|
|
Sambungan dari bagian 02 Puas dengan posisi ini ganti istriku ditelentangkan, lalu Lud menindih
istriku setelah penisnya dimasukkan semuanya ke vagina istriku, lalu
pantatnya digoyang memutar sehingga bulu kemaluannya menggesek clit dan
seluruh vagina istriku dan penisnya memutar di dalam lubang vagina
sehingga istriku menggelinjang lagi dengan tangannya menarik lepas
sprei. Sedangkan mau mengerang sulit, karena bibirnya dikecup kuat-kuat
oleh Lud. Yaah, menonton itu penisku jadi tegang terus sampai kemeng
rasanya, dan adegan ini berjalan cukup lama sampai kira-kira 10 menit
lebih. Dan dalam waktu 10 menit itu paling tidak istriku sudah mencapai
klimaks sampai 2 kali. Setelah itu kakinya yang kekar itu keduanya
ditumpangkan ke kedua kaki istriku yang ramping dan indah itu lalu
pantatnya digoyangkan naik turun hingga penisnya ikut juga. Dengan
posisi ini penisnya betul-betul kejepit dengan bibir vagina istriku
sehingga gesekannya betul-betul terasa di vagina istriku sampai istriku
berulang kali menelan air liurnya dan geleng-geleng kepala saat
klimaks.
Lud minta ganti posisi lagi, sekarang dia agak mengangkat pantatnya
dan ganti istriku yang harus menggoyangkan pantatnya memutar hingga
penis Lud diputar dengan vagina istriku. Kira-kira 5 menit lewat masih
belum lepas juga maninya, padahal kalau aku yang diputar penisnya oleh
istriku 5 menit langsung muncrat maniku, akhirnya malah istriku sendiri
yang klimaks lagi. "Aduuh Lud.. aduh Lud.. nikmatnya luar biasa aku
sudah tak kuat menahannya lagi semprotkan manimu Lud", pinta istriku.
Baru kemudian posisi istriku ditarik ke bawah sehingga pantatnya di
pinggir kasur, kemudian Lud turun dan kaki istriku diminta mentang
lebar-lebar dan diangkat tinggi lalu Lud menancapkan penisnya dari
bawah dengan sedikit membungkuk agar tangannya bisa meremas buah
dadanya.
Lalu mulailah ditembaknya vagina istriku dengan penisnya, pertama
mulai pelan-pelan lalu tambah lama tambah keras dan cepat menembaknya
sampai tiap kali ditekan pantat istriku terpental naik. Untuk itu
terpaksa tangannya melepas buah dada istriku dan memegang pinggangnya
supaya kalau ditembak keras vaginanya, pantatnya tak naik tapi penisnya
yang deras menghunjam masuk menerobos sampai mulut rahim istriku.
"Aduuh Lud.. aduh Lud.. nikmat banget penismu Lud, tapi aku tak kuat
menahan nikmatnya Lud.., aku butuh manimu Lud dan penismu sudah makin
hangat Lud", teriak istriku. Akhirnya "Huuh", desis Lud dan "Crutt",
maninya muncrat, "Huuh", desis Lud lagi dan "Crutt", maninya muncrat
lagi dan setiap kali maninya muncrat istriku mengerang, "aach..
sseett!" Setelah itu Lud tengkurap di tubuh istriku, "Lud tubuhku
hangat rasanya kena semprotan manimu", kata istriku. Kemudian tubuh
istriku diangkat naik dan Lud segera tidur di sebelahnya dengan memeluk
istriku dan penisnya yang masih tegang itu dimasukkan lagi ke dalam
vagina istriku dan kemudian kedua tubuh yang bugil itu diselimuti.
Melihat itu walaupun penisku tegang aku tak ikut masuk sebab kupikir
istriku capai apalagi vaginanya masih disumpal dengan penis Lud, jadi
terpaksa aku masuk ke kamar dan tidur.
