|
|
Para pembaca setia sumbercerita.com, kali ini kami
akan memaparkan kekejaman sekelompok guru di sebuah sekolah. Kebetulan
salah seorang guru tersebut(maaf nama tidak dapat kami sebutkan) adalah
paman salah satu anggota kami. Peristiwa tragis berikut adalah nyata
dan benar-benar terjadi. Melalui rubrik ini pula salah satu guru yang
terlibat ingin meminta maaf sebesar-besarnya. Dan ia sudah mengirimkan
sejumlah uang ke rekening orang tua korban, yang diharapkan mampu
digunakan untuk menyembuhkan sang korban.
Terima kasih atas kesediaan pihak 17th Network, Corp.
Yang telah menampilkan cerita ini. Bagi para pembaca setia sumbercerita.com,
silakan para pembaca menikmati cerita peristiwa tragis berikut. Dan
terutama bagi para guru, diharap menahan hasrat nafsu anda. Terima
kasih.
*****
Seperti biasa pada pagi yang cerah Lhian bersiap untuk berangkat
sekolah. Lhian S, gadis cantik bertubuh tinggi, sexy dan putih mulus.
Gadis berkacamata ini cukup pintar dan rajin dalam mengerjakan suatu
pekerjaan. Dia dikenal sebagai gadis nomor satu disekolahnya. Sifatnya
yang tomboy memudahkan para teman prianya untuk menikmati tubuh Lhian
dengan memandangi payudara, paha, pinggul, ketiak dan pantatnya yang
besar. Karena Lhian sangat mudah bergaul dengan anak cowok. Tinggi
Lhian sekitar 168 cm, dan beratnya 55 kg.
Lhian memang mempunyai tubuh yang paling sempurna di sekolahnya.
Dengan ukuran bra 36B, ia kadang tidak memakai bra untuk menyangga
susunya ketika bermain dengan teman-temannya. Para teman cowoknya yang
beruntung saat itu, akan dapat menikmati pemandangan yang membuat jakun
pria naik turun. Mereka berharap bisa menjamah kantong susu itu, dan
meminum susunya. Meskipun tidak mengenakan bra, susu Lhian yang hanya
ditutupi kaos terlihat kencang dan tegak. Itu karena Lhian rajin
berolahraga, baik itu push-up, sit-up, jogging, basket, dll. Sehingga
susunya pun sangat padat dan kenyal. Tapi yang paling menonjol adalah
buah pantatnya yang besar dan luar biasa montok. Lhian terpilih
mempunyai pantat terindah oleh teman-teman cowoknya. Disamping itu
Lhian selalu memakai rok birunya yang ketat, pantatnyapun bergantian
naik-turun ketika ia berjalan. Garis celana dalamnya tercetak jelas di
belakang roknya, menandakan betapa padat dan montoknya pantatnya.
Selama proses belajar mengajar, para guru laki-laki yang
mengajarnya sering memperhatikan Belahan payudara Lhian yang kadang
terlihat sedikit menyembul keluar, dan roknya yang tersingkap sehingga
pahanya yang putih mulus terpampang jelas dimata gurunya. Lhian kadang
sengaja membiarkan beberapa bagian tubuhnya diamati. Lhian mempunyai
pinggul yang lebar, pantat yang sekal dan paha yang besar dan gempal
menggairahkan. bahkan tidak jarang teman-teman cowok dikelasnya yang
nekat masturbasi dikelas ketika sedang jam pelajaran, karena tidak
tahan melihat paha atau pantat Lhian didepannya. Lhian sangat
bersemangat disekolahnya. Ia aktif mengikuti kegiatan ekstra di
sekolahnya seperti pramuka dan paskibraka. Lhian sekolah di sebuah SMU
swasta yang terkenal dikotanya, sekarang ia kelas 3.
*****
Pagi sekali sekitar pukul 06. 30 dia sudah menunggu angkutan kota
menuju sekolahan nya, jarak sekolahnya tidak terlalu jauh sekitar 5 km.
