|
|
Hari itu adalah hari Minggu. Aku dan 2 temanku
Indah dan Citra berencana pergi liburan ke puncak, ke villanya Citra.
Hari Minggu itu kami pergi ke sana untuk refreshing seperti biasa
karena Seninnya tanggal merah atau libur. Aku, Indah dan Citra adalah
teman baik. Kami sudah berteman sejak dari SMA. Sebenarnya ada satu
orang lagi teman kami yang tak bisa ikut hari itu, namanya Ratna. Dia
tidak bisa ikut karena ada acara dengan keluarganya.
Kami sama-sama terbuka tentang seks dan sama-sama penggemar seks,
kami sering mengadakan acara party sex. Yang tentunya dengan
cowok-cowok keren di kampus kami, ataupun dengan cowok yang baru kami
kenal.
Indah adalah temanku yang paling imut. Dengan rambut yng panjang
dan indah. dia sangat menjaga keindahan rambutnya. Hampir tiap minggu
dia ke salon. Kulitnya putih bersih seperti layaknya putri keraton.
Namun dibalik wajah imutnya dia adalah cewek yang pintar memanfaatkan
cowok. Sudah berkali-kali dia ganti pacar gara-gara sifat materenya.
Malah tak jarang dia mau aja diajak om-om yang sudah tua, asal mau
dibayar mahal.
Sedangkan Citra adalah temanku yang paling lucu. Dia dikarunai
wajah yang cantik dengan bokong yang padat. Dengan tampang yang
rada-rada indo, ia dengan gampang mendapatkan cowok yang disukainya.
Apalagi ditunjang dengan bodinya yang aduhai, yang selalu mengundang
pikiran kotor cowok-cowok. Tapi di balik wajahnya yang lucu itu, ia
adalah cewek yang hiper sex. Dia sangat suka ML dengan satpam, tukang
air, tukang bangunan dan sopir pribadinya. Pokoknya orang-orang yang
pekerja kasar. Tapi dia tidak terlalu suka pacaran. Dia memilih hidup
jomblo. Dengan jomblo ia bebas mencari cowok untuk diajak naik ranjang.
Sedangkan aku, dikaruniai tubuh tinggi semampai dengan buah dada
yang bulat montok. Diantara ketiga temanku dadakulah yang paling indah.
Apalagi jika aku sedang menggunakan pakaian ketat atau full press,
pasti membuat pikiran kotor para cowok melayang-layang. Dan aku sangat
senang jika ada cowok yang mengagumin kemontokan dadaku. Aku senang
membayangkan mereka onani sambil membayangkan aku. Aku juga termasuk
cewek yang senang banget ml. Mungkin gara-gara masih muda (aku masih 20
tahun), libidoku sangat cepat naik. Entah sudah berapa cowok yang
pernah tidur denganku. Entah sudah berapa banyak penis yang pernah
masuk ke vaginaku. Tapi aku menikmatinya tanpa merasa bersalah. Toh
masa muda harus dinikmati. Bukankah begitu?
Pagi itu kami siap-siap pergi ke villanya Citra. Setelah menbawa
perlengkapan kami pergi menggunakan mobilku. Sebelum berangkat aku
sempat bertengkar dengan Citra, gara-gara aku dilarang bawa cowok-cowok
yang sering diajak ke villanya Citra. Begitu juga Indah yang ikut
mendukungku karena pacarnya juga tidak boleh diajak.
"Emangnya kamu ngundang siapa lagi sih Ci, masa si Chevy aja nggak
boleh ikutan?" kata Indah. "Iya nih, emangnya kita mau pesta lesbian
apa, wah gua kan cewek normal nih" timpalku
"Udahlah, kamu orang tenang aja, cowok-cowoknya nanti nyusul,
pokoknya yang kali ini surprise deh! Dijamin kalian puas sampe nggak
bisa bangun lagi deh" aku heran dengan Citra hari itu. Tidak biasanya
dia main rahasian seperti itu.
Tapi masa bodolah. Yang penting aku ingin cepat sampai disana.
Supaya tahu siapa sih cowok yang diundang Citra. Apakah ganteng dan..
Sambil membayangkan kejutan yang dipersiapkan Citra, tiba-tiba birahiku
langsung naik. Maklumlah sudah 3 minggu aku nggak ml. Aku baru putus
sama cowoku. Waktu pacaran dulu minimal sekali 3 hari kami pasti ml.
