|
|
Sambungan dari bagian 01 Akhirnya aku dibiarkan jatuh ke lantai setelah disodomi dua pemuda,
lalu mereka kembali beramai-ramai memompa ciciku, total pria yang
memperkosa ciciku itu paling sedikit ada 15 orang. Aku terkapar tak
berdaya di lantai menahan rasa sakit pada anusku, sambil melihat dengan
mata kepala sendiri bagaimana ciciku diperkosa habis-habisan.
Kini ciciku diletakkan di atas lantai beralas tikar, pemuda yang
sedang menggilir ciciku melebarkan kaki ciciku sehingga membentuk
seperti kaki kodok, dengan posisi itu ia menghujamkan batang
kemaluannya yang panjang dan besar keluar masuk dengan cepat dan keras
ke dalam liang kemaluan ciciku. Sementara salah satu pria memaksa
ciciku mengulum batang kemaluannya, sehingga mulut ciciku yang mungil
penuh dengan batang kemaluan besar itu, kemudian pemuda yang memperkosa
ciciku berganti posisi, ia menduduki tubuh ciciku lalu meletakkan
batang kemaluannya yang panjang di antara dua bukit kembar ciciku.
Tangannya mendempetkan buah dada ciciku hingga menjepit batang
kemaluannya yang kemudian dimaju-mundurkan. Selang beberapa saat dari
batang kemaluannya menyembur sperma yang menyemprot wajah dan leher
ciciku, kemudian sisa-sisa spermanya dioleskan pada kedua buah susu
ciciku.
Aku menutup mataku agar tidak melihat penderitaan ciciku, tapi
masih saja kudengar rintihan ciciku yang semakin lama semakin lemah,
gerombolan pemuda itu tak henti-hentinya mengucapkan kata-kata kotor.
"Ayo Brul.. entot cewek ini sampai mampus! Bombardir memeknya sampai
ambrol.. ayo tarik toketnya.. cabut jembutnya!" Tiba-tiba aku merasa
tubuhku ditendang dengan keras hingga terlentang, kulihat dua pemuda gay yang tadi memperkosaku mengelilingiku, "Hm.. ayo kita kerjain adiknya,
hahaha.." pemuda itu berkata sambil meludahi wajahku, lalu aku dipaksa
mengulum batang kemaluan salah satu pemuda itu, dengan rasa mual
terpaksa kukulum juga batang kemaluan itu. Ingin rasanya kugigit batang
kemaluan bajingan itu tapi aku takut mereka tidak segan-segan membunuh
kami. Sementara aku merasakan batang kemaluanku dikocok-kocok oleh
mulut pria yang satunya lagi, mereka mulai ingin menyodomiku lagi saat
tiba-tiba pimpinan mereka John mendekat, "Sekarang giliran elo
menikmati kakak elo ini.. elo kan sudah banyak belajar dari tadi!
Hahaha.." lalu tubuh ciciku yang telah lemah lunglai dicampakkan ke
atas tubuhku, aku memeluk tubuh ciciku yang telanjang bulat, sambil
membelai rambutnya aku berbisik, "Tabah ya.. Ci.." walaupun aku sendiri
sangat ketakutan, ciciku hanya dapat mengangguk lemah sambil menangis
sesunggukan.
"Hei! kalian tunggu apa? ayo ngentotan! kita pingin liat nih.. yang
cewek di atas!" seru John sambil mengacungkan parang yang membuat kami
ketakutan, ciciku lalu menurut dan memasukkan liang kewanitaannya ke
dalam batang kemaluanku yang memang telah menegang keras saat aku
memeluk ciciku dan buah dada ciciku yang walaupun lengket oleh sperma,
tapi terasa kenyal dan hangat menekan dadaku. Aku serasa berada di
awang-awang saat batang kemaluanku menembus kemaluan ciciku yang
beberapa jam lalu masih perawan, seluruh batang kemaluanku terbenam ke
liang kemaluan yang sempit itu dan aku merasa batang kemaluanku dijepit
dengan kenikmatan yang tiada taranya.
