|
|
Dari Bagian 3 Sampai di sini Dina pun tak tahan lagi. Sekujur tubuhnya yang miring
membelakangi suaminya itu tergetar hebat oleh pancaran dahsyat arus
birahi nan melanda dirinya demi melayani keliaran dan kebuasan pelir
lelaki tua tersebut. Kaki kanannya yang terjuntai tadi bergerak
menendang-nendang di udara dengan semua otot-otot tubuhnya menegang
sudah. Kedua terlapak kakinya yang mulus putih itu tertekuk kaku sudah
mewarnai puncak orgasme keduanya nan telah tiba. Dudung pun merasa
kontolnya makin dipijit-pijit dahsyat dalam kenyamanannya pada vagina
sang gadis belia, namun sebagai lelaki berpengalaman yang sering
melakukan permainan syahwat dia masih dapat mengendalikan orgasmenya
sendiri.
"Aarghh! Ouaafrghh..!!"
"Oh.. Uoohh.. Dina istriku.. Enak sekali punyamu Sayangghh.."
"Uffh.. Affghh.."
"Aku senang kau bisa merasakan surga dunia pula bersamaku.. Ayo kita ganti gaya.."
Tubuh sensual milik Dina didudukkan di atas pangkuan Dudung kini
setelah rok abu-abu beserta celana dalamnya dilucuti semua hingga
telanjang bulat sudah. Tangan-tangan liar Dudung tak lepas jua dari
belahan dada gadis itu yang tengah mekar meranum di usia belianya dan
terus meremas-remas dan memilin puting payudara indah mungil namun
merangsang kepunyaan dara manis ini.
Dari bawah pantat Dudung turun naik seakan mengulek memek istri
termudanya yang telah takluk itu dari bawah. Tiada sekejap pun batang
pelir Dudung beristirahat di bagian paling pribadi di tubuh Dina, terus
saja melaksanakan aksi ganasnya keluar masuk pada liang selangkangannya
nan sudah berair santan kembali. Pada bongkahan pantat Dina, sepasang
buah pelir Dudung yang bergoyang-goyang itu sudah terlumuri pula dengan
cairan santan putih istri mudanya nan menandakan gadis itu kini telah
menikmati pula permainan asmara paksa tersebut.
Kepala Dina terayun ke kanan dan ke kiri menyibakkan rambut hitam
panjangnya nan melewati bahu ke setengah punggungnya seperti
terlecut-lecut disodok-sodok oleh Dudung. Air mata telah kering dari
kedua belah pipinya yang halus mulus. Mungkin ia sudah berusaha
menyesuaikan perlakuan sang suaminya dan liang sanggamanya mulai
terbiasa dengan ukuran pelir Dudung. Bibir memeknya mengembang dan
menyusut sebentar seperti menelan batang pelir itu, tapi secepat itu
pula seakan memuntahkannya terus menerus dan berulang kali tak
terhitung sudah banyaknya. Tatapan mata Dina sudah sendu padanya di
balik bungkaman sapu tangan di mulutnya yang mungil itu, namun Dudung
bertekad sebelum ia membuahi peranakan istrinya, tak akan ia lepaskan
ikatan itu terlebih dahulu.
Malahan lelaki tua ubanan yang bopeng itu semakin gencar saja
mengoyak-ngoyak isi dalam lubang sanggama istrinya nan terus mengempot
urat-urat kelelakiannya yang bersemayam sekian lama mengisi keheningan
malam. Denyut vagina Dina memang lain daripada yang lain, namun tak
percuma Dudung yang berasal dari madura nan terkenal dengan ramuannya
yang telah ia minum terlebih dahulu sebelum memperkosa istrinya ini.
Keperkasaan tubuh tuanya masih dapat mengimbangi pelayanan memek gadis
ini nan memberi fantasi birahi terdahsyat selama hidupnya yang pernah
ada. Bahkan tubuh ramping nan polos milik Dina dalam ketelanjangan di
atasnya kembali dibuat meraih orgasmenya lagi.
