|
|
Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih pada
sumbercerita.com karena telah menampilkan kisah pengalaman pribadi saya.
Sebelumnya saya juga sudah mengirimkan kisah saya dengan judul Aku dan
4 wanita dengan alamat e-mail yang lain. Tapi berhubung saya tidak
dapat lagi menggunakan e-mail tersebut maka saya membuat e-mail yang
baru. Bagi anda yang telah membaca kisah tersebut pasti sudah mengenal
wanita saya ini. Selamat mengikuti kisah pengalaman pribadi saya.
Pagi hari itu aku di aku di telepon Mbak Linda. Aku disuruh datang
kerumahnya. Katanya ada hal penting yang harus dibicarakan. Aku
langsung menyanggupinya. Tapi aku bilang kalau aku hanya bisa datang
besok sore hari, karena aku sudah ada janji dengan adiknya si Yuni pada
hari ini. Mbak Lindapun setuju dengan usulku itu. Aku lalu berangkat ke
rumah Yuni. Sesampainya aku di rumah Yuni, aku langsung saja masuk
kedalam rumah karena aku sudah terbiasa dengan keluarganya. Sesampainya
aku di dalam rumah, aku tidak mendapati siapa-siapa. Aku langsung saja
duduk di ruang tamu.
Tapi aku mendengar ada orang yang sedang mandi. Aku tidak tahu
siapa yang sedang mandi itu, jadi aku hanya menunggu saja. Tidak berapa
lama aku menunggu tiba-tiba Yuni dan ibunya muncul dari pintu depan.
"Hai Andrie, udah lama kamu datang?" sapa ibu nya Yuni yang biasa kupanggil Tante Siska.
"Iya tante barusan aku datang nih.. Tante dan Yuni darimana?" aku balik bertanya.
"Kami dari mall Andrie.. Capek sekali nih" jawab si Yuni duduk dekat ibu tirinya itu.
"O ya tadi aku mendengar ada orang yang sedang mandi.. siapa ya?" tanyaku.
"O.. pasti Mbak Shinta Andrie.." jawab Yuni lagi.
Tak lama kami pun terdiam. Cukup lama kami terdiam. Diam-diam aku
memperhatikan mereka berdua. Yuni dan ibunya hanya tersenyum saja aku
perhatikan seperti itu. Aku jadi mulai bernafsu memandangi mereka
berdua. Aku lalu mendekati mereka. Setelah berdiri dekat mereka, aku
langsung membuka celanaku dan
mengeluarkan kontolku yang sudah mulai tegang.
"Ah.. Andrie, kamu sudah kepingin lagi ya..?" kata tante Siska dengan genitnya.
"Iya tante.. kita mulai lagi yuk.." kataku sambil meremas payudara tante Siska dari balik pakaiannya.
Sementara kepala Yuni kudorong supaya dia memasukkan kontolku
kedalam mulutnya. Aku dan keluarga Yuni memang sudah terbiasa melakukan
seks bersama2. Karenanya aku langsungsaja memulainya. Yuni langsung
mengulum kontolku dengan sangat bernafsu. Aku sangat senang sekali
melihat dia mengulum dan menghisapkontolku. Sementara tanganku terus
meremas-remas payudara tante Siska dan mulai membuka pakaiannya.
Akhirnya tante Siska hanya memakai celana roknya saja.
Tanganku terus meremas-remas payudara tante Siska sementara Yuni
sibuk menghisap kontolku. Kemudian kepala Yuni kutarik perlahan dan
gantian tante Siska yang memasukkan kontolku kedalam mulutnya. Sungguh
sangat enak sekali. Aku juga mulai melepaskan pakaian yang dikenakan
Yuni sambil meremas-remas payudaranya kiri dan kanan. Akhirnya Yuni
juga hanya mengenakan rok nya saja, tanpa baju. Mereka berdua asyik
menghisap kontolku dengan sangat bernafsu dan bergantian dan mereka
hanya hanya memakai pakaian bawahnya saja. Tanganku juga meremas-remas
payudara mereka bergantian. Agak lama juga mereka menghisap kontolku
hingga warnanya kemerahan.
