu!! Bangsaat!!"
Aku kemudian menjilati air matanya yang terus bercucuran sampai
bersih. Aku juga membenahi kedua kaus kakinya yang mulai merosot, juga
tali sepatu sport-nya yang mulai acak-acakan hingga akhirnya Widya
kembali rapi dan merangsang untuk dinikmati.
Karena aku tidak mau dia keburu pingsan lagi padahal tugasnya
memuaskanku belum selesai, aku memutuskan untuk mengocok batangku di
dalam mulut Widya agar sperma yang nanti ditelannya bisa sedikit
memberinya energi, lalu aku mengangkat kepalanya, memasukkan batangku
ke mulutnya, dan membuat gerakan maju mundur berirama.
"Nymlhh!! Nymngmh!! Ghhkkh!! Nnymhkh!! Ghkmnh!!", gumam Widya saat mulutnya kupaksa dimasuki batangku.
Melihat Widya yang menangis tersedu-sedu dan tampak sangat
menderita, nafsu birahiku semakin memuncak, lalu kupercepat saja tempo
genjotanku sampai akhirnya.., crott.. croott.. croot.. Akhirnya aku
menyemburkan spermaku di dalam mulut Widya. Lalu aku cepat-cepat
menutup mulut Widya dengan hati-hati agar jangan sampai ada sperma yang
dimuntahkannya lagi.
Widya malah mencoba memaksa memuntahkannya, hingga akhirnya
sebagian kecil spermaku berhasil dimuntahkannya lewat sela-sela
tanganku. Aku tidak ingin hal ini terjadi lagi hingga tangan kiriku
berusaha menutupi mulutnya dan tangan kananku menjepit hidungnya sekuat
tenaga agar tidak ada jalan baginya lagi untuk bernapas selain menelan
spermaku. Dan kulihat tenggorokannya seperti menelan sesuatu.
Aku pikir dia akhirnyua sudah menelan spermaku semuanya. Kali ini
Widya benar-benar seperti mabuk. Spermaku yang sedikit berceceran di
mulutnya aku sapukan merata ke mukanya dengan harapan agar dia merasa
lebih fresh. Aku merasa kehausan juga, mungkin karena sudah dari tadi
berulang-ulang mengeluarkan sperma untuk pelacur kecilku ini. Aku jadi
punya ide konyol. Sebelumnya aku keluarkan dulu gulungan tali pramuka
yang menyiksanya.
Widya kemudian malah meronta dan badannya juga bergetar, mungkin
karena menahan pedih. Tali pramuka yang tadinya putih bersih itu
sekarang sudah jadi berwarna agak gelap dan dipenuhi banyak darah dan
cairan vagina. Aku menjilatinya sebentar dan, hmm.. rasanya benar benar
lezat.
"Wid, aku sekarang pengen kamu kencing!! Cepet!! Aku udah haus banget dari tadi ngerjain kamu!!", perintahku.
"Aa.. Aapa maksudmu!? Aku nggak bisa pipis sekaraang.. Aa.. Aaku.. Lagi nggak kebelet.."
"Ya udah kalo gitu aku bantu sini!!"
"Aa.. Apaa..!?" Aku kemudian mengulum vaginanya dan
menghisap-hisapnya serta tanganku menggelitikinya dengan harapan dia
akan mengompol.
"Ahahaakhh!! Ahaahaahh!! Khaahaa!! Gelii!! Apa-apaan kamu!?"
Pemandangan yang tampak aneh karena dia bisa setengah tertawa geli
setengah menangis tersedu-sedu, sambil badannya bergetar hebat. Widya
aku perlakukan seperti itu lama sekali sampai akhirnya dia mengompol
juga meskipun hanya keluar sedikit-sedikit.
"Aakkhhaakhh!! Aakkhh!! Sakiit!!"
Aku tidak tahu pasti mengapa dia kesakitan padahal dia hanya
mengompol saja. Aku baru ingat jika aku tadi sudah mengobok-obok dan
memerawani vagina Widya dengan cara yang kasar hingga jika dia sekarang
merintih kesakitan tentunya wajar. Tapi peduli apa aku. Kulanjutkan
saja dengan menghisap dan menelan air seni gadis SMA kelas 1 itu.