Tubuh bugil gadis itu telah jatuh tertelungkup dalam dekapan Dudung
seakan semua tulang-tulangnya telah terlolosi pada seluruh
sendi-sendinya. Dudung segera membalikkan tubuh mungil istrinya hingga
telentang di sebelahnya, kemudian ia bangun dan membuka kembali belahan
paha Dina sampai kedua kakinya mengangkang lebar. Memeknya yang basah
sudah bolong seukuran kontolnya, ia pun sudah tak melihat lagi selaput
dara bulan sabit kembar yang tadinya dimiliki oleh istri termudanya
ini. Banggalah Dudung menikmati pemandangan tersebut, sebab kini dialah
lelaki pertama yang mengisi hidup Dina sekaligus mengenalkan gadis itu
dengan permainan cinta dua insan nan terpaut umur sangatlah jauh ini.
Dudung menempatkan pinggulnya di antara celah paha yang terbuka itu
lagi, kedua kaki dan tangan Dina ditempelkan pada pinggangnya sampai
mengepit di situ. Dia kembali lagi melakukan haknya sebagai suami untuk
mencurahkan segenap hasratnya yang akan ditumpahkan ke rahim istrinya
yang seharusnya berkewajiban melayani kemauan dan kehendaknya tanpa
harus dipaksa seperti pada apa yang terjadi di malam ini. Ia kembali
menembusi dasar belahan surga dara belia itu lagi dan pelirnya tetap
harus mentok seperti tadi, tidak bisa maksimal! Tapi ia senang sekali..
Sebab dasar vagina seorang gadis usia sekolah seperti layaknya Dina ini
benar-benar sukar untuk dilukiskan dengan untaian kata-kata apapun!
Sang malam pun sudah merambah jauh dari puncak kepekatannya dan
hening pun masih menyelimuti kawasan rumah besar nan mewah dimana kedua
insan itu berada. Tidak seorang pun yang tahu bahwa di malam nan sepi
itu telah terjadi pemaksaan kehendak sang suami kepada istrinya dalam
ikatan benang merah perkawinan. Senandung balada birahi Dudung dan Dina
masih mewarnai permainan ranjang pasangan suami istri ini nan belum
juga berujung.
Kini di atas ranjang Dudung berdiri dengan badan tertekuk sedikit
ke belakang dengan kedua tangan kekarnya menahan kedua tungkai kaki
serta tubuh telanjang istrinya yang terkangkang di pelukannya. Punggung
Dina menempel ketat pada dada bidang serta perut milik Dudung yang
kekar berotot serta berbulu agak lebat itu. Dalam posisi sedemikian
rupa inilah Dudung kini mengentoti istri ketiganya ini dengan sangat
gagah perkasa.
Kedua belah kaki Dina yang tergantung tampak bergoyang-goyang
pasrah dan lemas dalam pelayanan seorang istri nan telah takluk
sepenuhnya pada sang suami ini. Tubuh bugil miliknya telah lunglai
bersimbah peluh nafsu durjana dari sang dukun pengobatan, sebab sudah
terhitung empat kali gadis itu orgasme dibuatnya. Rasanya.. Lendir
memek dan cairan air santan kelapa kepunyaannya sudah tercurah habis
dari tubuh mungilnya ini, namun Dudung masih tiada henti menyetubuhinya
hingga larut menjelang pagi. Setelah dirasa istrinya telah benar-benar
lunglai dalam gendongannya serta terkuras habis seluruh tenaganya,
barulah Dudung mulai mendekati orgasmenya sendiri.
Dina kembali direbahkan di ranjang nan penuh noda perkawinan
sepasang insan yang tak layak oleh perbedaan usia itu, sementara Dudung
berada di atas menindih tubuh telanjang mungil istrinya yang kedua
belah tungkai kakinya dikunci dengan tangan-tangan kekar tuanya.
Sodokan pada vagina gadis itu semakin kuat dan gencar mengayuh
biduk-biduk birahi yang menyala sedemikian membaranya. Kelentit dara
itu pun semakin mengembang kembali dalam kebasahannya nan sensual di
mata suaminya yang sibuk mempersiapkan moment terakhir ritual
persebadanan itu. Sepasang testis suaminya tampak menampar-nampar
dengan keras lubang anus dara itu yang berada di bawahnya dalam
persetubuhan liar nan penuh nafsu badani tersebut.
