|
|
Sambungan dari bagian 01 Selesai itu lalu Lud tidur dan istriku diminta menungging agak di
bawahnya sehingga mulutnya pas depan penisnya dan aku diminta
mengerjakan vaginanya dengan penisku. Saat menungging kelihatan buah
dada istriku menggantung bebas dan langsung saja ditangkap dengan kedua
tangan Lud dan terus diremas-remas. Istriku tanpa komando langsung
mencaplok penis Lud yang mulai agak tegang dan mempermainkannya dengan
mulut dan lidahnya. Lubang penisku dibuka-buka dengan ujung lidahnya
dan kadang-kadang dikocok naik turun dengan mulutnya sehingga Lud
mengerang nikmat. Aku sendiri langsung tegang keras dan terus
kuhunjamkan maju mundur ke vaginanya. Mendapat dua penis yang sekaligus
mengisi lubang atas dan bawah apalagi yang satu gede sekali istriku
tampak bernafsu sekali, nafasnya kelihatan terus memburu sedang
vaginanya mulai keluar santannya dan kental sekali. Kulihat istriku
kadang-kadang tak menghisap penis Lud tapi memepetkan buah dadanya
kepenis Lud dan ditaruhnya di belahan buah dadanya dan digosok-gosok
dengan buah dadanya.
Melihat itu lalu kupegang pantat istriku dan langsung kugoyangkan
maju mundur sehingga sekaligus buah dadanya bisa menggosok-gosok penis
Lud dan vaginanya mengocok penisku. Praktis kami laki-laki berdua diam
hanya dengan goyangan pada pantatnya sudah membuat nikmat penis dua
laki-laki dan kulihat vaginanya makin banyak dengan santan kental yang
berwarna putih seperti susu. Aku bilang, "Waduuh Lud, santannya Hwa
mulai keluar dan kental sekali Lud". Langsung dia bilang, "Aku juga
tegang banget penisku disedot-sedot dan dipermainkan lubangnya oleh
Hwa, ayo kita ganti posisi." Temanku usul supaya istriku jangan capai
sebab masih terus akan dikerjakan semalam suntuk, maka istriku disuruh
yang tidur tapi pantatnya di ujung bawah kasur hingga kakinya bisa
menapak ke lantai. Temanku nanti akan menancapkan vaginanya dari bawah
sambil memegang dan membentangkan kaki istriku. Dan aku yang bertugas
mengisi mulut atas dengan penisku dengan jongkok tepat di atas buah
dadanya sehingga penisku tepat di hadapan mulutnya.
Penisku juga langsung dicaplok oleh Hwa yang sudah memuncak
nafsunya, baru beberapa saat Hwa melepas penisku dan mengaduh, "aachh..
Lud!" Aku melongok ke belakang ternyata Lud masih sibuk mau memasukkan
penisnya sebab belum bisa masuk, yaah karena kelewat besar bendolan
kepala penisnya saat tegang banget itu kira-kira ada 5 cm diameternya.
"Sulit banget An masuknya coba kuberi minyak sedikit dulu", katanya.
"Masak toch padahal sudah kumasukan penisku dan sudah ada santannya
lho", sahutku. Lalu temanku ambil botol kecil isi minyak dan dioleskan
kepala penisnya dengan minyak lalu dia mengambil semacam longsong dari
karet dengan bagian dinding luarnya penuh bulu dari karet kira-kira
panjangnya 1 cm. Longsong itu lebarnya kira-kira 10 cm.
Kemudian dipakaikan ke penisnya hingga batang penisnya sebagian
tertutup dengan longsong berbulu itu. "Ini supaya Hwa mendapat
kenikmatan yang lebih hebat. Mau coba ya Hwa?" katanya sambil
ditunjukkan ke istriku penisnya yang sudah gede dan panjang lagi hitam
itu dilongsongi dengan gelang karet putih berbulu itu sehingga
benar-benar menakjubkan kelihatannya. Istriku bilang, "Waah kayak apa
rasanya nanti Lud, aku belum bisa membayangkan. Tapi pokoknya habisi ya
Lud air mani dan santanku!"