Apalagi nanti ada upacara. Tiba-tiba ketika Lhian sedang asyik-asyiknya
jalan sendiri sambil baca buku pelajaran, ada seorang naik mobil
menghampirinya.
"Halo Lhian kok jalan?", tanya si pengendara mobil itu yang ternyata adalah Pak Bambang guru Fisikanya.
"Lho Bapak kok jam segini sudah berangkat?" tanya Lhian spontan.
"Iya saya habis nginap di tempat saudara, takutnya telat. Kalo mo ke sekolah, ayo ikut Bapak saja" ajak Pak Bambang.
Karena Lhian sudah kenal benar dengan yang namanya Pak Bambang.
Akhirnya mau juga nebeng Pak Bambang. Tapi Lhian nggak tahu disitulah
awal bencana bagi Lhian.
"Dik Lhian nggak keberatan khan kalau kita mampir dulu ke rumah
adik saya, soalnya saya baru ingat kalau buku laporan saya tertinggal
di sana?" Pak Bambang membuat alasan.
"Iya Pak tapi cepetan yah, biar nggak telat"
Tiba-tiba Pak Bambang mempercepat kecepatan mobilnya dengan sangat
tinggi dan arahnya ke rumah kosong di pedesaan yang jarang terjamah
orang.
Sesampainya disitu Lhian ditarik dengan paksa masuk ke dalam rumah
kosong dan disitu sudah ada Pak Wahyu, Pak Joko yang merupakan wali
kelas Lhian yang sudah lama mengamati Lhian dan nggak ketinggalan
kepala sekolah Pak Budi dan wakil kepala sekolahnya yang namanya Pak
Dono. Mereka semua nampaknya sudah menunggu semenjak tadi.
"Halo Lhian, sudah ditunggu dari tadi lho?", seru salah seorang dari mereka.
"Apa-apaan nih? Apa yang Bapak-Bapak lakukan disini?", Lhian mulai kebingungan.
Lhian menjerit karena dia mulai digerayangi.
"Bangsat tua bangka jangan coba-coba sentuh saya".
"Diam, kamu pengin lulus nggak? Berani melawan perintah gurumu yah", kata Pak Budi selaku guru Matematika.
Lhian mencoba melawan dengan memukuli dan menendang gurunya. Tapi
Lhian kalah setelah ia dihantam perutnya oleh Pak Joko guru
olahraganya, dan di gampar pipinya berkali-kali sampai Lhian kelenger
hingga merah dan bibirnya berdarah. Lhian meringis kesakitan.
"Nah sekarang emut dan hisep kontol saya, kontol Pak Andi, kontol
Pak Joko dan Pak Dono yang kenceng nyedotnya, kalo nggak saya
obrak-abrik rahim kamu biar nggak bisa punya anak Mau?",
Karena ketakutan akhirnya Lhian mengulum kontol para gurunya. Lhian
menyedot penis mereka satu-persatu dengan bibirnya yang merah dan
mulutnya yang mungil, sambil tangannya menggenggam penis para Bapak
guru sambil mengocok-ngocoknya.
"Nah gitu terus yang enak ayo jangan berhenti, telen pejuhnya biar kamu tambah pinter", seru Pak Bambang.
"Mmmphh, slerrpp, mmhh" Dengan terpaksa Lhian menghisap kontol-kontol mereka sampe mereka semua pada orgasme.
"Edan, nih cewek nyepongnya mantep banget Lhian, lo pasti sudah sering nyepongin kontol temen-temen lo yah? haa, ha, ha, ha".
Guru Lhian satu persatu menyemburkan sperma mereka ke dalam mulut
Lhian, dan mengalir ke tenggorokannya. Walaupun Lhian hampir muntah dia
memaksakan untuk menelan pejuh kelima orang itu. Dia masih tak percaya
dioral oleh gurunya sendiri. Wajah Lhian mulai terlihat kelenger lagi,
sepertinya ia mabuk sperma, merasakan mual pada perutnya.
