|
|
Dari bagian 2 Payudara Mbak Linda habis aku ciumi. Puting payudaranya aku hisap
bergantian. Mbak Linda hanya merintih-rintih saja. Mas Hadi juga makin
semangat merekam yang kulakukan pada isterinya. Aku terus saja meremas
dan menghisap puting payudara Mbak Linda. Kemudian akupun mulai membuka
seluruh pakaianku hingga bugil seperti Mbak Linda dan Mas Hadi. Mbak
Linda mendekatkan kepalanya kekontolku dan mulai menghisapnya dengan
kepala maju mundur. Aku menikmati saja kuluman bibir Mbak Linda pada
kontolku. Kupegang kepala Mbak Linda dan membantunyadengan memaju
mundurkan pantatku. Mas Hadi terus merekam adegan kontolku dihisap
isterinya.
Aku mulai tidak sabar, dan kusuruh Mbak Linda supaya nungging. Mbak
Linda pun menungging. Kelihatan seluruh lekuk lekuk tubuh ramping dan
mulus milik Mbak Linda yang bikin nafsuku semakin naik. Kutepuk pantat
Mbak Linda dan meremas pantatnya. Mbak Linda menjerit kecil. Aku lalu
mengarahkan kontolku kedalam memeknya dari belakang. Dan kontolkupun
akhirnya menerobos memek Mbak Linda.
"Awww.. enak Andrie.." kata Mbak Linda dengan desahan yang menggairahkan.
Aku mulai memaju mundurkan pantatku. Mbak Linda pun makin keras
rintihannya. Kulihat Mas Hadi masih asyik merekam semua yang kulakukan
pada isterinya.
Tapi rupanya kontol Mas Hadi sudah mulai tegang lagi. Dia mengambil
kaki kamera handycam dan memasang handycam di tempat kaki kamera itu.
Kemudian dia mendekati aku dan Mbak Linda. Dia menyodorkan kontolnya
yang sudah tegang kemulut Mbak Linda. Mbak Lindapun langsung
mengulumnya. Jadi sementara aku mengentot Mbak Linda dari belakang, dia
mengulum kontol suaminya. Aku terus memaju mundurkan pantatku dan
sesekali aku meremas-rema payudara Mbak Linda. Memang memek Mbak Linda
seperti terasa memijit-mijit kontolku. Lama situasi seperti itu
berlangsung. Sementara adegan tsb terus direkam oleh handycam yang
dipasang Mas Hadi pada kaki kamera. Mbak Linda terus saja menghisap
kontol suaminya, sementara aku terus mengentot memeknya dari belakang.
Tak lama aku merasa sudah mulai keluar.
"Mbak aku merasa mau keluar nih.." kataku.
"Mbak juga.. Andrie.. merasa mau keluar.." kata Mbak Linda.
"Aku juga sudah mau keluar .." kata Mas Hadi.
"Aku keluarkan dimana Mbak?" tanyaku.
"Didalam memek Mbak saja Andrie.." kata Mbak Linda diantara rintihannya.
Tiba-tiba Mas Hadi mengerang.
"Aghh.. aku keluar .." katanya sambil memegang kepala Mbak Linda dan membenamkan kontolnya kemulut Mbak Linda.
Akhirnya Mas Hadi keluar juga dengan sperma nya masuk seluruhnya
kemulut Mbak Linda. Dan tak lama Mbak Linda pun juga keluar dengan
tubuhnya menegang dan kontol Mas Hadi masih di mulutnya. Akupun sudah
merasa mau keluar juga. Kupeluk erat-erat pinggang Mbak Linda yang
ramping dan membenamkan kontolku dalam-dalam kedalam memeknya dari
belakang.
"Agghh.. Mbak.. aku juga keluar.." rintihku sambil membenamkan dan menumpahkan cairan spermaku kedalam memek Mbak Linda.
Mbak Linda merintih-rintih. Kemudian kami bertiga terkulai lemas.
Mas Hadi berbaring dipinggir tempat tidur, Mbak Linda ditengah dan aku
dipinggir satu lagi. Lama kami terdiam. Kemudian Mas Hadi mematikan
handycamnya.
"Bagaimana Linda?enak nggak tubuhmu dimasukin dua kontol sekaligus?" tanya Mas Hadi pada Mbak Linda.
"Enak sekali Mas.. aku jadi capek nih.." jawab Mbak Linda.
"Kalau aku baru kali ini Mas ngentotin isteri orang, sungguh pengalaman yang sangat mengasyikkan." kataku.
