|
|
Aku tidak bisa melihat apa yang dilakukannya,
tetapi kurasakan jilatan lidahnya menyapu bagian bawah tubuhku, di
antara lobang dubur dan bola kemaluanku. Lidahnya terus bergerak dengan
akhli ke arah kedua bola itu, dijilatinya berganti-ganti dan akhirnya
dikulumnya dengan kuat sehingga kudengar suara berkecipak. Aku semakin
terangsang, hingga terasa seluruh tubuhku bergetar. Aku mendesis:"
mbak..mbak..kulum kemaluanku dong..aku pingin sekali.." Aku sama sekali
lupa bahwa aku dalam posisi diperkosa, kedua tanganku masih terikat.
Yang kulihat di depan mataku adalah seorang wanita yang sangat cantik
sedang sibuk menjilat dan menghisap bagian bawah tubuhku dengan nafsu
bergelora.
Ia mendengar pemintaanku dan tampaknya akan meluluskannya.
Dilepaskannya kulumannya dari bola kemaluanku, dan kini ia duduk
bersimpuh di depanku. Kepalanya mendongak ke atas, matanya setengah
terpejam. Dia membuka mulutnya lebar-lebar:" gih masukin burungmu .."
Katanya:" jangan takut, enggak akan gua gigit kok". Ia masih juga
sempat bercanda. Aku merendahkan badanku (aduh, tanganku yang terikat
ini benar-benar mengganggu). Aku arahkan kemaluanku ke mulutnya yang
terbuka lebar, dan dengan pelan-pelan mendesakkannya ke dalam. Si cewek
tetap membuka mulutnya lebar-lebar, matanya semakin terpejam. Ketika ia
merasakan kemaluanku memasuki mulutnya, ia bersuara dengan manja:"
aa.." Katanya. Terus dan terus ia mengeluarkan suara itu, sampai aku
menghentikan tusukan kemaluanku karena aku merasa sudah menyentuh ujung
kerongkongannya.
Aku diam menunggu reaksinya. Ia tidak menutup mulutnya, tetapi
lidhnya mulai bergerak, menyelusuri batang kemaluanku yang berada dalam
mulutnya. Dipermainkannya batangku dengan lidahnya, digulirkan ke kiri
kanan dan ditekan-tekannya ke dinding mulutnya di kiri dan kanan.
Terasa hangat, basah dan sangat merangsang. Kemudian ia menekan
batangku dengan lidahnya hingga menekan langit langit mulutnya, dan
ia mulai menggerakkan kepalanya kemuka dan kebelakang.
Aakhh..kenikmatan yang tiada tara. Aku hanya dapat mendesisi-desis
menikmati rangsangan ini, dan ikut menggerakkan pinggulku ke depan dan
ke belakang mengikuti irama goyangan kepalanya. Selanjutnya si cewek
mulai mengatupkan bibirnya, dan kemaluanku terasa dihisap ke dalam: "
uumm.." Gumamnya manja, ketika ia mulai menyedot dengan kuatnya.
Lidahnya terus saja menari-nari, menggesek sekujur batang kemaluanku.
Aku tak tahan lagi. Terasa ada desakan kuat dari dalam batang
kemaluanku. Celaka, aku akan keluar! wah, daripada salah lagi, aku
segera mengumumkannya kepada si cewek:" mbak, mbak, aku sudah mau
keluar. Aku nggak tahan lagi.." Erangku.kepalaku memutar ke muka dan
kebelakang, menahan rangsangan yang sangat hebat itu.