Setelah mereka puas memperkosa mulut Lhian ternyata mereka langsung
menelanjangi Lhian. Pak Dono memegang kedua tangan Lhian, Pak Budi
memelorotkan rok abu-abunya, Pak Joko merobek pakaian dan kutang Lhian.
"Nih murid teteknya putih banget, gede lagi, putingnya coklat
pasti manis nih Wahh, kenyal sekali, lembut banget Bapak-Bapak" Pak
Joko mengomentari payudara Lhian, sambil mulai meremas-remas payudara
Lhian.
Dalam sekejap Lhian sudah dalam keadaan tanpa busana.
"Jangan Pak jangan, atau saya akan melapor ke polisi", seru Lhian sambil teriak.
"Ooo, coba saja nanti, sekarang sebaiknya kamu persiapkan diri kamu
untuk menerima pelajaran khusus" Seru Pak Budi sambil menjambak rambut
Lhian.
Lhian sekarang hanya mengenakan celana dalam putih saja.
Ketika Pak Budi hendak beraksi tiba-tiba Pak Bambang protes,
"karena saya yang dapat perek ini maka saya duluan yang memperkosanya."
Tanpa membuang waktu lagi kini diputarnya tubuh Lhian menjadi
tengkurap, kedua tangannya yang ditarik kebelakang menempel dipunggung
sementara dada dan wajahnya menyentuh kasur. Kedua tangan kasar Pak
Bambang itu kini mengusap-usap bagian pantat Lhian, dirasakan olehnya
pantat Lhian yang sekal. Sesekali tangannya menyabet pantat Lhian
dengan keras, bagai seorang Ibu yang tengah menyabet pantat anaknya
yang nakal "Plak, Plak.".
"Wah sekal sekali pantat kamu Lhian, kenyal, gila nih Don, paha
murid kita satu ini gede amat. Putihnya ya ampun, banyak bulu-bulu
halusnya lagi di pahanya" ujar Pak Bambang sambil terus mengusap-usap
dan memijit-mijit pantat Lhian sambil sesekali mencabuti bulu-bulu di
paha Lhian yang putih gempal itu.
Lhian mengaduh kesakitan.
"Bakal mabuk nih kita nikmatin pantat segede gini, seperti bokong sapi aja."
"Montoknya, ya ampun, gede, kenyal lagi" sambil memijat pantat Lhian yang memerah karena tamparan tangan Pak Bambang.
Pak Dono lalu menjilati dan menggigiti bongkahan pantat si Lhian.
"Aakhh, bangsat, keparat, jangan sentuh pantat gue", Lhian membentak mereka.
"Plakk" sebuah tamparan sangat keras ke pipi Lhian.
"Diam kamu, pelacur pengin gue rontokin gigi putih loe", Pak Dono balas membentak.
Lhian hanya diam pasrah, sementara tangisannya mulai terdengar.
Tangisnya terdengar semakin keras ketika tangan kanan Pak Bambang
secara perlahan-lahan mengusap kaki Lhian mulai dari betis naik terus
kebagian paha lalu mengelus-elus paha mulus putih Lhian dan akhirnya
menyusup masuk kedalam roknya hingga menyentuh kebagian
selangkangannya.
"Jangan paak, saya mohon, saya masih perawan pakk", Lhian teriak ketakutan.
Sesampainya dibagian itu, salah satu jari tangan kanan Pak Bambang,
yaitu jari tengahnya menyusup masuk kecelana dalamnya dan langsung
menyentuh kemaluannya. Kontan saja hal ini membuat badan Lhian agak
menggeliat, dia mulai sedikit meronta-ronta, namun jari tengah Pak
Bambang tadi langsung menusuk lobang kemaluan Lhian.
"Egghhmm, oohh, shitt, shitt", Lhian menjerit badannya mengejang
tatkala jari telunjuk Pak Bambang masuk kedalam liang kewanitaannya
itu.
Badan Lhian pun langsung menggeliat-geliat seperti cacing
kepanasan, ketika Pak Bambang memainkan jarinya itu didalam lobang
kemaluan Lhian. Nafas Lhian terengah-engah sambil mengerang kesakitan.
