|
|
Dari Bagian 1 Tidak mau menyia-nyiakan kesempatan itu, aku langsung berlari
secepatnya ke arah pintu, tapi lagi-lagi aku kalah cepat, Pak Burhan
sudah menghadang di depanku dan langsung menghunjamkan pukulannya ke
arah perutku.
"Arghh..!! Sshh.. Ouhh.." aku mengeluh kesakitan.
Kupegangi perutku, seketika itu juga, aku langsung jatuh terduduk,
nafasku tersengal-sengal menahan sakit yang tak terkira. Belum hilang
rasa sakitku, mereka berdua langsung menyerbu ke arahku.
"Pegangi tangannya Han..!!" seru Pak Bobby sambil mendorong tubuhku sehingga aku jatuh terjengkang di atas lantai.
Seketika itu juga Pak Burhan sudah berada di atas kepalaku dan
mencengkeram kedua tanganku, sementara Pak Bobby berada di bawah
tubuhku, mendekap kedua kakiku yang berusaha menendangnya. Dia sudah
seperti kemasukan setan, melepasi sepatu hak tinggiku, merobek
stockingku dan mencabik cabik rok yang kukenakan dan akhirnya dia
merenggut dengan paksa celana dalamku, melolosinya dari kedua kakiku
dan melemparkannya ke lantai.
"Lepasskann..! Lepasskan..! Tolongg.. Jangan perkosa sayaa..!" jeritanku makin keras di sela-sela keputusasaan.
Aku sudah tidak sanggup lagi menahan mereka yang sepertinya semakin
bernafsu untuk memperkosaku, air mataku makin deras mengalir membasahi
kedua pipiku, kupejamkan mataku, bulu kudukku langsung bergidik, aku
tidak sanggup membayangkan kalau hari ini aku akan diperkosa oleh
mereka.
"Jangann.. Ahh.. Tolongg..!" aku menjerit histeris saat Pak Bobby melepaskan pegangannya pada kedua kakiku.
Dia berdiri sambil melepaskan pakaiannya sendiri dengan sangat
terburu-buru. Aku sadar, laki-laki ini sebentar lagi akan menggagahiku.
Seketika itu juga kurapatkan kedua kakiku dan kutarik ke atas hingga
menutupi sebagian dadaku, sementara kedua tanganku masih tetap di dekap
erat oleh Pak Burhan. Tiba tiba Pak Bobby berjongkok, dia langsung
menarik kedua kakiku, merenggangkannya dan kemudian memposisikan
tubuhnya di antara kedua pangkal pahaku.
"Jangann..!!" keluhku lemah dan putus asa, sambil bertahan untuk
tetap merapatkan kedua kakiku, tapi tenaga Pak Bobby jauh lebih kuat di
bandingkan dengan tenagaku.
Aku terhenyak saat Pak Bobby mulai menindihku, membuatku jadi sesak
dan sulit untuk bernafas, buah dadaku tertekan oleh dadanya, sementara
perutnya menempel di atas perutku.
"Arghh..!! Jangann..! Sakiitt..!!" rintihku sambil berusaha
menggeser pinggulku ke kiri dan ke kanan, saat kurasakan kemaluannya
bergesekan dengan bibir kemaluanku.
"Sakiitt..!" aku kembali mengerang saat kepala penisnya mulai masuk ke dalam liang vaginaku.
Bersamaan dengan itu, tangan Pak Bobby bergerak, menjambak rambutku
dan menariknya sehingga kepalaku terdongak, kemudian Pak Bobby dengan
kasar melumat bibirku sambil terus menekankan tubuhnya ke arah
selangkanganku. Kurasakan kesakitan yang luar biasa di dalam liang
vaginaku saat batang penisnya terus melesak masuk menghunjam ke dalam
lubang kemaluanku.
"Ahh..! Jangann..! Sakiitt..!" aku kembali menjerit dengan keras saat batang penisnya menembus dan merobek selaput daraku.