"Ayo kamu goyang adik elo selama dua menit! Setelah itu angkat
memek kamu, adik elo harus masih ngaceng kontolnya, kalo cepat keluar,
mending kita potong dan masak kontolnya buat makanan ayam!"
Ciciku lalu mulai menggoyangkan pinggulnya naik turun, aku tak
dapat menahan sensasi yang tak pernah kurasakan itu, dan baru beberapa
detik ciciku memompa, aku telah mengalami ejakulasi dan spermaku
menyemprot keluar, tidak terlalu banyak karena aku telah mengalami
orgasme tadi. Ciciku juga merasakan aku ejakulasi, ia kini
menggoyangkan pinggulnya maju mundur agar tidak ketahuan aku telah
orgasme. Ciciku menggunakan rambut kemaluannya yang lebat membantu
untuk mengelap cairan spermaku yang meleleh keluar dari liang
kewanitaannya. Sementara batang kemaluanku yang masih berada di dalam
kemaluan ciciku perlahan mulai mengecil.
Selang dua menit, John berkata keras, "Eh.. Non, angkat memek elo!
Kita mau liat kontol adik elo masih ngaceng nggak.. jangan-jangan elo
pura-pura doang, ngaduk-ngaduk kontol yang sudah loyo!".
Ciciku menggeleng sambil menangis, "Nggakk.. dia masih tegang, benar.. sumpah.." ciciku berusaha melindungiku.
"Angkat memek elo gua bilang!" bentak John menggelegar.
Ciciku tetap membuat gerakan maju-mundur sambil berkata, "Jangan..
saya tidak bohong.. ini masih tegang.." Si John dengan kasar lalu
mendorong tubuh ciciku hingga jatuh, ia tertawa melihat batang
kemaluanku telah jatuh lemas, "Hahaha.. dasar banci! Kamu masih suka
berlindung di bawah ketiak kakak cewek elo ya? Tapi elo masih harus
muasin kakak elo.. ayo kocok dan cuci memek dia sama tangan elo!"
Aku dipaksa merangkak mendekati ciciku, ciciku diperintahkan
terlentang dan mengangkangkan kedua pahanya, lalu aku dipaksa
memasukkan jariku ke dalam lubang kemaluan ciciku dan mengocoknya,
"Hei.. goblok.. kalo cuma satu jari mana puas kakak elo!" Aku lalu
memasukkan dua jariku ke dalam liang kemaluan ciciku, lalu atas
perintah mereka kukocok-kocok liang kemaluan ciciku itu dengan kuat dan
cepat, sehingga ciciku merintih-rintih dan kedua pahanya tampak
bergetar menahan sensasi yang kutimbulkan. Memandang ciciku yang tidak
berdaya itu. Perlahan kembali batang kemaluanku mengacung. "Nah.. elo
ngaceng lagi akhirnya.. ayo sekarang dua-duanya ngentotan yang panas!"
Aku lalu memeluk ciciku sambil sesekali meremas perlahan buah dadanya,
lalu aku kembali berbisik, "Maaf ya Ci.." ciciku hanya menatap kosong
sambil mengangguk pelan.
"Heh! Ini bukan acara ngentot gaya kura-kura! elo berdua.. ayo
bercinta yang panas, kalo tidak gua bikin bakpao pantat-pantat elo!"
Dengan ketakutan akhirnya aku dan ciciku menurut, kami lalu bergumul
dengan panas di atas lantai papan itu dalam keadaan sama-sama telanjang
bulat, saling merangkul dan berciuman, tanganku sesekali meremas buah
dada ciciku. Sementara tangan ciciku melingkari batang kemaluanku dan
mengocoknya, tak pernah kubayangkan aku akan melakukan hal ini pada
kakak kandungku sendiri.
