|
|
Kejadian ini aku alami beberapa tahun yang silam, saat aku masih bekerja di salah satu perusahaan swasta di Jakarta.
*****
Namaku Vita, umurku saat itu masih 22 tahun dan aku termasuk gadis yang
lugu dan pendiam, tapi teman teman kantorku bilang aku adalah gadis
yang sangat cantik jika tidak judes. Aku merasa sangat bersyukur
dikaruniai wajah yang cukup cantik dengan tubuh yang tinggi dan
langsing serta kulit yang putih mulus.
Sahabat wanitaku bilang, kalau di kantor cowok-cowok selalu
membicarakan aku dan mereka selalu memperhatikan aku, apalagi kalau aku
sedang mengenakan rok span dan blouse ketat busana kerjaku. Mereka
bilang tubuhku sangat seksi dengan buah dada besar yang aku miliki,
tapi aku tidak peduli dengan komentar mereka. Banyak dari mereka yang
berusaha mendekatiku tapi aku masih takut dan enggan untuk
menanggapinya, aku lebih senang sendirian, aku merasa bebas dan tidak
terikat.
Singkat cerita aku diundang untuk menghadiri reuni SMA tempatku
sekolah dulu, maklumlah sejak lulus SMA sampai saat kuliah dan bekerja,
kami memang sudah sangat jarang bertemu.
Waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam saat aku tiba di
pelataran parkir sebuah kafe di bilangan Jakarta selatan, tempat reuni
SMA ku di adakan, saat itu aku mengenakan pakaian kerja, rok span hitam
dan kemeja putih dan aku memadukannya dengan blazer hitam, aku memang
tidak sempat berganti pakaian karena kesibukanku di kantor, tapi tak
apalah, dengan pakaian ini aku cukup PD untuk bertemu dengan teman
teman SMAku, pikirku.
"Aduh.. Tuan putri ini makin cantik aja..!!" seru Nina, kawan satu
kelasku waktu di SMA. Hari itu aku merasa sangat senang, bertemu dengan
teman teman SMA-ku, acaranya juga cukup meriah, di hadiri oleh lebih
dari seratus orang, yang semuannya adalah alumni sekolahku.
"Astaga.. Sudah jam berapa nih..!!" gumanku di sela hingar bingar
musik, aku sampai lupa waktu karena asyik ngobrol dengan teman temanku.
"Nanti aja pulangnya Vit..!!" seru Cindy sambil menarikku ke depan
panggung, saat itu di atas panggung sedang di pentaskan live music dan
tampak beberapa pasangan tampak asyik ber slow dance mengikuti alunan
music yang memang sedang berirama pelan.
Terus terang saat itu aku memang terbawa suasana pesta, sayang
kalau aku harus pulang cepat pikirku, aku malah ikut ikutan menenggak
wine. Seumur hidup baru kali ini aku minum minuman keras, sehingga
kepalaku terasa pusing, apalagi music sudah berubah menjadi house music
dan hip hop membuat kepalaku makin berputar putar tak karuan.
"Ayo Vit..!! kapan lagi.. Belum tentu setahun sekali nih acara ini
di buat..!!" seru Nina sambil menari-nari dan menjerit jerit histeris.
Kayaknya Nina sudah mulai mabok nih..!! Pikirku.
Tiba tiba aku merasa lenganku di tarik oleh seseorang, rupanya
Suryo dia teman satu kelasku saat aku kelas tiga, "Ayo Vit.. Kita
melantai..!!" ujar Suryo sambil menarikku ke atas panggung.
"Nggak mau ahh.. Yo, lagi pusing nih..!!" keluhku, tapi Suryo
tetap saja menggandengku, mau tidak mau aku jadi mengikutinya ke atas
panggung, aku mulai menggerak gerakan tubuhku mengikuti alunan music
yang menghentak hentak, aku sudah setengah sadar akibat pengaruh wine
yang ku minum tadi dan aku juga benar benar terhanyut dalam histeria
suasana pesta, sehingga aku tidak bisa lagi mengontrol gerakan tubuhku,
gerakanku menjadi lebih berani dan terkesan erotis, sementara Suryo
sudah berada dibelakang tubuhku, mengikuti dan mengimbangi gerakanku.
Dan anehnya aku sangat menikmati suasana tersebut, padahal selama ini
aku terkenal sangat anti dengan hal yang berbau dugem. Ah.. Nggak apa
apa deh sekali ini aja.. Pikirku.