Suatu saat aku terbangun, karena terasa penisku dipijit-pijit dan
ketika membuka mata ternyata istriku dengan masih dibopong di muka
berpelukan oleh Lud tangan istriku memijit-mijit penisku. Ketika aku
bangun, istriku bilang, "Ayo Pi jangan tidur saja Mami mau disemprot
Mani lagi berdua berbarengan." Eeeh, ternyata pikiranku tadi meleset,
kukira istriku yang lemah lembut itu sudah capai tadi ternyata masih
ingin dikerjain berdua lagi. Aku lihat ternyata vagina istriku tetap
didongkrak dengan penis Lud, jam saat itu sudah jam 1 tengah malam jadi
aku sudah tidur dua jam. Kemudian istriku ditidurkan di bawahku dan
langsung Lud mulai menembak vagina istriku dengan penisnya yang gede
itu dan aku terpaksa bangun mendekatkan penisku ke mulut istriku untuk
dihisap. Penisku terus dijilati disedot lubangnya sambil kantong
penisku diremas-remas dan rambut bawah kantong penisku ditarik-tarik
juga pinggiran lubang anusku dielus-elus dengan jarinya hingga aku
terus bernafsu dan tegang lagi.
Memang kalau kita main bertiga ini tambah terangsang demikian juga
Lud yang menembakkan penisnya semakin seru dan nafasnya mulai
ngos-ngosan dan crot.. crot.. crot, maninya muncrat ke dalam vagina
istriku, kulihat itu tak tahan juga langsung maniku kulepaskan juga dan
memenuhi mulut istriku dan setelah ditelan mulutnya dibuka ditunjukan
padaku kalau maniku sudah habis masuk. Dan Lud pun lalu menelungkup di
atas istriku untuk istirahat, tapi mulutnya masih sempat
menghisap-hisap pentil istriku. Lalu dia bilang,
"Waah Pi, mani Lud rupanya masuk terus ke dalam rahimku sebab tiap
nyemprot tak pernah keluar lagi, apa karena vaginaku disumpal terus
dengan penisnya Lud ya Pi? sebab biasanya kalau punya Papi paling 1 jam
sudah mengalir keluar lagi walaupun nyemprotnya keras banget." Belum
sempat kujawab, Lud bilang,
"Gila, istrimu itu minta disumpal terus vaginanya, pokoknya penisku malam ini tak boleh lepas dari vaginanya."
"Nggak Pi, Lud yang minta dulu supaya penisnya dipendam semalam suntuk dalam vaginaku, dan aku setuju", jawab istriku.
"Penisnya terasa hangat terus di vaginaku, dan kalau mulai tegang
terasa mulai goyang-goyang dan semakin keras yang menyodok-nyodoknya
Pi, kalau tidur walaupun sudah tidur pula penisnya tetapi kepala
penisnya tetap nyantol di bibir vaginaku jadi tak mau lepas seperti
Papi punya biasanya lepas sendiri kalau tidur." kata istriku. Setelah
fit kembali istriku dibopong lagi dengan masih disodok vaginanya dengan
penisnya dan dibawa balik ke kamar depan dan aku pun tertidur lagi
karena mengantuk. Seperti biasa aku selalu bangun jam 4.30 pagi selain
kebiasaan kadang-kadang penisku tegang sendiri jam-jam itu. Pagi itu
penisku juga tegang lalu aku bangun dengan maksud mau naiki istriku,
kumasuk ke kamarnya ternyata istriku masih tidur berpelukan dengan Lud
dengan tubuh diselimuti. Aku mencoba mendekati kepala istriku dan
kubelai-belai pipinya dan istriku terbangun.
Aku bilang, "Penisku tegang nih, yo tak semprotkan ke vaginamu."
Istriku berbisik, "Aduuh Pi, penis Lud masih menancap terus dalam
vaginaku kalau tak ditarik tak bisa lepas sebab nyantol kepalanya,
Papie tak hisap saja ya penisnya?"
"Oke", sahutku.
Lalu istriku menengadah dan kudekatkan penisku supaya bisa masuk ke
mulutnya, lalu kukocok sendiri penisku dan kugosok-gosokkan kepalanya
ke bibirnya dan kadang-kadang kumasukkan dalam-dalam ke mulutnya.
Karena sudah cukup lama tegangnya tak lama hanya 5 menit maniku sudah
muncrat lagi ke dalam mulut istriku dan kemudian seluruh bagian kepala
penisku dijilati untuk membersihkan maniku dan setelah itu baru ditelan
semua maniku. Aku bertanya,
"Mami tidak nelan maninya Lud toch dan tak dimasuki lubang anusnya juga ya?"
"Tidak Pi, semua maninya Lud masuk ke dalam vaginaku dan sampai
sekarang belum keluar sehingga rasanya ada sesuatu barang dalam perut
yang hangat! Lalu Lud hanya mencabut penisnya kalau minta dihisap
setelah itu dimasukkan kembali ke vaginaku", jawab istriku.
