|
|
Saya baru mengetahui ada situs yg menarik ini,
jadi saya ingin berbagi cerita. Perkenalkan diri, nama panggilan andi,
umur 33 tahun wni keturunan. Saya ingin menceritakan kisah nyata yg
dialami teman kuliah saya dulu.
Dulu saya kuliah di US tepatnya di MIT angkatan 1992. Sewaktu
kuliah saya mempunyai seorang sahabat karib bernama Jack (fake), warga
negara asli US. Saking akrabnya, kita pernah tukar pasangan, juga
pernah SALOME (satu lobang rame-rame). Dia seorang pengedar dan pemakai
(tapi tidak sampai kecanduan) cocaine.
Pada tahun 1996, saya lulus dan kembali ke Indonesia, dan memulai
investasi saham (jual beli) sampai dengan sekarang, karena saya tidak
biasa kerja dengan orang, saya pikir satu-satunya cari penghasilan yang
halal adalah dengan cara ini. Saya mengalami keuntungan besar pada
tahun 1997 akhir, karena kurs dollar di Indonesia mencapai Rp. 13.000,-
padahal tahun 1996 masih Rp. 2.500,- sehingga saya bisa membeli rumah
di Singapore (untuk persiapan kabur kalo Indonesia kacau). Pada tahun
2002, saya terkejut menerima email dari Jack, padahal sudah 5 tahun
antara kami sudah tidak ada komunikasi. Dan dalam email tsb, jack
menceritakan sesuatu yg membuat saya lebih terkejut.
Ceritanya:
Setelah saya dan Jack lulus, Jack masih meneruskan usaha pengedaran
cocaine tsb, tetapi bukan lagi di kalangan/daerah kampus, tapi dia
pindah ke kota Tampa (Florida). Setelah sekian tahun dia menguasai
perdagangan di kota tersebut.
Tanpa disadari usahanya tersebut mulai tercium oleh NSA (National
Security Agency). Pada tahun 2001 dia berkenalan dengan seorang cewek
di sebuah pub "peanut" bernama Deedee (fake), dan hubungan merekapun
semakin akrab. Jack sangat mencintai Deedee, tetapi Deedee beberapa
kali menolak cintanya, dia hanya mau berteman biasa.
Pada hari Jumat Jack bertemu Deedee di pub, dan mereka pun ngobrol
seperti biasanya, sewaktu Deedee pergi ke toilet, Jack memberikan obat
"aphrodisiac" di dalam minumannya. Deedee tanpa curiga meminumnya,
selang 1 jam, Jack mengajak didi untuk ke apartmentnya. Setiba di kamar
apartmentnya, Jack langsung memeluk dan menciuminya, Deedee pun
berontak, sehingga Jack langsung membanting tubuh Deedee ke ranjang dan
menindihnya, Deedee yang berontak, dan juga terpengaruh reaksi obat
tidak bisa berbuat banyak, dia hanya tergeletak tak berdaya di kasur.
Jack dengan gemas mencium bibirnya.
Jack langsung menyobek pakaian Deedee, sobekannya dibuat untuk mengikat kedua tangan Deedee di sisi ranjang.
Dengan cepat Jack berjongkok di antara kedua kaki Deedee yang
dengan paksa terkangkang akibat tekanan lutut Jack. Dengan sebelah
tangannya menuntun penisnya, Jack lalu menempelkan ujung penisnya ke
bibir vagina Deedee, "Fuck it, bitch!", "Aaahh.., Noo.., Noo..,
Jack..", Deedee dengan suara mengiba-iba masih berusaha mencoba
menghalangi niat Jack. Deedee mencoba menggeser pinggulnya ke samping,
berusaha menghindari penis Jack agar tidak dapat menerobos masuk ke
dalam liang kewanitaannya. Jack lalu memajukan pinggulnya dengan cepat
dan menekan ke bawah, sehingga penis yang telah menempel pada bibir
kemaluan Deedee dengan cepat menerobos masuk ke dalam liang vagina
Deedee dengan tanpa dapat dihalangi lagi. Testis Jack mengayun-ayun
menampar bagian bawah vagina Deedee, sementara Deedee megap-megap
karena dorongan keras Jack.
Jack bergerak naik turun dengan sangat bernafsu menindih tubuhnya Deedee yang langsing.
Tiba-tiba Jack merasakan pinggul Deedee ikut naik turun mengimbangi permainannya.
