|
|
Para pembaca setia sumbercerita.com, berikut adalah
peristiwa yang akan diceritakan oleh salah satu anggota kami. Ketika
dia menceritakan pengalamannya, kami mengusulkan agar ceritanya dikirim
ke sumbercerita.com. Agar dapat dinikmati oleh khalayak lain. Berikut
peristiwa anggota kami yang benar-benar terjadi.
*****
Perkenalkan, namaku Andi. Aku kuliah di sebuah PTN terkenal di
kotaku. Aku mempunyai tetangga perempuan yang masih bersekolah di SMU,
namanya Vina. Vina adalah gadis keturunan Chinese. Ia mempunyai wajah
yang manis, dan mata yang sipit terlihat indah dibalik kacamatnya.
Kulitnya putih bersih, dengan bulu-bulu halus menghias lengannya.
Sebenarnya aku sudah lama tertarik sama dia, karena tubuhnya yang
menggairahkan sekali. Dia suka mengenakan kaos ketat dengan warna
cerah. ketika kami bertemu, aku suka curi pandang lengan atasnya yang
putih bersih dan ketiaknya yang gemuk dengan beberapa rambut tipis di
tengahnya. Vina bertubuh agak pendek, sekitar 158 cm dan menggairahkan.
Yang paling menonjol Vina tubuhnya yaitu payudaranya yang cukup montok
ukurannya sekitar 34B dan pantatnya yang padat berisi. Ketika kami
mengobrol dijalan aku sering memperhatikan orang-orang yang melewati
kami, mereka selalu melirik ke arah payudara Vina dan pantatnya yang
semontok pantat Nafa Urbach, berharap bisa meremas-remasnya.
Setiap hari Vina pulang sekitar jam 5 sore, karena ia kut les
setelah pulang sekolah. Aku sedang dirumah, Vina main kerumahku setelah
ia pulang dari les. Dan setiap kali Vina mengobrol selalu kugoda dan
kuajak kekamarku. Namun sutau hari, karena aku dengan alasan ingin
memeperlihatkan sesuatu, Vina mau juga. Dan kebetulan rumahku sedang
tidak ada orang, karena mereka sedang keluar kota. Dikamarku,
kutunjukkan novel terbaru "Harry Potter & The Chamber's of Secret",
karangan J. K. Rowling. Vina selalu menanti-nanti terbitnya Novel
tersebut.
Kira-kira waktu itu sekitar jam setengah delapan malam. Ketika aku
bermain game di computer, Vina sedang asyik membaca buku di lantai dan
membelakangiku. Ketika aku menengok kebelakang, terlihatlah pantatnya
yang terbalut celana panjang. Menantang kejantananku untuk disarangkan
ke dalam bongkahan pantatnya yang montok itu. Gadis itu tidak sadar
kalau pantatnya sedang ku perhatikan. Rupanya memang tidak sadar kalau
sedang kuperhatikan.
Baru beberapa menit kemudian Vina membalikkan badannya, aku segera
mengalihkan pandanganku ke computer. Vina lalu melihat sebentar game
yang sedang kumainkan, lalu ia kembali membaca lagi di lantai tepat
disamping bawah kursiku. Ketika kulihat ia kembali, sungguh pemandangan
yang sangat membuat keringat dinginku keluar. Kulihat payudaranya yang
terbungkus bra di balik kaosnya yang rada longgar karena ukurannya yang
cukup besar. Terlihat jelas sekali dari atas, bagian atas kulit payuara
Vina yang putih sekali, lebih putih dari kulit lengan dan wajahnya yang
sudah sangat putih. Suasana memang sepi disekitar rumahku, namun bagi
penduduk sekitar cukup aman untuk dihuni.
Ketika nafsuku sudah tak tertahankan lagi. Kurangkul tubuh Vina, dan kubekap mulutnya.
"Eegghh, mmpphh.. mmphh", Vina berusaha berteriak.
Kulumat bibirnya agar ia tidak bersuara. Sambil tanganku mengambil
tali pramuka di dekatku. Lalu kuikat kedua lengannya ke belakang.
Beberapa menit kemudian, rontaan Vina mulai melemah.
"Ndi. apa yang kamu lakukan".
Vina berteriak begitu mulutnya berhasil lepas dari mulutku.
