|
|
Dari bagian 1 Setelah itu Pak Andi maju untuk mengambil giliran. Kali ini Pak Andi
mengangkat kedua kaki Lhian ke atas pundaknya, dan kemudian dengan
tidak sabar dia segera menancapkan penisnya yang sudah tegang ke dalam
vagina Lhian. Pak Andi masih mengalami kesulitan saat memasukkan
penisnya, meskipun vagina Lhian kini sudah licin oleh sperma Pak
Bambang dan juga cairan vagina Lhian. Vagina Lhian masih sangat sempit.
Kembali vagina Lhian diperkosa secara brutal oleh Pak Andi, dan Lhian
lagi-lagi hanya dapat berteriak kesakitan.
"Bangsatt, akkhh, bajingaann, sudahh, sudahh, keparaatt"
Namun kali ini Lhian tidak berontak lagi, karena dia pikir itu hanya akan membuat gurunya semakin bernafsu saja.
Sementara itu Pak Andi terus memompa vagina Lhian dengan cepat
sambil satu tangannya meremas-remas payudara Lhian yang bulat kenyal
dan tidak lama kemudian dia mencapai puncaknya dan mengeluarkan seluruh
spermanya di dalam vagina Lhian.
"Ooohh, makan nih pejuh gue".
Lhian hanya dapat meringis kesakitan, tubuhnya telentang tidak
berdaya di lantai. Walaupun tangan dan kakinya sudah tidak dipegangi
lagi, dan membayangkan dirinya akan hamil karena saat ini adalah masa
suburnya. Dia dapat merasakan ada cairan hangat yang masuk ke dalam
vaginanya. Darah perawan Lhian dan sebagian sperma Pak Andi mengalir
lagi keluar dari vaginanya.
"Hmmpphh, hhmmpp, oohhkk, oughh", Lhian menjerit dengan tubuhnya
yang mengejang ketika Pak Budi mulai menanamkan batang kemaluannya
didalam lobang kemaluan Lhian.
Matanya terbelalak menahan rasa sakit dikemaluannya, tubuhnya
menggeliat-geliat sementara Pak Budi terus berusaha menancapkan seluruh
batang kemaluannya. Memang agak sulit selain meskipun sudah dimasuki
dua penis tadi, usia Lhian juga masih tergolong muda sehingga
kemaluannya masih sangat sempit.
Akhirnya dengan sekuat tenaganya, Pak Budi berhasil menanamkan
seluruh batang kemaluannya didalam vagina Lhian. Tubuh Lhian
berguncang-guncang disaat itu karena dia menangis merasakan sakit dan
pedih tak terkirakan dikemaluannya itu. Diapun terus memohon kepada Pak
Budi agar mau melepaskannya.
"Ahh, rasain loe, akhirnya aku bisa ngerasain jepitan memek kamu sayang", bisiknya ketelinga Lhian.
"Oouuhh, Paakk, saakiitt, Paak, ampuunn", rintih Lhian dengan suara yang megap-megap.
Jelas Pak Budi tidak perduli. Dia malahan langsung menggenjot
tubuhnya memompakan batang kemaluannya keluar masuk lobang kemaluan
Lhian.
"Aakkhh, oohh, oouuhh, oohhggh", Lhian merintih-rintih, disaat
tubuhnya digenjot Oleh Pak Budi, badannyapun semakin menggeliat-geliat.
Otot-otot dinding vaginanya kuat mengurut-urut batang kemaluan Pak
Budi yang tertanam didalamnya, karenanya Pak Budi merasa semakin
nikmat. Sambil memukuli perut Lhian dengan tangannya, berharap agar
vagina Lhian mencengkram penisnya dengan lebih erat karena lobang
vagina Lhian semakin mengendur.
