|
|
Dari Bagian 09 Tidaklah munafik bagi setiap wanita yang saat digauli oleh seorang
lelaki baik dalam keadaan terpaksa ataupun tidak, sesuai kodratnya
sebagai seorang perempuan yang harus melayani kemauan lelaki lambat
laun akan tunduk jua. Demikian pula dengan gadis itu yang dari memeknya
kini juga telah dibasahi oleh lendir kemaluannya kembali dan semakin
membuat batang pelir lelaki itu semakin berkilat-kilat ditengah aksinya
keluar masuk menggesek-gesekkan dinding vaginanya.
Sungguh sedap pemandangan yang disajikan oleh mereka berdua
dihadapanku ini dan sungguh beruntung sekali mereka-mereka ini yang
mendapati seorang cewek cantik yang masih belia sebagai penghangat
malam. Padahal aku dan mereka cuma dibatasi oleh tembok seukuran satu
belah batu bata saja. Tetapi jika aksiku ketahun oleh mereka, maka
mereka juga tak akan segan-segan membunuhku karena cuma aku yang
satu-satunya orang yang menjadi saksi mata dari kejadian tragis yang
menimpa seorang kembang desa yang digilir para perampok tepat pada
malam pengantinnya sendiri.
Akupun tak tahu setelah kejadian ini berakhir pada hari-hari
selanjutnya, akankah gadis itu akan menjadi hamil mengingat bahwa malam
itu sangat bertepatan dengan masa subur di rahimnya dan sperma kepala
rampok tadi telah berhasil bersarang penuh didalamnya serta sudah
terserap pula kedalam rahimnya kini.
Sedang asyik-asyiknya kedua pasangan insan ini larut dalam ritual
persetubuhannya, pintu kamar itu kini terbuka lagi dan masuklah sosok
lelaki ketiga yang baru kelihatan kali ini setelah lepas tugasnya untuk
menjaga pekarangan depan rumah pengantin baru itu. Setelah melihat
perkembangan situasi yang akan terus aman dan terkendali, akhirnya ia
memberanikan diri juga untuk naik keatas dan masuk kamar tempat kedua
pasangan ini tengah bergumul dalam ajang arus pelepasan birahi mereka.
Sambil cengengesan lelaki ketiga ini memandangi kejadian di depan
matanya saat gadis korbannya sedang dikerjai oleh temannya itu. Dengan
mengedipkan sebelah matanya kepada temannya yang tengah asyik masyuk
menyetubuhi dara belia ini, maka mengertilah ia akan tanda yang
diberikan tersebut. Sebagai jawaban sinyal tanda yang diberikan oleh
temannya tersebut, lelaki kedua ini mempergunakan tangan kirinya pula
untuk menekuk serta menaikkan tungkai yang sebelah kanan milik gadis
tersebut hingga membuat tubuh korbannya ini berada dalam gendongannya
dengan kedua belah kakinya telah mengangkang menjepit pinggangnya nan
masih menari-nari dihadapan perut rampingnya nan telanjang memukau itu.
Sang lelaki ketiga kini berjongkok dibelakang punggung dara belia
yang masih terguncang-guncang dientot dalam gendongan temannya itu,
kemudian membuka bongkahan pantat nan padat berisi itu serta menemukan
apa yang ia carinya disitu. Tampak pelir temannya masih tertanam di
belahan memek korban aksi mereka ini dan masih terus bergerak keluar
masuk serta telah berkilat basah oleh lendir persetubuhan keduanya yang
menyilaukan matanya. Namun bukanlah itu yang ia cari, hanya bokong dara
itu yang menjadi sasarannya dan matanya tertumpu pada lubang mungil
dibawahnya, yakni celah dubur kecil milik korbannya ini.
Kedua ibu jari tangannya membuka bokong gadis itu sehingga lubang
anusnya sedikit terbuka dihadapannya, namun agak susah juga karena
pantat gadis itu dalam keadaan terhempas-hempas oleh sodokan pelir
temannya tersebut. Jari kelingking kasarnya ia basuh terlebih dulu
dengan cairan ludahnya. setelah itu ditusukkannya kedalam celah sempit
lubang dubur cewek belia nan tak berdaya ini. Sia-sia saja cewek
pengantin ini berteriak karena redaman plester di mulutnya begitu
ketat, sedangkan untuk menolak perlakuan lelaki ketiga itu percuma
saja, sebab tubuh telanjangnya telah terjepit ditengah-tengah kedua
pemerkosanya.
