|
|
Dari bagian 2 Keesokan harinya..
Pagi-pagi sekali aku sudah bangun. Cuaca yang dingin membangunkanku
dari tidur. Kulihat jam di kamar menunjukkan pukul 6 pagi. Aku masih
telanjang, kulihat Indah dan Citra juga masih tertidur disampingku.
Mereka juga sama-sama telanjang, nampak mereka sangat kelelahan.
Kemudian aku teringat bahwa tadi malam kami baru mengadakan party sex.
Gila juga Pak Indra dan Muklas. Indah yang kalah bermain poker harus
rela tubuhnya menjadi santapan Pak Indra dan Muklas. Walau awalnya
meronta-ronta tapi akhirnya dia pasrah juga. Dia dikerjaiin hampir
orgasme berkali-kali. Penjaga villa itu sepertinya nggak ada
habis-habisnya. Habis menggenjot Indah dia menggenjotku dan Citra lagi
secara bergantian. Aku sudah 3 kali orgasme sedangkan Indah dan Citra
masing-masing 4 kali. Total kami sudah orgasme 10 kali sedangkan mereka
berdua baru satu kali satu kali. Mereka jauh lebih hebat dari
cowok-cowok di kampus kami dan cowok-cowok yang pernah tidur denganku.
Kemudian aku bangun, masih terasa lengket pada mulut dan seluruh
badanku, lengket gara-gara sperma atau air liur. Kulihat ke sebelahku
Indah dan Citra juga nggak jauh beda, buah dada Citra yang sekal nampak
kemerahan dan ada bekas cupang di sana sini. Sedangkan pada mulut dan
wajah Indah banyak sisa-sisa sperma.
Aku coba untuk memejamkan mata, berusaha untuk tidur, tapi tidak
bisa. Kemudian kuputuskan untuk mandi. Air yang sangat dingin di puncak
dapat menyegarkan tubuhku. Pelan-pelan kurasakan enak di badanku.
Sehabis mandi kuputuskan untuk lari pagi sambil menikmati udara puncak
yang segar. Segera kugunakan celana pendek yang sangat ketat sehingga
celana dalamku tercetak disana. Lalu kugunakan baju tangan panjang
karena cuaca dingin. Kemudian aku lari pagi menikmati udara puncak yang
dingin.
Setelah capek lari pagi, akhirnya aku balik ke villa. Citra dan
Indah masih tertidur di kamar. Aku ingin membangunkan mereka tapi
mereka masih tampak kelelahan sehingga kuurungkan niatku. Aku melap
keringatku yang basah, kemudian aku ganti baju. Sebenarnya sih aku
ingin telanjang saja sambil melakukan aktivitas di didalam villa. Tapi
karena cuaca dingin kubatalkan niat "gila" ku. Kugunakan tanktop warna
merah kesukaanku dan celana pendek yang fuul press. Sehingga
menampakkan keindahan tubuhku. Aku tak henti-hentinya menatap tubuhku
yang indah di meja rias. Aku saja sangat mengaguminya, gimana lagi
dengan cowok-cowok?
Kemudian aku pergi ke dapur. Aku ingin memasak supermi, karena
perutku sangat lapar. Aku ingin menghidupkan kompor tapi nggak ada
korek api. Lalu kucari Pak Indra.
"Pak.. Pak Indra!" teriakku mencari Pak Indra. Ternyata Pak Indra sedang menyapu halaman di belakang.
"Pagi Neng!" katanya melihatku.
"Sudah bangun ya?"
Aku hanya mengangguk sambil meminta korek darinya.
"Neng, tadi malam asik banget ya" katanya sambil memberi korek
"Mau nggak nanti bapak entot lagi?"
Aku hanya mengangguk. Nggak ada puas-puasnya si tua bangka ini
mengerjain tubuhku. Sudah hampir seharian kemarin dia memacu tubuhku
dan teman-temanku, sekarang mau minta lagi.
"Tapi ntar aja ya pak, masih capek nih, lapar lagi!" kataku sambil pergi ke dapur.
Akhirnya aku memasak supermi dan makan. Sebenarnya aku ingin
membangunkan kedua temanku. Karena aku ingin jalan-jalan bareng mereka.
Tapi lagi-lagi kuurungkan niatku. Aku nggak tega juga menggangu tidur
mereka. Mungkin nanti aja jalan-jalannya setelah mereka bangun,
pikirku.
