|
|
Dari Bagian 10 Karena letih terus menggendong tubuh dara itu, lelaki kedua memberi
tanda untuk berganti posisi. Tangannya yang terikat keatas kepalanya
diturunkan, lalu tubuhnya dipaksa untuk menungging diatas ranjang
pengantinnya lagi dengan posisi bokongnya tetap menghadap padaku.
Lelaki ketiganya menyelusup dibawah tubuh korbannya yang sudah
menungging dan agaknya sang lelaki kedua juga ingin merasakan hangat
dan lunaknya anus korbannya. Lelaki ketiga memeluk tubuh itu dari bawah
berhadapan dengan payudara gadis itu yang tergantung tepat di antara
mukanya. Kontol bekas memerawani anus dara itu kini dibenamkan ke dalam
vaginanya yang telah becek. Dengan liarnya ia menyedoti payudara indah
yang menggantung tepat didepan wajahnya bergantian sampai penuh dengan
air liur disekitar puting susu korbannya seraya meremas-remas penuh
nikmat.
Setengah jongkok tubuh lelaki keduanya mengambil tempat disela-sela
pantat dara itu yang telah menungging dengan pantatnya yang menjungkit
keatas siap untuk menerima lagi kehadiran kontol lelaki pada liang
duburnya yang lezat dan nikmat dengan layanan sensasi nan berbeda. Aku
sendiri sudah terlalu letih untuk beronani lagi karena energiku sudah
terkuras pula untuk mengikuti kejadian tersebut. Yang pasti perempuan
muda itu telah patuh pula pada perintah kedua lelaki bajingan tersebut
yang memperkosanya dengan brutal.
Ternyata dari lubang anus dara itupun terdapat pula cairan
lengketnya yang membantu melumasi persetubuhan serta melicinkan analnya
yang tengah mengimbangi sodokan demi sodokan tonggak kejantanan yang
menancap di bongkahan pantatnya yang terbuka secara nyata didepanku.
Agaknya dara itu sebelumnya telah membuang hajatnya terlebih dahulu
setelah pulang tadi, karena anusnya yang tengah diaduk-aduk oleh kontol
lelaki itu telah bersih dari kotorannya pula. Sudah tak ada lagi
sisa-sisa kotorannya nan lekat pada batang pelir lelaki itu yang terus
merojok-rojok isi anusnya tersebut tanpa peduli sama sekali pada
rintihannya.
Laksana diperlakukan sebagai seorang wanita pelacur saja mereka
terus menikmati kehangatan dan kelezatan lubang-lubang yang terletak
pada area selangkangan indah menawan ditubuhnya. Kedua jari-jari di
telapak kaki gadis belia ini sampai tertekuk-tekuk akibat
guncangan-guncangan yang dilakukan oleh kedua tubuh kekar dari para
lelaki lancang ini nan semakin melekat begitu erat pada bokongnya.
Tawa-tawa para pemerkosanya yang tengah menggarap tubuhnya semakin
membuat dara itu tidak mempunyai martabat lagi dan dirinya kini sudah
menjadi korban kebiadaban dari perbudakan nafsu perampok-perampok
tersebut.
Celah-celah pantatnya yang begitu menggairahkan masih dihiasi oleh
tancapan kedua pelir lelaki itu yang masih bergoyang-goyang memilukan
otot-otot syahwat pada vagina dan duburnya gadis ini. Kejadian yang
menimpa dirinya sekarang ini begitu pahit dan terlalu getir untuk gadis
seusianya nan baru saja mekar tetapi sudah terpetik layu.
"Wuihh.. uhh.. gak sangka kalau pantat nih cewek sempit banget
coi!", seloroh lelaki ketiga disela-sela genjotannya pada anus gadis
itu.
Suara anus itu berdecak-decak nyata di telingaku dan sudah keliatan
lebam dan memerah bibir duburnya yang telah diperawani oleh pelir
lelaki.
"Oh ya? Kalau gitu gantian dong, aku juga ingin merasakan bagaimana
enaknya mengentot pantat perempuan ini", balas lelaki kedua yang masih
keenakan pula menggoyang memeknya dan menimbulkan suara berkecipak di
dalamnya itu.
