|
|
Dian adalah seorang gadis lulusan ESP sebuah
universitas negeri terkemuka di Palembang. Tubuhnya langsing dan padat.
Rambutnya pendek ala Demi Moore. Ia sangat gemar memakai pakaian ketat
dan jins ketat. Banyak teman laki-lakinya yang berhasrat menggagahinya.
Salah satunya adalah Romi.
Dian memang cukup supel dalam bergaul dan sedikit genit. Suatu
malam Dian minta Romi mengantarnya ke suatu acara. Dan Romi tahu inilah
kesempatan terbaiknya. Ia telah mempersiapkan segalanya, termasuk obat
perangsang yang sangat kuat, dan sebuah tustel. Maka malam itu sepulang
dari acara sekitar jam 9 malam, Romi sengaja mengambil jalan memutar
lewat pinggiran kota yang sepi.
Dian terkejut merasakan sesuatu terjadi dalam tubuhnya. Ia merasa
terangsang, sangat terangsang. Dian tak tahu Romi sudah mencampur
minumannya dengan obat perangsang dosis tinggi. Lelaki itu tersenyum
melihat Dian gelisah. Tiba-tiba Romi menghentikan mobilnya ditepi jalan
yang sepi.
"Dian, kau mau ini??" Romi tiba-tiba menurunkan retsletingnya,
mengeluarkan penisnya yang talah mengeras dan membesar. Dian menatapnya
terkejut, tubuhnya lemas tak berdaya,
"J.. Jaangan. Romi. Aku.. Harus balik."
Romi menarik kepala Dian, menundukkan gadis itu, menghadapkannya
pada penisnya. Dian tak bisa menguasai dirinya, langsung membuka
mulutnya dan segera saja Romi mendorong masuk penisnya ke dalam mulut
Dian.
"Akhh.." Romi mengerang nikmat.
Dian menangis tak berdaya menahan gejolak nafsunya. Romi mulai
menggerakkan kepala Dian naik turun, mengocok penisnya dengan mulutnya.
Suara berdecak-decak liur Dian terdengar jelas. Tiba-tiba Romi
menjambak rambut Dian hingga Dian tersandar kembali ke jok.
"Sudah..! Romi!! Sudah..!" Dian menangis sesenggukan, terengah-engah.
Tubuhnya lemas. Romi dengan cepat menarik kaos ketat Dian hingga
lepas. Dada Dian yang kencang menculat keluar. Kemudian ia menurunkan
retsleting jins Dian dengan tak sabar, memelorotkannya hingga lepas.
Tubuh Dian yang langsing dan sintal itu kini hanya dibalut bra dan
celana dalam katun hitamnya. Membuat Romi semakin bernafsu.
"Oii Dian, kau ni seksi nian. Aku ingin nelanjangi kau.."
Romi menarik Dian dan melentangkannya di jok belakang kijang itu.
Dian hanya mampu manangis sambil terengah engah. Romi menarik celana
dalam Dian dengan cepat, kemudian menarik putus branya. Dian telanjang
bulat. Kemudian Romi mengambil sebuah tustel dan memfoto Dian beberapa
kali. Romi membukai pakaiannya sendiri dengan bernafsu.
Dian terus menangis tak berdaya melihat kemaluan Romi yang besar
dan panjang. Romi mulai mengangkangkan kaki gadis itu kemudian
menindihi Dian dengan bernafsu. Payudara Dian yang kejal dan kencang
disedot sedotnya hingga tubuh Dian menggeliat geliat tak menentu.
"Ahh.. R.. Romi.. S.. Sudahh.. Jangan.."
Melihat Dian menggeliat-geliat, menangis tak berdaya antara
menikmati dan ingin berontak membuat Romi semakin bernafsu. Sementara
mulutnya sibuk mengulum mulut Dian, Romi mengarahkan batang penisnya ke
bibir vagina Dian. Dian hampir menjerit ketika tiba-tiba Romi menekan
pinggulnya keras, batang penisnya yang panjang dan besar masuk dengan
paksa ke dalam tubuh Dian. Romi mulai menggenjot gadis itu. Kedua
tangan Dian ditekannya di atas kepala Dian di atas jok, sementara ia
mengayun, menyetubuhi Dian dengan kasar dan bersemangat.
"Ohhs.. Shh. Oh. Dian. Luar biasa.. Ssh.." Romi mendesis desis nikmat.