Dengan cepat, kulumat lagi mulut Vina. Kuhisap-hisap mulut dan
lidahnya. kujelajahi rongga mulutnya dengan lidahku. Air liur Vina yang
kuhisap, meluber keluar membasahi pipi dan sekitar bibirnya yang mungil
merah merekah. Kuteguk nikmat air liur cewek Chinese itu. Belum sempat
ia bersuara ketika kulepas bibirku di bibirnya, ku masukkan batang
kontolku ke dalam mulutnya. Sambil kujambak rambutnya dan
kumaju-mundurkan kepalanya.
"Ouuhh, mm.", aku melenguh keenakan, di penisku.
Aku merasakan penisku basah, dan dingin di dalam mulut Vina. lalu
kubopong gadis itu ke atas tempat tidurku. Setelah mengunci pintu. Aku
kembali ke tempat tidurku yang cukup besar. Kutelepon Irfan, temanku
untuk membantu menyetubuhi si Vina. Tak lama kemudian, temanku Irfan.
Mereka senang sekali kuajak.
Setelah kuikat kedua lengan vina ke masing-masing sudut ranjang,
sedangkan kedua kakinya dipegangi kedua Irfan. Kulepaskan satu persatu
pakaian Vina, hingga akhirnya Vina hanya memakai Celana Dalam putih dan
BH kremnya. Payudaranya menyembul di bagian atas BH-nya. Kulit payudara
Vina putih sekali, kontras dengan warna BH-nya. Melihat keadaan tubuh
gadis itu, nafsuku menjadi naik. Kontolku menegang, tapi aku masih bisa
menahan diri. Tapi tanganku mulai meraba-raba seluruh bagian tubuh
gadis itu. Pahanya yang putih mulus sekali, terasa lembut sat ku
elus-elus, dan empuk saat kuremas-remas sambil kujilati hingga pahanya
basah oleh air liurku.
Setelah melakukan semua itu, Aku melepaskan semua pakaianku hingga
telanjang bulat dengan kondisi kontolku yang udah tegang. Tanpa
membuang waktu kudekati Vina yang masih memohon agar dilepaskan. Vina
berusaha memberontak Tapi dengan cepat kedekap tubuh gadis itu,
dekapanku cukup kuat, Vina hanya bisa terisak-isak menangis. Gadis itu
seakan tak berdaya ketika Aku mulai meremas-remas payudaranya yang
lumayan besar dan kenyal itu dengan masih dibungkus BH-nya. Sambil
menikmati musik house, Lama kelamaan aku menjadi tambah bernafsu,
dengan kasar kutarik BH gadis itu dan kulemparkan. Di depan mataku
terpampang payudara gadis itu yang putih dengan puting mungil merah
muda yang indah sekali Aku meremas-remas payudara gadis Chinese itu
dengan sekuat tenaga.
"Aakkhh, saakkii..iitt. Ndi, sakkii. it, ampuu..unn. Ndii", Vina meraung-raung kesakitan.
Dadanya menempel erat kedadaku dan akupun merasa ada daging kenyal
yang hangat. Aku terus melumat bibirnya, sementara tangan kananku
dengan leluasa mengelus-ngelus pahanya yang mulus dan pantatnya yang
kenyal. Tangan kiriku meremas-remas payudara kirinya. Kudengar
lenguhan-lenguhan kenikmatan dari Vina. Aku lepaskan mulutku dan
kuciumi lehernya hingga ke payudaranya, kusedot susunya yang kiri
sementara tangan kananku meremas-remas yang kanan. Kutindihi tubuhnya
sambil menyedot-nyedot susunya secara bergantian. Saya jilati kedua
payudaranya sambil saya gigit dengan keras putingnya yang merah itu.
"Uufh, sakii..iit, oufhh, ohh, oohh saki..iit, ohh".
Vina merintih sambil menangis sesenggukan. Sementara itu aku
terusin permainan lidah aku ke arah perutnya yang rata itu, aku
berhenti di bagian pusar dan konsentrasi di bagian itu sambil ngeremes
bokongnya yang padat, kedua tanganku selipin ke bokongnya dan
pelan-pelan aku lucuti celana dalamnya ke bawah.
Tampaklah sebuah pemandangan yang luar biasa indahnya. CD nya dan
kurasakan rambut hitam yang masih jarang mengelilingi vaginanya. kuraih
klitorisnya dan ku gosok-gosok dengan jari tengahku.
"Oohh, jangaann, sudaahh oufhh, jaa, ngaa, an, oohh".