Jack tahu bahwa Deedee sudah mulai terangsang.
"U like it, bitch?", "U wanna to fuck me now, bitch?" kata Jack sambil tersenyum.
"Fuck U!" balas Deedee.
Jack sekarang ingin membuat Deedee orgasme terlebih dahulu. Deedee
semakin terangsang dan tak terkendali lagi setiap kali bagian tubuhnya
bergerak mengikuti tekanan dan sodokan Jack.
Sekarang Deedee secara refleks mulai menyedot dan menghisap puting
susu Jack, sehingga badan Jack mulai bergetar juga saking merasa
nikmatnya. Penis Jack terasa semakin keras, sehingga Jack semakin ganas
saja menggerakkan pantatnya menekan pinggul Deedee dalam-dalam. Deedee
merasakan vaginanya berkontraksi, sambil berusaha menahan rasa geli dan
nikmat yang tidak terlukiskan menggelitik seluruh dinding liang
kemaluannya dan menjalar ke seluruh tubuhnya.
Perasaan itu makin lama makin kuat menguasainya sehingga
seakan-akan menutupi kesadarannya dan membawanya melayang-layang dalam
kenikmatan yang tidak pernah dialaminya selama ini dan tidak dapat
dilukiskan ataupun diuraikan dengan kata-kata. Kenikmatan yang dialami
Deedee tercermin pada gerakan tubuhnya yang meronta-ronta liar tanpa
terkendali bagaikan ikan yang menggelepar-gelepar terdampar di pasir.
Desahan panjang penuh kenikmatan keluar dari mulutnya yang mungil,
"Ooohh.., Shiit.., Ooohh.., Shiit..!". Kedua pahanya melingkari pantat
Jack dan dengan kuat menjepit serta menekan ke bawah, disertai tubuhnya
yang mengejang dan kedua tangannya mencengkeram tali (sobekan
pakaiannya) pengikat tangannya dengan kuat, benar-benar suatu orgasme
yang dahsyat telah melanda Deedee.
Jack merasakan penisnya terjepit dengan kuat oleh dinding kemaluan
Deedee yang berdenyut-denyut disertai isapan kuat seakan-akan hendak
menelan batang penisnya. Terasa benar jepitan dinding vagina Deedee dan
di ujung sana terasa ada "tembok" yang mengelus kepala penisnya.
Setelah beristirahat sejenak dan melihat Deedee sudah agak tenang,
Jack mulai memompa lagi. Pompaan Jack kali ini segera dibalas oleh
Deedee, pinggulnya bergerak-gerak "aneh" tapi efeknya luar biasa. Penis
Jack serasa dilumat dari pangkal sampai kepalanya. Lalu masih ditambah
dengan variasi, ketika pinggul Deedee berhenti dari gerakan aneh itu,
tiba-tiba Jack merasakan penisnya terjepit dengan kuat dan
dinding-dinding kemaluan Deedee berdenyut-denyut secara teratur,
sekitar 4-5 kali denyut menjepit, baru kemudian bergoyang aneh lagi.
Wah, suatu sensasi melanda perasaan Jack, suatu hubungan kelamin yang
belum pernah dinikmatinya dengan wanita manapun juga selama ini.
Menyesal Jack karena tidak dari dulu-dulu menikmatinya. Gerakan aneh di
dalam liang kemaluan Deedee makin bervariasi.
Lumatan dinding kemaluan Deedee pada penis Jack membuatnya
geli-geli dan serasa akan 'meledak'. Jack tidak ingin cepat-cepat
sampai, karena masih ingin menikmati "elusan" vagina Deedee. Tetapi
gerakan-gerakan di dalam liang kewanitaan Deedee semakin menggila dan
semakin liar. Hingga akhirnya Jack harus menyerah, tak mampu menahan
lebih lama lagi perasaan nikmat yang melandanya, semakin cepat Jack
bergerak mengimbangi goyangan pinggul Deedee, semakin terasa pula
rangsangan yang akan meletupkan lahar panas yang sedang menuju klimaks,
mendaki puncak, saat-saat yang paling nikmat. Dan akhirnya, pada
tusukan yang terdalam, Jack menyemprotkan maninya kuat-kuat, sambil
mengejang, melayang, bergetar. Pada detik-detik saat Jack melayang
tadi, tiba-tiba kaki Deedee yang pada awalnya mengangkang, diangkatnya
dan menjepit pinggul Jack kuat-kuat. Amat sangat kuat. Lalu tubuhnya
ikut mengejang beberapa detik, mengendor dan terus mengejang lagi, lagi
dan lagi.., Deedee pun tidak sanggup menahan dorongan orgasme yang
melandanya lagi, punggungnya melengkung ke atas, matanya
terbeliak-beliak, serta keseluruhan tubuhnya bergetar dengan hebat
tanpa terkendali, seiring dengan meledaknya kenikmatan orgasme di
vaginanya.