Tiba-tiba Pak Budi mencabut penisnya dan dia duduk di atas dada
Lhian. Pak Budi mendempetkan kedua buah payudara Lhian yang kecil
dengan kedua tangannya dan menggosok-gosokkan penisnya di antara celah
kedua payudara Lhian, sampai akhirnya dia memuncratkan spermanya ke
arah wajah Lhian. Lhian gelagapan karena sperma Pak Budi mengenai bibir
dan juga matanya. Setelah itu Pak Budi masih sempat membersihkan sisa
sperma yang menempel di penisnya dengan mengoleskan penisnya ke
payudara Lhian dan ke puting susunya. Kemudian Pak Budi menampar
payudara Lhian yang kiri dan kanan berkali-kali, sehingga payudara
Lhian berwarna kemerahan dan membuat Lhian merasa perih dan kesakitan.
Selanjutnya dua orang, Pak Joko dan Pak Dono maju. Mereka kini
menyuruh Lhian untuk mengambil posisi seperti merangkak. Kemudian Pak
Joko berlutut di belakang pantat Lhian dan mulai mencoba memasukkan
penisnya ke lubang anus Lhian yang sangat sempit.
"Gila nih cewek, bokongnya montok banget kenyal lagi, lihat nih
Tin paha si Lhian. Gempal, gede, Putih banget. Bener kata Pak Bambang"
Kata Pak Joko.
"Ampuunn, jangan sodomi saya paakk, saya mohoonn".
Membayangkan kesakitan yang akan dialaminya, Lhian mencoba untuk
berdiri, tetapi kepalanya dipegang oleh Pak Dono yang segera mendorong
wajah Lhian ke arah penisnya. Kini Lhian dipaksa mengulum dan menjilat
penis Pak Dono. Penis Pak Dono yang tidak terlalu besar tertelan
semuanya di dalam mulut Lhian.
Sementara itu, Pak Joko masih berusaha membesarkan lubang anus
Lhian dengan cara menusuk-nusukkan jarinya ke dalam lubang anus Lhian.
"Akkhh, oohh, aahh, sshh, perihh, pakk"
Sesekali Pak Joko menampar pantat Lhian dengan keras, sehingga Lhian merasakan pantatnya panas.
"Gila nih perek, bokongnya gede tapi lobangnya kecil banget"
Kemudian Pak Joko juga berusaha melicinkan lubang anus Lhian dengan
cara menjilatinya.
Lhian merasakan sensasi aneh yang tidak pernah dia rasakan
sebelumnya saat lidah Pak Joko menjilati lubang anusnya. Ia berada
dibelakang Lhian dengan posisi menghadap punggung Lhian.
Ketika lobang dubur Lhian agak terbuka, Pak Joko menuang sebotol
minyak goreng kedalam lobang dubur Lhian. Setelah itu kembali
direntangkannya kedua kaki Lhian selebar bahu, dan, "Aaakkhh.", Lhian
melolong panjang, badannya mengejang dan terangkat dari tempat tidur
disaat Pak Jokol menanamkan batang kemaluannya didalam lobang anus
Lhian. Rasa sakit tiada tara kembali dirasakan didaerah
selangkangannya, dengan agak susah payah kembali Pak Joko berhasil
menanamkan batang kemaluannya didalam lobang anus Lhian, meskipun baru
masuk setengahnya. Setelah itu tubuh Lhian kembali disodok-sodok, kedua
tangan Pak Joko meraih payudara Lhian serta meremas-remasnya.
Tidak lama kemudian Lhian kembali menjerit kesakitan. Rupanya
anusnya sudah jebol oleh penis Pak Joko yang berhasil masuk seluruhnya
dengan paksa. Kini Pak Joko memperkosa anus Lhian perlahan-lahan,
karena lubang anus Lhian masih sangat sempit dan kering. Ketika Pak
Joko menarik penisnya, mulut dubur Lhian ikut tertarik sehingga
terlihat monyong keluar. Lalu Pak Joko menyodokkan lagi penisnya,
sehingga kini dubur pantat Lhian mengempot.
"Aaakkhh, ouughh, sakii..iitt, pak, periihh, akuu, nggakk.. kuatt, pakk, periihh, sakiitt".
