|
|
Dari bagian 1 Sabtu, 11 September 2004
Jam 7 pagi, saya sudah tiba di rumah Lily. Kita ke Bandung naik mobil
Land Cruiser saya dan ingin pergi pagi karena takut macet di jalan.
Setelah pamit dengan orang tua Lily, kami langsung berangkat menuju
jalan tol Cikampek. Ngobrol dengan Lily serasa tidak ada
habis-habisnya. Berbagai macam cerita lucu ditempat kerja atau selama
masih di Amerika kami bagi bersama. Sambil bercerita, tangan Lily
mengelus-elus kontolku. Karena tak tahan dielus-elus, saya membuka
risleting celana lalu Lily mengeluarkan kontolku. Lily langsung
mengulum kontolku sembari saya menyetir mobil. Saya terpaksa mengurangi kecepatan mobil karena takut mengalami
kecelakaan. Bayangkan menyupiri mobil dengan kecepatan 90 km/jam sambil
kontol anda dihisap tentu membutuhkan konsentrasi yang sangat tinggi.
Salah sedikit akan celaka. Sambil menikmati kontol dihisap, saya
membelai kepala Lily. Selang beberapa menit kemudian, peju saya muncrat
didalam mulut Lily. Lily menelan semua peju dan menjilat kontol saya
sampai bersih. Selesai dihisap kontol, saya langsung kembali memacu
mobil dengan kecepatan tinggi agar cepat sampai di Bandung. Jam 9 pagi
kami tiba di Bandung dan langsung check in di Hotel Hyatt di belakang
Bandung Indah Plaza. Sengaja pilih hotel ini karena dekat kemana-mana.
Begitu masuk ke kamar, tanpa basa-basi, saya langsung mendorong
Lily ke tempat tidur dan rok mininya saya buka beserta celana dalamnya,
dengan penuh nafsu vagina Lily saya jilat. Lily mengerang dengan penuh
nikmat setiap kali lidah saya menjilat klitorisnya. Lily membuka kaos
dan BHnya kemudian ia meremas-remas payudaranya sendiri. Puas menjilat
vaginanya, saya langsung membuka celana dan baju saya sehingga kita
berdua telanjang bulat lalu saya masukkan kontolku ke vagina Lily dalam
posisi missionary. Tubuh kita yang saling berkeringat bergoyang dalam satu irama. Saya
memegang kedua belah paha Lily yang terjuntai di pundak saya. Lily
menikmati kontol saya sambil memejamkan matanya. Tak henti-hentinya
mulunya mengeluarkan suara "oohh" dan "ahh" dengan memekik. Sembari
menggenjot kontolku dalam vaginanya, tangan kanan saya meremas-remas
payudara Lily yang berukuran 36 C. Kulit Lily yang putih bersih membuat
tubuh Lily terlihat sangat indah dan sensual. Beberapa lama kemudian,
saya ejakulasi dalam vagina Lily. Lily memekik dengan keras sambil
mencengkeram pundak saya dengan keras. Wajah Lily terlihat menikmati
orgasme yang baru saja dialami. Setelah bersetubuh, kami lalu tidur
tanpa mengenakan sehelai benang.
Seharian kami habiskan waktu di outlet di sepanjang jalan
Martadinata. Lily sibuk mencari pakaian-pakaian hangat yang ia perlukan
selama di Amerika. Walaupun hanya pergi 3 minggu, tetapi dasar wanita
kebutuhannya terlihat banyak sekali. Jam 19:00, kami pergi ke The
Valley di daerah Dago untuk makan malam. Pemandangan dari restaurant
The Valley sangat romantis.
Selesai makan malam, kami tiba di hotel jam 22:00. Malam itu kami
tidak bersetubuh tapi hanya nonton tv tanpa mengenakan baju. Sambil
nonton TV, saya memijit punggung Lily yang mulus dan putih.
Minggu, 12 September 2004
Pagi hari kami terbangun jam 7 pagi. Saya terbangun karena
merasakan ada rasa geli di daerah selangkangan saya. Begitu terbangun,
ternyata saya melihat Lily sedang menghisap kontol saya. Saya mengelus
punggung dan pantatnya lalu mengelus vaginanya. Setelah menghisap
kontol saya, saya meminta Lily nungging di tempat tidur lalu saya
berlutut di belakang Lily. Saya membuka belahan pantat Lily kemudian
saya mulai menjilat anus dan vaginanya. Lily mendesah-desah dengan
penuh nikmat. Anus dan vagina Lily basah oleh jilatan lidah saya.