Setelah selesai makan aku pergi ke dapur untuk membereskan piring
kotor. Selagi aku mencuci piring, Pak Indra datang kedapur. Kami
bercakap-cakap tentang berbagai hal. Tentang istrinya yang sudah lama
pergi meninggalkannya, sehingga dia sangat sulit untuk melampiaskan
nafsunya jika lagi "pengen". Sambil bercakap-cakap Pak Indra tak
hentinya melihat-lihat tubuhku. Dia mencuri-curi melihat dadaku dari
celah tanktopku yang tak tertutup. Dia juga sesekali melihat pantatku
yang bulat menonjol. Apalagi jika aku memakai celana ketat seperti ini.
Pasti membuat libidonya serasa meledak-ledak
Kemudian Pak Indra mendekatiku dari belakang. Pertama-tama dia
mengelus-elus lenganku yang putih mulus. Kubiarkan tangannya itu
mengelus-elus tanganku. Dia mendekatkan mulutnya ke leher jenjangku.
Dijilatinya dari atas sampai ke bawah. Tangannya yang kasar
meremas-remas payudaraku dari luar sementara tangannya yang lain
mengelus-elus pantatku.
Perlahan-lahan dilepaskannya celana ketatku beserta CDnya. Pantatku yang mulus dan sekal terpampang jelas didepan matanya.
"Ini baru namanya pantat" katanya sambil menepuk pantatku.
Kemudian disusul dengan melepas tanktop dan braku. Sekarang aku
dapat melihat diriku yang telanjang bulat melalui cermin wastafel di
hadapanku. Dan dari belakang kulihat dia sedang mengagumi tubuhku dan
mengelus-ngelusnya. Tangan bergerak dari dada ke punggungku. Aku
mendesah sambil menggigit bibirku. Bibirnya menjilati punggungku dan
sesekali kepalanya menyeruak melewati ketiakku untuk mengulum
payudaraku.
Kemudian dibentangkannya pahaku lebar-lebar, tangannya mulai
merayap ke bagian selangkanganku. Jari-jari besar itu menyusup ke
pinggir kemaluanku, mula-mula hanya mengusap-ngusap bagian permukaan
saja lalu mulai bergerak perlahan-lahan diantara kerimbunan bulu-bulu
mencari liangnya.
"Oh.." hanya itu yang keluar dari mulutku.
Kurasakan benda basah menggelitik klistorisku. Pak Indra kini
berada di bawahku dan menjilati belahan kemaluanku, bukan cuma itu dia
juga mencucuk-cucukan jarinya ke dalam lubang itu sehingga kemaluanku
makin lama makin basah saja.
Aku sungguh tidak berdaya oleh permainan lidah serta jarinya pada
vaginaku, tubuhku mengejang dan cairan cinta menyembur dengan derasnya,
aku telah dibuatnya orgasme. Tubuhku lemas dan penuh keringat.
Kemudian dia menyelipkan penisnya diantara selangkanganku lewat
belakang. Aku mendesis nikmat saat penis itu pelan-pelan memasuki
vaginaku. Setelah masuk semuanya langsung digenjotnya. Mula-mula
perlahan-lahan tapi lama-lama makin cepat. Aku tidak kuasa menahan
desahan, sesekali aku menggigit bibirku menahan nikmat, serta
menggeleng-gelengkan kepalaku ke kiri-kanan sehingga rambut panjangku
pun ikut tergerai kesana kemari.
Cermin di depanku memantulkan bayangan wajahku yang sedang horny,
mulutku mengap-mengap mengeluarkan rintihan terlebih ketika tangan
kasar itu meremas-remas kedua payudaraku sambil sesekali
dipermainkannya putingku yang sudah mengeras.
"Ooohh.. enak banget Neng " celotehnya.
Setelah 15 menit kurasakan genjotan Pak Indra makin lama makin
cepat. Ditambah remasannya di payudaraku yang semakin kuat. Aku sungguh
tidak berdaya oleh permainan penisnya pada vaginaku, tubuhku mengejang
dan kurasakan cairan cinta menyembur dengan derasnya.
"Ooohh.. Neng.. bapak.. keluar!" dan disusul "Creett.. creet.."
maninya menyemprot dengan deras ke vaginaku. Kurasakan maninya mengalir
di sela-sela bibir vaginaku. Aku sangat lelah sekali. Dia menopang
tubuhku agar tidak jatuh.