Aku dan mantanku sama-sama anak kost. So, gampang aja dia nginap
ditempatku atau aku di tempatnya. Dan biasanya kalau nginap kami pasti
'fly to the sky'. Untuk mengurangi desakan birahi yang melanda,
diam-diam aku membayangkan ada cowok yang keren dan berbody atletis
mendatangiku dan mengajakku ml. Sambil membayangkannya aku menggesekkan
pahaku, sambil memyetir. Sampai akhirnya aku rasakan basah di bawah
tubuhku.
Beberapa jam kemudian kami sampai di villa Citra, Pak Indra penjaga
villa Citra membukakan pintu garasi, bola matanya melihat jelalatan
pada kami, terutama padaku yang hari itu memakai pakaian seksi berupa
sebuah tank top merah berdada rendah dengan rok mini. Matanya tak
henti-hentinya menatap dada dan pahaku. Tapi aku cuek aja. Aku senang
diperhatikan seperti itu. Malah aku sengaja menurunkan tubuhku
pura-pura mengabil barang dari bagasi. Sambil menunduk kulihat mata Pak
Indra tidak berkedip melihat kearah dadaku yang semakin terbuka karena
ku menunduk. Hampir semua buah dadaku kelihatan gara-gara aku menunduk
terlalu rendah sedangkan leher bajuku juga sangat rendah. Aku dapat
melihat jakunnya yang turun naik dan tojolan di balik celananya. Pasti
habis ini dia onani he..he..
Setelah membereskan barang-barang bawaan Citra menyuruh Pak Indra
pergi. Akhirnya kami makan dan beristirahat sebentar. Sekitar jam 4
sore Citra membangunkanku dan Indah.
"Eh.. sambil nunggu cowok-cowoknya mendingan kita berenang dulu
yuk" ajak Citra pada kami. Dia melepaskan semua bajunya tanpa tersisa
dan berjalan ke arah kolam dengan santainya
"Wei.. gila lo Ci, masa mau berenang nggak pake apa-apa gitu, kalau keliatan orang gimana?" tegur Indah.
"Iya Ci, lagian kan kalau si tua Imam itu dateng gimana tuh" sambungku
"Yah kalian, katanya mo party, masa berenang bugil aja nggak
berani, tenang aja Pak Indra udah gua suruh jangan ke sini sampai kita
pulang nanti" bujuk Citra sambil menarik tanganku.
Karena ditantang Citra akhirnya aku mulai melepas bajuku. Aku buka
rok mini yang membalut pantatku dan segera melepaskan baju tanktop ku.
Akhirnya aku tinggal memakai BH dan CD. Tapi itu tidak berlangsung lama
karena segera kutanggalkan. Mula-mula kulepaskan BH ku yang dari tadi
menutupi dadaku. Segera dadaku seperti ingin melompat keluar gara-gara
BHku yang kekecilan. Aku memamerkan payudaraku pada Citra. Dia
mencibirku. Setelah itu kulepaskan CD ku. Maka tidak ada lagi yang
tersisa ditubuhku kecuali anting di telingaku. Kemudian aku melompat ke
kolam menyusul Citra yang jago berenang.
Indah masih tampak malu-malu melepaskan bajunya. Tapi karena
melihat aku dan Citra yang sudah telanjang, dia akhirnya melepaskan
bajunya. Kulitnya yang putih bersih segera terpampang dihadapan kami.
Dia kemudiam menyusul kami berendam di kolam.
Perlahan-lahan rasa risih kami pun mulai berkurang, kami
tertawa-tawa, main siram-siraman air, dan balapan renang kesana kemari
dengan bebasnya.
Sesudah agak lama bermain di air Citra naik ke atas dan mengelap tubuhnya yang basah, lalu menggunakan kimono.
"Ci, sekalian ambilin kita minum yah" pintaku.
"Ok, deh!" katanya. Aku kembali berenang kesana kemari. Sedangkan
Indah yang sudah kecapaian memilih untuk tidur-tiduran di kursi panjang
di tepi kolam. Aku tersenyum melihat gayanya yang santai. Sambil
tiduran dia membuka kedua kakinya lebar-lebar, memamerkan vaginanya
yang Indah. Kalau ada orang lain yang melihatnya seperti itu, pasti dia
akan diperkosa habis-habisan.
Tak berapa lama kemudian Citra datang dengan membawa minuman.
"Ver, kamu bisa ke kamar gua sebentar nggak, gua mo minta tolong dikit nih" pintanya
"Kamu lap badan dulu gih, gua tunggu di dalam kamar" katanya sambil berlalu kekamar.