Kemudian saya arahkan kontolku ke anus Lily. Lily sedikit mengerang
kesakitan saat kontol saya memasukin anusnya. Pelan-pelan saya masukkan
kontolku sehingga masuk seluruhnya kemudian kembali pelan-pelan saya
tarik keluar. Begitu seterusnya sampai Lily terbiasa. Kontol saya
terasa seperti diremas-remas dalam anus Lily. Lily mulai menggoyangkan pantatnya maju mundur. Saya memegang
pinggulnya lalu mengikuti irama goyangan Lily. Kelihatannya Lily tidak
begitu menikmati posisi ini tetapi ia tetap membiarkan saya menyetubuhi
anusnya. Saya menggenjot anusnya secara perlahan-lahan karena tidak mau
membuat Lily kesakitan. 6-7 menit saya menggenjot anusnya sampai
ejakulasi dan peju saya mengisi anus Lily. Dengan nafas terengah-engah,
Lily tengkurap di tempat tidur kemudian ia bangkit berdiri lalu ke
kamar mandi untuk bilas diri.
Selesai sarapan, kami ke Rumah Mode di Jalan Setiabudi lalu makan
siang di restaurant Tomodachi di Pasir Kaliki. Karena tadi pagi saya
men-sodomi Lily, ia terpaksa jalannya agak pelan dan sedikit ngangkang.
Saya agak kasihan melihatnya.
"Kamu sih pagi-pagi udah main sodomi, sakit nih sekarang mau jalan" kata Lily.
Selesai makan siang, Lily minta diantar kembali ke outlet di Jalan
Martadinata. Disana, ia kembali mencari-cari baju dan barang-barang
yang ia perlukan untuk oleh-oleh. Saya menjadi tertarik untuk ikut beli
beberapa baju dan celana. Saat sedang belanja, tiba-tiba saya
dikagetkan oleh suara wanita yang menegur Lily. Ternyata wanita itu
adalah teman baik Lily selama di San Francisco. Namanya Wanda (bukan
nama asli). Saya kenal dengan Wanda walaupun tidak kenal dekat. Kami
bertiga ngobrol sebentar kemudian kita sepakat untuk janjian ketemu
depan outlet setelah selesai belanja. Jam 16:00, kami bertiga menaiki mobil saya. Bagasi saya penuh dengan
tas belanjaan. Wanda tiba di Bandung tadi pagi siang kereta. Setelah
check in di hotel Jayakarta di kawasan Dago, ia langsung naik taksi ke
outlet. Rencananya ia mau kembali ke Jakarta besok pagi naik kereta.
Kami bertiga ngobrol sambil makan snack di restaurant bernama BMC. 3
jam kami ngobrol disana sampai akhirnya kami tidak enak sendiri dengan
pelayan restaurant. Jalan-jalan keliling Bandung rasanya tidak menarik
lagi karena badan lelah. Wanda menawarkan untuk berendam di jacuzzi di
hotelnya. Saya dan Lily tertarik dengan ide itu. Akhirnya kami kembali dulu ke hotel Hyatt untuk mengambil baju berenang
lalu kita langsung menuju ke hotel Jayakarta. Kami berganti baju di
kamar Wanda. Kelihatannya Lily dan Wanda cukup sopan untuk tidak
mengenakan baju berenang model bikini. Jacuzzinya terletak disamping
kolam renang. Rasanya enak sekali berendam di air hangat yang airnya
bergolak. Rasanya seperti dipijat-pijat. Kembali sambil berendam, kita
ngobrol-ngobrol tentang pengalaman selama di SF. Banyak cerita dan
kejadian lucu yang membuat kita tertawa terbahak-bahak.
Jam 21:00 kami keluar dari jacuzzi. Udara Bandung yang dingin
membuat kami menggigil saat keluar. Kami bergegas handukan kemudian
jalan ke lift lalu langsung masuk ke kamar Wanda. Di kamar Wanda, Lily
langsung buru-buru minta ijin untuk mandi duluan karena ia merasa
kedinginan sekali. Wanda ikut masuk ke kamar mandi dan mandi bersama
Lily. Saya belum menceritakan fisik Wanda. Ia berambut pendek, hidung
mancung dan berkulit putih. Payudaranya saya taksir berukuran 34A,
pantatnya cukup padat dan tidak besar. Ia orang Jawa peranakan Belanda.
