|
|
Dari Bagian 04 Setelah itu lelaki itu mulai membuat batang pelirnya keluar masuk dalam
mulut mungil sang mempelai wanita yang telah terjejal penuh sesak oleh
daging kejantanannya ini. Kulirik arlojiku dipergelangan tanganku,
sepuluh lewat seperempat dan baru setengah jam waktu berlalu. Tak tahan
menyaksikan adegan tersebut aku berlalu untuk pipis dulu sejenak di
kamar kecil lantai bawah, sengaja tak kusiram agar tak terdengar suara
gemericik cebokkan air, bahkan aku sampai pipis jongkok agar deru air
seniku teredam. Dan ketika aku kembali melaksanakan aksiku mengintip
dari celah lubang dinding itu, aku kini telah dapat melihat bagian
intim dari gadis itu yang selama ini telah tersembunyi dariku.
Kini kedua tungkai kaki kiri dan kanan gadis itu dipegangi oleh
lelaki itu sebagai acuan untuk mendorong tubuh telanjangnya sehingga
mulutnya dapat terus dijadikan sebagai ajang nafsu untuk melayani pelir
lelaki itu yang terus merojok-rojok isi kerongkongannya. Gaun bagian
bawah dari busana pengantinnya telah tersibak lagi sampai mengelilingi
pinggangnya yang begitu ramping memukau. Otomatis kedua belah kaki itu
kini mengangkang lebar pada penglihatanku yang pada akhirnya membuatku
dapat melihat lubang sang perawan beserta lubang anusnya begitu
terpampang jelas di antara selangkangannya yang begitu putih mulus
indah nan bersih terawat.
Kedua lubang itu telah basah oleh ludah lelaki itu dan kini
terlihat berkilat-kilat diterpa cahaya lampu kamar peraduan tersebut.
Manakala lelaki itu tengah menarik kedua tungkai gadis itu, maka otot
panggul gadis itu ikut tertarik sehingga menarik pula belahan bibir
kemaluannya dan terkuak sedikit dan secara bersamaan pula aku dapat
melihat isi didalam belahan keintiman gadis belia cantik ini yang
begitu tiada cacat dan celanya.
Gerakan-gerakan yang membuat belahan bibir kemaluan berbulu basah
gadis itu membuka dan menutup semakin memperjelaskanku akan apa yang
terlihat pada isi dalamnya yang masih sempit memerah serta sudah agak
lembab membasah setelah orgasmenya tadi. Dibalik belahan bibir luar
dari memek gadis itu yang terbuka mengangkang, terdapat pula bibir
dalamnya yang masih mengatup rapat dan hanya menyisakan lubang kecil
sebesar ujung jari kelingking.
Aku melihat selaput keperawanan gadis itu terpampang menjaga jalan
masuk di sekitar lubang kecil tersebut. Kegadisan yang selama ini
betapa telah dijaga dan begitu dirawatnya dengan sangat hati-hati
sekali agar kelak dapat dipersembahkan secara utuh kepada sang suami
tercinta, namun kini telah terhidang secara paksa untuk melayani dan
memuaskan kepala rampok itu sebagai tebusan keselamatan suaminya yang
terkasih.
Tangan rampok yang tadi mencengkeram tungkai kaki kanannya semakin
berani saja beraksi, kini tangan itu telah berpindah pada permukaan
celah kewanitaannya yang masih berbentuk garis membujur yang rapat
dihiasi oleh jembutnya nan merangsang. Perlahan jari tengahnya yang
besar dan berkulit kasar milik lelaki itu menyusup pada belahan
selangkangan korbannya yang sangat intim serta menemukan tonjolan
daging klentitnya yang bermuara pada bulu-bulu kelamin gadis itu. Tak
ayal lagi, klitoris gadis itu yang membasah menjadi sasaran empuk bagi
jari-jari itu untuk menari-nari diatasnya. Gadis itu mengerang kegelian
diperlakukan seperti itu, dan memang bagi setiap wanita, bagian itu
adalah hal yang paling sensitif untuk membangkitkan hasrat dan gairah
terlarangnya.
Aku turut menikmati bagaimana dalam setiap gesekan turun naik yang
dilakukan oleh jari pria itu pada itilnya memberi pengalaman dan
sensasi baru pada korbannya. Dan belahan vagina si perempuan semakin
terbuka secara alami dengan adanya kuakkan yang dilakukan oleh jari
yang tenggelam didalamnya. Daging klentit korbannya semakin lama
semakin bengkak dan memerah berlumur cairan memeknya yang merembes dari
lubang keintimannya itu.