"Mungkin ini pertama kali bagi kamu ya Andrie, tapi nanti kamu bisa
ngentot dengan bebas dengan cewek-cewek yang aku perkenalkan padamu.
Dan yang lebih penting lagi aku dan kamu akan ngentotin si Yuni
bersama-sama. Ya kan Linda?" kata Mas Hadi.
Mbak Linda hanya tersenyum saja mendengar kata suaminya itu.
"Mas Hadi ini sering ngentot dengan isteri teman-temannya Andrie,
tapi aku tidak diperbolehkannya ngentot dengan teman-temannya. Dia
curang nih. Kalau kalian mau ngentotin si Yuni bersama-sama terserah
saja, asal jangan memaksa dia" kata Mbak Linda sambil tersenyum.
Aku hanya tersenyum saja dan tanganku tidak berhenti meremas-remas payudara Mbak Linda dihadapan Mas Hadi.
"Kamu nanti akan kuajak ke rumah temanku Andrie. Disana kamu boleh
ngentot dengan wanita manapun dirumah itu." kata Mas Hadi lagi.
Dalam hati aku berpikir, rupanya suami isteri ini sudah biasa
selingkuh terang-terangan. Dan itu tidak menjadi masalah dalam keluarga
mereka. Ternyata mereka menganut seks bebas. Yang penting mereka
melakukannya dengan suka sama suka. Nafsu seksku langsung naik lagi.
Tiba-tiba telepon rumah Mbak Linda berbunyi. Mas Hadi berjalan dengan
telanjang bulat menuju ke tempat telepon.
Sementara kontolku sudah mulai tegang lagi. Mbak Linda sangat
senang memperhatikan kontolku yang mulai tegang. Aku langsung menindih
tubuh Mbak Linda yang wangi. Tak lama Mas Hadi kembali kekamar.
"Telpon dari mana Mas?" tanya Mbak Linda.
"Itu telepon dari Sonya, katanya dia mau kesini. Dia bilang kalau suaminya tugas keluar kota." jawab Mas Hadi.
"Siapa Sonya Mbak Linda?" tanyaku.
"Sonya itu adik Mas Hadi jadi iparnya Mbak Linda." jawab Mbak Linda sambil meremas-remas kontolku.
"O begitu.." jawabku.
Mas hadi melirik kekontolku dan berkata, "Wah.. udah bangun lagi
Andrie.. kalau kamu mau menggarap Linda.. silakan saja. Aku masih
capek.. dengkulku lemas nih.." kata Mas Hadi.
Mendengar itu aku langsung saja menciumi payudara Mbak Linda dan langsung memasukkan kontolku ke memeknya dari atas.
Mbak Linda menjerit kecil, "Awww.. enak Andrie.." katanya.
Aku terus menggenjot memek Mbak Linda, sementara Mas Hadi hanya
memperhatikan saja aku setubuhi isterinya. Agak lama kami main seperti
itu hingga akhirnya aku dan Mbak Linda merasa mau keluar. Akhirnya
puncak birahi kami jumpai juga. Aku kembali menyemprotkan spermaku
kedalam memek Mbak Linda. Dan tubuh kami yang tadi tegang akhirnya
melemah. Kontolku masih berada dalam memek Mbak Linda. Kadang kadang
kontolku kugerakkandalam memeknya.
"Awww.. Andrie.. geli.." kata Mbak Linda.
Mas Hadi hanya tersenyum mendengarnya.
Akhirnya Mbak Linda bangun dan mencabut kontolku dari memeknya.
Kemudian dia mengulum kontolku dan membersihkan cairan sperma yang
menempel di kontolku hingga bersih. Kemudian dia berkata,
"Ayo pakai pakaian, si Sonya nanti akan datang, jadi kita makan dulu."
Kamipun berpakaian dan menuju ruang makan. Kami lalu makan bersama.
Setelah makan, kemudian kami pindah keruang tamu dan menyetel TV.
"Kita nonton adegan tadi yuk" ajak Mas Hadi.
Kami pun menonton adegan ngentot kami tadi melalui handycam yang dihubungkan ke TV.
Sungguh sangat seru sekali waktu melihat aku ngentot dengan Mbak
Linda di dalam video. Waktu kami menonton itu mendadak ada bel
berbunyi.
"Nah.. pasti Sonya yang datang" kata Mas Hadi sambil membuka pintu depan dan kemudian membuka pintu pagar.
Kemudian dia kembali mengunci pintu pagar dan mengajak Sonya masuk kedalam rumah. Sonya langsung masuk kedalam rumah.