Kemudian dipapahnya tubuhku. Aku kira akan dibawa ke kamarku
melainkan ke belakang melewati dapur. Dia membawaku kekamarnya,
dibaringkannya tubuhku ke ranjang. Demikian lelahnya aku, sampai tubuh
seperti lumpuh dan mata terasa makin berat. Sebelum terlelap aku masih
sempat mendengarnya berkata dekat kupingku
"Vagina Neng enak banget, bapak jadi ketagihan nih!", kemudian aku tertidur dengan lelapnya.
Aku terbangun ketika kurasakan ada yang meraba-raba vaginaku. Aku
mendesah nikmat, kubuka mata, Ahh.. aku terbangun.. aku Terkejut
sekali. Begitu mata kubuka langsung nampak sesosok tubuh berada
diantara kedua belah pahaku yang terbuka lebar. Ketika kesadaranku
berangsur-angsur pulih nampak sosok lelaki muda berbadan tegap.
Ternyata dia Muklas, wajahnya berada dekat vaginaku sambil
mengorek-ngorek liang itu dengan jarinya.
"Sudah bangun Neng?" tanyanya sambil kepalanya tidak lepas dari vaginaku.
"Eh.. eh.." anggukku di sela-sela kenikmatan yang mulai merasuki
tubuhku. Kulihat Pak Indra sedang beristirahat di kursi di pojok kamar
sambil mengisap rokok.
Kemudian Muklas melepaskan bibirnya dari vaginaku dan melepas ikat
pinggang usangnya, lalu membuka celana berikut kolornya. Maka
menyembullah kemaluannya yang sudah menegang dari tadi. Penisnya lebih
besar dari punya Pak Indra, berwarna hitam dan berurat, aku takjub
melihatnya.
Beberapa saat kemudian dia merentangkan kedua pahaku, betisku dinaikkan ke bahunya
"Neng.. bapak ewe sekarang ya!" kata Muklas tidak sabaran.
Aku melihat miliknya mulai mendesak masuk ke vaginaku,
"Ahk..ahh..!" itulah yang keluar dari mulutku saat dia menekankan
dalam-dalam penis supernya hingga amblas seluruhnya, aku meringis
sambil mencengkram lengannya.
"Ooohh.." Muklas mendesah setelah berhasil menancapkan kejantanannya di dalam kemaluanku.
Aku mulai merasakan penis itu bergerak keluar masuk pada vaginaku,
mula-mula gerakan itu lembut, namun lama-lama bertambah kencang dan
kasar. Aku mendesah-desah tidak karuan. Ditambah lagi tangannya yang
ikut serta menggerayangi dadaku. Semakin membuatku menjadi-jadi. Pak
Indra yang semula tadi hanya menganggur mulai datang mendekati ranjang.
Dia ikut menjamah dan memilin dadaku. Sambil sesekali meremasnya dengan
kasar.
"Akkhh..!" eranganku tertahan tatkala bibirku dilumat Pak Indra
dari samping. Akupun merespon cumbuannya, lidah kami saling beradu. Aku
sudah telanjur dilanda birahi. Sambil mencium bibirku, Pak Indra
meremas dadaku yang semakin tegak.
Kemudian Pak Indra melepaskan mulutnya dari bibirku. Penisnya sudah
menegang langsung ditancapkannya ke mulutku. Aku memasukkan lebih dalam
ke mulutku lalu mulai memaju-mundurkan kepalaku. Kujilat dan kuhisap.
Selain menyepong tanganku turut aktif mengocok ataupun memijati buah
pelirnya. Pak Indra tampak mendesah desah.
Kemudian Muklas balikkan tubuhku dan menyuruhku menunggingkan
pantat, ternyata dia ingin doggy stile. Akupun mengangkat pantatku
memamerkan vaginaku yang merah merekah .
"Oouuhh.. muk!" itulah yang keluar dari mulutku dengan sedikit
bergetar saat penisnya amblas ke dalamku. Dia mulai mengayunkan
pinggulnya mula-mula lembut dan berirama, namun semakin lama
frekuensinya semakin cepat dan keras. Aku mulai menggila, suaraku
terdengar keras sekali beradu dengan erangannya dan deritan ranjang
yang bergoyang. Dia mencengkramkan kedua tangannya pada payudaraku.
Hujaman-hujaman yang diberikannya menimbulkan perasaan nikmat ke
seluruh tubuhku.
Pak Indra meredam suaraku dengan menjejelkan penisnya ke lidahku,
sehingga membuatku tidak bisa lagi menjerit. Dia sangat rakus memaju
mundurkan penisnya di mulutku, sambil sesekali tangannya bermain di
payudaraku.
