|
|
Sambungan dari bagian 02 Setelah 30 menit, John muncul dengan bertelanjang bulat, sambil
mengangkat ciciku yang memeluk leher John agar tidak jatuh ke belakang
karena John hanya memegangi pantat ciciku dengan kuat, posisi yang sama
ini juga dilakukan John saat memperkosa ciciku dua minggu lalu, tampak
kemaluan John masih menyodok-nyodok dengan brutal liang kemaluan ciciku
sambil berjalan, menyebabkan tubuh ciciku terguncang dan ciciku
merintih-rintih dengan suara parau. Di hadapanku dan gerombolan
bajingan itu, John terus memompa ciciku, tiba-tiba tampak tubuh ciciku
bergetar hebat dan tubuhnya menggelinjang, kaki ciciku terangkat dan
tampak otot paha dan betisnya mengencang tegang sambil dari mulut
ciciku terdengar suara, "Ohh.." yang panjang, ciciku mengalami orgasme
yang hebat di pelukan John, si John terbahak-bahak saat tubuh ciciku
tampak lemas setelah orgasme, John mengejekku, "Dulu elo liat kakak elo
ini sampai pingsan gue entot, gue berani tarohan kakak elo ini nggak
lebih kuat dibanding dulu!" John terus mengocok dengan brutal, dan
benar saja, pelukan ciciku pada leher John terlepas dan kembali
kejadian dua minggu lalu terulang, tubuh ciciku terjuntai jatuh, namun
John masih terus menyodok kuat batang kemaluannya ke dalam liang
senggama ciciku, dengan kejam ia terus mengsenggamai ciciku yang telah
jatuh pingsan.
Akhirnya John orgasme, dan menumpahkan banyak sperma ke atas wajah
dan payudara ciciku, sehingga wajah ciciku mandi sperma. Ia tertawa
puas, "Hahaha.. enak buanget ini cewek..!" Kemudian anak buah John
mengambil 4 buah gelas berukuran cukup besar, mereka rupanya ingin
mengumpulkan sperma mereka ke dalam gelas-gelas tersebut, entah untuk
tujuan apa. Perkosaan itu terus berlanjut dengan brutal, kini tangan
ciciku diikat di atas sebuah palang yang dapat diatur tingginya, lelaki
yang mendapat giliran memperkosa ciciku mengatur tinggi palang sehingga
posisi liang kemaluan ciciku tepat berada di depan kemaluannya, karena
tubuh lelaki itu yang cukup tinggi, maka kaki ciciku tidak menyentuh
lantai dan terpaksa tergantung dengan tangan terikat ke atas, ciciku
tersadar dan menangis menahan perih pada tangannya, sementara lelaki
itu mengangkat paha kanan ciciku dan mulai memasukkan batang
kemaluannya yang besar dan panjang ke dalam liang kemaluan ciciku, dan
mulailah ia mengocok ciciku tanpa ampun sambil tangan kanannya
memegangi paha ciciku agar tetap terangkat, tangan kirinya dengan buas
meremas dan memijat kedua buah dada ciciku bergantian, puting susu
ciciku sesekali dicubit dengan keras, ciciku hanya dapat
merintih-rintih dengan lemah, setelah puas dengan posisi itu.
Kini ciciku diikat pada kakinya dan digantung dengan kepala di
bawah. Dalam keadaan tubuh ciciku yang terbalik itu, lelaki itu lalu
memaksa ciciku menghisap-hisap batang kemaluannya sementara ia
memperkosa liang kemaluan ciciku menggunakan jari-jarinya, tidak puas
dengan hanya memasukkan jarinya, ia juga mengocok liang kemaluan ciciku
menggunakan botol kecap berukuran kecil, setelah itu ia mengikat tangan
ciciku di belakang punggung, ciciku dibaringkan di kasur yang telah
disiapkan di lantai, lalu dengan buas tubuh telanjang bulat ciciku itu
diperkosa habis-habisan oleh lelaki itu hingga orgasme dan
menyemprotkan spermanya ke buah dada ciciku, lalu ia juga mengumpulkan
spermanya ke dalam gelas-gelas yang kosong tadi.
