|
|
Cerita menyakitkan ini kualami satu setengah
bulan yang lalu, yang menimpaku dan kakak perempuanku yang berusia 23
tahun, ia memiliki wajah yang manis dengan rambut panjang sebahu,
tubuhnya tidak terlalu tinggi (157 cm) tetapi sangat proporsional
dengan kulit putih mulus, yang mungkin disebabkan faktor keturunan
karena kami memang keturunan Chinese. Ia tinggal di kota yang berbeda
denganku, pada suatu hari dia datang ke kota tempatku kuliah untuk
berlibur setelah kelulusannya, ia berencana berlibur selama satu bulan
dan tinggal di rumah kontrakanku.
Pada suatu hari aku mengantarnya berbelanja ke mall hingga malam,
kemudian setelah makan malam, iseng-iseng kami menonton film di
bioskop. Waktu telah menunjukkan pukul 10 malam lebih saat bioskop
bubar, saat kami berjalan pulang ke rumah kontrakanku, kami melewati
jalan yang sepi, aku sudah memiliki rasa khawatir saat melihat di ujung
gang tampak banyak sekelompok pemuda, ada yang bermain gitar, menyanyi,
dan main kartu.
Aku dan ciciku berjalan cepat melewati mereka, salah seorang dari
mereka mulai iseng bersiul, "Halo, berdua.. mau maen kartu bareng
nggak?" aku menggeleng dengan sopan sambil terus berjalan, tiba-tiba di
depan kami telah menghadang seorang pemuda bertubuh besar dan tegap,
berkulit gelap dan tampak sangar, "Loe nggak kasih salam sama gue,
heh?"
Aku lalu mencoba mengajak berbicara secara baik-baik sambil
berharap ada orang yang lewat, tetapi tanpa kusangka pemuda itu meninju
rahangku sehingga aku terjatuh, aku berusaha bangkit dan mencari kayu
untuk membela diri, namun di saat yang bersamaan tendangan beruntun
bersarang di kepala dan badanku, kudengar jeritan ciciku, sebelum dunia
serasa gelap gulita.
Aku terbangun dengan kepala pening dan mengingat-ngingat apa yang
terjadi, tanganku rasanya nyeri sekali, sesaat kemudian aku sadar
ternyata tanganku terikat ke atas pada papan yang melintang dengan tali
tambang yang kuat, aku tergantung di situ cukup tinggi, aku melihat ke
bawah, dan melihat kakiku yang juga terikat tidak mencapai lantai, aku
tersentak kaget menyadari tergantung dalam keadaan telanjang bulat,
tanpa busana sama sekali.
Lalu kudengar erangan dan rintihan wanita, yang rasa-rasanya aku
mengenali suara itu, saat pandanganku mulai jernih, aku melihat
ternyata aku tidak sendiri di ruangan itu, di tengah ruangan ada meja
kecil, dan di atas meja tersebut tampak sesosok tubuh gadis berkulit
putih dalam keadaan tubuh nyaris telanjang bulat, hanya tersisa BH yang
menutup payudaranya yang membukit indah, tali kutangnya telah terlepas
sehingga semrawut dan menampakkan sebagian besar kulit putih mulus yang
menggunung itu. Tangan gadis itu terikat di belakang punggung, meja
kecil itu hanya dapat menampung punggung gadis itu, sehingga kepala
gadis itu jatuh menengadah. Di depan gadis itu tampak seorang pemuda
bugil sedang memeluk kedua paha gadis itu yang tersandar di pundak kiri
kanannya, sambil membuat gerakan maju mundur. Suara rintihan yang
kudengar berasal dari gadis itu, samar-samar masih dapat kudengar,
"Ooohh.. amppunn.. akkhh.. oohh.. jangann.. jangann.. oh.. sakit.."
Darahku tersirap menyadari bahwa suara itu sangat mirip ciciku,
atau memangkah gadis yang sedang diperkosa itu ciciku? Aku tidak pernah
melihat ciciku telanjang, tapi tubuh indah di atas meja itu memang
seperti postur tubuh ciciku. Setelah beberapa saat pandanganku semakin
jelas, tampaklah bahwa gadis itu memang ciciku! Sweater, kaos dalam,
celana jeans, dan celana dalam ciciku tampak berserakan di lantai. Aku
melihat perkosaan itu dengan marah, namun aku tak berdaya menolong
karena menolong diri sendiri saja aku tidak mampu, dan entah mengapa,
setelah beberapa saat melihat ciciku yang tak berdaya dalam keadaan
nyaris bugil, tak dapat ditahan batang kemaluan pelan-pelan menegang
keras.
