|
|
Dari bagian 1
Peristiwa Kedua,
SOPIR BOSS Pesta ulang tahun istri boss telah usai. Para undangan sebagian menuju
mobil mereka untuk pulang, sebagian lain lagi menunggu supir
masing-masing berdiri di kanopi rumah boss. Dengan ditemani istri boss
aku menunggu suamiku yang saat ini masih terlihat bicara serius dengan
boss serta staff direksi yang lain. Beberapa saat kemudian kulihat
suamiku bersama boss mendekat ke aku. Boss yang bicara padaku,
"Maaf Bu Dibyo, Pak Dibyo saya tahan karena ada yang perlu
dibicarakan untuk pertemuan dengan pengusaha Jerman besok. Ibu biar
diantar Tarjo supir saya pulang lebih dahulu. Nggak apa-apa ya Bu, maaf
nih", demikian permintaan maaf boss Mas Dibyo yang nggak mungkin aku
sanggah lagi sebagaimana kebiasaan di lingkungan kantor kami.
Ada kebanggaan bahwa suamiku, Mas Dibyo, merupakan staff inti yang
selalu dibutuhkan pada saat-saat kritis seperti ini, tetapi aku sudah
terlampau banyak dikorbankan untuk hal-hal seperti ini.
Kebetulan aku meraih "door prize" saat istri boss mengundi nomer
urut tamu malam ini. Lumayan aku dapat flat TV 21 inchi yang bisa aku
pasang di kamar tidurku nanti. Mobil BMW 650i yang super mewah berhenti
di latar kanopi begitu boss usai bicara padaku. Tarjo sang supir
bergegas mengambil dooz besar TV-ku dan membukakan pintu kursi belakang
untukku.
"Selamat malam, Bu. Wah rupanya Pak Dibyo bisa sampai malam hari
ini, Bu. Soalnya saya dengar rombongan pengusaha Jerman itu minta bapak
untuk membuat draft LOI (maksudnya, Letter of Intent) untuk besok
pagi". Begitu Tarjo memberikan selamat malam padaku dan menyampaikan
informasi mengenai tugas Mas Dibyo hasil dari nguping pembicaraan
bossnya.
Sampai di rumah aku turun lebih dahulu untuk membuka pintu dan
menyalakan lampu ruang depan. Tarjo mengangkat dooz TV ke dalam rumah.
Saat itu terpikir alangkah baiknya kalau Tarjo bisa sekalian membantu
membongkar TV-nya dan menaruh di kamar tidurku. Dengan senang hati dia
melakukan permintaanku. Boss sudah nggak nunggu saya lagi kok Bu, jadi
saya bisa bantu ibu sebentar, begitu jawabnya. Saat itu kuperhatikan
matanya begitu berbinar setiap aku ngajak omong. Dia tidak hanya
memperhatikan bibirku yang bicara tetapi juga gaun malamku yang
menampakkan bahuku yang terbuka, belahan buah dadaku, pinggulku. Aku
sudah terbiasa menghadapi pandangan mata lelaki macam itu, tetapi
mestinya bukan kelasnya Tarjo. Aku merasakan bahwa sebagai lelaki Tarjo
pasti juga tergerak birahinya melihat perempuan seperti aku, itu jelas
dari cara matanya memandangku. Aku mafhum.
Tarjo dengan cepat dan cekatan melaksanakan permintaanku. Nampaknya
dia ingin benar-benar membuat aku senang. Dan sebagai terima kasihku
kubuatkan minuman saat selesai memasang TV di kamar tidurku. Sementara
dia minum aku masuk kamar untuk ganti baju.
Aku sedang membuka blus setengah dadaku yang tanpa kancing melalui
kepalaku ketika tiba-tiba aku mendengar langkah kaki Tarjo memasuki
kamarku dan sama sekali tak kuduga ketika dia memelukku dengan kuat dan
langsung menciumi ketiakku. Aku berteriak tertahan karena malu kalau
sampai kedengaran tetangga, sementara mukaku masih tertutup oleh blusku
sehingga aku tidak melihat apa-apa di sekelilingku. Dengan sigap tangan
kuat Tarjo membekap mulutku dari balik blusku,
"Jangan teriak, Bu. Malu khan kalau kedengaran tetangga. Saya
nggak tahan nih Bu. Kepingin ngentot ibu sejak berangkat dari rumah
boss tadi. Sebentar saja, Bu". Gaya bicara Tarjo yang demikian tenang
sangat membuatku jengkel dan marah. Sepertinya dia biasa melakukan hal
begini kepada orang lain. Dasar begundal gila kamu, Jo.