"Buka.. Buka.. Buka..!!" kudengar teriakan teman-temanku sambil
bertepuk tangan menyuruhku membuka kemejaku, aku sempat terkesiap
mendengar teriakan mereka.
Kulihat ke arah samping, beberapa teman wanitaku memang sedang
membuka pakaian bagian atas mereka, bahkan Nina sudah mulai membuka
branya sehingga sebelah payudaranya tampak sudah menyembul keluar dan
langsung di sambut dengan tepuk tangan dan teriakan riuh rendah dari
teman temanku.
Anehnya walaupun agak risih, akhirnya aku mau saja menuruti kemauan
teman teman ku itu, entah karena pengaruh wine atau mungkin aku sudah
begitu terhanyut dengan suasana pesta tersebut, sambil tetap menggoyang
goyangkan tubuhku, ku lepaskan blazerku dan perlahan lahan kubuka
kancing kemeja putihku satu persatu sampai terlepas seluruhnya sehingga
bra hitam yang kukenakan tampak jelas terlihat. Sementara lengan Suryo
mulai memegang pinggangku dari belakang, sambil tetap mengikuti
gerakanku.
Aku terus terhanyut dengan alunan musik yang menghentak hentak itu,
sesekali ku angkat kedua tanganku ke atas, meraih rambut panjangku dan
menariknya ke arah belakang sambil tetap menggerak gerakkan tubuhku,
tiba tiba aku tersadar saat tangan Suryo berusaha melepaskan braku.
"Apa apan kamu Yo..!!" jeritku sambil mendekap dadaku, saat itu
kancing belakang braku sudah terlepas, perbuatan Suryo itu langsung
menyadarkanku dari pengaruh wine dan suasana pesta.
"Brengsek kamu.. Apa yang kamu lakukan..?" teriakku sambil berusaha merapikan kembali kemejaku.
Tapi sepertinya Suryo tidak mengindahkan teriakanku, tangannya
dengan sigap langsung memeluk tubuhku dari belakang, membuat aku tidak
bisa meronta dan melepaskan diri dari himpitan tubuhnya, sementara
sebelah tangannya merenggut paksa bra yang kukenakan hingga terlepas
dan jatuh ke lantai, sehingga kini tubuh bagian atasku terlihat jelas
dan menjadi tontonan untuk teman-temanku yang langsung menyambutnya
dengan sangat antusias.
"Suryo..!! Hentikan.. Lepaskan saya.. Kurang ajar.. Kamu..!!"
jeritku sambil terus meronta dari himpitan dan pelukannya, tapi Suryo
malah makin beringas, dia malah menarik dan menyeretku ke arah belakang
panggung, di tempat ini sinar lampunya lebih redup dan agak tersembunyi
dari pandangan teman temanku, tangannya dengan buas terus meremas remas
ke dua buah dadaku, sementara mulutnya juga terus menciumi sekujur
leherku, aku masih terus menjerit jerit dan meronta, tapi Suryo tetap
saja tidak menghentikan perbuatannya, malah dia semakin nekat.
"Kamu sebaiknya diam aja, daripada nanti gua perkosa beneran..!!" bentaknya, dengan nada galak.
Otakku buntu, mendengar ancamannya, aku tak mampu berpikir lagi
bagaimana caranya untuk menghindar dari cengkeraman Suryo. Mungkin ini
juga karena kesalahanku. Karena terlalu terhanyut dengan suasana pesta,
keluhku menyesali kebodohanku sendiri. Aku masih mematung ketika
mulutnya mulai menciumi Buah dadaku dan lalu mengulum putingku.
Sementara tangan kirinya meremasi buah dada kananku.
Aku benar-benar bagai boneka yang diam saja, padahal bahaya
mengancamku. Hanya ada satu rasa.. Ketakutan yang amat sangat. Sampai
saat Suryo menyingkapkan rokku ke arah atas dan mulai meremasi buah
pantatku, Aku masih tak mampu bereaksi. Bahkan tanpa kusadari tubuh
bagian bawah Suryo sudah mulai menggesek gesek daerah sekitar
selangkanganku. Tapi ketika dia mulai memelorotkan celana dalamku dan
bersiap menghujamkan batang penisnya ke selangkanganku, Aku terkesiap,
mendadak kesadaranku pulih. Aku berontak keras, sekuat tenaga
melepaskan dari dekapannya.