Lhian menjerit keras sekali, ia baru saja merasakan rasa sakit yang
teramat-sangat yang pernah dirasakannya. Pak Joko merasakan kesakitan
sekaligus kenikmatan yang luar biasa saat penisnya dijepit oleh anus
Lhian. Pak Joko merasa penisnya lecet didalam pantat Lhian. Kenikmatan
yang terus-menerus dirasakannya ketika menunggangi pantat Lhian. Tak
terbayang bagaimana wajah orang tua Lhian, jika menyaksikan
persetubuhan yang tidak manusiawi yang dialami putrinya. Anak perempuan
yang mereka rawat dengan kasih sayang hingga remaja dan dibiayai,
sekarang tubuhnya sedang menungging telanjang bulat, pantatnya disodomi
oleh gurunya sendiri.
Seperempat jam lamanya Pak Joko menyodomi Lhian, waktu yang lama bagi Lhian yang semakin tersiksa itu.
"Eegghh, aakkhh, oohh".
Dengan mata merem-melek serta tubuh tersodok-sodok, Lhian
merintih-rintih, sementara itu kedua payudaranya diremas-remas oleh
kedua tangan Pak Joko. Saat Lhian berteriak, kembali Pak Dono mendorong
penisnya ke dalam mulut Lhian, sehingga kini Lhian hanya dapat
mengeluarkan suara erangan yang tertahan, karena mulutnya penuh oleh
penis Pak Dono. Tubuh Lhian terdorong ke depan dan ke belakang
mengikuti gerakan penis di anus dan mulutnya.
Kedua payudara Lhian yang menggantung dengan indah bergoyang-goyang
karena gerakan tubuhnya diremas-remas dengan brutal oleh Pak Joko.
Lhian berteriak-teriak kesakitan.
"Aakkhh, oohh, oouhh, aammp, uunn, pakk"
Keadaan ini terus berlangsung sampai akhirnya Pak Joko dan Pak Dono
mencapai klimaks hampir secara bersamaan. Pak Joko yang sudah tidak
tahan karena seret dan panasnya dubur Lhian menyemburkan spermanya di
dalam anus Lhian, Lhian merasakan perih pada rongga duburnya yang lecet
tersiram sperma Pak Joko. Dan Pak Dono menyemburkan spermanya di dalam
mulut Lhian. Lhian terpaksa menelan semua sperma Pak Dono agar dia
dapat tetap bernafas. Lhian hampir muntah merasakan sperma itu masuk ke
dalam kerongkongannya, namun tidak dapat karena penis Pak Dono masih
berada di dalam mulutnya. Lhian membiarkan saja penis Pak Dono berada
di dalam mulutnya untuk beberapa saat sampai Pak Dono menarik keluar
penisnya dari mulut Lhian. Sebagian sisi sperma Pak Dono yang tidak
tertelan meluber keluar bercampur dengan air liur Lhian.
Kemudian Pak Dono memaksa Lhian untuk membersihkan penisnya dari
sperma dengan cara menjilatinya. Pak Joko juga masih membiarkan
penisnya di dalam anus Lhian dan sesekali masih menggerak-gerakkan
penisnya di dalam anus Lhian, mencoba untuk merasakan kenikmatan yang
lebih banyak. Lhian dapat merasakan kehangatan sperma di dalam lubang
anusnya yang secara perlahan mengalir keluar dari lubang anusnya. Perih
yang luar biasa dirasakan lobang pantat Lhian yang lecet-lecet.
Setelah Pak Joko mencabut penisnya dari anus Lhian, lalu Pak Dion
mengambil kursi dan duduk di atasnya. Dia menarik Lhian mendekati dan
mengangkat tubuh Lhian lalu memposisikan mengangkangi penisnya
menghadap dirinya. Pak Dion kemudian mengarahkan penisnya ke vagina
Lhian, dan kemudian memaksa Lhian untuk duduk di atas pangkuannya,
sehingga seluruh penis Pak Dion langsung masuk ke dalam vagina Lhian.