Tubuhku melenting ke atas menahan sakit yang amat sangat. Kuangkat
kakiku dan kutendang-tendangkan, aku berusaha menutup kedua kakiku,
tapi tetap saja batang penis itu terbenam di dalam vaginaku. Aku
sungguh tersiksa dengan kesakitan yang mendera vaginaku. Kuhempaskan
wajahku ke kiri dan ke kanan, membuat sebagian wajahku tertutup oleh
rambutku sendiri, mataku membeliak dan seluruh tubuhku mengejang hebat.
Kukatupkan mulutku, gigiku bergemeretak menahan sakit dan ngilu,
nafasku seperti tercekat di tenggorokan dan tanpa sadar kucengkeram
keras tangan Pak Burhan yang sedang memegang kedua tanganku.
Aku masih terus merintih dan menangis, aku terus berusaha
menendang-nendangkan kedua kakiku saat Pak Bobby menarik batang
penisnya sampai tinggal kepala penisnya saja yang berada di dalam liang
vaginaku, lalu menghunjamkannya kembali ke dalam liang rahimku. Pak
Bobby sudah benar-benar kesetanan, dia tidak peduli melihatku yang
begitu kesakitan, dia terus bergerak dengan keras di dalam tubuhku,
memompaku dengan kasar hingga membuat tubuhku ikut terguncang turun
naik mengikuti gerakan tubuhnya.
"Ahh.. Sshh.. Lepaskann..!" jeritanku melemah saat kurasakan
gerakannya makin cepat dan kasar di dalam liang kemaluanku, membuat
tubuhku makin terguncang dengan keras, buah dadaku pun ikut mengeletar.
Kemudian Pak Bobby mendaratkan mulutnya di buah dadaku, menciumi
dan mengulum puting payudaraku, sesekali dia menggigit puting buah
dadaku dengan giginya, membuat aku kembali terpekik dan melenguh
kesakitan. Kemudian mulutnya bergerak menjilati belahan dadaku dan
kembali melumat bibirku, aku hanya bisa diam dan pasrah saat lidahnya
masuk dan menari-nari di dalam mulutku, sepertinya dia sangat puas
karena telah berhasil menggagahi dan merenggut keperawananku.
Perlahan-lahan dia menghentikan gerakannya memompa tubuhku,
melesakkan kemaluannya di dalam liang vaginaku dan menahannya di sana
sambil tetap memelukku dengan erat. Setelah itu dia menurunkan mulutnya
ke sekitar leher dan pundakku, menjilatinya dan kemudian menyedot
leherku dengan keras, membuat aku melenguh kesakitan. Cukup lama Pak
Bobby menahan penisnya di dalam liang kemaluanku, dan aku dapat
merasakan kemaluannya berdenyut dengan keras, denyutannya menggetarkan
seluruh dinding liang vaginaku, lalu dia kembali bergerak memompa
diriku, memperkosaku pelan pelan, lalu cepat dan kasar, begitu berulang
ulang. Sepertinya Pak Bobby sangat menikmati pemerkosaannya terhadap
diriku.
Aku meringis sambil tetap memejamkan kedua mataku, setiap gerakan
dan hunjaman penisnya terasa sangat menyiksa dan menyakiti seluruh
tubuhku, sampai akhirnya kurasakan mulutnya makin keras menyedot
leherku dan mulai menggigitnya, aku menjerit kesakitan, tapi tangannya
malah menjambak dan meremas rambutku. Tubuhnya makin rapat menyatu
dengan tubuhku, dadanya makin keras menghimpit buah dadaku, membuatku
makin sulit bernafas, lalu dia mengatupkan kedua kakiku dan menahannya
dengan kakinya sambil terus memompa tubuhku, kemaluannya bergerak makin
cepat di dalam vaginaku, kemudian dia merengkuh tubuhku dengan kuat
sampai benar-benar menyatu dengan tubuhnya.
Aku sadar Pak Bobby akan berejakulasi di dalam tubuhku, mendadak
aku jadi begitu panik dan ketakutan, aku tidak mau hamil karena
pemerkosaan ini, pikiranku jadi begitu kalut saat kurasakan batang
kemaluannya makin berdenyut-denyut tak terkendali di dalam liang
rahimku.
