|
|
Dari Bagian 03 Dan jilatan itu semakin dalam dan turun kebawah diiringi
geliatan-geliatan kecil tubuh dara itu yang disertai pula dengan
lenguhan tertahannya manakala lidah lelaki itu telah sampai ke bawah
bongkahan pantatnya yang terbuka dimana terletak lubang anusnya. Betapa
tanpa rasa jijik sama sekali lelaki bajingan itu menjilati anus gadis
itu, wajahnya semakin lekat saja pada celah-celah paha korbannya yang
semakin keras suara lenguhannya yang teredam sumpalan kain di mulutnya
menahan sensasi birahi yang tampaknya mulai bergejolak dalam tubuhnya.
Kurasa lelaki itu begitu memaksa memasukkan lidahnya yang sengaja
dibuat kaku menegang, apalagi lelaki itu mempunyai lidah yang panjang
dari biasanya sehingga membuat anus gadis itu yang sempit serasa
ditusuk-tusuk oleh daging lunak yang hangat.
Semua ini memang sama sekali tak pernah disangka oleh gadis itu
yang sama sekali belum pernah mempunyai pengalaman bercinta dengan
seorang lelaki apalagi hubungan intim seperti sekarang ini yang
dirasakannya. Tak pernah terbayangkan olehnya bahwa andai saja kekasih
hatinya itu yang kini telah menjadi suaminya itu mungkin akan berbuat
seperti ini pula pada dirinya di malam ritual pengantin mereka. Namun
kini ia harus menerima kenyataan pahit bahwa tubuh telanjangnya tengah
dicumbui oleh seorang lelaki yang sama sekali tidak dikenalnya, dan
bahkan amat dibencinya karena telah menawan suaminya apalagi
dicintainya.
Tubuh indahnya masih terkapar tak berdaya dalam posisi menggangkang
kedua belah kakinya sementara lelaki itu masih terus tak henti-hentinya
menjilati kedua belahan lubang di sela-sela pangkal pahanya, yakni
lubang kemaluannya dan lubang anusnya. ia mulai merasa tersiksa sekali
dikarenakan ternyata lelaki itu perlahan-lahan telah berhasil membuat
tubuhnya yang menahan sensasi dari birahi gairah perawannya telah
terpedaya oleh keahlian bercinta lelaki bajingan itu yang agaknya telah
mempunyai pengalaman dalam bercinta dan menaklukkan wanita.
Setiap lekuk liku dari tubuh telanjangnya yang sensitif itu dibelai
dan di elus, sehingga ketika tangan lelaki itu sudah berpindah
meremas-remas kedua belah susunya yang padat berisi, montok indah
menggiurkan itu kiri dan kanan, gadis ini telah lupa untuk memberontak
lagi, kedua tungkai kakinya yang telah terbebas dari cengkeraman erat
tangan-tangan kekar sipejantan itu masih saja terbuka lebar seakan-akan
masih terpegang saja layaknya.
Berganti-gantian lidah lelaki perkasa itu mengulas lubang memek dan
anus gadis itu. Semakin lama bongkahan pantat sang dara itu semakin
mencuat keatas seiring dengan naiknya kedua tungkai kakinya yang
semakin mengangkang. Tubuh telanjangnya menggeliat-liat hebat menahan
sensasi kenikmatan yang diberikan lelaki bajingan itu kepada dirinya,
sementara dari dalam tubuhnya terasa ada yang tersumbat dan ingin
meledak-ledak seperti akan mau pipis saja, karena lidah lelaki itu
selalu menjilati lubang yang biasanya ia selalu gunakan untuk buang air
kecil ini.
Derai air mata yang membasahi kedua belah pipi dari wajah nan
cantik ini telah mengering dan kini yang ada hanyalah wajah seorang
gadis belia yang tengah melawan birahi pertamanya yang menuntut untuk
dituntaskan dari seorang lelaki yang tak pantas meraih kenikmatan
bersamanya itu. Tubuh telanjangnya melejang-lejang menawan bagi setiap
lelaki yang menyaksikannya, terlebih-lebih aku yang terus melihat
adegan itu tanpa berkedip sambil memegangi batang pelirku yang telah
tegang setengah mati seraya mengocok-ngocoknya dengan penuh nafsu,
betapa aku juga terbawa arus permainan birahi paksa tersebut. Entah
kapan aku lupa saat aku memasukkan tanganku kedalam celana dan mengelus
batang kontolku yang sama sekali belum pernah singgah kedalam memek
gadis manapun.
