|
|
Pembaca situs sumbercerita.com, berikut ini adalah
kisah kehidupan dan pengalaman sex aku selanjutnya. Setelah 2
pengalamanku sebelumnya sudah aku tuangkan didalam situs ini, mungkin
berkitu ini adalah kisah selanjutnya dari beberapa kejadian yang
mewarnai kehidupan sex aku.
*****
Entah mengapa, semakin sering aku melakukan making love dengan
seseorang, membuat kehidupan sex aku semakin baik aja. Dan entah
semuanya itu semakin bisa aku nikmati. Mungkin semua ini adalah dampak
dari terlalu tingginya libiloku sehingga saat aku mood, tidak jarang
setelah pulang kerja aku melakukan dengan teman kantorku.
Aku selalu bersyukur mempunyai kelebihan dalam urusan bercinta.
Ditambah Pengetahuan sex aku yang aku dapatkan dari film bf, buku-buku
sampai obrolan-obrolan dengan teman di kantorku, membuat aku semakin
bisa menyelami tentang apa itu sex. Sehingga aku benar-benar fasih
dalam menerjemahkan apa yang aku dapat dari pengetahuan tentang sex.
Itu terbukti dengan keluarnya banyak pujian dari para teman making love
aku. Rata-rata mereka sangat puas saat bercinta denganku, dan mereka
menemukan, merasakan dan menikmati sesuatu yang sebelumnya belum pernah
mereka rasakan dalam masalah sex.
*****
Cerita ini berawal dari perkenalanku dengan seorang wanita karir,
yang entah bagaimana ceritanya wanita karir tersebut mengetahui nomor
kantorku.
Siang itu disaat aku hendak makan siang tiba-tiba telepon lineku
berbunyi dan ternyata operator memberitau saya kalau ada telepon dari
seorag wanita yang engak mau menyebutkan namanya dan setelah kau
angkat.
"Hallo, selamat siang joko," suara wanita yang sangat manja terdengar.
"Helo juga, siapa ya ini?" tanyaku serius.
"Namaku Karina," kata wanita tersebut mengenalkan diri.
"Maaf, Mbak Karina tahu nomor telepon kantor saya dari mana?" tanyaku menyelidiki.
"Oya, aku temannya Yanti dan dari dia aku dapat nomor kamu," jelasnya.
"Ooo.. Yanti," kataku datar.
Aku mengingat kisahku, sebelumnya yang berjudul empat lawan satu.
Yanti adalah seorang wanita karir yang juga 'mewarnai' kehidupan sex
aku.
"Gimana kabarnya Yanti dan dimana sekarang dia tinggal?" tanyaku.
"Baik, sekarang dia tinggal di Surabaya, dia titip salam kangen sama kamu," jelas Karina.
Sekitar 10 menit, kami berdua mengobrol layaknya orang sudah kenal
lama. Suara Karina yang lembut dan manja, membuat aku menerka-nerka
bagaimana bentuk fisiknya dari wanita tersebut. Saat aku membayangkan
bentuk fisiknya, Karina membuyarkan lamunanku.
"Hallo.. Joko, kamu masih disitu?" tanya Karina.
"Iya.. Iya Mbak.." kataku gugup.
"Hayo mikirin siapa, lagi mikirin Yanti yaa?" tanyanya menggodaku.
"Nggak kok, malahan mikirin Mbak Karina tuh," celetukku.
"Masa sih.. Aku jadi GR deh" dengan nada yang sangat menggoda.
"Joko, boleh nggak aku bertemu dengan kamu?" tanya Karina.
"Boleh aja Mbak.. Bahkan aku senang bisa bertemu dengan kamu," jawabanku semangat
"Oke deh, kita ketemuan dimana nih?" tanyanya semangat.
"Terserah Mbak deh, Joko sih ngikut aja?" jawabku pasrah.
"Oke deh, nanti sore aku tunggu kamu di Mc. Donald plasa senayan," katanya.