Kawanan itu tertawa senang melihat kami kakak beradik bergulat
dalam keadaan telanjang bulat di atas lantai, "Hei..! ini bukan film
bisu! Kalian ucapin kata-kata merangsang! Cepat..!" Terpaksa kami
menurutinya, "Ohh.. saya jilat susu kakak ya? Hmmpphh.. saya
remas-remas ya?" kataku sambil mengulum puting susu ciciku dan
meremas-remasnya. "Goblok! elo maen sinetron ya? ngentotan aja
kata-katanya sok sopan! Dasar tolol.. dan yang cewek, kalo elo diam aja
nanti toket elo gua cabut dari tempatnya dan pentil susu elo gue
goreng!"
Dengan ketakutan kami menurutinya, sambil terus bergumul dan saling
memompa, kami terus mengucapkan serentetan kata-kata tanpa berpikir
lagi, karena ngeri melihat parang John yang mengacung ke arah kami jika
kami tidak bersuara. "Oh.. gue entot elo, susu elo enak.. mantap.. gue
entot seharian ya, Ci?" Tanpa berpikir kukeluarkan kata-kata itu,
sementara ciciku juga menimpali tanpa berpikir, "Ahh.. anu elo..
panjang.. masukkin yang dalam.. lebih cepat.. ohh.." Mereka semua
tertawa-tawa, John rupanya telah sangat terangsang melihat ciciku, ia
mendekat dan menjambak rambut ciciku dan menarik ciciku ke dalam
pelukannya, "Elo liat baik-baik goblok, gimana caranya ngentot cewek!"
katanya padaku.
Tubuh ciciku lalu diangkatnya dengan mudah, dengan posisi berdiri
ia menggendong ciciku dengan mengangkat pantat ciciku, terpaksa ciciku
memeluk leher John yang tinggi kekar agar ia tidak terjatuh ke
belakang, lalu dengan buas John memompa batang kemaluannya yang luar
biasa panjang dan besar masuk ke dalam liang kemaluan ciciku. John yang
besar setinggi 180 cm lebih itu memompa ciciku yang setinggi 157 cm
dengan posisi itu dengan mudah. Batang kemaluannya dengan deras amblas
keluar masuk ke dalam kemaluan ciciku sehingga tubuh ciciku terguncang
hebat, buah dadanya terhentak-hentak naik turun. Tak berapa lama tubuh
ciciku kembali menggelinjang dan ototnya menegang, diringi dengan
rintihan panjang ciciku kembali mengalami orgasme hebat. John tidak
berhenti dan belum mengalami ejakulasi, pompaannya semakin bertambah
kuat. Ciciku semakin lama tampak semakin lelah dan lemah, sementara
batang kemaluan John semakin hebat saja mengaduk liang kemaluannya
dalam posisi berdiri. Akhirnya tanpa dapat dicegah tubuh ciciku jatuh
lunglai ke belakang, pelukannya pada leher John lepas, John membiarkan
tubuh ciciku jatuh tetapi ia tetap memegang kokoh pinggul ciciku yang
sedang digoyang habis-habisan, sehingga ciciku terjuntai tak berdaya.
Tangan dan rambutnya menyentuh lantai sementara tubuhnya masih tetap
digendong dan liang kemaluannya disodok-sodok dengan kejam dan buas.
John melakukannya sambil berjalan dan tertawa-tawa, sehingga ciciku
ikut terseret kemana ia melangkah. Setelah puas mengocok ciciku dengan
posisi itu, John lalu mengangkat pinggul ciciku naik hingga ke dada.