"Oke" sahutnya. Lalu Lud mengangkat dan mementang lagi kaki
istriku dan ujung penisnya ditempelkan tepat di lubang vagina istriku
yang mulai menganga itu dan disentakkan ke dalam. "aacch.. Lud, masuk
Lud penismu", kata istriku. Memang kepala penisnya Lud sudah masuk lalu
digoyang-goyangkan keluar masuk pelan-pelan kepala penisnya supaya agak
terbiasa. "Waduh Lud, Pi, rasanya seret sekali bibir vaginaku bisa
merasakan bentuk penismu Lud", kata istriku sambil matanya terpejam dan
menggigit bibir. Setelah itu baru dimasukkan seluruh batang penisnya
yang tertutup gelang bulu itu pelan-pelan.
Setelah terbenam semuanya, istriku mendesis lagi, "Aduh Pi, penis
Lud mentok sampai dalam kepalanya rasanya menyodok mulut rahimku.
Enaaknya luar biasa dan gelinya juga hebat kena gelang bulu itu",
dengan penis tetap terbenam penuh Lud mulai menggoyangkan pantatnya
naik-turun bergantian dengan kiri-kanan, sehingga penisnya menyapu
seluruh dinding vagina istriku. Tangan istriku mulai meremas kain sprei
dan minta penisku untuk dihisapnya. Penisku juga dipermainkan dengan
lidah, lubangnya dibuka-buka dengan lidah, enaknya luar biasa. Aku
sambil melihat ke belakang, kulihat penis Lud mulai digoyangkan keluar
masuk sehingga bulu karetnya menyentuh clit-nya juga dan terlihat
bulunya banyak santan istriku yang menempel. Setelah gampang masuk
keluar penisnya, maka kaki istriku disuruh membuka dengan telapak
kakinya manjat di pinggir kasur sehingga tangan Lud langsung meremas
buah dada yang ada di bawah pantatku.
Baru 3 menit jalan adegan ini, istriku sudah mengaduh, "Aah.. aah,
aku mau klimaks, Lud, Pi!" Benar juga sekejap lagi istriku tampak lemas
sehingga menghisapnya kendor dan Lud berkata, "Gila An, pijatan vagina
istrimu kuat sekali di penisku." Memang kalau klimaks istriku vaginanya
memijit penis dengan kuat dan nikmat rasanya. Setelah agak kuat,
istriku bilang, "Pi, Lud tolong semprotkan semua manimu ya, aku sudah
pengin hangatnya manimu sekalian." Aku tanya pada istriku, "Mi, gimana?
Mami nikmat dan puas keinginan Mami untuk merasakan 2 penis sekaligus
terlaksana?"
"Ya Pi, Mami puas banget dan memang enaknya dan grengnya luar
biasa sekaligus melihat, memegang dan menikmati 2 penis, apalagi ada
yang gede-gede. Mami jadi kepingin terus", sahutnya. Lalu Lud sudah
mulai menggenjot lagi vagina Hwa dengan penisnya dan penisku dihisap
lagi sambil dibantu dikocok dengan tangan. Setelah 5 menit lagi,
istriku mencapai klimaks lagi. Lalu temanku bilang, "Ayo An, sekarang
kita puaskan Hwa dengan semprotan mani secara berbarengan."
Lud mulai menggerakan lagi keluar masuk dan kadang memutar sehingga
istriku sering menggelinjang tubuhnya dan penisku mulai dihisap lagi
sambil kadang-kadang dikocok dengan tangan, sedang buah dada istriku
tetap menjadi bagian dari tangan Lud yang tak bosan-bosan
meremas-remasnya. Makin lama Lud semakin cepat dan semakin keras
menghunjamkan penisnya ke vagina Hwa dan mulai mendengus-dengus seperti
sapi. Melihat itu akan jadi memuncak nafsuku dengan penis terus dikocok
oleh istriku maka air maniku tak tertahan lagi, creet.. creet.. cret,
maniku menyemprot masuk ke mulut istriku. Karena seminggu tak
bersetubuh maka maniku banyak serta kental juga sehingga mulut istriku
penuh dengan mani yang putih seperti cendol itu. Lalu penisku
kukeluarkan dari mulutnya dan mani yang masih menetes dari lubang
penisku kugeser-geserkan ke bibir istriku dan langsung ditelan semua
maniku. Baru saja habis menelan maniku terdengar suara mengaduh dari
temanku, "Uuuh.. uuhh.. uuhh", sambil menekankan kuat-kuat penisnya
yang terbenam itu ke vagina istriku. Dan tiap kali Lud mengaduh istriku
pun ikut mengaduh, "aah Lud.. aahh Lud.. aah Lud." Jadi rupanya tiap
kali semprotan mani Lud terasa sekali nikmatnya oleh istriku. Aku lalu
rebah tidur sebelah istriku dan temanku juga langsung rebah menindih
tubuh istriku.