Aku berontak dan jatuh ke ranjang tertindih tubuh Tarjo yang terus
merangsek ketiak dan bagian tubuhku yang lain. Aku mulai ketakutan
Tarjo akan memperkosa aku. Nggak mungkin dia berbuat begitu padaku yang
istri atasan dia juga. Tetapi teriakkan dan berontakku rasanya sia-sia.
Dia terlampau kuat buat aku. Dengan mudah Tarjo meringkus aku. Mulutku
disumpal dengan sapu tanganku yang dia raih dari meja toiletku.
Tanganku dia ikat kuat-kuat pakai tali rafiah bekas pengikat TV ke
kisi-kisi ranjangku. Sementara kakiku ditahan dengan tubuhnya dengan
kuat.
Aku terus berusaha berontak dengan tubuhku yang masih bebas untuk
menggeliat menolak muka Tarjo yang nyungsep ke dadaku yang hanya
tinggal memakai BH. Kakiku juga masih berusaha melawan kendati tubuhnya
sangat kuat menindihku. Aku mulai berpikir kalau aku bisa menendang
selangkangannya pasti Tarjo akan kesakitan. Tetapi aku nggak mampu.
Bahkan tangan kanan Tarjo yang telah menyingkap gaun malamku mulai
menarik-narik celana dalamku. Aku mulai menangis putus asa.
Bagaimanapun nafsu jahat Tarjo akan kesampaian juga.
Dengan menangis ini Tarjo jadi tahu bahwa perlawananku tinggal
separoh, selebihnya tinggal keputus asa-an dan penyerahan tubuhku yang
siap untuk melampiaskan nafsu binatangnya. Hal ini membuat Tarjo
menjadi lebih gila dan mulai melepasi ikat pinggang kemudian
memerosotkan celana panjangnya hingga ke pahanya. Aku memang semakin
putus asa saat kurasakan Tarjo berhasil menarik melepasi celana dalamku
kemudian menguakkan selangkanganku dan menenggelamkan wajahnya ke
kemaluanku. Dia merangsek menciumi dan menyedoti nonokku. Aku tak bisa
membayangkan lagi bagaimana perasaanku waktu itu. Kemaluanku yang
berbulu tipis dengan bibir vaginanya yang sangat ranum dilumat-lumatnya
yang terkadang sambil melepaskan gigitan-gigitan kecilnya.
Cukup puas menggarap kemaluanku kini wajah Tardjo merangkaki
perutku. Dengan bibirnya yang terus menjilati dan menyedoti
tangan-tangannya melepasi BH-ku dan membetot keluar payudaraku yang
memang sangat menggunung dan pasti menimbulkan nafsu birahi Tardjo yang
makin kesetanan ini. Kemudian dari jilatan dan sedotan di perutku
bibirnya bergerak cepat beralih mengenyoti dengan sangat ganas buah
dadaku yang sudah keluar dari BH yang sudah berantakkan ikatannya.
Dan di bawah sana kurasakan benda keras yang aku pastikan adalah
kontolnya mulai didorong-dorongkannya ke lubang vaginaku. Aku semakin
benar-benar tidak melihat jalan keluar lagi. Aku dilanda kecemasan dan
ketakutan yang amat sangat. Aku menjadi lumpuh dengan penuh sakit di
hatiku. Aku terus menangis. Sopir gila ini benar-benar akan memperkosa
aku. Edan. Gila. Benar-benar anjing kamu, Tarjo.