"Aohh, oouuhh, sakii..itt, udahh, Paak, ngiluu paakk", Lhian mengerang kesakitan.
Setelah itu, Lhian dipaksa bergerak naik turun, sementara Pak Dion
meremas dan menjilati kedua payudara dan puting susu Lhian. Sesekali
Pak Dion menyuruh Lhian untuk menghentikan gerakannya untuk menahan
orgasmenya. Pak Dion dapat merasakan vagina Lhian berdenyut-denyut
seperti memijat penisnya, dan dia juga dapat merasakan kehangatan
vagina Lhian yang sudah basah.
Pak Dion masih belum puas. Dia memiringkan tubuh Lhian lalu
mengangkat kaki kanan Lhian ke bahunya dan mulai menyodok-nyodokan
penisnya di liang kemaluan Lhian. Lhian menahan sakit bercampur nikmat
itu dengan menggigit bibirnya sendiri hingga berdarah, wajahnya yang
sudah penuh air mata dan memar bekas tamparan itu tidak membuat iba
gurunya itu. Pak Dion tanpa kenal ampun berkali-kali menghujamkan
senjatanya dengan sepenuh tenaga. Temannya yang gendut itu juga
menjilati payudara Lhian yang bergoyang-goyang akibat irama pinggul Pak
Dion, lidahnya bermain-main di ujung putingnya yang sudah sangat keras.
Pak Dion tidak dapat bertahan lama, karena dia sudah sangat terangsang
sebelumnya ketika melihat Lhian diperkosa oleh para rekannya, sehingga
dia langsung memuncratkan spermanya ke dalam vagina Lhian. Lhian
kembali merasakan kehangatan yang mengalir di dalam vaginanya.
Selanjutnya, Pak Gatot yang mengambil giliran untuk memperkosa
Lhian. Dia menarik Lhian dari pangkuan Pak Dion, kemudian dia sendiri
tidur telentang di lantai. Lhian disuruh untuk berlutut dengan kaki
mengangkang di atas penis Pak Gatot. Kemudian secara kasar Pak Gatot
menarik pantat Lhian turun, sehingga vagina Lhian langsung terhunjam
oleh penis Pak Gatot yang sudah berdiri keras.
"Akkhh, aakkhh, oogghh,". teriakan memilukan keluar dari mulut Lhian.
Penis Pak Gatot, yang jauh lebih besar daripada penis-penis
sebelumnya meskipun tubuhnya pendek yang memasuki vagina Lhian, masuk
semuanya ke dalam vagina Lhian, membuat Lhian kembali merasakan
kesakitan karena ada benda keras yang masuk jauh ke dalam vaginanya.
Lhian merasa vaginanya dikoyak-koyak oleh penis Pak Gatot. Pak Gatot
memaksa Lhian untuk terus menggerakkan pinggulnya naik turun, sehingga
penis Pak Gatot dapat bergerak keluar masuk vagina Lhian dengan
leluasa. Kedua Payudara Lhian besar menggantung bebas, naik turun
seirama tubuhnya.
Kemudian Pak Gatot menjepit kedua puting susu Lhian dan menariknya
ke arah dadanya, sehingga kini payudara Lhian berhimpit dengan dada Pak
Gatot. Pak Gatot benar-benar terangsang saat merasakan kedua payudara
Lhian yang kenyal dan hangat menempel rapat ke dadanya. Melihat posisi
seperti itu, Pak Joko melepas ikat pinggangnya dan mulai mencambuk
punggung dan bongkahan pantat Lhian beberapa kali.
"Akkhh, aakhh, damn, shitt", Lhian kembali merasakan perih luar biasa pada punggung, pantat, dan pahanya.
Cambukan Pak Joko sangat keras sehingga membuat garis lurus merah di kulit punggung pantat, dan paha Lhian.