Kukecup bibirnya dan kubisiki, "Baik-baik ya Mi, semoga dapat
kenikmatan lagi!" Lalu aku keluar kamar dan tiduran lagi. Aku terbangun
lagi pukul 6 pagi langsung kupergi mandi dan kemudian duduk di sofa
menonton TV. Ternyata istriku baru saja diajak bersetubuh lagi oleh
Lud, karena baru saja berada di atas istriku kemudian tidur lagi dengan
berangkulan lagi. Karena bosan lihat TV lalu kupergi keluar untuk lihat
pemadangan alam dan jalan-jalan di taman. Kira-kira sejam kemudian aku
balik ke motel dan kulihat kamarnya sudah kosong, rupanya mereka mandi
berdua. Aku masuk ke kamar dan melihat di tempat tidur ada gelang karet
berbulu yang dipakai dan ada cincin dari bulu buntut kuda. Aku nonton
TV lagi, rupanya lama sekali mereka mandi. Kucoba mendekat ke pintu
kamar mandi dan menempelkan kupingku di pintu, oh ternyata mereka main
lagi dalam kamar mandi sebab terdengar rintihan istriku, "Aduuh Lud..
aduuh Lud.. enaknya penismu Lud, nikmat banget Lud rasanya." Kemudian
suaranya Lud, "aach.. Hwa, vaginamu juga nikmat, aku kangen terus
dengan vagina dan payudaramu yang kenyal ini Hwa!"
Aku balik nonton TV lagi jadinya, kira-kira 30 menit lagi mereka
keluar dari kamar mandi dengan masing-masing berbalut handuk tubuhnya
dan sekarang sudah pisah tidak nyantol lagi penisnya di vagina istriku.
Mereka masuk ke kamar dan ganti pakaian, kulihat istriku pakai celana
dalam mini warna merah dan pakai bra mini warna merah juga, lalu pakai
rok bawah mini hitam dan kaos strip hitam putih tapi pendek jadi hanya
sampai bawah bra saja, jadi perutnya yang langsing putih agak kelihatan
dari luar. Melihat istriku pakai kaos agak ketat, Lud bilang, "Hwa,
kamu jangan pakai bra saja lebih bagus karena kaosmu ketat." Istriku
pertama menolak, "aah katanya mau keluar makan dan nanti mau pulang
segala nggak enak kalau tak pakai BH." Lud bilang, "Kita kan hanya
makan di restoran sini saja sebelum pulang, sebab nanti aku masih mau
main lagi Hwa." Jadi terpaksa istriku menurut dengan melepas lagi BH
mininya. Eeehh, ternyata betul juga pendapat Lud, sebab tanpa BH pun
ternyata buah dada istriku tetap tegak menantang hanya bedanya
putingnya agak nampak jelas dari kaosnya dan kalau jalan kelihatan
sedikit bergoyang-goyang buah dadanya.
Setelah semua siap kami pergi makan ke restoran hotel pukul 8.15,
di sana kita lihat ada 2 pasangan lagi rupanya juga bermalam di hotel
itu sebab yang cewek ada yang masih pakai pakaian tidur segala. Selesai
makan kita jalan-jalan di taman sebentar sambil ngobrol-ngobrol lalu
balik ke motel dan duduk untuk nonton TV. Baru beberapa menit perutku
terasa sakit, terpaksa aku ke kamar mandi untuk buang air besar.
Selesai buang air besar aku mau menonton TV lagi, ternyata mereka
berdua sudah tak ada dan masuk ke kamar lagi. Aku melihat istriku sudah
tak mengenakan kaos lagi tapi sedang memakai BH mininya, sedang Lud
sedang melepas celana dan kemudian bajunya lalu dia menarik istriku dan
ditidurkannya ke ranjang lalu ditindihnya lagi istriku, yaah rupanya
mau main lagi mereka. Ternyata benar, rok mini istriku dilepas lalu CD
mininya disingkap ke pinggir pangkal paha lalu penisnya dikeluarkan
dari CD-nya dan dimasukkan ke vaginanya istriku. Jadi Lud main dengan
masih pakai CD dan istriku pakai BH dan CD mini. Karena branya mini,
otomatis payudara istriku mencuat keluar ketika terkena remasan tangan
Lud sambil pantatnya terus menggenjot naik turun dengan cepatnya.