"Jangan jangan..!! Lepaskan..!! Saya masih perawan Yo..!!" jeritku
panik dan ketakutan, sambil kugerakkan tubuhku ke arah depan,
menjauhkan vaginaku dari batang penisnya.
"Diam Vit..!! Layani gua baik-baik, atau gua paksa..!!" ancam Suryo.
Aku tetap berontak.
"Kalau nggak mau diam gua tampar lu"
"Hentikan.. Atau saya laporkan ke teman-teman!!" bentakku tegas.
Mendadak Aku punya kekuatan untuk membentaknya, tiba tiba
pelukannya mengendor. Kugunakan kesempatan ini untuk melepaskan diri.
Suryo tidak mencoba menahanku. Aku berhasil lepas!
"Kamu cantik.. Dan Tubuhmu bagus.." guman Suryo.
Aku cepat-cepat mengenakan kembali celana dalamku yang melorot dan
membereskan pakaianku, kini Suryo yang mematung. Matanya tajam
memandang ke arahku.
"Baiklah.. Gua minta maaf untuk kejadian ini.. Habis kamu cantik sekali sih Vit, gua jadi lupa diri.."
Aku diam.
"Kamu masih mau jadi temanku kan?"
Aku tetap diam sambil memandangnya dengan penuh kemarahan.
"Saya enggak akan mengganggu kamu lagi Vit, tapi sebenarnya saya sudah tertarik dengan kamu dari dulu"
Aku makin jijik mendengar kata katanya.
"Oke, saya tunggu sampai kamu bersedia melayani gua tanpa gua
paksa..!!" ujarnya kesal, sambil berjalan menjauh dari tubuhku, aku
sempat menarik nafas lega. Tapi tiba-tiba Suryo menyergap dan memegang kedua bahuku dan lalu
mencium bibirku. Aku sangat kaget mendapat serangan tak terduga ini,
aku kontan berontak. Tapi Suryo malah memelukku lebih kencang. Sehingga
aku Makin tidak dapat bergerak. Dia semakin mempererat pelukannya. Aku
menyerah, toh dia hanya menciumku. Dilumatnya bibirku dengan ketat, Aku
diam membiarkan, tak berreaksi.
Bibirnya melumat habis bibirku, Aku masih mematung, tak membalas
lumatannya juga tak berdaya untuk melepaskannya Lalu lidahnya mulai
menyapu-nyapu bibirku dan diselipkan ke mulutku. Aku merinding. Baru
sekali ini bibirku di lumat oleh lawan jenis dan tiba tiba aku kembali
dilanda oleh ketakutan yang amat sangat.
Tangan kanannya membuka kembali kancing kemejaku, lalu telapak
tangannya merabai bulatan buah dadaku. Tubuhku bergetar karena
ketakutan dan Aku mulai kembali meronta. Dadaku serasa sesak dan sulit
bernafas karena lumatan mulutnya di bibirku.
Dengan cepat seluruh kancing kemejaku kembali dilepaskannya
sehingga tubuh bagian atasku kembali terbuka. Kemudian Suryo memutar
tubuhnya, sehingga posisinya kini kembali berada di belakangku, lalu
dia mendorong tubuhku hingga rebah ke atas meja yang di gunakan untuk
meletakkan alat alat sound system, Entah kenapa Aku merasa tubuhku tiba
tiba lemas. Demikian pula ketika Suryo mulai menindih tubuhku dari arah
belakang.
Tangannya menyingkapkan kemejaku ke atas dan lidahnya mulai
menjilati sekujur punggung dan pundakku, sementara satu tangannya
meraih buah dadaku dan meremasnya dengan kasar.
"Lepaskan..!! Tolong.. Tolong..!!" teriakku sangat ketakutan ketika
tangannya bergerak menyusup ke sela sela rok-ku, kemudian jari-jarinya
menyusup ke balik celana dalamku dan menggosok-gosok selangkanganku.
Aku terus meronta dan berteriak minta tolong, sampai tenggorokanku
serak tapi sepertinya teriakkanku tertelan oleh suara hingar bingar
musik. Tiba tiba Suryo dengan sigap menyingkapkan rok ku dan langsung
memelorotkan celana dalam yang kukenakan sampai sebatas lutut.