Kemudian aku melap badanku yang basah dengan handuk. Kemudian
berjalan ke arah kamar dengan telanjang. Aku tinggalkan Indah yang
sudah terlelap di tepi kolam.
"Kenapa Ci, ada perlu apa emang?" tanyaku.
"Ngga, cuma mau ngasih surprise dikit kok" jawabnya dengan
menyeringai. Sebelum aku sempat membalikkan badan, sepasang lengan
hitam sudah memelukku dari belakang dan tangan yang satunya dengan
sigap membekap mulutku agar tidak berteriak. Aku yang terkejut tentu
saja meronta-ronta, namun pemberontakkan itu justru makin membakar
nafsu kedua orang itu.
Kemudian aku sadar bahwa yang memelukku dari belakang adalah Pak
Indra, penjaga villa Citra, dan seorang temanya yang tidak kukenal. Pak
Indra dengan gemas meremas payudaraku dan memilin-milin putingnya.
Temannya berhasil menangkap kedua pergelangan kakiku. Dibentangkannya
kedua tungkai itu, lalu dia berjongkok dengan wajah tepat di hadapan
kemaluanku. Sambil menyentuhkan lidahnya ke liang vaginaku, dia juga
mengeluar-masukkan jarinya dari vaginaku. Diperlakukan seperti itu aku
cuma bisa merem melek dan mengeluarkan desahan tertahan karena bekapan
Pak Indra begitu kokoh.
"Hei, jangan rakus dong Klas, dia kan buat Pak Indra, tuh jatah
kamu masih nunggu di luar sana" kata Citra pada teman Pak Indra, yang
kemudian kuketahui bernama Muklas.
Setelah Muklas keluar tinggallah kami bertiga di kamar itu. Pak
Indra langsung menghempaskan diriku di ranjang yang empuk itu. Dia
kemudian membentangkan tubuh mulusku di atas spring bed itu. Dia tak
berkedip memanandang ke arah dada dan vaginaku. Mungkin seumur hidupnya
baru kali ini melihat tubuh polos seorang gadis cantik, masih muda
lagi. Kemudian tangannya yang kasar itu meremas-remas dadaku sambil
memilin-milinnya. Dimainkannya putingku yang sudah berwarna kemerahan.
Aku tidak dapat menolak lagi karena kurasakan perasaan yang nikmat yang
sulit dilukiskan. Ada sensasi tersendiri kala tangan kasar itu
menggerayangiku.
Sekarang tidak hanya tangannya lagi yang bermain-main di dadaku
tapi juga mulutnya. Kurasakan mulutnya dengan rakus melumat dadaku.aku
merasakan terbang ke awang-awang ketika ia mencoba memasukkan seluruh
dadaku kedalam mulutnya yang besar itu.
Puas bermain di dadaku lidahnya menari-nari diperutku, lalu turun
ke vaginaku. Dia memandangi vaginaku yang sudah basah oleh cairanku.
Tapi tak berapa lama kemudian kurasakan lidahnya menyapu klitorisku.
Lidahnya melakukan jilatan-jilatan dan menyedotnya. Tubuhku
menggelinjang merasakan birahi yang memuncak.
"Aduh Ci.. tega-teganya kamu nyerahin kita ke orang-orang kayak gini.. ahh!!" kataku ditengah desahanku yang tertahan.
"Tenang Ver, ini baru namanya surprise, sekali-kali coba produk kampung dong" katanya seraya melumat bibirku.
Aku berpagutan dengan Citra beberapa menit lamanya. Jilatan Pak
Indra mulai merambat naik hingga dia melumat dan meremas payudaraku
secara bergantian, sementara tangannya yang sekarang mengobok-obok
vaginanya. Aku merapatkan pahaku karena tidak tahan dengan permainan
tangan Pak Indra di bawah sana. Desahanku tertahan karena sedang
berciuman dengan Citra, tubuhku menggeliat-geliat merasakan nikmat yang
tiada tara.
Sambil menjilati dadaku dengan rakus Pak Indra berkali-kali memuji
payudaraku. Memang sih diantara kami bertiga payudaraku termasuk yang
paling montok. Cowok-cowok yang pernah ML denganku paling tergila-gila
mengeyot benda itu atau mengocok penis mereka diantara himpitannya. Pak
Indra pun tidak terkecuali, dia dengan gemas mengemut dadaku yng kiri
dan yang kanan. Puas menetek di dadaku, Pak Indra bersiap memasuki
vaginaku dengan penisnya. Penisnya tidak terlalu panjang tapi
diamaeternya cukup lebar. Tanpa memberi aba-aba dia langsung memasukkan
penisnya yang besar itu ke vaginaku. Tentu saja aku menjerit tertahan
karena mulutku masih berciuman dengan Citra.