Dian hanya bisa menangis tak berdaya, tubuhnya terguncang-guncang
kasar, kijang itu terasa ikut berderit-derit bergerak mengikuti gerakan
mereka berdua. Tiba-tiba Dian merasakan seluruh tubuhnya mengejang
dalam kenikmatan. Dian mengerang dan menjerit keras, kemudian lemas. Ia
orgasme. Sementara Romi tidak peduli terus menggenjot Dian dengan
bernafsu. Batang penisnya basah kuyup oleh cairan vagina Dian yang
mengalir deras.
Romi berhenti bergerak kemudian membalik Dian, menengkurapkankannya.
"Sss.. Sudah Romi. Sss sudah.. Jangan."
Dian hanya bisa memohon dan menangis pasrah.
Romi tidak peduli, ia mulai membukai lubang anus Dian dengan jari-jarinya.
"Aku ingin nyodomi kau Dian.. Tahan." Romi terengah-engah bernafsu.
Dian menahan nafas ketika dirasakannya kepala penis Romi yang besar mulai memaksa membuka lubang duburnya yang sempit.
"AAKKHH!! Ampunn. R.. Romi.. AkhhH!! SAKIT!!" Dian meronta hingga Romi terjatuh dari jok.
Secara reflek Dian membuka pintu mobil dan berlari keluar, namun
perih di selangkangannya membuatnya limbung dan tersungkur di semak
belukar. Mereka berada dipinggiran kota Palembang yang gelap dan penuh
belukar. Romi segera menyergap dari belakang, memiting tangan Dian
kemudian mengikatnya. Kemudian menyusul kedua kakinya. Dian
tertelungkup tak berdaya, menangis memohon,
"Ampun Romi.. Jangan.."
Tanpa menunggu lagi Romi kembali menindih punggung Dian, kemudian memaksakan penisnya masuk ke lubang dubur Dian.
"AKHH!!" Dian menjerit kesakitan ketika Romi mendesak masuk, senti demi senti.
"Nikmati bae Diann.. H!" Tiba-tiba Romi menekan dengan keras, membuat seluruh batang penisnya masuk ke dubur gadis itu.
Tubuh Dian mengejang kesakitan. Pandangannya berkunang-kunang
menahan sakit. Walaupun penis Romi sudah dibasahi cairan vaginanya,
masih tetap terasa seret dan kesat. Kini Romi mulai
mengeluarmasukkannya, dan setiap ia bergerak tubuh Dian mengejang
kesakitan. Dian menangis dan mengerang kesakitan, namun hal itu malah
membuat Romi semakin bernafsu menyodominya dengan kasar. Akhirnya Dian
lemas dan hanya bisa merintih kesakitan. Dian di sodomi ditepi jalan,
diatas semak belukar.
Tiba-tiba sekelebat cahaya senter membuat Romi yang tengah bernafsunya berhenti.
"Hei! Lagi ngapain itu!!" Tiga orang bertubuh tegap muncul.
Romi segera mencabut penisnya kemudian berdiri. Dian ambruk
kesakitan. Dian hanya dapat melihat keempat lelaki itu berbicara tak
jauh darinya, menunjuk-nunjuk dirinya sambil tersenyum-senyum.
Tiba-tiba Romi menarik tubuh Dian, mendudukannya, sementara ketiga
orang tadi tiba-tiba membuka celana masing-masing.
"Tolong Pak. Aku diperkosa lanang inii!!"Dian memohon mohon.
Tapi salah seorang dari orang itu tiba-tiba menjambak rambutnya kemudian mengarahkan penisnya kemulut Dian.
"Aku dak peduli! Sekarang kulum punyo aku ini! kalau tidak kutembak disinila!!"
Dian menangis ketakutan, ketiga orang itu malah minta jatah. Dengan
terpaksa Dian mulai mengulum dan mengemut batang penis milik orang itu,
sementara dua rekannya dan Romi mendekatinya.
Orang itu menarik kepala Dian lepas dari penisnya. Penisnya sudah
menegang penuh, besar dan panjang. Mereka membentang terpal ditepi
jalan, kemidian orang itu melentangkan tubuhnya. Temannya mengangkat
tubuh Dian dan mengangkangkannya diatas rekannya tadi. Ketika penisnya
tepat berada di vagina Dian, mereka menarik tubuh Dian hingga penis
orang itu masuk dengan lancar ke selangkangan Dian.
