|
|
Beberapa minggu setelah ceritaku "Della Yang
(Ternyata) Liar", teleponku di kantor berdering, operator memberitahu
bahwa ada seorang wanita bernama Vivi ingin bicara denganku. Lantas aku
minta disambungkan.
"Vir, Dino akan merayakan ulang tahun di villanya di Puncak hari
Jumat lusa, loe dan Della musti dateng" kata Vivi meneleponku siang
itu.
"Siapa aja yang diundang, banyak nggak, loe tunggu ya jangan
diputus, gua telepon Della, kita ngomong bertiga" tanyaku. Aku hold
Vivi dan kusambung Della dan kutekan tombol "conf" di pesawat telepon
kantorku.
"Del, Dino ultah di villanya di puncak Jumat lusa, lu mau dateng nggak" kataku pada Della.
"Del, lu musti dateng, biar rame" kata Vivi menyela.
"Emangnya lu pikir gua srimulat, berani bayar gua berapa biar rame? Ehh.. Banyak cowoknya nggak?"
"Lu kan dateng sama Virano, masih mau cari cowok lagi, yang dateng
paling banyak 20, cowoknya mungkin imbang, ceweknya yang lu kenal cuma
gua doang" kata Vivi, aku hanya mendengarkan.
"Cari yang baru boleh dong.., Ya Vir.., berangkat jam berapa" Jawab Della menunjukkan bahwa sudah confirm.
"Gua nggak tahu villanya Dino" ujarku memancing.
"Gua mau ikut kalian, soalnya Dino berangkat pagi, beres-beres, gua
baru landing jam 12, gimana kalau berangkat jam 5 sore?" tanya Vivi
yang seorang pramugari.
"Kalau gitu ngumpul di apartemen gua aja, gua udah di sana jam 2" kataku.
"Ok deh, sampai Jumat ya" kata Della.
"Aparteman lu dimana?" tanya Vivi.
Jumat jam 2 aku sudah nongkrong di S (istilah apartemenku), sempat
aku istirahat tidur-tiduran. Tiba tiba jam 2:30 bel berbunyi, lalu aku
tekan tombol intercom dengan lobby, di layar terlihat Vivi sedang
membawa travel bag. Aku tekan tombol open dan meminta Vivi naik ke
lantai 17, kubuka pintu dan menunggu di depan lift. Tak lama Vivi
keluar dari lift. Kubawa tasnya sambil kupersilakan Vivi masuk ke
dalam. Masih dengan seragam pramugarinya, Vivi terlihat cantik dan
anggun.
"Della belum datang? Mana dia?" tanya Vivi.
"Belum, lu telepon aja dia ke rumahnya" jawabku.
Kemudian Vivi menghubungi Della dan aku menyalakan komputerku untuk memeriksa pekerjaanku, sesaat kemudian..
"Della baru bisa berangkat jam setengah lima, katanya gua latihan
aja dulu sama lu" kata Vivi sambil tertawa setelah menutup telepon
dengan Della.
"Latihan apa? Wah.. Baru sampai sini jam enam dong, jalan kan
macet jam segitu. Kalau gitu lu santai aja deh, gua periksa ini
sebentar" jawabku sambil meneruskan pekerjaanku dengan komputer.
Setengah jam kemudian..
"Vir, di bawah ada gym kan, mau ke sana nggak, cari keringat sambil tunggu Della" kata Vivi.
"Boleh, bawa baju renang nggak, berenang aja sekalian" jawabku.
Vivi, 28, 168/55/36C, memperlihatkan bentuk body yang sempurna,
maklum sebagai seorang pramugari, Vivi harus menjaga penampilannya
sebaik mungkin. Vivi masuk kamarku untuk berganti pakaian, lalu giliran
aku. Kukenakan celana pendek stretch ketat tipis mirip yang biasa
dipakai oleh pesenam, sehingga memperlihatkan tonjolan penisku dan kaus
lengan buntung, lalu kukenakan celana pendek dan kemeja santai. Kubawa
pula celana renang miniku.