Akankah nantinya dara belia ini akan mampu melayani kehendak dari
lelaki perkasa tersebut? Mampukah vagina gadis muda duapuluhan tahun
ini menerima kehadiran batang pelir sang lelaki gagah ini ??
Pertanyaan-pertanyaan itulah yang kini memenuhi otakku disela-sela
permainan birahi penuh paksa terhadap seorang gadis muda belia nan
cantik sempurna yang tak lama lagi akan dipaksa melewati malam
pertamanya bukan dengan suaminya nan tercinta, tetapi dengan sang
kepala perampok durjana tersebut.
Mungkin sangat enak sekali apabila batang kontolku berada dalam
mulut gadis itu, tetapi semuanya itu hanyalah fantasiku belaka saja,
melalui pikiranku aku hanya dapat membayangkan kehangatan dari rongga
mulut wanita muda itu yang basah tengah mengulum pelirku dan menjilati
kedua bijiku pula. Akan enak sekali apabila ditambah dengan lidah
mungil dara itu yang turut menari-nari di dalamnya mempermainkan batang
kontolku di dalam. Ahh.. membayangkan hal tersebut membuat celanaku
kini semakin basah oleh cairan pelumas yang berasal dari ujung lubang
kontolku ini. Tetapi aku masih sayang untuk mengeluarkan air maniku,
karena aku masih yakin sekali bahwa lelaki durjana itu tak akan
melepaskan begitu saja korbannya sebelum berhasil menggarap tubuh dara
belia ini. Sedangkan jari tengahnya itu masih saja tak henti-hentinya
memainkan daging kelentitnya yang telah menegang kencang.
Hanya lima menit saja kulihat lelaki itu mempermainkan batang
zakarnya memperkosa mulut gadis belia korbannya, sebab akupun
menyaksikan mulut dara itu begitu menganga lebar membentuk bulatan
dengan penis yang menjejali keluar masuk melewati celah-celah bibir
mungilnya nan indah menawan dan merangsang kelelakianku pula. Nafas
keduanya memburu seisi ruangan dan aku mulai merasa dari celah lubang
itu terasa hawa pengapnya mulai terasa sekali diantara tersengalnya
nafas sang dara jelita yang kerongkongannya tersumbat oleh kejantanan
si garong. Erangan dan lenguhan silih berganti keluar dari mulut sang
perawan belia ini ketika melayani lelaki tak dikenalnya itu sebelum
akhirnya tibalah pada saat yang telah lama kuidam-idamkan.
Sang lelaki perkasa mencabut batang zakarnya yang telah berlumur
air ludah dari mulut mungil dara cantik tersebut serta melepas pula
jarinya dari klentit itu. Kelihatan sekali sisa-sisa ludah gadis itu
telah membuat tonggak dagingnya semakin berkilat-kilat membasah dari
ujung sampai kepangkalnya, juga lendir kemaluan dara itu telah menempel
pada jari tangannya yang menggosok itilnya. Batang kontol perkasanya
telah tegak mengacung menjawab tantangan birahi sang perawan.
Lelaki kepala rampok itu segera berpindah posisinya setelah tadi
berdiri menghadapku, kini ia seakan berjalan dan menghadap kearahku.
Rasanya tak akan ia memergokki aksiku, karena aku tahu bahwa ia sudah
cukup terangsang oleh ritual pemanasan hubungan intim yang diberikan
secara paksa oleh si gadis. Dengan punggung kekarnya yang telah
membelakangiku, ia menaikki ranjang peraduan yang tadinya sengaja
disiapkan untuk malam pertama dari ritual pasangan suami istri baru
itu.
"Ayo manis.. bukalah pahamu sekarang..", pinta lelaki itu.
"Ahh.. jangan!! Belum puaskah engkau setelah tadi kau mempermainkan
tubuhku?! Mau apalagi kau sekarang bajingan?!", air mata gadis itu
mulai meleleh lagi membanjiri kedua pipi dari wajahnya yang begitu
menjanjikan birahi setiap pria.
Wahh..gadis itu sudah berani melawan, pikirku.
"Aku bilang buka, yah buka!! Kau berani membantah, hah?!", bentak garong itu.
"Aku tidak mau!!", teriak gadis itu sambil beringsut ke pinggir
ranjang serta menekuk kedua kaki indahnya yang mempesonaku. Tubuhnya
semakin meringkuk di sudut tepian tonggak kayu penyangga kelambu
ranjang pengantinnya.
