|
|
Sambungan Dari Bagian 1 Akupun nggak jadi takut dan ikut tersenyum.Aku jadi berani dengan
situasi seperti ini.Aku merasa seperti diberi lampu hijau. Aku langsung
saja mengarahkan tanganku ke payudara Linda dan meremas-remas
payudaranya dari luar pakaiannya.Linda hanya tersenyum saja aku
perlakukan begitu.Aku segera melumat bibirnya dan Linda membalasnya
juga dengan ganasnya. Nampaknya dia benar-benar membutuhkan seks.Aku
semakin senang.
Aku segera melucuti pakaian yang dikenakan Linda, sampai dia tidak
memakai pakaian sehelai benangpun seperti adik-adiknya. Aku merasa
kaget juga, karena payudaranya Mbak Linda lebih besar dibandingkan
payudara adik-adiknya. Terus terang aku sangat senang dengan ukuran
payudaranya yang besar itu.Aku segera menciumi payudaranya bertubi-tubi
dan bergantian, maklum nafsu seksku mulai bangkit lagi.Linda sudah
mulai terengah-engah menghadapi seranganku.Aku kembali melumat bibir
Mbak Linda yang indah.Mbak Linda juga kembali membalas ciumanku dengan
bernafsu.
Sementara itu aku juga melirik Shinta dan Yuni dan mereka cuma
tersenyum menatapku sambil mengelus-elus vaginanya masing-masing.
Ciuamanku kembali kuarahkan keleher Linda yang putih bersih.Dan terus
kuturunkan ke payudaranya yang montok. payudaranya kuciumi bergantian
dan puting payudaranya kuhisap dengan lahap.Lama aku menghisap
payudaranya.Linda berkata,
"akh..Andrie..terus hisap..sayhang..enakh..sekali.terus
sayang..kamu sekarang jadi bayi..ya..terus hisap payudara
Mbak..sayang..?"katanya menceracau.
Aku nggak peduli dengan rintihan dan erangan Mbak Linda.Malah aku
semakin bersemangat saja.Ciumanku kuturunkan keperutnya yang putih dan
ramping dan terus turun kepahanya yang mulus.Pahanya kujilatin sampai
basah semua.Jilatanku kunaikkan ke sela-sela pahanya yaitu ke
vaginanya.
"Akh..apa ini Andrie..ohh..terus Andrie.."kata Mbak Linda.
Kayaknya dia juga tidak peduli lagi dengan sekitarnya.
Aku menjilati vaginanya.Aku mencari klitorisnya dan
menghisapnya.Mbak Linda menjerit tertahan dan menekan belakang
kepalaku, sehingga aku semakin mencium bau wangi dari vaginanya.Aku
terus menjilati klitorisnya itu, sampai akhirnya aku merasakan cairan
yang keluar dari vagina Mbak Linda.Tapi Mbak Linda sendiri belum
keluar.Sementara punyaku sendiri sudah semakin tegang.Aku segera
merubah posisiku dan menyodorkan penisku kemulut Mbak Linda.Mbak Linda
membuka mulutnya dan melahap penisku dan menghisap penisku dengan
sangat bernafsu.Aku menyadari nafsu seks Mbak Linda sangat tinggi.Tapi
aku yakin bisa memuaskannya.
Akhirnya kusuruh Mbak Linda telentang.Diapun menurut untuk
telentang dan membuka kakinya lebar-lebar.Akupun segera mengatur
posisiku untuk mengarahkan penisku kedalam lubang kemaluannya.Tapi
sebelum aku memasukkannya, Yuni dan shinta mendekat dan berkata,
"Andrie..sebentar dulu.."kata Shinta.
Tanpa menunggu jawabanku dia langsung memegang penisku dan
memasukkan kedalam mulutnya lalu menghisapnya. Setelah itu giliran Yuni
yang menghisap penisku.Aku melihat Mbak Linda sudah nggak sabaran untuk
merasakan penisku.Akhirnya setelah Yuni menghisap penisku, dia
membimbing penisku dan mengarah kan ke lubang vagina kakaknya.Setelah
posisinya pas, aku segera menekan pantatku perlahan-lahan.
Terdengar desahan dan jerita kecil keluar dari mulut Mbak
Linda.Rupanya lubang vagina Mbak Linda masih sempit seperti punya
adik-adiknya.Aku sangat senang sekali.Aku segera menaik-turunkan
pantatku ke vagina Mbak Linda.Jeritan dan desahan nafas Mbak Linda
makin keras.Aku tidak peduli dan terus saja menggenjot dan menaik
turunkan pantatku.Sama seperti vagina adik-adiknya, vagina Mbak Linda
seperti meremas-remas penisku.