Walaupun dengan nafas yang masih memburu tangan temanku tetap masih
meremas buah dada Hwa. Kemudian tubuh Lud dipeluk erat oleh istriku dan
kakinya pun dilipatkan erat-erat ke pantat Lud dengan maksud agar
penisnya jangan buru-buru dicabut dari vaginanya. Kira-kira sampai 5
menit kita bertiga terdiam tanpa kata-kata hanya dengan nafas
tersengal-sengal, baru kemudian aku turun menuju kamar mandi untuk cuci
dan ternyata Lud dengan merangkul istriku juga ikut ke kamar mandi
untuk cuci bersama. Untuk mencuci penis-penis, istriku yang bertugas
karena kepunyaan Lud yang banyak belepotan santan dari mani istriku
maka penisnya yang dicuci dulu. Kulihat dari vagina Hwa meleleh sedikit
mani yang keluar ke pahanya dan kulihat bibir vaginanya memerah.
Istriku bilang, "Ya Pi bibir vaginaku merah? Itu gara-gara penis
temanmu itu toch yang seretnya bukan main mulai dari bibir vagina
sampai dinding dalam vagina seret terus, sehingga vaginaku bisa
merasakan lekuk-lekuk penis Lud."
"Tapi nikmat dan nikmat toch sayang?" balas Lud. Istriku tertawa
tanda setuju, sambil terus mencuci penis Lud dan kemudian penisku.
Setelah itu giliran istriku vaginanya mau dicuci oleh tamanku, istriku
duduk di closet dengan kaki terbuka lebar kemudian vaginanya dicuci dan
jari tengahnya dimasukkan pelan-pelan untuk mengambil mani yang
menempel di dalam dan ternyata ada sedikit dan ditunjukkan ke istriku.
Istriku bilang,
"Wah Pi, maninya Lud ngendon dalam vaginaku nih sebab tadi
semprotannya banyak dan sampai tiga kali tapi yang keluar sedikit
sekali. Mungkin masuk ke rahim sebab dalam perutku masih terasa hangat
dan saat nyemprot ujung lubangnya benar-benar disodokkan sampai rasanya
masuk lubang rahimku. Gimana ya Pi?"
"Biarin saja lama-lama kan keluar sendiri, sekarang dikeluarkan percuma nanti malam kamu kan masih akan disemprot lagi."
"Bukan malam ini saja mungkin sampai besok pagi akan kusemprotkan sampai habis maniku ke vaginamu", sahut Lud. Istriku menjawab,
"Betul Lud, kamu biar kembali ke rumah dengan tempat yang kosong jadi manimu 2 hari ini harus dihabiskan sampai tuntas."
Setelah selesai mencuci, kita bertiga dengan berbugil ria duduk di sofa sambil makan kacang mete dan nonton TV. Temanku berkata,
"An, kamu beruntung sekali punya istri dia, walaupun sudah setengah
baya dan punya anak tapi buah dadanya masih berdiri menantang tidak
jatuh, juga perut dan pahanya mulus sekali tidak keriput, siapa yang
tak tegang terus lihat tubuh seindah ini. Apalagi hisapannya juga
yahut, kalau jadi istriku tiap hari bisa kusetubuhi minimum 2 kali!