Dia merintih merasakan nikmat yang dalam karena klitorisnya kugosok
sementara lidahku tetap bermain menyedot-nyedot payudaranya yang besar
bulat kencang itu, seakan-akan menantang ke arahku. Kupegangi bagian
bawah payudara Vina, mulutku menciumi dan mengisap-isap kedua puting
susu Vina secara bergantian. Buah dada Vina yang sebelah kanan menjadi
sasaran mulutku. Buah dada Vina yang gemuk itu hampir masuk semuanya ke
dalam mulutku dan mulai kusedot-sedot dengan lahap.
"Aakkhh, ouughh, sakkii..iitt,". tiba-tiba Vina berteriak keras
sekali karena sebagian besar payudaranya yang masuk kedalam mulutku,
aku kunyah-kunyah susu kanannya seperti mengunyah daging.
Aku merasakan ada kulit payudara Vina yang sobek, sehingga darah
susunya keluar. Dan kutelan sebagian darah susu Vina yang keluar.
Lidahku kumainkan pada puting susu Vina yang bereaksi menjadi keras
sekali. Terasa sesak napas Vina menerima perlakuanku pada kedua buah
dadanya. Badan Vina terasa makin lemas dan dari mulutnya terus
mengeluarkan erangan,
"Ssshh, sshh, aahh, aahh, sshh, sshh, jangaann, suudaahh.. aku mohoonn".
Vina terus mengerang. mulutku terus berpindah-pindah dari buah dada
yang kiri, ke yang kanan, mengisap-isap dan menjilat-jilat kedua puting
buah dada Vina secara bergantian selama kurang lebih lima belas menit.
Tubuh Vina benar-benar telah lemas menerima perlakuanku ini. Matanya
terpejam pasrah dan kedua buah dada dan putingnya telah benar-benar
mengeras. Aku mulai maraba bulu-bulu halus yang tumbuh lebat di vagina
Vina. Ia mulai merintih lagi menahan rangsangan pada vaginanya.
Irfan tidak tahan dengan pemandangan indah itu. Ia lalu memegang
kepala Vina, kemudian melumat bibirnya yang tipis dengan bulu-bulu
halus di antara bibir dan hidungnya. Mulut irfan mulai menjilati leher
Vina, lalu turun ke dadanya. Terasa oleh Vina mulut Irfan menghisapi
puting susunya pertama yang kiri lalu sekarang pindah ke kanan.
Kemudian Vina menjerit ketika Irfan mengigit puting susunya sambil
menariknya dengan giginya.
"Diem, Jangan berisik", Irfan menampar pipi kiri Vina dengan keras, hingga berkunang-kunang.
Vina hanya bisa menangis sesenggukan.
"Gue bilang diem. dasar", sembari berkata itu si Gondrong menampar
buah dada Vina, sampai sebuah cap tangan berwarna merah terbentuk di
payudara kiri Vina.
Lalu Irfan melepas celana jeansnya dan kemudian Cdnya. Irfan
menduduki kedua susu Vina. Lalu ia mencoba membuka mulut Vina, dan
mengarahkan kontolnya dan menggesek-gesekkan kepala penisnya di bibir
Vina. Lalu ia menampar-nampar kedua pipi Vina sampai memerah. Tanpa
mendapat perlawanan yang berarti dari Vina, kepala penis Irfan telah
terjepit di antara kedua bibir mungil Vina, Akhirnya Mulut Vina
terbuka, dengan memaksa, Irfan menarik kepalaVina akhirnya penisnya
masuk juga kedalam mulut Vina. Benda itu hanya masuk bagian kepala dan
sedikit batangnya saja ke dalam mulut Vina yang kecil, itupun sudah
terasa penuh benar.
Vina hampir sesak nafas dibuatnya. Vina dipaksa menjilat dan
menyedoti penis Irfan, jika menolak Irfan akan terus menampar pipi
Vina. Karena tidak tahan Vina mulai menjilati penis Irfan.
Dia langsung mendesah pelan"Aakkhh, aakkhh.", sambil ikut membantu Vina memaju-mundurkan penis saya di dalam mulutnya.
"Aakk, akk, nikmat sayyaangg".
Kelihatan Vina bekerja keras, menghisap, mengulum serta mempermainkan batang itu keluar masuk ke dalam mulutnya.
Tak lama kemudian penis Irfan menyemburkan spermanya banyak sekali di dalam mulut Vina.
"Ooohh, oouuh", Irfan melenguh panjang, merasakan nikmat berejakulasi di mulut gadis Chinese yang cantik dan putih ini.