Setiba di gym ada sekitar 4 pria dan 2 wanita sedang berolahraga
pula. Kulepaskan kemeja dan celana pendekku dan mulai dengan tread mill
bersebelahan dengan Vivi yang telah melepaskan jacket dan celana
panjangnya. Dengan atasan tipis ketat tanpa lengan hanya sebatas dada
dan belahan paha, celana senamnya naik ke atas pinggul model bikini,
Vivi kelihatan sangat merangsang membuat darah di sekitar
selangkanganku berdesir dan sedikit memasuki jaringan otot penisku yang
mengakibatkan tonjolan penisku agak membesar. Vivi melirik ke arah
penisku seakan ingin mengetahui sampai di mana 'tingkat
keberhasilannya'.
Saat treadmill sampai pada kecepatan cukup untuk lari di tempat,
kulirik ke sebelahku. Vivi sedang berlari juga, terlihat buah dadanya
berguncang naik turun mengikuti langkah larinya, penisku makin terisi,
semakin terlihat menonjol, Vivi beberapa kali melirik penisku, kulirik
kembali buah dadanya, sekarang terlihat tonjolan puting Vivi yang
mengeras kaku tertekan pakaian senam yang ketat.
"Jadi siapa yang terangsang oleh siapa ya?" kataku pelan.
"tahu ah, gelap" kata Vivi sambil memperlambat tread millnya lalu berhenti.
Kami meneruskan dengan latihan untuk membentuk otot-otot tubuh, ada
sekitar 1 jam total kami di sana sambil mengobrol kesana kemari. Tempat
itu telah sepi, lalu aku ajak Vivi untuk sauna. Sebenarnya sauna untuk
wanita dan lelaki terpisah, tapi karena tidak ada orang, aku ajak Vivi
untuk sauna bersama-sama. Kuambil 2 handuk dan masuk ke dalam.
Kulepaskan seluruh pakaian sampai telanjang bulat, lalu duduk di bangku
dan handuk kuletakkan di paha. Melihatku begitu, Vivi juga melepaskan
seluruh pakaiannya dan duduk menyamping di sebelahku dengan handuk di
paha sehingga buah dadanya yang berukuran 36C terlihat dengan jelas,
apalagi setelah 12 menit, saat keringat mengucur membasahi tubuhnya
sehingga terlihat semakin sexy. Tiba tiba Vivi menarik handukku.
"Curang, lu bisa liat dada gua, gua nggak bisa liat lu punya.. Kok
kontol lu belum ngaceng sih?" kata Vivi sambil melihat ke bawah.
"Emang lu pikir gua ABG, liat cewe bugil jadi ngaceng, kalo gua ngaceng juga nggak bakal full" jawabku santai.
"Kalo mau liat kontol gua ngaceng, musti ada aktifitas, jangan bengong aja" lanjutku.
Vivi turun mendatangiku, tangannya meraih penisku dan mulai meremas
dan mengelus ujung kepalanya, rasanya ngilu. Kepalanya mulai
ditundukkan dan menyambar penisku masuk ke mulutnya. Seketika penisku
mengeras dan membesar sempurna. Vivi agak terkejut dan membuka mulutnya
selebar mungkin agar penisku dapat tetap berada di dalam mulutnya. Aku
tarik penisku, dan aku bawa Vivi menghadap dinding dengan tangan
memegang bangku sauna tersebut. Vivi mengerti mauku.
Langsung aku masukkan penisku ke dalam vagina Vivi, lancar tanpa
halangan berarti karena baik penisku maupun vagina Vivi sudah
kebanjiran keringat. Kukocok sedikit hingga Vivi mengerang, kudorong
dan kuhentakan dalam-dalam, Vivi terhenyak dan mengerang keenakan,
beberapa saat kemudian aku rasakan Vivi hampir orgasme, lalu aku cabut
penisku.
"Viir.. Jangan dicabut doong.. Gua ampiir keluar niih.." teriak Vivi.
"Dilarang orgasme di dalam sauna, nanti menyerang jantung" kataku.
"Jahat lu ya.. Emangnya lu bisa nahan.." katanya cemberut.
"Kita terusin di jacuzzi atau di kolam saja yuk" kataku keluar dan
Vivi mengikutiku keluar dengan telanjang bulat juga karena masih sepi.