"Mmmh..! mmhh..! ammhh!", erang gadis itu dalam bungkaman plester di mulutnya.
"Jangan berisik non! Percuma, tidak bakal ada yang mendengar, lebih
baik kau menurut saja, ayo sana balik!", perintah lelaki ketiga yang
langsung merengkuh tubuh telanjang dara itu dari posisi menunggingnya.
Kini mereka berganti posisi dengan lelaki kedua masih terlentang
dibawahnya, gadis itu ditelentangkan dengan kedua kaki terkangkang
diatas tubuh lelaki kedua yang terbaring atasnya untuk dipaksa
menduduki pelir lelaki itu menggunakan lubang anusnya itu.
"Ohh.. ohh! Betul juga katamu.. pantatnya lebih sempit nih!", puji
lelaki kedua yang pelirnya telah terbenam di mulut anus gadis itu dan
hanya menyisakan rimbunan jembut lebat hitamnya dengan kedua testis
menggantung pada pangkal bongkahan pantat gadis itu.
"Sekarang kamu miringkan badan dong! Aku belum kebagian nih!",
tukas lelaki ketiga pada temannya yang memiringkan badannya sehingga
tubuh montok dara itu jatuh kesamping berbarengan ikut miring bersamaan
dengan lelaki kedua namun masih dengan anus telah tertancap
diselangkangannya.
Kaki kanannya telah lurus selonjor diatas ranjang, namun kaki
kirinya semakin ditekuk lututnya keatas ditahan tungkainya oleh lutut
kiri lelaki yang memperkosa anusnya yang juga membuka kakinya setengah
tergantung di udara. Kini lelaki ketiga merebahkan tubuhnya pula dalam
posisi miring sehingga kedua tubuh telanjang kedua lelaki itu kembali
mengepit tubuh dara yang berada ditengah-tengahnya seperti sepotong
hamburger.
Kontolnya diselusupkan kembali ke lubang memek dara itu yang masih
terbuka bekas digilir oleh sang boss dan lelaki kedua tadi. Mereka
mengayuh biduk liar bahtera hewani nafsu syahwat pada tubuh korbannya
yang tak telah lunglai kehabisan tenaga digilir tak berkesudahan di
malam yang seharusnya menjadi malam indah bagi diri dan hidupnya.
Seumur-umur dia tak akan menyangka bahwa malam ini ia akan
mengalami hal yang paling mengerikan dalam hidupnya, betapa
tidak..malam yang seharusnya ia dapatkan dari belaian lembut seorang
lelaki terkasih yang menjadi impian hatinya itu kini telah sirna.
Khayalan dirinya akan dipeluk mesra bersama sang suami tercinta dan
mereguk cinta yang telah mereka rajut berdua kini telah musnah semua
akibat ulah para perampok yang menyatroni rumahnya dan menzinahi
dirinya.
Tulang kering kaki dari kedua lelaki yang kekar itu bersilangan
menahan betis dari pahanya nan terkuak keatas bergoyang-goyang diantara
decak-decak suara yang keluar dari ayunan dahsyat kemaksiatan mereka
bertiga. Pelir lelaki itu kali ini begitu seakan benar-benar
merojok-rojok vaginanya sampai menggesek-gesek umbai kelentitnya yang
semakin mekar memerah membasah ini. Terus menerus menghadapi siksaan
ini sekaligus membendung sensasi dari nafsu liar para perampok sadis
itu yang memperkosanya secara brutal membuat sang dara
terpelanting-pelanting didera orgasmenya kembali. Tubuhnya yang
melejang-lejang kencang itu kembali meliuk-liuk dengan sebelah betis
indahnya yang berada diudara nan terganjal oleh kedua kaki para
pemerkosanya menendang-nendang diudara berikut desahan puncak
kenikmatannya dalam bungkaman plester.
"Mmhh! mm.. mmhh!! mmhmmhh!!", jerit dara itu meledak diselingi
oleh lekukan tubuhnya yang mengejang dengan seluruh otot
diselangkangannya semakin menjepit erat kedua pelir para pemerkosanya
itu. Lelaki kedua yang pelirnya berada dianus wanita itu menjadi
terlonjak-lonjak menerima sensasi dari empotan lubang dubur korbannya
yang tengah mengalami ledakan-ledakan dahsyat orgasmenya untuk yang
kesekian kalinya.