Tubuh ciciku kembali terangkat dengan kepala di bawah, sehingga batang
kemaluan John membentur-bentur punggung mulus ciciku. John yang
mempunyai tenaga besar itu kembali menaikkan pinggul ciciku hingga
kemaluan ciciku terhidang di depan mulutnya, dengan rakus ia melumat
habis kemaluan ciciku dengan mulutnya. Kemudian ia memutar tubuh ciciku
sehingga kini wajah ciciku ditampar-tampar oleh batang kemaluannya yang
besar dan sangat keras. John kembali melumat kemaluan ciciku dengan
penuh nafsu, jari-jari tangannya juga menyodok-nyodok anus ciciku yang
masih terjuntai pingsan, dengan posisi ini akhirnya John berejakulasi,
spermanya dengan deras membanjiri wajah ciciku hingga ke rambut, dan
menetes-netes ke lantai papan.
Setelah itu kembali ciciku digilir oleh teman-teman John yang lain,
tidak perduli ciciku telah pingsan dan tidak dapat bangun lagi walaupun
ditampar dengan kuat dan disiram dengan air. Setelah puas, mereka lalu
mencampakkan kami ke lantai, menunggu ciciku sadar kembali, lalu mereka
beramai-ramai mengelilingi kami dan mengencingi tubuh kami, bahkan aku
dipaksa minum air kencing mereka, sementara John memaksa ciciku
mengulum batang kemaluannya, lalu ia mengencingi ciciku dengan cara
seperti itu dan memerintahkan ciciku menelan semua air kencingnya.
Akhirnya setelah puas lalu mereka menyekap kami, memberi sedikit
makan dan minum dan baru melepas kami pada saat tengah malam tanpa
memberi kami pakaian, terpaksa kami berjalan kaki tertatih-tatih pulang
ke rumah kontrakanku yang berjarak sekitar 200 meter dari situ dengan
keadaan telanjang bulat. Kami mengendap-ngendap hingga akhirnya sampai,
kami merasa lega, rahasia ini tetap kami pendam, selain mereka
mengancam jika melapor polisi maka kami akan dibunuh, kami juga malu
menceritakan pengalaman pahit ini. Yang penting kami telah lepas dari
mimpi buruk itu, sehari setelah kejadian itu aku langsung pindah rumah
kontrakan ke tempat yang lebih jauh dan kami merasa bebas dari
bajingan-bajingan itu. Namun ternyata kami salah mengira, kejadian
malam itu barulah awalnya, karena kejadian yang akan menimpa ciciku
kemudian jauh lebih brutal lagi.
Jam telah menunjukkan pukul 10 pagi kurang 3 menit, aku terikat
erat dalam keadaan babak belur dan telanjang bulat di sebuah kursi,
saat itu aku sedang berada di sebuah gudang yang besar, di sekelilingku
segerombolan pemuda berandalan tampak sedang berkumpul, kuhitung jumlah
mereka semua ada 38 orang, rata-rata berusia sekitar 25 tahun dan
tampak seperti pengangguran, beberapa di antaranya bahkan masih
mengenakan seragam SMA.
Sudah semalaman aku terikat di kursi ini, masih membekas kejadian
tadi malam saat seseorang mengetuk pintu rumah kontrakanku, aku
membukanya dan alangkah terkejutnya karena tamu tak diundang itu adalah
John, pria besar yang bersama-sama kawanannya memperkosa ciciku dua
minggu yang lalu, tentu saja kedatangannya tidak bermaksud baik, aku
langsung hendak menutup pintu tapi John langsung meninjuku, aku tak
berdaya menghadapinya, dan babak belur dihajar olehnya, ia lalu
mengobrak-abrik rumah untuk mencari ciciku, untunglah ciciku kebetulan
sedang menginap di rumah teman, kemudian aku diseret keluar dimana
sebuah mobil telah menunggu, mobil tersebut langsung meluncur menuju
gudang ini, di sini aku ditelanjangi hingga bugil dan dihajar oleh
mereka, tidak ada saksi mata yang melihat, sebelum meninggalkan rumah,
John menuliskan besar-besar alamat gudang ini dan sebuah surat yang
ditujukan untuk ciciku:
"Datang ke alamat ini pada pukul 10 pagi! atau adik elo bakal gua
kirim ke elo dalam keadaan tercincang-cincang! Jangan lapor polisi,
adik elo nggak bakal selamat kalo polisi tau! Datang dengan taksi ke
daerah ini, ada sebuah gudang tua berwarna coklat, masuk ke dalam dan
elo dan adik elo bakalan masih tetap hidup! Elo musti pakai kutang dan
celana dalam doang saat masuk gudang itu, jangan lupa satu tali kutang
elo diturunin! lepaskan baju elo di luar dan masukkan ke dalam tong
sampah! Kalo tidak tanggung sendiri akibatnya..!" Aku meneguk ludah, berharap ciciku tidak akan datang, dan melapor pada
polisi, dan harapanku itu tampaknya terkabul karena hingga jam 10 lewat
10 menit tidak ada tanda-tanda kedatangan ciciku. Biarpun aku takut
menghadapi mereka, tapi aku berharap mereka tidak akan membunuhku
karena tidak ada gunanya bagi mereka.
