|
|
Dari Bagian 06 Bajingan itu terus menikmati jepitan dinding kemaluan gadis itu beserta
selaput keperawanannya dan ia terus bertahan disitu tanpa melakukan
satu gerakan apapun terlebih dahulu. Pertama, ia masih belum rela
melepaskan kenikmatannya yang tak terlukiskan oleh kata-kata tatkala
dinding keperawanan gadis korbannya itu sangat memberi kelembutan serta
kehangatan yang tiada terkira untuknya, sebab ia tahu apabila begitu
batang pelir yang telah terbenam seluruhnya kini ke dalam dasar
kemaluan dara itu ia tarik ataupun dicabut, maka kesuciannya akan
terenggut sudah.
Rasanya tak ada satu kenikmatan apapun di belahan bumi ini yang
mampu menandingi ataupun menyamai dari nikmatnya kala bersetubuh dengan
seorang wanita yang masih perawan. Dan yang kedua, ia memberi nafas
kepada gadis belia yang ditidurinya itu agar memeknya dapat
menyesuaikan diri terlebih dahulu dengan ukuran kontolnya yang begitu
sangat besar merangsang, sehingga terlihat bibir kemaluannya telah ikut
melesak masuk kedalam pula tatkala dipaksa harus menelan batang penis
lelaki itu yang kini sudah menancap pada vaginanya disela-sela kedua
belah pahanya yang terbuka.
Kenikmatan demi kenikmatan yang dirasakan oleh bajingan itu
ternyata sangat bertolak belakang sekali dengan apa yang dirasakan
gadis muda belia itu kini. Ia yang baru kali ini di sebadani oleh
seorang lelaki begitu merasakan kesakitan yang amat tak terperikan.
Jeritannya yang teredam sumpalan kain celdamnya begitu terdengar
berulang kali seakan tiada henti mengiringi kemenangan lelaki perkasa
itu yang berhasil menaklukkannya dan membuat gadis itu dengan terpaksa
merelakan keperawanannya tanpa ampun dibawah dekapan lelaki bajingan
yang memperkosanya secara brutal ini.
Sementara rambut hitam panjang sebahu milik gadis itu seakan
terlecut-lecut mengikuti arah kepalanya yang terus terbanting-banting
di atas kasur putih ranjang pengantinnya ke kiri dan ke kanan seakan
tak rela atas apa yang terjadi menimpa dirinya ini. Linangan air
matanya turun berderai lagi membasahi kembali kedua pipi mulusnya serta
mengisi alur bekas air mata lalunya yang telah mengering dan kini telah
tergantikan.
Didekapnya tubuh telanjang dari gadis belia yang kini berada
dibawahnya dan dada bidang perkasa nan sarat dengan bulu-bule lebatnya
itu menekan kedua belah payudara korbannya. Wajah lelaki itu menelusuri
leher jenjang kanan yang begitu halusnya dari si wanita sehingga
membuat kepala wanita tak lagi dapat bergolek kesana kemari.
Dijilatinya leher jenjang sang perawan itu dengan rakusnya dari
pangkal telinga sampai pundak kanannya, melumuri area itu dengan air
liur kemenangannya. Puting susu sebelah kiri gadis itu yang semakin
mekar ranum memerah dipilin oleh pertemuan ibu jari dan telunjuk tangan
kanannya yang kasar, dengan gencar diremas-remasnya bongkahan daging
susu yang masih mencuat indah keatas dan sama sekali belum kelihatan
turun sama sekali serta masih berbentuk bulat kenyal dan memadat indah
mempesona nan menghiasi bagian dadanya yang jatuh dalam dekapan sang
pria jahanam itu.
Celana dalam yang tersumpal di belahan mulut mungilnya ditarik
lepas dan langsung tergantikan oleh ciuman ganas penuh birahi yang luar
biasa buas dari sang durjana kepada korbannya sebelum gadis itu sempat
mengeluarkan erangan dan rintihannya kembali. Kedua bibir dari insan
berlainan jenis ini bertemu seketika dalam peraduan adegan indah
persetubuhan nan terlarang itu. Lidah lelaki itu telah memasukki rongga
mulut mungil sang dara yang terpejam erat dan menari-nari di dalamnya
berusaha mengait-ngait lidah wanita yang masih belia tersebut nan telah
dicicipi kehangatan dan kelembutannya saat tadi mengulum batang
zakarnya.