"Tuh Shinta sudah selesai mandi Andrie.." kata ibu si Yuni.
Aku melihat Shinta keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan
handuk yang melilit tubuhnya. Nampak jelas keindahan tubuh Shinta yang
dililit handuk itu.
"Hai Andrie sudah lama datangnya?" tanya Shinta dengan riang padaku dan agak kaget dengan yang kami lakukan.
"Ohh.. kalian udah mulai duluan ya?" katanya sedikit kaget.
"Iya Mbak" jawabku sambil tersenyum.
Melihat pemandangan yang ada didepanku itu, aku jadi semakin
bernafsu. Aku langsung menghampiri Shinta dengan kontol yang tegang dan
mengacung kearahnya. Yuni dan Tante Siska hanya tersenyum saja
melihatku.
Sementara Mbak Shinta hanya berdiri saja melihatku mendekatinya.
Aku langsung menarik tangannya ke sofa di ruang tamu disamping Yuni dan
ibunya duduk. Sesampainya di sofa aku melepaskan handuk yang melilit
tubuhnya yang putih mulus hingga tubuhnya yang putih tinggi semampai
itupun polos bugil menampakkan keindahannya. Sementara kontolku berdiri
tegak dengan warna yang kemerahan. Shinta hanya menjerit kecil dan
tertawa saja. Dia membiarkan aku melepaskan handuk yang dipakainya. Aku
langsung memeluk tubuhnya yang wangi. Aku segera menciumi payudaranya
sambil memeluk tubuhnya dengan berdiri. Aku menghisap payudaranya kiri
dan kanan.
Shinta hanya mendesah saja. Sementara itu Yuni dan ibunya hanya
memperhatikan saja dengan nafas yang mulai tidak teratur. Yuni dan
ibunya hanya memakai pakaian bawah saja. Sementara tangan Shinta mulai
melepaskan bajuku, hingga aku juga telanjang bulat. Aku masih asyik
menghisap payudara Shinta kiri kanan dan ciumanku berlanjut kebawah.
Aku berjongkok. Aku mengangkat kaki kanan Shinta ke pinggir sofa. Aku
menjilati vaginanya. Sungguh enak vagina Shinta kalau dijilat.
Sementara kontolkupun sudah semakin tegang dan membesar dan makin
panjang. Aku masih terus menjilati vagina Shinta dengan sangat
bernafsu.
Shinta masih saja merintih-rintih. Aku makin semangat mendengar
rintihan Shinta. Tak lama Shinta menarikku keatas. Dan dia pun
berjongkok. Lalu dia langsung memasukkan kontolku kedalam mulutnya.
Shinta menghisap penisku dalam-dalam dan menghisapnya dengan sangat
bernafsu. Sementara Yuni dan ibunya makin semangat menonton kami.
Mereka melihat sambil mendekati kami. Shinta masih terus menghisap
kontolku dengan sangat bernafsu. Aku sangat senang melihat Shinta
seperti itu.
Agak lama aku membiarkan Shinta memasukkan dan mengeluarkan
kontolku kedalam mulutnya. Akhirnya akupun tidak tahan lagi. Aku segera
menarik Shinta dan membaringkannya ke sofa, tepat disamping Yuni. Aku
lalu membuka paha Shinta dan mulai memasukkan kontolku kedalam
vaginanya. Shinta menjerit tertahan begitu kontolku masuk menerobos
kedalam memeknya.
Ahh.. sungguh sangat enak sekali. Begitu kontolku masuk, langsung
memek Shinta memijit-mijit kontolku. aku langsung memasukkan dan
mengeluarkan kontolku kedalam memeknya. Shinta hanya menjerit kecil dan
mendesah saja. Aku langsung menggenjot dan mulai mempercepat gerakan
pinggulku. Shinta hanya makin keras desahannya. Akupun semakin
bersemangat aja. Aku semakin mempercepat gerakan pinggulku. Dan tak
lama aku merasakan kontolku jadi hangat. Rupanya Shinta sudah keluar.
