|
|
Dari Bagian 07 Cairan surgawi kepunyaan gadis itu telah merembes sampai membasahi
lubang anusnya yang begitu kecil tak berdaya nan berwarna merah muda
sungguh menawan hati ini beserta bercak-bercak darah keperawanannya
yang telah direnggut serta dicicipi lendir madunya itu. Ranjang
mahligai indah kamar pelaminan yang menjadi tempat tumpuan adegan
persetubuhan mereka itupun mulai berderit-derit seiring dengan suara
decakan peret pada lubang kemaluan dara yang digagahi oleh kepala
bajingan zina ini.
"Ough... ohh.. ohh.. ternyata enak sekali memekmu ini sayang..
Ohh.. ohh.. sempit sekali sihh..? masih peret nihh Uhh.. Ohh... Ouh",
seloroh bangsat itu diantara tarian maksiatnya menikmati kehangatan
daging belia korbannya ini.
"Ahh...! ahh..! aduhh..! perih Mas.. Oh.. oh.. jangan keras-keras.. uhh.. ahh", pinta dara itu akhirnya.
"Enak sayang?! Hah?! Bagaimana sekarang?! Masih sakit yach?! aduh
kasihan.. tahan sebentar yahh manisku? Ohh.. ohh.. Ouh..", balas lelaki
itu yang asyik mengentoti memeknya di hadapanku.
"Sshh.. ahh... sshh.. ohh.. pelan-pelan mas.. ahh.. ahh.. ahh",
pintanya di sela-sela tubuhnya yang terhentak-hentak tanpa perlawanan
lagi. Senang sekali sang bajingan itu mendapati korbannya kini telah
pasrah melayani keinginannya.
"Jangan ditahan terus dong kontolku ini sayang.. terima saja apa
adanya.. lebarkan kakimu supaya tidak terlalu sakit lagi manisku..
ohh.. ohh.. legit sekali kepunyaanmu ini.. ohh", perintah bangsat itu
yang kiranya langsung dipatuhi oleh gadis cantik yang semakin membuka
rentangan kakinya hingga semakin jelas bibir memeknya yang melesak ke
dalam dan memonyong ke depan mengikuti hunjaman pelir besar yang
tertanam didalam isi belahan daging surganya menghadapku.
Liang anus gadis itu juga turut mengembang dan menguncup terkena
pukulan-pukulan kedua biji pelir lelaki jantan itu yang
terbanting-banting di bongkahan pantat dara itu yang mungil mengangkang
seakan sengaja ia mempertontonkan miliknya yang indah namun terlarang
itu kepada diriku.
Kedua tubuh itu terus bergumul seakan tak peduli lagi akan keadaan
malam yang semakin larut dalam keheningannya, seakan tak terpisahkan
lagi dalam gelora nafsu membara yang menyala-nyala dikamar yang telah
pengap dan sesak oleh permainan asmara nista berbirahi hina ini.
Meskipun telah lewat masa seperempat jam berlalu, namun tak membuat
lelaki perkasa itu mengendorkan goyangan pinggulnya dan terus
melesak-lesakkan pelirnya mengaduk-aduk isi dalam lubang kemaluan dara
itu yang telah sembab membengkak dan semakin memerah warnanya.
Bahkan ketika aku mendekatkan hidungku pada lubang dinding kamarku,
ternyata lewat endusan nafasku aku dapat pula membaui aroma rasa dari
memek gadis itu yang telah sembab membasah dan ini pengalaman pertamaku
dapat mencium bau pesing memikat nikmat yang khas dari celah memek
seorang wanita nan masih begitu muda belia ini setelah berhasil
membedakannya dari aroma pekat batang pelir lelaki itu. Bau-bau itu
menyatu menghasilkan sensasi aroma persetubuhan yang melenakan aku
untuk terus membuka mata pada malam yang telah larut itu.
Tak lama kulihat tubuh telanjang gadis itu yang berada dibawahnya
terlejang-lejang kencang seiring dengan luapan puncak orgasmenya yang
kedua. Perut rampingnya yang dihiasi pusarnya nan begitu indah tampak
berkedut-kedut mengikuti gelinjangan tubuh bugilnya tanpa sehelaipun
kain menutupi kulitnya lagi. Kedua kakinya kini menendang-nendang di
udara menahan luapan puncak kenikmatannya yang melanda sekujur tubuh
polosnya itu dan belum lagi kelojotan dara itu terhenti, lelaki itu
segera mencabut pelirnya dari dalam lubang memeknya yang tengah
bergetar didera arus birahi sanggamanya.