"Oke, sampai nanti joko.. Aku tunggu kamu jam 18.30," sambil berkata demikian, aku pun langsung menutup teleponku.
Aku segera meluncur ke kantin untuk makan siang yang sempat
tertunda itu. Sambil membayangkan kembali gimana wajah wanita yang
barusan saja menelpon aku. Setelah aku selesai makan aku pun langsung
segera balik ke kantor untuk melakukan aktivitas selanjutnya.
Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 17.00, tiba saatnya aku
pulang kantor dan aku segera meluncur ke plasa senayan. Sebelumnya
prepare dikantor, aku mandi dan membersihkan diri setelah seharian aku
bekerja. Untuk perlengkapan mandi, aku sengaja membelinya dikantin
karena aku nggak mau ketemu wanita dengan tanpak kotor dan bau badan,
kan aku menjadi nggak pede dengan hal seperti itu.
Tiba di Plasa Senayan, aku segera memarkirkan mobil kijangku
dilantai dasar. Jam menunjukkan pukul 18.15. Aku segera menuju ke MC.
Donald seperti yang dikatakan Karina. Aku segera mengambil tempat duduk
disisi pagar jalan, sehingga aku bisa melihat orang lalu lalang diarea
pertokaan tersebut.
Saat mataku melihat situasi sekelilingku, bola mataku berhenti pada
seorang wanita setengan baya yang duduk sendirian. Menurut perkiraanku,
wanita ini berumur sekitar 32 tahun. Wajahnya yang lumayan putih dan
juga cantik, membuat aku tertegun, nataku yang nakal, berusaha
menjelajahi pemadangan yang indah dipandang yang sangat menggiurkan apa
lagi abgian depan yang sangat menonjol itu. Kakinya yang jenjang,
ditambah dengan belahan pahanya yang putih dan juga montok dibalik rok
mininya, membuat aku semakin gemas. Dalam hatiku, wah betapa bahagianya
diriku bila yang aku lihat itu adalah orang yang menghubungiku tadi
siang dan aku lebih bahagia lagi bila dapat merasakan tubuhnya yang
indah itu.
Tiba-tiba wanita itu berdiri dan menghampiri tempat dudukku. Dadaku
berdetuk kencang ketika dia benar-benar mengambil tempat duduk semeja
dengan aku.
"Maaf apakah kamu Joko?" tanyanya sambil menatapku.
"Iy.. Iyaa.. Kamu pasti Karina," tanyaku balik sambil berdiri dan mengulurkan tanganku.
Jarinya yang lentik menyetuh tanganku untuk bersalaman dan darahku
terasa mendesr ketika tangannya yang lembut dan juga halus meremas
tangaku dengan penuh perasaan.
"Silahkan duduk Karina," kataku sambil menarik satu kursi di depanku.
"Terima kasih," kata Karina sambil tersenyum.
"Dari tadi kamu duduk disitu kok nggak langsung kesini aja sih?" tanyaku.
"Aku tadi sempat ragu-ragu, apakah kamu memang Joko," jelasnya.
"Aku juga tadi berpikir, apakah wanita yang cantik itu adalah kamu?" kataku sambil tersenyum.
Kami bercerita panjang lebar tentang apapun yang bisa diceritakan,
kadang-kadang kami berdua saling bercanda, saling menggoda dan sesekali
bicara yang 'menyerempet' ke arah sex. Lesung pipinya yang dalam,
menambah cantik saja wajahnya yang semakin matang.
Dari pembicaraan tersebut, terungkaplah kalau Karina adalah seorang
wanita yang sedang bertugas di Jakarta. Karina adalah seorang pengusaha
dan kebetulan selama 4 hari dinas di Jakarta.
"Karin, kamu kenal Yanti dimana?" tanyaku.
Yanti adalah teman chattingku di YM, aku dan Yanti sering online
bersama. Dan kami terbuka satu sama lain dalam hal apapun. Begitu juga
kisah rumah tangga, bahkan masalah sex sekalipun. Mulutnya yang mungil
menjelaskan dengan penuh semangat.