"Jangann..! Jangan.. Di dalam..! Lepasskan..!!" jeritku histeris
saat Pak Bobby menghentakkan penisnya beberapa kali sebelum akhirnya
dia membenamkanya di dalam liang kemaluanku.
Seluruh tubuhnya menegang dan dia mendengus keras, bersamaan dengan
itu aku meraskan cairan hangat menyemprot dan membasahi liang rahimku,
Pak Bobby telah orgasme, menyemburkan sperma demi sperma ke dalam
vaginaku, membuat dinding vaginaku yang lecet makin terasa perih. Aku
meraung keras, tangisanku kembali meledak, kutahan nafasku dan
kukejangkan seluruh otot-otot perutku, berusaha mendorong cairan
spermanya agar keluar dari liang vaginaku, sampai akhirnya aku
menyerah. Bersamaan dengan itu tubuh Pak Bobby jatuh terbaring lemas di
atas tubuhku setelah seluruh cairan spermanya mengisi dan membanjiri
liang rahimku.
Mataku menatap kosong dan hampa, menerawang langit-langit ruangan
tersebut. Air mataku masih mengalir, pikiranku kacau, aku tidak tahu
lagi apa yang harus kuperbuat setelah kejadian ini, kesucianku telah
terenggut, kedua bajingan ini telah merenggut kegadisan dan masa
depanku, tapi yang lebih menakutkanku, bagaimana jika nanti aku
hamil..! Aku kembali terisak meratapi penderitaanku.
Tapi rupanya penderitaanku belum berakhir. Pak Bobby bergerak
bangun, melepaskan himpitannya dari tubuhku, aku kembali merintih,
menahan perih saat batang kemaluannya tertarik keluar dari liang
kemaluanku. Kuangkat kepalaku, kulihat ada bercak darah bercampur
dengan cairan putih di sekitar pangkal pahaku. Aku menangis,
pandanganku nanar, kutatap Pak Bobby yang sedang berjalan menjauhiku
dengan pandangan penuh dendam dan amarah.
Seluruh tubuhku terasa sangat lemah, kucoba untuk bangun, tapi Pak
Burhan sudah berada di sampingku, dia menggerakan tangannya,
menggulingkan tubuhku dan mulai menggumuli tubuhku yang menelungkup,
aku diam tak bergerak saat Pak Burhan menciumi seluruh punggungku,
sesaat kemudian dia bergerak ke arah belakang tubuhku, merengkuh
pinggangku dan menariknya ke belakang. Aku terhenyak, tubuhku terseret
ke belakang, lalu Pak Burhan mengangkat pinggulku ke atas, membuat
posisiku jadi setengah merangkak, kutopang tubuhku dengan kedua tangan
dan lututku, kepalaku menunduk lemas, rambut panjangku tergerai
menutupi seluruh wajahku, kepanikan kembali melandaku saat kurasakan
batang penisnya menempel dan bergesekan dengan bibir vaginaku.
"Linda..! Kamu memang benar-benar cantik dan seksi.." gumam Pak
Burhan sambil tangannya meremasi pantatku, sementara batang penisnya
terus menggesek-gesek di bibir vaginaku.
"Ahh.! Sakiitt..! Sudahh.. Sudah..! Hentikann..!! jeritku menahan
sakit saat kemaluannya mulai melesak masuk ke dalam liang vaginaku.
Kuangkat punggung dan kedua lututku, menghindari hunjaman batang
penisnya, tapi Pak Burhan terus menahan tubuhku, memaksaku untuk tetap
membungkuk. Seluruh otot di punggungku menegang, tanganku mengepal
keras, aku benar-benar tak kuasa menahan perih saat penisnya terus
melesak masuk, menggesek dinding vaginaku yang masih luka dan lecet
akibat pemerkosaan pertama tadi, kugigit bibirku sendiri saat Pak
Burhan mulai bergerak memompa tubuhku.