Dudung pun tahu bahwa istri mudanya ini sedang menuju pula ke
orgasmenya yang terakhir dan ini ditunjukkan oleh jepitan kedua belah
kaki dara belia itu pada kedua belah pinggangnya kiri dan kanan yang
semakin bertambah kuat menekan panggul dan pantatnya dengan kedua
jari-jari kakinya bersilangan mengunci dirinya. Tangan Dina pun
mencengkram lengan Dudung menahan rasa geli dan gatal yang menyerang
kembali vaginanya nan berdenyut-denyut hangat menelan keberadaan penis
suaminya. Dan.. Tubuh lelaki tua itu pun menegang sudah, tertekuk
seperti udang di atas sang dara cantik yang diangkat pinggulnya sampai
tidak lagi menempel di kasur ranjang. Tubuh sang dukun ini langsung
berkelojotan mencurahkan segenap hajatnya ke dalam rongga peranakan
istrinya. Seluruh air mani Dudung muncrat-muncrat tanpa bisa
dikendalikan lagi olehnya mengisi setiap kisi dan celah lorong hangat
sejuta kenikmatan surgawi kepunyaan Dina.
Gadis inipun menggelepar-gelepar laksana ikan dari kolam yang
dilemparkan ke tanah nan kering bersamaan dengan semburat pertama mani
lelaki itu di rahimnya. Dina pun meraih orgasme terakhirnya
bersama-sama dengan sang suami yang telah memberikan kepuasan padanya
berkali-kali dalam semalam ini. Kedua tubuh telanjang nan larut dalam
persetubuhan panjang itu ambruk seketika pada luapan puncak
persanggamaan penuh paksa ini bersimbah dengan tetesan peluh kenikmatan
mereka masing-masing.
Kontol Dudung masih menancap di lubang memek Dina dan ia tak rela
kalau air maninya sampai tersia-sia, jadi sampai tetesan terakhir ia
rembesi untuk mengisi rongga peranakan gadis itu. Akan tetapi tubuh
mungil Dina mana mampu menampung sperma suaminya yang tercurah sekian
banyak dalam lubang kemaluannya. Belahan bibir memeknya yang masih
merekah menelan pelir Dudung telah kebanjiran oleh cairan mani lelaki
tua itu. Maka tak heran jika cairan sperma dukun tua itu sampai meleleh
ke bawah membasahi lubang anus dan bokong putihnya serta menetes-netes
di sprei ranjang perkawinannya.
*****
"Mas Dudung! Jangan!"
Dina terbangun dari tidurnya, tetapi ia mendapati tubuh bugilnya
kembali menungging dengan kedua tangannya kini terikat ke belakang
punggungnya. Padahal baru jam tiga pagi sekarang, berarti ia cuma
tertidur beberapa jam saja. Dirasanya jari-jari suaminya sedang membuka
belahan pantatnya dan tengah melumuri lubang anusnya dengan lelehan
madu, setelah itu dijilatinya sambil menikmati aroma manisnya.
"Jangan Mas! Khan jijik.. Jangan di situ ahh..", rengek Dina lagi.
"Diam kamu! Mana kewajibanmu sebagai istri hah?! Sekarang layani aku lagi.."
"Ampun Mas Dudung.. Aku masih capai sekali Mas.. Auh!"
Percuma saja Dina memohon untuk kedua kalinya, Dudung malah semakin
menguakkan lubang pantatnya yang sempit dan kecil mirip kelip bintang
di angkasa itu serta lidahnya menyusup gencar di dalam celah duburnya.
Kalau lelehan madunya sudah habis dijilatnya, Dudung melumuri kembali
dengan tetesan yang baru lalu dijilatinya lagi berulang-ulang. Betapa
nikmat cara lelaki tua ini mempermainkan istri termudanya ini.
Dina menggelinjang mulai keenakan menerima sensasi baru lagi yang
diberikan Dudung padanya. Lubang pantatnya serasa diceboki oleh lidah
lelaki tua itu yang nafsu dan keliarannya tak jua berhenti di malam
menjelang pagi hari ini. Dudung tertawa dalam hatinya, Hmm.. Kapan lagi
aku dapat mencobai pantat perempuan muda seperti Dina ini, sebab kalau
dari istrinya yang menjanda itu, tidak pernah sekalipun ia mau
merelakan pantatnya dicucup seperti ini. Istri yang satunya lagi juga
begitu, jijik katanya, cuih! Payah banget..