Tapi aku kayaknya masih lama untuk keluar. Kulihat Shinta nampak
terengah-engah.
Aku langsung menghampiri ibu si Yuni yaitu tante Siska. Aku
langsung meremas payudara tante Siska yang putih dan montok. Aku
langsung menciumi payudara tante Siska dan membuka BH nya. Aku
menghisap payudara tante Siska bergantian. Tante Siska hanya mendesah
saja aku perlakukan begitu. Sementara Yuni menatapku dengan bernafsu.
"Sebentar ya Yuni, sekarang aku menggarap ibumu dulu." kataku pada Yuni.
"Lakukan saja Andrie, aku senang dengan situasi seperti ini." jawab Yuni.
Aku terus menciumi payudara tante Siska dengan bersemangat.
Ciumanku makin lama makin kebawah. Akhirnya ciumanku mengarah ke vagina
tante Siska. Aku menjilati vagina tante Siska dan memasukkan lidah ku
kedalam aginanya. Tante Siska menjerit senang.
"Ahh.. Andrie.. terus sayang.." katanya sambil mendesah.
Aku semakin bersemangat saja. Akhirnya aku duduk di sofa dan
memberi isyarat pada tante Siska supaya berdiri membelakangiku. Tante
Siska mengerti dan membelakangiku. Perlahan-lahan aku mendudukkan tante
Siska di pangkuanku dan mengarahkan kontolku ke vaginanya dari belakang
dan sambil duduk.
"Biar aku bantu memasukkan kontolmu kedalam memek ibuku Andrie.."
kata Yuni sambil menggenggam kontolku dan mengarahkannya kedalam memek
ibunya.
Perlahan-lahan kontolku menerobos memek tante Siska. Tante Siska menjerit tertahan begitu kontolku masuk ke memeknya.
"Ahh.. Andrie enak sekali sayang.." kata tante Siska dengan desahan yang makin menaikkan nafsu seks ku.
Aku makin bersemangat saja. Perlahan-lahan tante Siska mulai menaik
turunkan pantatnya diatas pangkuanku. Dan tanganku juga asyik
meremas-remas payudaranya dari belakang. Sementara Yuni dengan serius
memperhatikan tepat di depan kontolku yang sudah masuk kedalam memek
ibunya. Sekali-kali waktu tante Siska menaikkan pantatnya, Yuni
menjilati batang kontolku. Begitu seterusnya. Gerakan pantat tante
Siska mulai cepat. Dan makin lama makin cepat. Dan kelihatan kelincahan
pantat tante Siska naik turun diatas pangkuanku. Kadang-kadang dia
memutar2 pantatnya.
Sekali waktu kontolku terlepas dari memek tante Siska. Waktu
terlepas itu Yuni segera menyambar kontolku dan mengulum-ngulum
nyadengan sangat bernafsu. Kemudian memasukkan kembali kedalam memek
ibunya. Tanganku tetap tidak berhenti meremas-remas payudara tante
Siska. Kadang-kadang aku menghisap payudara tante Siska dari belakang.
"Ahh.. Andrie.. kamu pingin menghisap susuku ya..?" kata tante Siska.
"Kalau begitu aku ubah posisiku ya.. sayanghh.." kata tante Siska
sambil melepaskan kontolku dari memeknya dan berbalik menghadap ke
depanku.
Kemudian dia kembali memasukkan kontolku kedalam memeknya.
"Ayo sayang.. kita lanjutkan lagi.." katanya.
Kemudian kembali tante Siska menaik turunkan pantatnya diatas
pangkuanku. Sementara aku dapat bebas menghisap payudaranya dan
meremas-remas payudaranya bergantian.