Pria yang sedang memperkosa ciciku terus memompa batang kemaluannya
masuk ke dalam liang kemaluan ciciku. Tampak ciciku berusaha
mengatupkan pahanya namun pria itu melebarkan kaki ciciku sehingga
berbentuk huruf V, dan terus memompa masuk dengan buas, kemudian
tangannya menyentakkan BH ciciku dengan kasar dan tampaklah bukit
kembar ciciku terpentang bebas, membusung menantang dan sangat
menggairahkan, bahkan dalam posisi dada yang agak tertarik karena
kepala ciciku yang menengadah ke bawah. Payudara itu masih tampak
montok dan padat, pemerkosa itu terus memompa sambil tangannya
meremas-remas payudara ciciku itu.
Tiba-tiba pintu terbuka, dan muncul sekitar 3 pemuda yang
berpakaian lengkap, mereka tertawa-tawa melihat temannya sedang
memperkosa ciciku, salah satu melihat padaku dan berkata, "Eh, lihat..
pacarnya sudah bangun!" semua mata pemuda itu tertuju padaku, "Eh..
liat tuh! dia ngaceng juga.. mau ngentot pacarnya.. tapi keduluan, si
Doel sudah duluan jebolin keperawanan pacarnya, hahaha..!"
Pemuda bugil yang sedang memperkosa ciciku, yang dipanggil Doel
itu, menyeringai. Lalu ketiga pemuda yang baru datang itu mendekatiku,
"Hei bangsat! Itu pacar kamu kan!" Aku diam saja, lalu satu tinju
mendarat di perutku hingga perutku perih rasanya, "Kamu bisu ya? cewek
itu pacar kamu bukan?" Terpaksa aku menjawab lirih dan menjelaskan kami
saudara kandung.
"Oh.. kakak kamu toh.. Hm.. kepengen nggak kamu ngentot kakak
sendiri? Di liat dari kontol elo sih.. elo pingin.. hahaha.." Aku marah
sekali, saat itu kemaluanku telah lemas kembali karena birahiku yang
tak sengaja muncul tadi telah hilang. Doel rupanya telah selesai
memperkosa ciciku, ia lalu menuntun ciciku yang tampak sudah lemah ke
tempat kami, "Ini nih.. gue mau liat kakak adik ngentotan!" katanya
tertawa, kemudian ciciku ditampar dengan kuat, hingga ciciku menangis,
"Elo harus kulum tuh peler adik elo, cepat! Kalo nggak gua potong peler
adik elo dan pentil susu elo!" Doel lalu melepaskan ikatan tangan
ciciku dan mendorong ciciku ke arahku, dengan terpaksa ciciku
mendekatiku yang masih tergantung, kemudian dengan ragu-ragu mulutnya
menyentuh ujung batang kemaluanku, walau hanya tersentuh sedikit, aku
tak dapat menahan dan batang kemaluanku perlahan-lahan menegang, "Ayo
makan tuh peler! cepat!" Seorang pemuda mengeluarkan pisau lipat dari
sakunya dengan sikap mengancam, terpaksa ciciku mulai mengulum
kemaluanku dan menggerakkannya maju mundur, sehingga batang kemaluanku
mengacung dengan keras sepanjang 12 cm.
"Ayo masukin batangnya ke dalam mulut sampai habis! jangan keluarin
dari mulut kamu sampai gua perintahin!" Dengan ketakutan ciciku
mengulum batang kemaluanku dalam-dalam dan menggerakkannya maju mundur,
sehingga mulutnya yang mungil tampak penuh dan sesekali pipinya
menggembung oleh kepala kemaluanku, tak berapa lama aku tak tahan lagi
dan orgasme, ciciku tampak kaget merasakan cairan kental dan hangat
berkali-kali menyemprot kerongkongannya, namun ia tidak berani
melepaskan mulutnya dari batang kemaluanku, ia berusaha membuang
spermaku walau telah banyak tertelan olehnya, beberapa tetes spermaku
keluar mengalir dari bibirnya.
"Wah, adik elo payah banget! sudah kontolnya kecil, cepat keluar
lagi!" pemuda-pemuda itu mengejekku lalu mereka mendekat dan menjambak
rambut ciciku, "Elo harus liat gimana caranya!" kata salah seorang
pemuda sambil menyeringai padaku. Mereka lalu membuka baju hingga
bugil, keempat pemuda yang telah telanjang bulat itu lalu
menelungkupkan ciciku di atas meja, sehingga payudara ciciku menempel
di atas meja dan ciciku dalam posisi menungging, kemudian dengan buas
mereka mulai memperkosa ciciku secara bergantian, sehingga ciciku
menjerit-jerit dan melolong histeris, batang kemaluan mereka rata-rata
besar dan panjang, sekitar 16 cm lebih, dan secara bergantian
kemaluan-kemaluan itu mengaduk-aduk liang kemaluan ciciku yang semakin
lama semakin lemas. Ciciku disenggamai bergantian oleh mereka berempat
dengan posisi gaya anjing tersebut, kemudian mereka juga menyetubuhi
ciciku di atas kursi.