"Emangnya Yanti menikah kapan? Aku kok nggak pernah diberitahu sih," tanyaku penuh penasaran.
"Dia menikah dua minggu yang lalu dan aku nggak tahu kenapa dia
nggak mau memberi tahu kamu sebelumnya," Jawabnya penuh pengertian.
"Ooo, begitu.." kataku sambil manggut-manggut.
"Ini adalah hari pertamaku di Jakarta dan aku berencana menginap 4
hari, sampai urusan kantorku selesai," jelasnya tanpa aku tanya.
"Sebenarnya tadi Yanti juga mau dateng tapi berhubung ada acara
keluarga jadi kemungkinan dia akan datang besok harinya dia bisa
dateng," jelasnya kembali.
"Memangnya Mbak Karina menginap dimana nih?" tanyaku penasaran.
"Kebetulan sama kantor sudah dipesankan kamar buat aku di hotel H.."jelasnya.
"Mmm, emangnya Mbak sama siapa sih?" tanyaku menyelidik.
"Ya sendirilah, Joko.. Makanya saat itu aku tanya Yanti," katanya
"Tanya apa?" tanyaku mengejar.
"Apakah punya teman yang bisa menemaniku selama aku di Jakarta," katanya.
"Dan dari situlah aku tahu nomor telepon kamu," lanjutnya.
Tanpa terasa waktu sudah menunjukan pukul 10.25 wib, dan aku lihat
sekelilingku pertokoan mulai sepi karena memang sudah mulai larut
malam. Dan toko pun sudah mulai tutup.
"Jok.. Kamu mau anter aku balik ke hotel nggak?" tanyanya.
"Boleh, masa iya sih aku tega sih biarin kamu balik ke hotel sendirian," kataku.
Setelah obrolan singkat, kami segera menuju parkiran mobil dan
segera meluncur ke hotel H.. Yang tidak jauh dari pusat pertokoan Plasa
Senayan. Aku dan Karina bergegas menuju lift untuk naik ke lantai 5,
dan sesampainya di depan kamarnya, Karina menawarkan aku untuk masuk
sejenak. Bau parfum yang mengundang syaraf kelaki-lakianku serasa
berontak ketika berjalan dibelakangnya.
Dan ketika aku hendak masuk ternyata ada dua orang wanita yang
sedang asyik ngegosip dan mereka pun tersenyum setelah aku masuk
kekamarnya. Dalam batinku, aku tenyata dibohongi ternyata dia nggak
sendiri. Karina pun memperkenalkan teman-temannya yang cantik dan juga
sex yang berbadan tinggi dan juga mempunyai payudara yang besar dia
adalah Miranda(36b) sedangkan yang mempunyai badan yang teramat sexy
ini dan juga berpayudara yang sama besarnya bernama Dahlia(36b). Dan
mereka pun mempersilahkan aku duduk.
Tanpa dikomando lagi mereka pun perlahan-lahan memulai membuka
pakaian mereka satu persatu, aku hanya bisa melotot saja tak berkedip
sekali pun, tak terasa adik kecilku pun segera bangun dari tidurnya dan
segera bangun dan langsung mengeras seketika itu juga. Setelah mereka
telanjang bulat terlihatlah pemandangan yang sangat indah sekali dengan
payudara yang besar, Karina pun langsung menciumku dengan ganasnya aku
sampai nggak bisa bernafas karena serangan yang sangat mendadak itu dan
aku mencoba menghentikannya.
Setelah itu dia pun memohon kepadaku agar aku memberikan kenikmatan
yang pernah aku berikan sama Yanti dan kawan-kawan. Setelah itu Karina
pun langsung menciumku dengan garangnya dan aku pun nggak mau tinggal
diam aku pun langsung membalas ciumannya dengan garang pula, lidah
kamipun beraduan, aku mulai menghisap lidahnya biar dalam dan juga
sebaliknya. Sedangkan Miranda mengulum penisku ke dalam mulutnya,
mengocok dimulutnya yang membuat sensasi yang tidak bisa aku ungkapkan
tanpa sadar aku pun mendesah.