"Coy!! Matiin!!", teriak lelaki itu kencang sekali memecah
kesunyian malam hingga didengar oleh anak buahnya yang berada dilantai
bawah.
"Ohh! Tidakk!! jangan lakukan!!", tangis gadis ini membahana di
antara rontaan kedua belah tangannya yang asih terikat tak berdaya di
punggungnya. Namun tetap saja sia-sia, karena ikatan tambang itu begitu
kuat mengikatnya.
"Rasain!!..", pekik kepala garong itu, namun kali ini ia menarik
dengan kasar celana dalam yang masih terkait di betis kiri korbannya
yang menolaknya hingga robek, kemudian menyumpal mulut mungil dara itu
dengan kain celana dalam gadis itu sendiri.
"Ouhfh... aaufh... mmpphhf!", percuma saja ia berteriak, karena mulutnya sudah tersumbat lagi kini.
Karena memang lelaki itu sudah niat sekali untuk memperkosanya,
maka tubuh dara itu kini ditariknya, tangan kekarnya kembali menangkap
kaki kiri gadis itu kemudian melucuti stocking hitamnya, lalu mengikat
kakinya itu dengan utas tambang tepat menghadap kearahku. Tampak dalam
penglihatanku telapak kaki mulus milik dara itu yang telah telanjang
meronta-ronta saat diikat, apalah daya seorang wanita lemah seperti
dirinya melawan tenaga dari lelaki tegap ini.
Sebentar saja kedua belah kakinya telah tergantung di tiang kelambu
kiri dan kanan ranjang itu, bergerak-gerak dalam rontaannya yang
tersia-sia. Ditariknya untaian kalung emas yang melingkar dileher
jenjang gadis itu, juga gelang emas dikakinya dibetot sampai putus,
kemudian dilempar oleh garong itu ke meja rias kamar itu. Mahkota
pengantinnya juga dilucuti paksa serta sisa gaun pengantin yang
melingkar dipinggangnya di cabik-cabik dengan sangat kasarnya oleh
bajingan terkutuk itu.
Kini kedua tubuh kedua insan berlainan jenis kelamin itu telah
terpampang telanjang dimukaku, betapa sempurna bentuk tubuh keduanya
itu. Tubuh pria berkulit gelap ini sangat kontras warnanya dengan tubuh
putihnya gadis itu yang mulus, betapa yang satu begitu tampak kasar dan
perkasanya, sedangkan yang satunya lagi begitu halus kulitnya,
benar-benar serasi dipandang mata. Aku terkagum-kagum dengan bentuk
tubuh keduanya diantara merambahnya sang malam yang tengah menuju ke
pukul setengah sebelas malam. Kusaksikan lelaki itu telah menempatkan
dirinya diantara kedua belah kaki dara itu yang sudah terkangkang
dengan kedua lubang ditubuhnya terlihat jelas olehku.
Ke Bagian 06
| Title | Author | Views |
| Perkosaan Rani Mahkota Sari |
Rani Sister |
378,494 |
| Nikmatnya Lubang-lubang Tetanggaku |
forum_pas@yahoo.com |
252,211 |
| Pemerkosaan Terhadap Sesama ABG |
cucumama2000@yahoo.com |
232,556 |
| Pesta Perawan |
Jeki Velani |
188,101 |
| Diperkosa Maling Bejat |
David Sebua |
186,571 |
| Memperkosa Seorang Istri Setia 01 |
boby5555@usa.net |
147,589 |
| Nikmatnya Diperkosa |
rnurhadhi@yahoo.com |
135,452 |
| Tragedi Malam Pengantin - 01 |
cupcupwaowao@yahoo.com |
117,736 |
| Mosaik Para Istri Yang Diperkosa - 2 |
Rusliani |
82,301 |
| Tak Berdaya |
sonic_blueus@yahoo.com |
81,416 |
| Tragedi Malam Pengantin - 02 |
cupcupwaowao@yahoo.com |
77,762 |
| Para Pemerkosa yang Brutal 02 |
tommy_axl@yahoo.com |
76,368 |
| Riska |
thomas_liem_2003@yahoo.com |
74,546 |
| Terjebak Permainan |
askepecun@yahoo.com |
69,796 |
| Derita Seorang Anggota Polwan 01 |
henychrist@yahoo.com |
68,095 |
|
|
|
|
|
|
|