Sambil memperkosa ciciku, mereka sesekali mengejekku. "Hei.. elo
tau nggak kakak elo ini sebenarnya keenakan dientot sama kita-kita,
buktinya memek dia basah banget nih! " kata pemuda yang dipanggil
dengan nama Anto, ia berkemaluan paling besar dan panjang di antara
mereka berempat, saat itu ia sedang mengerjai ciciku. Tangan ciciku kembali diikat di belakang punggung, Anto duduk
di atas kursi sementara ciciku di atas pangkuannya dengan paha
mengangkang dan posisi berhadapan. Dengan posisi duduk, buah dada
ciciku tampak sangat menggairahkan, apalagi dengan tubuhnya yang
ramping, tampak buah dadanya tergantung indah, padat dan berisi. Lelaki
yang memperkosa ciciku itu meremas-remas kedua belah payudara ciciku
dengan bernafsu, kadang ia mendempetkan kedua buah dada itu lekat-lekat
sehingga belahan payudara ciciku terbentuk indah di hadapannya. Pemuda
itu terus memperkosa ciciku dengan brutal sehingga tubuh ciciku
tergoyang-goyang. Ciciku hanya dapat merintih-rintih dalam keadaan
antara sadar dan tidak.
Sambil terus memompa ciciku, ia tertawa-tawa disaksikan
teman-temannya yang tidak sabar menanti giliran, "Elo mau bukti kakak
elo ini keenakan? perhatikan baik-baik nih!" ejeknya lagi padaku. Lalu
tiba-tiba pemuda itu berhenti memompa ciciku, secara refleks ciciku
melenguh dan mulai menggerak-gerakan pantatnya sendiri agar tetap
dikocok oleh kemaluan pemuda itu, "Hahaha.. elo liat kan? Kakak elo ini
yang minta dientot tuh!" Pemuda itu tertawa sambil memeluk tubuh
ciciku, tangannya mengelus-ngelus punggung putih mulus ciciku sementara
buah dada ciciku yang kenyal terjepit di dadanya yang berbulu. Rupanya
ciciku mendengar perkataan itu, wajah ciciku tampak memerah karena malu
dan marah, lalu tubuhnya diam tak bereaksi, pemuda itu menjadi marah
dan menarik kuat-kuat kedua buah dada ciciku. Satu ditarik ke atas dan
satu ditarik ke bawah bergantian dengan keras sehingga ciciku
menjerit-jerit kesakitan, "Dasar cewek munafik..! keenakan aja sok
menderita! Gua bikin elo orgasme dan elo nggak bisa bohong bahwa elo
keenakan minta diperkosa!" Dengan bernafsu kembali pemuda itu
memperkosa ciciku, sesekali ia kembali menghentikan pompaannya, dan
secara refleks kembali ciciku ganti menggoyangkan pantatnya maju
mundur, selama beberapa saat hingga ciciku sadar dan dapat
mengendalikan tubuhnya. Hal itu terjadi berkali-kali, bahkan saat
pemuda itu mendorong tubuh ciciku hingga batang kemaluannya keluar dari
liang kemaluan ciciku. Secara refleks diluar kemauan ciciku sendiri.
Tubuh ciciku kembali merapat sehingga batang kemaluan itu kembali
terbenam ke dalam liang senggamanya sambil kaki ciciku melipat erat
seolah-olah takut lepas. Pemuda itu semakin lama tampak semakin ganas
memperkosa ciciku, hingga selang beberapa saat tampak tubuh ciciku
berkelonjotan dan menegang, kedua kakinya mengacung lurus dengan otot
paha dan betisnya mengejang, jari-jari kakinya menutup, dan nafas
ciciku tak teratur sambil terus merintih keras dan panjang, "Ohh..
Akkhh.. Ooohh..!" pemuda itu semakin mempercepat gerakannya hingga
akhirnya membuat ciciku merintih panjang, "Ohh.. " seluruh tubuh ciciku
menegang dan menggelinjang selama beberapa detik dan aku sadar bahwa
ciciku sedang mengalami orgasme dahsyat dan kenikmatan luar biasa.