Tante Siska merintih-rintih diatas pangkuanku. Pantatnya makin lama
makin cepat turun naik sehingga kontolku yang sudah masuk kedalam
memeknya menimbulkan bunyi. Agak lama juga tante Siska menaik turunkan
pantatnya hingga kemudian..
"Andrie.. akusudah mau keluar.. sayanghh.. Kamu gimana..?" katanya.
"Keluarkan saja tante.. aku masih agak lama nih.." kataku sambil menciumi payudaranya dan menghisapnya bergantian.
Sementara tanganku tidak berhenti meremas-remas payudaranya yang
putih montok. Tak lama kemudian tante Siska memeluk tubuhku dengan
kencang. Kepalaku dibenamkannya dalam-dalam ke payudaranya.
"Ahh.. Andrie.. sayanghh.. aku sudah keluar.." katanya dengan tubuh yang melemah.
Sementara aku masih jauh untuk keluar. Memang aku tidak bisa cepat
keluar kalau hanya main dengan satu orang wanita saja. Kemudian tante
Siska mencabut kontolku dari memeknya.
"Andrie.. sekarang giliran Yuni yang kamu garap.." katanya sambil menghisap kontolku yang masih tegang.
Aku kemudian bergerak kearah Yuni dan menyuruhnya untuk menungging.
Yunipun mengerti dengan tujuanku. Dia menungging dengan posisi kaki
tegak. Sementara tangannya memegang sandaran sofa. Tante Siska dan Mbak
Shinta hanya duduk dengan nafas yang masih terengah-engah.
Perlahan-lahan aku memasukkan kontolku kedalam memek Yuni dari belakang
sambil berdiri.
"Ahh.. enak Andrie.." kata Yuni.
Kemudian setelah posisinya pas, aku memaju mundurkan pantatku
sambil memegang pantat Yuni dan meremas-remas nya. Makin lama gerakan
ku makin cepat dan Yuni merintih rintih dengan suaranya yang makin
bikin aku bersemangat.
"Ah.. ahh.. ahh.. Andrie.. enak sayang.." katanya.
Aku tidak peduli dengan suara Yuni malah makin mempercepat gerakan
pantatku. Aku lalu meraih payudara Yuni sehingga dia berada pada posisi
membelakangiku sambil berdiri. Kaki kirinya kunaikkan keatas pinggir
sofa. Kemudian kembali aku menggenjotnya dari belakang sambil tanganku
tidak berhenti meremas-remas payudaranya yang montok. Yuni hanya
merintih-rintih saja. Sekitar sepuluh menit, aku mulai merasakan
tanda-tanda akan keluar.
"Yuni.. aku sudah mau keluar nih.. kamu bagaimana sayang..?" kataku sambil terus menggenjot pantatnya.
"Aku juga hampir keluar Andrie.. kalau kamu mau keluar diluar
memekku saja ya sayang.. karena aku belum minum pil KB nih.." katanya.
Tapi ternyata tubuh Yuni sudah mulai menegang.
"Ahh.. Andrie.. aku keluar duluan aghh.." katanya dan ternyata
kakinya tidak mampu untuk berdiri sehingga dia terduduk dan kontolku
tercabut dari memeknya.
"Aku juga sudah mau keluar ahh.. aku sudah mau keluar juga.." kataku.
Tante Siska dan Mbak Shinta yang dari tadi hanya melihat saja
buru-buru mendekat dan mengarahkan kepalanya kekontolku. Yuni juga
mendekatkan kepalanya kekontolku. Akhirnya aku keluar juga. Sambil
memegang kontolku, aku mengarahkan air maniku kemulut tante Siska, Mbak
Shinta dan Yuni yang sudah berjongkok didepan kontolku. Mereka membuka
mulutnya lebar-lebar hingga air maniku masuk kedalam mulut ketiganya.