Dian menangis ngilu dan perih. Dian ditengkurapkan. Sementara
vaginanya terus dipompa dari bawah, seseorang dari mereka memaksa Dian
membuka mulutnya dan mengulum penisnya. Kepalanya dipegang erat-erat
kemudian digerakkan maju mundur dengan kasar. Sementara yang satu lagi
meremas remas kedua payudara Dian, memilin-milin putingnya yang coklat
dan runcing. Romi tiba-tiba berlutut di belakang Dian, kemudian kembali
memaksa masuk ke dubur Dian. Tubuh Dian menegang dan mengejang
kesakitan. Jeritannya tertahan karena mulutnya tersumbat penis.
Dian hanya bisa menangis dan mengerang merintih tertahan. Romi
mulai memompa dubur Dian dengan bernafsu. Bergiliran dengan orang yang
memompa vaginanya dari bawah. Tiba-tiba Romi mengerang dan menekankan
penisnya sedalam-dalamnya ke dalam anus Dian, bersamaan dengan itu Dian
dapat merasakan semburan spermanya mengisi duburnya. Belum sempat Dian
bernafas normal, seorang yang tadi sibuk dengan payudaranya
menggantikan posisi Romi, menduburinya dengan kasar, dengan bantuan
sisa sperma Romi di anusnya. Peluh sebesar jagung mengalir disekujur
tubuh Dian, bercampur dengan peluh pemerkosanya.
Romi mengambil tustel di mobilnya kemudian memfoto adegan Dian yang
diperkosa tiga lelaki bersamaan, disemua lubang ditubuhnya, vagina,
anus dan mulutnya. Dian yang telanjang bulat tengkurap diatas
pemerkosanya yang memeluknya erat, sementara seorang lagi yang tengah
mengerjai duburnya dengan semangat mencengkeram pinggulnya, dan seorang
lagi menjambak rambutnya memaju mundurkan kepalanya, memaksa Dian
mengulum penisnya.
Hingga tiba-tiba kepala Dian dipegang erat, penis dimulutnya
dimasukkan hingga ke tenggorokannya, kemudian cairan sperma mengalir
deras mengisi rongga mulutnya.
"Telenn!! Semua! Cepat! Aakhh!" Dian gelagapan tak bisa bernafas
terpaksa menelan semua cairan kental itu. Kemudian lagi-lagi cairan
sperma memuncrat mengisi dubur dan vaginanya. Dian pingsan. Ketika
sadar ia sudah didalam mobil, berpakaian lengkap, Romi menyeringai
disebelahnya.
Seminggu setelah kejadian di tepi sungai Musi itu, Dian tengah
menunggu rumahnya di daerah pasar 27 Palembang itu sendirian. Seluruh
isi rumah pergi menginap di Kertapati karena ada acara keluarga,
kecuali 2 keponakannya yang masih berumur 5 tahun. Jam 9 malam ketika
Romi tiba-tiba muncul.
"Pergi dari sini!" Dian berusaha mengusir Romi.
Namun dengan santai romi mengeluarkan beberap lembar foto dan
diletakkannya di atas meja. Gadis ini miliknya, dan entah mengapa ia
sangat terangsang jika melihat Dian tersiksa.
Ke bagian 2
| Title | Author | Views |
| Perkosaan Rani Mahkota Sari |
Rani Sister |
378,428 |
| Nikmatnya Lubang-lubang Tetanggaku |
forum_pas@yahoo.com |
252,169 |
| Pemerkosaan Terhadap Sesama ABG |
cucumama2000@yahoo.com |
232,461 |
| Pesta Perawan |
Jeki Velani |
188,076 |
| Diperkosa Maling Bejat |
David Sebua |
186,521 |
| Memperkosa Seorang Istri Setia 01 |
boby5555@usa.net |
147,553 |
| Nikmatnya Diperkosa |
rnurhadhi@yahoo.com |
135,407 |
| Tragedi Malam Pengantin - 01 |
cupcupwaowao@yahoo.com |
117,728 |
| Mosaik Para Istri Yang Diperkosa - 2 |
Rusliani |
82,280 |
| Tak Berdaya |
sonic_blueus@yahoo.com |
81,413 |
| Tragedi Malam Pengantin - 02 |
cupcupwaowao@yahoo.com |
77,757 |
| Para Pemerkosa yang Brutal 02 |
tommy_axl@yahoo.com |
76,356 |
| Riska |
thomas_liem_2003@yahoo.com |
74,543 |
| Terjebak Permainan |
askepecun@yahoo.com |
69,790 |
| Derita Seorang Anggota Polwan 01 |
henychrist@yahoo.com |
68,069 |
|
|
|
|
|
|
|