Mendengar kata-kataku, si cewek tia-tiba melepaskan kulumannya:"
eeh..nanti dulu" katanya:" gua masih pengen ngerasain kontolmu. Jangan
keluar dulu dong". Ia cepat cepat berdiri dan mengeluarkan komandonya
lagi:" sekarang kamu telentang..cepat, cepat!". Aku berusaha
mematuhinya, tetapi karena tanganku diikat di belakang aku hampir
kehilangan keseimbangan. Untung, sebelum jatuh si cewek memegang
tubuhku dan membantuku tidur telentang. Setelah aku siap, dia memandang
kemaluanku yang tetap tegang dan mencuat ke atas hampir tegak lurus:"
sekarang gua mau ngewe kamu" katanya:" rasain yah". Sambil berkata
begitu, ia berjongkok di atas tubuhku dan mengarahkan kemaluanku dengan
tangannya ke arah lobang kemaluannya. Vagina yang indah itu merekah dan
memerah, siap menerima tusukan kemaluanku.
Dia memasukkan batangku ke lobang kemaluannya, dan mulai berusaha
menekan ke dalam. Dan pada saat itu aku merasa sangat takjub. Lobang
kemaluan kuntilanak ini kecil sekali! tampak ia sangat susah payah
memaksakan kontolku untuk masuk, wajahnya memerah dan mulutnya
mendesah-desah tidak karuan. Aduh..kemaluanku rasanya seperti diperas.
Belum pernah aku merasakan lobang kemaluan sekencang ini. Dahulu di
kampung aku pernah menyetubuhi si marni, teman sekelasku di SMA. Dia
masih perawan, tetapi toh lobangnya tidak seperet ini. Sungguh luar
biasa. Aku merasa di sepanjang dinding vaginanya terdapat
tonjolan-tonjolan melingkar yang menggesek batangku. Sensasinya sungguh
luar biasa. Aku harus dengan susah payah menahan muncratnya maniku. Aku
berusaha menahannya dengan cara memikirkan hal-hal lain selain seks.
Akhirnya dia berhasil menusukkan seluruh kemaluanku." Aahh.."
desisnya puas. Ia menghentikan tekanannya, dan kini ia duduk berjongkok
di atas badanku. Ia menundukkan kepalanya, mencoba melihat batang
kemaluanku yang sudah melesak ke dalam lobang kenikmatannya.
Jari-jarinya yang lentik mengelus pangkal kemaluanku yang masih ada di
luar, dan mengelus elus bibir kemaluannya yang sekarang terbelah
lebar karena desakan senjataku. " Ck..ck.." gumamnya kagum:" barang
segede ini kok ada di dunia ya. Apa nggak sobek memekku ini?" tanyanya
dengan manja.
Ia memandang wajahku dan tersenyum manis. Hilanglah sudah wajah
kuntilanak pemerkosa, kini kulihat wajah wanita cantik yang sedang
dalam kebersamaan denganku menggapai kenikmatan duniawi. Rasanya hampir
aku jatuh cinta padanya." Aku mulai yah" katanya. Ia menelungkupkan
tubuhnya di atas badanku, dan kini mulai menaik turunkan pinggulnya
dengan berirama. Aku hanya bisa diam dan menikmati. Rasanya aku ingin
memeluk tubuhnya, meremas buah dadanya yang kini menggantung di atas
dadaku, melumat bibirnya..tapi apa daya, tanganku masih terikat di
punggung. Aku mau minta dibukakan, tetapi rasa takut masih tersisa di
benakku. Jangan-jangan dia marah..lebih baik aku diam sajalah dan
menikmati apa yang dilakukannya.
Si cewek menggerakkan tubuhnya dengan semakin liar. Kadang-kadang
ia menegakkan tubuhnya dan menggenjot kemaluanku dengan gerakan ke atas
dan ke bawah. Kadang-kadang kalau sudah lelah, dia menelungkupkan lagi
tubuhnya di atas tubuhku. Aku hanya bisa diam. Akupun hanya bisa
menurut ketika ia menyodorkan buah dadanya ke mulutku:" nih, bisa nggak
kamu isep..enak lho". Ya, tentu saja enak dan memang itulah
keinginanku. Jadi meskipun dengan susah payah, kuangkat kepalaku dan
kuhisap puting kemerahan yang tegak di depan mulutku itu.