Dengan tersenyum terus dikorek-koreknyalah lobang kemaluan Lhian,
sementara itu badan Lhian menggeliat-geliat jadinya, matanya
merem-melek, mulutnya mengeluarkan rintihan-rintihan yang keluar dari
mulutnya itu Pak Bambang menciumi bibir vagina Lhian sambil sesekali
memasukkan lidahnya kedalam liang vagina Lhian, kepala Pak Bambang
menghilang di bawah selangkangan Lhian sambil kedua tangannya dari
bawah meremas -remas pantat Lhian. Sementara Pak Dono meremas payudara
kanan Lhian, dan mulutnya mengulum payudara Lhian satunya lagi.
"Pak Bambang, susu murid kesayanganmu ini gurih sekali, harum lagi, kualitas nomer satu".
Pak Dono asyik menyantap payudara Lhian, yang ranum padat dan kenyal sekali.
"Ehhmmpphh, mmpphh, ouughh, sakii..iit, paa..ak".
Lhian terus mengerang kesakitan pada kedua buah dadanya dan
kenikmatan pada kemaluannya. Setelah beberapa menit lamanya, kemaluan
Lhianpun menjadi basah oleh cairan kewanitaannya, Pak Bambang kemudian
mencabut jarinya.
Melihat Lhian yang meronta-ronta, Pak Bambang semakin bernafsu dan
dia segera menghunjamkan penisnya ke dalam vagina Lhian yang masih
perawan. Walaupun vagina Lhian sudah basah oleh air liur Pak Bambang
dan cairan vagina Lhian yang keluar, namun Pak Bambang masih merasakan
kesulitan saat memasukkan penisnya, karena vagina Lhian yang perawan
masih sangat sempit. Lhian hanya dapat menangis dan berteriak kesakitan
karena keperawanannya yang telah dia jaga selama ini akan direnggut
dengan paksa seperti itu oleh gurunya sendiri. Lalu dengan ngacengnya
Pak Bambang memasukkan batang penisnya lagi.
"Auw aduh duh sshh, saakkii..iitt, pakk.. ammpuu..uunn", terdengar suara dari mulut Lhian yang terlihat kesakitan.
Dia mulai menangis sambil mendesah menikmati kontol Pak Bambang
yang mengaduk-aduk liang peranakannya. Terlihat jelas raut wajah Lhian
yang menahan sakit luar biasa pada selangkangannya.
Lhian sekarang lebih terdengar suara tertahan ketika penis disodok-sodokkan ke lubang memeknya.
"Huek, hek, hek aah oohh jangan, uh, duh, ampunn pakk", ternyata Lhian telah orgasme.
Sungguh mengasyikan melihat expresi Lhian yang merem-merem sambil
menggigit bibir bawahnya. Pak Bambang terus menggenjot memek Lhian.
Menit-menitpun berlalu dengan cepat, masih dengan sekuat tenaga Pak
Bambang terus menggenjot tubuh Lhian, Lhianpun nampak semakin kepayahan
karena sekian lamanya Pak Bambang menggenjot tubuhnya. Rasa pedih dan
sakitnya seolah telah hilang, erangan dan rintihanpun kini melemah,
matanya mulai setengah tertutup dan hanya bagian putihnya saja yang
terlihat, sementara itu bibirnya menganga mengeluarkan alunan-alunan
rintihan lemah, "Ahh, ahh, oouuhh".
Lalu Pak Bambang memposisikan tubuh Lhian menungging. Pantat Lhian
sekarang terlihat kokoh menantang, ditopang paha panjangnya yang putih
dan tegak. Pak Bambang memasukkan kejantanannya yang berukuran 20 cm
lebih itu ke vagina Lhian hingga terbenam seluruhnya, lalu dia
menariknya lagi dan dengan tiba-tiba sepenuh tenaga dihujamkannya benda
panjang itu ke dalam rongga vagina Lhian hingga membuatnya tersentak
kaget dan kesakitan sampai matanya membelalak disertai teriakan
panjang.
"Aaahh, Stoop, kumohon jangan".