Walaupun cambukan itu tidak terlalu keras, namun Lhian tetap
merasakan perih dan panas di punggung dan pantatnya, sehingga dia
berhenti menggerakkan pinggulnya. Merasakan bahwa gerakan Lhian
terhenti, Pak Gatot marah. Kemudian dia mencengkeram kedua belah pantat
Lhian dengan tangannya, dan memaksanya bergerak naik turun sampai
akhirnya Lhian menggerakkan sendiri pantatnya naik turun secara
refleks. Pak Gatot mencengkram pinggul Lhian, lalu membuat goyangan
memutar sehingga ia merasakan sensasi luar biasa dengan goyangan
mengebor Lhian itu.
"Oohh, sshh, shh", Pak Gatot mendesah kenikmatan, sambil merasakan pantat Lhian yang empuk basah menduduki selangkanganya.
Ketika Pak Gatot hampir mencapai klimaks, dia memeluk Lhian dan
berguling, sehingga posisi mereka kini bertukar, Lhian tidur di bawah
dan Pak Gatot di atasnya. Sambil mencium bibir Lhian dengan sangat
bernafsu dan meremas payudara Lhian, Pak Gatot terus menggenjot vagina
Lhian. Tidak lama kemudian gerakan Pak Gatot terhenti. Pak Gatot
mencabut penisnya keluar dari vagina Lhian dan segera menyemprotkan
spermanya di sekitar bibir vagina Lhian. Kemudian dia menarik tangan
kanan Lhian dan memaksa Lhian untuk meratakan sperma yang ada di
sekitar vaginanya dengan tangannya sendiri.
Setelah itu Pak Heru, guru kimianya maju mengambil giliran
memperkosa vagina Lhian. Ia mengangkat kedua kaki Lhian dan
menyandarkannya diatas bahunya, Pak Heru menempelkan kepala penisnya di
mulut vagina Lhian. Dengan kasar Pak Heru menyodokkan Penisnya dengan
keras kedalam liang peranakan Lhian. Lalu ia mulai menggenjotnya.
Hampir sepuluh menit Pak Heru memompa vagina Lhian dengan kasar,
membuat vagina Lhian semakin terasa licin dan longgar. Sebelum mencapai
puncaknya, Pak Heru mencabut penisnya dari vagina Lhian dan memaksa
Lhian untuk membuka mulutnya lebar-lebar untuk menampung spermanya.
Setelah itu, Pak Heru memaksa Lhian untuk berkumur dengan spermanya dan
kemudian menelannya. Semua orang disitu tertawa senang melihat itu,
sementara Lhian menahan jijik dan rasa malu yang luar biasa karena
diperlakukan dengan hina seperti itu. Kini wajah Lhian terlihat
mBLenger oleh sperma milik Pak Heru.
Semua posisi yang mungkin dibayangkan dalam hubungan seks sudah
dipraktekkan oleh para Guru Lhian terhadap tubuh Lhian. Kali ini Lhian
tidak kuat lagi menahan orgasmenya yang ke 20, dan dia mengalami
orgasme hebat, namun tidak sehebat yang pertama. Cairan Vaginanya sudah
mulai habis. Rongga vaginanya mulai mengering, karena cairan vaginanya
sudah hampir habis dkeluarkan. Lhian merasakan sakit luar biasa pada
rongga vaginanya. Ditambah penis para gurunya yang tak henti-hentinya
menyodok dan menggesek rongga vaginanya yang kering, sehingga membuat
rongga vaginanya lecet dan sobek. Hanya darah dari luka di rongga
vaginanya lah yang membasahi daging kemaluannya dan burung yang tengah
bersarang didalamnya.