Dia membantu dengan mengangkat kepalaku dan mengarahkan agar buah
dadanya menekan mulutku. Mulutnya mendesah kenikmatan. Pinggulnya terus
begoyang, kemaluannya semakin basah sehingga dapat kudengar suara
berkecipak ketika ia kemaluanku bergesekan dengan dinding vaginanya. "
aaggh.. auukhh.. enak sekali, mas" (astaga, dia sekarang memanggilku
mas).:" terusiin.. dalemiin.. aku mau keluuaarr.. auu.." keluar lagilah
teriakan tarzannya yang terkenal, berkumandang ke seluruh gubuk kecil
ini. Tubuhnya semakin bergoyang tidak karuan, dan akhirnya ia
menjatuhkan badannya ke atas badanku:" aku keluar..aku keluar..uuhh.."
napasnya tersengal-sengal seperti kuda habis ikut balapan. Kukecup
keningnya, hampir hampir dengan perasaan sayang. Kurasakan cairan
sangat banyak berleleran keluar dari lobang kenikmatannya, meleleh
hingga ke bola kemaluanku.
Setelah mengatur napasnya, ia memandang wajahku. Dielusnya dahiku
yang juga berleleran keringat:" kamu belum keluar ya?" katanya penuh
sayang (wah, rupanya dia juga lupa lagi memperkosa). " belum mbak.."
kataku. Aneh juga, kemaluanku yang tadinya hampir muncrat sekarang
masih tetap tegak perkasa. Si cewek tersenyum:" aku kasih kamu hadiah
khusus, karena aku puas banget tadi. Kamu mau keluar dalam memekku atau
di mulut?" waduh, dua tawaran yang sama sama nikmat. Aku menyengir:"
dua-duanya saja mbak. Keluar di memek dulu lalu Mbak isep. Mau?" dia
memijit hidungku dengan manja:" curang kamu. Maunya enak sendiri". Aku
terus menggoda:" mau nggak?" tanyaku sambil ketawa. " Mauu.." jeritnya.
Dan setelah itu, ia mulai menggenjot lagi.
Kemaluanku mulai keluar masuk lagi dalam lobang kemaluannya,
bergesekan dengan tnjolan-tonjolan nikmat di sekitar dindingnya.
Gerakannya tidak terhambat lagi, karena kemaluannya sudah sangat basah.
Digoyangnya pinggulnya dengan berirama, ke kiri, ke kanan, ke atas, ke
bawah.
Setelah sepuluh menit, aku merasa sesuatu mendesak dalam
kemaluanku. Nah, ini dia:" mbak, mbak.." kataku:" aku sudah mau
keluar..cepetin.." ia membuka mata mendengar eranganku itu (selama ini
dia menutup matanya menikmati permainan kami). " beneran?" katanya
bergairah. Tiba-tiba dia menegakkan badan, dicopotnya kemaluanku dari
lobangnya begitu cepat sehingga terdengar suara "plop". Dia mengangkat
badannya dan dengan cepat memegang kemaluanku yang sudah sangat basah
kuyup dengan lendir:" mana?" katanya gemas:" kok belum keluar? Ini kan
lendir gua, bukan punyamu".
Sambil berkata begitu, ditundukkannya kepalanya dan dimasukkanlah
seluruh kemaluanku ke mulutnya. Betul-betul seluruh, pembaca yang
budiman, karena sudah tidak ada lagi sisa batangku yang ada di luar.
Bibirnya sudah bergesekan langsung dengan bulu di pangkal kemaluanku.
Aku merasa kepala kemaluanku bukan hanya menyentuh ujung
kerongkongannya, tetapi sudah betul-betul masuk ke kerongkongan itu
sendiri (kok dia tidak muntah ya? Pikirku).