"Wess hewess.. poof!!", begitulah suara yang dihasilkan saat pelir
kejantanan lelaki itu dicabut dari jepitan lubang kemaluan sang dara
yang telah kehilangan keperawanannya ini.
Sekujur kulit luar dari kontol nan demikian perkasanya penuh dengan
lelehan lendir memek yang bercampur dengan lumuran darah segar kesucian
sang dara cantik itu yang belepotan melumuri tonggak daging
kejantanannya yang masih mengacung tegak mengangguk-angguk. Kedua
tungkai kaki gadis itu di angkat keatas tinggi-tinggi dari ranjang
pelaminannya sehingga ujung jari kaki yang dihiasi kutek bening
transparant itu terjuntai indah menggantung tanpa daya. Kedua otot dari
jari-jari kaki indahnya mengatup dan membuka sangat cepat sekali
bergantian membendung gelora birahinya yang kembali telah berhasil
dibangkitkan oleh lelaki itu. Bongkahan pantatnya terhidang jelas tepat
berada pada wajah lelaki itu yang menadahkan lidahnya pada perbatasan
antara belahan bibir memek gadis tersebut dengan daerah duburnya dan ia
tempelkan disitu.
Berikutnya dari mulut vaginanya yang kini sudah tak berbentuk garis
vertikal yang sempit seperti tadi itu, malah kini telah terpecah
menjadi dua garis bergelombang dengan kelentitnya yang bengap dan basah
itu terkuak sejelas-jelasnya disertai oleh lelehan lendir memeknya
keluar dari lubang senggamanya nan semakin merekah menjadi sebesar
ukuran sebutir telur burung puyuh. Cairan yang keluar dari memek itu
langsung ditelan oleh lelaki itu dengan rakusnya bak orang yang tengah
kehausan nan amat sangat. Dengan lahapnya jilatan lidah lelaki itu
sampai menyeruak-ruak kedalam isi belahan memek korbannya, menyapu
segenap dinding bagian dalam vagina gadis malang itu sampai licin
tandas tanpa tersisa sedikitpun.
Tubuh telanjang dara itu kini terjerembab pada hamparan kain sprei
putih ranjangnya yang terbentang awut-awutan disana sini dan
ditengahnya telah terdapat noda darah dari kesuciannya pula selain
dibasahi oleh keringat keduanya dan juga lendir-lendir yang berasal
dari kedua kelamin yang berbeda jenisnya tersebut. Keletihan yang amat
sangat mendera tubuhnya kini yang telah lusuh tanpa tenaga lagi, seakan
tulang-tulangnya telah terlolosi semuanya. Belum lagi usai mengatur
helaan nafasnya yang masih menderu-deru, tetapi kini tubuh telanjang
gadis itu yang rmaping itu dibalikkan secara paksa oleh lelaki itu
sehingga tertelungkup.
Tangan-tangan kurang ajarnya menyusupi bagian bawah perutnya yang
telah menempel pada kasur ranjangnya, setelah itu ditariknya keatas,
dan bongkahan pantat gadis yang telah lemas itu terjungkit keatas kini.
Bajingan itu menekuk kedua lutut korbannya sampai pantatnya tampak
dalam posisi menungging menghadap penglihatanku. Agaknya ia akan
menyetubuhi dara itu dengan mengambil gaya dari anjing yang tengah
kawin. Namun sebelum itu tangannya berpindah lagi membuka pantat itu
dan menemukan posisi lubang anusnya berada, lalu lidah lelaki itu
menyusupi kekedalaman belahan duburnya itu tanpa rasa jijik sama sekali
mengingat lubang itu biasa digunakan untuk buang hajat. Tetapi apalah
artinya batasan itu jika dibandingkan dengan nilai kenikmatan yang
dapat ia peroleh dari kelezatan anusnya sang gadis muda dengan
mengabaikan aroma tak sedap yang terpacar dari dalamnya.