Aku sudah hampir keluar, tapi aku berusaha bertahan selama
mungkin.Dan kuperhatikan Mbak Linda hampir mencapai puncak orgasmenya.
"..akh..akh..akh..terus andrie..akh..aku sudah mau keluar nih..akh..,"katanya terus menceracau.
" Aahh aku juga mau keluar mbak.."kataku sambil meremas dan menghisap payudaranya.
Akhirnya aku merasakan cairan hangat membasahi penisku.
"Ahh..Andriee..mbak sudah keluar.."kata Mbak Linda.Rupanya dia
sudah keluar.Bersamaan dengan itu akupun merasa sudah nggak kuat lagi.
"Mbak..akhu..jugha..mau keluar..h.."kataku dengan suara agak parau.
Akhirnya spermaku tumpah membasahi vaginanya.Aku tertelungkup lemas
diatas tubuh Mbak LInda.Kulihat Shinta dan Yuni tersenyum menatapku.Aku
lalu mencabut penisku dari lubang vagina Mbak Linda dan tidur
menelentang.
Shinta dan Yuni segera mendekatkan melutnya dan kembali menghisap
penisku bergantian.Begitu juga dengan Mbak Linda bangun untuk menghisap
penisku bergantian.Akhirnya kami kembali rebahan.Mbak Linda disebelah
kananku, Shinta disebelah kiriku, sementara Yuni dengan manjanya
telungkup diatas tubuhku.Kami sama-sama menarik nafas panjang.Sementara
tanganku kembali bergerilya seperti tadi meraba seluruh tubuh
kakak-adik itu dan meremas-remas payudara mereka
bergantian.Kadang-kadang mereka juga bangun sebentar hanya untuk
menghisap penisku.Kami sama-sama terbaring lemas.
Tak lama Shinta membuka pembicaraan,
"Wah..Andrie..kamu memang kuat bisa mengalahkan Mbak Linda.penismu juga besar dan kuat lho Andrie."
Aku hanya tersenyum saja dan meremas payudara Shinta dengan lembut dan memainkan puting payudaranya dengan ujung jariku.
"Baru kali ini aku merasa puas kalo main gini Ndrie.."kata Mbak Linda.
Aku hanya tersenyum saja mendengar pujian mereka dan tanganku semakin nakal dengan memasukkan jariku kelubang vagina Mbak Linda.
"Awww..Andrie..tanganmu nakal..aku lagi capek nih.."kata Mbak Linda manja.
Aku lalu berkata,"Wah..Yuni, Shinta, mbak Linda, kayaknya kita harus berpakaian nih sebelum ibumu datang."
Yuni segera menjawab,
"Nggak apa-apa kok Andrie.Kalau ibu datang dan melihat kita begini
nggak bakalan marah kok..ya kan mbak?"kata Yuni sambil bertanya pada
kakaknya.
Kedua kakaknya tersenyum saja dan Shinta berkata,
"Kalau kamu mau, kamu juga boleh main sama ibu Andrie.."
"Iya..ibu pasti senang sekali ya kan Mbak Linda?"tanya Yuni sama Mbak Linda.
Mbak Linda menganggukkan kepalanya.Sekarang aku sudah mulai
tenang.Sekarang tenagaku sudah mulai pulih.Lama kami terdiam, tapi
tanganku tetap tidak bisa diam dan selalu menggerayangi tubuh
ketiganya.Tapi mungkin karena kecapean, mereka bertiga cuma diam saja
ketika tanganku menggerayangi tubuhnya, walaupun jari tengahku
mengorek-ngorek vaginanya.
Tiba-tiba terdengar suara dari luar,
"Shinta, Yuni..kalian dimana?"
Rupanya ibunya sudah datang.
"Kami disini Bu.."sahut Yuni.
Lalu Yuni berkata padaku,
"Ayo Andrie..kamu boleh coba ibuku..katanya tersenyum.
Aku cuma mengangguk saja dan sekarang tenagaku sudah benar-benar pulih lagi.
Tak lama kemudian ibunya Yuni sampai di kamar dan terkejut,
"hai..kalian lagi ngapain?"katanya sambil menutup mulutnya.
Ibunya Yuni masih melotot tidak percaya menatapku.Setelah dekat
tanganku langsung memeluk ibu Yuni dan langsung meremas-remas
payudaranya.Sementara itu dia masih setengah tidak percaya, tapi dia
membiarkan tanganku meremas-remas payudaranya.Sambil berdiri aku
menciumi bibirnya dan sekarang dia mulai membalas ciumanku.Aku tidak
menduga ciuman ibunya ganas juga.Sementara tanganku masih terus
meremas-remas payudaranya.Aku segera melucuti pakaiannya satu demi
satu.Kulihat dia sekarang sudah bisa tersenyum dan berkata,
"Linda, Shinta, Yuni..kalian bear-benar nakalya..?tapi kalian baik juga mau mengajak ibu main sama Andrie."