Mbak Linda bertanya pada sonya, "Memangnya suamimu berapa hari tugas keluar kota Sonya?"
"Kira-kira dua minggu Mbak." jawab Sonya.
"Andrie kenalkan ini adik Mas Hadi, namanya Sonya, umurnya mungkin sama dengan kamu." kata Mas hadi memperkenalkan.
Aku langsung berjabat tangan dengan Sonya. Sonya sangat cantik
dengan tubuh ramping, tinggi semampai, rambut hitam panjang sebahu dan
kulitnya sangat putih. Lebih putih dari kulit Mbak Linda. payudaranya
lumayan besar tapi lebih kecil dibanding payudara Mbak Linda. Suaminya
seorang pengusaha dan sedang keluar kota. Sementara TV yang berisi
adegan kami tadi masih nyala.
"Hai kalian main rame-rame tadi ya..?" kata Sonya sambil duduk di
sofa dan dengan serius dia memperhatikan adegan aku ngentotin Mbak
Linda dari belakang dan Mas Hadi dari depan.
Nampak nafasnya mulai naik turun. Tapi tiba-tiba Mas Hadi langsung menarik tubuh adiknya dan berdiri.
"Sonya aku pingin menggarap kamu lagi." kata Mas Hadi.
Sonya hanya menerima saja perlakuan kakaknya. Aku agak kaget juga
melihat Mas Hadi mau menyetubuhi adiknya di depan isterinya sendiri.
"Jangan heran Andrie.. perawan Sonya ini aku yang mengambilnya dulu" kata Mas Hadi seperti mengerti dengan pikiranku.
"Aku dan sonya sudah sering tidur bareng dengan Linda disini. Suami
Sonya ini temanku sendiri. Nanti kamu juga boleh berbuat apa saja
dengan Sonya disini." kata Mas Hadi lagi.
Aku hanya dapat meneguk ludah saja.
Sementara adegan ngentot kami di TV sudah selesai dan Mbak Linda
langsung mematikan TV-nya. Sekarang aku dan Mbak Linda memperhatikan
Mas Hadi sedang menggerayangi adiknya. Mas Hadi menciumi bibir Sonya
yang merah tanpa lipstik. Memang Sonya memiliki tubuh yang sempurna dan
menggairahkan. Mereka masih asyik berciuman. Tiba-tiba Mas Hadi
menyuruh Sonya jongkok di depannya. Sonyapun menurut. Dia jongkok
didepan Mas Hadi dan mulai membuka celana kakaknya. Setelah celana Mas
Hadi terlepas Sonya langsung mengulum kontol kakaknya. Mas Hadi hanya
merem melek saja merasakan kontolnya dihisap adiknya.
Sonya masih terus menghisap kontol Mas Hadi dengan bersemangat.
Hingga akhirnya Mas Hadi memegang kepala adiknya dan membenamkan
kontolnya kemulut Sonya. Sperma Mas Hadi keluar didalam mulut Sonya.
Kemudian Mas Hadi menarik kontolnya. Kulihat Mbak Linda mendekati Sonya
dan Mas Hadi. Sonya kemudian memberikan sperma Mas Hadi yang ada
dimulutnya kemulut Mbak Linda. Mbak Linda menerima sperma dari Sonya.
Kemudian mereka berdua saling berciuman. Aku heran juga ternyata Mbak
Linda juga suka dengan wanita alias lesbi. Lama mereka berdua saling
berciuman.
Kemudian Mas Hadi berkata,
"Andrie kalau kamu mau meniduri Sonya silahkan saja."
Kulihat Sonya hanya tersenyum saja mendengar kata-kata kakaknya.
Aku memang sangat pingin merasakan tubuh Sonya. Tidak menunggu lama
akupun mendekati Sonya. Mas Hadi dan Mbak Linda kembali duduk di sofa.
"Kami capek sekali Andrie.." kata Mbak Linda dan Mas Hadi.
Setelah dekat dengan Sonya aku langsung memeluk tubuhnya. Sonya pun menerima pelukanku.
"Mari sayang.. kita berkenalan dulu.." katanya sambil mencium bibirku.
Akupun menyambut ciuman bibir Sonya. Kami lalu berciuman dengan
sangat bernafsu. Kemudian ciumanku kuarahkan keleher Sonya yang putih
bersih.
Sonya hanya memejamkan matanya saja dan merintih-rintih.
"Ahh.. sayang teruskan.." katanya.
Aku lalu meremas-remas payudara Sonya dari luar pakaiannya.