Setelah puas menjilati dubur dari sang pengantin perempuan yang
begitu sangat lezat baginya ini, kini tubuh lelaki itu berlutut
dihadapan tunggingan pantat korbannya, setelah itu batang pelirnya
kembali ia selusupkan ke dalam memek gadis itu yang telah kehabisan
suaranya karena kecapaian melayani birahi lelaki perkasa ini. Bajingan
itu memperkosa memeknya dari arah belakang tanpa peduli sama sekali
terhadap perasaan korbannya, yang ada hanyalah nafsu yang harus ia
tuntaskan walaupun harus mempertaruhkan dirinya yang sewaktu-waktu
dapat tertangkap oleh aparat hukum.
Kembali kedua tubuh itu menyatu dan jembut yang menghiasi bawah
perut lelaki itu seakan terjepit pula ke lubang anus dara bidadari
cantik ini tatkala penisnya terus menyodok-nyodok isi dalam liang
kemaluannya. Kedua insan yang sedang kawin ini tak henti-hentinya
mengajariku bagaimana cara melakukan hubungan intim suami istri dalam
posisi yang lain dari biasanya.
Menjelang tengah malam, kusaksikan lagi tubuh telanjang dari itu
meraih orgasmenya untuk yang ketiga kalinya dalam posisi menungging,
namun baru kedua kali jikalau dihitung dari saat mula ia disetubuhi
lelaki jahanam tersebut. Mataku telah agak berkunang-kunang menyaksikan
pemandangan tersebut, padahal aku selalu berganti-ganti mata kala
mengintip adegan dewasa antara keduanya yang terus berlangsung.
Malangnya aku melihat dara itu tak sadarkan diri lagi usai mencapai
puncak surga duniawinya dari lelaki itu yang staminanya begitu sangat
luar biasa.
Kalau diamat-amati rasanya jarang sekali lelaki yang mempunyai daya
tahan tubuh seperti kepala garong yang sadis ini namun dapat memberi
kebahagiaan badani pada wanita korbannya itu. Setelah puas mereguk
cairan lendir madu surgawi yang telah dihasilkan kembali oleh memek
gadis itu pada puncak kenikmatannya tadi. Ia menelentangkan kembali
tubuh gadis itu yang telah pingsan dan menaruh kedua tumit dari kaki
dara itu yang telanjang ke kanan kiri bahunya lagi untuk kemudian
menggenjot kembali tubuh si gadis belia ini dengan brutal.
Tampak di penglihatanku sekarang pompaan pelir lelaki ini pada
memek korbannya terus bertambah kecepatannya, sementara hamparan sprei
dibawahnya itu telah benar-benar basah oleh keringat keduanya yang
semakin memanas. Andai saja dara itu tidak sadarkan diri seperti
sekarang ini, mungkin ia akan meminta ampun karena pasti memeknya akan
terasa nyeri diperlakukan sedemikian brutalnya oleh perampok bajingan
tersebut.
Ke Bagian 09
| Title | Author | Views |
| Perkosaan Rani Mahkota Sari |
Rani Sister |
378,494 |
| Nikmatnya Lubang-lubang Tetanggaku |
forum_pas@yahoo.com |
252,212 |
| Pemerkosaan Terhadap Sesama ABG |
cucumama2000@yahoo.com |
232,557 |
| Pesta Perawan |
Jeki Velani |
188,101 |
| Diperkosa Maling Bejat |
David Sebua |
186,571 |
| Memperkosa Seorang Istri Setia 01 |
boby5555@usa.net |
147,589 |
| Nikmatnya Diperkosa |
rnurhadhi@yahoo.com |
135,453 |
| Tragedi Malam Pengantin - 01 |
cupcupwaowao@yahoo.com |
117,737 |
| Mosaik Para Istri Yang Diperkosa - 2 |
Rusliani |
82,301 |
| Tak Berdaya |
sonic_blueus@yahoo.com |
81,416 |
| Tragedi Malam Pengantin - 02 |
cupcupwaowao@yahoo.com |
77,762 |
| Para Pemerkosa yang Brutal 02 |
tommy_axl@yahoo.com |
76,368 |
| Riska |
thomas_liem_2003@yahoo.com |
74,546 |
| Terjebak Permainan |
askepecun@yahoo.com |
69,796 |
| Derita Seorang Anggota Polwan 01 |
henychrist@yahoo.com |
68,096 |
|
|
|
|
|
|
|