"Aaahh enak Mir, terus Mir hisap terus, aahh.."
Sedangkan Dahlia menghisap buah zakarku dengan lembutnya membuat
aku semakin nggak tertahankan untuk mengakhiri saja permaianan itu. Aku
pun mulai menjilati vagina Karina dengan lembut dan perlahan-lahan biar
dia bisa merasakan permaianan yang aku buat. Karina pun menjerit keras
sambil berdesis bertanda dia menikmati permainanku itu.
Mirandapun nggak mau kalah dia menghisap payudaranya Karina
sedangkan Dahlia mencium bibir Karina agar tidak berteriak ataupun
mendesis. Setelah beberapa lama aku menjilati vaginanya terasa badannya
mulai menegang dan dia pun mendesah.
"Jok.. Akuu mauu keeluuarr."
Nggak beberapa lama keluarlah cairan yang sangat banyak itu akupun
langsung menghisapnya sampai bersih tanpa tersisa. Setelah itu aku pun
langsung memasukkan penisku ke dalam vagina Karina, perlahan-lahan aku
masukkan penisku dan sekali hentakan langsung masuk semua ke dalam
vaginanya yang sudah basah itu. Aku pun langsung menggenjotnya dengan
sangat perlahan-lahan sambil menikamati sodokan demi sodokan yang aku
lakukan dan Karina pun mulai mendesah nggak karuan.
"Aaahh enak Jok, terus Jok, enak Jok, lebih dalam Jok aahh, sstt.."
Membuat aku bertambah nafsu, goyanganku pun semakin aku percepat dan dia mulai berkicau lagi.
"Aaahh enak Jok, penis kamu enak banget Jok, aahh.."
Setelah beberapa lama aku mengocok, diapun mulai mengejang yang
kedua kalinya akupun semakin mempercepat kocokanku dan tak beberapa
lama aku mengocoknya keluarlah cairan dengan sangat derasnya dan terasa
sekali mengalir disekitar penisku. Akupun segera mencabut penisku yang
masih tegang itu. Miranda segera mengulum penisku yang masih banyak
mengalir cairan Karina yang menempel pada penisku, sedangkan Dahlia
menghisap vaginanya Karina yang masih keluar dalam vaginanya dengan
penuh nafsunya.
Miranda pun mulai mengambil posisi, dia diatas sedangkan aku
dibawah. Dituntunnya penisku untuk memasuki vaginanya Miranda dan
serentak langsung masuk. Bless.. Terasa sekali kehangatan didalam
vaginanya Miranda. Dia pun mulai menaik turunkan pantatnya dan disaat
seperti itulah dia mulai mempercepat goyangannya yang membuat aku
semakin nggak karuan menahan sensasi yang diberikan oleh Miranda.
Dahlia pun mulai menghisap payudara Miranda penuh gairah, sedangkan
Karina mencium bibir Miranda dengan garangnya, Miranda mempercepat
goyangannya yang membuat aku mendesah.
"Aaahh enak Mir.. Terus Mir.. Goyang terus Mir.. Lebih dalam lagi Mir.. Aaahh sstt"
Dan selang beberapa menit aku merasakan penisku mulai berdenyut,
"Mir.. Aku.. ingiin keeluuaarr"
Seketika itu juga muncratlah air maniku didalam vaginanya, entah
berapa kali munceratnya aku nggak tahu karena terlalu nikmatnya dan
diapun masih mengoyang semakin cepat. Seketika itu juga tubuhnya mulai
menegang dan terasa sekali vaginanya berdenyut dan selang beberapa lama
keluarlah cairan yang sangat banyak sekali, aku pun langsung
mengeluarkan penisku yang sudah basah kuyup ditimpa cairan cinta.