Mungkin karena Widya merasakan perih yang teramat sangat, maka dia
hanya mengeluarkan air kencing itu sedikit-sedikit sambil mengerang
kesakitan.
Suara rintihannya jadi semakin lemah mungkin karena dia kelelahan.
Air seninya hanya keluar sedikit sehingga lama-kelamaan aku agak
jengkel juga, lalu aku menghisapnya saja dengan paksa. Hmm.. Ini
benar-benar lezat sekali, lebih lezat daripada teh celup manapun,
pikirku, hahaha..
Rontaan Widya menjadi lebih panjang dan dia tampak lebih menderita
daripada sebelumnya. Setelah aku pikir air seni Widya benar-benar sudah
habis, aku sudahi saja permainan itu. Tiba-tiba HP Widya berbunyi lagi,
dan setelah kulihat ternyata Mama-nya Widya yang mereply SMS-ku,
"Bersenang-senang!? Apa maksudmu sayang!? Kenapa kamu bicara kasar gitu
sama Mama!? Kamu sekarang ada dimana sayang!?"
Aku memperlihatkan SMS yang dikirimkan Mamanya kepada Widya.
Mungkin karena dipikir dirinya sudah tidak bisa berbuat banyak, Widya
menanggapinya hanya dengan menangis tersedu-sedu sambil
memanggil-manggil Mama-nya. Kemudian aku kembali mereply SMS tersebut,
"Apa urusan Mama dg perkataanku yg ksr!! Makanya jgn ganggu aku lg!!
Aku ada les privat dadakan, dan lokasinya ada di sorga dunia, mata
pelajarannya adl ttg Kenikmatan Duniawi!! Jd Mama gak usah khawatir dan
skrg mending Mama tidur aja!! Aku msh hrs bljr lbh byk lg ttg mata
pljrn ini!!"
Seperti tadi, sebelum aku mengirimkan SMS itu ke Mama-nya Widya,
aku perlihatkan dulu SMS itu kepada Widya. Mata Widya kembali
terbelalak, kemudian memakiku habis-habisan.
"Bangsaat kamu Zen!! Kamu bener-bener terkutuk!! Kamu bukan manusiaa!! Anjing kamuu!!"
Mungkin karena saking marahnya, Widya langsung memanggil namaku
"Zen" dan bukan "Om" lagi. Tetapi aku sama sekali tidak menghiraukan
ucapannya, dan dia kemudian menangis lagi.
Singkat cerita, setelah itu aku kembali terus mengerjai Widya yang
sudah tampak seperti orang mabuk itu sampai suara rintihannya menjadi
serak sekali. Ketika sedang asyik-asyiknya mengerjai siswi SMA yang
lugu dan malang itu, ternyata HP-nya berbunyi lagi, kulihat ternyata
Mama-nya yang mencoba menghubungi Widya lagi yang kali ini kuabaikan.
Ternyata Mama-nya Widya tidak mudah menyerah, dia malah mengirim SMS
lagi, "Sayang, pulang donk, ini kan sudah jam 5 sore & sudah mo
maghrib sayang. Pulang ya sayang ya!? Mama kuatir banget sama kamu
sayang! Pulang ya sayang ya!?"
Aku terkejut juga, lalu aku melihat jam tanganku dan ternyata benar
yang dikatakan Mama-nya Widya, sekarang sudah pukul 17:15 WIB. Mungkin
karena keasyikan sekali sewaktu mengerjai tubuh Widya yang indah itu,
aku sampai lupa waktu. Aku kembali membalas SMS Mama-nya Widya, "Iya
Ma! Aku sgr plg! Cuma tinggal satu permainan, tunggu sebentar ya Ma!!"
Seperti sebelumnya, sebelum aku mengirimkan SMS ke Mama-nya, SMS
itu kutunjukkan dulu kepada Widya, dan seperti sebelumnya juga, Widya
hanya bisa meresponsnya dengan meronta dan menangis. Kemudian aku
memutuskan untuk mengakhiri permainan sampai di sini. Sebagai permainan
terakhir, aku mengencingi Widya merata sampai hampir ke seluruh
tubuhnya, tapi sebagian besar air seniku kutembakkan ke mukanya.