Tak terasa sudah 14 orang yang memperkosa ciciku dengan buas, sudah
tiga gelas yang penuh dengan sperma, ciciku telah pingsan berkali-kali,
namun selalu disadarkan lagi dan kembali diperkosa dengan luar biasa
brutal. Aku merinding membayangkan masih ada 24 pria lagi yang menunggu
giliran, ketika tiba-tiba pintu gudang terbuka dan masuk bergerombolan
6 pemuda berandalan lain, ternyata mereka juga ingin mendapat bagian
memperkosa ciciku, John membagikan mereka nomor urut pada sebuah
kertas, sehingga total pria yang akan menyetubuhi ciciku berjumlah 44
orang!
Giliran berikutnya tiga lelaki sekaligus maju, ciciku yang
bertelanjang bulat di kasur dikerumuni oleh tiga lelaki yang
masing-masing batang kemaluannya yang besar dan panjang telah
berdenyut-denyut melihat tubuh sempurna ciciku, lelaki pertama langsung
menancapkan batang kemaluannya ke kemaluan ciciku dan memompa keluar
masuk dengan brutal, lelaki kedua memompa mulut ciciku dengan batang
kemaluannya, sementara lelaki ketiga dengan rakus menyedot-nyedot kedua
buah dada ciciku yang ranum bergantian kiri dan kanan, seperti anak
kecil yang sedang menyusu, sambil tangannya tak henti-hentinya
meremas-remas dan memuntir payudara ciciku. Mereka lalu saling berganti
posisi, mengalami perkosaan seperti ini, dimana kemaluan dan mulutnya
dipompa serta harus menyusui tiga lelaki, tak dapat dihindari kembali tubuh telanjang bulat ciciku
mengejang-ngejang tanda orgasme sementara dari mulut ciciku yang penuh
dengan batang kemaluan mengeluarkan suara lirih, "Ohh.."
Setelah ketiga orang itu puas, berikutnya dua orang pria bertubuh
besar maju bersamaan, ciciku yang lemas diangkat pada ketiaknya oleh
seorang pria hingga payudara ciciku tepat berada di depan mulutnya,
karena tingginya tubuh pria itu, kaki ciciku terangkat dari lantai,
dengan posisi itu pria tersebut menetek pada buah dada ciciku dengan
ganas, pria satunya tak mau ketinggalan, kedua bongkah pantat ciciku
yang kenyal dan bundar diremas-remas sementara mulut dan lidahnya
mengaduk-aduk anus ciciku, sesekali tangannya mengusap-ngusap paha dan
punggung ciciku, bahkan beberapa kali dengan kasar ia menjambak rambut
ciciku sehingga kepala ciciku menengadah sambil buah dadanya tetap
dihisap dan disedot dengan buas, bahkan sesekali pentil susunya ditarik
kuat dengan gigi.
Setelah puas dengan posisi itu, lalu tubuh telanjang bulat ciciku
diapit oleh dua tubuh mereka di atas kasur, lelaki yang di bawah
memompa liang anus ciciku, sementara yang di atas memperkosa liang
kemaluan ciciku tanpa belas kasihan, ciciku megap-megap saat wajahnya
harus menempel pada dada pria yang besar dan berbulu itu, pemandangan
mengenaskan itu juga di shoot oleh salah seorang pemuda yang membawa kamera, "Hehe.. elo jangan
macam-macam, entar film yang kamu bintangin ini gua edarkan ke seluruh
dunia, pasti jadi box office! haha.." tawa John diikuti teman-temannya.
Kedua pria yang memompa ciciku kemudian berejakulasi hampir bersamaan,
mereka kemudian menampung sperma mereka ke dalam gelas.