Anaknya cukup populer di SF tetapi saya kurang bergaul dengannya.
Sambil menunggu kedua wanita itu mandi, saya nonton TV. 15 menit kemudian mereka keluar dari kamar mandi. Lily hanya
menggunakan handuk yang menutupi sedikit bagian dadanya sedangkan Wanda
menggunakan jubah kamar.
"Wow sexi sekali" kata saya menggoda Lily.
"Iya nih, ternyata Lily semok banget ya," kata Wanda sambil menepuk pantat Lily.
Lily hanya tertawa-tawa melihat kelakuan kita. Saya langsung masuk
kamar mandi dan berbilas. 5 menit kemudian saya keluar dari kamar
mandi. Begitu membuka pintu, si Wanda sedang berdiri membelakangi pintu
kamar mandi mengenakan BH long torso warna hitam dan celana dalam
thong. Rupanya ia sedang memandang dirinya di cermin besar yang
diletakkan di depan kamar mandi. Begitu melihat saya membuka pintu
kamar mandi, Wanda langsung kaget kemudian ia sigap meraih handuk yang
disampirkan diatas koper untuk menutupi dirinya. Saya sempat kaget
sedangkan Lily tertawa.
"Hahaha.. Udah nggak malu. Toh Arthur udah liat elo pakai baju
berenang. Eh kontol Arthur gede loh, liat tuh udah ngaceng dibalik
celana dalamnya," kata Lily sambil menunjuk kontolku.
Saya jadi malu diperhatikan oleh dua wanita itu. Lily kemudian
membuka handuk yang membalut tubuh Wanda. Lily sendiri tubuhnya masih
dibalut handuk. Rupanya tadi si Wanda sedang memamerkan pakaian dalam
yang baru ia beli tadi siang di outlet. Handuk yang membalut tubuh
Wanda jatuh di lantai dan saya memandang tubuh Wanda yang ditutupi oleh
BH long torso warna hitam dan celana dalam thong warna hitam. Kelihatan
cukup seksi. Lily kemudian mendekati saya lalu membuka handuk yang saya
ikat di pinggangku. Wanda tersentak melihat kontolku yang berdiri tegak
dibalik celana dalam. Lily berdiri dibelakang saya sambil meraba
kontolku dari belakang
"Tadi Wanda bilang di kamar mandi, 'eh kontol Arthur gede ya, kayaknya dari tadi berdiri terus selama di jacuzzy'" kata Lily.
Saya tersenyum melihat Wanda yang agak kikuk. Saya hampiri Wanda
kemudian saya cium bibirnya sambil meraba payudaranya dari balik long
torso. Wanda langsung membalas ciumanku dan mulai meremas kontolku.
Tangannya ia masukkan ke celana dalamku lalu kontolku diremas-remas.
Saya menarik long torsonya kebawah sehingga payudara Wanda langsung
terlompat keluar. Putingnya yang berwarna coklat muda mulai kuhisap
sambil kuremas-remas payudaranya. Wanda mendesah-desah dengan penuh
nikmat. Sambil tetap menghisap putingnya, tangan kanan saya menyusuri
seluruh tubuhnya lalu mengarah ke daerah selangkangan. Vaginanya
langsung saya elus-elus. Wanda menggelinjang tiap kali jari saya
menyentuh klitorisnya.
Lily yang sudah telanjang bulat masih berdiri di belakang saya,
lalu ia membuka celana dalam saya kemudian ia jongkok dihadapan saya.
Ia langsung menghisap kontolku sambil ikut-ikutan meremas pantat Wanda.
Wanda mendesah dengan keras. Tangan kanan Wanda mengelus kepala Lily
sedangkan tangan kirinya memegang bahu kiriku. Saya kemudian mendorong
Wanda ke tempat tidur. Wanda membaringkan dirinya dalam posisi
telentang. Saya mengangkangkan kaki Wanda lalu membuka celana dalamnya.
Tampak vaginanya yang ditutupi oleh bulu kemaluan tapi tidak begitu
lebat. Saya nungging didepan Wanda lalu mulai menjilat vaginanya. Wanda
menjerit semakin keras sambil mencengkeram sprei tempat tidur. Dalam posisi nungging, Lily menyelinap diantara kedua kaki saya dan
kembali menghisap kontolku. Lily ternyata gemar sekali menghisap
kontolku. Tetapi kali ini ia tidak saja menghisap kontolku tapi
menjilat seluruh selangkangan dan biji dan naik hingga ke belahan
pantat dan menjilat anusku. Rasanya sangat geli dan menggairahkan.