Kelingking lelaki ketiga itu telah masuk kedalam lobang pantatnya,
terasa jepitan otot duburnya yang seperti cincin melingkar pada pintu
anusnya begitu ketat dan kuat sekali. Lalu setelah itu jari itu tembus
kedalamnya dan hanya terasa sempit pada luarnya tetapi didalamnya
terasa lega dan agak lunak-lunak juga ada hawa panasnya pula.
Ditariknya keluar jari itu, tampak sedikit kotoran tersisa dari
dalamnya kemudian ia melakukan hal serupa kepada lubang anus itu tetapi
menggantinya dengan jari telunjuknya setelah diludahi pula. Seperti
halnya jari kelingkingnya tadi, ia pun sekarang memuntir-muntirkan
telunjuknya yang telah menancap didalam dubur gadis belia ini untuk
membuka ruang gerak didalamnya yang nantinya akan ia pergunakan sebagai
ajang pemuas nafsu sexnya.
Rupanya lelaki ketiga ini adalah seorang pecinta anal sex dan dia
tak akan segan-segan memerawani pantat wanita itu. Jeritan kesakitan
gadis itu sama sekali tak membuatnya terganggu, malahan ia semakin
terangsang membuka celah anus itu dan hal itu dulanginya lagi tetapi
kini telah menggunakan batang telunjuk serta jari tengahnya yang
dibenamkan secara bersamaan menguak isi dalam lubang pantat cewek dua
puluh tahun ini. Dirojok-rojoknya anus gadis itu yang selama ini tidak
pernah dimasukki oleh benda asing sekalipun, namun kini telah
dipaksakan untuk membuka dan menjepit kedua jari dari lelaki ketiga ini
sekaligus. Belum lagi pelayanan yang harus ia penuhi untuk memuaskan
pelir temannya yang masih terus menikmati jepitan memeknya nan telah
bengkak memerah akibat digilir paksa secara berkesinambungan oleh para
bajingan terkutuk itu.
Setelah puas bermain-main dengan kedua jarinya menelusuri dalam
dubur si wanita, lelaki itu mencabut jari-jari itu dari dalamnya dan
kini mulut lubang anus itu tidak bisa mengatup rapat seperti semula
serta menyisakan celah lubang kecil seukuran ujung ibu jari. Aroma yang
terpancar dari anus sang cewek cantik ini terasa pekat dihidungnya.
Wajah lelaki itu terbenam kembali diantara bongkahan pantat nan jelita,
sertamerta celah lubang dubur yang terbuka ini disusupkan oleh lidah
lancangnya menjelajahi jalan anal si gadis muda nan masih begitu belia
ini. Tarian lidah itu semakin menggetarkan tubuh gadis itu yang membuat
kepalanya semakin tergeleng-geleng menggelepar-gelepar dalam
kebungkaman mulutnya yang terplester rapat menyesali ke tidak
berdayaannya diperlakukan sedemikian rupa oleh para pemerkosa itu.
Lidah lelaki itu dirasakannya seperti menyakiti pantatnya tetapi
juga begitu sangat menggelitik-gelitik anusnya laksana kenikmatan yang
didapat pada saat cebokkan saja layaknya. Memang demikian kenyataannya,
bahwa lelaki itu tengah mencebok lobang pantatnya tersebut dengan
lidahnya sampai licin tuntas sudah diantara jeritan kesakitannya.
Habislah sudah anal dari sang mempelai belia ini menjadi bulan-bulanan
permainan dari si bangsat yang satu ini. Semakin gencar lidah itu
menelusup didalam pantat molek tersebut, maka semakin terbuka lebar
pula lubang anus berwarna merah muda merangsang itu merekah nan jatuh
dalam dekapan si lelaki sialan yang ternyata suka sekali mengemuti
pantat milik seorang wanita seperti dirinya ini.