Pemerkosa selanjutnya mengikat tangan ciciku ke belakang punggung
walaupun ciciku sudah tidak berdaya, lelaki ini adalah Anto, yang ikut
memperkosa ciciku dua minggu lalu, ciciku kemudian didudukkan pada
sebuah kursi, sementara Anto berdiri di belakang ciciku sambil
tangannya bermain-main di atas buah dada ciciku dan meremas-remasnya
dengan buas. Kemudian pria itu berjongkok di depan ciciku dan menjilati
bibir kemaluan ciciku dengan rakus, ia juga memasukkan dua jarinya ke
liang kewanitaan ciciku dan mengocok-ngocok kemaluan ciciku itu tanpa
ampun. Kegiatannya membuat kemaluan ciciku menjadi sangat basah,
barulah kemudian batang kemaluan Anto memompa ciciku dengan lancar,
tampak batang kemaluan itu basah berkilat oleh cairan kewanitaan
ciciku. Ciciku terengah-engah seolah kehabisan nafas, lalu Anto
menindih ciciku di atas kasur, ia menyodok-nyodokkan batang kemaluannya
dengan buas hingga mengguncang-guncang tubuh ciciku yang telanjang
bulat, sesekali ia menghentikan aktifitasnya, namun secara refleks
tubuh ciciku yang terangsang hebat menggoyang-goyangkan pantatnya naik
turun agar kemaluannya terus dikocok oleh kemaluan Anto sambil mendesah
dan terengah-engah, akhirnya Anto orgasme, ia mencabut batang
kemaluannya dan menyemburkan spermanya di dalam mulut ciciku yang
terpaksa harus menelan seluruh cairan kental itu.
Berikutnya seorang pria besar dengan batang kemaluan yang luar
biasa besar dan panjang, sekitar 27 cm menggantikan posisi Anto,
dikarenakan batang kemaluannya yang sungguh besar dan panjang, ia
mengalami kesulitan memasukkan seluruhnya ke dalam liang kemaluan
ciciku, maka ia hanya memompa hingga setengah batang kemaluannya saja
yang masuk, namun gerakannya sangat cepat dan deras, batang kemaluan kuda itu membuat liang kemaluan ciciku yang sempit harus terbuka lebar,
namun dikarenakan liang kemaluan ciciku telah sangat becek, batang
kemaluan itu dapat masuk dan memompa dengan ganas.
Merasakan benda raksasa itu keluar masuk ke liang kemaluannya,
ciciku mengejang-ngejang dan seluruh tubuhnya menggelinjang, suaranya
parau saat merintih panjang, "Akkhh.." setelah orgasme dengan hebat,
tubuh telanjang bulat ciciku terkapar lemas lunglai sementara kedua
belah pahanya masih sesekali bergetar merasakan sisa-sisa kenikmatan.
Namun pria dengan kemaluan raksasa itu baru mulai, dengan kejam ia
memaksakan batang kemaluannya masuk amblas seluruhnya ke dalam liang
rahim ciciku, "Arrgghh!" ciciku terbelalak dan melengking kuat
merasakan sakit yang luar biasa, batang kemaluan pria itu adalah benda
terbesar dan terpanjang yang pernah masuk ke liang kemaluannya, namun
pria itu tidak mengenal kasihan dan dengan brutal terus memompa batang
kejantanannya keluar masuk, testisnya yang besar juga menampar-nampar
selangkangan ciciku, ciciku menangis sekuatnya dan menjerit-jerit
dengan sisa tenaganya, tubuhnya terus terguncang hebat setiap kali
batang kemaluan raksasa itu memasuki liang kemaluannya, "Hehe..
enakkan, heh? elo harus bersyukur karena kontol gue ini belum nembus
sampai mulut elo! hahaha.." pria itu terus memperkosa sambil mengejek,
tangannya yang besar meremas gumpalan buah dada ciciku, tak berapa lama
ciciku terkulai pingsan tak sanggup menahan pemerkosa yang sungguh
brutal itu. Saat ejakulasi pria itu menyemburkan sperma yang sangat
banyak membasahi wajah, buah dada hingga perut ciciku, ia lalu mengelap
spermanya ke wajah dan seluruh permukaan tubuh ciciku yang terlentang
tak berdaya.