Mereka pun berebutan menjilati sisa-sia cairan yang masih ada
dipenisku, Dahlia pun langsung menjilati vaginanya Miranda yang masih
mengalir cairan yang masih menetes di vaginanya. Akupun melihat mereka
seperti kelaparan yang sedang berebutan makanan, setelah selang
beberapa lama aku mulai memeluk Dahlia dan aku pun mulai mencium
bibirnya dan mulai turun ke lehernya yang jenjang menjadi sasaranku
yang mulai menari-nari diatasnya.
"Ooohh.. Joko.. Geelli.." desah Dahlia.
Serangan bibirku semakin menjadi-jadi dilehernya, sehingga dia hanya bisa merem melek mengikuti jilatan lidahku.
Miranda dan Karina mereka asyik berciuman dan saling menjilat
payudara mereka. Setelah aku puas dilehernya, aku mulai menurunkan
tubuhnya sehingga bibirku sekarang berhadapan dengan 2 buah bukit
kembarnya yang masih ketat dan kencang. Aku pun mulai menjilati dan
sekali-kali aku gigit puntingnya dengan gigitan kecil yang membuat dia
tambah terangsang lagi dan dia medesah.
"Aaahh enak sekali Jok.. Terus Jok hisap terus Jok enak Jok aahh sstt.."
Dahlia pun membalasnya dengan mencium bibirku dengan nafsunya dan
setelah itu turun ke pusar dan setelah itu dia mulai mengulum,
mengocok, menjilat penisku didalam mulutnya. Setelah dia puas aku
kembali menyerangnya langsung ke arah lubang vaginanya yang memerah dan
disekelilingi rambut-rambut yang begitu lebat. Aroma wangi dari lubang
kewanitaannya, membuat tubuhku berdesis hebat. Tanpa menunggu lama
lagi, lidahku langsung aku julurkan kepermukaan bibir vagina.
Tanganku bereaksi untuk menyibak rambut yang tumbuh disekitar selangkangannya untuk memudahkan aksiku menjilati vaginanya.
"Ssstt.. Jok.. Nikmat sekali.. Ughh," rintihnya.
Tubuhnya menggelinjang, sesekali diangkat menghindari jilatan
lidahku diujung clitorisnya. Gerak tubuh Dahlia yang terkadang
berputar-putar dan naik turun, membuat lidahku semakin menghujam lebih
dalam ke lubang vaginanya.
"Joko.. Gila banget lidah kamu.." rintihnya
"Terus.. Sayang.. Jangan lepaskan.." pintanya.
Paha Dahlia dibuka lebar sekali sehingga memudahkan lidahku untuk
menjilatnya. Dahlia menggigit bibir bawahnya seakan menahan rasa nikmat
yang bergejola dihatinya.
"Oohh.. Joko, aku nggak tahan.. Ugh.." rintihnya.
"Joko cepet masukan penis kamu aku sudah nggak tahan nih," pintanya.
Perlahan aku angkat kaki kanannya dan aku baringkan ranjang yang
empuk itu. Batang kemaluanku sudah mulai mencari lubang kewanitaannya
dan sekali hentak.
"Bleest.." kepala penisku menggoyang vaginanya Dahlia.
"Aowww.. Gila besar sekali Jok.. Punya kamu," Dahlia merintih.
Gerakan maju mundur pinggulku membuat tubuh Dahlia mengelinjang
hebat danm sesekali memutar pinggulnya sehingga menimbulkan kenikmatan
yang luar biasa dibatang kemaluanku.
"Joko.. Jangan berhenti sayang.. Oogghh," pinta Dahlia.
Dahlia terus menggoyangkan kepalanya kekanan dan kekiri seirama
dengan penisku yang menghujam dalam pada lubang kewanitaannya. Sesekali
Dahlia membantu pinggulnya untuk berputar-putar.