Diserang dari dua arah begini sungguh membuatku kewalahan hingga
akhirnya terasa dinding-dinding kemaluanku berdenyut makin kencang dan
erangan panjang keluar dari mulutku disertai mengejangnya tubuhku.
Tubuhku lemas dalam pelukan mereka. Tapi keganasan Muklas belum tampak
mereda, dia masih bersemangat menyodokkan penisnya tanpa mempedulikan
vaginaku yang masih terasa ngilu.
Pak Indra semakin semangat memaju-mundurkan penisnya di mulutku,
dan akhirnya ejakulasi lebih dulu di mulutku, dia melenguh panjang dan
meremas-remas rambutku saat aku mengeluarkan teknik mengisapku, kuminum
semua air maninya, tapi saking banyaknya ada sedikit yang menetes di
bibirku. Muklas juga sepertinya sudah mau orgasme, tampak dari
erangannya dan cengkeramannya yang makin erat pada payudaraku. Maka
kugoyang pinggulku lebih cepat sampai kurasakan cairan hangat memenuhi
vaginaku. Akhirnya disemprotkannya maninya di vaginaku. Aku langsung
ambruk karena tak kuasa menahan berat badanku.
Mereka kemudian membiarkanku istirahat sejenak. Sambil
cerita-cerita mereka tak pernah berhenti merabai tubuhku. Aku yang
sudah lemah hanya bisa pasrah. Toh.. percuma melarang mereka, mana ada
lelaki yang haus sex membiarkan wanita cantik berbaring telanjang
dihadapannya. Terutama Muklas, dia tak pernah melepaskan tangannya dari
dadaku. Kadang diremas, kadang dipelintir dan kadang diisap-isap. Hal
itu membuat dadaku makin mencuat keatas dan berwarna kemerahan. Setelah
memberiku waktu untuk istirahat. Kembali kulihat penis-penis mereka
mulai bangkit lagi. Aku hanya bisa pasrah saat Pak Indra mulai meremas
payudaraku. Payudaraku yang sudah berwarna merah semakin merah saja
saat mulutnya menjilatinya. Aku kembali mendesah saat perlahan-lahan
mulutnya turun ke perutku dan langsung menjilati vaginaku. Birahiku
mulai naik lagi. Kemudian kutarik Muklas agar mendekat ke arahku.
Kujilati penisnya yang belum tegang benar. Dia mendesah-desah sambil
memegang rambutku.
Kemudian Pak Indra melepaskan mulutnya dan langsung tertidur
telentang. Aku mengerti maksudnya. Tanpa diminta lagi aku mengangkangi
tubuhnya yang sudah rebah telentang di atas kasur. Ada sedikit rasa
senang karena ini merupakan salah satu posisi favoritku yang sering
kulakukan bersama cowok-cowok yang kencan denganku. Aku tanpa ragu
menuntun penisnya yang sudah kembali mengeras ke arah vaginaku dan aku
mengambil posisi menduduki tubuhnya. Dengan bernafsu kugoyangkan
pinggulku diatas tubuhnya, bahkan aku ikut membantu kedua belah telapak
tangannya meremasi payudaraku. Muklas menonton adeganku sambil
mengocok-kocok penisnya, kadang-kadang tangannya iseng merabai pahaku.
"Ayo goyang Neng.. oohh!" Pak Indra sepertinya ketagihan dengan
goyanganku, begitu juga Muklas, dia tidak tahan hanya menonton saja.
Dia berdiri di sebelahku, penisnya mengacung di depan mukaku.
"Emut Neng.. ayo buka mulutnya!" sambil menjejalinya ke mulutku.
Aku membuka mulutku dan melakukan apa yang dia inginkan.
15 menit dalam posisi 'woman on top' sampai akhirnya tubuhku bergetar seperti menggigil lalu "Aaahh..!!"
Dengan panjang keluar dari mulutku, kepalaku mendongak ke atas
menatap langitlangit kamar yang sepertinya berubah jadi banyak.
Tubuhku melemas dan ambruk ke depan, ke dalam pelukan Pak Indra. Dia
peluk tubuhku sambil penisnya tetap dalam vaginaku, kami berdua basah
kuyup oleh keringat yang mengucur. Tapi tampaknya dia belum juga
keluar, kembali tubuhku dipompanya. Tubuhku bergoyang diatas tubuhnya.