Linda, Shinta dan Yuni hanya tersenyum saja dan berkata,
"ya Bu..jangan malu-malu ya..ya..penis Andrie enak lho Bu.."
Setelah pakaian luarnya kulucuti, hingga hanya tinggal BH dan CD
aja.Tanganku masih saja meremas-remas payudaranya.Nafas ibu Yuni mulai
naik turun.Dia membiarkan saja apapun yang kulakukan pada tubuhnya dan
menikmatinya.Aku mulai melepaskan BH nya dan aku kaget juga payudara
dia masih kencang, putih dan montok dan besarnya hampir sama dengan
payudara Mbak Linda.Aku segera menyerbu payudaranya dengan
ciuman-ciumanku.Aku menghisap puting payudaranya sambil berdiri.
Dia hanya merintih-rintih saja.Aku meremas-remas pantatnya yang
montok, sementara mulutku tidak berhenti menghisap puting payudaranya
kiri kanan.Setelah puas dibagian payudara, ciumanku kulanjutkan ke
bawah.Ciumanku kuarahkan ke pahanya yang putih mulus dan terus naik
keselangkangannya.Aku melepaskan CD nya sehingga dia tidak mengenakan
apa-apa lagi, bugil seperti aku dan anak-anak tirinya.
Aku lalu menjilati vaginanya.Sambil berdiri, dia membuka kakinya
agar mulutku leluasa menjilati vaginanya.Sementara tangannya menekan
belakang kepalaku.Aku terus saja menghisap klitorisnya. Dia
menjerit-jerit kecil dan kakinya kulihat agak gemetaran. Setelah puas
menjilati vaginanya, aku lalu menekan tubuhnya supaya duduk jongkok
menghadapku.Dia mengerti dan langsung saja mulutnya melumat penisku.Aku
merasa sangat enak.Kayaknya Dia lebih berpengalaman dalam hal menjilat
penis.Dia terus saja menghisap penisku dengan penuh semangat.
Akhirnya aku sudah tidak tahan lagi, aku lalu menyuruhnya
membelakangiku.Aku lalu mengatur posisi dan mengarahkan penisku ke
lubang vaginanya dari belakang dan menekannya pelan-pelan.Dia menjerit
tertahan.Tapi aku tidak peduli. sementara Linda, Shinta dan Yuni hanya
menonton dengan bersemangat dari samping.Aku menggoyang pantatku maju
mundur sambil berdiri.Tangan kirinya kutarik kebelakang dan tangan
kananku meremas-remas payudaranya yang sebelah kanan.Dia kembali
menjerit-jerit dengan desahan nafasnya yang memburu.
"Andrie..kamu..punyamu sangat enakh..akh..akh.."katanya menceracau.
Aku semakin bersemangat mendengar rintihannya.Lalu aku menarik
tangan kanannya sehingga kedua tangannya kutarik kebelakang.Sementara
pantatku tetap maju mundur menggoyang pantatnya.payudaranya yang besar
terus saja bergoyang-goyang ke bawah.
Aku lalu merubah posisi dan menyuruhnya telentang.Dengan nafas
memburu dia menurut saja dan telentang dengan membuka kakinya
lebar-lebar.Aku segera mengarahkan penisku ke vaginanya. Penisku pun
segera menusuk vaginanya dan pantatku naik turun menghujam
vaginanya.vaginanya tidak kalah rasanya dibandingkan vagina
anak-anaknya. Masih menggigit dan meremas-remas penisku. Nafaskupun
semakin cepat seperti nafasnya.
Sementara penisku menusuk-nusuk vaginanya, aku selalu menghisap
payudaranya bergantian Sekitar hampir satu jam kami main, sampai
akhirnya dia berkata,
"Andrie..ahh..penismu sangat enakh..kuat..lubang vaginau jadi
penuh oleh penismu..ahh..ahh..terus sayang..aku sudah hampir
keluarhh..ahh..ahh.."
Dan tak berapa lama akupun segera merasakan penisku jadi hangat
karena cairan dari vaginanya sebagai tanda dia sudah sampai puncak
orgasmenya.Badannya yang tegang tadi mulai lemas.Aku masih saja
menggenjot vaginanya dan akhirnya akupun merasakan sesuatu yang hendak
keluar.penisku kubenamkan dalam-dalam kedalam vaginanya.Dan spermaku
pun keluar membasahi liang vaginanya.Aku tertelungkup lemas dengan
nafas tidak beraturan.