Kedua tangan Pak Bambang memegang pantat Lhian, sedangkan
pinggulnya bergoyang-goyang berirama. Sesekali tangan Pak Bambang
mengelus-elus pantat Lhian dan sesekali meremas payudara Lhian dari
belakang.
Beberapa menit kemudian, Pak Bambang kembali mempercepat goyangan
pinggulnya, kemudian dia menarik kedua tangan Lhian. Jadi sekarang
persis seperti menunggangi kuda lumping, kedua tangan Lhian dipegang
dari belakang sedangkan pantatnya digoyang seirama sodokan penis Pak
Bambang. Karena tidak disangga kedua tangannya lagi, kini buah dada
Lhian tergencet di atas tikar tipis sebagai alas Lhian disetubuhi.
Sedangkan wajah Lhian menghadap keatas dengan mulut menganga mengerang
kesakitan. Melihat keadaan Lhian seperti itu, Pak Bambang semakin
bersemangat mengebor liang vagina Lhian.
"Anjingg, bangsaatt, perekk, loo, Lhian ngentoott, gue entotin loo".
Pak Bambang merancau tak jelas. Dan akhirnya Pak Bambangpun
berejakulasi di lobang kemaluan Lhian, kemaluannya menyemburkan cairan
kental yang luar biasa banyaknya memenuhi rahim Lhian.
"Aa, aakkhh, oohh", sambil mengejan Pak Bambang melolong panjang
bak serigala, tubuhnya mengeras dengan kepala menengadah keatas.
"Aoohh, oouuhh, bangsaatt, shitt, shitt".
Lhian mengumpat sambil mendesah, tubuhnya mengejang merasakan air
mani Pak Bambang membanjiri rahimnya. Puas sudah dia menyetubuhi Lhian,
rasa puasnya berlipat-lipat baik itu puas karena telah mencapai klimaks
dalam seksnya, puas dalam menyetubuhi Lhian, puas dalam merobek
keperawanan Lhian dan puas dalam memberi pelajaran kepada gadis nomor
satu di sekolah itu.
Lhian menyambutnya dengan mata yang secara tiba-tiba terbelalak,
dia sadar bahwa gurunya telah berejakulasi karena dirasakannya ada
cairan-cairan hangat yang menyembur membanjiri vaginanya. Cairan kental
hangat yang bercampur darah itu memenuhi lobang kemaluan Lhian sampai
sampai meluber keluar membasahi paha dan sprei kasur. Lhian yang
menyadari itu semua, mulai menangis namun kini tubuhnya sudah lemah
sekali.
Ke bagian 2
| Title | Author | Views |
| Perkosaan Rani Mahkota Sari |
Rani Sister |
378,500 |
| Nikmatnya Lubang-lubang Tetanggaku |
forum_pas@yahoo.com |
252,213 |
| Pemerkosaan Terhadap Sesama ABG |
cucumama2000@yahoo.com |
232,565 |
| Pesta Perawan |
Jeki Velani |
188,103 |
| Diperkosa Maling Bejat |
David Sebua |
186,572 |
| Memperkosa Seorang Istri Setia 01 |
boby5555@usa.net |
147,593 |
| Nikmatnya Diperkosa |
rnurhadhi@yahoo.com |
135,456 |
| Tragedi Malam Pengantin - 01 |
cupcupwaowao@yahoo.com |
117,739 |
| Mosaik Para Istri Yang Diperkosa - 2 |
Rusliani |
82,303 |
| Tak Berdaya |
sonic_blueus@yahoo.com |
81,419 |
| Tragedi Malam Pengantin - 02 |
cupcupwaowao@yahoo.com |
77,762 |
| Para Pemerkosa yang Brutal 02 |
tommy_axl@yahoo.com |
76,370 |
| Riska |
thomas_liem_2003@yahoo.com |
74,546 |
| Terjebak Permainan |
askepecun@yahoo.com |
69,797 |
| Derita Seorang Anggota Polwan 01 |
henychrist@yahoo.com |
68,097 |
|
|
|
|
|
|
|