Lumayan banyak juga air maniku keluar hari itu. Mereka kelihatan senang
melihat air maniku banyak keluar dan mereka menelan spermaku, kemudian
mereka bergantian mengulum kontolku sekaligus membersihkan sisa sperma
yang masih menempel di kontolku.
"Ahh.. enak sekkali.." kataku sambil duduk diatas sofa.
Tante Siska duduk disebelah kiriku dan Mbak Shinta duduk di sebelah
kananku sementara Yuni duduk di pangkuanku. Kami sama -sama menarik
nafas panjang.
"Ahh.. seru sekali ya.." kata Mbak Shinta.
"Iya Andrie memang luar biasa .." kata tante Siska.
Sementara Yuni hanya menggenggam kontolku yang walaupun sudah keluar tapi masih tetap tegang.
"Iya.. aku lemas nih.." jawabku.
Mereka bertiga hanya tersenyum saja. Lama kami terdiam.
"Tadi pagi aku ditelpon Mbak Linda.. ada apa ya..?dia menyuruhku
untuk datang kerumahnya." kataku memberitahukan tentang telepon dari
Mbak Linda.
"Kapan kamu disuruh kesana Andrie..?" tanya Yuni
"Aku bilang kalau aku bisa datang besok sore." jawabku.
"Ya udah datang aja besok. Mungkin Mbak Linda kangen sama kamu" jawab Yuni lagi.
Aku tersenyum saja mendengarnya.
"Oya tadi ibu sama Yuni beli makanan. Kita makan aja yuk. Lapar nih." kata ibu Yuni.
Akhirnya kami berempat berjalan menuju keruang makan dengan
telanjang bulat. Kontolku sudah tidak tegang lagi berayun-ayun kekiri
dan kanan waktu melangkah. Tante Siska, Mbak Shinta dan Yuni hanya
tersenyum saja melihat kontolku. Kami berempat makan diruang makan
dengan telanjang bulat.
Setelah makan kami duduk-duduk santai di meja makan. Hari itu
seperti biasa aku tidak diperbolehkan pulang tapi harus menginap
disana. Setelah makan kami meneruskan lagi permainan kami di kamar
tante Siska yang agak luas. Aku terus mengentot Yuni, ibunya dan Mbak
Shinta bergantian dan bermacam gaya. Akhirnya karena kecapekan kami
tertidur di kamar tante Siska. Malamnya kami teruskan lagi permainan
kami hingga kami kembali tertidur dan bangun pagi hari.
Ke bagian 2
| Title | Author | Views |
| Aku Tidak Mau... Tapi Aku Menikmatinya |
roy_takeshi@yahoo.com |
128,629 |
| Teman Suamiku, Teman Tidurku 01 |
mh_asnawi@hotmail.com |
84,789 |
| Staff Admin Untuk Rame-Rame |
daricerita@mail.com |
68,706 |
| Majikan dan Pembantunya |
inidony@yahoo.com |
65,322 |
| Tugas Kenikmatan |
diandra_marcia@yahoo.com |
60,912 |
| Wah... !!! |
roy_takeshi@yahoo.com |
60,216 |
| Pesta Seks dengan Gadis SMA - 2 |
robertsasmita@yahoo.com |
56,280 |
| Mencicipi Pacar Teman |
gadis.ikon@yahoo.com |
52,195 |
| Kegelisahan Seorang Isteri |
rienmariana@yahoo.com |
51,804 |
| Andani Citra: Kegilaan di Lift Kampus - 1 |
andacc@kittymail.com |
44,654 |
| Ryu - 1 vs 3 |
Ryu_Hot@plasa.com |
44,103 |
| Kisah Bahagia di Hari Minggu - 4 |
sheilatanki@plasa.com |
44,062 |
| Pesta Pribadi |
Pesta Free Sex |
43,711 |
| Tante-tante Kesepian |
arip75rianto@lovemail.com |
42,894 |
| Pertama Kali Bertiga - 1 |
aishamaharani@yahoo.com |
40,492 |
|
|
|
|
|
|
|