"Mpphh..!! Huphf...haphf!", semakin bertubi-tubi telingaku
mendengar luapan erangan dari mulut mungilnya yang tersumpal itu
menambah sensasi indah adegan dari ketidakberdayaan seorang gadis yang
tengah dipaksa menjalani kodratnya sebagai wanita yang harus melayani
lelaki.
Sampai suatu saat terlihat tubuh telanjang gadis itu terhenti kaku
seketika, jari-jari kedua belah kakinya yang indah mengatup begitu
eratnya dan seketika jatuh terjuntai di atas kasur pelaminan itu dengan
menopang pada lekukan jari kakinya yang masih menekuk kedalam
mengacak-ngacak sprei putih dibawahnya dengan tumit terangkat,
sedangkan belahan pinggulnya mencuat tinggi keatas dengan bongkahan
pantatnya menjungkit diwajah lelaki itu, jeritan tertahannya memecah
segenap isi ruangan kamar percintaan paksa dari kedua insan berlainan
jenis, dan itulah agaknya orgasme pertama dari gadis yang masih perawan
ini yang serta merta disambut gembira oleh lelaki bajingan kepala
perampok itu.
Aku merasa bahwa kini selangkangan gadis itu telah luber oleh
cairan lendir yang tadi telah kulihat menempel pada celana dalamnya
yang masih tergantung di betisnya, hal ini dibuktikan dengan
jilatan-jilatan lidah lelaki itu yang kini sangat gencar kembali
menyapu pangkal pahanya yang terbuka pasrah begitu indah mempesona pada
penglihatanku. Dari balik tembok aku mengamati setiap juluran lidah
lelaki itu kini selalu membawa tetesan lendir yang dihasilkan oleh
kemaluan sang dara cantik tersebut.
"Bagaimana manis ?? Enak bukan ?? ha.. ha.. ha.. kini kau telah
merasakan betapa nikmatnya surga dunia pada malam ini bersamaku, kau
sangat cantik sekali manisku.. aku ingin mencicipi lezatnya kehangatan
tubuhmu malam ini sepenuhnya sayang.. hmm.. hmm.. enak sekali lendir
kegadisanmu ini..", seloroh lelaki perkasa itu di sela-sela jilatan
pada vaginanya. Tak satupun rasanya lelaki itu menyisakan cairan
surgawi sang dara korbannya yang terus direguknya sampai licin tandas
sama sekali. Lendir sari keperawanan gadis itu sampai ludes ditelan
semuanya oleh bajingan yang memaksanya malam itu.
Tubuh telanjang gadis itu yang masih lemas akibat pencapaian
orgasme pertama dalam hidupnya tadi langsung diangkat oleh lelaki
perkasa tersebut kemudian di balikkan posisi kepalanya menghadap
kepadanya yang telah berdiri dengan gagahnya. Kini tubuh telanjang dan
kedua kaki gadis itu berubah posisinya yang selonjoran menghadapku,
akhirnya inilah yang aku tunggu! Betapa kini aku dapat menikmati paha
putihnya yang sedari tadi hanya dapat kulihat lebih jelas melalui
pantulan cermin disana.
Kulit kakinya begitu indah dan ramping mulus dengan kuku-kuku
kakinya terhias oleh kutek bening kebiruan yang transparan berkilat
indah dibalik stocking hitamnya yang seperti jala-jala kecil itu. Namun
kedua belah kaki itu masih berselonjor rapat serta belum terbuka,
sehingga aku kesulitan melihat isi kemaluannya yang masih berupa garis
vertikal yang rapat di antara bulu-bulu kelamin yang mengelilinginya.
Terlihat batang kontol lelaki itu baru agak menegak keatas yang
baru separuh ereksi dengan rimbunan bulu jembut yang begitu lebat dan
perkasa dihadapan wajah gadis cantik itu yang dipaksa tengadah. Sambil
membuka dagu lancip gadis belia nan cantik itu sehingga bibir mungilnya
terbuka, lelaki itu tampaknya terlebih dahulu akan memerawani mulutnya
yang telah ia lepas sumbatan kainnya seraya mengacung-acungkan
parangnya ke atas kepala korbannya, sehingga tak sepatah kata keluar
dari bibirnya yang ketakutan setengah mati.
"Ayo! Keluarkan lidahmu sekarang manisku.. kini jilatilah kedua
biji kejantananku ini sayang.. dan jangan macam-macam!!", hardik lelaki
jahanam itu yang telah menyorongkan selangkangannya ke mulut mungil
sang dara korbannya.