Tetapi Tardjo ternyata sangat professional untuk merubah
penolakanku menjadi penantianku. Dengan bertumpu pada lumatan, isepan
dan gigitan pada payudara dan pentil-pentilku yang sangat intens,
Tardjo mengembangkan variasi remasan dan rabaan pada bagian-bagian
tubuhku yang paling sensitive. Terkadang jarinya seakan mencakar kasar
untuk kemudian berubah mengelus lembut. Aku dipermainkan oleh gelombang
sentuhan erotisnya. Aku tergiring untuk memasuki wilayah peka birahi
yang demikian dahsyat. Aku nggak habis pikir, terkadang aku dibuatnya
menunggu, apa lagi dan yang mana yang akan dirambah rabaannya. Dan itu
merupakan siksaan yang paling aku benci. Menunggu Tardjo, menunggu
rabaannya, sementara lidah dan bibirnya terus menggelitik payudara dan
pentilku dengan disertai dengusan serta lenguhan nikmat yang sangat
merangsang iba birahi siapapun yang mendengarnya. Rasanya dalam waktu
yang singkat kini beralih aku yang terlanda kehausan. Birahiku seakan
tercambuk untuk mendera nafsu libidoku. Ayoo, Tardjoo, cepatt.. yang
mana lagi.., ayoo, kurang ajar benar sih, kamu..
Aku ngap-ngapan mengejar nafasku karena perbuatan Tardjo ini. Kini
situasinya jadi berbalik. Kini aku yang justru menginginkan Tardjo
dalam arti sesungguhnya untuk memperkosa aku habis-habisan. Kini aku
berubah menjadi hewan betina yang menunggu dilahap rakus jantannya.
Dan ketika akhirnya kurasakan ujung kontol Tarjo mendesaki gerbang
vaginaku. Bibir vaginaku kurasakan menebal dan menjadi sangat peka
terhadap sentuhan. Aku sangat berharap kontol Tardjo cepat menembusi
nonokku. Aku goyangkan pantatku naik turun dan berputar cobek untuk
menjemput dan menangkap batangan kontol Tardjo. Aku sudah demikian
kegilaan menunggunya. Oohh.., Mas Dibyoo, maafkan aku, ini bukan
salahku, mass.. Kenapa kamu nggak pulang mengantar aku dulu kemudian
kembali dengan urusan pekerjaanmu, demikian aku menangisi nasibku. Dan
Tarjo mulai dan terus mengocok-ocokkan kontolnya secara intensif ke
liang kemaluanku.
Dan saat akhirnya vaginaku menelan seluruh batangan kontol itu,
wwuuhh.. Aku dilanda gelinjang nikmat yang sangat dahsyat. Kini aku
mendesah dengan hebatnya. Dan lebih konyol lagi, kegatalan pada nonokku
terus memaksa pantatku bergoyang naik turun untuk menjemput kontol
Tarjo agar menembusi lebih dalam lagi, dan bergoyang seperti "ngebor",
memutar pantat ke kanan dan ke kiri agar memekku bisa melumat batang
kontol untuk menggaruk dinding vaginaku yang nggak mampu aku tahan lagi
rasa gatalnya. Dan inilah yang diharapkan Tarjo sebagai tanda telah
mampu menundukkan aku. Oocchh, ampuni aku Mas Dibyoo..
Kini Tarjo merasa tidak perlu terlampau ketat menahan meringkus
aku. Bahkan dengan penuh keyakinan sumpal di mulutku dilepasnya. Tarjo
tahu aku telah berada di wilayah kenikmatan birahiku dan tak akan
mungkin berteriak-teriak yang membuat kehilangan kenikmatan itu.
Kontolnya mulai dipompakan secara teratur dan cepat menembusi nonokku.
Dan cairan birahiku tak lagi bisa menyembunyikan hadirnya nafsu
birahiku itu.
"Bu, enhak sekali ya, Bu .., Bu enhaakk, yaa..", racau Tardjo
sambil menahan birahinya yang sudah demikian tak terkendali. Tetapi
ucapan Tarjo itu sama sekali tidak salah. Aku memang merasakan enak dan
nikmatnya pemerkosaan ini. Bahkan kini aku benar-benar
menggoyang-goyangkan pantatku karena kenikmatan yang menimpa diriku.
Dan racauan mulutku mengalir menyahuti menyemangati racauan Tarjo,
"Teruzzss Mas Tarjo.., terusszz.., enhhaakk.., terusszzhh..".