Vina terpaksa menenggak seluruh sperma Irfan, sedangkan sisanya
meluber keluar membasahi bibir dan dagunya. Vina semakin mendesah-desah
karena kemaluannya kujilati dengan buasnya. Apalagi tanganku saat itu
tidak lepas meremas-remas payudara gadis itu.
Kubuka lebar pahanya kudekatkan ujung kontolku ke arah selangkangan
gadis itu yang masih menggunakan celana dalam. Kugesek-gesekkan
kontolku di sekitar liang memek gadis itu. Vina merasakan adanya
sesuatu yang meraba-raba kemaluannya. Tiba-tiba Vina teriak keras
sekali. Tapi dengan cepat kedekap tubuh gadis itu. Batang kemaluanku
yang besar dan panjang ini aku coba kumasukkan dengan paksa ke liang
kemaluan Vina yang masih sangat sempit, Ketika penisku merobek
keperawanannya, ia berteriak kesakitan sambil mengangis, dan aku
merasakan penisku telah dibasahi oleh darah segar keperawanannya, tapi
aku tidak ambil peduli. Dari wajah Vina terlihat dia menahan sakit yang
amat sangat.
Sementara itu si Irfan dengan ganasnya beradu lidah dengan Vina
sambil tangannya turut bekerja meremas dan memilin-milin puting susunya
yang masih kecil. Aku masih asyik memaju-mundurkan pantatku dengan
cepat. Aku mengebor memeknya dengan kecepatan tinggi sambil kedua
tanganku meremas pahanya yang putih mulus dan pantatnya yang sekal,
Tangisan Vina semakin keras meraung-raung. Akhirnya tubuh Vina
mengejang sampai bergetar. Air mani Vina mengalir melalui rongga
vaginanya mengguyur penisku yang tertanam di dalam vaginanya. Sedangkan
aku masih menjilati payudaranya, dia mengalami orgasme hebat beberapa
saat sampai akhirnya melemas tangisannya samar-samar menghilang.
Lalu kubalik tubuhku, sehingga posisi tubuh Vina sekarang berada
diatasku. Dengan posisi berbaring, kupeluk punggung Vina sambil
menaik-turunkan pantatnya sehingga aku merasa semakin nikmat karena
pijitan vaginanya. Aku semakin mempercepat gerakan sehingga membuat
adegan yang kami lakukan semakin panas karena Vina terus meronta sambil
mendesah. Aku terus memompa liang peranakannya dari bawah, sambil kedua
tanganku mencengkram dan meremas dengan kasar kedua buah bongkahan
pantat Vina yang padat sekali. Tangan Irfan masih memainkan puting susu
Vina sambil sesekali menarik-narik payudaranya yang kenyal itu.
Setengah jam terus berlalu dan aku mulai merasakan seolah-olah akan
ada ledakan dalam diriku dan Vina. Aku mengetahui bahwa dia akan
klimaks lagi karena Vina semakin kuat mendesah, kupercepat menggenjot
tubuhnya. Aku semakin tidak tahan dan kusemprotkan cairan kejantananku
ke dalam liang kewanitaannya dan di saat yang bersamaan pula, Vina
berteriak dengan disertai getaran hebat sambil seluruh tubuhnya
mengejang. Penisku terasa seperti sedang di"pipis"in olehnya karena ada
cairan yang mulai membasahi penisku. Vina mengalami orgasmenya yang
kedua. Setelah 46 menit kami bersama-sama melepaskan nafsu
Lalu Irfan mendekati tubuh Vina, ia menarik pinggul Vina.
"Ampun. sudaahh, jangan terusin, biarkan saya pulang" rengek Vina sambil minta belas kasihan.
"Heh.. diam kamu" hardik Irfan.
"Ayo nungging, aku mau liat memek dan pantat seksi kamu dari belakang".
Irfan mengangkat pinggul Vina sehingga posisi Vina sekarang nungging.
"Hahaha. begitu manis. Waw.. bagus sekali pantat kamu", sambil Irfan mendekatkan mulutnya ke memek Vina.
Dengan jari Irfan menusuk memek Vina yang menggelinjang menahan sesuatu.
Dan Irfan dengan buasnya, menjilatin anus Vina yang berwarna
kemerah-merahan. sambil sesekali ujung lidah Irfan dimasukin ke lubang
anus cewek chinese itu dan menjilatinya. Tanpa disadari oleh Vina. apa
yang akan dilakukan Irfan selanjutnya.
