|
|
Dari Bagian 05 Dengan menggunakan kedua ibu jarinya, lelaki itu menyibakkan bulu-bulu
jembut sang gadis belia nan begitu menawan, dikuakkannya belahan bibir
vertikal yang berbentuk aluran indah lubang surga itu, membuatku dapat
pula menyaksikannya lagi isi dalamnya yang masih lembab dan memerah
lengkap beserta kelentit basahnya yang telah membengkak. Menggairahkan
sekali isi belahan daging kemaluannya yang direkahkan, sayang sekali
aku hanya dapat melihatnya tanpa dapat menyentuh atau merabanya,
apalagi menikmatinya. Isi dalam liang sanggama kepunyaan gadis itu
masih terdapat sisa-sisa rembesan lendir surgawinya, bibir dalamnya
agak berkedut-kedut saat lelaki itu mengintip memeknya, saking takutnya
gadis itu tanpa sengaja menggerak-gerakkan otot vaginanya untuk menolak
apa yang akan dilakukan sebentar lagi dari lelaki bajingan itu
kepadanya.
"Kau adalah gadis tercantik yang kuanggap pantas untuk melayaniku..
bersiaplah sayang.. karena kau akan menemaniku malam ini dan aku akan
menikmati keindahan dan kehangatan tubuhmu ini manisku.. ha.. ha.. ha",
tawa kemenangan lelaki itu telah di depan mata sudah, seraya menatap
tubuh telanjang gadis itu yang kini telah terentang tanpa daya lagi
terikat di atas ranjang miliknya sendiri.
Kepala batang kontolnya yang besar dan panjangnya dua kali lipat
dari ukuranku itu telah diarahkan tepat pada jalan masuk dari liang
sanggama gadis itu yang telah terbuka paksa oleh kedua ibu jarinya.
Ujung daging kejantanan lelaki itu kini telah bersentuhan dengan kulit
luar dari celah bibir memeknya yang ranum. Lendir diujung pelir lelaki
itu telah bertemu dengan lendir vaginanya yang terkuak. Memek gadis itu
benar-benar telah terhidang baginya sekarang. Ia akan segera melakukan
sesuatu hal yang tak pantas dan sepatutnya disaksikan oleh orang lain
terhadap diri gadis itu, dimana ia akan menggauli korbannya itu dengan
memasukkan batang pelirnya kedalam liang kewanitaannya sebagai
perwujudan dari pelampiasan nafsu binatangnya itu.
Pinggul lelaki itu kini telah terapit oleh sepasang kaki indah
milik sang dara yang terikat membentang lebar dalam posisi mengangkang
siap untuk segera dibuahi rahimnya. Aku teringat akan lendir yang
melekat pada celana dalam gadis itu tadi, bukankah itu menandakan
dirinya dalam keadaan subur sekarang? Agaknya lelaki laknat itu memang
telah menginginkannya untuk tujuan itu pulakah?
Posisi keduanya kini menggugah birahiku yang sejak tadi juga telah
kutahan-tahan, dan inilah saatnya aku juga akan turut menikmati
kesenangan lelaki bajingan itu terhadap gadis belia cantik itu,demikian
pula halnya dengan diriku. Bukannya rasa iba atau kasihan yang keluar
dari dalam lubuk hatiku, namun aku semakin senang dengan penderitaan
yang akan dialami seorang gadis belia nan suci yang sebentar lagi akan
segera kehilangan keperawanannya bersama lelaki bajingan itu.
Kutelanjangi juga diriku dan kejantananku telah kupegang erat dengan
tanganku siap pula untuk bermasturbasi sambil menyaksikan tubuh
sepasang insan tersebut.
Perlahan lelaki itu menghentakkan pinggulnya untuk yang pertama
kalinya, namun gagal! Kepala pelirnya malah meleset ke sisi kiri dari
lubang memek gadis itu dan hanya menghantam jembut gadis itu yang
rimbun. Kembali lelaki itu menempatkan kontolnya ke lobang memek belia
sang dara, tetapi tatkala dihentakkan lagi, masih juga mengalami
kegagalan. Pada setiap hentakkannya diiringi jeritan tertahan dari
gadis belia nan malang yang tengah dipaksa penuh untuk melewati malam
pertamanya bersama lelaki bajingan tersebut.