Setelah delapan gurunya selesai memperkosa dirinya untuk kesekian
kalinya, Lhian akhirnya pingsan karena kecapaian dan karena kesakitan
yang menyerang seluruh tubuhnya terutama di vagina, anus dan juga kedua
buah payudaranya. Lhian telah diperkosa secara habis-habisan selama
empat jam lebih oleh gurunya sendiri. Dan semua kejadian itu direkam
oleh Pak Bambang.
lebih-lebih ketika posisi kedua tangan Lhian yang terikat digantung keatas. Pak Andi menjilati dan menciumi ketik Lhian.
"Mmuuahh, ketek lo montok banget sih, rasanya asin tapi gurih dan baunya haruumm"
Liur Pak Andi membasahi ketiak Lhian. Lhian kembali disetubuhi dari
2 arah tentu saja lubang anus dan vaginanya. Lhian kini hanya bisa
menggigit bibir sambil kakinya menendang-nendang ke segala arah, sambil
sesekali seperti orang mengejan.
"Ouughh, arrkhh, ouhh, udah paa..ak perih, sakiitt, ouughh, aa, akh"
Lhian terus berontak seperti orang kesetanan. Karena dubur Lhian
mulai mengering, Pak Andi kembali membasahi dubur Lhian dan batang
penisnya sendiri dengan minyak goreng agar licin. Pak Andi menyodomi
Lhian untuk ke 4 kalinya. Dilanjutkan dengan Pak Joko lagi, yang senang
sekali main sodomi. Apalagi dapat pantat semontok pantat Lhian, ia
semakin bernafsu menghancurkan anus Lhian (Anal Destruction).
Kemudian mereka kembali menelentangkan Lhian di lantai, lalu mereka
maju semua mencari bagian-bagian tubuh Lhian yang bisa di gunakan untuk
memuaskan penis mereka. Pak Joko memasukkan penisnya ke dalam mulut
Lhian, dan memaksa mengulumnya. Pak Bambang menyarangkan Penisnya ke
dalam memek Lhian yang berdarah-darah. Pak Andi melesakkan penisnya
yang super besar dan panjang itu ke dalam lobang pantat Lhian yang
sudah hancur. Pak Gatot menjepitkan penisnya di antara belahan payudara
Lhian, kemudian menggosok-gosoknya sambil memelintir dan menarik puting
susu Lhian yang coklat mungil dan membengkak. Pak Dono menaruh penisnya
di tengah-tengah ketiak kanan Lhian yang gemuk putih dengan beberapa
helai rambutnya, lalu menjepitnya dan memaju mundurkan penisnya di
dalam jepitan ketiak Lhian. Sedangkan Pak Budi melakukan hal yang sama
seperti yang dilakukan Pak Dono dengan Menjepitkan penisnya ke ketiak
Lhian yang sebelah kiri. Sedangkan Pak Heru Meraih tangan kanan Lhian,
kemudian memaksa tangannya mencengkram penisnya lalu membantu tangan
Lhian untuk mengocoknya. Yang terakhir yaitu Pak Dion, melakukan hal
yang sama seperti yang dilakukan oleh Pak Heru dengan tangan Kiri
Lhian.
Akhirnya Lhian yang sudah tidak kuatpun pingsan, dengan Vagina dan
anusnya yang dalam keadaan rusak parah, dan terus mengeluarkan darah,
sisa sperma, dan sisa cairan vagina dan duburnya. Kedua payudaranya
bengkak memerah dan lecet-lecet, puting susunya yang coklat mungil
sobek. Darah dan sperma berceceran dimana-mana. Sudah puas para guru
tersebut, mereka membersihkan diri lalu meninggalkan tubuh Lhian yang
bugil dan berlepotan darah dan sperma dalam keadaan pingsan.
******
Setelah para guru Lhian pergi, muncullah beberapa siswa pria di
sekolah Lhian yang diam-diam mengikuti gurunya. Ketika menemui tubuh
Lhian yang pingsan dalam keadaan telanjang bulat. Mereka mulai
memperkosa tubuh Lhian yang masih tidak sadar. Satu diantara mereka
menelepon teman-temannya di sekolah. Sekitar 20 menit kemudian
datanglah sekitar 40 siswa laki-laki di sekolah Lhian. Lalu mereka
mulai menikmati tubuh Lhian secara bergantian ataupun bersama-sama.