Setelah berkelonjotan sesaat, tubuh ciciku tumbang dengan lemas di
pelukan pemerkosanya. Pemuda itu masih terus memompa ciciku yang telah
lemas sambil nyengir senang dan berkata, "Hehe.. elo liat kakak elo
ini.. dia demen ngentotan juga kok.. hahahaha..!"
Tiba-tiba pintu kembali terbuka, dan alangkah kagetnya aku melihat
begitu banyak pemuda yang masuk, sekitar 10 orang lebih, termasuk salah
seorangnya adalah pria besar tegap yang menghajarku. Tanpa banyak
bicara mereka ikut menikmati tubuh ciciku, masing-masing pemuda itu
memperkosa ciciku dengan posisi yang bervariasi. Rasanya semua posisi
yang pernah kulihat di film biru telah mereka praktekkan semua pada
ciciku. Khusus giliran pemuda berbadan besar yang dipanggil John itu
memperkosa, ciciku tampak sangat menderita karena batang kemaluan John
benar-benar besar dan panjang, kutaksir lebih dari 20 cm. Dalam waktu
singkat tubuh telanjang bulat ciciku telah mengkilap basah oleh
keringat dan sperma.
Entah berapa lama ciciku diperkosa hingga pingsan berkali-kali,
namun mereka selalu menyadarkan ciciku lagi dengan menampar dan
menyiramnya dengan air, lalu kembali memperkosa dengan brutal. Aku
menutup mata tak ingin melihat penderitaan ciciku, tiba-tiba kurasakan
batang kemaluanku terasa hangat dan dikocok-kocok, aku membuka mataku
dan tampaklah seorang pemuda sedang melakukan oral seks padaku. Aku
memandang jijik dan berontak tanpa hasil, tapi mau tak mau batang
kemaluanku menegang juga dirangsang seperti itu. Cukup lama pria itu
melumat kemaluanku hingga akhirnya aku mengalami ejakulasi, spermaku
ditelan seluruhnya oleh pria itu.
Lalu ikatanku dilepas, aku dipaksa menungging di atas meja tepat
bersebelahan dengan ciciku yang menangis dengan air mata yang telah
habis, tampak ciciku sedang disodomi, lalu tiba-tiba kurasakan
tangan-tangan kasar berusaha membuka lubang pantatku, dan serasa benda
yang besar berusaha mendobrak masuk, aku menjerit kesakitan saat benda
itu mulai terbenam ke dalam anusku, pinggulku dipegang oleh tangan yang
kokoh, dan mulailah aku diperkosa juga. kemaluanku yang telah loyo
terlempar-lempar ke berbagai arah oleh dorongan pria di belakangku, di
sebelahku ciciku juga tengah diperkosa, payudara ciciku yang padat dan
ranum tampak bergoyang-goyang keras, sesekali pria di belakangku meraih
batang kemaluanku, meremas dan menarik batang kemaluanku dengan kuat,
pria di belakang ciciku tanpa bosan-bosannya meremas-remas dan
menarik-narik buah dada ciciku dengan brutal, bagaikan memerah susu
sapi. Aku dan ciciku hanya dapat menjerit dan menangis menahan
penderitaan itu.
Bersambung ke bagian 02
| Title | Author | Views |
| Perkosaan Rani Mahkota Sari |
Rani Sister |
378,496 |
| Nikmatnya Lubang-lubang Tetanggaku |
forum_pas@yahoo.com |
252,213 |
| Pemerkosaan Terhadap Sesama ABG |
cucumama2000@yahoo.com |
232,559 |
| Pesta Perawan |
Jeki Velani |
188,101 |
| Diperkosa Maling Bejat |
David Sebua |
186,572 |
| Memperkosa Seorang Istri Setia 01 |
boby5555@usa.net |
147,591 |
| Nikmatnya Diperkosa |
rnurhadhi@yahoo.com |
135,454 |
| Tragedi Malam Pengantin - 01 |
cupcupwaowao@yahoo.com |
117,738 |
| Mosaik Para Istri Yang Diperkosa - 2 |
Rusliani |
82,302 |
| Tak Berdaya |
sonic_blueus@yahoo.com |
81,418 |
| Tragedi Malam Pengantin - 02 |
cupcupwaowao@yahoo.com |
77,762 |
| Para Pemerkosa yang Brutal 02 |
tommy_axl@yahoo.com |
76,368 |
| Riska |
thomas_liem_2003@yahoo.com |
74,546 |
| Terjebak Permainan |
askepecun@yahoo.com |
69,797 |
| Derita Seorang Anggota Polwan 01 |
henychrist@yahoo.com |
68,097 |
|
|
|
|
|
|
|