"Oughh...! Aaghh!", begitulah rintihnya dalam sumpalan celana dalam pada mulutnya.
Meskipun begitu tak membuat lelaki itu menghentikan aksinya,
malahan ia semakin terus mengulangi hentakkannya kembali berusaha keras
menembus keperawanan dari gadis belia yang menjanjikan sejuta
kenikmatan baginya. Berkali-kali ujung kepala batang pelir nan besar
lelaki itu terus menghujam kearah jalan masuk lubang surga sang
mempelai pengantin wanita ini, namun selalu sia-sia, bahkan kontol
lelaki itu seketika berubah arahnya melenceng ke kanan maupun ke kiri,
sekali-kali keatas menggesek pangkal klentitnya yang semakin basah oleh
birahi nikmat yang mulai ditawarkan lelaki itu padanya, juga kadang
meleset kebawah melesak-lesak ke lobang pantatnya serta menyodok pula
anusnya.
Begitu sakit! Sangat pedih dan rasa perih yang tak terkira! itulah
yang selalu dirasakan gadis itu setiap kali lelaki itu menghentakkan
pantatnya berusaha memasukkan batang pelirnya yang tegak penuh dengan
urat-urat kejantanannya yang begitu perkasa. Andai kata mulutnya tidak
terbungkam seperti sekarang ini, mungkin ia telah mengaduh-aduh meminta
ampun kepada lelaki bajingan yang berbuat hal nista ini pada dirinya.
Ia hanya pasrah saja menerima perlakuan sang durjana pemetik bunga itu
laksana seorang budak nafsu yang rendah dan sangat hina saja layaknya.
Kedua matanya terpejam agak membengkak dan sembab oleh tangisan
derai air mata pilu dari hatinya yang telah remuk redam. Betapa
tidak..kini sang suami tercintanya telah tewas ditangan
perampok-perampok kejam nan buas dan tak berperikemanusiaan ini,
sedangkan kini dirinya sedang menghadapi hal yang paling menakutkan
bagi hidupnya, yakni ia akan segera kehilangan kehormatannya sebagai
wanita baik-baik. Miliknya yang paling berharga dalam kehidupannya yang
telah ia jaga dan dirawatnya dengan sangat hati-hati sekali itu, yakni
keperawanannya akan ia relakan sesaat lagi dibawah ancaman dan paksaan
penuh lelaki tak diundang itu.
Bibir memeknya terasa panas dan membengkak akibat terus menahan
kegagalan dari upaya lelaki itu yang memaksa agar dapat segera
memasukki tubuh telanjangnya yang sudah terkapar kehabisan tenaga
perlawanannya ini. Jari-jari kaki indahnya yang terikat ditiang
kelambunya itu tampak mengatup saking menahan rasa nyeri yang melanda
bibir kemaluannya, padahal belum lagi pelir lelaki itu menembus
kegadisannya. Ternyata begitu sulitnya untuk memerawani seorang wanita
di malam pertamanya, meskipun aku melihat dengan mata kepala sendiri
betapa kemaluan gadis itu dan kepala pelir lelaki itu telah sama-sama
dalam keadaan licin dan basah oleh masing-masing cairan lendir
senggamanya. Tadinya aku sama sekali tidak percaya dengan obrolan
orang-orang yang baru berhasil memerawani istrinya setelah lewat malam
ketujuh, tetapi kini aku tak menyangsikannya lagi hal itu.
Dari balik celah dinding itu aku melihat peluh yang melekat pada
tubuh telanjang kedua insan tersebut mulai bercucuran membasahi arena
permainan terlarang yang akan tergelar sekaligus menuntaskan hasrat si
bajingan tengik itu yang ingin menodai seorang dara belia. Belum lagi
kesucian gadis itu terenggut, tubuhku telah kejang-kejang bermandikan
keringatku sendiri yang telah didera oleh orgasme si bujang lapuk. Air
maniku seketika menyemprot-nyemprot dinding kamarku sendiri akibat tak
tahan menyaksikan keintiman mereka, sementara dibalik tembok yang bisu
itu disebelah sana masih terlihat usaha lelaki bajingan itu untuk
menyetubuhi sang gadis suci. Aku menahan tubuh telanjangku yang telah
lemas untuk terus berdiri menyaksikan terus segenap adegan terlarang
dari keduanya yang sudah berada diambang pintu kemaksiatan.