"Joko.. Kamu.. Memang.. Jagoo.. Ooohh," kepalannya bergerak ke kiri dan ke kanan seperti orang triping.
Beberapa saat kemudian Dahlia seperti orang kesurupan dan ingin
memacu birahinya sekencang mungkin. Aku berusaha mempermainkan
birahinya, disaat Dahlia semakin liar. Tempo yang semula tinggi dengan
spontan aku kurangi sampai seperti gerakan lambat, sehingga centi demi
centi batang kemaluanku terasa sekali mengoyang dinding vagina Dahlia.
"Joko.. Terus.. Sayang.. Jangan berhenti.." Dahlia meminta.
Permainanku benar-benar memancing birahi Dahlia untuk mencapai
kepuasan birahinya. Sesaat kemudian, Dahlia benar-benar tidak bisa
mengontrol birahinya. Tubuhnya bergerak hebat.
"Joko.. Aakuu.. Kelluuaarr.. Aaakkhh.. Goyang sayang," rintih Dahlia.
Gerakan penisku kubuat patah-patah, sehingga membuat birahi Dahlia semakin tak terkendali.
"Jok.. Ooo.. Aaammpuunn," rintihnya panjang.
Bersamaan dengan rintihan tersebut, aku menekan penisku dengan
dalam hingga mentok dilangit-langit vagina Dahlia. Aku merasakan
semburan cairan membasahi seluruh penisku.
Dahlia yang sudah mendapat kedua orgasmenya, sedangkan aku masih
berusaha untuk mencari kepuasan birahiku. Posisi Dahlia, sekarang
menungging. Penisku yang masih tertancap pada lubang vaginanya langsung
aku hujamkan kembali ke lubang vaginanya Dahlia.
"Ooohh.. Joko.. Kamu.. Memang.. Ahli.." katanya sambil merintih.
Kedua tanganku mencengkeram pinggul Dahlia dan menekan tubuhnya supaya penisku bisa lebih menusuk ke dalam lubang vaginanya.
"Dahlia.. Vagina kamu memang enak banget," pujiku.
"Kamu suka minum jamu yaa kok seret?" tanyaku.
Dahlia hanya tersenyum dan kembali memejamkan matanya menikmati
tusukan penisku yang tiada hentinya. Batang kemaluanku terasa dipijiti
oleh vagina Dahlia dan hal tersebut menimbulkan kenikmatan yang luar
biasa. Permainan sexku diterima Dahlia karena ternyata wanita tersebut
bisa mengimbangi permainan aku.
Sampai akhirnya aku tidak bisa menahan kenikmatan yang mulai tadi sudah mengoyak birahiku.
"Dahlia.. Aku mau.. Keluar.."kataku mendesah.
"Aku juga sayang.. Ooohh.. Nikmat terus.. Terus.." Dahlia merintih.
"Joko.. Keluarin didalam.. Aku ingin rasakan semprotan.. Kamu.." pintanya.
"Iya sudah.. Ooogh.. Aaakhh.." rintihku.
Gerekan maju mundur dibelakang tubuh Dahlia semakin kencang,
semakin cepat dan semakin liar. Kami berdua berusaha mencapai puncak
bersama-sama.
"Joko.. Aku.. Aku.. Ngaak kkuuaatt.. Aaakhh" rintih Dahlia.
"Aku juga sudah.. Ooogh.. Dahh," aku merintih.
"Crut.. Crut.. Crut.." spermaku muncrat membanjiri vaginanya Dahlia.
Karena begitu banyak spermaku yang keluar, beberapa tetes sampai
keluar dicelah vagina Dahlia. Setelah beberapa saat kemudian Dahlia
membalikkan tubuhnya dan berhadapan dengan tubuhku.
"Joko, ternyata Yanti benar, kamu jago banget dalam urusan sex. Kamu memang luar biasa" kata Dahlia merintih.
"Biasa aja kok Mbak, aku hanya melakukan sepenuh hatiku saja," kataku merendah.