Jack tersenyum puas melihat tubuh Deedee terguncang-guncang karena
orgasme selama 15 detik tanpa henti-hentinya. Kemudian kakinya
menggelepar-gelepar ke kiri kanan. Jack pun terus menggerakkan penisnya
untuk menggosok klitoris Deedee. Setelah orgasmenya selesai, tubuh
Deedee langsung terkulai lemas tak berdaya, terkapar.
Setelah gelombang dahsyat kenikmatan yang melandanya surut, Jack
mencium kening Deedee, dan melepaskan ikatan tangan Deedee. Deedee
kembali ke alam nyata dan menyadari bahwa dia sedang terkapar di bawah
tindihan badan Jack yang baru saja memberikan kepuasan yang tiada tara
padanya. Suatu perasaan malu dan menyesal melandanya, bagaimana dia
bisa begitu gampang ditaklukkan oleh lelaki tersebut. Tanpa terasa air
mata penyesalannya bergulir keluar dan Deedee mulai menangis
tersedu-sedu. Dengan tubuhnya yang masih menghimpit badan Jack, Jack
mencoba membujuknya dengan memberikan berbagai alasan antara lain
karena ia terlalu banyak minum sehingga tidak dapat mengontrol dirinya
Setelah tenang Deedee pergi kekamar mandi. Jack yang merasa puas,
telah "menang" mendapatkan wanita impiannya, dia ingin memberi kejutan,
dia langsung pergi ke meja, dan dibukanya laci, diambilnya sebuah kotak
(isinya kalung terbuat dari emas putih dan beberapa berlian). Setelah
itu dia mengambil tas pinggang Deedee, rencananya Jack ingin menaruh
diam-diam kalung tersebut di tas Deedee sebagai hadiah kejutan.
Tiba-tiba Jack kaget sekali setelah tas Deedee dibuka, didalam tas tsb
ada sebuat pistol merk "glock" kaliber 9 mm. Dan diapun semakin curiga,
diambilnya dompet Deedee, Jack kembali kaget, ternyata Deedee seorang
agen NSA. Tanpa buang waktu, Jack langsung mengambil pistol dan
identitas NSA tersebut, kalungnya juga di letakkan kembali di laci.
Setelah Deedee kembali dari kamar mandi, Jack langsung melempar
identitas tsb ke muka Deedee, Deedee sangat kaget. Mukanya langsung
pucat. Jack menanyakan siapa sebenarnya Deedee, dan mau apa. Tadinya
Deedee tidak mau menjawab, malah dia lari mengambil tasnya, rencananya
dia ingin mengambil pistol, akan tetapi pistol tersebut sudah berada di
tangan Jack. Deedee segera menerjang Jack. Tetapi dengan satu kali
tendangan kearah perut, Deedee langsung terlempar ke tembok. Jack pun
kembali bertanya, Deedee cuma diam, dan meludahi muka Jack. Dengan
marahnya Jack menampar beberapa kali muka Deedee sekerasnya, Deedee
masih tidak mau bicara, sehingga Jack marah dan langsung mengangkat
tubuh Deedee dan dilemparnya ke tembok, sampai beberapa kali. Pada
akhirnya Deedee menyerah, dengan terbata-bata Deedee menceritakan bahwa
dirinya diberi tugas untuk memata-matai Jack karena kasus cocaine yg
beredar di kota Tampa.
Mendengar itu Jack merasa terpukul sekali, wanita yang sangat
dicintainya ternyata seorang mata-mata NSA. Jack gelap mata, dia
langsung mengarahkan pistol tersebut ke Deedee. Dengan satu kali
tembakan yang mengenai pelipis, Deedee langsung terkapar. Melihat
Deedee yg bersimbah darah Jack langsung terkesima, dia tidak menyangka
akan berbuat itu. Jack sangat takut sehingga langsung saja dia
mengambil barang-barang berharga dan pakaiannya, lalu dia kabur ke
South Dakota.