"Ouch.. sakit Ci, duh kasar banget sih babu kamu" kataku sambil
meringis dan mencengkram lenganku waktu penis super Pak Indra
mendorong-dorongkan penisnya dengan bernafsu.
"Tahan Ver, ntar juga kamu keenakan kok, pokoknya enjoy aja" kata
Citra sambil meremasi kedua payudaranya yang sudah basah dan merah
akibat disedot Pak Indra. Pak Indra menyodokkan penisnya dengan keras
sehingga aku pun tidak bisa menahan jeritanku, aku mau menangis menahan
sakit. Pak Indra mulai menggenjotku. Dia menggejot seperti orang
kesurupan. Untuk mengurangi rasa sakit di vaginaku tanganku menyelinap
ke bawah kimono Citra dan menuju selangkangannya. Kugerayangin
vaginanya.
Kemudian Citra naik ke wajahku berhadapan dengan Pak Indra. Aku
langsung menjilati kemaluannya. Sambil menjilatin vagina Citra, kubantu
Pak Indra membuka kimomo yang digunakan Citra. Sehingga tubuhnya sama
polos sepertiku. Perlahan-lahan aku mulai merasakan nikmat di
vaginanku. Pak Indra mulai teratur menggoyangkan pinggulnya. Tubuhku
sudah penuh dengan keringat. Begitu juga dengan Pak Indra, tubuhnya
yang ceking seperti datuk maringgi itu kelihatan mengkilat oleh
keringat yang mengalir di tubuhnya. Sambil menjilati vagina Citra, aku
meremas remas dadaku sendiri, sehingga semakin besar dan menonjol
keatas. Aku merasakan sudah mulai keluar.
"Aahh.. oohh.. saya sudah mau.. Pak!!" erangku, sambil mengejang
dan membusur ke atas. Pak Indra semakin memperdahsyat sodokannya dan
semakin ganas meremas dadaku. Kemudian kurasakan basah di mulutku,
ternyata Citra juga mengalami orgasme setelah kuoral beberapa lama.
Akhirnya aku dan Citra orgasme bersamaan. Setelah aku ambruk ke
samping, kulihat penis Pak Indra masih tegak berdiri. Malah kelihatan
semakin mengkilat gara-gara dipenuhi cairan cintaku. Hebat juga dia,
walaupun sudah berusia hamper 50 tahun, tapi masih kuat menggarap
mahasiswi seperti kami.
Pak Indra kemudian menindih tubuhku dan mulai menciuminya,
tangannya tak henti-hentinya menggerayangi payudara montokku,
seolah-oleh tak ingin lepas darinya. Tapi itu tidak berlangsung lama
Pak Indra cukup pengertian akan kondisiku yang mulai kepayahan, jadi
setelah puas berciuman dia membiarkanku memulihkan tenaga dulu.
Ke bagian 2
| Title | Author | Views |
| Aku Tidak Mau... Tapi Aku Menikmatinya |
roy_takeshi@yahoo.com |
128,615 |
| Teman Suamiku, Teman Tidurku 01 |
mh_asnawi@hotmail.com |
84,729 |
| Staff Admin Untuk Rame-Rame |
daricerita@mail.com |
68,692 |
| Majikan dan Pembantunya |
inidony@yahoo.com |
65,305 |
| Tugas Kenikmatan |
diandra_marcia@yahoo.com |
60,904 |
| Wah... !!! |
roy_takeshi@yahoo.com |
60,211 |
| Pesta Seks dengan Gadis SMA - 2 |
robertsasmita@yahoo.com |
56,264 |
| Mencicipi Pacar Teman |
gadis.ikon@yahoo.com |
52,161 |
| Kegelisahan Seorang Isteri |
rienmariana@yahoo.com |
51,798 |
| Andani Citra: Kegilaan di Lift Kampus - 1 |
andacc@kittymail.com |
44,645 |
| Ryu - 1 vs 3 |
Ryu_Hot@plasa.com |
44,084 |
| Kisah Bahagia di Hari Minggu - 4 |
sheilatanki@plasa.com |
44,051 |
| Pesta Pribadi |
Pesta Free Sex |
43,701 |
| Tante-tante Kesepian |
arip75rianto@lovemail.com |
42,804 |
| Pertama Kali Bertiga - 1 |
aishamaharani@yahoo.com |
40,479 |
|
|
|
|
|
|
|