"Lepasskan..! Sudah..! Hentikaann..!!" jeritku putus asa.
Nafasku kembali tersengal sengal, tapi Pak Burhan terus memompaku
dengan kasar sambil tangannya meremasi pantatku, sesekali tangannya
merengkuh pinggulku, menahan tubuhku yang berusaha merangkak menjauhi
tubuhnya, seluruh tubuhku kembali terguncang, terombang ambing oleh
gerakannya yang sedang memompaku.
Tiba tiba kurasakan wajahku terangkat, kubuka mataku dan kulihat
Pak Bobby berjongkok di depanku, meraih daguku dan mengangkatnya, Pak
Bobby tersenyum menatapku dengan wajah penuh kemenangan, menatap buah
dadaku yang menggantung dan menggeletar, meremasnya dengan kasar, lalu
Pak Bobby mendekatkan wajahnya, menyibakkan rambutku yang tergerai,
sesaat kemudian, mulutnya kembali melumat bibirku, mataku terpejam, air
mataku kembali meleleh saat mulutnya dengan rakus menciumi bibirku.
"Ahh..!!" aku terpekik pelan saat Pak Burhan menyentakkan tubuhnya dan menekanku dengan kuat.
Batang penisnya terasa berdenyut keras di dalam lubang kemaluanku,
lalu kurasakan cairan hangat kembali menyembur di dalam liang rahimku,
aku menyerah, aku sudah tidak punya kekuatan lagi untuk melawan,
kubiarkan saja Pak Burhan menyemburkan dan mengisi liang kemaluanku
dengan cairan spermanya.
"Periihh..!!" rintihku pelan.
Pak burhan masih sempat menghunjamkan kemaluannya beberapa kali
lagi ke dalam liang vaginaku, menghabiskan sisa sisa ejakulasinya di
dalam liang rahimku sebelum akhirnya dia menariknya keluar melewati
bibir vaginaku yang semakin terasa perih.
Sedetik kemudian satu kepalan tangan mendarat di wajahku. Aku
terlempar ke samping, pandanganku berkunang kunang, lalu gelap. Aku
jatuh pingsan. Saat siuman aku temukan foto-foto telanjangku berserakan
di samping tubuhku dengan sebuah pesan..
"Pastikan..! Hanya Kita Bertiga yang Tahu..!!"
Hari itu juga aku kembali pulang ke Jakarta dengan membawa
penderitaan yang amat berat, sesuatu yang paling berharga telah hilang
dari diriku dirampas oleh kebiadaban mereka.
E N D
| Title | Author | Views |
| Perkosaan Rani Mahkota Sari |
Rani Sister |
378,494 |
| Nikmatnya Lubang-lubang Tetanggaku |
forum_pas@yahoo.com |
252,209 |
| Pemerkosaan Terhadap Sesama ABG |
cucumama2000@yahoo.com |
232,553 |
| Pesta Perawan |
Jeki Velani |
188,100 |
| Diperkosa Maling Bejat |
David Sebua |
186,570 |
| Memperkosa Seorang Istri Setia 01 |
boby5555@usa.net |
147,588 |
| Nikmatnya Diperkosa |
rnurhadhi@yahoo.com |
135,450 |
| Tragedi Malam Pengantin - 01 |
cupcupwaowao@yahoo.com |
117,736 |
| Mosaik Para Istri Yang Diperkosa - 2 |
Rusliani |
82,299 |
| Tak Berdaya |
sonic_blueus@yahoo.com |
81,415 |
| Tragedi Malam Pengantin - 02 |
cupcupwaowao@yahoo.com |
77,762 |
| Para Pemerkosa yang Brutal 02 |
tommy_axl@yahoo.com |
76,367 |
| Riska |
thomas_liem_2003@yahoo.com |
74,546 |
| Terjebak Permainan |
askepecun@yahoo.com |
69,796 |
| Derita Seorang Anggota Polwan 01 |
henychrist@yahoo.com |
68,095 |
|
|
|
|
|
|
|