Di South Dakota, Jack mengambil seluruh tabungannya. Jack tahu dia
bakal ketahuan berada di kota tersebut, karena mengambil uang di bank,
maka pihak berwajib bisa mengetahuinya. Setelah uangnya terambil semua
langsung saja Jack meninggalkan kota tersebut, dan pergi ke kota
Oakland. Setiba disana dia ingat dengan saya, lalu dia mengirim email
ke saya menceritakan kejadian tersebut dan meminta bantuan, dan janjian
untuk chat di mIRC pada hari Rabu, karena jika lewat telephone, bisa
dilacak.
Setelah saya bertemu Jack di MIRC, saya menyanggupi untuk
menolongnya, dengan syarat, Jack harus mengajak Cali (fake), adik
perempuannya. Sebab saya memang sangat naksir dengan adiknya tersebut,
tidak bisa melupakannya, walau sudah 5 tahun berpisah. Jack
menyanggupinya, dan saya pun memberi rute perjalanan yang harus
ditempuh Jack supaya aman (tidak bisa tercium oleh yang berwajib).
Setelah selesai perbincangan tersebut, Jack langsung pergi menghubungi
adiknya dari telepon umum, dan dia langsung menyuruh adiknya pergi ke
kota San Diego, saat itu juga, dan bertemu dengannya besok. Besoknya
dia bertemu dengan adiknya, langsung saat itu juga mereka pergi ke
Mexico, karena sudah lewat batas negara, jadi pihak NSA dan FBI sudah
tidak berhak mengejar, tetapi pihak CIA masih bisa.
Sesampainya di Mexico mereka langsung memesan tiket pesawat untuk
ke Singapore, lalu mereka istirahat beberapa hari di hotel kecil.
Sesampainya di Singapore, mereka menghubungi saya, dan saya pun
menyuruh mereka untuk tinggal dirumah saya di Singapore untuk
sementara. Besok harinya saya langsung menjemput mereka, dan saya bawa
ke Jakarta. Karena saya di sini mempunyai banyak kenalan orang dari
kalangan kepolisian dan imigrasi, maka identitas mereka bisa diganti
tanpa perlu mempergunakan passport, jadi mereka sekarang memakai
identitas baru (nama, negara asal, dll).
Sayapun akhirnya menikahi adiknya tersebut (wanita impian saya),
dan Jack pergi keluar negeri dengan memakai identitas baru). Sampai
saat ini pihak CIA pun tidak bisa menangkap, karena mereka memang tidak
akan pernah tahu keberadaannya.
Bangsa Amerika jangan SOMBONG, mengatakan kepolisian Indonesia
payah dalam hal mengungkap kejahatan-kejahatan, buktinya kasus teman
saya itu mereka juga tidak bisa menyelesaikannya. He he he he..
| Title | Author | Views |
| Perkosaan Rani Mahkota Sari |
Rani Sister |
378,394 |
| Nikmatnya Lubang-lubang Tetanggaku |
forum_pas@yahoo.com |
252,143 |
| Pemerkosaan Terhadap Sesama ABG |
cucumama2000@yahoo.com |
232,404 |
| Pesta Perawan |
Jeki Velani |
188,054 |
| Diperkosa Maling Bejat |
David Sebua |
186,513 |
| Memperkosa Seorang Istri Setia 01 |
boby5555@usa.net |
147,533 |
| Nikmatnya Diperkosa |
rnurhadhi@yahoo.com |
135,395 |
| Tragedi Malam Pengantin - 01 |
cupcupwaowao@yahoo.com |
117,722 |
| Mosaik Para Istri Yang Diperkosa - 2 |
Rusliani |
82,268 |
| Tak Berdaya |
sonic_blueus@yahoo.com |
81,409 |
| Tragedi Malam Pengantin - 02 |
cupcupwaowao@yahoo.com |
77,755 |
| Para Pemerkosa yang Brutal 02 |
tommy_axl@yahoo.com |
76,353 |
| Riska |
thomas_liem_2003@yahoo.com |
74,542 |
| Terjebak Permainan |
askepecun@yahoo.com |
69,788 |
| Derita Seorang Anggota Polwan 01 |
henychrist@yahoo.com |
68,048 |
|
|
|
|
|
|
|