"Uhh... uhh.. uohh! aku jug mau kel.. u.. ar.. nih!", jerit lelaki
kedua yang rupanya sudah tak tahan menahan orgasmenya pula, apalagi
sejak mencobai lobang pantat gadis itu yang terasa sesak luar biasa
menjepit pelirnya membuatnya ingin menuntaskan sudah birahinya pada
sang korban.
Iapun langsung mencabut keluar pelirnya yang tertanam di anus gadis
belia tersebut, bergegas turun dari ranjang dan sambil berdiri merobek
plester di mulut korbannya itu lalu membenamkan kejantanannya disana
sambil menjambak rambut gadis itu ia menghentak-hentakkan kepala dara
belia tersebut untuk ditumbuk-tumbukkan pada selangkangannya yang
berbulu lebat itu.
"Ohh..! ahh..! ahh!!",ia memuntahkan seluruh air maninya di mulut
sang dara cantik itu yang telah penuh oleh sumpalan pelirnya dan
dipaksa pula untuk menelan semua cairan lendir putih kental miliknya
yang muncrat-muncrat didalam rongga mulut mungil tersebut.
Semua maninya telah tertelan di kerongkongan perempuan muda ini
sudah, dan kembali ia memplester mulut korbannya agar ia tak dapat
memuntahi lagi air mani lelaki tersebut. Setelah itu ia mengemasi
pakaiannya yang tercecer di lantai kamar untuk kemudian pergi
meninggalkan kawannya yang masih asyik mengentoti tubuh gadis itu.
Tinggal tersisa lelaki ketiga dengannya sekarang sepeninggal lelaki
kedua tadi dan aku melihat temannya telah menerobos keluar dari pagar
rumah tersebut setelah berpakaian lengkap sambil membawa karung hasil
rampokkannya pula di kegelapan malam tanpa peduli lagi dengan kawannya.
Mungkin mereka tak mau kelihatan bergerombol agar tak dicurigai aksinya
oleh pihak berwajib. Kembali aku menyaksikan adegan porno selanjutnya
dari lelaki terakhir yang tersisa ini dan wow! Ia kembali membuat tubuh
telanjang gadis belia ini dipaksa menungging di depanku dengan pelirnya
yang masih tegang mengangguk-angguk setelah berhasil mengalahkan memek
dara itu, ia kini balik lagi mencoblos kontolnya ke lubang pantat yang
sangat digemarinya ini.
Ke Bagian 12
| Title | Author | Views |
| Perkosaan Rani Mahkota Sari |
Rani Sister |
378,494 |
| Nikmatnya Lubang-lubang Tetanggaku |
forum_pas@yahoo.com |
252,212 |
| Pemerkosaan Terhadap Sesama ABG |
cucumama2000@yahoo.com |
232,558 |
| Pesta Perawan |
Jeki Velani |
188,101 |
| Diperkosa Maling Bejat |
David Sebua |
186,571 |
| Memperkosa Seorang Istri Setia 01 |
boby5555@usa.net |
147,590 |
| Nikmatnya Diperkosa |
rnurhadhi@yahoo.com |
135,453 |
| Tragedi Malam Pengantin - 01 |
cupcupwaowao@yahoo.com |
117,737 |
| Mosaik Para Istri Yang Diperkosa - 2 |
Rusliani |
82,301 |
| Tak Berdaya |
sonic_blueus@yahoo.com |
81,416 |
| Tragedi Malam Pengantin - 02 |
cupcupwaowao@yahoo.com |
77,762 |
| Para Pemerkosa yang Brutal 02 |
tommy_axl@yahoo.com |
76,368 |
| Riska |
thomas_liem_2003@yahoo.com |
74,546 |
| Terjebak Permainan |
askepecun@yahoo.com |
69,796 |
| Derita Seorang Anggota Polwan 01 |
henychrist@yahoo.com |
68,097 |
|
|
|
|
|
|
|