Sang lelaki ketiga kini berdiri merapat dibongkahan pantat gadis
belia ini dari arah belakang, kemudian batang pelirnya ia tempelkan
tepat pada jalan masuk celah anus yang telah ia buka tadi, siap
membenamkan kontolnya untuk menyodomi pantat sang dara cantik
menggemaskan lambang kepuasan lelaki ini. Cewek ini mati kutu sudah
dalam keadaannya yang terjepit itu tak ada usaha perlawanannya lagi
yang berguna sekalipun selain daripada menerima kenyataan yang ada
bahwa ia akan disodomi oleh lelaki ketiga ini.
Dan perlahan-lahan anusnya yang terkuak dipaksa untuk menelan pelir
seorang lelaki dewasa. Meskipun begitu tersendat-sendat dan seret pelir
itu mulai terbenam ke liang duburnya yang sempit. Diperawanilah lubang
pantat milik dara belia cantik korbannya sembari dibantu oleh temannya
yang masih menunjang tubuh telanjang dara itu. Namun tangan temannya
yang tadinya menahan kaki gadis itu kini berpindah merengkuh bongkahan
daging pantat serta membantu penetrasi pertama yang dilakukan lelaki
ketiga ini kedalam belahan anus sang perawan yang telah ternoda.
Setengah ukuran zakarnya telah terbenam dalam muara anus itu yang
sertamerta langsung membuat lonjakan-lonjakan hebat pada tubuh
telanjangnya yang terlarang terjepit dalam ketiada berdayaan nana
dipaksa melayani dua orang lelaki sekaligus. Untung saja rembesan
lendir memeknya yang mengalir lewat sela-sela kedua bibirnya yang
tersumbat oleh zakar lelaki pula nan telah merembes ke permukaan
duburnya turut membantu melicinkan kontol yang melesak di anusnya.
Perlahan tapi pasti akhirnya kejantanan lelaki ketiga itu telah
tertelan ke dalam lobang pantatnya yang kini menganga seukuran diameter
kontol tersebut serta menjepitnya. Kini selangkangan gadis itu telah
dipenuhi oleh kedua batang pelir lelaki-lelaki pemerkosanya yang
bergantian keluar masuk didalamnya. Tubuh montok nan telanjang indah
dari gadis itu kini bagaikan daging roti sandwich yang terjepit
ditengah-tengah arena maksiat persetubuhan terlarang antara mereka yang
tak lazim untuk dilakukan tersebut, dan tragedi di malam pengantinnya
ini benar-benar laksana mimpi buruk baginya yang tak akan bisa ia
lupakan seumur hidupnya.
Ke Bagian 11
| Title | Author | Views |
| Perkosaan Rani Mahkota Sari |
Rani Sister |
378,494 |
| Nikmatnya Lubang-lubang Tetanggaku |
forum_pas@yahoo.com |
252,212 |
| Pemerkosaan Terhadap Sesama ABG |
cucumama2000@yahoo.com |
232,557 |
| Pesta Perawan |
Jeki Velani |
188,101 |
| Diperkosa Maling Bejat |
David Sebua |
186,571 |
| Memperkosa Seorang Istri Setia 01 |
boby5555@usa.net |
147,589 |
| Nikmatnya Diperkosa |
rnurhadhi@yahoo.com |
135,453 |
| Tragedi Malam Pengantin - 01 |
cupcupwaowao@yahoo.com |
117,737 |
| Mosaik Para Istri Yang Diperkosa - 2 |
Rusliani |
82,301 |
| Tak Berdaya |
sonic_blueus@yahoo.com |
81,416 |
| Tragedi Malam Pengantin - 02 |
cupcupwaowao@yahoo.com |
77,762 |
| Para Pemerkosa yang Brutal 02 |
tommy_axl@yahoo.com |
76,368 |
| Riska |
thomas_liem_2003@yahoo.com |
74,546 |
| Terjebak Permainan |
askepecun@yahoo.com |
69,796 |
| Derita Seorang Anggota Polwan 01 |
henychrist@yahoo.com |
68,095 |
|
|
|
|
|
|
|