Dengan takut-takut gadis itu menuruti perintah lelaki bajingan itu
mengeluarkan lidah kecilnya yang memerah, lalu dengan perlahan
mendekati pangkal kedua buah pelir yang tergantung itu. Lelaki itu
dalam penglihatanku juga merasakan sensasi yang nikmat manakala lidah
mungil gadis belia itu menyentuh permukaan kulit biji pelirnya yang
dihiasi dengan bulu-bulu jembut kasarnya. Begitu terasa hangat dan
lembut baginya untuk lidah seorang perawan pada kejantanannya itu.
"Ketahuilah manisku.. bahwa aku berbahagia sekali mendapatimu malam
ini, karena rupanya suamimu sama sekali belum pernah menjamah tubuhmu
ini.. lama sekali aku menantikan saat-saat seperti ini.. saat dimana
aku dapat mencicipi kehangatan serta kenikmatan dari tubuh seorang
gadis belia sepertimu.. dan aku senang sekali bahwa kau telah menjaga
dengan baik kesucianmu.. maka izinkan aku untuk mencicipi lezatnya rasa
keperawanan itu dari tubuhmu ini.. ouh!", demikianlah curahan hati
lelaki yang tengah dilanda nafsu terpendamnya untuk merasakan
kehangatan dari kemaluan gadis belia yang masih suci.
Masih belum terdengar suara balasan terucap dari bibir mungil milik
gadis itu untuk menanggapi kalimat yang dilontarkan bajingan perkasa
tersebut, namun tanpa menunggu jawaban itu keluar, lelaki itu kini
telah membuka paksa dagu sang dara korbannya, sampai bibir indah yang
meranum itu merekah dan perlahan ia menjejali mulut mungil si gadis
dengan kepala kejantanannya yang kini telah ereksi penuh dan mengacung
tegak. Begitu besar dan panjang kontol lelaki itu yang dua kali ukuran
kepunyaanku ini. Urat-urat tonjolannya begitu nyata bersemburat dari
balik permukaan kulit batang pelir lelaki itu, benar-benar lelaki itu
seorang lelaki pejantan yang akan membuat gadis ini akan bertekuk lutut
dan pahanya sebentar lagi.
Lenguhan demi lenguhan yang keluar dari belahan bibir seorang dara
yang tak berdaya ini mengiringi setiap jejalan urat pelir lelaki itu
yang semakin dalam memasukki rongga mulutnya serta menembusi pula
kerongkongannya, hingga pada akhirnya hidung gadis itu yang mancung
telak beradu dengan kedua biji pelir berbulu lelaki itu yang masih
tergantung dengan gagahnya. Kini mulut mungil dara itu telah diperawani
olehnya dan batang kejantanannya yang besar dan panjang itu telah basah
didalamnya oleh ludah sang gadis suci itu. Pastilah gadis itu telah
mencium pula aroma dari batang pelir gagah sang bajingan pemetik bunga
ini, walaupun dengan keadaan terpaksa untuk menerimanya secara pasrah
demi keselamatan sang suami yang tertawan oleh para perampok jahanam
tersebut.
Ke Bagian 05
| Title | Author | Views |
| Perkosaan Rani Mahkota Sari |
Rani Sister |
378,494 |
| Nikmatnya Lubang-lubang Tetanggaku |
forum_pas@yahoo.com |
252,211 |
| Pemerkosaan Terhadap Sesama ABG |
cucumama2000@yahoo.com |
232,556 |
| Pesta Perawan |
Jeki Velani |
188,101 |
| Diperkosa Maling Bejat |
David Sebua |
186,571 |
| Memperkosa Seorang Istri Setia 01 |
boby5555@usa.net |
147,589 |
| Nikmatnya Diperkosa |
rnurhadhi@yahoo.com |
135,452 |
| Tragedi Malam Pengantin - 01 |
cupcupwaowao@yahoo.com |
117,736 |
| Mosaik Para Istri Yang Diperkosa - 2 |
Rusliani |
82,301 |
| Tak Berdaya |
sonic_blueus@yahoo.com |
81,416 |
| Tragedi Malam Pengantin - 02 |
cupcupwaowao@yahoo.com |
77,762 |
| Para Pemerkosa yang Brutal 02 |
tommy_axl@yahoo.com |
76,368 |
| Riska |
thomas_liem_2003@yahoo.com |
74,546 |
| Terjebak Permainan |
askepecun@yahoo.com |
69,796 |
| Derita Seorang Anggota Polwan 01 |
henychrist@yahoo.com |
68,095 |
|
|
|
|
|
|
|