Suatu saat entah sudah pada hentakkan untuk yang keberapa kalinya,
kepala pelir kejantanan lelaki itu nan begitu perkasa yang selama ini
terus masih meleset-leset, kini berhasil tertahan pada kedua belah
bibir kemaluan sang gadis muda. Ujung kepala kontolnya tampak telah
terjepit dengan daging pelirnya berhasil menempel pada celah lubang
memek kepunyaan gadis itu yang masih tampak menganga seukuran ujung
jari kelingking orang dewasa.
"Arghh!", jerit gadis itu yang semakin merasa pedih dan ngilu pada
bibir belahan organ intimnya yang selama ini sama sekali belum pernah
disetubuhi oleh lelaki, selain hanya dipergunakannya sebagai alat untuk
keperluan buang air kecil semata saja, tapi kini dipergunakan lelaki
itu untuk dijadikan sebagai ajang pelampiasan nafsu badaniahnya yang
telah meledak-ledak merambati ubun-ubun kepalanya.
Kesempatan itu tak akan disia-siakan lagi oleh sang lelaki jahanam
yang kini telah berada diatas angin dan perlahan-lahan pula daging
kepala kejantanannya yang telah separuh terjepit oleh daging memek
gadis itu yang memberi sensasi kehangatan pada ujung kontolnya mulai ia
benamkan sedikit demi sedikit kedalam lubang surga ditubuh gadis belia
yang terkangkang telanjang begitu sangat indahnya menawan hati bagi
siapapun yang melihatnya. Lambat laun belahan daging indah berbulu
basah gadis itu terkuak mengikuti setiap laju desakkan dari otot-otot
keperkasaan lelaki itu yang menyeruak kedalam isi lubang sanggamanya
diikuti pula dengan jepitan selaput daranya yang mulai mengurut-urut
daging kepala pelir itu.
"Slep.. slep.. blessek..!", begitulah bunyi decikkan pertemuan
kedua kelamin itu yang kudengar begitu vulgar dan penuh erotis
membangkitkan adrenalinku.
Lelaki itu benar-benar meresapi sensasi luar biasa akibat jepitan
selaput dara sang gadis jelita yang masih muda belia ini dan akhirnya
perlahan tapi pasti pangkal kejantanannya yang dihiasi oleh kedua biji
pelirnya telah melekat pada bongkahan pantat bagian bawah selangkangan
gadis itu serta melekat disitu menutupi lubang anusnya. Ini berarti
tubuh keduanya telah menyatu sudah dan kepala zakar lelaki itu telah
menembus pula sampai mentok ke dasar liang kegadisan sang pengantin
wanita yang masih sangat muda ini, tetapi telah cukup matang untuk
digauli lelaki.
Ke Bagian 07
| Title | Author | Views |
| Perkosaan Rani Mahkota Sari |
Rani Sister |
118,467 |
| Pemerkosaan Terhadap Sesama ABG |
cucumama2000@yahoo.com |
79,104 |
| Nikmatnya Lubang-lubang Tetanggaku |
forum_pas@yahoo.com |
77,385 |
| Pesta Perawan |
Jeki Velani |
72,645 |
| Diperkosa Maling Bejat |
David Sebua |
67,974 |
| Tragedi Malam Pengantin - 01 |
cupcupwaowao@yahoo.com |
43,530 |
| Memperkosa Seorang Istri Setia 01 |
boby5555@usa.net |
40,517 |
| Terjebak Permainan |
askepecun@yahoo.com |
33,421 |
| Mosaik Para Istri Yang Diperkosa - 2 |
Rusliani |
32,917 |
| Riska |
thomas_liem_2003@yahoo.com |
32,516 |
| Para Pemerkosa yang Brutal 02 |
tommy_axl@yahoo.com |
32,438 |
| Tragedi Malam Pengantin - 02 |
cupcupwaowao@yahoo.com |
31,574 |
| Tak Berdaya |
sonic_blueus@yahoo.com |
30,907 |
| Rampok... Rampok... - 2 |
dion79@eudoramail.com |
29,406 |
| Vita... Reuni SMA - 1 |
askepecun@yahoo.com |
28,430 |
|
|
|
|
|
|
|