Pada dasarnya memang aku paling senang membuat wanita penasaran
dengan cara membuat mereka tergantung dalam perjalanan menuju orgasme.
Dapat terlihat ekspresi wajah sensual dan merangsang bagi siapa pun
yang melihatnya. Ini adalah saranku untuk para juru foto bila ingin
mendapat wajah sensual dan merangsang yang natural, buatlah mereka
seperti yang baru aku lakukan pada Vivi, pasti akan didapat ekspresi
wajah tidak dibuat-buat, malahan mereka dapat menjadi liar,
seliar-liarnya.
Akhirnya kami memilih jacuzzi di luar namun agak memojok, sehingga
agak sulit untuk orang yang tidak khusus ke tempat jacuzzi untuk
melihat kami. Aku pakai celana boxer longgar dan Vivi memakai bikininya
yang sangat mini, bawah model G-String dan atas hanya ada 7 cm kain
yang menutupi buah dadanya sehingga dari depan atau pun dari samping
buah dadanya terlihat jelas, demikian juga putingnya.
Di dalam jacuzzi kami duduk berdampingan, dan tak berapa lama, Vivi
sudah memasukkan tangannya ke dalam celana boxerku. Penisku sudah
menegang, lalu Vivi berbalik menghadap dan mendorong aku ke pinggir
serta memerosotkan boxerku, tak lama Vivi menundukkan kepalanya dan
masuk ke dalam air, terasa mulutnya mengulum penisku sambil menjilati
ujung kepalanya. Rasanya enak juga penisku dihisap di dalam air, lalu
kepala Vivi naik untuk mengambil nafas. Beberapa kali dilakukannya dan
aku naik ke pinggiran sehingga Vivi bisa lebih leluasa.
"Hhmm.. Kontol.. Kontol.. Untung bener Della ya.. Hhmm.." katanya lalu didorongnya mulutnya kembali.
Penisku kembali memasuki mulutnya. Kupegang kepalanya serta kuberi
tekanan sedikit agar dia memasukkan penisku dalam-dalam. Vivi mendorong
ke bawah kepalanya mencoba memasukkan penisku, terasa ujung penisku
sudah mengenai ujung dalam mulutnya hingga Vivi agak tersedak. Beberapa
kali dicoba tapi masih tiga perempatnya yang bisa masuk. Akhirnya Vivi
menyerah.
Kuangkat Vivi, kunaikkan badannya tengkurap di pinggiran lantai
jacuzzi sehingga kakinya ada di air. Dengan posisi begini, aku berdiri
di belakangnya, kugeser bikini pada bagian vaginanya dan mulai membelah
vaginanya dengan lidahku dan mengaduk aduk vagina Vivi, tak lupa
kadang-kadang lidahku mampir di anusnya yang merupakan kegemaranku.
Vivi mendesah-desah, tidak berani berteriak karena takut kedengaran
orang.
Lalu dia turun membelakangiku di tangga untuk masuk ke jacuzzi,
segera kumasukkan penisku ke dalam vaginanya dan kukocok keluar masuk
dengan keras dan menghentak. Aku ingin segera menyelesaikan permainan
ini karena takut ada yang lewat. Kuhentakkan sedalam-dalamnya dengan
keras, Vivi terhenyak setiap kali aku hentakkan penisku ke dalam
vaginanya. Vivi mendesah-desah menahan teriakannya dan kira kira 5
menit kemudian..
"Viir.. Terus viir.. Ooch.. Gua keluar viirr.." desahnya.
Pantatnya terus digoyang merasakan orgasmenya, dan akhirnya
kurasakan aku juga akan orgasme, penisku semakin mengeras dan berkedut.
Tiba tiba Vivi berbalik, tangannya secepat kilat memegang saluran
spermaku di bawah zakar dan menekan keras-keras, mulutnya langsung
mengulum dan menjilati ujung penisku. Penisku berkedut-kedut pertanda
orgasme, tapi tidak ada sperma yang keluar. Vivi berkonsentrasi
menekannya sekitar 2 menit sampai penisku agak mengecil baru
dilepaskannya.
"Spermanya disimpan dulu buat nanti" katanya. Hmm, kelas tersendiri buat Vivi pikirku.