Dengan kondisi seperti itu, ia mulai lagi dengan tarian lidahnya,
menggesek seluruh permukaan batangku. Digigit-gotnya dengan halus,
sambil mulutnya mengguman tidak jelas. Aku tak tahan lagi. Kupandang
wajah cantik itu dari posisiku yang masih telentang. Matanya yang
setengah terpejam, pipinya yang mulus tampak cekung karena sedang sibuk
menyedot barangku, dan bibir merahnya yang seksi tampak sedang
melingkari pangkal batangku dengan ketat..aku mengangkat pantat
sedikit, dan croot..croot..muncratlah seluruh tangki maniku di dalam
mulutnya. Banyak sekali! ku lihat ia tersedak menahan semburan air
hangat itu, tetapi dia tetap berusaha menampungnya.
Dia tetap mengisap kemaluanku hingga semprotan terakhir keluar.
Kulihat ia berusaha menelan maniku tanpa melepaskan batangku dari
mulutnya. Tampaknya dia berhasil (tidak ada sedikirpun yang meleleh
dari mulutnya!). batangku tetap dikulumnya, seakan dia merasa sangat
sayang melepaskannya. Akhirnya kemaluanku mulai mengecil, semakin kecil
hingga akhirnya lepas sendiri dari mulutnya.
Dia tampak sangat puas. Dipalingkannya wajahnya ke arah wajahku,
napasnya tampak tersengal-sengal dan kulihat bibirnya yang indah
berlepotan dengan air maniku yang rasanya sudah kusemprotkan
berliter-liter banyaknya di dalam mulutnya. Dia tersenyum manis:"
hebat..hebat deh kamu..kontol gede, mani banyak dan kental banget..luar
biasa " katanya dengan napas tersengal sengal. Dipandanginya kontolku
yang sudah layu dengan pandangan kagum. Dielus-elusnya barang
kebanggaanku yang sudah menganggur selama dua tahun itu, dicium-ciumnya
dengan gemas. Aku mulai terangsang lagi. Kemaluanku mulai berdiri
tegak. Si cewek kuntilanak itu memandang dengan geli, dan menjentikkan
jarinya ke batang kemaluanku:" maunyaa..gitu aja sudah ngaceng lagi.
Nggak usah ya. Gua udah puas banget." Sambil berkata begitu ia berdiri
dan melangkah menjauh.
Ia berjalan ke arah meja, mengambil rokok Marlboro dari dalam
tasnya dan menyalakannya sebatang. Ia berjalan mengitari kami yang
masih menggelosot di lantai, tetap telanjang bulat: " tentu kalian
heran ya, kenapa aku melakukan ini " katanya. Nada suaranya kini
berubah serius.
| Title | Author | Views |
| Perkosaan Rani Mahkota Sari |
Rani Sister |
378,429 |
| Nikmatnya Lubang-lubang Tetanggaku |
forum_pas@yahoo.com |
252,169 |
| Pemerkosaan Terhadap Sesama ABG |
cucumama2000@yahoo.com |
232,463 |
| Pesta Perawan |
Jeki Velani |
188,076 |
| Diperkosa Maling Bejat |
David Sebua |
186,522 |
| Memperkosa Seorang Istri Setia 01 |
boby5555@usa.net |
147,554 |
| Nikmatnya Diperkosa |
rnurhadhi@yahoo.com |
135,407 |
| Tragedi Malam Pengantin - 01 |
cupcupwaowao@yahoo.com |
117,728 |
| Mosaik Para Istri Yang Diperkosa - 2 |
Rusliani |
82,280 |
| Tak Berdaya |
sonic_blueus@yahoo.com |
81,413 |
| Tragedi Malam Pengantin - 02 |
cupcupwaowao@yahoo.com |
77,757 |
| Para Pemerkosa yang Brutal 02 |
tommy_axl@yahoo.com |
76,356 |
| Riska |
thomas_liem_2003@yahoo.com |
74,543 |
| Terjebak Permainan |
askepecun@yahoo.com |
69,791 |
| Derita Seorang Anggota Polwan 01 |
henychrist@yahoo.com |
68,069 |
|
|
|
|
|
|
|