Kira-kira hampir 10 menit terdengar istriku berteriak, "Aduuh Lud,
hangatnya manimu, lepaskan semua manimu Lud!" karena sebelumnya istriku
cuma mendesis terus kenikmatan. Nampak sesaat lagi Lud jatuh
menelungkup di atas istriku.
Karena sudah hampir jam 10 kubangunkan mereka, sebab Lud harus
berangkat pulang dengan pesawat jam 11.00. Kuselesaikan semua rekening
hotel sementara mereka berpakaian lagi. Kita langsung menuju airport
tepat sampai airport pk 10.30. Lalu kita ngomong sebentar dan Lud usul,
"Kalau lain kali kita main berempat dengan istriku, bagaimana?" Pertama
istriku keberatan sebab aku tak boleh main dengan wanita lain. Tapi Lud
menjelaskan kalau wanita itu adalah keponakannya sendiri yang kerja
jadi sekretarinya dan kadang-kadang melayani tamu-tamunya yang
membutuhkan hiburan. Jadi pasti bersih dan usianya masih muda baru 19
tahun, cukup seksi hanya buah dadanya agak sedikit lebih kecil dari
istriku. Kalau istri dia pasti kurang ramai karena agak kerempeng dan
tidak ceria, jadi aku dikhawatirkan tak bisa tegang. "Jadi bisa ramai
Hwa, kita main 2 pasang dalam satu kamar pasti hot", kata Lud.
Akhirnya istriku setuju kapan-kapan main berempat, tiba-tiba
istriku pergi lari-lari ke kamar mandi. Setelah pulang dari kamar
mandi, aku bertanya, "Ada apa?" Dia menjawab sambil menunjukkan CD
mininya yang digenggam. "Waah, maninya Lud mulai keluar, CD-ku sampai
basah dan lengket jadi tak nikmat dipakai. Mungkin rokku juga basah
belakangnya." Ternyata betul bagian bawah vaginanya basah, karena Lud
sudah hampir check in lalu kami berdua langsung pamit pulang dulu
setelah dikecup bibirnya oleh Lud. Kami segera menuju mobil dan jok
tempat istriku duduk dilembari dengan kertas koran, hampir sampai di
rumah istriku mengeluh lagi, "Aduh Pi, maninya keluar lagi rasanya
basah dan lengket semua pahaku. Cepat dikit Pi!" Kukebut terus dan
sampai di rumah mobil kuparkir di tepi jalan dan istriku turun lalu
menekan bel, setelah dibuka oleh pembantuku dan segera istriku masuk ke
kamar utama kita dan masuk ke kamar mandi dalam tanpa ditutup pintunya.
Karena anakku sedang tidur di kamarnya, aku langsung masuk ke kamar
utamaku, kulihat istriku lagi melepas rok mininya lalu duduk di closet.
Melihat aku datang, istriku bilang, "Papi sini lho, lihat Pi pahaku
kena cendol maninya Lud dan itu keluar terus banyak." Kulihat paha
istriku dan bulu kemaluannya basah kena mani dan dari lubang vaginanya
keluar jatuh mani Lud yang seperti cendol itu. Melihat itu aku malah
jadi nafsu, penisku jadi tegang, terpaksa aku melepas semua pakaianku.
"Papi pasti tegang toch kalau lihat vaginaku belepotan mani begini",
kata istriku sambil mulai memegang penisku. Lalu kutarik lepas kaos
istriku. "BH-nya jangan dulu ya supaya Papi lebih terangsang kalau Papi
mainan payudara Mami!" kata istriku. Istriku bilang kalau tadi malam
sampai pagi tadi dia disemprot mani Lud sampai 7 kali, yaitu jam 8
malam saat bareng dengan saya, jam 11 malam saat main saya nonton TV,
jam 1 tengah malam waktu main di kamar saya, jam 3 fajar waktu penis
Lud tegang sendiri, jam 6 pagi sehabis saya nyemprot ke mulutnya, jam 8
pagi saat di dalam kamar mandi dan jam 10 pagi waktu mau pulang.
"Hebatnya Lud itu sejak dari awal sampai yang terakhir semprotannya
keras terus dan kental serta hangatnya dan banyaknya sama, maka dari
itu rasanya penuh dalam perutku tadi sampai suatu saat kutekan perutku
dan mulai keluar terus maninya", kata istriku. "Mi, kalau sudah habis
cuci dulu vaginanya, aku sudah nggak tahan nih."