Sekonyong-konyong Vina menjerit"Aauu. aauu. aakhh".
Rupanya penis Irfan telah menembus lubang memek Vina yang sudah
basah dipenuhi lendir kenikmatan dan spermaku. Dengan buasnya Irfan
menggenjot terus memek Vina dari belakang (doggy style) Vina hanya bisa
merasakan sakit di liang kemaluannya karena di sodok2 dengan penis
Irfan yang besar dan panjang. Sambil kepala dan payudaranya
terayun-ayun karena sodokan penis Irfan, Vina memohon ampun.
"Ampun, sakit sekali, aauu. sudah pak, sakit.. sakiitt".
Vina terus memohon sambil berlinang air mata, mendapat perlakukan
kasar dari Irfan. Makin lama Irfan makin keras mendorong-dorong memek
Vina, dengan desisan panjang.
"Sstt. sstt. aahh".
Irfan menahan nikmat luar biasa.
"Nich. aku mau keluar. ayo cepet goyangin pantat kamu.. plak..
plak.." sesekali Irfan menampar pantat indah milik Vina, sehingga
pantat Vina mulai memerah.
"Aahh. sakiitt, huuhh. aach".
Sambil mendorongkan penisnya, sekali hentak keluar sperma Irfan memenuhi liang vagina Vina.
"Aachh.. ccroott, crrott, gue, semprot. lobang, loe.. bangsatt".
Irfan mengumpat. lalu Irfan menarik penisnya. darah bercampur air
mani Irfan dan Vina keluar mengalir membasahi paha Vina yang masih
tegak. Lalu Irfan berbaring di samping tubuh Vina yang setengah tidak
sadar.
setelah istirahat sejenak nafsu kami mulai naik kembali.
"Fan coba kita main berdua"
Irfan mengambil posisi tidur sedangkan Vina didudukan diatas
tubuhnya, sambil penis Irfan diarahkan ke lubang Vagina Vina. Vina
dengan mimik muka memohon ampun, Irfan makin tambah beringas. Akhirnya
sekali dorongan tembuslah memek Vina yang selama ini dia rawat,
sekarang di koyak-koyak oleh Irfan kembali. 2 orang yang sangat
kehausan sex.
"Aduuhh.. sakkiitt. sudahh. kumohoonn" Vina menjerit kesakitan.
Namun Irfan tidak mempedulikan rintihan dari mulut Vina, dia makin
kasar menyodok-nyodokan penisnya sementara itu aku telah berdiri di
atas mereka berdua, dan mendorongkan tubuh Vina untuk amBLi posisi
membungkuk, dan dengan kasar jariku mulai meraba-raba pantat Vina yang
montok putih mulus sambil mempermainkan jari tengahku untuk mengobel
lubang anus Vina.
"Waw.. Rupanya anusnya masih perawan nih. lobangnya kecil banget" seruku sambil mengarahkan batang penisku ke anus Vina.
Setelah mengolesi handbody pada batang penisku agar tidak lecet, aku berusaha memasukan penisku ke lubang anus Vina.
"Vin pantat loe gue sodomi ya? pantat loe montok banget sih. Pasti
jepitannya kenceng nih", Aku berteriak kepadanya sambil meremas
pantatnya yang putih sekali.
"Jangan. jangan. ampun. jangan disitu. Ndii. sakiitt. periihh" jerit dan ratapan Vina dengan nada memelas.
Tapi aku tidak mempedulikan rintihan Vina, makin keras aku
memasukan batang kemaluan aku. Untuk beberapa saat memang sulit bagi
penisku untuk berhasil masuk, karena memang lubangnya sangat sempit.
Namun aku penasaran untuk segera melesakkan batang kemaluanku ke
dalam duburnya. Dan akhirnya setelah berusaha membuka pantat Vina,
tembuslah lubang anus Vina disodok batang kemaluanku. Rasa sakit tiada
tara kembali dirasakan didaerah selangkangannya. Setelah itu pantat
Vinapun kusodok-sodok dengan keras, kedua tanganku meraih payudara Vina
serta meremas-remasnya. Setengah jam lamnya aku menyodomi Vina, waktu
yang lama bagi Vina yang semakin tersiksa itu. Lubang dubur Vina terus
menerus mengeluarkan darah melalui sela-sela penisku yang tertanam
dipantatnya.