Tiba-tiba aku terkejut mendengar suara pintu gudang mendecit karena
dibuka oleh seseorang, semua mata tertuju pada pintu itu, aku berharap
itu adalah polisi, tetapi yang kulihat sungguh membuatku kaget, ciciku
masuk sendirian dengan tubuh gemetar karena ketakutan, ciciku hanya
mengenakan BH dan celana dalam berwarna pink sehingga lekuk tubuhnya
yang indah dan putih mulus terlihat jelas, apalagi tampak tali BH
sebelah kanan ciciku telah diturunkan sesuai dengan perintah John,
ciciku tersentak kaget melihat begitu banyak gerombolan berandalan itu,
ia menjerit dan dari sudut matanya mengalir air mata saat melihatku
yang terikat bugil dan babak belur, ciciku berdiri mematung dan
menggigit bibirnya dengan tabah, sementara semua berandalan itu menatap
tubuh ciciku yang indah sambil meneguk ludah, John yang pertama membuka
suara, "Hahaha.. kita ketemu lagi, dan pesta kita pasti lebih meriah
sekarang! kalo elo nurutin kita, elo bakalan ikut enjoy! sekarang tutup
pintu itu dan mendekat kemari, kita semua mau liat body kamu yang seksi
itu!"
Ciciku menutup pintu, lalu mendekat dengan takut-takut dan tubuh
yang semakin gemetaran, para berandalan itu mengelilinginya sambil
bersuit-suit melihat tubuh ciciku sambil berkomentar, "Benar juga John,
cewek ini pasti lezat buangeet! Hahaha.."
"Wah.. ternyata dia benar-benar sayang saudara ya? hahaha.." gumam teman-teman John.
"Bukan gitu.. dia ke sini memang pingin diperkosa, tuh buktinya dia
datang cuma pakai kutang sama celdam! udah gitu BH-nya juga sudah mau
terlepas tuh, toketnya nggak sabar pingin dipijit rupanya! Haha.. "
timpal John sambil tertawa.
"Sekarang elo harus pemanasan, ayo lompat-lompat di tempat dan
jangan berhenti sampai gua suruh!" John membentak ciciku dan
mengeluarkan sebilah belati.
"Ini nggak bakalan gua pakai kecuali elo nggak nurut!"
Ciciku mulai menangis tersedu-sedu, tapi ia menuruti perintah John
dan mulai melompat-lompat kecil di tempat, sehingga buah dadanya yang
padat dan masih tertutup BH tampak terhentak-hentak. "Lompat lebih
tinggi supaya tetek elo itu lebih sexy goyangnya!" kata John sambil
tertawa, ciciku menurutinya dan buah dadanya terguncang-guncang semakin
kuat, sehingga posisi BH-nya semakin turun dan puting susu kanannya
samar-samar mulai terlihat. "Wah.. susunya minta keluar tuh!" gumam
para berandalan itu.