Istriku buru-buru mencucinya dan mengeringkan dengan handuk, lalu
kuangkat dia dan kuletakkan di atas tempat tidur. Tanpa tunggu
macam-macam aku segera menaiki istriku dan kutancapkan penisku ke
vaginanya. "Wah Mi, vaginamu masih seret juga buat penisku, kukira jadi
longgar kemasukkan penis gedenya Lud", kataku. Istriku lalu cerita,
"Waktu penis Lud ditanam semalam suntuk dalam vaginaku, begitu mulai
kurang tegangnya vaginaku kumulai renggangkan sehingga sampai kepalanya
saja yang nyantol di bibir vaginaku dengan maksud supaya jangan sampai
longgar liangnya. Apalagi Lud selalu pakai cincin bulu kuda itu kalau
di dalam banget geli rasanya kalau goyang sedikit, kalau di luar kurang
geli sebab yang kena cuma bibir vagina saja. Kalau mainnya Papi dan Lud
sama saja, hanya Lud kalau sudah nafsu banget agak kasar mainnya, lain
dengan Papi tetap semangat tapi mesra. Hanya Papi punya kalah besar dan
panjangnya saja, tapi Mami mau belikan alat yang bisa buat memperbesar
dan memperpanjang penis, tiap pagi nanti Mami yang melakukannya supaya
punya Papi bisa jadi panjang dan besar. Memang saat Lud mau menyemprot,
Mami selalu tekan pantat Mami ke atas supaya penisnya bisa amblas masuk
semua sebab kalau nyemprotnya di dalam rasanya hangat, nikmat dan
nikmat. Papi punya kalau nyemprotnya keras dan kebetulan maninya agak
encer juga bisa langsung kena mulut rahimku jadi hangatnya nikmat Pi."
"Pi ini lho selain leher buah dadaku juga dicupang oleh Lud, tapi
nanti Mami gosok dengan minyak kayu putih supaya cepat hilang", kata
istiku sambil melihatkan buah dadanya yang dicupang.
Mendengar cerita istriku itu aku semakin menggebu mengangkat
turunnya pantat dan segera hak BH istriku yang terletak di bagian depan
itu kubuka hingga buah dadanya yang semakin kencang itu tak tertutup
lagi yang sebelah kuremas dan yang sebelah kukecupi dan kugigit-gigit
putingnya. "Aduuh Pi, nikmat banget Pi, aku sudah kangen dengan
penisnya Papi sejak Papi minta tadi malam, masih seret ya Pi, aku masih
merasakan seret gesekan penisnya Papi. Pi mau keluar ya? kok sudah
anget banget penisnya?" tanya istriku. Benar juga tak lama lagi
creett.. creett, maniku menyemprot. "Waah.. maninya Papi nyemprot ke
dalam, sebab semprotannya keras tapi agak encer. Bisa jadi satu dengan
Lud punya nih!" kata istriku. Karena capai kami berdua tiduran tapi
akhirnya tertidur juga.
TAMAT
| Title | Author | Views |
| Aku Tidak Mau... Tapi Aku Menikmatinya |
roy_takeshi@yahoo.com |
128,624 |
| Teman Suamiku, Teman Tidurku 01 |
mh_asnawi@hotmail.com |
84,768 |
| Staff Admin Untuk Rame-Rame |
daricerita@mail.com |
68,697 |
| Majikan dan Pembantunya |
inidony@yahoo.com |
65,318 |
| Tugas Kenikmatan |
diandra_marcia@yahoo.com |
60,908 |
| Wah... !!! |
roy_takeshi@yahoo.com |
60,216 |
| Pesta Seks dengan Gadis SMA - 2 |
robertsasmita@yahoo.com |
56,275 |
| Mencicipi Pacar Teman |
gadis.ikon@yahoo.com |
52,187 |
| Kegelisahan Seorang Isteri |
rienmariana@yahoo.com |
51,801 |
| Andani Citra: Kegilaan di Lift Kampus - 1 |
andacc@kittymail.com |
44,653 |
| Ryu - 1 vs 3 |
Ryu_Hot@plasa.com |
44,096 |
| Kisah Bahagia di Hari Minggu - 4 |
sheilatanki@plasa.com |
44,059 |
| Pesta Pribadi |
Pesta Free Sex |
43,708 |
| Tante-tante Kesepian |
arip75rianto@lovemail.com |
42,869 |
| Pertama Kali Bertiga - 1 |
aishamaharani@yahoo.com |
40,489 |
|
|
|
|
|
|
|