Dia juga begitu lemas dan nafasnya juga tidak beraturan.Aku lalu
mencabut penisku dari vaginanya dan telentang sambil menarik nafas
panjang.Aku memejamkan mataku.Walaupun sudah keluar tapi penisku masih
ngaceng.Mbak Linda, shinta dan Yuni mendekat dan mereka bergantian
menghisap penisku dan menelan sisa-sisa spermaku.Aku merasakan
nikmatnya hisapan mereka bergantian.
Mereka bertiga akhirnya merebahkan badannyadisampingku.Lama kami terdiam karena kelelahan.Akhirnya Yuni berkata,
"Gimana Bu..?Enakkan penisnya Andrie..?"
Ibunya berkata,"Wah..Andrie..kamu memang luar biasa.penismu besar, kuat..wah..enak sekali.."
Aku menjawab,"Kalian juga sangat enak sekali.vagina kalian terasa
meremas-remas penisku.Aku juga sangat suka dengan payudara kalian yang
montok-montok ini."kataku sambil meremas-remas payudara mereka
bergantian.
Akhirnya aku tidak diperbolehkan pulang dan harus menginap malam
itu.Kami kembali main bergantian.Aku kembali main sama Mbak Linda,
Shinta , Yuni dan ibunya.Sungguh aku merasa sangat terpuaskan saat
itu.Aku bisa menikmati tubuh mereka, tubuh kakak Yuni, tubuhnya sendiri
dan tubuh ibunya.Aduh sangat enak sekali.Apalagi kulit tubuh mereka
putih semua, maklum karena mereka adalah orang cina turunan.Apalagi
payudara mereka sangat montok dan vaginanya juga bisa memijit-mijit
penisku.
Setelah hari itu, tiap kali aku main ke sana, kalau baru sampai di
rumah Yuni, aku selalu meremas-remas payudara mereka
bergantian.Kadang-kadang aku langsung melucuti pakaian mereka dan
langsung menghisap payudara mereka bergantian.mereka pun sangat senang
dengan caraku waktu aku datang itu.Kadang-kadang kalau baru datang, aku
langsung membuka celanaku dan menyodorkan penisku kedalam mulut Yuni,
Shinta ibunya atau Mbak Linda.Mereka pun sangat senang sekali.Sehingga
tiap kali aku datang kesana pasti main dengan mereka bergantian.
Kadang-kadang Yuni, Shinta, mbak Linda atau ibunya juga
memperkenalkan aku dengan teman-temannya dan akupun sering juga main
dengan teman-teman mereka.Aku bilang pada mereka, kalau mau mengundang
teman untuk main harus yang bersih.Rata-rata teman-teman mereka itu
adalah wanita yang tidak bisa dipuaskan oleh suaminya.Ada salah satu
temannya yang mau memberiku bayaran, tapi aku menolaknya karena aku
melakukannya dengan suka sama suka.Karena aku sangat suka seks.
TAMAT
| Title | Author | Views |
| Aku Tidak Mau... Tapi Aku Menikmatinya |
roy_takeshi@yahoo.com |
128,618 |
| Teman Suamiku, Teman Tidurku 01 |
mh_asnawi@hotmail.com |
84,743 |
| Staff Admin Untuk Rame-Rame |
daricerita@mail.com |
68,696 |
| Majikan dan Pembantunya |
inidony@yahoo.com |
65,308 |
| Tugas Kenikmatan |
diandra_marcia@yahoo.com |
60,907 |
| Wah... !!! |
roy_takeshi@yahoo.com |
60,214 |
| Pesta Seks dengan Gadis SMA - 2 |
robertsasmita@yahoo.com |
56,272 |
| Mencicipi Pacar Teman |
gadis.ikon@yahoo.com |
52,168 |
| Kegelisahan Seorang Isteri |
rienmariana@yahoo.com |
51,800 |
| Andani Citra: Kegilaan di Lift Kampus - 1 |
andacc@kittymail.com |
44,648 |
| Ryu - 1 vs 3 |
Ryu_Hot@plasa.com |
44,084 |
| Kisah Bahagia di Hari Minggu - 4 |
sheilatanki@plasa.com |
44,054 |
| Pesta Pribadi |
Pesta Free Sex |
43,704 |
| Tante-tante Kesepian |
arip75rianto@lovemail.com |
42,832 |
| Pertama Kali Bertiga - 1 |
aishamaharani@yahoo.com |
40,485 |
|
|
|
|
|
|
|