John lalu mendekat, tangannya memegang tali kutang ciciku yang
masih melompat-lompat, dengan sekali renggut BH itu terlepas dari tubuh
ciciku, ciciku terjatuh ke lantai papan karena tubuhnya tertarik, ia
tersungkur dalam keadaan telanjang dada, buah dadanya tampak tergantung
indah, padat berisi dan sangat ranum. John dengan tidak sabar merenggut
celana dalam ciciku, sehingga ciciku jatuh terduduk dalam keadaan
telanjang bulat, John memerintahkan ciciku berdiri, lalu John
meremas-remas bongkahan pantat ciciku yang kenyal, tampak garis
vertikal kemaluan ciciku yang sedikit membukit, kemaluan ciciku tampak
mulus tanpa rambut sehelai pun, rupanya setelah diperkosa dua minggu
lalu, ciciku lalu mencukur rambut kemaluannya.
"Wahh.. memeknya botak hahaha.. bagus.. sebelum ke sini dia sudah
siap-siap bersihin memeknya!" kawanan itu tertawa dan mengejek ciciku.
John lalu berkata pada kawanan gerombolan itu, "Ingat, entar kita garap
gantian, satu-satu sesuai nomor yang tadi elo dapat! Yang dapat nomor
terakhir nggak usah nyesal, gua yakin cewek ini masih kuat biar dientot
sampai besok pagi! Sekarang gue duluan! gua mau nikmati cewek ini di
udara terbuka! Elo tunggu saja di sini, kalo keluar semua nanti ada
yang lihat!"
John lalu menggandeng ciciku keluar, di luar gudang ini memang sepi
dan hanya sesekali ada mobil lewat. John membawa keluar ciciku sambil
tertawa-tawa sementara yang lain menunggu. Setelah beberapa menit
menunggu, tiba-tiba dari luar terdengar jeritan ciciku, "Akkhh.. Ohh!
Akkhh..!" aku merasa John mulai memperkosa ciciku dengan ganas seperti
yang dilakukannya tempo hari. Jeritan itu terus terdengar sayup-sayup
dan semakin lama semakin lemah, hingga akhirnya hilang. Aku menunggu
dengan berdebar-debar sementara kawanan bajingan di dalam gudang tampak
ikut menunggu dengan tidak sabar, dan hanya dapat meneguk ludah sambil
membayangkan dapat segera menyetubuhi ciciku.
Bersambung ke bagian 03
| Title | Author | Views |
| Perkosaan Rani Mahkota Sari |
Rani Sister |
378,498 |
| Nikmatnya Lubang-lubang Tetanggaku |
forum_pas@yahoo.com |
252,213 |
| Pemerkosaan Terhadap Sesama ABG |
cucumama2000@yahoo.com |
232,560 |
| Pesta Perawan |
Jeki Velani |
188,102 |
| Diperkosa Maling Bejat |
David Sebua |
186,572 |
| Memperkosa Seorang Istri Setia 01 |
boby5555@usa.net |
147,591 |
| Nikmatnya Diperkosa |
rnurhadhi@yahoo.com |
135,454 |
| Tragedi Malam Pengantin - 01 |
cupcupwaowao@yahoo.com |
117,738 |
| Mosaik Para Istri Yang Diperkosa - 2 |
Rusliani |
82,302 |
| Tak Berdaya |
sonic_blueus@yahoo.com |
81,418 |
| Tragedi Malam Pengantin - 02 |
cupcupwaowao@yahoo.com |
77,762 |
| Riska |
thomas_liem_2003@yahoo.com |
74,546 |
| Terjebak Permainan |
askepecun@yahoo.com |
69,797 |
| Derita Seorang Anggota Polwan 01 |
henychrist@yahoo.com |
68,097 |
| Vita... Reuni SMA - 1 |
askepecun@yahoo.com |
66,871 |
|
|
|
|
|
|
|