Terasa payudaranya sangat empuk. Tak sabar aku langsung membuka
pakaian yang dikenakan Sonya. Sonya pun membiarkan apa yang aku lakukan
padanya. Setelah baju luarnya kubuka aku mulai membuka kaus yang
dipakainya hingga hanya memakai BH saja. Gila.. ternyata Sonya itu
kulitnya putih payudara. Bersih. Aku terkagum-kagum memandangi
tubuhnya. Lalu aku mulai membuka BH yang dipakainya. Dan kelihatan lah
seluruh payudara Sonya yang sangat putih, ukuran sedang dengan puting
payudara yang berwarna merah jambu.
Aku tidak berhenti sampai disitu. Aku langsung melepaskan rok yang
dipakai Sonya hingga dia hanya memakai CD saja. Tapi CD itupun langsung
kutanggalkan, hingga Sonya benar-benar bugil. Sekarang aku bisa
memandangi tubuh Sonya yang bugil putih payudara dan bersih, ramping
seksi dan tinggi semampai. Kelihatan tubuh Sonya sangat sempurna.
"Aku berjanji seluruh tubuhmu akan kujilat habis sayang.." kataku pada sonya.
Sonya hanya tersenyum saja.
"Silahkan saja Andrie.." jawabnya.
Aku melihat ternyata Sonya juga habis mencukur bulu memeknya,
sehingga memeknya kelihatan dengan sangat jelas berwarna putih juga.
Ahh sungguh sangat menggiurkan tubuh Sonya ini kataku dalam hati.
Ternyata diam-diam Mas Hadi merekam adegan kami tadi dari awal. Tapi
aku tidak peduli malah aku tambah semangat. Sonya langsung melepaskan
seluruh pakaianku hingga aku juga berada dalam keadaan bugil. Kontolku
mengacung tegak kearahnya. Sonya kelihatan sangat senang sekali. Aku
langsung menggendong tubuh Sonya dan membawanya kekamar Mas Hadi. Mas
Hadi dan Mbak Linda mengikuti kami dan tidak berhenti merekam apa yang
aku lakukan.
Sesampainya di kamar Mas Hadi aku langsung merebahkan tubuh
Sonyaditempat tidur. Sonyapun berbaring dengan posisi mengangkang
hingga kelihatan seluruh memeknya. Mas Hadi mendekati selangkangan
Sonya untuk merekam memek Sonya yang indah itu. Sonya membiarkan saja
apa yang terjadi. Aku langsung menciumi payudara Sonya dengan
bergantian. Aku hisap puting payudaranya yang berwarna merah muda itu.
Sonya hanya merintih-rintih saja. Lama aku menciumi dan menghisap
payudara Sonya. Kemudian ciumanku turun kearah pahanya. Semuanya sudah
habis kujilat. Sampai akhirnya bibirku sampai di vagina Sonya. Aku
menjilati vaginanya, kudengar Sonya menjerit-jerit kecil. Aku makin
bersemangat menghisap vaginanya. Setelah agak lama aku menjilati
vaginanya, Sonya mulai duduk dan mengarahkan kepalanya ke kontolku.
Ke bagian 4
| Title | Author | Views |
| Aku Tidak Mau... Tapi Aku Menikmatinya |
roy_takeshi@yahoo.com |
128,629 |
| Teman Suamiku, Teman Tidurku 01 |
mh_asnawi@hotmail.com |
84,789 |
| Staff Admin Untuk Rame-Rame |
daricerita@mail.com |
68,706 |
| Majikan dan Pembantunya |
inidony@yahoo.com |
65,322 |
| Tugas Kenikmatan |
diandra_marcia@yahoo.com |
60,912 |
| Wah... !!! |
roy_takeshi@yahoo.com |
60,216 |
| Pesta Seks dengan Gadis SMA - 2 |
robertsasmita@yahoo.com |
56,280 |
| Mencicipi Pacar Teman |
gadis.ikon@yahoo.com |
52,195 |
| Kegelisahan Seorang Isteri |
rienmariana@yahoo.com |
51,804 |
| Andani Citra: Kegilaan di Lift Kampus - 1 |
andacc@kittymail.com |
44,654 |
| Ryu - 1 vs 3 |
Ryu_Hot@plasa.com |
44,103 |
| Kisah Bahagia di Hari Minggu - 4 |
sheilatanki@plasa.com |
44,062 |
| Pesta Pribadi |
Pesta Free Sex |
43,711 |
| Tante-tante Kesepian |
arip75rianto@lovemail.com |
42,892 |
| Pertama Kali Bertiga - 1 |
aishamaharani@yahoo.com |
40,492 |
|
|
|
|
|
|
|