Sambil menjilat anus saya, tangan Lily sibuk mengocok kontolku.
Benar-benar suatu sensasi kenikmatan yang indah. Hasrat saya
benar-benar terasa diubun-ubun kepala. Saya menarik pinggul Wanda untuk
lebih dekat ke pinggir tempat tidur lalu saya arahkan kontolku ke
vaginanya. Dengan gemas saya masukkan kontolku ke vagina Wanda dan
langsung menghujamkannya dengan keras. Wanda menjerit dicampur dengan
suara desah.
Lily yang tadinya duduk di karpet dibawah kaki saya, mengganti
posisi. Ia sekarang naik ketempat tidur lalu jongkok diatas muka Wanda.
Wanda langsung menyambut vagina Lily dan menjilatnya. Sambil menikmati
jilatan dari Wanda, Lily membungkukkan tubuhnya dan meremas payudara
Wanda. Keduanya saling memberikan rangsangan yang nikmat. Bosan dengan
posisi missionary, saya membalikkan tubuh Wanda dalam posisi doggy
style. Kembali kontolku mengisi liang vagina Wanda. Wanda mengikuti irama gerakan tubuhku sehingga kontolku melesak lebih
dalam di vaginanya. Lily tak mau ketinggalan. Ia beringsut kebawah
tubuh Wanda lalu berciuman dengan Wanda. Wanda yang tadinya dalam
posisi sedikit nungging akhirnya menindih tubuh Lily sehingga Lily dan
Wanda berada dalam posisi berpelukan sambil ciuman. Posisi ini membuat
kontol saya menjadi semakin rapat dijepit kedua belah paha Wanda.
Pertahanan saya akhirnya jebol dan saya memuntahkan pejuku di dalam
vagina Wanda. Wanda sempat mengejangkan tubuhnya menikmati orgasme yang
ia alami. Saya langsung membaringkan tubuhku disamping kedua wanita itu
yang masih dalam posisi berpelukan. Lalu Lily melepaskan dirinya
kemudian ia rebahan disebelahku. Kita bertiga tertidur dalam keadaan
telanjang dimana sebelah kiri saya adalah Wanda dan sebelah kanan
adalah Lily. Setelah tidur kira-kira setengah jam, kembali kita bertiga bersetubuh.
Kali ini Lily yang mendapatkan giliran pertama saya setubuhi sedangkan
Wanda lebih suka menonton sambil menggosok-gosok vaginanya sendiri.
Setelah Lily saya puaskan, Wanda langsung mendapatkan jatah dan kali
ini saya menyetubuhi anusnya.
Malam itu kita bertiga tidur di kamar Wanda. Hari Senin, kita masih
sempat bersetubuh dan baru check out jam 12 siang. Wanda ikut pulang ke
Jakarta dengan kita.
Sejak itu, saya sekarang menjadi kekasih Lily.
E N D
| Title | Author | Views |
| Aku Tidak Mau... Tapi Aku Menikmatinya |
roy_takeshi@yahoo.com |
128,624 |
| Teman Suamiku, Teman Tidurku 01 |
mh_asnawi@hotmail.com |
84,768 |
| Staff Admin Untuk Rame-Rame |
daricerita@mail.com |
68,698 |
| Majikan dan Pembantunya |
inidony@yahoo.com |
65,319 |
| Tugas Kenikmatan |
diandra_marcia@yahoo.com |
60,908 |
| Wah... !!! |
roy_takeshi@yahoo.com |
60,216 |
| Pesta Seks dengan Gadis SMA - 2 |
robertsasmita@yahoo.com |
56,275 |
| Mencicipi Pacar Teman |
gadis.ikon@yahoo.com |
52,187 |
| Kegelisahan Seorang Isteri |
rienmariana@yahoo.com |
51,802 |
| Andani Citra: Kegilaan di Lift Kampus - 1 |
andacc@kittymail.com |
44,653 |
| Ryu - 1 vs 3 |
Ryu_Hot@plasa.com |
44,096 |
| Kisah Bahagia di Hari Minggu - 4 |
sheilatanki@plasa.com |
44,059 |
| Pesta Pribadi |
Pesta Free Sex |
43,708 |
| Tante-tante Kesepian |
arip75rianto@lovemail.com |
42,870 |
| Pertama Kali Bertiga - 1 |
aishamaharani@yahoo.com |
40,489 |
|
|
|
|
|
|
|