Terus didera bertubi-tubi ciuman sang lelaki, kini sang dara hanya
bisa pasrah merelakan lidahnya yang telah dikaitkan oleh tarian lidah
lelaki tersebut yang elastis, kadang bisa dibuat tegang kaku saat waktu
lalu digunakan menyodok-nyodok celah lubang duburnya, kadang pula lemas
seperti tali yang meliuk-liuk maupun mengait lidah mungilnya kini.
Setelah dirasanya telah puas mencicipi keperawanan sang dara, kini
kontol yang cukup lama terbenam di dasar memek itu kini ditariknya
perlahan dan kedua jembut mereka yang tadinya melekat erat seakan telah
menjadi satu itu mulai terpisah ruah.
"Psshh...! sleph.. wes hewess..!", suara yang ditimbulkan dari
pelepasan batang pelir yang tertancap pada kemaluan sang perawan itu
begitu sangat khas sekali di telinga dan proses terenggutnya kesucian
gadis itu dimulailah.
Kini seiring dengan pergerakan urat intim lelaki jahanam itu yang
telah keluar sepertiga dari ukuran batangnya dari dalam belahan intim
kemaluan gadis itu yang merekah membuat bibir-bibir vagina korbannya
menjadi ikut tertarik sampai monyong kedepan. Bersamaan itu pula dari
sela-sela lubang memeknya dimana kulit-kulit kontol bajingan itu
bersarang didalamnya, kini tampak berkilat-kilat basah oleh lendir
vaginanya yang melumasi jajaran tonggak daging pelirnya mulai menetes
darah segar kesuciannya yang pada akhirnya berhasil direnggut paksa jua
dari tubuhnya.
"Mmpphff! Ugh! Ughff!!", itulah suara rintihan dari seorang dara
yang terdengar saat keperawannya telah terenggut seutuhnya oleh sang
lelaki maniak durjana pemetik bunga nan penuh nista ini, sementara
sela-sela vaginanya yang telah diluluh lantakkan itu masih
berdesis-desis tatkala melepaskan batang pelir lelaki tersebut dari
dasar peranakkannya diiringi senyum kemenangan kepala rampok itu.
Betapa hancur hati sang dara itu kini, tangisan pilunya mewarnai
tragedi di malam pengantinnya ini mengiringi kepergian sang suami
tercinta yang telah pergi meninggalkannya untuk selama-lamanya,
sedangkan dirinya kini telah jatuh dalam pelukan lelaki lain yang sama
sekali tak dikenal apalagi dicintainya, namun tubuhnya telah menjadi
satu dengan jahanam itu dan semua yang ada diketelanjangannya berbaur
sudah. Tak ubahnya tubuh gadis itu adalah tubuh lelaki itu, demikian
pula sebaliknya, tubuh lelaki itu adalah merupakan bagian dari tubuhnya
kini. Ya! Mereka telah menjadi satu tubuh sekarang dalam adegan yang
hanya pantas dilakukan oleh seorang lelaki dan seorang perempuan nan
telah dewasa dalam ikatan benang merah perkawinan.
Mulut lelaki itu melahap belahan payudara kanan gadis itu dan
menelan puting susunya sekaligus, lalu disedot-sedot dengan buas penuh
dengan nafsu hewaniah. Tubuh telanjang gadis itu sampai menggeliat-liat
dibuatnya seiring dengan dimulainya hentakkan pinggul lelaki itu
diantara kedua kaki indah nan mengangkang menggetarkan hatiku itu. Aku
berkhayal andaikata saja gadis ini menjadi istriku, maka aku akan
meminta jatah ranjang padanya setiap malam, dan aku akan meningkatkan
staminaku untuk membahagiakannya. Mungkin madu dan telor akan menjadi
menuku sehari-hari dan aku akan mengenjot terus tubuh telanjang mudanya
yang aduhai begitu sempurna keindahannya bagaikan seorang dewi yang
turun dari langit saja layaknya sampai sang pagi datang menjelang.