Lambat laun lubang vagina di bawahnya kembali dipenuhi oleh air
kemaluannya di luar kesadaran Dina sendiri tubuhnya bereaksi atas
perlakuan suami tuanya itu. Wajah keriput Dudung membenam di memek Dina
untuk kembali menyedot cairan getah bening yang berasal dari rongga
peranakannya, sayang untuk dilewatkan begitu saja lendir vagina ini.
Somad! Aku akan memperawani juga anus putrimu ini.. Lihat saja
sekarang.. Umpat Dudung lagi dalam hati. Setelah itu kontolnya
diarahkan ke jalan masuk celah anus yang telah ia buka dengan kedua ibu
jarinya, kemudian mendorong dengan tenaga penuh pada pinggangnya.
"Ahh! Ampun Mas Dudung! Sakit.. Sakitt! Auhh! Perih Mas.. Jangan di situ! Ampun..!!"
Dudung tak menanggapi rengekan istrinya, ia malah mengambil sebotol
minyak miliknya untuk kemudian mengolesi lubang pantat gadis itu
sebanyak-banyaknya. Ditusukkan lagi batang pelirnya yang sudah tegak
berdiri mengacung ke dalam sempitnya anus Dina.
"Akhh! Jangan keras-keras Mas! Pedih! Akhh! Nyeri sekali.. Aduh!!"
Sudah sepertiga batang kejantanannya menyelusup masuk ke dalam
dubur istrinya yang penuh sesak namun legit dan hangat sekali. Dudung
mengeluarkan sedikit pelirnya, lalu digenjotnya lagi sampai separuh
penisnya melesak ke lubang pelepasan dara belia yang tengah diperawani
anusnya itu. Sesudahnya suara Dina sudah tak terdengar lagi, sebab ia
telah tak sadarkan diri menahan rasa sakit pada anusnya yang diperkosa
oleh sang suami.
Dudung tak peduli akan hal itu, ia bahkan tersenyum menyeringai
puas dapat merasakan mengentot Dina melalui lobang pantatnya yang
sangat lezat. Dara itu masih berusia delapan belas tahun, tentu saja
lubang pantatnya masih terasa ketat menjepit pelir Dudung. Kontol
Dudung yang keluar masuk masih terasa kesat dan peret sekali di dalam
poros usus perempuan muda ini. Otot bibir anus gadis itu membentuk
lingkaran cincin sungguh mengunci kuat-kuat batang penisnya yang keluar
masuk di dalamnya.
Kini sudah dua pertiga kontol itu menembusi lubang pantatnya nan
mungil menawan ini. Minyak yang tadinya melumasi dubur gadis itu sudah
mengering, tapi sudah mulai terganti dengan lendir lengket yang berasal
dari lubang hajat Dina kini. Dudung seakan tertunaikan keinginannya
untuk menyetubuhi anus wanita dan ia semakin menjejalkan seluruh batang
pelirnya sampai semua tonggak kejantanannya benar-benar amblas terbenam
ke dalam lorong pelepasan sang dara cantik ini. Sangat enak nian anus
si Dina ini mencengkeram erat batang kontolnya dari ujung hingga
pangkal selangkangan Dudung. Lelaki tua itu bagaikan anak kecil yang
mendapat mainan baru, terus dimainkannya tubuh istrinya ini laksana
seorang budak pemuas nafsu saja.
Tangan kekarnya mencengkeram erat-erat pinggul istrinya yang
pingsan ini sambil terus mengaduk-aduk isi belahan dalam anal nan
disenggamainya dengan sangat liar tak terkendali lagi melampaui akal
sehatnya. Dalam keadaan tak sadarkan diri, Dudung tak melihat tetesan
air mata istrinya mengalir membasahi kedua pipinya kembali yang
merembes saat detik-detik terakhir sebelum ia jatuh pingsan. Dukun tua
itu malahan berterima kasih pada wangsit dari gurunya yang begitu
sangat menguntungkan dirinya dapat mempersunting Dina sebagai istri
ketiganya yang sah. Dudung semakin larut dalam kemaksiatan nafsu birahi
rendah nan menjurus ke arah kebrutalan. Kontolnya terus mengayun-ayun
mengulek-ulek keberadaan anus Dina nan sudah tiada daya sama sekali
dalam rengkuhannya.