Istriku berbisik padaku,
"Sudah kesampaian keinginanku untuk melayani nafsu birahi 2
laki-laki sekaligus dan ternyata memang tambah besar nafsunya serta
nikmatnya pun tambah. Oya Pi, malam ini aku tak tidur dengan Lud ya,
aku akan melayani Lud untuk menyalurkan nafsu sexnya sepuas-puasnya
supaya tak kecewa kalau balik ke Jakarta." Aku menjawab,
"Boleh saja, Lud malam ini Hwa biar melayani kamu supaya kamu bisa melampiaskan semua nafsu binatangmu padanya."
"Memang sejak aku makan sate kambing, aku sudah minta supaya dia malam ini dan besok pagi melayani nafsu binatangku", kata Lud.
Kemudian istriku minta tiduran, kepalanya di pangkuan Lud sedang
pahanya di pangkuanku sambil tangannya memegang-megang penis Lud lalu
digosokan ke pipinya dan diciuminya. Tangan Lud diletakkan di buah dada
istriku sambil mengusap, meremas dan kadang menunduk untuk mengecup
bibir istriku. Dia kalau mengecup sampai lama hingga istriku sampai
sulit bernapas dan minta dilepas kecupannya. Sedang bagianku adalah
mempermainkan clit-nya dan memasukkan jari tengahku ke dalam lubangnya
dan penisku sambil digesek-gesek dengan betisnya. Lud kadang-kadang
memeluk tubuh istriku dan kemudian menciumi pipi dan mengecup kening
dan bibir istriku dan tangan istriku pun mengusap-usap dadanya yang
berbulu itu.
Kemudian Lud berkata padaku, "An, sebenarnya aku sudah lama tiap
kali bertemu dengan Hwa, aku kepingin menikmati tubuhnya dan malam ini
jadi kenyataan. Untuk itu malam ini istrimu kupinjam untuk menemani
tidur sebab aku akan melampiaskan seluruh nafsu binatangku pada Hwa dan
penisku akan kusimpan dalam vaginanya sepanjang malam. Aku akan
memberikan kenikmatan dan kepuasan yang tak terkira pada Hwa."
"Boleh Lud, malam ini istriku biar melayanimu agar kamu benar-benar puas", sahutku.
"Tapi kalau nanti malam Papi butuh ya Papi ikut masuk saja sebab
Mami tetap akan melayani Papi juga malam ini, untuk itu nanti pintu
kamarnya biar terbuka saja jadi Papi dapat lihat dan dapat masuk ikut
juga", kata istriku. Setelah itu Lud bertanya pada istriku,
"Apakah kamu sudah fit lagi untuk main?" Istriku menjawab,
"Aku selalu siap setiap saat untuk melayanimu dan Papi. Malam ini
aku benar-benar sehat makin mendapat semprotan mani semakin sehat
rasanya, sebab manimu tadi yang keluar hanya sedikit lainnya masih
berada di dalam rasanya masih hangat di dalam perutku, Lud." Setelah
itu Lud berdiri sambil membopong istriku dibawa masuk ke kamar dan
ditidurkannya. Lud memanggilku untuk menemani istriku dulu karena dia
akan ke toilet dulu, kesempatan itu kupakai untuk mencium dan mengecup
bibirnya dan mengulangi pesanku,
"Mi jangan lupa kalau maninya lud disemprotkan ke dalam mulut
hati-hati jangan sampai tertelan dan jangan mau kalau penisnya
dimasukkan ke dalam lubang anusmu!"
"Iya Pi, akan kuingat terus pesan Papi", sahut istriku.
"Selamat menikmati penisnya Lud yang gede ya Mi, nanti Papi diberi
ceritanya ya!" kataku. Saat itu Lud sudah balik masuk kamar dan aku
duduk lagi di ruang TV sambil menonton juga mau menonton adegan
permainan Lud dengan istriku karena pintu kamarnya terbuka.