Ketika sadar, Lhian hanya bisa teriak dan memohon, ia tidak punya cukup
tenaga untuk melawan. Ia hanya bisa menyaksikan dirinya diperkosa oleh
teman-temannya sendiri. Teman-temannya yang sudah lama bermimpi bisa
menyetubuhi Lhian, akhirnya tercapai juga.
Setelah puas semua, mereka meninggalkan tubuh Lhian yang pingsan
lagi untuk kesekian kalinya itu. Liang vaginanya sudah menganga sangat
lebar, merah membengkak, dan sudah tidak berbentuk lagi. Dengan darah
segar yang terus mengalir dari lobang vaginanya. Lobang duburnya pun
sudah sangat lebar dengan keadaan rusak parah dengan bentuk berantakan,
dengan darah, sperma dan cairan kekuningan yang keluar terus menerus
dari liang duburnya. Dan dari sela-sela bibirnya mengalir sperma dan
air liur dari dalam mulutnya. Wajahnya tetap cantik dengan masih
mengenakan kacamata selama ia diperkosa. Tetapi menampakkan penderitaan
yang begitu berat.
Karena merasa kasihan, beberapa temannya mengantarkan Lhian ke
kostnya. Lhian selalu merasakan perih dan rasa sakit yang teramat
sangat ketika ia harus buang air kecil. Karena liang pengeluaran air
seninya masih bengkak dan agak tertutup lipatan daging mulut vaginanya
yang sobek. Dan juga ketika buang air besar, karena lobang duburnya
membuka sangat lebar dan belum mau menutup kembali. Jadi setiap saat,
anusnya mengeluarkan kotorannya tanpa Lhian sadari.
******
Setelah peristiwa tersebut, Lhian terus mengunci diri dalam kamar
dan diam membisu ketika ditanyai oleh teman ataupun keluarganya.
Beberapa hari kemudian Lhian pulang ke asalnya, dan tinggal dengan
ortunya. Lhian mengalami shock berat, dan tidak bisa melanjutkan
sekolahnya. Sementara para guru yang memperkosa Lhian, bebas
beraktivitas karena Lhian tidak berani memberi kesaksian. Lhian
terperangkap dalam trauma perkosaan itu untuk selama hidupnya.
Sedangkan para guru yang memperkosanya masih sibuk mencari mangsa
siswinya yang lain.
E N D
| Title | Author | Views |
| Perkosaan Rani Mahkota Sari |
Rani Sister |
378,500 |
| Nikmatnya Lubang-lubang Tetanggaku |
forum_pas@yahoo.com |
252,213 |
| Pemerkosaan Terhadap Sesama ABG |
cucumama2000@yahoo.com |
232,565 |
| Pesta Perawan |
Jeki Velani |
188,102 |
| Diperkosa Maling Bejat |
David Sebua |
186,572 |
| Memperkosa Seorang Istri Setia 01 |
boby5555@usa.net |
147,593 |
| Nikmatnya Diperkosa |
rnurhadhi@yahoo.com |
135,456 |
| Tragedi Malam Pengantin - 01 |
cupcupwaowao@yahoo.com |
117,739 |
| Mosaik Para Istri Yang Diperkosa - 2 |
Rusliani |
82,303 |
| Tak Berdaya |
sonic_blueus@yahoo.com |
81,419 |
| Tragedi Malam Pengantin - 02 |
cupcupwaowao@yahoo.com |
77,762 |
| Para Pemerkosa yang Brutal 02 |
tommy_axl@yahoo.com |
76,369 |
| Riska |
thomas_liem_2003@yahoo.com |
74,546 |
| Terjebak Permainan |
askepecun@yahoo.com |
69,797 |
| Derita Seorang Anggota Polwan 01 |
henychrist@yahoo.com |
68,097 |
|
|
|
|
|
|
|