"Eegghh, aakkhh, oohh", dengan mata merem-melek serta tubuh tersodok-sodok dari atas dan bawah, Vina merintih-rintih.
Sementara itu kedua payudaranya diremas-remas oleh kedua tanganku.
Sedangkan Irfan dengan asyiknya menyodok-nyodok memek Vina dari bawah.
Lengkaplah sudah dua lobang yang berdekatan telah di tembus oleh dua
batang penis aku dan Irfan yang haus sex. Vina hanya bisa meringis
menahan sakit yang luar biasa karena selama ini ia tidak pernah menahan
rasa sakit seperti itu.
"Ndi, ayo kita sudahi permainan ini bareng, loe sodok dari atas,
gue sodok dari bawah dan kita koyak memek dan dubur cewek ini, dan kita
penuhi dengan pejuh kita", Irfan menyeru.
Beberapa menit kemudian kami berdua mengerang menahan nikmat yang
luar bisa, dan hampir bersamaan kami memuncratkan sperma berbarengan.
"Aachh., keluuarr.. hhmm.. sstt. nikmat sekali"
"Ooohh." Vina mengerang merasakan air mani kami membanjiri liang dubur dan vaginanya.
Setelah berhenti sejenak kami akhirnya terkulai, begitu juga Vina
yang terhimpit oleh kedua pria yang telah menggaulinya hanya bisa
tergolek lemas sambil menangis sesenggukan meratapi nasibnya yang
malang.
Kami sempat mengabadikan persetubuhan kami melalui handycam milik
Irfan. dan kami berjanji tidak akan menyebarkannya ke internet, asalkan
Vina tutup mulut dan bersedia kami setubuhi. Sampai sekarang aku dan
irfan masih sering menyetubuhi tubuh Vina. Kami salurkan hasrat sex
kami yang besar ini dengan mengoral mulut Vina, menyodomi pantatnya,
dan mengebor memeknya. Hingga sekarang kedua payudara Vina semakin
besar, karena terlalu sering kami remas-remas dan kami sedoti. Ukuran
branya sekarang 38B, dan puting susunya merah melebar. Setelah
persetubuhan, kami selalu meminumkan pil anti Hamil ke Vina. Sampai
sekarang Vina tidak merasakan gejala-gejala kehamilan.
*****
Sekian para pembaca yang setia, saya mohon maaf jika ada yang
merasa dirugikan. Jika ada kritik, komentar, saran, atau pertanyaan
jangan ragu mengirimkan e-mail yang tertera di paling bawah halaman
ini. Saya ucapkan terima kasih kepada rekan anggota PAS Team yang
sedang sibuk ikut fight against USA on cyber. Juga buat para Linuxer
sejagat"Modification Moving On". Dan khususnya bagi para pembaca setia
sumbercerita.com"Let's Ride the Girls & Make Them Cry". Special thank's
buat pihak 17th Network, Corp. yang telah menampilkan cerita saya. Ketemu lagi di lain kesempatan.
E N D
| Title | Author | Views |
| Perkosaan Rani Mahkota Sari |
Rani Sister |
378,504 |
| Pemerkosaan Terhadap Sesama ABG |
cucumama2000@yahoo.com |
232,576 |
| Pesta Perawan |
Jeki Velani |
188,104 |
| Diperkosa Maling Bejat |
David Sebua |
186,574 |
| Memperkosa Seorang Istri Setia 01 |
boby5555@usa.net |
147,598 |
| Nikmatnya Diperkosa |
rnurhadhi@yahoo.com |
135,460 |
| Tragedi Malam Pengantin - 01 |
cupcupwaowao@yahoo.com |
117,743 |
| Mosaik Para Istri Yang Diperkosa - 2 |
Rusliani |
82,308 |
| Tak Berdaya |
sonic_blueus@yahoo.com |
81,420 |
| Tragedi Malam Pengantin - 02 |
cupcupwaowao@yahoo.com |
77,763 |
| Para Pemerkosa yang Brutal 02 |
tommy_axl@yahoo.com |
76,371 |
| Riska |
thomas_liem_2003@yahoo.com |
74,546 |
| Terjebak Permainan |
askepecun@yahoo.com |
69,797 |
| Derita Seorang Anggota Polwan 01 |
henychrist@yahoo.com |
68,101 |
| Vita... Reuni SMA - 1 |
askepecun@yahoo.com |
66,872 |
|
|
|
|
|
|
|