Bibir anus gadis belia ini mengembang dan menguncup semakin memerah
disodok-sodok oleh kelelakian sang dukun. lubang pantatnya memonyong
dan mengempot berkesinambungan seakan tengah mengunyah keluar masuk
kontol sang lelaki tua itu yang sudah keriput dimakan usia. Batang
zakar Dudung telah basah berlumur lendir lengket anus istri mudanya nan
lezat tak tertandingi dibandingkan dengan istri-istrinya yang lain.
Akhirnya setelah lama menyodomi anus Dina, Dudung pun memuntahkan
segenap sisa-sisa air maninya yang telah diproduksi oleh sepasang
testisnya hari itu ke dalam celah lorong lembab nan lengket pada pantat
sang gadis belia ini, kemudian tubuh lelaki tua itu terhempas lemas
pada hamparan kasur empuk ranjang mewah di rumah besar mahligai
perkawinan mereka.
*****
Tangan halus yang menyisakan garis-garis merah tak beraturan di
pergelangannya itu tampak bergetar memegang sebatang pena, sementara di
sebelahnya masih mendengkur lelaki tua keriput kurus dengan wajah
bopeng serta rambut ubannya yang telah resmi menjadi suami sahnya.
Lembaran buku itu sesekali ditetesi oleh air yang jatuh dari kedua
pelupuk matanya yang sembab sembari terus menulis kata demi kata di
diary-nya. Hanya itulah satu-satunya tempat mengadu dari gadis yang
bernama Dina itu kini tentang pernikahannya yang sama sekali tak lumrah
di mata umum serta dirasanya bahwa tirai perkawinannya telah terkoyak
sebelum waktunya.. Sebelum kesiapannya menerima kehadiran lelaki itu
dalam hari-hari dan kehidupannya.. Apalagi membalas tulus dengan
sesuatu hal yang sangat dibutuhkan oleh setiap pasangan insan di
belahan dunia ini.. Yaitu, C I N T A.
*****
Ide cerita: Sdri. Ayeng Waldesi
Cerita ini hanyalah fiktif belaka yang dibuat berdasarkan khayalan
serta daya imajinatif penulis, jikalau ada kesamaan nama tokoh, tempat
ataupun hal lainnya, itu semata-mata hanyalah bersifat kebetulan belaka
saja.
Demikian pula dengan judul terdahulu sebelum karya kedua ini yang
bertajuk "Tragedi Malam Pengantin", juga demikianlah adanya. Berhubung
banyaknya tanggapan tidak sedap yang diterima oleh penulis. Mohon
maklum adanya.. Sekian dan terima kasih.
E N D
| Title | Author | Views |
| Perkosaan Rani Mahkota Sari |
Rani Sister |
378,502 |
| Nikmatnya Lubang-lubang Tetanggaku |
forum_pas@yahoo.com |
252,214 |
| Pemerkosaan Terhadap Sesama ABG |
cucumama2000@yahoo.com |
232,572 |
| Pesta Perawan |
Jeki Velani |
188,104 |
| Diperkosa Maling Bejat |
David Sebua |
186,572 |
| Memperkosa Seorang Istri Setia 01 |
boby5555@usa.net |
147,595 |
| Nikmatnya Diperkosa |
rnurhadhi@yahoo.com |
135,459 |
| Tragedi Malam Pengantin - 01 |
cupcupwaowao@yahoo.com |
117,740 |
| Mosaik Para Istri Yang Diperkosa - 2 |
Rusliani |
82,305 |
| Tak Berdaya |
sonic_blueus@yahoo.com |
81,420 |
| Tragedi Malam Pengantin - 02 |
cupcupwaowao@yahoo.com |
77,763 |
| Para Pemerkosa yang Brutal 02 |
tommy_axl@yahoo.com |
76,371 |
| Riska |
thomas_liem_2003@yahoo.com |
74,546 |
| Terjebak Permainan |
askepecun@yahoo.com |
69,797 |
| Derita Seorang Anggota Polwan 01 |
henychrist@yahoo.com |
68,099 |
|
|
|
|
|
|
|