Goyangan kami terhenti sejenak ketika Muklas tiba-tiba mendorong
punggungku sehingga pantatku semakin menungging dan payudaraku makin
tertekan ke wajah Pak Indra. Muklas membuka pantatku dan mengarahkan
penisnya ke sana
"Aduuh.. pelan-pelan Klas, sakit tau.. aww!" rintihku waktu dia
mendorong masuk penisnya. Bagian bawahku rasanya sesak sekali karena
dijejali dua batang penis besar. Kami kembali bergoyang, sakit yang
tadi kurasakan perlahan-lahan berubah menjadi rasa nikmat yang
menjalari tubuhku. Aku menjerit sejadi-jadinya ketika Muklas menyodok
pantatku dengan kasar, kuomeli dia agar lebih lembut dikit. Bukannya
mendengar, Muklas malah makin buas menggenjotku. Pak Indra melumat
bibirku dan memainkan lidahnya di dalam mulutku agar aku tidak terlalu
ribut.
Hal itu berlangsung sekitar 20 menit lamanya, sampai aku merasakan
tubuhku seperti mau meledak, yang dapat kulakukan hanya menjerit
panjang dan memeluk Pak Indra erat-erat sampai kukuku mencakar
punggungnya. Selama beberapa detik tubuhku menegang sampai akhirnya
melemas kembali dalam dekapan Pak Indra. Namun mereka masih saja
memompaku tanpa peduli padaku yang sudah lemas ini. Erangan yang keluar
dari mulutku pun terdengar makin tak bertenaga. Tiba-tiba pelukan
mereka terasa makin erat sampai membuatku sulit bernafas, serangan
mereka juga makin dahsyat, putingku disedot kuat-kuat oleh Pak Indra,
dan Muklas menjambak rambutku. Aku lalu merasakan cairan hangat
menyembur di dalam vagina dan anusku. Mereka berdua pun terkulai lemas
diantara tubuhku dengan penis masih tertancap.
Setelah sisa-sisa kenikmatan tadi mereda, akupun mengelap tubuhku
yang basah kuyup kemudian berjalan menuju kamar mandi. Eh.. ternyata
mereka mengikutiku dan memaksa ikut mandi bersama. Akhirnya kuiyakan
saja deh supaya mereka senang. Disana aku cuma duduk, merekalah yang
menyiram, menggosok, dan menyabuniku tentunya sambil menggerayangi.
Bagian kemaluan dan payudaraku paling lama mereka sabuni sampai aku
menyindir
"Lho..kok yang disabun disitu-situ aja sih, mandinya nggak
beres-beres dong, dingin nih" Disambut gelak tawa kami. Setelah itu,
giliran akulah yang memandikan mereka, saat itulah nafsu mereka bangkit
lagi, akupun kembali digarap di kamar mandi.
Lagi asik-asiknya digenjot mereka berdua Citra dan Indah datang dan
bergabung bersama kami. Kamar mandi itu menjadi tempat kami melakukan
pesta sex. Sampai akhirnya kami sama-sama puas.
Demikian sebagaian ceritaku. Nantikan ceritaku yang lain..
E N D
| Title | Author | Views |
| Aku Tidak Mau... Tapi Aku Menikmatinya |
roy_takeshi@yahoo.com |
128,615 |
| Teman Suamiku, Teman Tidurku 01 |
mh_asnawi@hotmail.com |
84,723 |
| Staff Admin Untuk Rame-Rame |
daricerita@mail.com |
68,691 |
| Majikan dan Pembantunya |
inidony@yahoo.com |
65,305 |
| Tugas Kenikmatan |
diandra_marcia@yahoo.com |
60,904 |
| Wah... !!! |
roy_takeshi@yahoo.com |
60,210 |
| Pesta Seks dengan Gadis SMA - 2 |
robertsasmita@yahoo.com |
56,264 |
| Mencicipi Pacar Teman |
gadis.ikon@yahoo.com |
52,161 |
| Kegelisahan Seorang Isteri |
rienmariana@yahoo.com |
51,798 |
| Andani Citra: Kegilaan di Lift Kampus - 1 |
andacc@kittymail.com |
44,645 |
| Ryu - 1 vs 3 |
Ryu_Hot@plasa.com |
44,082 |
| Kisah Bahagia di Hari Minggu - 4 |
sheilatanki@plasa.com |
44,051 |
| Pesta Pribadi |
Pesta Free Sex |
43,701 |
| Tante-tante Kesepian |
arip75rianto@lovemail.com |
42,801 |
| Pertama Kali Bertiga - 1 |
aishamaharani@yahoo.com |
40,479 |
|
|
|
|
|
|
|