Lud naik ke tempat tidur dengan posisi di atas istriku, kemudian
dadanya yang penuh bulu digesek-gesekkan ke buah dada istriku sehingga
istriku menggelinjang kegelian dan terus digesekkan ke bawah yaitu
perut, dan vaginanya. Setelah itu Lud naik lagi lalu mulai menciumi
kening hidung dan pipi dari istriku lalu mencium telinga istriku dengan
mengeluarkan lidahnya untuk mengorek lubang telinga istriku sampai
istriku meronta karena geli dan tangan istriku segera meraih penisnya
yang selama ini menggelantung dan ujungnya menggesek-gesek paha
istriku. Segera dipijit-pijitnya penis Lud dan kadang-kadang dikocok
juga serta kantung buah pelirnya diremas-remas juga. Hal itu membuat
Lud lebih ganas dia segera mencucupi puting buah dada istriku sambil
tangannya meremas-remas buah dadanya dengan harapan ada air susu yang
keluar.
Tapi walaupun buah dada istriku montok tak keluar air susunya kalau
diperas. Penisnya dipermainkan oleh istriku tampak tegang dan panjang
banget, lalu Lud mengambil posisi gaya 69, hingga mulutnya pas di
vagina dan penisnya tepat di wajah istriku. Keduanya yang langsung
beraksi, penisnya yang gede segera dijilati dan dilumat dengan lidah
seluruh bagian kepalanya yang nampak gempel besar itu sambil batang
penisnya dipijit terus oleh istriku dan dia terus mencucup clit dan
lubang vagina istriku. Kurang lebih 10 menit adegan ini lalu gantian
Lud yang tidur dan istriku yang duduk di atas penisnya tepat dengan
vaginanya. Kepala penisnya dimasukkan ke dalam vagina istriku lalu
mulai diputar pantatnya sehingga penisnya berputar dengan dipegang
bibir vagina istriku sedang tangan Lud tetap meremas buah dada istriku.
Kira-kira sudah 10 menit lewat mani Lud tetap belum menyemprot dan
istriku juga belum klimaks, lalu oleh istriku mulai digoyang naik turun
pantatnya kadang-kadang pelan kadang-kadang cepat sehingga penisnya
keluar masuk vagina seperti dikocok dengan vagina. Dengan posisi ini
baru 5 menit istriku klimaks dan dia diam terduduk di atas penis Lud
dengan vaginanya memijit penis. Setelah fit lagi digoyang lagi sampai
klimaks lagi istriku. Akhirnya istriku menarik Lud untuk duduk dan
istriku tetap duduk di penisnya dan kakinya diselonjorkan di antara
tubuh Lud. Lalu Lud yang ganti menggoyangkan pantat istriku maju mundur
sambil kadang-kadang istriku ditidurkan ke belakang dan Lud tetap
mendekapnya. Dalam waktu 15 menit dengan posisi ini istriku sudah
mengerang karena klimaks sampai 2 kali.
Bersambung ke bagian 03
| Title | Author | Views |
| Aku Tidak Mau... Tapi Aku Menikmatinya |
roy_takeshi@yahoo.com |
128,624 |
| Teman Suamiku, Teman Tidurku 01 |
mh_asnawi@hotmail.com |
84,768 |
| Staff Admin Untuk Rame-Rame |
daricerita@mail.com |
68,697 |
| Majikan dan Pembantunya |
inidony@yahoo.com |
65,318 |
| Tugas Kenikmatan |
diandra_marcia@yahoo.com |
60,908 |
| Wah... !!! |
roy_takeshi@yahoo.com |
60,216 |
| Pesta Seks dengan Gadis SMA - 2 |
robertsasmita@yahoo.com |
56,275 |
| Mencicipi Pacar Teman |
gadis.ikon@yahoo.com |
52,187 |
| Kegelisahan Seorang Isteri |
rienmariana@yahoo.com |
51,801 |
| Andani Citra: Kegilaan di Lift Kampus - 1 |
andacc@kittymail.com |
44,653 |
| Ryu - 1 vs 3 |
Ryu_Hot@plasa.com |
44,096 |
| Kisah Bahagia di Hari Minggu - 4 |
sheilatanki@plasa.com |
44,059 |
| Pesta Pribadi |
Pesta Free Sex |
43,708 |
| Tante-tante Kesepian |
arip75rianto@lovemail.com |
42,869 |
| Pertama Kali Bertiga - 1 |
aishamaharani@yahoo.com |
40,489 |
|
|
|
|
|
|
|