Berikutnya giliran dua orang pria, mereka membawa dua buah ember
besar berisi air, lalu disiramkan seember air ke sekujur tubuh ciciku
yang pingsan, ciciku tersadar sambil megap-megap, kemudian mereka
memaksa ciciku menungging dengan bertumpu pada sebuah meja, ember
berisi air itupun diletakkan di atas meja tersebut, kemudian mulailah
salah satu pria itu memompa ciciku dari belakang sambil meremas-remas
bongkahan pantat ciciku yang kenyal, pria satunya menyiksa ciciku
dengan membenamkan kepala ciciku ke ember berisi air berkali-kali
sehingga ciciku nyaris kehabisan nafas, setelah puas menyiksa ciciku
dengan cara itu, ia kembali menyiram tubuh telanjang bulat ciciku
dengan sisa air yang tersisa, "Supaya mulus lagi, nggak lengket-lengket
sama peju elu orang!" katanya sambil tertawa.
Ciciku terus dipompa dengan ganas hingga buah dadanya yang
tergantung indah bergoyang-goyang, pria yang menyiksa ciciku menjambak
rambut ciciku agar wajah ciciku menengadah, dengan demikian buah dada
ciciku yang terlempar-lempar terlihat jelas, kawanan bajingan itu
memberi semangat temannya agar memompa lebih keras karena mereka
menikmati goyangan payudara ciciku tersebut, sambil menjambak rambut
ciciku dengan tangan kiri, tangan kanan pria itu tak tinggal diam, ia
meremas-remas dan sesekali membetot-betot buah dada montok ciciku itu
bagaikan memeras susu sapi, sehingga ciciku mengerang kesakitan,
kemudian pria itu duduk di atas meja dan memasukkan batang kemaluannya
yang besar dan panjang ke mulut ciciku, sambil menggerak-gerakkan
kepala ciciku maju mundur sehingga batang kemaluannya mengocok-ngocok
mulut mungil ciciku yang dipaksa menganga mulutnya selebar-lebarnya
hingga pria itu berejakulasi di dalam mulut ciciku.
Kemudian ciciku dibaringkan tengkurap di atas kasur, dengan kejam
pria yang tadi menyiram ciciku memperkosa anus ciciku, sementara pria
satunya memaksa ciciku mengulum batang kemaluannya, hingga akhirnya
mereka berdua ejakulasi dan menyemprotkannya ke wajah, punggung, dan
pantat ciciku, sebagian mereka tumpahkan di dalam gelas.
Pria berikutnya juga memperkosa ciciku dengan kejam, ia menutup
kepala ciciku dengan kantung plastik transparan lalu menyodok ciciku
dari belakang dengan brutal, tampak ciciku tersedak-sedak kehabisan
nafas, untunglah sebelum ciciku lebih menderita pria itu telah
ejakulasi, ia menyemprotkan spermanya di lantai kemudian menarik lepas
plastik yang menutupi kepala ciciku, ciciku lalu dipaksa menjilati dan
menelan sperma di lantai hingga bersih.
Empat gelas yang berisi sperma itu telah penuh, ciciku dipaksa
meminum satu gelas sampai habis, gelas kedua digunakan untuk keramas
dengan menumpahkannya ke atas rambut ciciku, kemudian paha ciciku
dipaksa membuka selebar-lebarnya hingga tampak liang kemaluan ciciku
yang seperti gua kecil, perlahan-lahan sperma pada gelas ketiga
ditumpahkan ke dalam liang rahim ciciku hingga habis, hal ini dilakukan
perlahan sambil mengocok-ngocok liang senggama ciciku agar sperma
tersebut masuk seluruhnya, sperma pada gelas terakhir dioleskan ke
setiap senti dari tubuh ciciku yang telanjang bulat hingga merata,
mereka lalu melepaskanku dan menyuruhku untuk menciumi seluruh tubuh
ciciku, kulakukan itu dengan perasaan campur aduk. Tubuh ciciku
lengket-lengket oleh sperma hingga tidak ada lagi bagian tubuhnya yang
dapat diusap dengan mulus, biarpun demikian batang kemaluanku menegang
dengan keras, lalu mereka menyuruhku untuk memperkosa ciciku dan
menumpahkan spermaku ke dalam liang senggama ciciku.