"Kamu luar biasa.." Dahlia tidak meneruskan kata-katanya karena
bibirnya yang mungil kembali menyerang bibirku yang masih termangu.
Segera aku palingkan wajahku ke arah Karina dan Miranda, ternyata
mereka sudah tertidur pulas mungkin karena sudah terlalu lelah, dan
akupun tak kuasa menahan lelah dan akhirnya akupun tertidur pulas. Dan
setelah 4 jam aku tertidur aku pun terbangun karena ada sesuatu yang
sedang mengulum batang kemaluanku dan ternyata Miranda sudah bangun dan
aku pun menikmatinya sambil menggigit bibir bawahku. Dan kuraih
tubuhnya dan kucium bibirnya penuh dengan gairah dan akhirnya kami pun
mengulang kembali sampai besok harinya. Dengan terpaksa aku menginap
karena pertarunganku dengan mereka semakin seru aja.
Ketika pagi telah tiba akupun langsung ke kamar mandi di ikuti oleh
mereka dan akupun mandi bareng dan permainan dimulai kembali
didetik-detik ronde terakhir. Tanpa terasa kami berempat sudah naik
didalam bathup, kami mandi bersama. Guyuran air dipancurkan shower
membuat tubuh mereka yang molek bersinar diterpa cahaya lampu yang
dipancarkan ke seluruh ruangan tersebut. Dengan halus, mereka
menuangkan sabun cair dari perlengkapan bag shop punya mereka. Aku
mengosok keseluruh tubuh mereka satu persatu, sesekali jariku yang
nakal memilih punting mereka.
"Ughh.. Joko.." mereka merintih dan bergerak saat aku permainkan puntignya yang memerah.
Sebelum aku meinggalkan mereka, kami berempat berburu kenikmatan.
Dan entah sudah berapa kali mereka yang sedang membutuhkan kehangatan
mendapatkan orgasme. Kami memburu kenikmatan berkali-kali, kami
berempat memburu birahinya yang tidak kenyang.
Sampai akhirnya waktu menunjukkan pukul 08.00 wib, dimana aku harus
berangkat kerja dan pada jam seperti ini jalanan macet akupun
mempercepat jalannya agar tidak terkena macet yang berkepanjangan. Aku
meninggalkan Hotel H.. Sambil menikmati sisa-sisa kenikmatan yang sudah
ditinggalkan oleh permainan tadi.
E N D
| Title | Author | Views |
| Aku Tidak Mau... Tapi Aku Menikmatinya |
roy_takeshi@yahoo.com |
128,623 |
| Teman Suamiku, Teman Tidurku 01 |
mh_asnawi@hotmail.com |
84,763 |
| Staff Admin Untuk Rame-Rame |
daricerita@mail.com |
68,696 |
| Majikan dan Pembantunya |
inidony@yahoo.com |
65,315 |
| Tugas Kenikmatan |
diandra_marcia@yahoo.com |
60,908 |
| Wah... !!! |
roy_takeshi@yahoo.com |
60,216 |
| Pesta Seks dengan Gadis SMA - 2 |
robertsasmita@yahoo.com |
56,275 |
| Mencicipi Pacar Teman |
gadis.ikon@yahoo.com |
52,184 |
| Kegelisahan Seorang Isteri |
rienmariana@yahoo.com |
51,801 |
| Andani Citra: Kegilaan di Lift Kampus - 1 |
andacc@kittymail.com |
44,653 |
| Ryu - 1 vs 3 |
Ryu_Hot@plasa.com |
44,092 |
| Kisah Bahagia di Hari Minggu - 4 |
sheilatanki@plasa.com |
44,058 |
| Pesta Pribadi |
Pesta Free Sex |
43,707 |
| Tante-tante Kesepian |
arip75rianto@lovemail.com |
42,865 |
| Pertama Kali Bertiga - 1 |
aishamaharani@yahoo.com |
40,488 |
|
|
|
|
|
|
|