"Jangan..!! Tolong..!! Jangan perkosa saya..!!" jeritku panik
karena merasa vaginaku sudah tidak tertutup dengan apa apa lagi, sambil
makin memperkuat rontaanku, Dan berusaha mengatupkan ke dua belah
pahaku sekuat tenagaku.
Aku masih terus menjerit dan meronta sekuatnya ketika dia dengan
paksa berhasil membentangkan pahaku lebar-lebar. Aku makin menjerit
histeris dan putus asa saat ku rasakan batang penisnya mulai menempel
di selangkanganku. Detik berikutnya penis hangat itu telah menggosoki
vaginaku..
Saat berikutnya lagi benda hangat itu terasa tepat menekan bibir
vaginaku.. Lalu kurasakan tekanan.. Sehingga bibir vaginaku terasa
sesak.. Aku tersentak.. Secara refleks pahaku menutup, tapi Suryo
berhasil membukanya lagi dan mencoba menusukan batang penisnya lebih
dalam lagi.
"Oh.. Ini tidak boleh terjadi..!!" pikirku.
Aku mengatupkan pahaku lagi. Tapi, seberapalah kekuatanku melawan
Suryo yang telah di liputi nafsu bejad ini? Kedua belah tangan kuatnya
menahan katupan pahaku dan batang penisnya mulai menekan lagi.
Tangannya boleh menahan pahaku, tapi Aku masih punya ruang untuk
menggerakkan pinggulku dan membawa hasil, batang penisnya terpeleset!
Tapi itu malah membuat Suryo menjadi lebih penasaran, dengan kasar
dibukanya lagi pahaku lalu dia mulai mengarahkan batang penisnya
langsung ke liang vaginaku, kemudian ditekannya kuat kuat, dan.. Ohh..
Kurasakan benda hangat itu mulai menusuk. Rasanya kepala penisnya telah
masuk. Pegangan tangannya pada pahaku kurasakan mengendor.. Kugunakan
kesempatan ini untuk menutupkan pahaku kembali. Tapi tekanan tusukannya
tak berkurang, justru bertambah, sehingga batang penisnya tak lepas
dari liang vaginaku. Malahan seolah aku menjepit kepala penisnya yang
telah masuk itu.
Rasanya Aku mulai menyerah, tak ada gunanya melawan Suryo yang
sudah di liputi oleh nafsu bejadnya itu, aku sudah tidak mampu berontak
lagi untuk mempertahankan kehormatanku. Air mataku meleleh.. Aku
menangis.
Tapi, tiba tiba Suryo dengan cepat menarik batang penisnya lalu
tubuhnya rebah di atas tubuhku. Detik berikutnya kurasakan cairan
hangat membasahi punggung dan rok hitamku yang tersingkap. Aku sedikit
lega, rupanya Suryo telah keluar.. Walaupun belum penetrasi. Belum?
Tepatnya belum sempurna. Aku yakin baru kepala penisnya saja yang
masuk. Aku mencoba meyakinkan diriku sendiri bahwa tadi memang belum
terjadi sesuatu.
Ke bagian 2
| Title | Author | Views |
| Perkosaan Rani Mahkota Sari |
Rani Sister |
378,423 |
| Nikmatnya Lubang-lubang Tetanggaku |
forum_pas@yahoo.com |
252,167 |
| Pemerkosaan Terhadap Sesama ABG |
cucumama2000@yahoo.com |
232,456 |
| Pesta Perawan |
Jeki Velani |
188,075 |
| Diperkosa Maling Bejat |
David Sebua |
186,520 |
| Memperkosa Seorang Istri Setia 01 |
boby5555@usa.net |
147,552 |
| Nikmatnya Diperkosa |
rnurhadhi@yahoo.com |
135,405 |
| Tragedi Malam Pengantin - 01 |
cupcupwaowao@yahoo.com |
117,728 |
| Mosaik Para Istri Yang Diperkosa - 2 |
Rusliani |
82,279 |
| Tak Berdaya |
sonic_blueus@yahoo.com |
81,413 |
| Tragedi Malam Pengantin - 02 |
cupcupwaowao@yahoo.com |
77,757 |
| Para Pemerkosa yang Brutal 02 |
tommy_axl@yahoo.com |
76,356 |
| Riska |
thomas_liem_2003@yahoo.com |
74,543 |
| Terjebak Permainan |
askepecun@yahoo.com |
69,790 |
| Derita Seorang Anggota Polwan 01 |
henychrist@yahoo.com |
68,067 |
|
|
|
|
|
|
|