Ciciku terus diperkosa nonstop hingga digarap oleh peserta terakhir, ia tak dapat bangun lagi saat pria terakhir selesai
memompanya dengan ganas, kekejaman mereka yang terakhir adalah
menggantung kami berdua dengan tangan terikat ke atas, lalu kemaluan
ciciku disumpal dengan lilin besar, mereka tertawa-tawa melihat lilin
yang menyumbat kemaluan ciciku itu, "Sekarang elo berdua punya titit!
hahaha.. malah yang punya cewek lebih panjang!"
Kemudian dalam keadaan tergantung dan lilin yang masih menyumbat
kemaluan ciciku, kami dicambuk dengan sabuk kulit, mereka memecut
seluruh tubuhku, sedangkan ciciku hanya dipecut di bagian punggung dan
pantat, "Susu elo sayang kalo dicambuk, kan besok-besok kita masih mau
netek!" kata mereka pada ciciku sambil tertawa-tawa.
Setelah itu mereka melepaskan kami, dan sebelum memasukkan kami ke
dalam bagasi mobil, mereka kembali mengencingi kami beramai-ramai.
Dengan mobil itu kami dibawa kembali ke rumah kontrakan, saat itu hari
telah menjelang subuh dan sedang hujan lebat, mereka menurunkan kami
dalam jarak 100 meter dari rumah dan menyuruh kami berjalan ke rumah
dalam keadaan telanjang bulat, terpaksa aku menggendong ciciku yang
sudah sangat lemah dan telanjang bulat ditengah-tengah hujan, diiringi
tawa mengejek mereka dari belakang, sebelum mereka pergi, sayup-sayup
masih kudengar teriakan mereka kepadaku, "Ini belum selesai kawan! lain
kali kakak elo itu bakal ngerasain yang jauh lebih eennaakk lagi! Suruh
dia nyiapin memeknya buat nampung lebih banyak kontol! haha.. hahaha.."
dan mobil itu melaju menjauh, aku berharap kali ini adalah terakhir
kali kami berurusan dengan mereka. Namun entah mengapa aku memiliki
perasaan buruk, bahwa mereka terus membayangi kami, khususnya ciciku,
dan akan kembali suatu waktu.
TAMAT
| Title | Author | Views |
| Perkosaan Rani Mahkota Sari |
Rani Sister |
378,496 |
| Nikmatnya Lubang-lubang Tetanggaku |
forum_pas@yahoo.com |
252,213 |
| Pemerkosaan Terhadap Sesama ABG |
cucumama2000@yahoo.com |
232,560 |
| Pesta Perawan |
Jeki Velani |
188,101 |
| Diperkosa Maling Bejat |
David Sebua |
186,572 |
| Memperkosa Seorang Istri Setia 01 |
boby5555@usa.net |
147,591 |
| Nikmatnya Diperkosa |
rnurhadhi@yahoo.com |
135,454 |
| Tragedi Malam Pengantin - 01 |
cupcupwaowao@yahoo.com |
117,738 |
| Mosaik Para Istri Yang Diperkosa - 2 |
Rusliani |
82,302 |
| Tak Berdaya |
sonic_blueus@yahoo.com |
81,418 |
| Tragedi Malam Pengantin - 02 |
cupcupwaowao@yahoo.com |
77,762 |
| Para Pemerkosa yang Brutal 02 |
tommy_axl@yahoo.com |
76,368 |
| Riska |
thomas_liem_2003@yahoo.com |
74,546 |
| Terjebak Permainan |
askepecun@yahoo.com |
69,797 |
| Derita Seorang Anggota Polwan 01 |
henychrist@yahoo.com |
68,097 |
|
|
|
|
|
|
|