Ikatan tambang yang mengikat erat kedua kakinya ini kini dilepaskan
oleh lelaki durjana itu, karena ia telah yakin bahwa kini korbannya
telah takluk pada kejantanannya. Derai-derai air mata di pipi mulusnya
itu telah dibersihkan pula oleh telapak tangannya yang kekar. Sepasang
betisnya yang masih mulus terbentang kencang itu kini dikepitnya
diantara kedua ketiak dari lengan perkasanya kiri dan kanan. Kaki-kaki
indah yang terjepit ketiak itu tampak bergerak-gerak seiring hujaman
lelaki bajingan itu pada lubang memeknya dan tubuhnya yang sudah
bermandikan oleh peluh persebadanannya itu terhempas-hempas dibuatnya.
Oh seperti inikah yang dinamakan kenikmatan dari surga dunia? Saat
kontol lelaki itu keluar masuk di lubang kenikmatan si wanita? Tapi
yang pasti aku sangat yakin sekali kenikmatannya tak sebanding dengan
diriku yang hanya bisa beronani saja, padahal aku yang hanya menonton
saja adegan nikmat itu berlangsung sudah sedemikian nikmatnya, apalagi
bila aku yang melakukannya terhadap gadis itu?
Dengan posisi setengah jongkok lelaki jahanam itu terus menggenjot
tubuh belia yang masih begitu kencang dan padat diusia mudanya. Kedua
tungkai paha gadis itu kini ditekan oleh kedua tangannya sehingga
kangkangannya semakin jelas dan lebar dimataku dengan kedua tumit kaki
indahnya bertumpu pada kedua belah pundak berkulit gelap sang pemimpin
perampok tersebut. Wajah cantiknya yang tergerai rambut hitam
panjangnya semakin tengadah membelakangiku hingga aku hanya dapat
melihat dagu lancipnya saja nan cantik mempesona itu. Kedua kakinya
semakin tertarik keatas bertopang pada pundak kiri dan kanan sang
lelaki jahanam yang telah leluasa menikmati kehangatan tubuh mudanya
itu.
Dalam posisi yang sebegitu rupa ini membuat bongkahan dari pantat
gadis yang berkulit putih mulus licin itu semakin mencuat keatas
mempertontonkan lonjakan-lonjakan kejantanan lelaki itu yang masih
terlihat seret keluar masuk pada memeknya. Kedua biji pelir lelaki itu
yang terpontang-panting menabrak-nabrak jalan masuk lobang pantatnya
semakin nyata mengiringi lelehan lendir kewanitaannya yang telah
bercampur aduk dengan darah kesuciannya nan terus menggenangi mulut
vaginanya dan dijadikan bulan-bulanan olehnya.
Ke Bagian 08
| Title | Author | Views |
| Perkosaan Rani Mahkota Sari |
Rani Sister |
378,494 |
| Nikmatnya Lubang-lubang Tetanggaku |
forum_pas@yahoo.com |
252,212 |
| Pemerkosaan Terhadap Sesama ABG |
cucumama2000@yahoo.com |
232,558 |
| Pesta Perawan |
Jeki Velani |
188,101 |
| Diperkosa Maling Bejat |
David Sebua |
186,571 |
| Memperkosa Seorang Istri Setia 01 |
boby5555@usa.net |
147,590 |
| Nikmatnya Diperkosa |
rnurhadhi@yahoo.com |
135,453 |
| Tragedi Malam Pengantin - 01 |
cupcupwaowao@yahoo.com |
117,737 |
| Mosaik Para Istri Yang Diperkosa - 2 |
Rusliani |
82,301 |
| Tak Berdaya |
sonic_blueus@yahoo.com |
81,416 |
| Tragedi Malam Pengantin - 02 |
cupcupwaowao@yahoo.com |
77,762 |
| Para Pemerkosa yang Brutal 02 |
tommy_axl@yahoo.com |
76,368 |
| Riska |
thomas_liem_2003@yahoo.com |
74,546 |
| Terjebak Permainan |
askepecun@yahoo.com |
69,796 |
| Derita Seorang Anggota Polwan 01 |
henychrist@yahoo.com |
68,097 |
|
|
|
|
|
|
|