Tak terasa mulai gelap, sudah Jam 6. Kami terburu-buru keluar, aku
pakai boxerku yang basah saja, Vivi memakai bikininya, langsung masuk
ke dalam lift yang berada dekat dengan gym itu. Resepsionis gym sampai
bingung melihat kami, terutama Vivi yang 90% bugil. Kami naik ke atas
dan masuk ke apartemenku, ternyata Della sudah ada di dalam. Della
mempunyai 1 kartu akses lift dan kunci pintu apartemenku, karena sejak
saat di cerita "Della Yang (Ternyata) Liar", sering sekali kami berdua
berada di apartemen itu mereguk kenikmatan dan mengumbar hawa nafsu
birahi sexual kami, sehingga dengan mempunyai kunci sendiri akan
memudahkan bagi Della untuk masuk.
"Gile lu ya, jadi satu ronde sudah selesai? Bagus nih bikininya"
kata Della sambil meraba bikini Vivi yang merupakan alasan saja karena
Della langsung meremas buah dada Vivi.
"Dell, gila lu ya, toket gua lu remas-remas, maunya Virano dong yang remas-remas" kata Vivi.
"Emang tadi belum?, ngapain aja tadi di bawah" tanya Della.
"Toketnya belum gua remas, baru vaginanya doang gua jilatin sama
ngerasain kontol gua" kataku santai. Vivi membelalakkan matanya padaku.
"Anus lu ngerasain lidahnya nggak Vi.." tanya Della dengan santainya pada Vivi. Vivi tidak berani menjawab.
"Dikitlah cuma lewat" jawabku.
"Itu yang musti lu rasain Vi, justru di situ keahlian dia" kata Della menekankan.
"Udah.. Udah.. Ah, pusing gua liat lu berdua, mau berangkat nggak nih, mana lapar lagi" kata Vivi.
"Bukannya lu udah kenyang tadi di bawah?" tanya Della sambil tertawa.
"Bawah gua yang udah kenyang he he.. Tapi Virano punya masih lapar" kata Vivi mulai berani menimpali.
Akhirnya kami berangkat bertiga, memakai BMW Della, aku duduk di
belakang sendirian. Della nyetir dan Vivi di sebelahnya. Kami tiba di
Villa Dino yang tampak besar kira kira jam delapan dan sudah berkumpul
sekitar 9 orang. Ada Dino, Alvin, Tito, Olan, Steve dan Henky.
Wanitanya Maya, Ike dan Ira. Jadi dengan kami ada 12 orang, 7 pria, 5
wanita. Beberapa di antaranya pernah bertemu tapi tidak terlalu saling
kenal.
Ke Bagian 2
| Title | Author | Views |
| Aku Tidak Mau... Tapi Aku Menikmatinya |
roy_takeshi@yahoo.com |
128,615 |
| Teman Suamiku, Teman Tidurku 01 |
mh_asnawi@hotmail.com |
84,723 |
| Staff Admin Untuk Rame-Rame |
daricerita@mail.com |
68,691 |
| Majikan dan Pembantunya |
inidony@yahoo.com |
65,305 |
| Tugas Kenikmatan |
diandra_marcia@yahoo.com |
60,904 |
| Wah... !!! |
roy_takeshi@yahoo.com |
60,210 |
| Pesta Seks dengan Gadis SMA - 2 |
robertsasmita@yahoo.com |
56,264 |
| Mencicipi Pacar Teman |
gadis.ikon@yahoo.com |
52,161 |
| Kegelisahan Seorang Isteri |
rienmariana@yahoo.com |
51,798 |
| Andani Citra: Kegilaan di Lift Kampus - 1 |
andacc@kittymail.com |
44,645 |
| Ryu - 1 vs 3 |
Ryu_Hot@plasa.com |
44,082 |
| Kisah Bahagia di Hari Minggu - 4 |
sheilatanki@plasa.com |
44,051 |
| Pesta Pribadi |
Pesta Free Sex |
43,701 |
| Tante-tante Kesepian |
arip75rianto@lovemail.com |
42,801 |
| Pertama Kali Bertiga - 1 |
aishamaharani@yahoo.com |
40,479 |
|
|
|
|
|
|
|