"Bangsatt!! Apa-apaan ini!! Anjing kamu Zen!! Akh! Udah Zen!! Ampuun!!"
Widya hanya bisa merespons permainan terakhirku dengan
memaki-makiku. Aku tidak menanggapi makiannya, karena justru Widyalah
yang sekarang tampak seperti seonggok daging hidup yang hina, pikirku.
Mobilku jadi bau pesing juga jika begini caranya, pikirku, tapi
sudahlah, toh ini juga air seniku sendiri. Kemudian tali yang mengikat
ketat tangan Widya sejak dari pagi tadi kulepas, lalu Widya membuka
kedua tangannya secara berlahan-lahan dan dengan sedikit gemetaran,
mungkin karena terlalu lama dalam keadaan terikat dan ikatannya sangat
kencang.
Kemudian setelah itu langsung saja Widya kutarik keluar dari mobil
dalam keadaan telanjang bulat, yang menutupi tubuhnya tinggal kaus kaki
beserta sepatu sportnya, karena rencanaku semua pakaian Widya termasuk
BH dan CD-nya yang telah berlumuran darah keperawanan Widya itu akan
aku gunakan untuk masturbasi nantinya termasuk juga foto-foto bugil
Widya yang telah kuambil sebelum ia kuperkosa tadi.
Widya benar-benar nampak panik. Aku memberikan HP-nya kembali,
karena memang hanya HP yang ada di sakunya dan dia tidak membawa benda
lain lagi seperti dompet atau yang lain-lain, dengan harapan dia dapat
segera menghubungi Mama-nya untuk meminta bantuan. Kemudian aku
bergegas menutup pintu mobilku dan segera tancap gas tanpa menghiraukan
Widya lagi. Daerah itu memang sangat sepi apalagi jika menjelang larut.
Sempat kulihat dari kaca spion, Widya langsung berlindung di bawah
pohon yang rindang dan langsung menggunakan HP-nya untuk mencari
bantuan. Tentunya untuk saat ini hanya HP-nyalah satu-satunya alat
penentu keselamatan Widya, karena dengan keadaan Widya yang
bertelanjang bulat seperti sekarang ini dia menjadi serba salah, jika
dia mencari bantuan di tempat yang sepi seperti kepada orang lain yang
belum dikenalnya, bisa-bisa malah dia akan dimangsa lelaki hidung
belang selain aku. Aku bergegas meninggalkan tempat itu dengan
kecepatan yang sangat tinggi untuk segera pulang ke rumah.
Pada keesokan harinya, aku tidak pernah lagi melintasi jalan di
sekitar sekolah Widya dan juga segera mengganti nomor dan penampilan
mobilku untuk menghindari pelacakan dari pihak berwajib.
E N D
| Title | Author | Views |
| Perkosaan Rani Mahkota Sari |
Rani Sister |
378,494 |
| Nikmatnya Lubang-lubang Tetanggaku |
forum_pas@yahoo.com |
252,210 |
| Pemerkosaan Terhadap Sesama ABG |
cucumama2000@yahoo.com |
232,556 |
| Pesta Perawan |
Jeki Velani |
188,101 |
| Diperkosa Maling Bejat |
David Sebua |
186,571 |
| Memperkosa Seorang Istri Setia 01 |
boby5555@usa.net |
147,589 |
| Nikmatnya Diperkosa |
rnurhadhi@yahoo.com |
135,452 |
| Tragedi Malam Pengantin - 01 |
cupcupwaowao@yahoo.com |
117,736 |
| Mosaik Para Istri Yang Diperkosa - 2 |
Rusliani |
82,300 |
| Tak Berdaya |
sonic_blueus@yahoo.com |
81,416 |
| Tragedi Malam Pengantin - 02 |
cupcupwaowao@yahoo.com |
77,762 |
| Para Pemerkosa yang Brutal 02 |
tommy_axl@yahoo.com |
76,368 |
| Riska |
thomas_liem_2003@yahoo.com |
74,546 |
| Terjebak Permainan |
askepecun@yahoo.com |
69,796 |
| Derita Seorang Anggota Polwan 01 |
henychrist@yahoo.com |
68,095 |
|
|
|
|
|
|
|