Semua menjadi serba cepat. Genjotan kontol Tarjo yang semakin kuat
ngentot kemaluanku membuat susu-susuku tergoncang-goncang seperti
terlanda gempa bumi. Aku merasa kehausan yang amat sangat. Aku minta
Tarjo menciumi bibirku. Kami saling melumat dengan ganas yang
disebabkan gelombang dahsyat yang menerpa birahi kami. Dan kini aku
merasa seluruh urat dan otot-otot tubuhku meregang. Aku merasa ada
desakkan kuat yang harus meledak keluar dari dalam tubuhku. Dan
kemudian aku merasakan aliran stroom jutaan watt hadir mengawali
muncratnya cairan birahiku dari dalam kemaluanku. Aku merasakan
kenikmatan yang dahsyat saat orgasmeku datang. Mataku membeliak-beliak
menahan dera nikmat. Aku gigit pundak Tarjo hingga terluka.
Aku belum pernah mendapatkan pengalaman nikmat macam ini selama
perkawinanku dengan Mas Dibyo. Aku menjadi buas dan kehilangan perasaan
malu. Aku meracau dan mengeluarkan ucapan-ucapan yang sangat seronok
dan kotor yang seharusnya tidak keluar dari mulutku. Aku terdorong oleh
nafsu birahiku yang menggelegak hebat mengucapkan nikmat luar biasa
sambil merintih. Dan berbareng dengan itu, Tarjo yang seperti orang
gila semakin keras dan cepatnya memompa nonokku hingga kudengar suara
bijih pelirnya yang memukul-mukul bawah nonokku. Tarjo menyusul
menyemprotkan air maninya yang sangat panas ke dalam memekku. Aku tak
bisa bayangkan lagi betapa kuyupnya lubang kemaluanku. Air mani dan
cairan birahiku membusa meleleh keluar menyertai keluar masuknya
pompaan kontol Tarjo. Dan akhirnya semua berhenti.
Sepertinya Tarjo lunglai menindih tubuhku dengan keringatnya yang
mengalir deras dari tubuhnya, tetapi wajahnya yang juga basah yang
nyungsep di belahan dadaku bibirnya masih pelan mengenyoti payudaraku
dan kontolnya yang terendam basah masih kurasakan tegang kaku dalam
rongga kemaluanku. Walaupun terus terang aku mendapatkan kenikmatan
seksual yang hebat dari paksaan Tardjo tapi demi gengsiku kutolak tubuh
Tardjo dari tubuhku, aku ingin dia cepat menyingkir dari aku. Tetapi
apa kata dia,
"Bu Dibyo, kemaluan ibu seperti kemaluan perawan, sangat sempit
dan sangat nikmat. Kontolku belum puas, Bu. Aku mau lagi. Aku mau ibu
melayani aku lebih baik lagi. Aku pengin ngentot ibu lagi. Aku mau ibu
menjilati kontolku sebelum kumasukkan ke nonok ibu lagi".
Edan kau Tardjoo.. Omonganmu sama sekali menghinaku. Kamu anggap
apa aku ini? Memangnya aku tempat pelampiasan nafsu binatangmu?
Memangnya aku budakmu? Pergi kau Tardjoo.. Pergi..!!, demikian aku
berteriak padanya.
Ke bagian 3
| Title | Author | Views |
| Perkosaan Rani Mahkota Sari |
Rani Sister |
378,504 |
| Nikmatnya Lubang-lubang Tetanggaku |
forum_pas@yahoo.com |
252,217 |
| Pemerkosaan Terhadap Sesama ABG |
cucumama2000@yahoo.com |
232,574 |
| Pesta Perawan |
Jeki Velani |
188,104 |
| Diperkosa Maling Bejat |
David Sebua |
186,574 |
| Memperkosa Seorang Istri Setia 01 |
boby5555@usa.net |
147,598 |
| Nikmatnya Diperkosa |
rnurhadhi@yahoo.com |
135,460 |
| Tragedi Malam Pengantin - 01 |
cupcupwaowao@yahoo.com |
117,740 |
| Tak Berdaya |
sonic_blueus@yahoo.com |
81,420 |
| Tragedi Malam Pengantin - 02 |
cupcupwaowao@yahoo.com |
77,763 |
| Para Pemerkosa yang Brutal 02 |
tommy_axl@yahoo.com |
76,371 |
| Riska |
thomas_liem_2003@yahoo.com |
74,546 |
| Terjebak Permainan |
askepecun@yahoo.com |
69,797 |
| Derita Seorang Anggota Polwan 01 |
henychrist@yahoo.com |
68,101 |
| Vita... Reuni SMA - 1 |
askepecun@yahoo.com |
66,872 |
|
|
|
|
|
|
|